cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
Functional Properties of Pre-gelatinization Red Glutinous Rice Muchlisyiyah, Jhauharotul; Prasmita, Hera Sisca; Estiasih, Teti; Laeliocattleya, Rosalina Ariesta
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.535 KB)

Abstract

Ketan merah berasal dari daerah Pacitan, Jawa Timur. Ketan merah  biasa digunakan sebagai tetel ketan merah, tape ketan merah, rengginang atau sekedar direbus dan ditaburi kelapa parut. Ketan merah memiliki keunggulan memiliki senyawa fenol yang tinggi. Kelemahannya, ketan merah memiliki sifat yang sulit mengembang di dalam air dingin. Pragelatinisasi ditujukan untuk memperbaiki sifat fungsional dari ketan merah. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Masing-masing faktor terdiri dari tiga level yaitu untuk faktor suhu pemanasan 50oC, 60oC dan 70oC. Faktor yang kedua yaitu lama pemanasan 5 menit, 7,5 menit, dan 10 menit. Masing-masing satuan percobaan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pragelatinisasi dapat memperbaiki nilai daya serap air, indeks kelarutan, kemampuan mengembang (swelling properties), dan nilai total fenol dari tepung ketan merah.Ketan merah berasal dari daerah Pacitan, Jawa Timur. Ketan merah  biasa digunakan se-bagai tetel ketan merah, tape ketan merah, rengginang, atau ketan rebus dengan taburan kelapa parut. Ketan merah memiliki keunggulan memiliki senyawa fenol yang tinggi. Kelemahannya, ketan merah memiliki sifat yang sulit mengembang di dalam air dingin. Pragelatinisasi ditujukan untuk memperbaiki sifat fungsional dari ketan merah. Penelitian ini menggunakan metode ek-sperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Masing-masing faktor terdiri dari tiga level yaitu untuk faktor suhu pemanasan 50 °C, 60 °C, dan 70 °C. Faktor yang kedua yaitu lama pemanasan 5 menit, 7.5 menit, dan 10 menit. Masing-masing satuan percobaan dilakukan tiga kali ulangan. Perlakuan terbaik dari tepung ketan merah pragelatinisasi dida-patkan dengan pemanasan pada suhu 60 °C selama 10 menit dengan karakteristik daya serap air sebesar 2.45 g/g, daya serap minyak 2.02 g/g, swelling poperties 2.39 g/g, indeks kelarutan 0.0050%, serta total fenol 624.86 mg GAE /100 g
ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DAN TRIZ (STUDI KASUS PADA “RESTORAN OCEAN GARDEN” MALANG) Rahmanti, Hananingsih Widya; Effendi, Usman; Astuti, Retno
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.299 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.01.4

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui atribut yang masih kurang dari rata-rata nilai Servqual yang kemudian diberi rekomendasi perbaikan dengan metode TRIZ. Penelitian ini menggunakan metode Servqual untuk mengetahui tingkat kepentingan, tingkat kinerja, dan gap dan metode TRIZ untuk memberikan rekomendasi perbaikan. Hasil penelitian menggunakan metode Servqual, atribut yang masih perlu ditingkatkan kualitas pelayanannya yaitu kecepatan penyajian makanan, konsistensi rasa makanan, kebersihan restoran, kelengkapan peralatan makan, kecepatan penanganan keluhan konsumen, desain interior, dan kecepatan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Rekomendasi yang diberikan dengan metode TRIZ diprioritaskan pada angka inventive principles yang keluar lebih dari dua kali ABSTRACTThe research aims to find attribute that posseses less service values, thus giving improvement recommendation with TRIZ method. The research uses Servqual to know the importance level, performance level and gap, and the TRIZ method is to recommend the improvements. The results of the research showed that the attributes are still requiring improvement service quality comprises food serving promptness, taste consistency, restaurant cleanness, cutlery availability, promptness of handling customers complaints, interior design as well as promptness of service in satisfying customers’ needs. The recommendation provided with TRIZ is prioritized at the figures of principle inventive which come out more than twice
PEMANFAATAN DAUN MANGGA ARUM MANIS (MANGIFERA INDICA LINN) SEBAGAI PEWARNA ALAMI TEKSTIL Rahmah, Nur Lailatul; Wignyanto, -; Hafiz, Muhammad
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.363 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.02.08

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi fiksator terhadap kualitas pewarna alami dari daun mangga arum manis yang diaplikasikan pada kain. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Tersarang dengan dua faktor. Faktor utama adalah jenis fiksator yaitu tawas, garam, dan kapur tohor, sedangkan faktor tersarang adalah konsentrasi pada setiap fiksator. Konsentrasi fiksator terdiri dari tawas dengan konsentrasi 10% dan 15%, garam 10% dan 12%, serta kapur tohor 8% dan 10%. Sifat setiap fiksator dapat mempengaruhi arah warna serta ikatan antar serat dan pigmen warna. Pada fiksator tawas, perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 10% dengan nilai a* 11.63, nilai b* 22.3, dan nilai L* 63.13. Pada fiksator garam, perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi 10% dengan nilai a* 9.87, nilai b* 30.1, dan nilai L* 62.07. Pada fiksator kapur tohor, perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi 10% dengan nilai a* 14.57, nilai b* 29.3, dan nilai L* 56.8 ABSTRACTThe aim of this research is reviewing and studying the effect of concentration fixator against quality natural dyes from mango leaves applied on fabrics. The research using nested random design with two factors. Main factors are fixator, alum, salt and quicklime, while the nested factor is the concentration of each fixator. Fixator concentration consists of alum with concentration of 10% and 15%, salt 10% and 12%, as well as quicklime 8% and 10%. Each treatment was repeated three times. Every fixator’s character can be affecting the color, both sense and bond between the fiber and color pigments. On alum fixator, best treatment concentration lead to 10% with values a* 11.63, b* value of 22.3, and values of L * 63.13. On salt fixator, best treatments are at a concentration of 10% by 9.87 value a*, b* value of 30.1, and values of L* 62.07. On quicklime fixator, best treatments are concentration of 10% with values 14.57 a*, b* value of 29.3, and L* value of 56.8
IDENTIFIKASI KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN DAN TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI DI DAS BRANTAS HULU KOTA BATU Lusiana, Novia; Widiatmono, Bambang Rahadi; Anugroho, Fajri
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.282 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.02.13

Abstract

ABSTRAKPerkembangan setiap sektor pembangunan akan membawa dampak negatif terhadap lingkungan, begitu juga dengan perkembangan sektor pertanian menjadi agroindustri. Salah satu dampak negatif dari perkembangan kegiatan pertanian adalah usaha intensifikasi pertanian melalui penggunaan pestisida yang berpotensi mencemari air sungai. Identifikasi terhadap kesesuaian penggunaan lahan pertanian serta tingkat pencemaran air sungai oleh penggunaan pestisida merupakan langkah awal dalam usaha menjaga sumberdaya alam akibat usaha intensifikasi pertanian. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari dua metode yaitu analisa spasial untuk kesesuaian penggunaan lahan pertanian dan indeks pencemaran untuk mendeskripsikan tingkat pencemaran air sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan yang sesuai dengan peruntukan pertanian (Kelas I dan II) di kota Batu sebesar 1333.54 ha atau 6.78%, hasil evaluasi kelas kemampuan lahan menunjukkan ketidaksesuaian penggunaan lahan kondisi saat ini sebesar 25.67% dan berdasarkan RTRW sebesar 32.05%. Peningkatan ketidaksesuaian penggunaan lahan juga diperoleh dari perkembangan sektor pertanian dimana luas lahan pertanian yang dialokasikan 3289.756 ha lebih dari luas lahan pertanian yang tersedia. Tingkat pencemaran air sungai DAS Brantas hulu kota Batu berada pada status pencemaran ringan sampa berat dengan indeks pencemaran terendah 0.92 (kondisi baik) berada di sumber Brantas dan tertinggi 245.39 pada sungai Ngujung, desa Pandanrejo. Usaha intensifikasi pertanian di kota Batu juga memiliki kontribusi terhadap penurunan kualitas air di DAS Brantas Hulu ABSTRACTDevelopment on each sector would gived negative effect for environment quality, such as agriculture development to be agroindustry. One of the negative effect of intensification effort through using of pesticide is donate contaminant to water. Identification of suitability agriculture landuse and water polution level by pesticide using is the one effort to save a resource from intensification agriculture efforts. The methods proposed are analysis spatial for determined of suitability agriculture landuse and contamination indeks for describe how far the water contamination. The result showed that the area where suitable for agriculture in Batu is 1333.54 ha or 6.78% and the evaluation result showed there is unsuitable landuse in existing condition is 25.67% from total area, and 32.05% for spatial planning condition. The increased of unsuitable landuse on spatial planning caused by agriculture sector development which the area for agriculture more larger than the land capability, planing for agriculture area is 3289.76 ha. Contamination level for water river in Brantas from good condition with IP value is 0.92 on Sumber Brantas and the highest level in Ngujung’s river with IP value is 245.39 with weight level status. Agriculture intensification efforts also have contribution to reduce water quality on the upper of Brantas
DETEKSI GELATIN BABI PADA SOFT CANDY MENGGUNAKAN METODE PCR-RFLP SEBAGAI SALAH SATU PEMBUKTIAN KEHALALAN PANGAN Fadlurrahman, -; Wardani, Agustin Krisna; Widyastuti, Endrika
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.036 KB)

Abstract

Gelatin merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang banyak digunakan dalam pembuatan soft candy sebegai agen pembentuk gel. Namun, gelatin yang digunakan masih diragukan kehalalannya dikarenakan lebih dari 40% produksi gelatin menggunakan komponen babi sebagai bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gelatin babi pada softcandy menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) yang disempurnakan dengan metode RFLP (Restriction Fragment Lenght Polymorphism). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh jenis soft candy yang dilakukan proses ekstraksi DNA terlebih dahulu sebelum dilakukan metode deteksi PCR-RFLP. Proses PCR menggunakan primer yaitu Cyt B (Cytochrome B) yang akan mengamplifikasi DNA homolog babi. Sampel yang berhasil teramplifikasi dilanjutkan dengan proses RFLP menggunakan enzim BseD1 untuk membedakan antara DNA babi dengan DNA homolognya. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa suhu opti-mum dari proses annealing PCR sebesar 49 °C, tujuh dari sepuluh sampel berhasil diamplifikasi dengan ukuran DNA sebesar 359 bp (base pair), sedangkan tiga sampel tidak berhasil diampli-fikasi karena kurang tepatnya proses isolasi yang dilakukan. Tiap sampel tidak menunjukkan adanya fragmentasi DNA dengan ukuran 228 bp dan 131 bp saat dilakukannya proses RFLP. Hal tersebut menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh sampel tidak mengandung gelatin babi dan tiga sampel yang tidak berhasil diamplifikasi perlu dilakukan proses ekstraksi ulang dengan menggunakan metode lain yang lebih tepat.
PENGEMBANGAN PRODUK KERUPUK JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) SKALA UMKM Wiyono, Andi Eko; Herlina, Herlina; Yuwanti, Sih
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.292 KB)

Abstract

Kerupuk jambu biji merah merupakan bentuk diversifikasi produk yang dapat meningkatkan keragaman jenis kerupuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh proporsi terigu dan tapioka dengan bubur jambu biji merah terhadap karakteristik organoleptik kerupuk jambu biji merah, mengetahui karakteristik fisik dan kimianya, sehingga dapat dirancang sebuah model bisnis dan layak secara finansial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor ganda yaitu proporsi terigu dan tapioka dengan bubur jambu biji merah. Hasil uji organoleptik dianalisis menggunakan sidik ragam (5%) dan penentuan tiga perlakuan yang paling disukai panelis menggunakan pembobotan, sedangkan penentuan perlakuan terbaik menggunakan uji efektivitas. Perlakuan terbaik adalah A2B2 (proporsi terigu dan tapioka 15%:85% dengan bubur jambu biji merah 50%). Karakteristik fisik kerupuk jambu biji merah goreng terbaik yaitu rendemen 77.82%, kecerahan 67.23, dan daya kembang 101.48%. Karakteristik kimianya yaitu kadar air 3.80%, kadar abu 0.40%, kadar lemak 7.75%, dan kadar vitamin C 8.34 mg/100 gr. Model bisnis kanvas terbaik pada value proposition yaitu memberikan energi dan vitamin C, aman, berstiker, unik dan renyah, dan menggunakan minyak yang baik; customer segment yaitu seluruh wilayah Kabupaten Jember, pelajar, pria dan wanita dewasa; revenue stream yaitu penjualan melalui retailer terutama di sekolah; channels yaitu direct selling dan retailer. Produksi kerupuk jambu biji merah dinyatakan layak dengan kriteria NPV Rp 90,712,874, IRR 43.14%, PP 2 tahun 2 bulan 24 hari, BEP 200688 bungkus senilai Rp 83,620,009, dan B/C rasio 2.13
FORMULASI DAN PENENTUAN UMUR SIMPAN FRUIT LEATHER MANGGA (Manginefera indica L.) DENGAN PENAMBAHAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING MODEL ARRHENIUS Ariadianti, Aisyah Tri Retno; Atmaka, Windi; Siswanto, Siswanto
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat untuk membuat fruit leather mangga dengan penambahan kulit buah naga merah dilanjutkan dengan pengamatan kinetika kemunduran mutu dan pendugaan umur simpan. Tiga formulasi terbaik dengan perbandingan mangga dan kulit buah naga merah (400 g:100 g, 425 g:75 g, dan 450 g:50 g) diuji sensoris untuk mendapatkan satu formulasi terpilih. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan one way ANOVA, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf signifikansi 0.05. Formulasi terpilih dilakukan pengujian sensoris, kadar air, dan aktivitas antioksidan kemudian disimpan pada 3 suhu berbeda yaitu 35 ºC, 45 ºC, dan 55 ºC selama 25 hari. Setiap 5 hari, sampel diuji sensoris dan kadar air untuk diamati kinetika kemunduran mutu. Aktivitas antioksidan diuji pada hari ke nol, batas tolak, dan hari ke-25. Perhitungan umur simpan dihitung berdasarkan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) model Arrhenius. Hasil penelitian diperoleh formulasi terpilih yaitu perbandingan mangga dengan kulit buah naga merah 425 g:75 g ditambah 20% sorbitol, 1% gum arab, dan 0.2% jeruk nipis. Parameter sensoris dan kadar air fruit leather semakin menurun seiring bertambahnya waktu dan suhu penyimpanan. Namun aktivitas antioksidan semakin meningkat selama penyimpanan. Berdasarkan model Arrhenius, umur simpan fruit leather mangga dengan penambahan kulit buah naga merah yang dikemas menggunakan alumunium foil yaitu 33 hari pada suhu 30 ºC
Performance Test of Modified BBPMP Mower for Planting Rice in Sumbermanjing Wetan Ahmad, Ary Mustofa; Djoyowasito, Gunomo; Nugroho, Wahyunanto Agung; Darmanto, Darmanto; Prasetyo, Joko; Iqbal, Zaqlul
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.039 KB)

Abstract

Saat ini, penemuan alat dan mesin pertanian berkembang pesat. Dimulai dari alat tradisional yang biasa disebut ani-ani yang hanya dapat memotong malai padi, sampai combine harvester yang memiliki beberapa fungsi seperti memotong, perontokan, hingga pengarungan gabah. Akan tetapi, tidak semua petani memiliki keuangan yang baik untuk membeli mesin yang tepat. Ditambah lagi, perbedaan luas lahan menjadikan beberapa mesin tidak dapat bekerja secara optimal. Demi memecahkan permasalahan itu, BBPMP (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian) memodifikasi mesin mower konvensional menjadi “direct couple” mower Untuk menggantikan fungsi sabit. Namun, performansi mesin di lapangan masih belum diketahui. Disamping itu, tim dari Lab. Daya dan Mesin, Keteknikan Pertanian, Universitas Brawijaya, juga melakukan modifikasi pada mower yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas kerja, kehilangan gabah saat panen (losses) dan biaya pemanenan. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan utama. Pertama, persiapan mesin dan lahan sawah di Kabupaten Sumbermanjing Wetan. Kedua, Pengujian performansi mesin dengan beberapa parameter yang akan diukur. Terakhir, analisis data kemudian didapatkan kesimpulan atas performansi mesin. Hasil Menunjukkan bahwa nilai rerata dari KLT sebesar 0.162 m2/s,  KLA sebesar 0.1565 m2/s,dan efisiensi sebesar 96.6% . Losses yang dihasilkan dari mesin hasil modifikasi Lab. Daya dan Mesin sebesar 22.425 kg/ha  dimana nilai kehilangan tersebut lebih kecil ketimbang penggunaan sabit (195-208 kg/ha) atau mower dari BBPMP (173.55 kg/ha). Kemudian, Nilai Break Even Point (BEP) mower adalah sebesar 19 ha dengan waktu 2.7 bulan untuk mencapai payback periode.
Factors Influencing Consumers Behaviour Towards The Decision on Purchasing Organic Rice Ikasari, Dhita Morita; Deoranto, Panji; Silalahi, Rizky Lutfian Ramadhan; Citraresmi, Ardaneswari Dyah Pitaloka
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.816 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian beras organik di kota Batu dan mengukur besarnya pengaruh faktor perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian beras organik di kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa faktor produk (X1), harga (X2), tempat (X3), pribadi (X4), dan motivasi (X5) berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian (Y) beras organik. Secara parsial faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen untuk membeli beras organik adalah faktor produk dan faktor motivasi, sedangkan faktor harga, tempat, dan faktor pribadi tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian beras organik
Crude Palm Oil Consumption As A Hepatoprotectors To Housewives In Bogor Perdani, Claudia Gadizza; Zakaria, Fransiska R; Prangdimurti, Endang
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.905 KB)

Abstract

Kekurangan Vitamin A (KVA) di Indonesia masih merupakan masalah utama. Kekurangan vitamin A tingkat berat (rabun senja) telah jarang ditemui, tetapi tingkat KVA subklinis masih bisa ditemukan. Minyak sawit mentah (CPO) memiliki kandungan tinggi karotenoid sebagai sumber provitamin A. CPO secara alami berwarna merah karena mengandung karotenoid yang tinggi, dan belum dimanfaatkan di Indonesia. CPO mengandung karotenoid dan vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Antioksidan dapat mengurangi kerusakan sel dengan menetralisir radikal bebas serta mencegah kerusakan lipid, protein, enzim, dan DNA. Tujuh puluh responden dipilih untuk konsumsi CPO selama 2 bulan dengan dosis ± 3.27 ml/hari. Plasma darah dari 22 responden yang sehat dianalisis dengan metode asam Tri Fluoro asetat (TFA), enzim aspartat Transaminase (AST), Alanine transaminase (ALT), Alkaline Phospatase (ALP) kit. Hasil penelitian menunjukkan 16 responden mengalami peningkatan jumlah retinol plasma dan penurunan tingkat aktivitas AST, ALT, dan enzim ALP. Penelitian ini menunjukkan bahwa CPO memiliki aktivitas antioksidan yang dapat meningkatkan kesehatan hati, sehingga dapat menjadi alternatif sumber provitamin A untuk menangani kekurangan vitamin A di Indonesia

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol 21, No 3 (2020) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue