cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 430 Documents
ANALISIS KUALITAS YOGHURT SANTAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH TROPIS PADA VARIASI SUHU INKUBASI Riana, Eki; Hendrawan, Yusuf; Hawa, La Choviya
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.082 KB)

Abstract

Yogurt adalah susu asam berbahan baku dari susu hewani yang dihasilkan dari proses fermentasi susu oleh campuran bakteri asam laktat. Pembuatan yogurt menggunakan bahan baku susu hewani memiliki beberapa kelemahan yaitu harga yang relatif mahal, dan bagi beberapa orang susu hewani dapat menyebabkan terjadinya Lactose intolerance dan protein intolerance. Santan kelapa dipilih sebagai salah satu substitusi bahan baku yogurt karena memiliki warna dan kekentalan yang mirip dengan susu sapi full cream. Nutrisi yang terkandung dalam santan kelapa juga sesuai bagi pertumbuhan bakteri asam laktat.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Kelompok dua faktorial, yaitu penambahan ekstrak buah lokal (naga, nanas dan jeruk manis) dan suhu inkubasi (400C, 450C dan 500C). Hasil dari perlakuan tersebut kemudian diuji karakteristik fisik viskositas dan kadar air, kerakteristik kimia yaitu pH, kadar lemak dan vitamin C serta karakteristik mikrobiologi yaitu total BAL. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan analisis sidik ragam Two- Way ANOVA. Berdasarkan penelitian tersebut diketahui bahwa penambahan ekstrak buah lokal dan suhu inkubasi tidak berbeda nyata terhadap nilai viskositas, kadar air, pH, kadar lemak, vitamin C dan total BAL. Nilai viskositas tertinggi terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak buah naga dengan suhu inkubasi 40°C sebesar 108.33 cP Sedangkan kadar air terendah terdapat pada yoghurt dengan pemberian ekstrak buah naga dengan temperatur inkubasi 40°C yaitu 44.00%. Sedangkan nilai tertinggi pH sebesar 4,06 pada pemberian ekstrak buah naga dengan suhu 50°C. Nilai kadar lemak terendah terdapat pada perlakuan penambahan jeruk manis dengan suhu 50°C sebesar 3,27% dan Kandungan vitamin C terbanyak terdapat pada penambahan ekstrak buah naga dengan temperatur inkubasi 45°C sebesar 8,56ppm. Nilai tertinggi total bakteri asam laktat (BAL) yang dihasilkan terdapat pada yoghurt dengan pemberian ekstrak buah naga dengan temperatur inkubasi 40°C sebesar 90.67x105 CFU/g.
OPTIMASI EKSTRAKSI ULTRASONIK DAUN KECUBUNG SEBAGAI AGEN ANTI BAKTERI JERAWAT PROPIONIBACTERIUM ACNES (KAJIAN: RASIO PELARUT TERHADAP BAHAN DAN LAMA WAKTU SONIKASI) Imam Taris Mahrani; Sri Suhartini; Sucipto Sucipto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.736 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.4

