cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Auladuna
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
ANALISIS MATERI POKOK SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBdP) KELAS III MI/SD Siti Pitriani
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a6.2020

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi antara materi pokok yang terdapat pada buku tematik guru dan siswa kelas III kurikulum 2013 revisi 2018 dengan ruang lingkup materi pokok seni budaya dan prakarya (SBdP) MI/SD yang mencakup kompetensi pengetahuan dan keterampilan, karakteristik dan perkembangan materi SBdP MI/SD, analisis KI-KD dan relevansinya dengan struktur keilmuan SBdP MI/SD, karakteristik perkembangan siswa, HOTS, 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration), literasi budaya dan kewargaan, pendidikan karakter, dan inovasi. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi pustaka. Pengumpulan dan peninjauan indikator referensi untuk analisis materi pokok SBdP MI kelas III SD/MI. Hasil analisis menyatakan bahwa relevansi ruang lingkup SBdP dalam Permendikbud nomor 21 tahun 2016 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah dengan buku siswa kurikulum 2013 revisi 2018 dinilai sudah relevan. Karakteristik SBdP MI/SD mencakup aspek seni rupa, seni musik, seni tari, dan keterampilan. Karakteristik perkembangan siswa berada dalam tahap oprasional konkrit. HOTS, 4C, literasi budaya dan kewargaan, serta pendidikan karakter tercantum pada materi pokok SBdP revisi 2018 buku paket guru dan siswa kelas III. Inovasi yang ditawarkan dalam pembelajaran SBdP MI/SD adalah menggunakan multimedia interaktif yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0.AbstractThis research aimed to find out the relevance between the subject matter of the teachers' and the students' thematic book based on 2013 curriculum revised 2018 and the subject matter scope of Art and Culture (SBdB) in the 3rd grade of elementary school (MI/SD) which included knowledge and skills, characteristics and developments of the subject materials, analysis of the core and base competencies (KI-KD) and their relevance to the subject structure, characteristics of students’ development, HOTS, 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration), cultural and citizenship literacy, character education, and innovation. The method used was library research. Collecting and reviewing the reference indicators were done to analyze the subject matter of Art and Culture subject of the 3rd grade students at elementary school. The results indicated that SBdB scope based on Indonesian Ministry of Education and Culture (Permendikbud) No. 21 in 2016 on the content standards of basic and secondary education with the students’ book based on 2013 curriculum Revised 2018 was considered relevant. Characteristics of Art and Culture subject consisted of fine arts, music, dance, and skill aspects. Characteristics of the students’ development were in a concrete operational stage. HOTS, 4C, cultural and citizenship literacy, and character education were listed in the teachers' and the students' Thematic book based on 2013 curriculum revised 2018 in the 3rd grade of MI/SD. The innovation offered in teaching Art and Culture subject at MI/SD was to use interactive multimedia that was relevant to the development of science and technology in the industrial revolution era 4.0.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PERSPEKTIF GURU Ade Nurmala; M. Dahlan R.; Ahmad Sobari
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a2.2020

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan karakter disiplin dan tanggung jawab dalam perspektif guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Sampel yang digunakan sebanyak 21 guru yang berasal dari dua sekolah di Kecamatan Tajurhalang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan koesioner. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa hubungan pendidikan dengan karakter disiplin terjadi secara positif dan terdapat hubungan pendidikan dengan karakter tanggung jawab. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan karakter disiplin dan tanggung jawab dalam perspektif guru.AbstractThis study aimed to find out the relation of education to the discipline and responsibility characters from the teachers’ perspective. This research used quantitative method with correlational approach. The sample used was 21 teachers from two schools in Tajurhalang District. Data collection techniques used in this study were interview, observation, documentation, and questionnaire. Based on the findings, it was found that the relation of education to discipline character occured positively, and there was relation of education to responsibility character. Therefore, the results of this study indicated significant relation of education to discipline and responsibility characters based on the teachers’ perspective.
IMPLEMENTASI EVALUASI SOAL PEMBELAJARAN IPS BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI MI ASSYAFI’IYAH Taseman Taseman; Iman Rasiman; Arumi Puji Lestari; Atik Anturichana; Hanyfa Maulidiyah; Husniyyah Hasun
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a7.2020

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan evalusi soal pembelajaran IPS Madrasah Ibtidaiyah Assyafi’iyah Kebonagung Wonodadi, Kabupaten Blitar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pemaparan datanya secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber pengumpulan data diperoleh dari narasumber/informan dan dari tempat penelitian. Hasil penelitian ini yaitu evaluasi pembelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah Assyafi’iyah sudah terlaksana cukup baik. Sekolah ini sudah mengunakan kurikulum 2013 maka untuk evalusinya harus memenuhi tiga ranah yaitu ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan. Namun, di Madrasah Ibtidaiyah Assyafi’iyah hanya 2 ranah yang sudah terlaksana dengan baik yaitu ranah pengetahuan dan sikap, sedangkan ranah keterampilan belum terlaksana dengan baik karena masih ada beberapa kendala.AbstractThis study aimed to discuss the implementation of learning evaluation on Social Studies (IPS) at Madrasah Ibtidaiyah Assyafi'iyah Kebonagung Wonodadi, Blitar Regency. The research method used was the qualitative descriptive method. The data were collected through interview, observation, and documentation. The data sources were obtained from the informants and the research location (MI Assyafi'iyah). The results of this study indicated that the evaluation of social studies learning in MI Assyafi'iyah had been implemented quite well. This school used the 2013 curriculum so that the evaluation must fulfill three domains, namely knowledge, attitude, and skill fields. However, in Madrasah Ibtidaiyah Assyafi'iyah, there were only 2 domains that had been implemented well, they were knowledge and attitude fields. Skill field had not been implemented properly because of several obstacles.
PEMBENTUKAN SIKAP TOLERANSI DAN BERSAHABAT DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SD/MI Elis Tsamrotul Aeni
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v8i1a4.2021

Abstract

AbstrakSikap manusia merupakan pengaruh utama bagi perilaku baik dan buruk manusia sehari-hari. Sikap tersebut tidak dimiliki oleh manusia sejak lahir, melainkan harus melakukan pembentukan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembentukan sikap toleransi dan bersahabat dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SD/MI. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan yang digunakan yaitu studi lapangan. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penggunaan analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Miles yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian dilakukan pada dua tempat yaitu MI Tarbiyatul Aulad dan SDN Cimandala 03 yang dilakukan pada kelas III. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan terdapat pembentukan sikap toleransi dan bersahabat. Dengan terlaksananya program sekolah seperti perayaan hari nasional, pentas seni, dan santunan, serta buku penghubung antara orang tua dan guru, sehingga dapat dijadikan sebagai penguatan terhadap sikap toleransi dan bersahabat yang sudah ditanamkan oleh guru di dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan.AbstractHuman attitudes are the primary influence of human good and bad behavior every day. Humans do not own this attitude from birth but through formation. This study aimed to describe the formation of tolerant and friendly attitudes in learning Citizenship Education in SD/ MI. This study used descriptive qualitative research through field studies. The instruments in this research were observation, interview, and documentation. Data analysis was carried out using Miles theory, namely data collection, data reduction, data display and conclusion or verification. The research was conducted in two places, namely MI Tarbiyatul Aulad and SDN Cimandala 03, conducted in the third-grade students. Based on the research results, it was found that there was a formation of tolerance and friendly attitudes in Citizenship Education learning. With the implementation of school programs such as national day celebrations, performing arts, compensation and liaison books between parents and teachers, they could reinforce the tolerance and friendship instilled by teachers in Citizenship Education learning.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER TERINTEGRASI KURIKULUM DAN METODE PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Galih Mustikaningrum; Linda Pramusinta; Sri Ayu Muhtar Umar Buamona; Edi Cahyadi; Wahyu Istiqomah
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/10.24252/auladuna.v7i2a5.2020

