cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Auladuna
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
PERANAN PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN NILAI KARAKTER RELIGIUS DAN NASIONALISME SISWA SEKOLAH DASAR Ahmad Hariandi; Melisa Putri; Novi Audria; Rita Puspitasari; Sari Fatul Mutmainah
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i2a10.2019

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan peranan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai karakter religius dan nasionalisme siswa sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SD Negeri 111/1 Muara Bulian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data menggunakan teknik non tes seperti rekaman, catatan, dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang terdiri dari pengumpulan data, meringkas data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai karakter religius dan nasionalisme di sekolah dasar adalah menerapkan karakter dengan membiasakan siswa mengucap salam, berdoa, membaca surah yasin, menjalankan ibadah, selalu bersyukur, tidak menyontek ketika ujian atau ulangan, mengumpulkan tugas tepat waktu, bersikap tiga S (senyum, sapa, dan salam) menerapkan karakter sikap toleransi, tanggung jawab, kerja keras, sopan santun, sikap gotong royong, dan peduli sosial, serta kedisiplinan.AbstractThe purpose of this research was to illustrate the role of Islamic learning in instilling the values of religious and nationalist characters of elementary students. The method used was descriptive qualitative. The data sources in this study were the teachers and the students of SD Negeri 111/1 Muara Bulian. The instruments used were observation sheet, interview, and documentation. Data collection procedure used was nontest technique such as recording, note, and observation. Data analysis technique used was qualitative approach which consisted of collecting, summarizing, presenting, and concluding the data. The results showed that Islamic education learnings in instilling the values of religious and nationalist characters in elementary school were to apply habits in saying hello, praying, reading surah yasin, worshipping, be grateful, no cheating in doing examination or test, collecting assignments on time, behaving in three S (smile, greet and regard) and to apply the character of tolerance, responsibility, hard work, courtesy, mutual cooperation, social care and discipline
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF KATA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Baiq Arnika Saadati; Buana Sari; Muhamad Sadli
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i2a1.2019

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat membaca siswa melalui penerapan model pembelajaran induktif kata bergambar pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 2 MIN 3 Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus diawali dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran induktif kata bergambar dapat meningkatkan minat membaca pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas II MIN 3 Kota Mataram. Hal ini dapat dilihat dari skor yang diperoleh pada siklus I, 14 siswa dari 28 siswa berminat untuk membaca sedangkan 14 siswa belum berminat membaca, sehingga persentase minat klasikal yang dicapai sebesar 50% dengan nilai rata-rata 63,1. Pada siklus II, 26 siswa dari 28 siswa berminat untuk membaca sedangkan 2 siswa lainnya belum berminat untuk membaca, sehingga persentase minat klasikal yang dicapai sebesar 92% dengan nilai rata-rata 66,3.AbstractThis study aimed to know the increase of students’ interest in reading through the implementation of visual word inductive learning model in Indonesian language subject for the second grade of MIN 3 Mataram City. The type of the research was classroom action research which consisted of two cycles. Each cycle was begun by planning, implementation, observation, and reflection stages. The instruments used in this study was observations, questionnaires, and documentations. The result showed that the implementation of visual word inductive learning model could increase reading interest in Indonesian language subject of the second grade at MIN 3 Mataram City. It could be seen from the scores obtained in the first cycle, 14 students out of 28 students were interested to read while 14 students were uninterested. Thus, the percentage of classical interest achieved was 50% with an average value of 63.1. In cycle II, 26 students out of 28 students were interested to read while 2 students were unnterested so the percentage of classical interest achieved was 92% with an average value of 66.3.
DAMPAK PENERAPAN ICT PADA PEMBELAJARAN IPS TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK Munirah Munirah; Nurain Tuli; Muh Arif
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v6i2a6.2019

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengungkap tentang dampak penerapan ICT pada pembelajaran IPS terhadap minat belajar peserta didik di SDN 2 Tabongo Gorontalo dan hambatan dalam Penerapan ICT pada Pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik SDN SDN 2 Tabongo Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan pengamatan. Hasil temuan menunjukkan bahwa penerapan ICT pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial telah mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. Tingkat capaian persentase partisipasi siswa khusus mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial pada tahun berjalan berkisar antara 80% sampai dengan 90%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ICT sangat membantu peserta didik meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan dan wawasannya terhadap materi yang diajarkan meningkat.AbstractThis article aimed to determine the impact of ICT implementation on learning IPS toward the students’ learning interest  at SDN 2 Tabongo Gorontalo and to find the obstacles in implementing ICT on learning IPS. The research used was qualitative method with descriptive approach. The subjects were the students of SDN 2 Tabongo subdistrict Tabongo District Gorontalo. The findings showed that the implementation of ICT on IPS learning was able to increase the students’ learning interest. The achievement rate of the percentage of the students ' participation was 80% to 90%. This result indicted that the implementation of ICT was very helpful for the students to increase their understanding of the material being taught.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI PADA PROGRAM STUDI PGMI IAIN KENDARI Muhammad Ilham; Waode Eti Hardiyanti
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a3.2020

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model pendidikan anti korupsi pada program studi PGMI IAIN Kendari, mengetahui dampak dari implementasi model pendidikan anti korupsi tersebut, dan mengetahui model kurikulum pendidikan anti korupsi mana yang lebih memahamkan mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah 75 mahasiswa program studi PGMI IAIN Kendari semester IV. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model kurikulum pendidikan anti korupsi tidak 100% murni menerapkan model mata kuliah sendiri, tetapi mengintegrasikan pembelajaran tidak langsung, seperti pembiasaan dan pemberian nasihat. Implementasi model pendidikan anti korupsi tersebut sudah cukup memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kajian korupsi. Model kurikulum dengan mata kuliah sendiri masih merupakan model yang paling memberi pengetahuan bagi mahasiswa terhadap materi anti korupsi, namun dengan penambahan program pembelajaran di luar kelas. Abstract This study aimed to analyze the model of anti-corruption education implemented in PGMI (Islamic elementary school teacher) department at IAIN Kendari, to know the impact of the implementation of anti-corruption education model, and to find the most effective curriculum model of anti-corruption education. This research used qualitative descriptive method and the research subject was the 4th semester students of PGMI department at IAIN Kendari. The data collecting used were questionnaire and depth interview. The data were analyzed by data reduction, data presentation, and data verification. The findings indicated that anti-corruption education as regular subject in department of PGMI IAN Kendari was not the only method applied,but it integrated into indirect teaching such as getting them wonted and giving them advice. The implementation of anti-corruption education model made the students understand about corruption studies. Anti-corruption education as regular subject was the effective model to help the students understand the corruption, although an additional teaching method should be considered. 
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS DASAR PADA BUKU TEMATIK KELAS V TEMA PANAS DAN PERPINDAHANNYA Yuliananingsih Yuliananingsih; Mohamad Agung Rokhimawan
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a8.2020

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan proses sains dasar pada buku tematik kelas V tema panas dan perpindahannya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan dengan buku yang dianalisis yaitu buku tematik siswa kelas V tema panas dan perpindahannya karya Diana Karitas dan Fransiska terbitan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Pengumpulan dan peninjauan indikator referensi untuk keterampilan proses sains yang kemudian dihubungkan dengan materi sains di buku siswa tema panas dan perpindahannya. Peneliti menganalisis data yang terkait dengan penggunaan induktif dan deduktif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) setiap sub-tema telah merujuk pada pendekatan pembelajaran keterampilan proses sains, dan (2) setiap sub-tema adalah keterampilan proses sains dasar, yaitu observasi, komunikasi, inferensi, pengelompokkan, dan penalaran.AbstractThis research aimed to analyze the basic science process skill on a thematic book especially the theme of heat and its movement. The method used was the library research to analyze a thematic book especially the heat and its movement theme for the fifth grade students which was written by Diana Karitas and Fransiska and published by the Ministry of Education and Culture. The collection and review of reference indicators for science process skill were then linked to science material of the students' thematic book especially the heat and its movement. The researchers analyzed the related data to the inductive and deductive use. The findings indicated that: (1) each sub-theme had referred to the approach of learning science process skill, and (2) each sub-theme was the basic science process skill namely observation, communication, reference, grouping, and reasoning.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDIT BUNAYYA PANDAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH Syafaruddin Syafaruddin; Mesiono Mesiono; Amrilsyah Butar-Butar; Muhammad Shaleh Assingkily
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a4.2020

Abstract

AbstrakPembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan materi ajar wajib setiap jenjang pendidikan bagi peserta didik maupun mahasiswa. Kendati dikenal sebagai materi klasik dan pelajaran tertua, PAI akan tetap menarik bila dikelola dengan konsep manajemen yang baik, seperti yang dipadukan oleh lembaga pendidikan Islam terpadu, termasuk Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bunayya Kabupaten Tapanuli Tengah. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa manajemen (perencanaan, pengorganisasian, intruksi pengarahan, dan evaluasi) pembelajaran PAI dan pengembangannya di lingkungan SDIT Bunayya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) manajemen pembelajaran PAI di SDIT Bunayya terlaksana dengan baik, hal ini ditandai dengan keterpaduan pembelajaran mulai dari perencanaan, pengorganisasian, intruksi pengarahan pembelajaran, dan evaluasi dan (2) pengembangan manajemen pembelajaran PAI ditandai dengan salat berjamaah di sekolah, pembinaan cara berwudu, pembinaan akhlak peserta didik, dan pembiasaan interaksi peserta didik dengan Al-Qur’an.AbstractIslamic education learning (PAI) is a “mandatory” teaching material for every level of education. Although known as “classic” and “oldest learning” material, PAI will be interesting if it is managed with a good management concept such as the integration held by Islamic educational institutions, including the Integrated Islamic Elementary School (SDIT) Bunayya, Central Tapanuli Regency. This article aims to analyze the management, (planning, organizing, instruction actuating, and evaluation) of PAI learning and its development in SDIT Bunayya. This study used a qualitative approach through observation, interview, and document studies. The results of this study indicated that (1) the management of PAI learning at SDIT Bunayya was well implemented which was indicated by the learning integration starting from planning, organizing, instructional learning, and evaluation; and (2) the development of PAI learning management was indicated by praying together at school, coaching ablution, building moral character, and getting familiar with Al-Qur’an.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS HOTS PADA SISWA KELAS IV Fuaddilah Ali Sofyan; Putri Krisna; Mardiah Astuti
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a9.2020

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesulitan siswa dalam belajar mata pelajaran matematika terhadap penyelesaian soal yang membutuhkan kemampuan berfikir tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini yaitu guru kelas IV dan siswa kelas IV MIN 2 Palembang. Data kualitatif tersebut dianalisis menggunakan reduksi, kemudian disajikan, lalu penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa bentuk kesulitan belajar siswa yaitu siswa mengalami kesulitan memahami simbol (pengetahuan faktual), kurang memahami cara mengerjakan operasi penjumlahan bilangan bulat (pengetahuan prosedural), dan kurangnya ketelitian pada soal-soal HOTS mata pelajaran matematika materi operasi penjumlahan bilangan bulat. Faktor-faktor penyebab siswa kesulitan belajar dalam penyelesaian soal HOTS yaitu kurangnya ketelitian dalam mengerjakan soal HOTS, kurangnya kemampuan/kompetensi awal siswa pada mata pelajaran matematika, proses pembelajaran yang dialami kurang/belum maksimal, dan siswa kurang memahami soal HOTS.AbstractThe purpose of this research was to analyze the students' difficulties in learning mathematics to solve question problems that require high-level thinking abilities (HOTS). The research type used in this study was descriptive qualitative. The data were collected through interviews, observation, and documentation. The informants of this research were the teacher and the students of the fifth grade at MIN 2 Palembang. The qualitaive data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion. The result indicated that the students' learning difficulties were having difficulties of understanding symbols (factual knowledge), lack of understanding of integer operations (procedural knowledge), and lack of accuracy in high order thinking problems especially integer operations of mathematics. The factors causing students learning difficulties in completing HOTS questions were lack of thoroughness in the HOTS question process, lack of students' initial abilities in mathematics, lack of learning experiences, and lack of understanding HOTS questions.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) BERBASIS METODE ILMIAH UNTUK PENGUASAAN KONSEP LINGKUNGAN DAN PERUBAHANNYA Tatik Indayati
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a5.2020

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis metode ilmiah pada materi lingkungan dan perubahannya yang memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian pengembangan ini didesain dengan model Plomp & Nieveen yang terdiri dari tiga fase, yaitu penelitian pendahuluan (preliminary research), pengembangan atau pembuatan prototipe (development or prototyping phase), dan penilaian (assessment phase). Subjek uji coba penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan IPA. Data yang diperlukan dalam penelitian dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, lembar observasi, dan angket respon mahasiswa. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah LKM berbasis metode ilmiah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan secara teori dan praktek, serta keefektifan. Dengan demikian, LKM tersebut adalah berkualitas.AbstractThis study aimed to find the quality of the students’ worksheet development based on scientific method in environment and its material changes which fulfilled the criteria of validity, practicality, and effectiveness. This developing research was designed using Plomp & Nieveen model which consisted of 3 phases, namely preliminary research, developing or prototyping, and assessment phases. The subjects of this study were students of Science Education Department. The data needed in this study were collected through expert validation sheet, observation sheet, and questionnaire. The data were analyzed qualitatively and quantitatively. The result of this study indicated that the students’ worksheet based on scientific method gained the criteria of validity, practicality, and effectiveness. Therefore, the developing students’ worksheet (LKM) had quality.
ANALISIS MATERI POKOK MATEMATIKA MI/SD Mizaniya Mizaniya
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a10.2020

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang lingkup, kata kerja operasional (KKO) kompetensi dasar (KD), kata kerja operasional tujuan pembelajaran, higher order thinking skills (HOTS) atau lower order thinking skills (LOTS), 4C, literasi dasar, dan pendidikan karakter khusus pada materi pokok matematika dilihat dari buku guru dan buku siswa kurikulum 2013 revisi 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan dengan teknik analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik dari buku guru maupun siswa sudah cukup baik yaitu dominan untuk ruang lingkup terdapat pada materi geometri dan pengukuran sederhana sebesar 44%, dominan untuk KKO KD terdapat pada tingkat C2 “memahami” sebesar 55%, dominan untuk KKO tujuan pembelajaran terdapat pada tingkat C3 “mengaplikasi” sebesar 50%, pada materi pokok matematika kelas III MI/SD lebih dominan lower order thinking skills (LOTS) sebesar 77%, dominan untuk 4C terdapat pada tingkat critical thinking sebesar 83%, dominan untuk literasi dasar terdapat pada literasi numerasi sebesar 97%, dan dominan untuk pendidikan karakter terdapat pada sikap mandiri dan percaya diri sebesar 75%.AbstractThis research aimed to analyze the scope, operational verbs (KKO), basic competence (KD), operational verbs of learning objectives, higher order thinking skill (HOTS), lower order thinking skill (LOTS), 4C, basic literacy, and special character education on the subject matter of mathematics from the teacher and the student books based on 2013 Curriculum revised 2018. The research method used was library research with data analysis techniques. The result of this study indicated that both of the teacher and the student books were good enough. This finding was proved by the percentage of scope dominant in geometry and simple measurement was 44%, dominant for KKO and KD was at the C2 level ”understanding” with 55%, dominant for KKO operational verbs of learning objectives was at the C3 level "applying" with 50%, in mathematics subject matter class III MI/SD was more dominant for lower order thinking skill at 77%, dominant for 4C was 83% at critical thinking level, dominant for basic literacy was 97% of numerical literacy, and dominant for character education was 75% of independent and confident attitudes.
PROFESIONALISME GURU MENANAMKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM MATERI IPA PADA SISWA KELAS V MI MA’ARIF BEGO Niswatun Hasanah; Verliyanti Verliyanti; Mohamad Agung Rokhimawan
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v7i1a1.2020

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui professionalisme guru dalam menanamkan keterampilan proses sains di MI Ma’arif Bego. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diuji keabsahan dan validitasnya. Jenis analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Temuan dalam penelitian ini adalah (1) desain perencanaan pembelajaran guru sudah memuat keterampilan proses sains dan (2) implementasi pembelajaran di kelas telah menanamkan keterampilan proses sains pada aspek observasi, klasifikasi, pengukuran, inferensi, prediksi, dan komunikasi. Unsur keterampilan proses sains yang dominan muncul dalam proses pembelajaran di kelas yaitu mengobservasi, mengkomunikasikan, dan mengklasifikasikan.AbstractThis study aimed to find out the teachers’ professionalism in instilling science process skill in MI Ma'arif Bego. This research used qualitative method. The data obtained through observation, interview, and documentation that had been tested the validity. The data analysis used was Miles and Huberman model i.e data reduction, presentation, and conclusion. The findings in this study indicated that (1) the design of the teachers’ learning plan has included science process skill and (2) learning implementation in the class has instilled science process skill to the observation, classification, measurement, inference, prediction, and communication aspects. The dominant elements of science process skill in classroom learning were observing, communicating, and classifying.