Abstract

Kecubung (Datura metel L.) memiliki  senyawa fitokimia seperti alkaloid, tannin, saponin, fenolik, dan sebagainya. Senyawa ini memiliki manfaat farmakologis diantaranya sebagai anti mikroba, anti fungi, anti inflamasi, anti oksidan, analgesik, anastesi, dan sebagainya. Berdasar hal tersebut, kecubung diduga dapat dijadikan agen antibakteri jerawat, salah satunya Propionibacterium acnes. Penelitian ini berfokus pada optimasi ekstraksi daun kecubung menggunakan metode respon permukaan (RSM). Optimasi ekstraksi mempelajari rasio pelarut terhadap bahan (v/b) (X1)  dan lama sonikasi (menit) (X2). Respon yang diamati yaitu rendemen ekstrak kental (%) (Y1) dan aktivitas antibakteri ekstrak daun kecubung terhadap Propionibacterium acnes (mm) (Y2). Batas atas percobaan faktor X1 yaitu 15:1 dan batas bawah 5:1. Batas atas X2 yaitu 15 menit dan batas bawah 5 menit. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa faktor rasio pelarut terhadap bahan dan lama sonikasi berpengaruh terhadap rendemen (P 0,001). Uji aktivitas antibakteri menunjukkan zona hambat sebesar 7-12 mm yang mengindikasikan bahwa ekstrak kental daun kecubung memiliki kemampuan antibakteri. Selanjutnya, optimasi rasio pelarut terhadap bahan 15:1 dan lama sonikasi 15 menit menghasilkan prediksi respon rendemen 8,155%. Pada tahap verifikasi didapat rendemen sebesar 8,262% dengan selisih 1,31% dibanding prediksi model.
APLIKASI PIPA PVC (Poly Vynil Cloride) DALAM KARUNG CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) SEBAGAI SARANA AERASI PADA KEMASAN SELAMA PROSES TRANSPORTASI Indah Purnamasari, Desi Rahmawati; Djoyowasito, Gunomo; Sutan, Sandra Malin; Ahmad, Ary Musthofa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.92 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.9

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan jenis produk sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan dibutuhkan dalam bentuk segar. Sifat cabai rawit yang mudah rusak sehingga tidak tahan lama untuk disimpan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses pendistribusiannya. Apabila tidak dilakukan distribusi dengan segera, cabai akan mengalami kerusakan baik kualitas maupun kuantitas. Secara sifat fisiologi, setelah dipanen cabai rawit akan tetap melakukan kegiatan metabolisme seperti respirasi dimana laju respirasi tergantung dari kondisi lingkungannya. Sehingga pengemasan dan transportasi menjadi titik kritis pascapanen untuk menjaga kesegaran produk saat didistribusikan sampai ke konsumen. Jarak antara sentra produksi cabai dengan pasar yang tidak dekat sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan. Oleh karena itu, pengemasan dan transportasi yang tepat menjadi hal yang harus diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pipa PVC pada karung cabai rawit searah horizontal sebagai sarana aerasi yang dapat mengurangi uap panas selama simulasi transportasi berlangsung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor perlakuan menggunakan kemasan karung dengan jumlah pipa PVC  0 ; 2 ; 4 buah dan faktor  lama simulasi transportasi 1 jam ; 2 jam ; 3 jam dengan 3 kali  ulangan, masing-masing perlakuan menggunakan kecepatan 200 rpm (frekuensi 3,3 Hz). Hasil dari penelitian dianalisa menggunakan analisa ragam beda nyata terkecil (BNT) 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.
Uji Performansi Mesin Pengupas Kulit Ari (Desheller) Kakao (Theobroma cacao L) skala Home Industri Tipe Pisau Putar Arif Wicaksono R.P; Yusuf Hendrawan; Sandra Malin Sutan; Hendy Firmanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.983 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan produksi biji kakao terbesar di dunia. Namun konsumsi olahan biji kakao di Indonesia terbilang rendah. Salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha kakao adalah pada tahap pengupasan kulit ari biji kakao. Pengupasan kulit ari kakao merupakan salah satu tahapan yang cukup menentukan pada kualitas produk olahan kakao. Mesin pengupas kulit ari kakao (desheller) yang kini beredar masih berupa mesin dengan kapasitas besar sehingga para usaha kecil menengah (UKM) belum mampu menjangkaunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin pengupas kulit ari biji kakao (desheller) skala home industri. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecepatan putar pisau (rpm) dan variasi mutu berdasarkan ukuran biji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen terbaik yaitu 95.083% pada ukuran biji A dengan kecepatan putar pisau 250 rpm. Perolehan nib terbaik dan efisiensi penerusan daya terbaik yaitu 98.388% dan 81.208% didapatkan pada ukuran biji AA dengan kecepatan putar pisau 250 rpm. Hasil kulit terikut nib terbaik yaitu 1.588% pada ukuran biji AA dengan kecepatan putar pisau 175 rpm. Jumlah nib terikut kulit terbaik yaitu 0.379% pada ukuran biji A dengan kecepatan putar pisau 175 rpm
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR ARANG AKTIF DAN WAKTU KONTAK LIMBAH TERHADAP KANDUNGAN TDS DAN ZAT WARNA LIMBAH CAIR BATIK Ricana Rindu Indihani; Wahyunanto Agung Nugroho; Musthofa Lutfi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.47 KB)

Abstract

Arang aktif merupakan padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon yang dihasilkan dari bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi ataupun dengan proses aktivasi. Daya serap arang aktif disebabkan adanya pori yang besar jumlahnya, sehingga menimbulkan gejala kapiler yang menyebabkan adanya daya serap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari konsentrasi penggunaan arang aktif limbah kulit siwalan dengan aktivator H2So4 dan lama kontak dengan limbah cair batik terhadap kadar nilai TDS, warna, dan pH limbah cair batik. Adsorpsi adalah proses saat solute yang berupa gas atau cairan tertarik ke permukaan (adsorben) dan membentuk adsorbat (molekular). Adsorben yang digunakan pada proses adsorpsi tersebut adalah arang aktif yang diaplikasikan pada limbah cair batik tulis UKM Amali CH Sidoarjo. Limbah cair batik tersebut mengandung polutan berupa logam berat, padatan tersuspensi, ataupun zat organik yang dapat meningkatkan kandungan BOD, COD, dan TDS sehingga menurunkan kualitas air. Hasil penelitian dengan optimasi menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 fakrot yaitu konsentrasi aktivator H2So4 (5M dan 7M) dan waktu kontak dengan limbah (90, 120, 150, dan 180 menit). Hasil penelitian menunjukan pH limbah cair dengan konsentrasi H2So4 5M sebesar 3,7- 3,9 dan pH limbah cair dengan konsentrasi H2So4 7M sebesar 6,13-6,27. Nilai TDS menurun hingga 19,67 ppm dengan proses adsorpsi arang aktif 7M dan 42,67 ppm untuk arang aktif berkonsentrasi H2So4 5M. Zat warna yang diadsorpsi arang aktif konsentrasi H2So4 5M hingga 7,72 ppm dan 1,52 ppm yang diadsorpsi dengan arang aktif dengan konsentrasi H2So4 7M. Kapasitas maksimum yang mampu diserap arang aktif dapat menggunakan persamaan Langmuir dan Freundlich.
Pemurnian Alkohol Menggunakan Proses Destilasi-Adsorpsi dengan Penambahan Adsorben Zeolit Sintesis 3 Angstrom Bambang Susilo; Rini Yulianingsih; Ulfinasari A
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.729 KB)

Abstract

Kadar alkohol yang didapatkan pada tahap fermentasi hanya sekedar 10% (v/v). Untuk memurnikan alkohol  dengan melalui proses refinery terdapat empat tahap yaitu, tahap evaporasi, tahap destilasi, tahap dehidrasi dan tahap rektrifikasi. Pada tahap evaporasi menghasilkan kadar alkohol 18% (v/v). Pada  tahap dehidrasi menggunakan proses perendaman (adsorpsi) secara secara fisika dengan penambahan adsorben berupa zeolit sintesis 3A. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kadar alkohol yang dapat diperoleh pada pemurnian alkohol 18% (v/v) dengan menggunakan destilasi- adsorpsi. Tujuan kedua ialah untuk mengetahui lama waktu perendaman dan berat zeolit sintesis 3A yang paling optimal pada pemurnian alkohol 18% dengan menggunakan proses adsorpsi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Faktorial (RAK) dua faktorial. Faktor pertama yaitu berat zeolit sintesis 3A sedangkan faktor kedua adalah waktu perendaman (adsorpsi). Berat zeolit sintesis 3A yang digunakan terdiri dari 3 level yakni, 25 gram, 35 gram dan 45 gram dengan waktu perendaman selama 180 menit, 300 menit dan 420 menit. Perlakuan menggunakan penambahan adsorben zeolit sintesis 3A sebanyak 45 gram dengan waktu perendaman selama 5 jam dapat meningkatkan kadar alkohol sebesar 98,92%.
Kajian Pemanasan Pada Proses Ekstraksi Minyak Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Menggunakan Hydraulic Press Sandra Malin Sutan; Yusuf Hendrawan; Deivy Amaliya Tipdani
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.008 KB)

Abstract

Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn) merupakan tanaman semak dari keluarga Euphorbiaceae. Minyak yang dihasilkan dari tanaman ini tidak dapat dikonsumsi oleh manusia sehingga tidak mengalami persaingan dengan minyak makan seperti minyak kelapa sawit. Minyak Jarak Pagar dihasilkan dengan cara ekstraksi biji jarak pagar. Pada penelitian ini menggunakan Hydraulic Press. Hydraulic Press adalah pengepresan dengan menggunakan tekanan, biji jarak diberi perlakuan pendahuluan berupa pemberian temperature panas atau pemasakan. Penelitian menunjukkan Pengaruh pemanasan awal dengan ketiga pemanasan menghasilkan perbedaan yang sangat mencolok. Pemanasan terbaik yaitu dengan oven 20 menit Suhu 90oC menghasilkan volume minyak sebesar 216 mL, rendemen 19,17 %.dan karakteristik kimia minyak jarak pagar yang memenuhi standart SNI meliputi: viskositas (49,33 Cp), kadar air (0,24%), FFA (3,24%), dan Bilangan Iod (87,89 g/100g).
Studi Proses Termal dalam Pengolahan Nira Siwalan Menjadi Minuman Sinom Legen di PT.Petrokimia Gresik Jawa Timur La Choviya Hawa; M. Yusuf Makhfudhi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.309 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.3

Abstract

Tanaman siwalan (Borassus flabellifer Linn.) merupakan jenis tanaman palem yaang memiliki sifat multiguna. Pada proses fermentasi nira kandungan gula akan menurun dengan cepat, sementara kandungan asam cenderung meningkat. Perubahan ini ditandai dengan penurunan pH dan kadar gula. Sebagian besar pengolahan nira siwalan masih menggunakan pengolahan konvensional. Salah satu metode terbaru dalam proses pengolahan minuman legen adalah Pengolahan Panas. Adapun yang dilakukan dalam penelitian ini adalah proses termal ringan yang dilakukan di bawah 100ºC dan umumnya dilakukan untuk mempertahankan kualitas makanan melalui mekanisme inaktivasi enzim diperlukan untuk membunuh sebagian besar mikroorganisme pathogen dan tidak menimbulkan perubahan baik pada komposisi, flavour maupun nilai nutrisi bahan makanan tersebut. Proses termal tersebut juga bisa disebut sebagai proses pasteurisasi. Pada proses termal yang kami gunakan yakni menggunakan rancangan percobaan dengan variasi lama waktu pemanasan (menit) dan suhu pemanasan (oC). Yakni dengan waktu 10 dan 15 menit, serta suhu 60, 67, 74, 81, dan 88oC. Dan dilakukan proses pengujian pada bahan kontrol dan bahan setelah proses pemanasan untuk mendapatkan nilai kadar glukosa, pH, dan nilai total plate count. Kemudian akan dilakukan proses pengujian perubahan kandungan legen setelah penyimpanan dengan meletakan bahan hasil pemanasan didalam refrigerant dengan suhu 18-20oC. Hasil dalam penelitian ini menunjukan tidak adanya pengaruh dan pengaruh yang cukup signifikan untuk kandungan glukosa, alkohol, dan alkohol sebelum dan sesudah proses pemanasan. Namun, hasil berbeda ditunjukan pada hasil dari analisa TPC terhadap legen tanpa pemanasan dan legen dengan pemanasan, dimana nilai TPC jauh lebih rendah. Suhu dan waktu yang paling efektif dan efisien dalam proses ppemanasan legen ini adalah pada 74oC selama 15 menit.
Kajian Pengaruh Kecepatan Pengadukan terhadap Rendemen dan Mutu Kristal Patchouli Alcoholdengan Metode Cooling Crystallization Lita Fitriyani Khairunisa; Asri Widyasanti; Sarifah Nurjanah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.97 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.01.6

Abstract

Minyak nilam merupakan salah satu komoditas minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi. Komponen utama penentu aroma, mutu, sekaligus harga jual minyak nilam adalah patchouli alcohol (PA). Kandungan PA dalam minyak nilam dapat ditingkatkan melalui kombinasi metode distilasi fraksinasi dan kristalisasi sehingga dapat menghasilkan kadar PA yang lebih murni. Pengadukan dapat digunakan sebagai perlakuan untuk meningkatkan mutu minyak nilam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kecepatan pengadukan terhadap rendemen dan mutu kristal PA yang didapat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis korelasi-regresi. Penelitian ini dilakukan dengan lima variasi kecepatan pengadukan yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100 RPM serta satu perlakuan sabagai kontrol dengan masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur meliputi warna, melting point, dan densitas. Selain itu dilakukan pula pengukuran parameter penunjang yaitu rendemen minyak, laju pembentukan kristal, laju filtrasi, rendemen kristal dan yield. Perlakuan terbaik ditinjau dari kedua pengujian yang dilakukan adalah perlakuan kecepatan pengadukan 100 RPM. Perolehan nilai terbaik dari melting point dan densitas (bulk density dan particle density) secara berturut-turut adalah 56,4, dan 0,4405 g/mL; 1,0019 g/mL. Sementara perolehan nilai untuk  rendemen kristal dan yield PA secara berturut-turut adalah 49,9918%, dan 83,2736%.
Pengontrolan Suhu Dan Kelembaban (Rh) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Pada Plant factory Maharani, Dewi Maya; sutan, sandra malin; Arimurti, Purnami
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.697 KB)

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) termasuk salah satu tanaman holtikultura yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak manfaat. Produktivitas cabai merah saat ini cenderung fluktuatif disebabkan faktor iklim dan berkurangnya lahan. Salah satu faktor iklim yaitu suhu dan kelembaban. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan pengontrolan suhu dan kelembapan dalam plant factory terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) serta mengetahui pengaruh suhu dan kelembapan selama pertumbuhan tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.). Pengontrolan suhu dan kelembaban (RH) menggunakan sensor LM35 dan DHT11. Sistem penanaman menggunakan sensor ini dilakukan di dalam Plant factory.Sistem ini dilakukan pada suatu ruangan dengan keadaan terkontrol. Pada penelitian ini menggunakan variasi set suhu 24°C, 27°C, 30°C dengan kelembaban yang dikontrol secara konstan yaitu ±80%. Apabila terjadi perubahan suhu maka peltier dan kipas akan menyala dan ketika nilai kelembaban berubah maka humidifier akan menyala. Parameter pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang yang diukur setiap 3 hari sekali serta luas daun dan kandungan klorofil yang diukur pada akhir penelitian. Data yang diperoleh akan dirata-rata dan disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian, pengontrolan suhu 24°C tidak sesuai dengan kontrol sedangkan untuk suhu 27°C lebih stabil dibandingkan yang lain. Pengontrolan kelembaban nilai yang terbaca berkisar 70%-80%. Suhu terbaik pada penelitian ini terdapat pada paramater tinggi tanaman,diameter batang dan jumlah daun dengan nilai rata-rata secara berurutan 12,92 cm, 0,44 cm dan 8 daun. Parameter hasil luas daun pada suhu 24°C dengan nilai rata-rata 7,87 cm2. Parameter jumlah kandungan klorofil tertinggi pada tanaman kontrol dengan nilai 42,5 unit, sedangkan untuk tanaman didalam plant factory tertinggi pada suhu 24°C dengan rata-rata 39,2 unit. Kata kunci : Cabai merah, sensor LM35, sensor DHT11, plant factory