Abstract

AbstrakKompetensi inti pendidikan di Indonesia salah satunya adalah membentuk karakter siswa, oleh karena itu strategi yang tepat untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang terintegrasi oleh kurikulum serta model pembelajaranya dan gambaran sekolah pada penanganan wabah pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di MI Al Islam Gunungpati pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru kelas. Data yang diperoleh dari penelitian ini dari wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa penguatan pendidikan karakter siswa yang terintegrasi kurikulum sudah baik dilakukan karena sudah memasukan nilai karakter di administrasi guru seperti silabus dan RPP. Pada PPK yang terintegrasi di model pembelajaran sudah menerapkan anjuran pemerintah yaitu menerapkan pembelajaran siswa aktif. Pada PPK di saat pandemi covid-19 orang tua siswa juga menjadi penilai pendidikan karakter anaknya karena proporsi tatap muka dengan guru kelas terbatas.AbstractOne of the core competencies of education in Indonesia is building the students’ characters so that the right strategy to achieve this needs to be done. This study aimed to describe the implementation of Strengthening Character Education or PPK, which was integrated by the curriculum, the learning model, and schools' description during Covid-19 pandemic. This study used a qualitative descriptive method, and it was conducted at MI Al Islam Gunungpati, the odd semester of the 2020/2021 school year. The subjects of this study were the principal and class teachers. The data were obtained through documentation and observation. The results indicated that the students’ character education integrating into the curriculum was good because it has included character values in the syllabus and lesson plans. PPK that was integrated into the learning model had applied government recommendations to implement active student learning. To strengthen Character Education during the Covid-19 pandemic, the students’ parents were also evaluators of their children's educational character because the students had limited face-to-face learning classes with teachers.
META ANALISIS: PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Fitriani Nur; Andi Dian Angriani
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v8i1a9.2021

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terkait penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap hasil belajar matematika siswa di Sekolah Dasar (SD). Jenis penelitian yang digunakan yaitu meta analisis dengan mengumpulkan data non tes, yakni menelusuri terbitan berkala ilmiah atau jurnal melalui google scholar dan DOAJ. Dari hasil penelusuran diperoleh 25 artikel dari jurnal dengan beberapa kriteria, diantaranya: (1) artikel berkaitan dengan pengaruh RME terhadap hasil belajar siswa, (2) penelitian dilakukan dalam kurung waktu 2013-2020, (3) penelitian dilaksanakan jenjang sekolah dasar, (4) penelitian dilakukan di Indonesia, (5) jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control, (6) kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional, dan (7) data yang dibutuhkan untuk menentukan effect size lengkap pada artikel. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendekatan RME efektif digunakan ditinjau dari hasil belajar matematika siswa. Implikasi dari hasil temuan ini memberikan gambaran bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) memiliki kekuatan yang besar dalam meningkatkan hasil belajar matematika sehingga pendekatan tersebut menjadi pilihan yang tepat dalam proses pembelajaran matematika siswa sekolah dasar.AbstractThis study aimed to analyze the implementation of the Realistic Mathematics Education (RME) approach to students’ mathematics learning outcomes in elementary schools (SD). The research type used was a meta-analysis by collecting non-test data, namely periodical papers or journals through google scholar and DOAJ. The search results obtained 26 articles from journals with several criteria, including: (1) articles related to the effect of RME on students’ learning outcomes, (2) those researches were conducted in 2013-2020 periods, (3) those researches were carried out in elementary school level; (4) those researches were conducted in Indonesia, (5) the method used was experimental research involving two groups, namely experimental group and control group, (6) the control group used a conventional learning model, and (7) data were needed to determine the complete effect size of the articles. The data analysis techniques used in this study were descriptive and inferential statistics. Thus, this study found that the RME approach was effectively used for the students’ mathematics learning outcomes. The implications of this finding indicated that the Realistic Mathematics Education (RME) approach had great power in improving mathematics learning outcomes so that the approach is appropriately used in learning mathematics in elementary school.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV PADA MASA PANDEMI COVID-19 Marwa Marwa; Munirah Munirah; Andi Dian Angriani; Suharti Suharti; A. Sriyanti; Rosdiana Rosdiana
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/10.24252/auladuna.v7i2a10.2020

Abstract

AbstrakPelaksanaan pembelajaran di Indonesia dalam menghadapi masa covid-19 menuntut guru untuk tetap berperan aktif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat belajar peserta didik serta untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan peran guru dalam meningkatkan minat belajar peserta didik selama masa pandemi covid-19 yaitu 1) pembelajaran dilaksanakan secara luring atau BDR, 2) menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, 3) menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, 4) penerapan media pembelajaran menggunakan laptop dan fasilitas belajar yang ada di rumah, 5) memperlihatkan hasil belajar, 6) pemberian motivasi, tugas, pujian dan hukuman atas hasil kerja peserta didik, 7) melakukan penilaian, 8) menjalin kerjasama antara guru dan orang tua. Sedangkan yang menjadi faktor utama pendukung guru guna meningkatkan kembali minat belajar peserta didik adalah dengan memanfaatkan fasilitas rumah yang mendukung pembelajaran dan sarana belajar. Kemudian yang jadi faktor utama penghambat guru adalah keterbatasan waktu yang dimiliki guru dan juga peserta didik saat melaksanakan proses belajar mengajar.AbstractThe implementation of learning in Indonesia in facing the Covid-19 required teachers to increase students' interest in learning. This research aimed to describe the role of the teacher in increasing students' interest in learning and finding the supporting and inhibiting factors of the learning process. The method used was descriptive qualitative. The results indicated that the teachers’ role in increasing students' interest in learning during the Covid-19 pandemic, namely 1) learning carried out offline or BDR, 2) creating a pleasant learning atmosphere, 3) using a variety of learning methods, 4) implementing learning media using laptops and learning facilities at home, 5) showing the learning outcomes, 6) giving motivation, reports, and authority over the students’ works, 7) doing an assessment, 8) establishing cooperation between teachers and parents. Meanwhile, the main factor supporting teachers to increase students' interest in learning was utilizing home facilities that support the learning process. The main factor inhibiting the teacher was the limited time that the teacher and students have when carrying out the teaching and learning process.
IMPLIKASI LINGKUNGAN PENDIDIKAN TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Ramli Rasyid; Marjuni Marjuni; Andi Achruh; Muhammad Rusydi Rasyid; Wahyuddin Wahyuddin
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i2a1.2020

Abstract

AbstrakLingkungan merupakan salah satu faktor atau unsur pendidikan yang berpengaruh dalam penentuan corak pendidikan Islam. Pengaruh lingkungan tersebut dapat berupa pengaruh positif maupun negatif terhadap perkembangan anak. Permasalahan pokok dari penelitian ini adalah bagaimana implikasi lingkungan pendidikan terhadap perkembangan anak perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berjenis library research. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teologis normatif, pedagogis, dan psikologis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kutipan langsung dan tidak langsung yang diolah dan dianalisis dengan teknik data reduction, data display, dan content analysis, serta conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) lingkungan memberikan corak dan warna tersendiri terhadap perkembangan manusia. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pendidikan menjadi tanggung jawab tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat; (2) perkembangan yang dilalui oleh anak merupakan masa peralihan atau masa persiapan bagi masa selanjutnya; dan (3) dampak lingkungan pendidikan terhadap perkembangan anak dapat dilihat dari perkembangan bahasa, keagamaan, moral, sosial, intelegensi, kepribadian emosi, dan kemandirian. Abstract The environment is a factor or an element of education determining the diversity of Islamic education. The environment can give positive or negative influences on child development. The main problem of this research was how the implications of the educational environment for child development in Islamic educational perspective. The method used was descriptive qualitative research with library research. This research used normative theological, pedagogical, and psychological approaches. The data was collected using direct and indirect quotations which were analyzed through data reduction, data display, content analysis, and conclusion drawing. The results showed that; (1) the environment influenced the diversity of human development so that educational implementation became a responsibility of three environments, namely family, school, and community; (2) the child development was a transitional phase or preparation for the next period; and (3) the impact of educational environment on child development could be seen from the language, religion, moral, social, intelligence, emotional personality, and independence.
ANALISIS HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW DALAM PEMBELAJARAN DARING ANAK USIA DASAR: ANALISIS JURNAL SINTA 2 SAMPAI 6 Urip Meilina Kurniawati; Maemonah Maemonah
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v8i1a5.2021

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pembelajaran daring yang dilaksanakan sekarang ini sudah memperhatikan pemenuhan hierarki kebutuhan Maslow dengan baik atau belum. Metode yang dipilih pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dan pendekatan yang dipilih yaitu studi kepustakaan atau library research. Data yang didapatkan dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumuplan data dengan dokumentasi yaitu mencari data dalam bentuk artikel dari jurnal sinta 2 sampai sinta 6 sebanyak 15 artikel tentang hierarki kebutuhan Maslow dalam pembelajaran daring. Instrumen pada penelitian ini yaitu peneliti sendiri yang menjadi kunci dalam penelitian. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis isi. Temuan dalam penelitian ini yaitu hierarki kebutuhan Maslow tersusun secara berjenjang dimulai dari tingkatan kebutuhan yang paling dasar sampai tingkatan tertinggi yaitu dimulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan cinta dan rasa memiliki, kebutuhan untuk dihargai, dan kebutuhan aktualisasi diri. Pemenuhan kebutuhan Maslow dalam pembelajaran daring sudah terpenuhi dengan cukup baik meliputi kebutuhan fisiologis, cinta dan rasa memiliki, untuk dihargai dan aktualisasi diri, sedangkan untuk kebutuhan akan rasa aman terpenuhi cukup baik karena masih ada yaitu kesibukaan orang tua dalam bekerja yang tidak ada waktu. Jadi agar pembelajaran daring bisa terlaksana dengan efektif maka guru dan orang tua harus memperhatikan hierarki kebutuhan Maslow.AbstractThe purpose of this study was to determine whether the existing online learning fulfilled Maslow's hierarchy of needs adequately or not. The method used in this study was a qualitative method with an approach of library research. The data obtained through the documentation by looking for data from 15 articles of the Sinta 2 to Sinta 6 journals about Maslow's hierarchy of needs in online learning. The instrument in this study was the researchers themselves as the keys in this research. The analysis technique used was content analysis. The findings in this study were that Maslow's hierarchy of needs was arranged in stages, starting from the most basic level of needs to the highest level, starting from physiological, security, love and belonging, respecting, and self-actualization needs. The fulfillment of Maslow's needs in online learning had been fulfilled quite well, including physiological needs, love and a sense of belonging, to be respected and self-actualized. In contrast, the security need was fulfilled quite well because parents work tirelessly. Therefore, online learning could be carried out effectively if teachers and parents paid attention to Maslow's hierarchy of needs.
KOLABORASI ANTAR GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM INKLUSI Nino Indrianto; Ilma Nikmatul Rochma
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/10.24252/auladuna.v7i2a6.2020

Abstract

                                                   AbstrakKondisi inklusi adalah suatu kondisi yang sering dijumpai dalam masyarakat, lembaga pendidikan memiliki kewajiban untuk memfasilitasi mereka. Namun sayangnya masih sedikit lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan inklusi. Salah satu alasannya karena pendidikan inklusi memerlukan kolaborasi antara guru kelas dengan guru pembimbing khusus. Namun, SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember sudah mampu melaksanakan program pendidikan inklusi dengan memberikan pelayanan pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan inklusi serta kolaborasi yang dilakukan oleh guru kelas dengan guru pembimbing khusus di SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif berjenis studi kasus. Hasil Penelitian ini: (1) Pelaksanaan pendidikan inklusi menggunakan model pembelajaran two teacher yaitu guru kelas dan guru pembimbing khusus dan strategi pull out yakni siswa berkebutuhan khusus dipindahkan dari satu kelas ke ruang yang lain, dan (2) kolaborasi antara guru kelas dengan guru pembimbing khusus ditunjukkan dengan adanya kerjasama dalam bentuk penyampaian materi dan penggunaan media pembelajaran. Materi yang sulit dapat dipahami oleh siswa ABK diperjelas oleh guru pembimbing khusus menggunakan komunikasi interpersonal secara privat dengan media khusus.AbstractThe condition of inclusion is a condition that is often found in society. Educational institutions have a responsibility to facilitate them. However, there are still only a few Islamic educational institutions that provide inclusive education. One of the reasons is because inclusive education needs collaboration between classroom teachers and particular supervisors. However, SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember has implemented inclusive education programs by providing learning services for children with special needs or ABK properly. This study aimed to describe the implementation of inclusive education and collaboration carried out by classroom teachers and special supervisors at SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember. The approach used in this research was a qualitative case study. The results of this study indicated that; (1) The implementation of inclusive education used a two-teacher learning model, which needed a class teacher and a special supervisor, and a pull-out strategy in which students with special needs were transferred from one class to another, and (2) collaboration between class teachers and special supervisors was indicated by cooperation to deliver lesson and use learning media. Particular supervisor used private interpersonal communication with special media to explain difficult lesson material for students with special needs.