cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 1,211 Documents
Reading Comprehension Asasuddin, Umar
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 11 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini saya tujukan kepada para dosen-dosen Bahasa Arab dan Inggris yang ada dilingkungan IAIN diseluruh Indonesia. Banyak pendapat baru tentang pengajaran Bahasa pada umumnya, dan Bahasa Inggris pada khususnya. Yang perlu kita ketahui bahan ini saya peroleh pada Fakultas Sastra Jurusan Teaching English as a Foreign Language (Dip T.E.F.L.) Universitas Sydney Australia, selama belajar pada jurusan ini satu tahun, yang khusus diperuntukkan bagi guru-guru Bahasa Inggris yang telah dapat gelar BA. Atau Drs. Dalam Bahasa Inggris. Semoga sumbangan karangan ini ada faedahnya. Yang dimaksud reading Comprehension ialah bagaimana caranya seorang dosen mengajar bacaan pada para mahasiswa agar mereka mengerti apa yang mereka baca. Untuk mencapai tujuan ini, bacaan (reading atau muthalaah) yang terdiri dua bagian: Intensive dan extensive reading harus diajarkan pada IAIN. Yang dimaksud dengan intensive reading ialah suatu bacaan pilihan dari majalah, koran atau buku yang terdiri dari satu atau dua halaman. Ia diajarkan untuk memperkenalkan tatabahasa baru, kata-kata baru melalui Latihan-latihan (drills) yang cukup dari bahan bacaan itu. Intensive reading ini untuk upelajaran Bahasa Arab sudah lama diajarkan di IAIN dengan istilah muthalaah, tapi saying tidak disertai dengan Latihan-latihan dan diskusi yang cukup. Jadi hasilnya kurang memuaskan. Sedangkan Extensive Reading belum pernah diperkenalkan pada (IAIN). Seharusnya bacaan ini diperkenalkan untuk mendapatkan informasi dari bahan bacaan. Dalam bacaan ini tidak ada kata-kata baru atau tatabahasa yang sukar. Bacaan ini harus dibaca dalam hati diluar kelas.
Salat Daim Aliran Kebatinan dan Dzikir dalam Islam Romdon, R
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 11 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa Aliran kebatinan di Indonesia ada yang mempunyai cara-cara tertentu untuk menghadap atau berhubungan dengan Tuhannya. Menghadap atau berhubungan dengan Tuhan itu bermacam-macam tujuannya, seperti memuji, memohon, menyembah, mengadukan nasib, berterima kasih dan sebagainya. Cara menghadap atau berhubungan dengan tuhan yang demikian didalam  agama tetentu  disebut ritus (upacara) yang cara, waktu, tempat dan persyaratannya sudah tentu, dan ada pula yang cara, waktu, tempat  dan persyaratannya sudah tertentu, dan ada pula yang cara dan sebagainya itu tidak tentu. Terhadap kedua macam cara berhubungan atau menghadap Tuhan itu masing-masing agama  ada yang membedakan dan memberi nama sendiri- sendiri, serta ada pula yang menyamakan antara kedua macam ritus tersebut dan memberi hanya satu nama saja. Tentu saja agama yang satu dengan agama yang lain berbeda dalam memberi nama kepada ritus demikian. Dalam kita mengenal istilah sholat, do’a dan dzikir. Dalam agama Kristen kita mengenal istilah sakramen, liturgi dan sebagainya. Dalam uraiaan ini untuk manamakan ritus sebagaimana tersebut diatas kita pergunakan saja istilah sembahyang atau salat dalam tulisan ini.
Abu Yazid Al- Bisthami Asnawi, A.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 11 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam uraian biografi Abu Yazid ini penulis hanya akan mengungkapkan beberapa masalah sebagai berikut: Asal-Usulnya Abu Yazid al-Bisthami berasal dari Bistham, sebuah kota didaerah yang terletak sudut tenggara dari laut Kaspia. Ia dilahirkan kurang lebih pada tahun 801 dan nama lengkapnya Abu Yazid (Taifur) anak Isa anak surushan al-Bisthami. Dalam Bahasa persi dikenal dengan Bayazid  dari Bistham. Ibunya termasuk seorang Zahid dan kakeknya adalah seorang Zoroaster yang masuk agama Islam. Orang tuanya termasuk orang berada di Bistham, tetapi Abu Yazid memilih kehidupan sederhana dan menaruh cinta kasih kepada fakir miskin serta ia termasuk orang yang patuh kepada ibunya. Hidupnya sebelum jadi sufi, sebelum jadi sufi Abu Yazid belajar Syariat Hanafi. Muridnya ialah Abu Ali al-Sindi, yang akhirnya juga menjadi gurunya, karena ia belajar tashawuf dari padanya. Ia termasuk orang yang tidak bnayak keluar dari Bistham sehingga Ketika kepadanya dikatakan, bahwa orang orang yang mencari hakekat selalu berpindah dari satu tempat ketempat lain, ia menjawab: temanku (Maksudnya Tuhan) tidak pernah bepergian dan oleh karenanya akupun tidak pernah bergerak dari sini.
Rabi’ah Al-Adawiyah (714-801) Masruury, M.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 11 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rabi’ah Al ‘Adawiyah dilahirkan di Bashrah pada tahun 714 M dan meninggal dunia tahun 801 M dalam usia 87 tahun. Ia dilahirkan dari keluarga yang miskin. Ada du versi ceritera dimasa kecilnya. Yang pertama menyatakan bahwa pada waktu masih kecil ia dicuri orang dan dijual sebagai budak belian. Kedua orang tuanya memang dalam kemiskinan dan meninggal dunia sewaktu Rabi’ah Al ‘Adawiyah masih kecil. Sebagai budak belian dengan sendirinya ia pernah mengalami kepahitan didalam hidupnya jatuh dari tangan satu ketangan orang lain sampai usia dewasa. Yang jelas ia dapat memperoleh kemerdekaannya. Menurut cerita orang yang memilikinya melihat cahaya diatas kepalanya sewaktu ia beribadat yang menerangi suatu ruangan rumah. Setelah memperoleh kebebasan Kembali; ia pergi menyendiri kepadang pasir dan memilih hidup sebagai seorang Zahid. Ia memutuskan untuk tidak kawin selama hidupnya; meskipun banyak yang meminag, tetapi ia lebih suka memilih hidup menyendiri menghabiskan waktunya untuk tashawuf. Rabi’ah sangat tidak setuju kepada : “kesenangan duniawi”. Hal ini terlihat dari pendapatnya yang ditujukan kepada Sufyan Al Sauri; Al Sauri sebagai seorang ‘alim yang banyak dikunjungi orang. Hal ini dianggap oleh Rabi’ah sebagai kesenangan duniawi. Oleh karena itu, Ketika Sufyan bertanya kepadanya tentang hikmat, ia menjawab; “Alangkah baiknya bagimu jika engkau tidak mencintai dunia ini”.
Gerakan-Gerakan Pembaharuan Dalam Islam Umar, A.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam Sejarah kita melihat munculnya sekte-sekte dalam Islam, dan selama dua setengah abad sebelum lahirnya golongan sunni seseorang pada hakikatnya tidak dapat berbicara apakah itu kebangkitan (revival) atau atau pembaharuaan (reform), sebab kedua kata ini secara logika baru bisa diperkatakan sesudah golongan sunni lahir sebagai suatu Gerakan yang formatif. Walaupun demikian keliru sekali apabila dikatakan bahwa golongan sunni timbul sesudah terjadinya perjuangan yang Panjang dalam bidang politik, ide-ide moral dan tujuan-tujuan spirituil. Sebab ide-ide moral dan pendapat-pendapat mengenai sprirituil sudah ada jauh sebelumnya sesudah Rasulllah meninggal dunia. Pendapat-pendapat yang dikemukakan pada waktu itu ialah apakah orang-orang Islam harus mempunyai negara sendiri, dan jikalau memang perlu bagaimana dan susunannya; apakah masyarakat islam didasarkan kepada toleransi atau eksklusivisme; bagaimana bentuk ekonomi yang dinamakan ekonomi Islam; apakah tiap-tiap orang mempunyai kebebasan dan bertanggung jawab, atau apakah Gerakan-gerakan yang akan dilakukannya ditetapkan lebih dahulu sebelumnya; bagaimana masyarakat akan memutuskan sesuatu pendapat didalam suasana kelompok melalui ijma’ atau apakah pendapat-pendapat yang dikeluarkan itu cukup ditentukan oleh imam itu saja yang dianggap tidak pernah salah. Semua masalah ini timbul pada waktu itu dan dalam beberapa hal berhasil dijawab pada masa itu pula.
Strategi Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Bagi Pembangunan Daya, Burhan
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok Dasar Masalah seni dan ilmu pengembangan dan pemakaian Ilmu-Ilmu social sebagai salah satu factor penunjang kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan, terasa amat tepat untuk dsibincangkan sekarang ini. Sering terdengar keluhan, bahwa perkembangan dan pendaya - gunaan ilmu-ilmu social sangat lambat, dibandingkan dengan ilmu-ilmu lain yang non social. “It is sometime said that the social sciences are youthful and consequently have not yet had time to achieve scientific maturity, such an explanation, however merelyposes the problem, for it does not tell why birth should come so much later or adolescence last so much linger in this field than in the study of chemistry, physic, or biology”, demikian keluhan Kingsley Davis. Dalam hal ini Amerika Serikat adalah negara yang jauh lebih beruntung, karena ilmu ini menemui kemajuannya yang terbesar dinegeri ini, walaupun asal muasalnya dari Eropah dan mengalami kemajuan-kemajuan juga di negeri-negeri: Cina, India, Canada, dan lain-lain negara. Di Indonesia menurut Prof. Dr. Selo Sumarjan, ketua panitia Program Latihan Ilmu-Ilmu Sosial Departemen P dan K, bentukan Ford Foundation, keadaan Ilmu-Ilmu Soasial selain ilmu ekonomi dewasa ini sangat lemah, maka kwalitas Pendidikan dalam Ilmu-Ilmu Sosial memerlukan usaha peningkatan yang sistematis yang harus dilaksanakan dengan kesungguhan hati yang kuat.
Khawarij Yasir, Asmuni
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi menjelang timbulnya Khawarij. Kebijaksanaan Khalifah Usman dalam menjalankan pemerintahan banyak dipengaruhi oleh keluarganya, sehingga banyak penggantian pejabat-pejabat dan pembaharuan-pembaharuaan administrasi. Dari segi ketertiban administrasi dapatlah dicatat bahwa masa Usman sudah dirintis sebagai imbangan dari makin luasnya daerah kekuasaannya. Dr. Harun Nasution mengatakan bahwa Usman termasuk dalam golongan pedagang Quraisy yang kaya. Kaum keluarganya terdiri dari orang-orang aristocrat Makkah yang karena pengalaman dagang mereka mempunyai pengetahuaan tentang administrasi. Pengetahuan merekan ini bermanfaat dalam memimpin administrasi daerah-daerah diluar semenanjung Arabia yang bertambah banyak masuk kebawah kekuasaan Islam. Atas dasar itulah kiranya, disamping pengaruh keluarganya, maka Usman menjatuhkan pejabat-pejabat dan Gubenur-Gubenur yang diangkat oleh Umar r.a. diganti dengan orang-orang dari golongan keluarganya. Akibat dari tindakannya ini banyak sahabat-sahabat Nabi yang semula mendukungnya meninggalkannya, Ketika melihat Tindakan yang kurang tepat itu, disamping rival-rivalnya atau orang-orang yang ingin calonnya menjadi Khalifah memanfaatkan situasi, sehingga perasaan tidak senang muncul didaerah-daerah pada waktu itu.
Pokok-Pokok Pemikiran Mu’tazilah Hasibuan, Rusman
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Golongan yang tertua dalam perkembangan alam pikiran umat Islam yang mementingkan akal ialah kaum Mu’tazilah, mereka adalah ulama-ulama Islam yang sangat rasionalis. Mereka sebenarnya sangat kritis bukan saja terhadap hadis-hadis Nabi dan cara-cara penafsiran Al-Qur’an, tetapi juga kritis terhadap pengaruh ajaran filsafat Yunani, seperti Aristoteles, neoplatonisme, dsb. meskipun aliran Mu’ytazilah ter-pecah-pecah menjadi 22 golongan, dan dua diantaranya dianggap telah keluar dari Islam, sebagaimana disebut oleh Abdul Qahir Al-Baghdady dalam kitab (al-Farqu bainal Firoq), namun mereka semuanya masih tergantung dalam kelima pokok ajaran mereka, yaitu: I. Tauhid (pengesaan), II. Al-adl (keadilan), III. Wa’ad wal Wa’id (janji dan ancaman), IV. Al manzilah bainal manzilataini (tempat diantara dua tempat), V. Amar Ma’ruf nahi munkar (perintah kebaikan dan melarang kejahatan). Kelima macam ajaran tersenut diatas adalah dasar utama yang harus dipegangi oleh setiap orang yang mengaku dirinya sebagai orang Mu’tazilah, dan hal ini sudah menjadi kesepakatan mereka. Akan tetapi mereka berbeda-beda pendapat dalam soal-soal kecil (perician-perincian), Ketika memperdalam pembahasan kelima prinsip tersebut dan menganalisanya dengan didasarkan atas pikiran-pikiran filsafat Yunani dan lain-lain.
Ushul Wahabiyah (Ditinjau Dari Segi Pemurnian Pengamalan Islam Dan Kebangkitan Umat Islam) Simuh, S
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riwayat hidup Muh. Ibn Abdul Wahab dan Usaha-usaha pembaharuannya. Ajaran/Gerakan Wahabi didirika Muhammad bin abdul Wahab (1115-1206 H / 1703-1787 M). Dalam buku  “kasyfusy Syubhat” yang diterbitkan oleh kaum Wahabi sendiri diterangkan bahwa Muhammad bian Abdul Wahab dilahirkan tahun 1115 H dan wafat tahun 1206. Negeri tempat kelahiran beliau adalah ‘Uyainah didaerah Najd, suatu daerah yang sangat terpencil dipedalaman Arab Saudi, daerah yang tandus dan tidak banyak diperhatikan orang, sebelum timbulnya faham wahabi. Walapun daerah ini secara resmi merupakan daerah jajahan Turki, akan tetapi pemerintah Turki tidak begitu memperhatikan daerah ini, dan tidak mempunyai wakil pemerintahan yang effectif didaerah yang tidak penting ini, sehingga kabilah-kabilah Arab yang mendiami daerah ini tetap sebagai kelompok-kelompok yang bebas dibawah bimbingan kepala-kepala suku (amir-amir) mereka. Apalagi dalam masa ini kebesaran dan kekuasaan kerajaan Turki Usmaniyah memang sudah sangat merosot.
Muhammad Ali Pasha (1769-1849) Mastury, Muh.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biography Muhammad Ali Pasha dilahirkan pada tahun 1769 M bertepatan dengan 1183 H di Qawalah, negeri Macedonia; ia tidak memiliki suatu Pendidikan, bahkan sampai dewasa tetap tidak bisa membaca dan menulis. Muhammad Ali Pasa buka bangsa Arab tetapi bangsa Albania yang menjadi Perwira tantara Sultan Ottoman. Meskipun tidak berpendidikan namun is seorang genius, dan diakui sebagai pendiri Mesir Modern; bahkan hampid dapat dikatakan sebagai pendiri kerajaan Arab Moren termasuk Syiria, Arabia dan Sudan. Menurut Chambers Encyclopaedia; Muhammad Ali pendiri kerajaan Mesir keturunan bangsa Albani, dilahirkan tahun 1769 setahun sesudah Napolion lahir, ia dibesarkan di Qowalah derah Macedonia, ia masuk militer dan memperoleh beberapa pengalaman kemiliteran. Dalam usia 18 tahun ia kawin dengan famili seorang pengusaha tembakau di Qowalah. Dengan adanya mobilisasi Pemerintah Turki untuk menyerang kedudukan Napoleon (1798) di Mesir, ia terpilih sebagai komandan tantara yang berkekuatan 300 orang yang dibawahnya dari Qowalah dan mendarat di Aboukir pada tahun 1729, akhirnya ekspedisi ini berhasil mengusir Perancis dari Mesir tahun 1801. Ia berhasil dengan cepat menghimpun regiments tantara yang berbangsa Albania berkekuatan 3000 sampai 4000 orang.

Filter by Year

1975 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue