cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Kecernaan in-Vitro Ransum Berbasis Limbah Jagung Amoniasi dengan Berbagai Rasio Konsentrat untuk Ruminansia Elihasridas Elihasridas; R. Herawati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.3.145-151.2014

Abstract

Penelitian ini untuk menentukan rasio optimum penggunaan limbah jagung amoniasi dan konsentrat dalam ransum komplit ternak ruminansia berdasarkan parameter kecernaan secara in-vitro.  Empat formula ransum komplit tersebut adalah; R1= 20% limbah jagung amoniasi dan 80% konsentrat, R2= 40% limbah jagung amoniasi dan 60% konsentrat, R3= 60% limbah jagung amo­niasi dan 40% konsentrat dan R4= 80% limbah jagung amoniasi dan 20% konsentrat. Ke­cernaan ran­sum ditentukan setelah diinkubasi selama 48 jam dengan cairan rumen menurut teknik Tilley dan Terry (1969). Data dianalisis menggunakan rancangan acak kelompok. Parameter yang diukur adalah kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar, serta konsentrasi VFA dan NH3 cairan rumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecernaan dan konsentrasi VFA dan NH3 berbeda nyata (P<0,05), namun antara R1 dan R2 berbeda tidak nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa 40% lim­bah jagung amoniasi dan 60% konsentrat yang lebih baik digunakan sebagai ransum komplit untuk ruminansia.
Peningkatan Kualitas Nutrisi Limbah Kulit Ubi Kayu melalui Fermentasi Menggunakan Bacillus amyloliquefaciens Mirzah Mirzah; H. Muis
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.2.131-142.2015

Abstract

Satu penelitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara dosis inokulum dengan lama fermentasi kulit ubi kayu menggunakan bakteri Bacillus amyloliquefaciens terhadap perubahan kandungan zat-zat makanan dan kualitas produk kulit ubi kayu fermentasi (Kukaf). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis inokulum dari bakteri Bacillus amyloliquefaciens terdiri dari A1=1%, A2=2% dan A3=3% per 100 g substrat. Faktor kedua adalah lama fermentasi terdiri dari B1=4 hari, B2=6 hari dan B3=8 hari. Peubah yang diamati adalah perubahan kandungan bahan kering, protein kasar, serat kasar, dan kualitas nutrisi seperti kecernaan serat kasar, retensi nitrogen dan energi metabolisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara dosis inokulum Bacillus amyloliquefaciens dengan lamanya fermentasi memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan bahan kering, peningkatan protein kasar dan retensi nitrogen, dan terdapat pengaruh interaksi yang nyata (P < 0,05) antara dosis inokulum dengan lama fermentasi terhadap penurunan serat kasar dan energi metabolisme produk Kukaf, sedangkan pada peubah kecernaan serat kasar interaksinya tidak berpengaruh nyata (P>0,05), namun faktor dosis inokulum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan serat kasarnya. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas gizi Kukaf yang terbaik didapat pada perlakuan A3B1(dosis inokulum 3% dan lama fermentasi 4 hari) yang dapat menurunkan bahan kering sebesar 12,32 %, meningkatkan protein kasar sebesar 45,34 % dan merurunkan serat kasar sebesar 13,48%, dengan nilai retensi nitrogen sebesar 66,64 %, kecernaan serat kasar 44,45% dan energi metabolisme 2.135 kkal/kg.
Pengaruh Penggunaan Ampas Kecap Terhadap Kecernaan Protein, Kalsium dan Energi Metabolis Itik Mojosari Petelur R. E. Purwandani; L. D. Mahfudz; U. Atmomarsono
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.110-115.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ampas kecap terhadap kecernaan protein, kalsium dan energi metabolis itik mojosari petelur. Materi yang digunakan adalah Itik Mojosari Petelur umur 20 minggu dengan BB rata – rata 1.385,0 ± 130,85 gram (CV=9,44%) sebanyak 240 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 10 ekor itik. Perlakuan yang digunakan adalah dengan penggunaan ampas kecap dalam ransum dengan level 0%, 5%, 7,5% dan 10%. Parameter yang diamati adalah kecernaan protein, kecernaan kalsium dan kecernaan energi metabolis. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan uji F, apabila ada pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Ducan. Hasil menunjukan bahwa penggunaan ampas kecap dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein, kalsium dan energi metabolis itik Mojosari petelur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ampas kecap dapat digunakan dalam ransum Itik Mojosari Petelur, sampai level 10%.
Evaluasi Total Koloni Bakteri dan Umur Simpan Telur Asin yang Direndam dalam Larutan Lidah Buaya (Aloevera barbadensis Miller) Allismawita Allismawita; D. Novia; I. Putra
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.71-77.2014

