cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020" : 15 Documents clear
Hubungan Ekspresi Protein 16 (p16) dengan Derajat Histopatologik dan Invasi Perineural pada Karsinoma Sel Skuamosa Kepala dan Leher Musyarifah, Zulda; Agus, Salmiah; Yenita, Yenita; Hardisman, Hardisman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1281

Abstract

Protein 16 (p16) merupakan salah satu protein supresor tumor yang memiliki peran dalam patogenesis Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) kepala dan leher. Peran protein ini berbeda sesuai dengan faktor risiko paparan karsinogen dan memiliki implikasi terhadap faktor prognostik patologik. Tujuan: Menentukan hubungan protein 16 dengan derajat histopatologik dan Invasi Perineural (IPN) pada KSS kepala dan leher. Metode: Penelitian ini merupakan cross-sectional study dengan sampel sebanyak 60 kasus KSS kepala dan leher yang telah didiagnosis di Laboratorium Patologi Anatomik RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2016 sampai Desember 2018. Sampel diperoleh secara simple random sampling dari blok parafin yang berasal dari jaringan tumor. Dilakukan penilaian ulang pada slaid histopatologik untuk menilai derajat histopatologik dan invasi perineural. Ekspresi p16 pada sel tumor dilihat dengan pulasan imunohistokimia. Korelasi dilakukan analisis statistik bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Ekspresi p16 positif didapatkan pada 24 kasus (40%) dengan kasus terbanyak pada KSS kepala dan leher derajat tinggi, sedangkan pada 36 kasus (60%) tidak terdapat ekspresi p16. Ekspresi p16 positif memiliki hubungan yang bermakna dengan derajat histopatologik (p = 0,002) namun tidak terdapat hubungan antara ekspresi p16 dengan IPN (p = 1,000). Simpulan: Ekspresi p16 positif berhubungan dengan derajat histopatologik tumor yang lebih tinggi namun p16 tidak tidak berhubungan dengan kejadian invasi perineural pada KSS kepala dan leher.Kata kunci: derajat histopatologik, ekspresi p16, invasi perineural, KSS kepala dan leher
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan ODHA dalam Mengkonsumsi Antiretroviral di Poliklinik VCT RSUP Dr M Djamil Padang Tahun 2017 Yuni, Hamidatul; Rasyid, Rosfita; Nursal, Dien Gusta Anggraini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1313

Abstract

Pasien diindikasikan tidak patuh menggunakan antiretroviral sebanyak 38,5% di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Tujuan: Menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi antiretroviral di Poliklinik Voluntary counselling and test  RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain mix-method dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional, sedangkan pendekatan kualitatif dengan Focus Group Discussion (FGD) dan indepth interview. Hasil: Ada lebih dari separoh Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) patuh dalam mengkonsumsi antiretroviral. Ada hubungan yang bermakna antara psikologis pasien dengan kepatuhan ODHA. Dukungan sosial dan efek samping obat ARV tidak berhubungan dengan kepatuhan ODHA. Kejenuhan, hubungan pasien dengan dokter, stigma, layanan konseling pra penggunaan ARV, belum semua ODHA mengenal fasilitas fast track, serta faktor ekonomi menjadi faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan ODHA mengkonsumsi ARV. Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara psikologis pasien dengan kepatuhan ODHA.Kata kunci: antiretroviral, dukungan sosial, efek samping obat, kepatuhan, psikologis pasien
Anatomical Measurement of Normal Eustachian Tube on the Temporal Bone Computed Tomography Imaging Ratag, Yanti Anita; Asriyani, Sri; Murtala, Bachtiar; Gaffar, Masyita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1323

