cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
PENGARUH PEMAPARAN CAHAYA LED MERAH BIRU DAN SONIC BLOOM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN SAWI SENDOK (BRASSICA RAPA L.) Prasetyo, Joko; Mukaromah, Sintya Laylie; Argo, Bambang Dwi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.642 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.8

Abstract

Selama ini luas area persawahan di Indonesia semakin berkurang. Sistem penanaman didalam greenhouse menjadi salah satu alternatif menumbuhkan tanaman. Penanaman dalam greenhouse juga mempunyai kekurangan yaitu tanaman yang tumbuh di dalamnya mengalami etiolasi akibat dari struktur bangunan yang kurang tepat. Sehingga, perlu adanya penanganan lebih lanjut untuk masalah tersebut. Salah satu metode alternative yang dapat digunakan adalah menggunakan tekonologi cahaya LED red and blue dan sonic bloom yang dirancang secara otomatis, sehingga dapat mengatasi masalah etiolasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami mekanisme dan pengujian alat, mengetahui cara pengaplikasian otomatisasi alat, dan pengaruh alat terhadap pertumbuhan sawi sendok dibandingkan dengan tanaman sawi kontrol. Berdasarkan hasil panen yang diperoleh terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara tanaman dengan perlakuan dan tanaman tanpa perlakuan. Pada tanaman sawi yang diberi perlakuan menghasilkan total panen sebesar 160,67 kg/200m2 sedangkan tanaman sawi tanpa perlakuan menghasilkan total panen sebesar 97,22 kg/200m2. Dari data hasil panen tersebut dapat dilihat bahwa tingkat produktivitas sayuran meningkat sebesar 65%. Sehingga dengan penggunaan alat ini dapat meningkatkan hasil panen serta mempersingkat umur tanam tanaman. 
Pengaruh Variasi Suhu Karbonisasi dan Konsentrasi Aktivator terhadap Karakteristik Karbon Aktif dari Ampas Tebu (Bagasse) Menggunakan Activating Agent NaCl Hendrawan, Yusuf; Sutan, Sandra Malin; Kreative Y.R, Rizka
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.731 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membuat karbon aktif dari limbah ampas tebu dengan menggunakan activating agent NaCl dan dapat diperoleh kualitas karbon terbaik dengan beberapa pengujian karakteristik karbon aktif yang dihasilkan. Tahapan yang dilakukan pada saat pembuatan karbon aktif yakni dehidrasi selama 2 hari dengan sinar matahari dan dengan menggunakan oven pada suhu 105⁰C selama 2 jam, karbonisasi dilakukan pada suhu 300⁰C, 400⁰C dan 500⁰C, dan proses aktivasi dengan perendaman karbon dengan NaCl 5%,10%, dan 15% selama 5 jam. Proses aktivasi yang digunakan dalam penelitian ini yakni aktivasi kimia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu karbonisasi dan konsentrasi NaCl terhadap karakteristik karbon aktif.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) dan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan. Hasil terbaik dari penelitian ini yakni pada perlakuan suhu karbonisasi 400⁰C dan konsentrasi aktivator 5%. Hasil dari perlakuan tersebut yakni kadar air 8,22%, kadar abu 49,9487%, kadar zat menguap 30,1657% dan kadar karbon terikat 19,8855%.
Studi Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran Kali Surabaya dengan Menggunakan Metode Neraca Massa Bambang Rahadi Widiatmono; Liliya Dewi; Komang Della Pavita
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.292 KB)

Abstract

Permasalahan lingkungan semakin sering terjadi di Kali Surabaya, salah satunya sungai Jagir yang merupakan salah satu segmen dari Kali Surabaya. Untuk itu dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi pencemaran di Kali Surabaya dengan menghitung dan menganalisa daya tampung beban pencemar serta kualitas sungai terhadap parameter-parameter air. Analisis kualitas air dilakukan dengan membandingkan hasil pengujian kualitas air dengan baku mutu air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001, untuk menghitung besarnya daya tampung digunakan metode neraca massa, dengan parameter yang digunakan yaitu BOD, COD, DO, TSS, pH, suhu, Nitrat, dan Fosfat. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air sungai pada Kali Surabaya untuk parameter TSS, dan fosfat pada setiap titik telah melebihi baku mutu. Parameter COD, BOD, DO, pH, Suhu, dan Nitrat untuk masing-masing titik masih dalam ambang batas yang ditentukan. Hasil perhitungan daya tampung menunjukkan titik III yang menjadi titik setelah mendapatkan masukan limbah, untuk parameter COD, DO, Nitrat, pH, dan Suhu diketahui sebesar 13,45 mg/L, 6,06 mg/L, 1,36 mg/L, 7,26 mg/L, 24,78 mg/L masih dalam ambang batas yang ditentukan. Kali Surabaya tidak memiliki daya tampung lagi untuk parameter BOD, TSS, dan Fosfat dengan hasil sebesar 11,57 mg/L, 152,13 mg/L, 0,37 mg/L.
Uji Performansi Alat Pengering Gabah Tipe Dmp-1 dengan Penambahan Batu Alor Hitam pada Ruang Kolektor dan Ruang Pengering Sebagai Penyimpan Panas Lelyona Juwita Sari
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.082 KB)

Abstract

Pengeringan gabah di Indonesia kebanyakan dilakukan dengen metode konvensional, yaitu dengan dikeringkan di bawah terik matahari secara langsung. Namun hal tersebut kurang efektif karena dibutuhkan waktu yang cukup lama, tempat yang luas dan juga dibutuhkan tenaga untuk menjaga gabah hingga kering dengan merata. Selain itu pengeringan secara tradisional juga mempunyai kekurangan lain yaitu, iklim/cuaca yang tidak menentu dapat mempengaruhi proses pengeringan (musim hujan gabah yang dijemur harus diangkat atau ditutup) hal ini cukup menyita waktu dan tenaga. Sehingga di butuhkan alat pengering gabah berbasis efek rumah kaca dengan penambahan batu alor hitam pada ruang kolektor dan ruang pengering sebagai penyimpan panas. Tujuan penelitian ini adalah menguji performansi alat pengering gabah berbasis efek rumah kaca dengan penambahan batu alor hitam pada ruang kolektor dan ruang pengering sebagai penyimpan panas dan membandingkan kinerja alat pengering gabah berbasis efek rumah kaca yang dilengkapi penambahan batu alor hitam pada ruang kolektor dan ruang pengering sebagai penyimpan panas dengan proses pengeringan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan dua perlakuan, yaitu pengeringan gabah menggunakan alat pengering dan pengeringan tradisional. Parameter pengukuran ini dilakukan dengan mengamati proses pengeringan gabah pada setiap perlakuan sebanyak 3 kali pengulangan dengan pengukuran yang diamati antara lain yaitu: Suhu (C°), kecepatan aliran udara (m/s), kelembaban (%), Kadar air (%) dan lama pengeringan (jam). Hasil uji performansi alat pengering gabah berbasis efek rumah kaca dengan penambahan batu alor pada ruang kolektor dan ruang pengering sebagai penyimpan panas dilakukan tiga kali pengulangan memerlukan waktu pengeringan selama 7 jam, 6 jam, dan 7 jam untuk mencapai kadar air bahan sebesar 14%. Rata-rata nilai efisiensi pengeringan sebesar 11.97 %. Waktu pengeringan dengan menggunakan alat pengering mempunyai nilai rata-rata sebesar 1 jam lebih cepat dibandingkan dengan pengeringan gabah secara tradisional.
Analisis Kandungan Abon Ikan Patin (Pangasius pangasius) dengan Treatment Alat “Spinner Pulling Oil” sebagai Pengentas Minyak Otomatis Bambang Dwi Argo; Yusron Sugiarto; Alvian Budhi Irianto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.113 KB)

Abstract

Desa Banturejo merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Koperasi Wanita (KOPWAN) Srikandi menangkap peluang bisnis dengan menjadikan sumber ikan – ikan yang berada di Bendungan Selorejo menjadi produk abon ikan salah satunya adalah abon ikan patin (Pangasius pangasius). Abon ikan merupakan produk olahan makanan dari hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan melalui kombinasi dari proses penggilingan, penggorengan, serta penambahan bahan pembantu dan bahan penyedap terhadap daging ikan tersebut. Namun permasalahan yang dihadapi KOPWAN Srikandi yakni mutu dari abon yang dihasilkan masih memiliki kadar minyak yang tinggi sehingga menyebabkan produk abon ikan tersebut tidak tahan lama. “Spinner Pulling Oil” merupakan alat pengentas minyak otomatis yang dilengkapi dengan alat pengukur waktu sehingga dapat mengeluarkan kandungan minyak yang terdapat didalam abon ikan. Dalam memasarkan produk abon ikan ke kalangan konsumen, maka abon tersebut harus memenuhi persyaratan Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk abon. Adapun syarat – syarat dalam pengujian kimia  pada abon ikan atau yang lebih di kenal uji kandungan PROKSIMAT meliputi : kadar lemak, kadar protein, kadar abu, kadar air, dan kadar karbohidrat. Hasil pengujian PROKSIMAT menunjukkan kadar lemak 24,82%; kadar protein 34,14; kadar air 2,59; kadar abu 5,56; dan kadar karbohidrat 32,89. Hasil ini telah memenuhi persyaratan Badan Standarisasi Nasional (BSN) .
Pengaruh Induksi Medan Magnet Extremely Low Frequency (ELF) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L) Gunomo Djoyowasito; Ary Mustofa Ahmad; Musthofa Lutfi; Alifah Maulidiyah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.981 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.2

Abstract

Pengembangan budidaya sawi mempunyai prospek baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, gizi masyarakat, dan perluasan kesempatan kerja. Seiring dengan perkembangan zaman, pemanfaatan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) diberbagai bidang meningkat, salah satunya di bidang pertanian hortikultura (sayuran dan buah-buahan). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa medan magnet mempengaruhi berbagai aspek pertumbuhan hingga berdampak pada peningkatan hasil panen. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian untuk mengetahui pengaruh medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) terhadap laju pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 4 kali pengulangan dan 2 faktorial, faktor pertama yaitu variasi besar pemaparan medan elektromagnetik sebesar 300 µT (M1) dan 600 µT (M2), dan faktor kedua yaitu lama pemaparan medan elektromagnetik dengan waktu pemaparan 30 menit (T1), 60 menit (T2), dan 90 menit (T3), serta satu perlakuan kontrol tanpa pemaparan medan elektromagnetik. Pengaruh medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) pada variasi waktu T2 atau waktu 60 menit sebesar 300 µT dan 600 µT merupakan waktu pemaparan yang paling baik terhadap pertumbuhan tanaman sawi, yaitu berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman. Nilai efektivitas terbesar adalah pada perlakuan selama 60 menit, yaitu sebesar 0,865 g/Wh, dan hasil uji  C/N ratio pada variasi waktu 60 menit sebesar 9,5.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Jambu Kristal Sebagai Upaya Perluasan Lahan di Kabupaten Sumedang Irdan Herdiat; Sophia Dwiratna Np; Dwi Rustan Kendarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.018 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.5

Abstract

Jambu kristal merupakan varietas baru jambu biji dimana memiliki daging buah yang tebal dan biji yang sedikit sehingga banyak digemari oleh masyrakat terbukti dengan permintaan yang bertambah setiap tahunnya. Besarnya permintaan jambu kristal di Kabupaten Sumedang tidak sebanding dengan tersedianya stok jambu kristal. Maka proses perluasan lahan perlu dilakukan untuk memenuhi permintaan dan pengembangan jambu kristal di Kabupaten Sumedang. Penelitian ini bertujuan menemukan wilayah potensial budidaya jambu kristal. Proses kesesuaian lahan dilakukan dengan cara melakukan overlay pada aspek tanah, aspek iklim dan aspek topografi yang dianalisis menggunakan metode pembandingan (matching). Data iklim dilakukan pengolahan data hilang dengan menggunakan persamaan Braak agar teruji validitasnya. Hasil didapatkan bahwa kelas S2 menjadi kelas yang sangat dominan disebabkan karena faktor pembatas iklim terutama curah hujan. Sekitar 48.4% aspek iklim adalah kelas S2 sedangkan sekitar 84.26% aspek tanah adalah kelas S1 begitu juga dengan aspek ketinggian sekitar  47.98% adalah kelas S1. Potensi pengembangan jambu kristal di Kabupaten Sumedang seluas 77.910,22 ha atau 49.98% dari total luas wilayah Sumedang. Kecamatan Jatigede menjadi kecamatan yang memiliki wilayah potensial terbesar yaitu dengan luas mencapai 6.410,25 ha.
Studi Karakteristik Sifat Mekanik Bioplastik Berbahan Pati - Selulosa Kulit Siwalan (Borassus flabellifer) Sutan, Sandra Malin; Maharani, Dewi Maya; Febriari, Fitria
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.4 KB)

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan yang masih terus menjadi fokus dunia karena memiliki dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan. Hal ini berkaitan dengan penggunaan plastik konvensional yang merupakan polimer sintetis tidak dapat diuraikan secara alami oleh mikroba di dalam tanah. Berbagai upaya telah dilakukan salah satunya menggunakan dan mensosialisasikan penggunaan plastik yang bersifat biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk mencari formulasi proporsi pati kulit singkong-serat sabut siwalan dengan sifat mekanik dan ketahanan air terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima variasi perlakuan perbandingan massa pati-serat yaitu 10:0, 9:1, 8:2, 7:3, dan 6:4. Data hasil pengamatan dianalisa dengan menggunakan analisis variansi (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kuat tarik tertinggi diperoleh pada perlakuan 10% yaitu sebesar 2.094 MPa. Nilai elongasi tertinggi diperoleh pada perlakuan 0% yaitu sebesar 30.556%. Nilai modulus elastisitas tertinggi diperoleh pada perlakuan 40% yaitu sebesar 10.20049 MPa. Sedangkan nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada perlakuan 30% yaitu sebesar 0.73 kgf/cm2. Ketahanan air bioplastik semakin baik seiring dengan penambahan serat sabut siwalan yang semakin banyak dengan nilai daya serap air terkecil yaitu 23.589% yang diperoleh pada perlakuan 30%. Selanjutnya analisis FTIR menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan dapat terdegradasi dan proses blending yang terjadi pada proses pembuatan bioplastik terjadi secara fisika.
Efek Penggorengan Berulang Menggunakan Vacuum Frying terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Minyak Goreng pada Penggorengan Ikan Lele (Clarias Gariepinus B.) Rosyidatul Anwariyah; Anang Lastriyanto; Sumardi Hadi Sumarlan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.983 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh suhu penggorengan dan penggunaan minyak secara berulang terhadap kualitas fisik dan kimia minyak goreng dari proses penggorengan ikan lele dengan vacuum frying. Dari hasil analisis diketahui bahwa perlakuan suhu tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan kimia minyak goreng, sedangkan perlakuan penggunaan minyak goreng berulang berpengaruh nyata pada sifat kimia dan tidak berpengaruh nyata pada sifat fisik minyak goreng. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil kadar asam lemak bebas tertinggi sebesar 0,1166 % dan bilangan peroksida sebesar 5,1005 mek O₂/kg atau masih dibawah batas SNI. Sedangkan kadar air sebagian besar berada diatas batas SNI dengan rentang 0,070 – 0,255 %. Nilai massa jenis berada pada rentang 0,9090 – 0,9101 g/cm³ dan nilai viskositas berada pada rentang 0,8420 – 0,9005 Poise. Masa pakai minyak untuk penggorengan vakum ikan lele pada suhu suhu 80 °C sebanyak 45 kali, pada suhu 90 °C sebanyak 40 kali, dan pada suhu 100 °C sebanyak 36 kali.Kata kunci: lele, minyak goreng, vacuum frying
EKSTRAKSI POLIFENOL DAN FLAVONOID DARI TANAMAN SARANG SEMUT (MYRMECODIA PENDANS) DENGAN PRETREATMENT OHMIC HEATING Sri Handayani Nofiyanti; Bambang Susilo; Anang Lastriyanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.555 KB)

Abstract

Sarang semut (Myrmecodia pendans) merupakan tanaman obat terkenal di Papua yang berpotensi mengobati beragam penyakit. Untuk mendapatkan zat fenolik pada tanaman Sarang Semut, maka harus dilakukan ekstraksi agar mendapatkan hasil yang murni. Proses ekstraksi senyawa fenolik dapat dimodifikasi dengan metode yang saat ini mulai berkembang yakni  teknologi Ohmic Heating yang memanfaatkan nilai hambatan pada bahan untuk menghasilkan panas internal. Teknologi ini memiliki kelebihan diantaranya meminimalisir penggunaan pelarut dan panas yang dihasilkan dapat merata pada bahan, proses yang cepat sehingga meminimalisir kerusakan pigmen dan vitamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui total kandungan senyawa aktif pada kandungan polifenol dan flavonoid serta rendemen yang dihasilkan dari ekstrak.  Sarang Semut dengan metode Ohmic Heating. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dari tanaman Sarang Semut yang merupakan tanaman endemik Papua dengan menggunakan metode Ohmic Heating. Penelitian ini menggunakan variasi tegangan yang terdiri dari 3 level (220 V, 275 V, dan 330 V) dan variasi waktu ekstrak yang terdiri dari 3 level (90 detik, 180 detik, dan 270 detik). Ekstrak yang dihasilkan akan diuji total flavonoid dan total fenol dengan menggunakan Spektrofotometer. Semakin besar tegangan yang digunakan dalam proses pretreatment ekstraksi dengan menggunakan ohmic heating, maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu setting point semakin singkat. Waktu tersingkat terdapat pada perlakuan tegangan 330V dengan waktu 17 detik dan menghasilkan arus terbesar dengan rata-rata yakni 4,17A. Hasil ekstraksi menggunakan ohmic heating didapatkan kadar polifenol dan rendemen tertinggi pada tegangan 330V dengan holding time 180 detiksebesar 437,052 mg GAE/g ekstrak dan 69,08%. Sedangkan nilai total flavonoid terbaik terdapat pada perlakuan tegangan 330V dengan holding time 270 detik sebesar 119,529 mgQE/g esktrak.