Abstract

Lidah buaya mengandung senyawa antimikroba cukup tinggi ; seperti, aloin (4,27%) dan saponin (5,43%). Keduanya berguna untuk memperpanjang umur simpan telur asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi total koloni bakteri dan umur simpan telur asin yang direndam dalam beberapa kosentrasi larutan lidah buaya (Aloevera barbadensis Miller). Materi penelitian ini menggunakan 340 g garam dapur, 2.000 g daging lidah buaya yang sudah diblender selama 2 menit didapat 8.896 ml dan air 71.168  ml. Penelitian menggunakan metode eskperimen dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuannya adalah perbandingan lidah buaya dengan air (V/V) yaitu; A (0:1), B (1:2), C (1:3), D (1:4), dan E (1:5). Peubah yang diamati adalah kadar air, pH, total koloni bakteri dan umur simpan telur asin. Hasil penelitian menunjukan perendaman telur asin dalam larutan lidah buaya menurunkan total koloni bakteri dan umur simpan (berbeda sangat nyata P<0,01) dibandingkan kontrol (tanpa perendaman), tetapi perendaman berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air dan pH. Perlakuan B (lidah buaya : air = 1 : 2) menghasilkan nilai terbaik terhadap kadar air 64,74±1,60%, pH 7,53±0,26, total koloni bakteri 4,79±0,62x105 CFU/g dan umur simpan telur asin selama 19 hari.
Peningkatan Kualitas Telur Itik Pitalah dengan Pemberian Pakan Tepung Daun Lamtoro (Leucaena leucochepala) yang Difermentasi dengan Bacillus laterosporus dan Trichoderma viride N. Yessirita; M. H. Abbas; Y. Heryandi; A. Dharma
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.1.54-62.2015

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh fermentasi makanan daun lamtoro dalam ransum itik Pitalah. Desain penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan, 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 6 petelur bebek. Perlakuan penelitian ini adalah R0 (kontrol), R1 (10% tepung daun lamtoro tanpa fermentasi), R2 (10% TDL fermentasi dengan Bacillus laterosporus), R3 (20% TDL fermentasi dengan Bacillus laterosporus), R4 (10% TDL fermentasi dengan Trichoderma viride) dan R5 (20 % TDL  fermentasi dengan Trichoderma viride) dan R6 (10% TDL Fermentasi dengan  Bacillus laterosporus + 10% TDL  fermentasi dengan Trichoderma viride). Parameter yang diamati seperti: lemak, kolesterol dan warna kuning telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ransum berbeda sangat nyata (P<0,01) untuk kolesterol dan warna kuning telur tetapi berbeda nyata (P<0,05) untuk lemak kuning telur. Penggunaan produk daun lamtoro fermentasi dengan Trichoderma viride dan Bacillus laterosporus sebanyak 20% di ransum itik Pitalah dan perlakuan R3 penurunan lemak (18,50%), kolesterol kuning telur (42,00 mg/dl) dan peningkatan warna kuning telur 12,67. Perlakuan R3 lebih baik daripada kontrol ransum dan ransum lain dan juga bisa meningkatkan kinerja itik Pitalah.
Penggantian Bungkil Kedelai dengan Ampas Susu Kedelai dalam Pakan: Pengaruhnya pada Kinerja Pertumbuhan dan Kualitas Daging Ayam Broiler N. D. Dono; E. Indarto; Soeparno Soeparno
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.2.54-59.2017

Abstract

Enam puluh ekor ayam broiler jantan digunakan untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung bungkil kedelai (SBM) dengan ampas susu kedelai (SMW) dengan menggunakan kinerja pertumbuhan, rasio efisiensi protein-energi, serta kualitas fisik daging sebagai respon kriteria yang diamati. Ayam mendapatkan pakan kontrol (SMW-0), atau pakan kontrol dengan penggantian ampas susu kedelai sebanyak 5% (SMW-1), 10% (SMW-2), dan 15% (SMW-3). Setiap perlakuan diberikan replikasi 3 kali, masing-masing dengan 5 ekor ayam per replikasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis statistik menggunakan Oneway ANOVA, yang dilanjutkan dengan Duncan’s new Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian SBM dengan SMW tidak mempengaruhi konsumsi protein dan energi, konsumsi pakan, maupun rasio efisiensi energi. Akan tetapi, penggantian 10% SMW meningkatkan (P<0,05) rasio efisiensi protein, pertambahan bobot badan, dan bobot potong ayam, sehingga nilai konversi pakan turun (P<0,05). Nilai pH daging, daya ikat air, susut masak, maupun keempukan daging tidak terpengaruh oleh penggantian 5-15% SMW.
Efek Ekstrak Hipofisa Sapi terhadap Pertambahan Bobot dan Umur Pubertas Mencit Betina (Mus musculus) A. Kaka; W. M. Nalley; T. M. Hine
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.91-98.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak hipofisa sapi terhadap pertambahan bobot badan dan umur pubertas mencit betina. Materi penelitian adalah mencit betina strain swiss webster yang berumur 21 hari, sebanyak 48 ekor dengan kisaran berat badan (BB) 11-13 gram (±12 gram). Rancangan percobaan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 12 ulangan yaitu penyuntikan ekstrak hipofisis dengan dosis 0 mg/g BB (P0, kontrol); 0,05 mg/g BB (P1); 0,10 mg/g BB (P2); 0,15 mg/g BB (P3). Penyuntikan dilakukan dua kali seminggu sejak umur lepas sapih hingga pubertas, secara intraperitoneal. Data pertambahan bobot badan dan umur pubertas dianalis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak hipofisa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap PBB dan umur pubertas mencit betina. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyuntikan esktrak hipofisa sapi dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan mempercepat umur pubertas mencit betina, dengan dosis ekstrak hipofisa terbaik adalah 0,15 mg/g bobot badan.
Analisis Potensi Sumber Daya Manusia Untuk Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Potong Di Kabupaten Pesisir Selatan A. Suresti; R. Wati; I. Indrayani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.15.1.7-16.2013

Abstract

This study aims to: (1). determined the potential of human resources (Breeders) for the development of beef cattle; (2). calculating employment opportunities based on the elasticity of employment. This research was conducted in Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Province. The data was collected using a survey method. The population of this study were 99 RTP. The sampling method used simple random sampling technique. Analysis of the data used  the qualitative and quantitative analysis deskriptif. The results showed that farmers in particular human resources in this area was not sufficient to develop their business in a better direction, it was seen from education and working hours for the beef cattle business in which 62.9% of farmers did not finish his formal education as well as technical knowledge still low despite having an average breeding experience of over 10 years. Time that the need to maintain a single head of cattle per day was 0.75 hours / cow / day or equal to 0.0938 HOK. Employment elasticity of 0.24. That was, if the Pesisir Selatan Regency GDP increased by one percent, there will be job creation livestock sector by 0.24 percent.
Pemanfaatan Dedak Padi dan Jerami Fermentasi pada Usaha Penggemukan Sapi Potong di Jawa Barat S. L. Mulijanti; S. Tedy; Nurnayetti Nurnayetti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.3.179-187.2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan pakan dari limbah padi terhadap pertambahan bobot badan dan nilai ekonomi usaha ternak sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Desember 2011 di kelompok ternak Metal Sangkan Hurip Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 8 ulangan, dengan perlakuan sebagai berikut: A (jerami segar+konsentrat komersil), B (jerami segar+dedak padi), C (jerami fermentasi+konsentrat komersil), D (jerami fermentasi+dedak padi). Untuk mengetahui perlakuan pemberian pakan yang paling ekonomis dilakukan uji analisis losses and gain dengan mem­ban­dingkan perlakukan A dengan perlakuan B, C dan D yang diperoleh dari nilai marginal benefit cost ratio (MBCR). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rata-rata PPBH ternak yang diberi perlakuan jerami fermentasi+dedak padi hasilnya lebih tinggi yaitu sebesar 0,78 kg, jerami segar+dedak padi 0,70 kg, jerami fermentasi+konsentrat komersial 0,67 kg dan jerami segar+konsentrat komersial 0,55 kg. Sedangkan dari hasil analisa imbangan pendapatan atas biaya (B/C) 1,41 diperoleh hasil inovasi teknologi pakan jerami fermentasi+dedak padi, 1,37 untuk jerami segar+dedak padi, nilai yang sama dengan perlakuan jerami fermentasi+konsentrat komersil, dan 1,25 untuk jerami segar+konsentrat komersil. Pemanfaatan jerami fer­mentasi dan dedak padi memberikan pertambahan bobot badan tertinggi dan secara ekonomi mem­berikan keuntungan tertinggi.
Evaluasi Kelahiran Pedet Sapi Perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden N.U. Aprily; P. Sambodho; D.W. Harjanti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.18.1.36-43.2016

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengevaluasi kelahiran pedet sapi perah dengan indikator jumlah kelahiran jantan dan betina, lama kebuntingan dan bobot lahir sapi yang dipelihara oleh Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BBPTU HPT) Baturraden, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan bulan April 2015. Materi penelitian adalah data rekording kelahiran sapi perah mulai dari tahun 2010 hingga April 2015. Data rekording memuat informasi nomor identitas pedet, tanggal IB (Inseminasi Buatan), tanggal kelahiran, bobot lahir dan jenis kelamin pedet. Parameter yang diamati adalah jumlah kelahiran dan kegagalan lahir, bobot lahir dan jenis kelamin. Sedangkan  lama kebuntingan dihitung mulai dari tanggal IB terakhir sampai tanggal lahir pedet. Analisis data kelahiran pedet dilakukan dengan deskriptif. Data bobot lahir dan lama kebuntingan dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk menggunakan software SPSS 16.0 kemudian dilanjutkan dengan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kelahiran dari tahun 2010 sampai April 2015 sebanyak 822 ekor, yang terdiri dari pedet jantan sebanyak 424 ekor (51,58 %) dan betina 398 ekor (48,42 %). Peristiwa  kegagalan lahir sebanyak 112 ekor karena abortus, freemartin, distokia dan stillbirth. Bobot lahir pedet jantan dan betina relatif sama (P>0,05) yaitu rata-rata 43,34 kg (jantan) dan 40,39 kg (betina). Lama kebuntingan relatif sama (P>0,05), rata-rata lama kebuntingan yaitu 277 hari (jantan) dan 278 hari (betina). Kesimpulannya  adalah; kelahiran pedet betina perlu ditingkatkan melalui penurunan angka kematian atau  kegagalan lahir.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue