cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Isolasi Bakteri Asam Laktat (BAL) Penghasil Asam Glutamat dari Ikan Budu sebagai Feed Suplemen Ayam Broiler V. Maslami; Y. Marlida; Mirnawati Mirnawati; Jamsari Jamsari; Y. S. Nur
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.1.29-36.2018

Abstract

Kandungan Fraksi Serat Pelepah Sawit Hasil Biodelignifikasi Menggunakan Kapang Phanerochaete chrysosporium dengan Penambahan Mineral Ca dan Mn D. Febrina; N. Jamarun; M. Zain; Khasrad Khasrad
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.3.176-186.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan mineral Ca dan Mn dalam proses biodelignifikasi pelepah sawit menggunakan kapang Phanerochaete chrysosporium terhadap kandungan fraksi serat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial 3 x 3 dengan dua ulangan : Faktor A adalah dosis mineral Ca (1.000; 2.000 dan 3.000 ppm). Faktor B adalah dosis mineral Mn (50, 100 dan 150 ppm). Fermentasi berlangsung selama 10 hari.  Peubah yang diukur adalah kandungan NDF, ADF, hemiselulosa, selulosa dan lignin. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara mineral Ca dan Mn mempengaruhi kandungan NDF, selulosa dan lignin. Penambahan 2.000 ppm Ca dan 150 ppm Mn pada biodelignifikasi pelepah sawit menggunakan kapang Phanerochaete chrysosporium  memberikan hasil terbaik karena menghasilkan kandungan lignin terendah yaitu 22,4%. 
Pengaruh Penambahan Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis pada Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Post-Thawing Sapi Simmental S. A. Sitepu; A. Putra
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.145-151.2017

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana kualitas semen beku Sapi Simmental meliputi motilitas, viabilitas, Membran Plasma Utuh (MPU) dan Tudung Akrosom Utuh (TAU), yang diberi minyak atsiri kulit jeruk manis pada pengencer tris kuning telur. di Laboratorium UPT-BIB Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Utara, Jalan Jend. Gatot Subroto Km. 7 No. 225 Medan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2017. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah semen segar Sapi Simmental, pengencer tris kuning telur dan minyak atsiri kulit jeruk manis. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan minyak atsiri jeruk manis 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik pada penelitian adalah penambahan minyak atsiri kulit jeruk manis sebesar 1% yang dapat mempertahankan kualitas semen Sapi Simmental sebelum maupun sesudah pembekuan (Post Thawing).
Pengaruh Penggunaan Berbagai Bahan Sumber Karbohidrat terhadap Kualitas Silase Pucuk Tebu N. Jamarun; I. Ryanto; L. Sanda
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.114-118.2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas silase pucuk tebu yang terbaik, berdasarkan parameter warna, bau, pH, tekstur dan total jamur dengan suplementasi berbagai sumber karbohidrat sebagai bahan additif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ruminansia, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan adalah 4 macam sumber karbohidratyang digunakan sebagai bahan additif yaitu : (A)dedak , (B) tepung jagung , (C) tepung sagu  dan (D) tepung tapioka dengan 5 ulangan setiap perlakuan. Supplementasi bahan-bahan tersebut adalah 10 % dari bahan kering pucuk tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian berbagai bahan sumber karbohidrat (dedak, jagung, sagu, dan tapioka) tersebut dengan penambahan 10 % dari bahan kering pucuk tebu, memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0.05) terhadap warna, bau dan pH silase pucuk tebu, sedangkan parameter tekstur dan total jamur dari silase yang dihasilkan ternyata berpengaruh tidak nyata (P>0.05).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan B (penggunaan additif tepung jagung) memberikan hasil silase yang terbaik dibandingkan dengan sumber karbohidrat lainnya.
Identifikasi Sistim Peternakan di Manokwari, Papua Barat-Indonesia D. A. Iyai; A. Yaku
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.2.94-105.2015

Abstract

Pembangunan peternakan yang moderen membutuhkan kejelasan dan ketegasan batasan, corak dan dinamika produksinya. Penelitian eksploratif dengan metode survei melalui pendekatan Participative Rural Appraisal selama satu bulan dilakukan untuk mencatat sumberdaya yang dimiliki oleh para peternak berdasarkan kawasan agro-ekologi di Manokwari, yang meliputi Manokwari Utara, Manokwari Selatan, Warmare, Prafi, Masni, Oransbari, Ransiki, Anggi dan Minyambouw. Karakteristik agroekologi dibuat dengan software Microsoft Office VISIO. Matriks sederhana digunakan untuk pengelompokan kriteria komoditi ternak, komoditi pertanian, dan komoditi perikanan dan indikator BioFisik. Sistim peternakan terpadu yang dapat diidentifikasi pada wilayah agroekologi pesisir adalah sistim peternakan sapi berbasis tanaman kelapa (cocobeef) dan tanaman pertanian (crops livestock farming system) serta backyard poultry farming system. Pada daerah dataran rendah sistim yang dikembangkan adalah cattle-palm farming system, pig palm farming system, goat faming system, poultry farming system dan Crops livestock farming system. Pada kawasan Agroekologi Dataran Tinggi, Crop Pig Farming System, Poultry Farming System dan Backyard Cattle farming system sudah dikembangkan.
Pengaruh Imbangan Energi dan Protein Ransum Terhadap Pertumbuhan Itik Pitalah Yang Diberi Probiotik Bacillus amyloliquefaciens Zurmiati Zurmiati; Wizna Wizna; M. H. Abbas; M. E. Mahata
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.2.85-92.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan energi dan protein dalam ransum yang disuplementasi dengan probiotik Bacillus amyloliquefaciens terhadap performa itik Pitalah. Pernelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 kelompok bobot badan sebagai  ulangan. Faktor A adalah level energi yaitu : 2800, 2700, dan 2600 kkal/kg dan faktor B adalah level protein yaitu: 18, 17, dan 16%. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang berbeda sangat nyata (P<0.01) antara level energi dan level protein terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah dengan pemberian probitik Bacillus amyloliquefaciens dapat menurunkan kebutuhan energi ransum itik sebesar 3.57% dan menurunkan kebutuhan protein sebesar 5.56%  dengan imbangan energi 2700 kkal dan protein 17% dalam ransum.
Evaluasi Pertumbuhan dan Produktivitas Sorgum Mutan Brown Midrib (Sorghum bicolor L. Moench) Fase Pertumbuhan Berbeda sebagai Pakan Hijauan pada Musim Kemarau di Tanah Ultisol R. Sriagtula; S. Sowmen
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.130-144.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi biomasa beberapa galur sorgum mutan BMR fase pertumbuhan berbeda sebagai pakan hijauan di tanah ultisol pada musim kemarau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial (6 x 3) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah galur sorgum mutan BMR : galur Patir 3.1 (non BMR/kontrol), Patir 3.2, Patir 3.3, Patir 3.5, Patir 3.6 dan Patir 3.7, sedangkan faktor kedua adalah waktu panen : fase berbunga, fase soft dough dan fase hard dough. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, lebar dan panjang daun, rasio daun, batang dan malai, produksi boimasa segar, produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan galur sorgum mutan BMR secara umum  hampir sama dengan galur sorgum mutan non BMR pada musim kemarau, terlihat pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, lebar daun, proporsi daun  batang malai, kandungan gula batang, produksi segar dan produksi bahan kering yang memberikan pengaruh berbeda tidak nyata. Waktu panen hard dough menghasilkan pertumbuhan tertinggi pada parameter tinggi tanaman, proporsi malai dan produksi BK. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan pertumbuhan dan produksi tanaman galur sorgum mutan BMR pada musim kemarau.
Pengolahan Limbah Udang untuk Memperoleh Bahan Pakan Sumber Protein Hewani Pengganti Tepung Ikan Mirzah Mirzah; Filawati Filawati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.15.1.52-61.2013

Abstract

The objective of this study was to measure the effect of preparation the shrimp head waste to poultry feed. The experiment was conducted to examine the effect of soaking and steam heat treatment of shrimp heads waste (SHW) on nutrient and nutritional quality. The treatment is soaking and length of steam heat the shrimp heads waste. The experiment was designed in Completely Randomized Design, using factorial (3 x 3) with three replication. The first factors was three level concentration of the dusk rice solution (C1 = 10%; C2 = 20%; and C3 =30%), and the second factors was length steam heat ( W1 = 30 min; W2 = 45 min; and W3 = 60 min). Feed was soaked for 48 h prior to steam heat. The results showed that there was no interaction effects (P > 0.05) between concentration of the dusk rice solution and length of steam heat to dry matter (DM), crude protein (CP), lipid and fiber contents of SHW but length of steam factors was significant (P<0.05) to dry matter, crude protein, lipid and fiber contents of SHW and digestibility coefficient (in-vitro) of crude protein. There were interactions (P<0.01) concentration of the dusk rice solution and length of steam factors to  chitin contents. There are no significant differences on metabolizable energy but nitrogen retention  and protein digestibility was found to be significantly (P<0.05) between the SHW processed than unprocessed. Based on comparative cost analyses and nutritive value indicated, the best treatment was filtered of the dusk rice solution with concentratin 20 % and length of steam heat for 45 min.
Peran Probiotik dalam Menurunkan Amonia Feses Unggas H. Riza; Wizna Wizna; Y. Rizal
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.1.19-26.2015

Abstract

Perkembangan usaha peternakan terutama sektor peternakan unggas mengalami masalah dalam meningkatkan produk peternakan. Salah satu masalah yang dihadapi industri unggas adalah bau amonia yang mencemari lingkungan di sekitar kandang. Bau amonia terutama berasal dari feses hewan dan sebagian kecil berasal dari  pupuk serta industri. Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran amonia yang berasal dari feses hewan adalah memanfaatkan berbagai spesies mikroba seperti probiotik. Dengan menurunnya kadar amonia pada suatu industri peternakan secara tidak langsung dihasilkan ternak yang ramah lingkungan.
Pengaruh Sinbiotik untuk Aditif Pakan Ayam Petelur terhadap Kandungan Kimiawi Telur E.M.A. Sari; E. Suprijatna; W. Sarengat
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.1.16-22.2017

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sinbiotik sebagai aditif pakan ayam petelur terhadap kandungan kimiawi telur. Materi yang digunakan adalaha ayam ras petelur dengan umur 40 minggu dengan BB rata – rata 1815 ± 0.12 g (CV = 6.65%) sebanyak 100 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam.  Perlakuan yang dgunakan  adalah penambahan sinbiotik dengan level 0%, 0.5%, 1% dan 1,5%  Parameter yang diamati adalah kandungan protein putih telur, lemak kuning telur, dan kolesterol kuning telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji F pada taraf  5%. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa penambahan sinbiotik tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan protein putih telur dan lemak kuning telur (P>0,05), sedangkan untuk kolesterol kuning telur berpengaruh nyata (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan sinbiotik sebagai aditif pakan ayam petelur tidak berpengaruh terhadap kandungan protein putih telur, lemak kuning telur, dan kolesterol kuning telur.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue