Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles
1,211 Documents
Masalah Test dalam Psikologi dan Pendidikan
Sukamta, Sukamta
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 19 (1978)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1978.019.26-61
Dalam kesempatan ini, kami mencoba membahas tentang test dalam Psikologi dan Pendidikan, dengan maksud antara lain: Ingin memperkenalkan dan mempopulerkan tentang test dalam psikologi dan Pendidikan, dengan sedikit seluk-beluk yang melingkupinya.Untuk lebih mempopulerkan penggunaan test sebagai alat yang lebih baik untuk mengetahui “human ability and traits” sebagaimana yang terjadi di negara-negara yang telah maju.Untuk merangsang para pecinta dan pemakai alat test, agar supaya berhati-hati, bijaksana dan tidak gegabah dalam menggunakan alat-alat test, sehingga normative dan kerahasiannya dapat terjamin.Kita hendak membangun dan mengembangkan psikologi ditanah air kita; karena boleh dikata bidang ini hamper sama sekali belum terjamah, dan masih mengimport teori-teori dari luar negeru, yang sering kurang sesuai dengan kondisi tanah air kita.Kita hendak meningkatkan suatu test yang telah ada sekarang ini serta berusaha Menyusun test yang telah ada sekarang ini serta berusaha Menyusun test yang baru untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan yang selalu meningkat.Dal ini kami kemukakan, karena ternyata perkembangan alat-alat test di Indonesia, tidak semacam lajunya dibandingkan dengan perkembangan alat-alat test di negara-negara yang telah maju, seperti Amerika, Inggris, Belanda, dan negara-negara Barat lainnya.
Filsafat Hukum Dalam Islam
Siradj, Chizin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 19 (1978)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/ajis.1978.019.62-73
Menurut arti yang sebenarnya, filsafat adalah “cinta akan kebijakan” . Pembatasan ini berasal dari zaman Yunani Kuno dan merupakan rangkaiaan dari dua kata, yaitu: Philare yang berarti cinta; dan sophie yang berarti kebajikan. Menurut Batasan modern, filsafat diartikan antara lain sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami semua hal yang timbul di dalam keseluruhan lingkup pengalaman manusia. Menurut Abbas Mahmud Aqod, filsafat adalah study tentang fikiran-fikiran yang belum pasti benarnya, bukan yang sesuai dengan kenyataan dan pengalaman-pengalaman nyata. Sedangkan arti hukuman menurut Bahasa ialah balasan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang diperbuat oleh seseorang. Menurut para ahli hukum Islam, hukuman adalah balasan terhadap seseorang yang berbuat sesuatu yang melanggar ajaran agama. Dalam pembatasan arti kata filsafat dan hukuman seperti tersebut diatas, dapat dikemukakan disini bahwa maksud judul diatas ingin mengemukakan kebenaran tentang ditetapkannya sesuatu hukuman oleh agama Islam terhadap pelanggar-pelanggar peraturan yang telah ditetapkannya. Hukuman-hukuman ini dilaksanakan di dunia bagi pelanggar yang tertangkap oleh petugas yang berwenag, dan hukuman ini disebut ‘Uqubah’. Sedang bagi pelanggar yang tidak tertangkap makai a akan mendapat, hukumannya nanti diakhirat dan ini disebut ‘Iqob’ (kata-kata ‘Iqob ini dapat dilihat pada ayat-ayat berikut ini: surat Shod ayat 14, Surat Al-Hasyr ayat 4. Surat Al-Hasyr ayat 7).
Pengaruh Ceritera Bible Terhadap Historiografi Islam
Rosenthal, Franz Rosenthal;
Ganie, Fathuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 18 (1978)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
“Bible” yang dimaksud disini, ialah dari”Judaeo-Keristen” dengan pembatasan istilah pada pengertiaan kultur keagamaannya, dimana biasanya digunakan didalam sejarah. Hal ini memungkinkan kita untuk menghindarkan diri dari pertimbangan adanya perhatiaan lain, seperti misalnya dari penulisan sejarah Yunani dan Istambul belakangan ini dan kemungkinan pengaruhnya terhadap penulisan sejarah Islam.Topik-topik yang akan dibicarakan dalam paper ini adalah: Pengaruh ide-ide sejarah dalam Bible terhadap Nabi Muhammad s.a.w. Penggunaan ide-ide sejarah tersebut oleh sarjana sarjana Muslim yang diambil dari Nabi didalam penulisan sejarah mereka. Dalam hubungan ini, mungkin tidak berkelebihan untuk menyatakan adanya kenyataan, bahwa suatu pandangan sejarah tentang dunia dan hasil karya sejarah merupakan dua hal yang berbeda. Pandangan sejarah yang mendalam tidak perlu, dan sering tidak mempengaruhi sama sekali penulisan sejarah. Pemadatan Bahasa sejarah, dengan faham-faham yang diperoleh dari ceritera Bible. Perlu disebutkan disini, bahwa pengambilan bahan meliputi bidang yang sangat luas sehingga bagi suatu studi yang mendetil mengenai hal ini, banyak hasil karya sejarah Islam seharusnya dibicarakan. Karena hal ini tidak dapat dilakukan disini, maka suatu uraiaan secara garis besar dari beberapa persoalan dan beberapa bahan, toh harus diusahakan supaya memuaskan. Kesatuan di dalam bentuk penyajiaan sejarah yang ada antara Bible dan penulisan sejarah Islam. Sebab sumber yang sama, atau perkembangan yang pararel, merupakan uraiaan yang paling mungkin disini, untuk menghindar dari pengaruh dan saling ketergantungan dalam hal ini, kami membarasi diri dalam mengulas pembicaraan ini.
Penulisan Sejarah Muslim Modern dalam Bahsa Inggris
Smith, Cantwell;
Lantip, Lantip
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 18 (1978)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jika diperkenankan saya akan memulai dengan sebuah kutipan yang boleh jadi nampaknya tidak relevan dengan topik yang kita bicarakan, karena kutipan itu merupakan pernyataan dari seorang yang bukan ahli sejarah, melain dari seorang pemimpin politik, dan rupanya bukan risalah ilmiyah, melainkan kumpulan pidato-pidato popular yang disampaikan kepada pendengar asing dan disiarkan dengan publikasi. Meskipun demikiaan saya telah memilihnya untuk memberikan ilustrasi tentang dua atau tiga hal yang dirasa mengandung makna yang luas dan mendalam. Berikut ini adalah kata-kata mendiang Sir Liyaqat Ali Khan Ketika menjadi perdana mentri Pakistan, yang telah disampaikan di Town Hall, New York dan dalam pertemuan sebelum konperensi Nasional Universitas Canada di Kingston: ,, Pernyataan yang tumbuh pada diri kita sendiri adalah ; dapatkah Pakistan memperbaiki ketinggalannya dalam kemajuaan tehnologi dan menambah perkembangan industrinya secara cepat untuk memberikan bobot dan kemampuaan untuk mendukung perdamaian dunia?” (Liyaqat Ali : Pakistan, The Hearth of Asia (Cambridge, Harvard University Press, 1950, pp. 84, 134).
Snouck Hurgronje & Studies of Islam
Umar, A.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 17 (1977)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam rangka memperingati 100 tahun lahirnya Snouck Hurgronje (lahir 8 Februari 1857), Universitas Leiden pada tanggal 10 Februari 1957 mengadakan suatu upacara bertempat diruangan audiensi kotapraja Leiden. Di dalam upacara tersebut dikemukakan suatu ceramah mengenal Snouck Hurgronje yang berhubungan dengan kegiatannya dalam bidang Islamic Studies yang disampaikan oleh Prof. Dr. G.W.J Drewes yang pada waktu itu menjadi Guru Besar Islamic Studies di Universitas Leiden. Bagi Universitas Leiden nama Snouck Hurgronje merupakan kebanggaan mereka karena sarjana Belanda yang kenamaan ini telah memberikan sumbangan yang sangat besar dalam lapangan ilmu pengetahuaan Islam, yang kegunaannya bukan saja dinikmati oleh kalangan universitas tetapi juga pemerintah Belanda yang sengaja memanfa’atkan hasil-hasil research Snouck Hurgronje untuk tujuan-tujuan penetrasi politik kolonialnya di Hindia Belanda. Walapun demikian Riwayat hidupnya belum banyak diungkapkan oleh orang-orang Belanda, karena mereka lebih tertarik kepada hasil-hasil karyanya daripada menyelidiki latar belakang kehidupan pribadinya akibatnya sarjana-sarjana Belanda sekarang mengeluh karena mereka tidak dapat menyelami Riwayat hidup pribadi Snouck Hurgronje secara terperinci.
Perguruan Tinggi Sebagai Medan Bakti Untuk Lebih Meningkatkan Pembinaan Kesatuan Bangsa
Ali, A.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 17 (1977)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Syukur Alhamdulillah bahwa Studi Purna Sarjana (SPS) Dosen-Dosen IAIN se Indonesia Angkatan ke IV dapat dibuka pada pagi hari ini. Mengapa “Ilmu Sejarah” dan mengapa “Ilmu Filsafat” yang diberikan dalam SPS ini, telah pernah kami berikan alas an-alasannya pada pembukaan SPS-SPS yang lalu. Bahkan methodologinya juga sudah kita bahas; dan SPS methodologi penelitian Agama itu akan terus dibahas dan disempurnakan. Oleh karena itu, semua itu tidak akan kami uraikan disini. Peningkatan Pembinaan Kesatuan Bangsa. Satu hal yang kami rasa harus mendapat perhatiaan kita Bersama, terutama bagi kita yang memilih perguruan tinggi sebagai medan baktinya, ialah usaha kita Bersama untuk lebih meningkatkan pembinaan kesatuan bangsa. Kesatuan bangsa yang utuh dan tunggal harus kita bina. Tanpa kesatuaan yang utuh dan tunggal, “Indoonesia” tidak ada artinya sama sekali. Jangankan kita akan bicara soal pembangunan! Pembangunan hanya akan merupakan omongan yang kosong belaka, tanpa adanya kesatuan bangsa yang utuh dan tunggal itu.
Al-Qur’an Tentang Jagad Raya “ Bagi Allah-lah Timur dan Barat”
Asy-Syarbaashiy, Achmad
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 17 (1977)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Selalu saja terjadi keluhan pemuda-pemuda kita yang tidak mengerti agama, juga ketidak acuhan mereka akan al-Qur’an, jauh jarak mereka dari Kilabullah ‘Azza wa Jalla, dan ketidak mengertiaan ini mempunyai akibat besar dikalangan mereka, dan menurunkan martabat kemulyaan Islam dikalangan pemeluknya, juga membuat jenuh manusia-manusia yang lain. Dan ini terjadi, suatu Ketika seorang pemuda muslim menghadap kepadaku dengan perasaan yang sempit serta jengkel, sambal berkata: Ah, didalam al-Qur’an itu terdapat kontradiksi, bahkan al-Qur’an itu menentang dirinya sendiri. Akupun segera bertanya kepadanya: Oh, apakah hal itu engkau peroleh sendiri lantaran pembahasanmu, atau apakah lantaran sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadamu ataukah lantaran ada sesuatu yang tersembunyi pada dirimu…..? Pemuda tadi menjawab: Tidak. Hal itu karena diberitahukan kepadaku tetapi tokh tidak penting apakah sesuatu itu dikatakan kepadaku oleh orang lain atau saya peroleh sendiri. Yang penting kan memang di dalam al-Qur’an terdapat kontradiksi (at-tanaaqudl).
Pengaruh Was-Was Terhadap Niat
Saleh, Usman
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 16 (1977)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ada tiga syarat pokok yang menentukan agar ibadah seseorang diterima oleh Allah s.w.t yaitu: 1. Iman. Iman merupakan landasan pokok kehidupan beragama berdasarkan firman Allah yang artinya: “Barang siapa mengharapkan berjumpa dengan (memperoleh keridhaan) Allah hendaklah ia beramal sholih dan dalam beribadah tidak menyekutukan-nya terhadap sesuatu” (Q.S. 18; ayat 111). Juga dalam Hadits Qudsi diterangkan : “ Barang siapa dalam bewramal ia menyekutukan Aku kepada selain Ku makai a Aku tinggalkan pada sekutu Ku itu” (H.R. Muslim ). Ayat diatas menjelaskan bahwa untuk memperoleh keridhaan Allah disyaratkan: a- Beramal sholeh, yaitu amalan-amalan baik yang telah digariskan oleh agama dan sesuai pula dengan aturan-aturannya; b- Tidak menyekutukanm Allah, artinya tidak menyamakan Allah (bentuk, sifat dan perbuataan-Nya) kepada benda-benda lain. Orang yang dalam batinnya (keyakinannya), mengakui adanya kekuasaan lain selain Allah atau tidak mengakui sama sekali terhadap kekuasaan (adanya) Allah sudah logis kalua ia tak akan memperoleh keridhaan Allah. Dan kalua ia mengingkari pada-Nya tentu saja dalam melakukan sesuatu perbuatan tidak dikaitkan dengan Allah. Dan dalam Hadits Qudsi diatas dijelaskan bahwa Allah tidak menerima amalan orang-orang yang menyekutukan-Nya.
Penelitian Agama dan Penelitian Sosial
Yusuf, Tayar
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 17 (1977)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian Agama dan Penelitian Sosial memang banyak persamaan-persamaannya, karena keduanya sama-sama meletakkan obyek sasaran pada manusia sebagai individu maupun Bersama (masyarakat); tetapi hal itu tidak berarti bahwa antara keduanya tidak ada perbedaan-perbedaan yang prinsipl. Bahkan penelitian social yang telah lebih dulu berkembang, banyak membantu jalannya penelitiaan Agama, seperti dalam tehnik pendekatan, system Analisa, cara-cara pengumpulan data dan sebagainya. Hal itu adalah suatu hal yang logis, sebab keduanya adalah seiring jalan dan pararel; dan keduanya sama-sama banyak kemungkinannya untu menggunakan pendekatan secara inter disiplin atau multi disipliner di dalam berbagai bidang ilmu lainnya. Bahkan Graunded Research pun dapat dipakai didalam pelaksanaan kegiatan penelitiaan agama, terutama pada penelitiaan yang bersifat independent dan murni (pura Research). Akhir-akhir ini Graunded Research tersebut menjadi lebih popular dabn banyak dipraktekkan orang, khususnya lagi oleh kaum ilmuan yang tekun dan ulet.
Sejarah Kodifikasi-Kodifikasi Hukum dan Unifikasi Hukum Pidana Di Indonesia
Ma’soem, A.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 17 (1977)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hampir semua ahli hukum memberikan definisi yang berbeda satu sama lain mengenal apa yang dimaksud dengan hukum itu, hal itu terutama disebabkan sangat banyaknya segl-segl dan bentuk serta sangat luasnya humum itu sehingga tidak mungkin ia dirumuskan didalam suatu rumusan yang memuaskan. Akan tetapi lazimnya para sarjana itu memberikan pengertian terhadap hukum itu sebagai rangkaian norma-norma yang menguasai tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Adapun norma-norma iti ada kalanya timbul dari kebiasaan-kebiasaan (adat Istiadat) yang berlaku dikalangan masyarakat itu sendiri, adakalanya juga timbul karena adanya keputusan-keputusan yang dibuat oleh hakim dalam mengadili suatu perkara yang lazimnya juga disebut juris Prudentle dan adakalanya norma-norma itu bersumber dari aturan-aturan yang dibuat/ditetapkan olewh pejabat-pejabat yang diberi wewenang untuk itu, seperti undang-undang dasar, undang-undang peraturan-peraturan pemerintah dsb. dsb. ketiga hal tersebutlah (adat kebiasaan, yurisprudentie dan aturan-aturan perundang-undangan) yang lazim disebut dengan sumber-sumber hukum. Dari ketiga sumber hukum yang paling diutamakan daripada sumber-sumber hukum yang lainnya menurut pasal 15 Algemeene bepalingen van wetgeving (AB), karena aturan perundang-undangan inilah yang merupakan ukuran untuk menentukan sah atau tidaknya keputusan-keputusan hakim maupun adat kebiasaan masyarakat itu. Artinya, suatu keputusan hakim itu baru dipandang sah selama ia tidak bertentangan dengan undang-undang, demikian juga kebiasaan rakyat itu dapat berlangsung terus sebagai hukum selama ia tidak bertentangan/ tidak mengurangi kekuasaan aturan undang-undang.