Abstract

Tujuan: Menggambarkan pengukuran anatomis tuba Eustachius normal pada pencitraan Computed Tomography (CT) tulang temporal. Metode: Ini adalah penelitian deskriptif tuba Eustachius normal dengan mengukur diameter pretimpani, sudut tubotimpani dan panjang pars kartilago tuba Eustachius normal menggunakan teknik rekonstruksi multiplanar pada pencitraan CT tulang temporal dari 58 sampel di beberapa rumah sakit di Makassar. Semua sampel dibagi lagi menjadi kelompok laki-laki dan perempuan, serta kelompok sisi  kanan dan kiri. Kami juga membagi sampel menjadi 6 kelompok usia. Hasil: Rerata diameter pretimpani pada kelompok pria adalah 4,62 mm dan pada kelompok wanita adalah 4,36 mm. Rerata diameter pretimpani adalah 4,59 mm pada kelompok sisi kanan dan 4,36 mm pada kelompok sisi kiri. Rerata sudut tubotimpani adalah 143,5o pada kelompok pria dan 143,3o pada kelompok wanita. Nilai rerata sudut tubotimpani tidak memiliki perbedaan di kedua sisi telinga. Rerata panjang  pars kartilago tidak memiliki perbedaan antara kelompok pria dan wanita dan juga antara sisi kanan dan kiri. Simpulan: Diameter pretimpani lebih besar pada kelompok pria dan kelompok sisi kanan. Sudut tubotimpani dan panjang kartilago tuba Eustachius tidak memiliki perbedaan yang signifikan pada semua kelompok.Kata kunci: tuba eustachius, diameter pretimpani, sudut tubotimpani, panjang kartilago, CT tulang tempor
Karakteristik Pasien Transfusi Darah dengan Inkompatibilitas Crossmatch di UTD RSUP DR. M. Djamil Padang Purwati, Desta; Rofinda, Zelly Dia; Husni, Husni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1328

Abstract

Transfusi adalah pelayanan  kesehatan  yang bagaikan pisau bermata dua. Disatu sisi terkadang merupakan satu-satunya cara penyelamatan pasien, tetapi disisi lain transfusi juga berisiko fatal. Transfusi yang aman dapat diperoleh dengan melakukan uji kompatibilitas diantaranya crossmatch. Inkompatibilitas pada crossmatch dipengaruhi banyak faktor. Tujuan: Menyajikan data karakteristik pasien transfusi darah dengan inkompatibilitas crossmatch di UTD RSUP DR.M.Djamil Padang Periode Juli-Desember 2018. Metode: Penelitian ini adalah  penelitian deskriptif.  Hasil pemeriksaan dengan inkompatibilitas crossmatch  dikumpulkan dan dilihat karakteristik pasien berupa jenis kelamin, umur,, golongan darah, diagnosis, tipe inkompatibilitas dan riwayat transfusi. Hasil: Inkompatibilitas terbanyak didapatkan pada perempuan (61,6%), usia >50 tahun (54,36%), golongan darah A(37,86%), diagnosis infeksi (26,21%), tipe inkompatibilitas minor (87,3%) dan dengan riwayat transfusi berulang  (58,25%). Simpulan: Inkompatibilitas crossmatch tidak dipengaruhi jenis kelamin tetapi dipengaruhi riwayat transfusi sebelumnya.Kata kunci: inkompatibilitas crossmatch, karakteristik pasien, transfusi darah
Talaromycosis Marneffei pada Pasien HIV Ihsani, Aulia; Raveinal, Raveinal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1331

Abstract

Talaromycosis marneffei adalah infeksi jamur yang disebabkan Talaromyces marneffei. Talaromikosis adalah salah satu infeksi oportunistik yang sering mengenai orang dengan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) stadium akhir di Asia Tenggara, India timur laut, Cina Selatan, Hongkong, dan Taiwan. Gejala klinis talaromikosis tidak spesifik, seperti demam, anemia, penurunan berat badan, hepatomegali, splenomegali, gangguan pernapasan dan manifestasi kulit. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kecurigaan klinis dengan konfirmasi pemeriksaan histopatologi. Dilaporkan pasien laki-laki berusia 29 tahun, dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang, dengan keluhan utama muncul bintil-bintil berwarna kehitaman hampir diseluruh wajah sejak 3 bulan yang lalu. Pasien sudah dikenal menderita HIV sejak 4 bulan yang lalu dan sudah mendapat terapi antiretroviral (ARV). Didapatkan plak hiperpigmentasi pada wajah dan hepatomegali. Laboratorium didapatkan kadar hemoglobin 8,9 gr/dl, CD4 8 sel/uL dan pemeriksaan histopatologi yang menunjukkan massa sporis eosinofilik di intraseluler dan diantara stroma jaringan ikat. Pemberian ARV dilanjutkan dan juga diberikan antijamur.Kata kunci: human immunodeficiency virus, talaromycosis, talaromyces marneffei
Mixed Medullary and Follicular Thyroid Carcinoma (MMFTC) Hasnaini, Hasnaini; Agus, Salmiah; Novianti, Hera
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1333

Abstract

Mixed medullary and follicular thyroid carcinoma (MMFTC) merupakan suatu kasus keganasan tiroid yang jarang terjadi. Tumor ini menunjukkan sel tumor yang berasal dari dua populasi sel yaitu sel folikuler dan  parafolikuler. Dilaporkan kasus MMFTC pada seorang pasien wanita usia 45 tahun yang datang dengan keluhan bengkak pada leher sejak tiga tahun lalu yang membesar dengan cepat dalam dua bulan, kemudian dilakukan tiroidektomi total. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan tumor tersusun membentuk fasikulus terdiri atas proliferasi sel dengan inti bulat sampai spindel, kromatin kasar, nukleoli nyata dan adanya pseudoinklusi inti. Stroma mengandung massa amorf warna merah muda (amiloid) yang terpulas positif dengan Congo red. Tampak pula proliferasi sel-sel epitel folikel dengan inti bulat-oval, terang, adanya ground glass appearance, dan nuclear groove. Sel-sel ini tersusun membentuk struktur folikuler, yang sebagian bercampur di antara sel-sel dengan inti bulat sampai spindel. Pemeriksaan imunohistokimia tiroglobulin menunjukkan pulasan positif kuat pada sitoplasma sel tumor folikel tiroid. Perilaku tumor ini belum diketahui dengan baik karena insiden yang sedikit, namun diperkirakan tumor ini bersifat lebih agresif daripada karsinoma tiroid yang berdiferensiasi.Kata kunci: medullary, MMFTC, tiroid
Korelasi Kadar Adiponektin dengan Indeks Aterogenik Plasma pada Penyandang Obes Sari, Kartika Aulia; Yaswir, Rismawati; Prihandani, Tuty; Efrida, Efrida
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1335

Abstract

Kadar adiponektin dalam plasma secara signifikan menurun pada penyandang obes. Adiponektin telah dilaporkan memiliki efek langsung anti-aterosklerosis. Indeks Aterogenik Plasma (IAP) dihitung sebagai log10(TG/ HDL-C), merupakan biomarker aterosklerosis. IAP dapat menjadi biomarker baru untuk risiko dan prognosis penyakit kardiovaskular. Tujuan: Menentukan korelasi kadar adiponektin dengan indeks aterogenik plasma pada penyandang obes. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan potong lintang. Subjek penelitian adalah 30 orang penyandang obes dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥25 kg/m2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian melakukan pemeriksaan darah di Instalasi Laboratorium Sentral RSUP. Dr. M. Djamil Padang pada bulan Januari 2019 sampai September 2019. Pemeriksaan kadar adiponektin dengan metode enzyme linked immunoassay (ELISA). Pemeriksaan kolesterol high density lipoprotein (HDL) dan trigliserida menggunakan alat kimia klinik otomatis. Data univariat diolah dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan rerata (standar deviasi). Data bivariat dianalisis dengan uji korelasi Pearson, bermakna secara statistik jika p˂0,05. Hasil: Rerata umur adalah 34,5 (6,2) tahun. Rerata kadar adiponektin adalah 2,5 (1,1) μg/mL. Rerata indeks aterogenik plasma (IAP) adalah 0,29 (0,17), termasuk risiko tinggi untuk penyakit kardiovaskular. Uji korelasi Pearson menunjukkan korelasi negatif sangat lemah antara adiponektin dengan IAP dan tidak bermakna secara statistik (r=-0,114, p=0,550). Simpulan: Tidak terdapat korelasi antara kadar adiponektin dengan indeks aterogenik plasma pada penyandang obes.Kata kunci: adiponektin, indeks aterogenik plasma, obes
Korelasi Kadar Adiponektin dengan Kadar Glukosa Puasa pada Penyandang Obes Bakma, Isphandra; Yaswir, Rismawati; Desywar, Desywar; Efrida, Efrida
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1340

Abstract

Akumulasi lemak tubuh abnormal dan berlebih pada obesitas menyebabkan low grade inflammation sel adiposit yang berkontribusi terhadap penurunan kadar adiponektin. Adiponektin berperan dalam metabolisme glukosa, sehingga kondisi hipoadiponektinemia dapat menyebabkan gangguan metabolisme glukosa. Tujuan: menentukan korelasi kadar adiponektin dengan kadar glukosa puasa pada penyandang obes. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan potong-lintang terhadap 25 orang penyandang obes yang bekerja di Instalasi Laboratorium Sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan mulai bulan September 2018 sampai September 2019. Kadar adiponektin diperiksa dengan metode Elisa two-step sandwich enzyme immunoassay dan kadar glukosa puasa diperiksa dengan metode heksokinase. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson, bermakna jika p<0,05. Hasil: Subjek penelitian terdiri dari laki-laki 8 orang (32,0%) dan perempuan 17 orang (68,0%). Rerata umur adalah 33,5 (6,0) tahun dengan rentang 23-52 tahun. Rerata indeks massa tubuh adalah 34,0 (3,6) kg/m2. Rerata kadar adiponektin adalah 2,8 (1,5) μg/mL dan rerata kadar glukosa puasa adalah 92,8 (11,4) mg/dL. Uji korelasi Pearson menunjukkan korelasi negatif lemah antara log-adiponektin dengan kadar glukosa puasa dan tidak bermakna secara statistik (r= -0,217, p= 0,298). Simpulan: Tidak terdapat korelasi kadar adiponektin dengan kadar glukosa puasa pada penyandang obes.Kata kunci: adiponektin, glukosa puasa, inflamasi adiposit, obesitas
Hubungan antara Stres Akademik dengan Kecenderungan Gejala Somatisasi pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2015 Irlaks, Viton Surya; Murni, Arina Widya; Liza, Rini Gusya
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1366

Abstract

 Stres akademik merupakan suatu keadaan emosional yang paling umum dialami oleh mahasiswa selama masa studi. Stres yang tidak dikontrol dengan baik dapat mempengaruhi terjadinya gejala somatisasi. Tujuan: Menentukan hubungan antara stres akademik dengan kecenderungan gejala somatisasi pada mahasiswa program studi kedokteran tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2015. Metode: Penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian adalah 100 orang mahasiswa program studi kedokteran tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) dan The Somatic Symptom Scale - 8 (SSS-8). Data dianalisis menggunakan uji bivariat Fisher’s exact. Hasil: Penelitian menunjukkan 43 orang (43%) adalah laki - laki dan 57 orang (57%) adalah perempuan. Usia terbanyak adalah 21 tahun (74%) dan paling sedikit 20 tahun (9%). Tingkat stres akademik 56 orang sedang (56%) dan 4 orang sangat berat (4%). Tingkat kecenderungan gejala somatisasi 26 orang sedang (26%) dan 11 orang sangat ringan (11%). Sebanyak 24 orang yang mengalami stres akademik memiliki kecenderungan gejala somatisasi sedang (27,9%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara stres akademik dengan kecenderungan gejala somatisasi pada mahasiswa program studi kedokteran tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2015.Kata kunci: stres akademik, gejala somatisasi, mahasiswa tingkat akhir
Rekonstruksi Lantai Orbita dan Dinding Anterior Maksila pada Blow Out Fracture Terbuka Tidak Murni Menggunakan Titanium Mesh Plate Ambriani, Desy; Hafiz, Al
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1379

Abstract

Blow out fracture merupakan fraktur yang melibatkan dinding orbita terutama dinding medial dan atau lantai orbita yang disebabkan dari peningkatan tekanan intraorbita mendadak. Blow out fracture merupakan fraktur orbita yang paling sering terjadi akibat jatuh, perkelahian, kecelakaan lalu lintas atau cedera olahraga. Tanda dan gejala yang dapat muncul karena blow out fracture adalah enoftalmos, diplopia, dan gangguan gerak bola mata. Diagnosis blow out frakture ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan computerized tomography scanning. Tindakan bedah rekonstruksi menggunakan implan dilakukan jika didapatkan adanya herniasi volume isi bola mata, fraktur lantai orbita >1 cm,  muscle entrapment, diplopia, enoftalmus dan keterbatasan gerakan bola mata. Dilaporkan satu kasus fraktur blow out dekstra yang ditatalaksana rekonstruksi dengan menggunakan titanium mesh plate dan screws melalui pendekatan insisi luka infra orbita. Fraktur ini terjadi akibat benturan objek dari luar yang mengenai orbita atau rim orbita yang mengakibatkan peningkatan tekanan intraorbita. Tekanan intraorbita mendorong organ intraorbita ke sekelilingnya termasuk ke lantai orbita yang rapuh sehingga terjadi herniasi ke inferior.Kata kunci: blow out fracture, fraktur orbita, mesh titanium, trauma fasial

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue