cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 10 Documents clear
Perlakuan Bahan Baku Minyak Kelapa (Coconut Oil) dengan Variasi Konsentrasi Infused Oil Teh Putih (Camellia Sinensis) pada Pembuatan Sabun Cair Uswah, Umaya Nur; Widyasanti, Asri; Rosalinda, s
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.107 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.7

Abstract

Sabun cair merupakan jenis sabun mandi yang banyak digunakan oleh masyarakat karena kemasannya praktis dan higienis. Minyak kelapa mengandung asam laurat cukup tinggi dan mampu memberikan sifat pembusaan yang baik pada sabun. Bahan aktif tambahan yang digunakan adalah teh putih karena kandungan polifenolnya memiliki sifat antibakteri yang baik untuk kulit. Penambahan teh putih dilakukan dengan pembuatan infused oil menggunakan metode heat infusions dengan minyak kelapa sebagai pelarutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan infused oil teh putih terhadap mutu sabun yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi-regresi. Perlakuan pada penelitian ini adalah pembuatan infused oil dengan variasi penambahan teh putih dalam minyak kelapa sebesar A=400:0 (b/b); B=400:12,5 (b/b); C=400:16,67 (b/b); D=400:25 (b/b); E=400:50 (b/b). Parameter yang diamati adalah bobot jenis, nilai pH, angka lempeng total, organoleptik dan aktivitas antibakteri dari sabun cair. Formulasi sabun cair perlakuan D merupakan produk terbaik berdasarkan uji organoleptik dengan persentase sebesar 47%. Aktivitas antibakteri pada sabun cair perlakuan E menunjukkan diameter zona hambat bakteri yang kuat sebesar 11,72 mm, bobot jenis 1,0215, nilai pH 9,35 dan angka lempeng total 4,75x104 koloni/g. Hasil analisis menunjukkan semua perlakuan sabun cair telah memenuhi persyaratan SNI 06-4085-1996.
Desain Alat Pemacu Pertumbuhan dan Produktivitas Sayuran Berbasis Sonic Bloom dan Cahaya Monokromatik Joko Prasetyo; Danar Wicaksono
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.398 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.1

Abstract

Various varieties of plants thrive in Indonesia, one of which is vegetable commodities. One of the methods of vegetable planting used by farmers is to use a screen house or green house to reduce the occurrence of pests and diseases caused by high rainfall and humidity. One solution to this problem is to increase the level of agricultural productivity in Indonesia, but many problems are now being faced by farmers, namely agricultural land is decreasing, the number of pests, the decline in crop yields. The technology used is electroculture where plants will be stimulated or given a stimulus using monochrome light and high frequency audio. High frequency sounds trigger cells in plants to accelerate metabolic circulation and monochrome light is used to replace sunlight at night so that the period of photosynthesis becomes longer. Based on the results of the study, it was found that the plants tested could grow and bear fruit faster than normal conditions. In this study using pakcoy plants. The increase that occurred in pakcoy plants with this technology was 40.08%, so using this tool could increase crop yields.
Pengaruh EC (Electro Conductivity) dari Limbah Cair (Slurry) dan Warna Pipa Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada Romain (Lettuce Romain) Pada Sistem Hidroponik DFT (Deep Flow Technique) Ahmad, Ary Mustofa; Lutfi, Musthofa; Herwati, Faizah Churotus
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.198 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.4

Abstract

Budidaya tanaman menggunakan metode hidroponik menjadi salah satu alternatif bercocok tanam, khususnya pada masyarakat di perkotaan. Hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman hidroponik adalah  penggunaan nutrisi  yang  berkaitan dengan  besar EC (Electro  Conductivity)  dan  pH.  Kadar  nutrisi yang  diberikan  pada  tanaman  akan  mempengaruhi  ukuran tanaman, dan kualitas EC akan mempengaruhi kualitas tanaman yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai EC POC (Pupuk Organik Cair) sapi terhadap  pola pertumbuhan tanaman romain (Lettuce Romain) pada sistem hidroponik DFT. Mengetahui nilai evapotranspirasi pada setiap jenis paralon terhadap pertumbuhan tanaman romain pada sistem hidroponik DFT. Limbah cair digester kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk berbagai tanaman sayuran. Kelebihan (POC) sapi adalah jumlahnya sangat banyak, ramah lingkungan, dan murah. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 adalah nilai EC slurry dengan nilai EC (800-807.4)  µs/cm (P1), (950-954.9) µs/cm (P2), (1100-1106.2) µs/cm (P3), dan (1250-1255.6) µs/cm (P4). Faktor 2 adalah jenis warna pipa abu-abu (A1) dan pipa putih (A2). Nilai evapotranspirasi pada EC (800-807.4) μs/cm, EC (950-954.9) μs/cm, EC (1100-1106.2) μs/cm dan EC (1250-1255.6) μs/cm. Berdasarkan analisa ANOVA nilai EC slurry dan warna pipa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman selada romain. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai EC optimal pada pertumbuhan selada romain adalah sebesar (800-807.4) µs/cm, selain itu diketahui bahwa pada awal tanam nilai kehilangan air (evapotranspirasi) pada pipa putih bernilai lebih besar dibandingkan dengan pipa abu-abu, sebaliknya saat mendekati masa panen nilai evapotranspirasi pipa abu-abu lebih besar dibandingkan pipa putih.
Pengaruh Suhu dan Ketebalan Irisan Bakso Udang Terhadap Sifat Kimia Keripik Bakso Udang Menggunakan Mesin Vacuum Frying Anang Lastriyanto; Dewi Maya Maharani; Yusuf Hendrawan; Rochima Nisaa’IL-Firdaus
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.512 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.8

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas utama dalam industri perikanan budidaya karena memiliki nilai ekonomis tinggi (high economic value) serta permintaan pasar tinggi (high demand product). Tahun 2013, capaian produksi udang nasional diproyeksikan sebesar 608.000 ton. Untuk menangani produksi udang nasional sebesar itu, perlu dilakukan pengolahan hasil perikanan, salah satunya pengolahan udang menjadi bakso udang. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan ketebalan irisan bakso udang serta perlakuan yang optimal terhadap mutu keripik bakso udang dengan menggunakan mesin Vacuum Frying. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah dengan rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial. Faktor pertama yaitu suhu penggorengan, dengan menggunakan suhu 70, 80, dan 90. Faktor yang kedua yaitu ketebalan irisan bakso udang yang terdiri dari 3 level, yaitu dengan menggunakan ketebalan irisan 4, 5, dan 6 mm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian, analisis menggunakan metode Multiple Attribute, perlakuan terbaik keripik bakso udang secara keseluruhan yaitu dengan suhu 80 ketebalan irisan 5 mm dengan hasil kadar air 2.37%, kadar protein 7.60%, kadar lemak 32.33%, serta kadar karbohidrat 53.10%. Sedangkan berdasarkan hasil uji organoleptik perlakuan optimal yang terbaik adalah suhu 90 ketebalan irisan 5 mm dengan hasil uji organoleptik sebesar 5.71, kadar air 1.96%, kadar protein 8.17%, kadar lemak 33.7%, kadar karbohidrat 52.9%.
Karakteristik Fisik dan Protein Fillet Daging Ikan Lele Beku (Clarias batrachus) Hasil Penggorengan Vakum Anang Lastriyanto; Bambang Dwi Argo; Rosyida Ayu Pratiwi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.533 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.9

Abstract

Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan 3 kali pengulangan. Faktor yang digunakan adalah suhu dengan 3 taraf, yaitu 80oC, 90oC, dan 100oC. Variasi yang digunakan adalah penyimpanan awal pada bahan ikan lele yaitu dengan cara pembekuan. Kapasitas penggorengan yang digunakan untuk setiap perlakuan adalah 1 kg pada tekanan -70 cmHg. Analisa produk yang dihasilkan meliputi kadar air, kadar protein, rendemen, dan uji tekstur. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein keripik ikan lele paling tinggi pada suhu 90oC selama 70 menit sebesar 44,70% dan terendah pada keripik ikan lele kontrol yang penggorengannya secara konvensional yaitu sebesar 38,91%, semakin tingi suhu maka proses denaturasi protein akan semakin cepat. Kadar air keripik tertinggi pada keripik pengorengan konvensional dan terendah pada suhu 100oC, semakin tinggi suhu pada proses penggorengan maka penguapan akan berlangsung semakin cepat. Berdasarkan nilai L* keripik dengan warna atau tingkat kecerahan terbaik yaitu pada keripik ikan lele kontrol yang penggorengannya dilakukan secara konvensional. Tekstur tertinggi pada suhu 100oC sebesar 15,825 gf dan terendah pada keripik ikan lele kontrol sebesar 38,12 gf. Semakin besar suhu yang digunakan, maka tingkat kerenyahan atau tekstur dari keripik semakin bagus.
Pengaruh Induksi Medan Magnet Extremely Low Frequency (ELF) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L) Gunomo Djoyowasito; Ary Mustofa Ahmad; Musthofa Lutfi; Alifah Maulidiyah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.981 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.2

Abstract

Pengembangan budidaya sawi mempunyai prospek baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, gizi masyarakat, dan perluasan kesempatan kerja. Seiring dengan perkembangan zaman, pemanfaatan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) diberbagai bidang meningkat, salah satunya di bidang pertanian hortikultura (sayuran dan buah-buahan). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa medan magnet mempengaruhi berbagai aspek pertumbuhan hingga berdampak pada peningkatan hasil panen. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian untuk mengetahui pengaruh medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) terhadap laju pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 4 kali pengulangan dan 2 faktorial, faktor pertama yaitu variasi besar pemaparan medan elektromagnetik sebesar 300 µT (M1) dan 600 µT (M2), dan faktor kedua yaitu lama pemaparan medan elektromagnetik dengan waktu pemaparan 30 menit (T1), 60 menit (T2), dan 90 menit (T3), serta satu perlakuan kontrol tanpa pemaparan medan elektromagnetik. Pengaruh medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) pada variasi waktu T2 atau waktu 60 menit sebesar 300 µT dan 600 µT merupakan waktu pemaparan yang paling baik terhadap pertumbuhan tanaman sawi, yaitu berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman. Nilai efektivitas terbesar adalah pada perlakuan selama 60 menit, yaitu sebesar 0,865 g/Wh, dan hasil uji  C/N ratio pada variasi waktu 60 menit sebesar 9,5.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Jambu Kristal Sebagai Upaya Perluasan Lahan di Kabupaten Sumedang Irdan Herdiat; Sophia Dwiratna Np; Dwi Rustan Kendarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.018 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.5

Abstract

Jambu kristal merupakan varietas baru jambu biji dimana memiliki daging buah yang tebal dan biji yang sedikit sehingga banyak digemari oleh masyrakat terbukti dengan permintaan yang bertambah setiap tahunnya. Besarnya permintaan jambu kristal di Kabupaten Sumedang tidak sebanding dengan tersedianya stok jambu kristal. Maka proses perluasan lahan perlu dilakukan untuk memenuhi permintaan dan pengembangan jambu kristal di Kabupaten Sumedang. Penelitian ini bertujuan menemukan wilayah potensial budidaya jambu kristal. Proses kesesuaian lahan dilakukan dengan cara melakukan overlay pada aspek tanah, aspek iklim dan aspek topografi yang dianalisis menggunakan metode pembandingan (matching). Data iklim dilakukan pengolahan data hilang dengan menggunakan persamaan Braak agar teruji validitasnya. Hasil didapatkan bahwa kelas S2 menjadi kelas yang sangat dominan disebabkan karena faktor pembatas iklim terutama curah hujan. Sekitar 48.4% aspek iklim adalah kelas S2 sedangkan sekitar 84.26% aspek tanah adalah kelas S1 begitu juga dengan aspek ketinggian sekitar  47.98% adalah kelas S1. Potensi pengembangan jambu kristal di Kabupaten Sumedang seluas 77.910,22 ha atau 49.98% dari total luas wilayah Sumedang. Kecamatan Jatigede menjadi kecamatan yang memiliki wilayah potensial terbesar yaitu dengan luas mencapai 6.410,25 ha.
Studi Karakteristik Sifat Mekanik Bioplastik Berbahan Pati - Selulosa Kulit Siwalan (Borassus flabellifer) Sutan, Sandra Malin; Maharani, Dewi Maya; Febriari, Fitria
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.4 KB)

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan yang masih terus menjadi fokus dunia karena memiliki dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan. Hal ini berkaitan dengan penggunaan plastik konvensional yang merupakan polimer sintetis tidak dapat diuraikan secara alami oleh mikroba di dalam tanah. Berbagai upaya telah dilakukan salah satunya menggunakan dan mensosialisasikan penggunaan plastik yang bersifat biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk mencari formulasi proporsi pati kulit singkong-serat sabut siwalan dengan sifat mekanik dan ketahanan air terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima variasi perlakuan perbandingan massa pati-serat yaitu 10:0, 9:1, 8:2, 7:3, dan 6:4. Data hasil pengamatan dianalisa dengan menggunakan analisis variansi (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kuat tarik tertinggi diperoleh pada perlakuan 10% yaitu sebesar 2.094 MPa. Nilai elongasi tertinggi diperoleh pada perlakuan 0% yaitu sebesar 30.556%. Nilai modulus elastisitas tertinggi diperoleh pada perlakuan 40% yaitu sebesar 10.20049 MPa. Sedangkan nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada perlakuan 30% yaitu sebesar 0.73 kgf/cm2. Ketahanan air bioplastik semakin baik seiring dengan penambahan serat sabut siwalan yang semakin banyak dengan nilai daya serap air terkecil yaitu 23.589% yang diperoleh pada perlakuan 30%. Selanjutnya analisis FTIR menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan dapat terdegradasi dan proses blending yang terjadi pada proses pembuatan bioplastik terjadi secara fisika.
Studi Proses Termal dalam Pengolahan Nira Siwalan Menjadi Minuman Sinom Legen di PT.Petrokimia Gresik Jawa Timur La Choviya Hawa; M. Yusuf Makhfudhi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.309 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.3

Abstract

Tanaman siwalan (Borassus flabellifer Linn.) merupakan jenis tanaman palem yaang memiliki sifat multiguna. Pada proses fermentasi nira kandungan gula akan menurun dengan cepat, sementara kandungan asam cenderung meningkat. Perubahan ini ditandai dengan penurunan pH dan kadar gula. Sebagian besar pengolahan nira siwalan masih menggunakan pengolahan konvensional. Salah satu metode terbaru dalam proses pengolahan minuman legen adalah Pengolahan Panas. Adapun yang dilakukan dalam penelitian ini adalah proses termal ringan yang dilakukan di bawah 100ºC dan umumnya dilakukan untuk mempertahankan kualitas makanan melalui mekanisme inaktivasi enzim diperlukan untuk membunuh sebagian besar mikroorganisme pathogen dan tidak menimbulkan perubahan baik pada komposisi, flavour maupun nilai nutrisi bahan makanan tersebut. Proses termal tersebut juga bisa disebut sebagai proses pasteurisasi. Pada proses termal yang kami gunakan yakni menggunakan rancangan percobaan dengan variasi lama waktu pemanasan (menit) dan suhu pemanasan (oC). Yakni dengan waktu 10 dan 15 menit, serta suhu 60, 67, 74, 81, dan 88oC. Dan dilakukan proses pengujian pada bahan kontrol dan bahan setelah proses pemanasan untuk mendapatkan nilai kadar glukosa, pH, dan nilai total plate count. Kemudian akan dilakukan proses pengujian perubahan kandungan legen setelah penyimpanan dengan meletakan bahan hasil pemanasan didalam refrigerant dengan suhu 18-20oC. Hasil dalam penelitian ini menunjukan tidak adanya pengaruh dan pengaruh yang cukup signifikan untuk kandungan glukosa, alkohol, dan alkohol sebelum dan sesudah proses pemanasan. Namun, hasil berbeda ditunjukan pada hasil dari analisa TPC terhadap legen tanpa pemanasan dan legen dengan pemanasan, dimana nilai TPC jauh lebih rendah. Suhu dan waktu yang paling efektif dan efisien dalam proses ppemanasan legen ini adalah pada 74oC selama 15 menit.
Kajian Pengaruh Kecepatan Pengadukan terhadap Rendemen dan Mutu Kristal Patchouli Alcoholdengan Metode Cooling Crystallization Lita Fitriyani Khairunisa; Asri Widyasanti; Sarifah Nurjanah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.97 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.6

Abstract

Minyak nilam merupakan salah satu komoditas minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi. Komponen utama penentu aroma, mutu, sekaligus harga jual minyak nilam adalah patchouli alcohol (PA). Kandungan PA dalam minyak nilam dapat ditingkatkan melalui kombinasi metode distilasi fraksinasi dan kristalisasi sehingga dapat menghasilkan kadar PA yang lebih murni. Pengadukan dapat digunakan sebagai perlakuan untuk meningkatkan mutu minyak nilam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kecepatan pengadukan terhadap rendemen dan mutu kristal PA yang didapat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis korelasi-regresi. Penelitian ini dilakukan dengan lima variasi kecepatan pengadukan yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100 RPM serta satu perlakuan sabagai kontrol dengan masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur meliputi warna, melting point, dan densitas. Selain itu dilakukan pula pengukuran parameter penunjang yaitu rendemen minyak, laju pembentukan kristal, laju filtrasi, rendemen kristal dan yield. Perlakuan terbaik ditinjau dari kedua pengujian yang dilakukan adalah perlakuan kecepatan pengadukan 100 RPM. Perolehan nilai terbaik dari melting point dan densitas (bulk density dan particle density) secara berturut-turut adalah 56,4, dan 0,4405 g/mL; 1,0019 g/mL. Sementara perolehan nilai untuk  rendemen kristal dan yield PA secara berturut-turut adalah 49,9918%, dan 83,2736%.

Page 1 of 1 | Total Record : 10