cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,288 Documents
Pendeteksi Citra Masker Wajah Menggunakan CNN dan Transfer Learning Naufal, Mohammad Farid; Kusuma, Selvia Ferdiana
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021865201

Abstract

Pada tahun 2021 pandemi Covid-19 masih menjadi masalah di dunia. Protokol kesehatan diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Penggunaan masker wajah adalah salah satu protokol kesehatan yang umum digunakan. Pengecekan secara manual untuk mendeteksi wajah yang tidak menggunakan masker adalah pekerjaan yang lama dan melelahkan. Computer vision merupakan salah satu cabang ilmu komputer yang dapat digunakan untuk klasifikasi citra. Convolutional Neural Network (CNN) merupakan algoritma deep learning yang memiliki performa bagus dalam klasifikasi citra. Transfer learning merupakan metode terkini untuk mempercepat waktu training pada CNN dan untuk mendapatkan performa klasifikasi yang lebih baik. Penelitian ini melakukan klasifikasi citra wajah untuk membedakan orang menggunakan masker atau tidak dengan menggunakan CNN dan Transfer Learning. Arsitektur CNN yang digunakan dalam penelitian ini adalah MobileNetV2, VGG16, DenseNet201, dan Xception. Berdasarkan hasil uji coba menggunakan 5-cross validation, Xception memiliki akurasi terbaik yaitu 0.988 dengan waktu total komputasi training dan testing sebesar 18274 detik. MobileNetV2 memiliki waktu total komputasi tercepat yaitu 4081 detik dengan akurasi sebesar 0.981. AbstractIn 2021 the Covid-19 pandemic is still a problem in the world. Therefore, health protocols are needed to prevent the spread of Covid-19. The use of face masks is one of the commonly used health protocols. However, manually checking to detect faces that are not wearing masks is a long and tiring job. Computer vision is a branch of computer science that can be used for image classification. Convolutional Neural Network (CNN) is a deep learning algorithm that has good performance in image classification. Transfer learning is the latest method to speed up CNN training and get better classification performance. This study performs facial image classification to distinguish people using masks or not by using CNN and Transfer Learning. The CNN architecture used in this research is MobileNetV2, VGG16, DenseNet201, and Xception. Based on the results of trials using 5-cross validation, Xception has the best accuracy of 0.988 with a total computation time of training and testing of 18274 seconds. MobileNetV2 has the fastest total computing time of 4081 seconds with an accuracy of 0.981.
Evaluasi Usability Aplikasi Elektronik-Kesehatan Ibu dan Anak (e-KIA) Bachtiar, Fitra Abdurrachman; Rokhmawati, Retno Indah; Pradana, Fajar; Habibie, Intan Yusuf
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021824426

Abstract

Teknologi informasi sudah berkembang disemua bidang dan tidak terkecuali sudah diterapkan ke bidang kesehatan. Salah satu langkah awal penerapan teknologi informasi pada bidang kesehatan adalah dengan membangun aplikasi untuk memonitor kesehatan ibu dan anak yang disebut dengan e-KIA. Aplikasi e-KIA yang sudah dibangun saat ini masih belum diketahui tingkat usabilitas dari penggunaan aplikasi tersebut. Pengujian usability ini penting untuk dilakukan sebelum aplikasi tersebut digunakan oleh masyarakat secara luas dan dapat digunakan sebagai early warning untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang terjadi. Untuk mengatasi hal tersebut pengujian usability dilakukan pada aplikasi e-KIA. Pengujian usability dimulai dengan melakukan studi litearatur terkait. Kemudian dilakukan pemilihan evaluator sekaligus melakukan briefing proses evaluasi. Tahap selanjutnya adalah merancang instrumen untuk evaluasi dan merancang skenario evaluasi. Evaluasi usability yang dilakukan difokuskan pada 3 hal yaitu Severity Ranking (SR), Ease of Fixing Ranking (EFR), dan Kategori Masalah. Masalah yang ditemukan kemudian dikategorikan berdasarkan 10 prinsip heuristik Nielsen dan disederhanakan menjadi kategori Selection Driven Command (perbaikan interaksi), Content Organization (kelengkapan konten informasi), dan Visual Representation (pemilihan komponen desain yang tepat). Dari hasil evaluasi tersebut didapatkan temuan masalah Selection Driven Command (perbaikan interaksi) sejumlah 18 temuan, Content Organization (kelengkapan konten informasi) sejumlah 10 temuan, dan Visual Representation (pemilihan komponen desain yang tepat) sejumlah 7 temuan. AbstractInformation technology has emerged in all aspect including in the healthcare field. e-KIA is an application to monitor mother and child healthcare as initial steps in implementing information technology in the healthcare field. As a newly developed application, the usability level of e-KIA is not known yet. Usability testing is important steps to be taken before the application will be used by stakeholders. Usability testing could be used to identify problems that may occur in the early stage and could be used as early warning to application aspects need to be fixed. e-KIA Usability Testing is conducted to overcome the specified problems. Usability testing started by taking the literature review followed by evaluator selection and evaluation briefing. The next step is designing an evaluation instrument and evaluation scenario. The conducted usability testing is focus on Severity Ranking (SR), Ease of Fixing Ranking (EFR), and Problem Category. The identified problems are then categorized into Nielsen’s 10 Heuristic Principal. The identified problems are simplified to three categories of Selection Driven Command, Content Organization, and Visual Representation. The experiment has found 18 problems in Selection Driven category, 10 problem in Content Organization, and 7 problems in Visual Representation category. 
Perancangan Spesifikasi Keamanan untuk Pengembangan Aplikasi Secure Chat Berdasarkan Common Criteria For It Security Evaluation Amiruddin, Amiruddin; Rohmani, Muhammad Faqih
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021863637

Abstract

Spesifikasi keamanan sangat penting bagi pengembangan aplikasi chatting karena dapat menentukan tingkat keamanan aplikasi yang tentunya akan berdampak pada kepercayaan pengguna. Namun, pengembangan fitur keamanan pada aplikasi yang beredar belum semua didasarkan pada suatu spesifikasi kebutuhan keamanan yang jelas. Misanya, aplikasi Mxit dan QQ Mobile tidak memenuhi satu pun dari tujuh kategori keamanan untuk secure chat yang dikeluarkan oleh Electronic Frontiers Foundtaion (EFF). Bahkan, Yahoo! Messenger belum menerapkan disain keamanan yang baik, misalnya kita tidak dapat memverifikasi identitas kontak kita. Selain itu, Yahoo! Messenger tidak menerapkan perfect forward secrecy. Artinya, fitur keamanan pada beberapa aplikasi chat dikembangkan tidak berdasarkan pada rancangan spesifikasi keamanan. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan spesifikasi keamanan untuk pengembangan aplikasi secure chat dengan mengacu pada Common Criteria for IT Security Evaluation Version 3.1:2017.  Pada hasil rancangan tersebut, telah ditentukan 28 famili dari 7 kelas Secure Functional Requirement (SFR) yang harus dipenuhi dalam pengembangan aplikasi secure chat. Hasil rancangan telah divalidasi dengan metode expert judgment.AbstractSecurity specifications are very important for chat application development because they can determine the level of its security which, of course, will have an impact on user trust. However, the development of outstanding application security features is not all based on a clear security requirement specification. For example, the Mxit and QQ Mobile applications do not meet any of the seven security categories for secure chat issued by the Electronic Frontier Foundation (EFF). In fact, Yahoo! Messenger has not implemented a good security design, for example, we cannot verify the identity of our contacts and do not apply perfect forward secrecy. This means that security features in some chat applications are developed not based on security specification designs. In this study, the design of security specifications for secure chat application development was carried out by referring to the Common Criteria for IT Security Evaluation Version 3.1: 2017. In the design results, 28 families of 7 classes of Secure Functional Requirements (SFR) have been determined that must be met in the development of secure chat applications. The design result has been validated using expert judgment method.
Pengujian Usability Google Classroom Berdasarkan Model Use-Questionnaire Arifin, Suci Ramadhani; Merdekawati, Etha Gustin
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021863697

Abstract

Pembelajaran online adalah solusi ketika lembaga pendidikan ditutup karena wabah COVID-19. Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) merupakan alat untuk memfasilitasi pembelajaran online. Google Classroom dianggap sebagai salah satu LMS yang paling cepat diimplementasikan di pendidikan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat usability Google Classroom sebagai salah satu alat yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran online di STMIK Dipanegara Makassar. Tingkat usability akan menentukan apakah penggunaan layanan Google Classroom telah efektif, efisien, dan memberikan kepuasan terhadap mahasiswa. Tingkat usability Google Classroom diukur menggunakan USE-Questionnaire. Berdasarkan hasil pengukuran usability terhadap Google Classroom diperoleh nilai rata-rata untuk keseluruhan variabel Usefulness (Daya Guna), Ease of Use (Kemudahan Penggunaan), Ease of Learning (Kemudahan Belajar), dan Satisfaction (Kepuasan Pengguna) adalah 459,1 atau sebesar 76%. Maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa setuju tingkat usability Google Classroom dirasakan sudah baik dan penggunaan layanan Google Classroom telah efektif, efisien, dan memberikan kepuasan terhadap mahasiswa dengan tingkat presentase sebesar 76%. AbstractOnline learning is a solution when educational institutions are closed because of the COVID-19 outbreak. Learning Management System (LMS) is a tool to facilitate online learning. Google Classroom is considered as one of the fastest implementing LMSs in higher education. The purpose of this research is to measure the usability level of Google Classroom as one of the tools used to facilitate online learning at STMIK Dipanegara Makassar. The level of usability will determine whether the use of Google Classroom services has been effective, efficient, and gives satisfaction to students. Google Classroom usability level is measured using USE-Questionnaire. Based on the results of usability measurements on Google Classroom, the average value for all variables of Usefulness, Ease of Use, Ease of Learning, and Satisfaction is 459.1 or 76 %. So it can be concluded that students agree that the usability level of Google Classroom is good and the use of Google Classroom services has been effective, efficient, and provides satisfaction to students with a percentage level of 76%.
Metode COPRAS untuk Menentukan Kain Terbaik dalam Pembuatan Pakaian pada Butik Batik Hatta Semarang Cholil, Saifur Rohman; Setyawan, Mohamad Adi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021863584

Abstract

Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. Hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki batik khas dengan filosofi dan makna yang berbeda-beda. Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki batik khas dan banyak terdapat UKM perajin batik. Butik Batik Hatta adalah salah satu UKM binaan Bank Jateng yang bergelut pada bidang manufaktur batik. Pemilihan kain terbaik menjadi masalah utama dalam pembuatan pakaian, hal ini terjadi karena banyaknya bahan yang dimiliki dan model pakaian yang akan dibuat. Proses pengambilan keputusan dapat diminimalisir agar tidak terjadi kesalahan, maka dibutuhkan pengamatan yang akurat dan beberapa pertimbangan dari pengambil keputusan dari segi tekstur, kualitas warna, kualitas bahan, dan lainnya dalam menentukan kain terbaik untuk pembuatan pakaian dalam waktu yang cepat secara kuantitatif. Pada saat ini Butik Batik Hatta masih menggunakan sistem manual dalam menentukan keputusan pemilihan kain terbaik untuk pembuatan pakaian, hal ini dianggap kurang efisien dan rentan terjadinya kekeliruan, sehingga dibutuhkan sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Metode yang digunakan adalah metode COPRAS (Complex Proportional Assessment), hasil yang akan diperoleh berupa rekomendasi yang kompleks dan akurat dalam menentukan bahan terbaik untuk pembuatan pakaian pada Butik Batik Hatta. Alternatif kain yang terpilih adalah kain katun dengan hasil akhir 100%. Hasil uji koefisien Spearman Rank diperoleh nilai sebesar 0.866% artinya metode ini layak untuk digunakan. AbstractBatik is a cultural heritage of Indonesia that has been recognized by UNESCO. Almost all regions in Indonesia have typical batik with different philosophies and meanings. Semarang is a city that has a unique batik and there are many UKM batik crafters, Butik Batik Hatta is one of the UKM fostered by the Bank of Central Java which deals with batik manufacturing. The selection of the best fabric is the main problem in making clothes, this happens because of the many materials that are owned and the model of clothing to be made. The decision making process can be minimized so that errors do not occur, it requires accurate observations and several considerations from decision makers in terms of texture, color quality, quality of materials, and others in determining the best fabric for making clothing in a fast time quantitatively. Butik Batik Hatta is still using a manual system in determining the decision to choose the best fabric for making clothes, this is considered to be less efficient and prone to mistakes, so a decision support system (DSS) is needed. The method used by researchers is the COPRAS (Complex Proportional Assessment) method, the results that will be obtained in the form of complex and accurate recommendations in determining the best fabric for making clothes at the Butik Batik Hatta. The alternative fabric chosen is cotton fabric with a final result of 99.75%. Spearman Rank coefficient test results obtained a value of 0.866% means that this method is feasible to use.
Analisis Kesiapan Penerapan Process Mining pada Sistem Manajemen Pembelajaran Universitas Telkom Kurniati, Angelina Prima; Wisudiawan, Gede Agung Ary
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021863875

Abstract

Sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System/ LMS) berbasis komputer telah banyak digunakan untuk mengelola pembelajaran dalam institusi pendidikan, termasuk universitas. LMS merekam dan mengelola akses pengguna secara otomatis dalam bentuk event log. Data dalam event log tersebut dapat dianalisis untuk mengenali pola penggunaan LMS sebagai pertimbangan pengembangan LMS. Salah satu metode yang dapat diadopsi adalah process mining, yaitu menganalisis data event log berbasis proses. Analisis data berbasis proses ini bertujuan untuk memodelkan proses yang terjadi dan terekam dalam LMS, mengecek kesesuaian pelaksanaan proses dengan prosedur, dan mengusulkan pengembangan proses di masa mendatang. Makalah ini mengeksplorasi kesiapan data penggunaan LMS di Universitas Telkom sebagai subjek penelitian untuk dianalisis dengan pendekatan process mining. Sepanjang pengetahuan kami, belum ada penelitian sebelumnya yang melakukan analisis data berbasis proses pada LMS ini. Kontribusi penelitian ini adalah eksplorasi peluang untuk menganalisis proses pembelajaran dan pengembangan metode pembelajaran berbasis LMS. Analisis kesiapan LMS dilakukan berdasarkan daftar pengecekan komponen yang dibutuhkan dalam process mining. Makalah ini mengikuti tahap-tahap utama dalam Process Mining Process Methodology (PM2). Studi kasus yang dieksplorasi adalah proses pembelajaran pada satu mata kuliah dalam satu semester berdasarkan event log yang diekstrak dari LMS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis data dalam LMS ini dapat digunakan untuk menganalisis performansi pembelajaran di Universitas Telkom dari kelompok pengguna yang berbeda-beda dan dapat dikembangkan untuk menganalisis data pada studi kasus yang lebih besar. Studi kelayakan ini diakhiri dengan diskusi tentang kelayakan LMS untuk dianalisis dengan process mining, evaluasi oleh tim ahli LMS, dan usulan pengembangan LMS di masa mendatang.  AbstractComputer-based Learning Management Systems (LMS) are commonly used in educational institutions, including universities. An LMS records and manages user access logs in an event log. Data in an event log can be analysed to understand patterns in the LMS usage to support recommendations for improvements. One promising method is process mining, which is a process-based data analytics working on event logs. Process mining aims to discover process models as recorded in the LMS, conformance checking of process execution to the defined procedure, and suggest improvements. This paper explores the feasibility of Telkom University LMS usage data to be analysed using process mining. To the best of our knowledge, there was no previous research doing process-based data analytics on this LMS. This paper contributes to explore opportunities to analyse learning processes and enhance LMS-based learning methods. The feasibility study is based on a data component checklist for process mining. This paper is written following the main stages on the Process Mining Project Methodology (PM2). We explore a case study of the learning process of a course in a semester, based on an event log extracted from the LMS. The results show that data analytics on this LMS can be used to analyse learning process performance in Telkom University, based on different user roles. This feasibility study is concluded with a discussion on the feasibility of the LMS to be analysed using process mining, an evaluation by the representative of the LMS expert team, and a recommendation for improvements.
Implementasi Color Quantization pada Kompresi Citra Digital dengan Menggunakan Model Clustering Berdasarkan Nilai Max Variance pada Ruang Warna RGB Tommy, Tommy; Siregar, Rosyidah; Elhanafi, Andi Marwan; Lubis, Imran
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021863490

Abstract

Kompresi citra dapat dilakukan dengan menggunakan color quantization di mana dengan mengurangi jumlah warna yang terdapat pada citra maka akan dapat mengurangi jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan warna – warna tersebut. Semakin rendah jumlah warna yang dikurangi dalam rangka mencapai rasio kompresi yang optimal berdampak pada terdegradasinya kualitas dari citra. Secara umum color quantization menggunakan model clustering dalam proses pembentukan color palette yang akan digunakan sebagai referensi pada saat kuantisasi. Penelitian ini menggunakan model clustering berdasarkan nilai max variance pada channel RGB secara terpisah. Proses clustering dilakukan dengan membelah populasi cluster sebelumnya menggunakan nilai mean dari channel RGB yang memiliki nilai variance tertinggi. Color palette kemudian dibentuk menggunakan centroid hasil dari proses clustering. Percobaan pada beberapa citra uji dengan format 32bpp yang kemudian dikompresi menggunakan kuantisasi warna pada format 8bpp dan 4bpp memberikan kualitas dan rasio kompresi yang cukup baik yang diukur menggunakan ukuran MSE, PSNR dan CR di mana nilai MSE yang diperoleh berkisar 3.87 sampai 6.3 pada kuantisasi 8bpp dan 13.39 sampai 19.62 pada kuantisasi 4bpp. Sedangkan rasio kompresi yang diperoleh adalah sebesar 1.44 sampai 2.09 pada kuantisasi 8bpp dan 2.87 sampai 4.23 pada kuantisasi 4bpp. AbstractImage compression can be done by using color quantization where by reducing the number of colors contained in the image it can reduce the number of bits used to represent the colors. The lower the number of colors reduced in order to achieve the optimal compression ratio has an impact on the quality of the image. In general, color quantization uses clustering models in the process of constructing color palette that will be used as a reference during quantization. This study uses a clustering model based on the max variance value on the RGB channel separately. The clustering process is done by dividing the previous cluster population using the mean value of the RGB channel which has the highest variance value. The color palette is then formed using centroids resulting from the clustering process. Experiments on some test images in 32bpp format which are then compressed using color quantization in 8bpp and 4bpp formats provide a fairly good quality and compression ratio with MSE, PSNR and CR assessment where the MSE values obtained ranged from 3.87 to 6.3 at 8bpp quantization and 13.39 to 19.62 at 4bpp quantization. While the compression ratio obtained is 1.44 to 2.09 at 8bpp quantization and 2.87 to 4.23 at 4bpp quantization
Pengembangan Aplikasi Pemantauan Jaringan Berbasis Web pada Software-Defined Networking dengan Protokol SFLOW Ilham, Muhammad; Rosyid, Nur Rohman
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021863367

Abstract

Software-defined networking (SDN) merupakan salah satu arsitektur jaringan yang dapat diprogram untuk memudahkan manajemen jaringan menggunakan aplikasi pengontrol.. SDN controller seperti ONOS hanya berfungsi untuk manajemen flow table dan tidak memiliki fitur pemantauan traffic jaringan yang cukup untuk mendukung proses manajemen jaringan. Oleh karena itu, untuk melakukan pemantauan traffic SDN maka diperlukan protokol lain seperti sFlow. Pada penelitian ini dikembangkan aplikasi sistem pemantauan traffic SDN berbasis web dengan menggunakan ONOS sebagai SDN controller, sFlow-RT sebagai sFlow collector, dan Node.js sebagai web server. Hasil pengembangan aplikasi menghasilkan tiga buah fitur utama yaitu topologi, grafik traffic, dan laporan. Visualisasi topologi dibuat berdasarkan data topologi dari API ONOS dan ditampilkan menggunakan pustaka vis.js. Kemudian untuk grafik throughput dibuat berdasarkan data traffic dari API sFlow-RT dan ditampilkan menggunakan pustaka dygraph. Data topologi dan traffic yang tertampil pada aplikasi diperbarui setiap 10 detik. Pengujian aplikasi dilakukan dengan black-box testing menunjukkan bahwa semua fungsi pada aplikasi berhasil dilakukan. Hasil survei menunjukkan bahwa aplikasi memiliki tampilan informatif dan ramah pengguna, serta dapat memudahkan pemantauan traffic SDN. AbstractSoftware-defined networking (SDN) is one of the network architectures which programmable to ease network management using the controller application. SDN controllers such as ONOS only function for flow table management and do not have enough network traffic monitoring features to support network management processes. Therefore, to monitor SDN traffic other protocols such as sFlow are needed. In this research, the web-based SDN traffic monitoring system application was developed by using ONOS as SDN controller, sFlow-RT as sFlow collector, and Node.js as a web server. The results of application development produce three main features namely topology, traffic graphs, and reports. The topology visualization is based on topology data from the ONOS API and is displayed using the vis.js library. Then the throughput graph is made based on data traffic from the sFlow-RT API and displayed using the dygraph library. Topology and traffic data displayed on the application are updated every 10 seconds. Application testing is done with black-box testing showing that all functions and features of the application can function properly. The survey conducted shows that the application has an informative and user-friendly display, and can facilitate monitoring of SDN traffic. 
Sistem Monitoring Frekuensi Denyut Nadi pada Pelari Menggunakan Metode Photoplethysmographic Setiarini, Asih; Laksana, Mahatma Widya; Winarno, Basuki
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021863729

Abstract

Lari merupakan olahraga yang efektif untuk membakar kalori. Namun, olahraga ini mempunyai dampak negatif bagi pelari yang mampu memicu serangan jantung sehingga dibutuhkan alat kesehatan untuk mendeteksi frekuensi denyut nadi saat berlari. Tujuan penelitian ini merancang sistem monitoring frekuensi denyut nadi secara real time pada pelari dengan menggunakan easily plugin pulse sensor berbasis photoplethysmographic. Sensor tersebut terdiri atas transmitter dan receiver infrared yang dipasang pada ujung jari tengah yang mana melalui jaringan kulit mampu mendeteksi volume darah. Fitur buzzer digunakan sebagai alarm jika denyut jantung mencapai 170 Beat Per Minute (BPM). Alat ini juga dilengkapi dengan aplikasi Android yang memudahkan pihak lain memonitoring keadaan denyut nadi pelari. Bluetooth HC-05 sebagai modul komunikasi data antara Arduino dan Android. Alat yang dirancang memiliki error maksimum sebesar 0,73% berdasarkan data percobaan dari 5 partisipan. Berdasarkan hasil pengujian, sistem monitoring frekuensi denyut nadi secara real time mampu mendeteksi serangan jantung saat berlari dan adanya fitur data logger digunakan untuk rekap medis keadaan frekuensi denyut jantung saat berlari tanpa menggunakan aplikasi smartphone Android. AbstractRunning is the most popular workout around the world, because the most accessible, the cheapest and organized sport. However, running is dangerous in people suffering from heart disease. Hence, the medical device to detect heart failure for runners is required. In this paper, a monitoring system and data logger for detecting heart pulse by using easily plugin pulse sensor heart beat and its implementation for runners is newly proposed. The proposed method of sensor to detect the heart beat by using Photoplesthymograph principle. The sensor consists of transmitter and receiver infrared through to skin tissue to detect the blood volume. Different to previous work, the proposed device can be real time to monitor runners while running and have alarm when their heart beat reach 170 BPM. This device is also equipped with an Android application that facilitate other parties to monitor the runner’s heart beat. By using OMRON HEM-7203 as comparison devices, the rate error of measurement result is 0,086% within 5 participans. The proposed device is suitable for heart pulse monitoring system for runners in real time to reduce the heart attack while running.
Pengembangan Business Intelligence Dashboard untuk Monitoring Aktivitas Pariwisata (Studi Kasus: Dinas Pariwisata Provinsi Bali) Saragih, Evan Himawan; Bayupati, I Putu Agung; Putri, Gusti Agung Ayu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021863755

