cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 423 Documents
Pemodelan Dan Optimasi Proses Biofiksasi Karbondioksida Pada Biogas Menggunakan Java Moss (Taxiphyllum Barbieri) Dengan Response Surface Methodology adiansyah, muhammad; Hendrawan, Yusuf; Sumarlan, Sumardi Hadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.089 KB)

Abstract

Perkembangan dunia di sektor ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut dunia beralih ke sumber energi yang ketersediaannya lebih melimpah dan bersifat terbarukan seperti biogas. Pada proses pembentukan biogas selain CH4 (55-75%) terdapat gas lain yang terbentuk seperti karbondioksida (24-45%). Hal tersebut menyebabkan menurunnya nilai kalor biogas sehingga perlu dilakukan proses penghilangan karbondioksida salah satunya dengan biofiksasi yang umumnya menggunakan mikroalga. Namun mikroalga masih memiliki kelemahan yaitu siklus hidup yang relatif singkat dan memiliki resistensi terhadap karbondioksida relatif rendah. Oleh karena hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemurnian karbondioksida menggunakan Java Moss (Taxiphyllum barbieri) dan hasil optimasi dari proses biofiksasi tersebut menggunakan dua variabel intensitas cahaya (μmol.m-2.s-1) dan waktu penyinaran (jam/hari) dengan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan bantuan perangkat lunak Design Expert 9.0.6.2 trial version. Hasil optimasi menunjukkan nilai intensitas cahaya terbaik adalah 50 μmol.m-2.s-1 sedangkan waktu penyinaran terbaik adalah 15,73 jam/hari dengan prediksi penurunan karbondioksida sebesar 9,898%. Hasil verifikasi menunjukkan penurunan karbondioksida sebesar 9,8% yang memiliki nilai simpangan sebesar 1%.
Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Kandungan Vitamin C Buah Cabai Keriting Lado F1 (Capsicum Annuum L) Murti, Kesowo Hari
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.882 KB)

Abstract

Cabai merupakan hasil pertanian yang sangat populer. Jenis cabai yang di kenal salah satunya adalah cabai keriting Lado F1. Pada buah cabai terkandung beberapa vitamin. Salah satu vitamin dalam buah cabai adalah vitamin C (asam askorbat). Penanganan pascapanen umumnya masih sederhana sehingga tingkat kerusakannya masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan pengeringan terbaik dengan kandungan vitamin C terbanyak dengan berpedoman pengeringan sesuai SNI kadar air 11%. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang digunakan adalah Suhu, dengan empat level, yaitu 50⁰C, 60⁰C, 70⁰C, 80⁰C. Proses pengeringan diamati tiap 2 jam. dengan ulangan 3 kali. Cabai yang dikeringkan diamati kadar airnya dengan cara menimbang bahan tiap 2 jam, sedangkan vitamin C diamati tiap 8 jam dan pada saat akhir pengeringan dengan berpedoman kadar air akhir 11% b.b. Parameter penelitian ini adalah kandungan kadar air, vitamin C, Warna dan rendemen. Dari parameter tersebut bisa diketahui mutu terbaik cabai kering berdasarkan pengamatan pengeringan cabai Lado F1, didapatkan nilai kadar vitamin C berturut-turut adalah 550,69 mg/100g, 333.07 mg/100g, 131.64 mg/100g, 146.25 mg/100g. Kadar warna berturut-turut adalah L*: 30.20, 29.80, 31.33, 31.17. a*: 17.77, 17.43, 22.90, 27.93. b*: 8.53, 8.07, 9.00, 11.80. Nilai rendemen berturut-turut adalah 19.92%, 19.89%, 19.91%, 19.84%.
Ekstraksi Senyawa Antioksidan Dari Buah Strawberry (Fragaria X Ananassa) dengan Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction (Kajian Waktu Ekstraksi dan Rasio Bahan dengan Pelarut) Sumardi Hadi Sumarlan; Bambang Susilo; Ary Mustofa Ahmad; Muhammad Mu'nim
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.034 KB)

Abstract

Buah stroberi kaya akan pigmen warna antosianin yang mengandung antioksidan tinggi. Selain itu stroberi juga kaya akan vitamin C, serat, potassium, folat, rendah kalori, dan mengandung asam ellagic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu ekstraksi dan rasio bahan dengan pelarut yang digunakan terhadap ekstraksi antioksidan pada buah stroberi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor I adalah lama waktu ekstraksi (L) yang terdiri dari 3 level (1, 2, 3 menit) dan faktor II adalah rasio bahan dengan pelarut (R) yang terdiri dari 3 level (1:10, 1:20, 1:30 b/v). dengan dua kali pengulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisa. Perlakuan terbaik diperoleh pada lama waktu ekstraksi selama 2 menit dan rasio bahan dengan pelarut 1:20 (b/v), dengan aktivitas antioksidan 13,32 ppm, kadar antosianin 9,43, pH 2,1, rendemen 30,34% dan tingkat kecerahan (L) 21,8, tingkat kemerahan (a*) 8,0 dan tingkat kekuningan (b*) 6,7. Perbandingan antara ekstraksi MAE dan ekstraksi konvensional sebagai control menunjukkan bahwa ekstraksi dengan MAE menghasilkan nilai yang lebih baik pada semua parameter yang diuji.
Desain Fungsional GREEN ROOF ALGAE Sebagai Media Kultivasi Mikroalga (Chlorella sp) dengan Nutrien Limbah Cair Industri Tahu Alexander Tunggul Sutan Haji; J. Bambang Rahadi Widiatmono; Khotimah Mujaroh
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.892 KB)

Abstract

Dewasa ini banyak penelitian tentang pengembangan biomassa sebagai bahan biofuel, salah satunya adalah mikroalga. Penelitian tentang metode kultivasi mikroalga jenis Chlorella sp telah banyak dilakukan, metode kultivasi tertutup pada fotobioreaktor dan metode terbuka atau open raceway pond. Penelitian ini mengembangkan metode kultivasi mikroalga dengan media pemanfaatan lahan kosong non-produktif yang mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup yaitu teknologi roof top. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang GREEN ROOF ALGAE skala laboratorium berbasis resirkulasi terbuka sebagai media kultivasi mikroalga Chlorella sp dan mengetahui kemampuannya dalam proses kultivasi Chlorella sp. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Parameter yang diuji adalah kelimpahan Chlorella sp dan analisis fungsional GREEN ROOF ALGAE yang meliputi kapasitas sebesar 22 Lt, tinggi prototipe 1 m, luas roof top 100 x 50 cm, debit pada roof top sebesar 0.320 L/s dengan δ~1mm, kemiringan α=30°. Hasil dari penelitian ini didapatkan kelimpahan Chlorella sp pada puncak populasi pada hari ke-7 sebesar 4010 x 104 sel/mL dengan laju pertumbuhan sebesar 2045 x 104 sel/mL, populasi mutlak ΔN=Nt- N0 sebesar 3740 x 104 sel/mL dimana t adalah hari puncak populasi. Sementara parameter pendukung yaitu kualitas air (medium kultur) setelah kultivasi didapatkan air dengan suhu akhir 24-25°, pH 7,1,kadar nitrat (NO3-) dan fosfat (PO43-) pada hari ke-5 yaitu sebesar 5,2 dan 2,67 ppm, dimungkinkan setelah hari ke-5 nitrat dan fosfat terus mengalami penurunan dan kembali mengalami kenaikan pada saat fase stationer dan kematian pada mikroalga.
Rancang Bangun Model Penghasil Air Tawar dan Garam dari Air Laut Berbasis Efek Rumah Kaca Tipe Penutup Limas Gunomo Djoyowasito; Ary Mustofa Ahmad; Musthofa Lutfi; Andi Anggara
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.678 KB)

Abstract

Ketersediaan air bersih dan air tawar untuk keperluan sehari-hari menjadi salah satu kendala dalam kehidupan masyarakat pesisir pantai tersebut. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memanfaatkan air yang mayoritas ada yaitu air laut dengan cara pengolahan menjadi air tawar. Pengolahan ini menggunakan prinsip umum destilasi. Dengan bahan pilihan yang digunakan serta modifikasi struktur, selain menghasilkan air laut nantinya juga akan menghasilkan produk yang lain yaitu garam. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat model fisik serta menguji pengolahan air laut sebagai penghasil air tawar dan garam. Penelitian ini menggunakan metode perancangan fungsional dan struktural untuk mengetahui bahan apa yang digunakan, dimensi serta fungsi pada setiap bagian model fisik alat tersebut. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan metode deskriptif dengan melakukan pengukuran secara langsung pada saat pengamatan. Hasil penelitian yang diperoleh berupa model penghasil air tawar dan garam dari air laut dengan ruang kaca , atap kaca, wadah bahan, cerobong, saluran air, penyangga dan saluran output. Hasil pengujian menunjukkan suhu air laut lebih tinggi dari suhu ruang dan suhu kaca, dimana ketiganya memiliki suhu yang lebih tinggi dari suhu lingkungan. Hal ini karena adanya Efek Rumah Kaca atau glass house effect. Proses yang terjadi pada model alat merupakan proses batch dimana bahan yang masuk sebesar 2000 ml akan mengalami proses pengolahan, pertama adalah proses destilasi yang menghasilkan air tawar sebesar 1316,5 ml kemudian mengalami proses pengkristalan garam yang menghasilkan 73,06 gram garam. Dari proses tersebut, persentase air awar yang dihasilkan sebesar 65,83 % sedangkan untuk garam 3,55 %.
Karakteristik Fisik dan Protein Fillet Daging Ikan Lele Beku (Clarias batrachus) Hasil Penggorengan Vakum Anang Lastriyanto; Bambang Dwi Argo; Rosyida Ayu Pratiwi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.533 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.9

Abstract

Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan 3 kali pengulangan. Faktor yang digunakan adalah suhu dengan 3 taraf, yaitu 80oC, 90oC, dan 100oC. Variasi yang digunakan adalah penyimpanan awal pada bahan ikan lele yaitu dengan cara pembekuan. Kapasitas penggorengan yang digunakan untuk setiap perlakuan adalah 1 kg pada tekanan -70 cmHg. Analisa produk yang dihasilkan meliputi kadar air, kadar protein, rendemen, dan uji tekstur. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein keripik ikan lele paling tinggi pada suhu 90oC selama 70 menit sebesar 44,70% dan terendah pada keripik ikan lele kontrol yang penggorengannya secara konvensional yaitu sebesar 38,91%, semakin tingi suhu maka proses denaturasi protein akan semakin cepat. Kadar air keripik tertinggi pada keripik pengorengan konvensional dan terendah pada suhu 100oC, semakin tinggi suhu pada proses penggorengan maka penguapan akan berlangsung semakin cepat. Berdasarkan nilai L* keripik dengan warna atau tingkat kecerahan terbaik yaitu pada keripik ikan lele kontrol yang penggorengannya dilakukan secara konvensional. Tekstur tertinggi pada suhu 100oC sebesar 15,825 gf dan terendah pada keripik ikan lele kontrol sebesar 38,12 gf. Semakin besar suhu yang digunakan, maka tingkat kerenyahan atau tekstur dari keripik semakin bagus.
Studi Karakteristik Sifat Mekanik Bioplastik Berbahan Pati - Selulosa Kulit Siwalan (Borassus flabellifer) Sutan, Sandra Malin; Maharani, Dewi Maya; Febriari, Fitria
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.031 KB)

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan yangmasih terus menjadi fokus dunia karena memiliki dampak yangserius bagi lingkungan dan kesehatan. Hal ini berkaitan denganpenggunaan plastik konvensional yang merupakan polimersintetis tidak dapat diuraikan secara alami oleh mikroba di dalamtanah. Berbagai upaya telah dilakukan salah satunyamenggunakan dan mensosialisasikan penggunaan plastik yangbersifat biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk mencariformulasi proporsi pati kulit singkong-serat sabut siwalan dengansifat mekanik dan ketahanan air terbaik. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan limavariasi perlakuan perbandingan massa pati-serat yaitu 10:0, 9:1,8:2, 7:3, dan 6:4. Data hasil pengamatan dianalisa denganmenggunakan analisis variansi (ANOVA).Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kuat tarik tertinggidiperoleh pada perlakuan 10% yaitu sebesar 2.094 MPa. Nilaielongasi tertinggi diperoleh pada perlakuan 0% yaitu sebesar30.556%. Nilai modulus elastisitas tertinggi diperoleh padaperlakuan 40% yaitu sebesar10.20049 MPa. Sedangkan nilaikuat tekan tertinggi diperoleh pada perlakuan 30% yaitu sebesar0.73 kgf/cm2. Ketahanan air bioplastik semakin baik seiringdengan penambahan serat sabut siwalan yang semakin banyakdengan nilai daya serap air terkecil yaitu 23.589% yang diperolehpada perlakuan 30%. Selanjutnya analisis FTIR menunjukkanbahwa bioplastik yang dihasilkan dapat terdegradasi dan prosesblending yang terjadi pada proses pembuatan bioplastik terjadisecara fisika.?Kata kunci: biokomposit, kulit singkong, plastik biodegradable,sabut siwalan
Pengaruh Perendaman CaCl2 dan Penyimpanan Modified Atmospheric terhadap Karakteristik Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Dwi Stia Br Ginting; Bambang Susilo; Shinta Rosalia Dewi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.412 KB)

Abstract

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan jenis jamur kayu yang paling banyak dikonsumsi karena kandungan gizinya yang baik. Namun jamur jenis ini memiliki tingkat kerusakan cukup tinggi setelah pasca panen, karena kandungan airnya cukup tinggi yaitu ± 90%. Metode yang umum digunakan untuk meningkatkan umur simpan biasanya dengan penyimpanan atmosfer termodifikasi. Guna meningkatkan metode penyimpanan tersebut, maka penyimpanan atmosfer termodifikasi dikombinasikan dengan proses perendaman CaCl2 sebagai perlakuan pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan laju respirasi jamur tiram putih pada saat proses perendaman dengan CaCl2 dan penyimpanan atmosfer termodifikasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua variabel, yaitu konsentrasi O2 (21%, 9%, 6%, dan 3%) serta konsentrasi CaCl2 (0,3% dan 0,4%). Serta sampel kontrol yang digunakan adalah jamur tiram segar tanpa perlakuan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa variasi O2 dan CaCl2 berpengaruh nyata terhadap laju konsumsi O2 dan laju produksi CO2, nilai tekstur, serta susut bobot. Berdasarkan data perhitungan, nilai laju konsumsi O2 dan laju produksi CO2 terendah terdapat pada perlakuan 3% O2 dan 0,4% CaCl2 yaitu sebesar 256,88 ml/kg.jam dan 7819,43 ml/kg.jam pada penyimpanan hari keempat.
DESAIN DAN PENGUJIAN ALAT ADSORPSI LIMBAH CAIR BATIK TULIS DENGAN VARIASI WAKTU DETENSI DAN KOMPOSISI ZEOLIT KOLOM ADSORPSI Musthofa Lutfi; Rini Yulianingsih; Ma'rifatika Muslikha
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.308 KB)

Abstract

Peningkatan produksi industri batik nasional diikuti oleh peningkatan hasil limbah yang semakin memperburuk masalah lingkungan. Industri batik menghasilkan limbah cair yang sangat besar dan kompleks karena proses produksinya menghasilkan bermacam-macam air limbah. Sehingga, penelitian untuk pengolah limbah batik menjadi sangat mendesak agar industri dapat berjalan namun tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pada penelitian ini dilakukan penelitian pengujian kesesuaian alat adsorpsi limbah cair batik dengan variasi ukuran zeolit dan variasi waktu kontak, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui performansi alat dengan variasi waktu detensi dan komposisi zeolit kolom adsorpsi yang paling efisien untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah cair tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A variasi waktu detensi yang terdiri dari 3 taraf  yaitu selama 90 menit, 120 menit, 150 menit dan faktor B komposisi zeolit kolom adsorpsi yang terdiri dari 3 taraf yaitu 4 kolom dengan zeolit 5 mesh, 4 kolom dengan zeolit 20 mesh, 2 kolom 5 mesh dan 2 kolom 20 mesh. Sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Kemudian dianalisa dengan ANOVA (Analysis of Variance). Dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan yang menggunakan waktu detensi terlama dan ukuran zeolit 5 mesh yaitu kekeruhan 82 Ntu, TDS 28mg/l. Sedangkan untuk kadar COD terbaik yang meng-gunakan waktu detensi terlama dengan zeolit 20 mesh yaitu 300mg/l.
RANCANG BANGUN QUADCOPTER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN TEKNOLOGI DALAM PENGAMBILAN DATA LUAS PERMUKAAN LAHAN PERTANIAN Puguh Sudarsono; Yusuf Hendrawan; Ary Musthofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.475 KB)

Abstract

Peningkatan teknologi di bidang pertanian perlu dilakukan agar kegiatan- kegiatan pertanian dapat dilakukan dengan lebih efisien. Salah satu teknologi yang perlu dikembangkan adalah  pengindraan jarak jauh. Pengindraan jarak jauh dimana quadcopter dilengkapi oleh kamera  sebagai instrumennya, berfungsi untuk memperoleh data citra permukaan lahan pertanian. Hasil pengukuran akan divalidasi, sehingga akan sama seperti di lapang. Adapun kelebihan menggunakan teknologi pengindraan jarak jauh di banding cara manual antara lain : efisiensi waktu, pemantauan dapat dilakukan kapan saja, dan dapat digunakan untuk pengukuran lahan yg tidak rata seperti di daerah pegunungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan metode penelitian yang harus dilakukan meliputi : perancangan mekanik, perancangan elektronika, pengujian rancangan, perancangan algoritma, dan pengujian kinerja alat. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu data citra pertama dilakukan dengan ketinggian 639,9 meter. Luas area yang diukur dengan pita ukur seluas 270,73 m2 didapatkan luas pengukuran dengan mesin vision seluas 270,99 m2 sehingga didapatkan nilai kesalahan pengukuran pertama adalah 0,09%. Pengujian kedua dengan luas area 555,06 m2 didapatkan luas pengukuran area mesin vision seluas 554,77 m2 dengan  ketinggian dari situ dapat dihitung tingkat kesalahan pengukuran nya adalah 0,05%