Abstract

Bali merupakan satu dari beberapa destinasi wisata yang mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara di Indonesia. Pada tahun 2017, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali adalah sebesar 5,6 juta orang dan didominasi oleh wisatawan dari negara Cina. Jumlah kunjungan pada seluruh objek wisata yang ada di Bali tahun 2017 mencapai 17,8 juta kunjungan. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah daerah membutuhkan strategi dan keputusan dalam pembangunan sarana dan prasarana yang dapat mendukung pengembangan dan kemajuan pariwisata di Bali. Pemanfaatan teknologi business intelligence dalam menganalisa data dalam jumlah yang besar akan membantu. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi memakai pendekatan BI dalam menganalisis data pariwisata Bali dan manajemen data dengan menggantikan pemakaian kertas menjadi media komputer sehingga data tidak hilang begitu saja, namun digunakan sebagai acuan saat menentukan keputusan. Dalam pengembangan sistem digunakan beberapa metode diantaranya framework Codeigniter dengan arsitektur web MVC (Model, View, Controller), OLAP (On-line Analytical Processing) untuk menampilkan visualisasi data, dan double exponential smoothing menampilkan hasil peramalan data pada periode berikutnya. Nilai error dari metode peramalan tersebut dapat dihitung menggunakan algoritma Mean Absolute Percentage Error. Agar dapat mengetahui tingkat pemanfaatan terhadap pengembangan sistem ini, maka digunakan metode black box testing, usability testing, dan user acceptance test untuk mengetahui kualitas dan fungsionalitas sistem dari segi input, output, dan penilaian oleh pengguna sistem. Penelitian ini memperlihatkan bahwa pemakaian teknologi BI tidak hanya mendukung pada perusahaan namun juga mendukung pada bidang pariwisata, pemerintahan dan layanan. Sistem yang dikembangkan dapat membantu proses pemantauan pariwisata dan pendukung dalam pengambilan keputusan. AbstractBali is one of several tourist destinations that bring domestic and foreign tourists to Indonesia. In 2017, there were 5.6 million foreign tourists visiting Bali and dominated by tourists from China. The number of visits to all tourist objects in Bali in 2017 reached 17.8 million visits. Based on this, local governments need strategies and decisions in the development of facilities and infrastructure that can support the development and progress of tourism in Bali. The use of business intelligence technology in analyzing large amounts of data will help. This study develops an information system using the BI approach in analyzing Bali tourism data and data management by replacing paper use as computer media so that data does not just disappear, but is used as a reference when making decisions. In system development, several methods are used including the Codeigniter framework with the MVC web architecture (Model, View, Controller), OLAP (On-line Analytical Processing) to display data visualization, and double exponential smoothing to display the results of forecasting data in the next period. The error value of this forecasting method can be calculated using the Mean Absolute Percentage Error algorithm. In order to determine the level of utilization of this system development, black box testing, usability testing and user acceptance tests are used to determine the quality and functionality of the system in terms of input, output, and assessment by system users. This study shows that the use of BI technology is not only supportive of companies but also supports tourism, government and services. The system developed can assist the tourism monitoring process and support decision making.

Page 65 of 129 | Total Record : 1288


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue