cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
PROFIL SENSORI TEH DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum L.) DENGAN METODE SENSOMETRIK Oke Anandika Lestari; Nurheni Sri Palupi; Agus Setiyono; Feri Kusnandar; Nancy Dewi Yuliana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.02.4

Abstract

          Daun karamunting (Melastoma malabathricum. L) dalam bentuk teh (Tisane) dipreparasi sebagai minuman merupakan salah satu upaya menangani diabetes oleh masyarakat di Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan profil sensori minuman daun karamunting dan atribut sensori yang berpotensi menurunkan tingkat kesukaan dengan metode sensometrik. Teh yang diminati konsumen adalah yang tidak terlalu bitter dan kurang astringency. Metode penyeduhan dapat memberikan persepsi atribut sensori yang berbeda. Profil sensori dan hedonik tisane karamunting (Tikar) dengan berbagai metode penyeduhan dievaluasi menggunakan quantitative descriptive analysis (QDA) dan uji hedonik. Perbedaan metode penyeduhan dengan rasio daun kering:air (7:100 atau 3:100 b/v) digunakan dalam penelitian ini, yaitu seduh panas konvensional (PKV7 dan PKV3), seduh dingin (DKV7), seduh panas dengan drip bag (PDB7), dan seduh panas dengan tea bag (PTB3). Tisane komersial dalam tea bag (PTK3) digunakan sebagai pembanding. Pemetaan profil sensori hasil uji QDA pada berbagai metode penyeduhan dianalisis dengan PCA yang dilanjutkan dengan OPLS-DA dan korelasinya dengan hasil uji hedonik dianalisis dengan OPLS. Hasil dari QDA menunjukkan bahwa Tikar memiliki 14 atribut sensori. Metode sensometrik berhasil memetakan Tikar berdasarkan metode penyeduhan, yaitu PKV7 memiliki aktribut sensori harshness, stew dan astringency, sedangkan metode lainnya (DKV7, PKV7, PKV3, PTB3) greenish color, brightness color, serta fruity, dan PTK3 bitter dan smoky. Tingkat kesukaan tikar dengan metode penyeduhan PKV7 berada diantara metode penyeduhan lainnya dengan PTK3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa atribut sensori bitter lebih menurunkan tingkat kesukaan dibandingkan astringency. Metode penyeduhan dapat memberikan atribut sensori yang berbeda, sehingga dapat menjadi alternatif sebagai strategi meningkatkan kesukaan.
IMPROVING PEMPEK’S SHELF LIFE USING YAM’S STARCH BASED BIOPLASTICS PACKAGING WITH ADDITION OF CLOVE OIL Ulyarti Ulyarti; Ria Amelia Yolanda; Dian Wulansari; Agus Salim; Nazarudin
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.02.1

Abstract

          This study aimed to determine the effect of yam starch and clove oil based bioplastics packaging on the microbiological and sensory properties of pempek during storage. This research was carried out by using different packaging on pempek: bioplastics and polyethylene plastic. Pempek in each group was kept for 0, 8, 16, 24, 48 hours at room temperature. The total of Staphylococcus aureus bacteria was determined using colony forming unit and the sensory properties were obtained by the determination of color, texture and aroma of pempek using 5 skilled panelists. The results showed that the use of bioplastics packaging decreased the growth of Staphylococcus aureus bacteria in pempek compared to polyethylene plastics. The decrease in acidity was in line with the growth of Staphylococcus aureus that was steeper in pempek packaged with polyethylene plastics. The use of bioplastics also maintained the sensory properties of pempek (smell of damage) during storage better than the polyethylene plastic did.
PENGARUH TEPUNG AMPAS KEDELAI DALAM PEMBUATAN FLAKES UBI JALAR MERAH Yanti Nopiani; Dewi Fortuna Ayu; Evy Rossi; Yelmira Zalfiatri; Siti Nurhajijah
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.02.3

Abstract

          Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung ampas kedelai terhadap mutu flakes dari tepung ubi jalar merah.  Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini, dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penggunaan rasio tepung ubi jalar merah dan tepung ampas kedelai (w/w): UA0 (100:0%), UA1 ( 90:10%), UA2 (80:20%), UA3 (70:30%), dan UA4 (60:40%) dan UA5 (50:50%). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan ANOVA dan diuji lanjut dengan DNMRT pada taraf 5%. Rasio penggunaan tepung ubi jalar merah dan tepung ampas kedelai berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar, ketahanan renyah flakes di dalam susu, dan uji sensori secara deskriptif dan hedonik (warna, aroma, tekstur dan rasa). Flakes terpilih adalah perlakuan UA2 (80:20%) yang memiliki kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar 5,30%, 3,87%, 1,83%, 6,52%, dan 5,59%, sementara lama kerenyahan di dalam susu selama 163 detik. Hasil uji deskriptif UA2 adalah flakes berwarna orange kecoklatan, memiliki aroma ubi jalar, bertekstur agak renyah dan memiliki rasa ubi jalar merah. Selanjutnya hasil uji hedonik UA2 menunjukkan bahwa panelis menyukai flakes dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa.
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN EKONOMI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENGOLAHAN KOPI UNTUK PRODUKSI BIOGAS DI KABUPATEN JEMBER Elida Novita; Sri Wahyuningsih; Shofa Tri Fatmawati; Hendra Andiananta Pradana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.02.2

Abstract

          Desa Sidomulyo merupakan salah satu desa penghasil kopi di Kabupaten Jember. Penanganan terhadap air limbah pengolahan kopi belum tersedia di Desa tersebut. Selama ini tempat pembuangan air limbah tersebut adalah sungai sehingga berdampak pada penurunan kualitas airnya. Oleh karena itu penanganan air limbah diperlukan di Unit Pengolahan Kopi Rakyat Ketakasi, Desa Sidomulyo (Ketakasi). Keberlanjutan pengembangan biogas sebagai sumber energi merupakan salah satu hasil metode penanganan air limbah pengolahan kopi yang dipengaruhi oleh faktor teknis dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan teknis dan ekonomi dari pengembangan biogas sebagai bionergi dari air limbah pengolahan kopi menggunakan metode anaerobik di salah satu Unit Pengolahan Kopi Rakyat di Kabupaten Jember. Tahapan penelitian ini meliputi pengumpulan data primer dan sekunder serta analisis kelayakan secara teknoekologi dan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembuatan biogas sebagai sumber energi terbarukan dengan metode Batch Feeding layak secara teknoekologi, kemudahan dan kontinuitas. Disisi lain memiliki kekurangan yaitu effluent beban pencemaran air limbah (BOD dan COD) belum memenuhi baku mutu. Hasil akhir parameter BOD dan COD belum sesuai dengan baku mutu dan efisiensi proses yang masih belum dapat menurunkan konsentrasi parameter yang sesuai dengan standar baku mutu. Penanganan metode ini bisa diaplikasi sebagai alternatif penanganan awal air limbah pengolahan kopi. Teknologi anaerobik layak secara ekonomi, hal ini ditunjukkan oleh nilai pemasukan sebesar Rp 92.714.400/tahun lebih besar dibandingkan nilai pengeluaran sebesar Rp 29.612.000/tahun, serta nilai NPV > 0, dan jika nilai NPV layak maka nilai IRR dan B/C ratio juga layak dengan nilai secara beurutan 10,41 dan 3.
EKSTRAKSI NANOKALSIUM TULANG IKAN TENGGIRI (Scomberomorus sp.) DENGAN ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION Muhammad Usman Sihab; Dodyk Pranowo; Imam Santoso
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.02.7

Abstract

          Kalsium merupakan mineral esensial yang memiliki peranan penting di dalam tubuh untuk pembentukan tulang. Kalsium umumnya dikonsumsi dalam bentuk mikro kalsium yang menyebabkan penyerapan oleh tubuh hanya 50% sehingga sering menyebabkan defisiensi. Sumber kalsium yang aman digunakan umumnya dari tulang ikan, yang merupakan limbah tidak termanfaatkan, salah satunya adalah tulang ikan tenggiri. Pada penelitian ini digunakan ultrasound-assisted extraction (UAE) untuk mengekstrak nanokalsium. Kalsium berukuran nano lebih mudah diserap oleh tubuh dan dapat terapsorbsi secara cepat dan sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis interaksi waktu eksitasi dan amplitudo terhadap karakteristik nanokalsium yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan solusi terbaik untuk memproduksi nanokalsium dengan waktu eksitasi 100,04 menit dan amplitudo 75,00% dengan prediksi nilai respons yakni rendemen 47,49%; derajat putih 85,47%; dan kadar kalsium 47,62%. Distribusi ukuran partikel nanokalsium dengan posisi pengukuran 4,65mm dari dinding sel memiliki rata-rata ukuran 142,3nm dan PdI 0,226. Hasil analisis XRD menunjukkan puncak utama muncul pada sudut 2θ = 31,73. Selain itu, beberapa puncak muncul di 25,90; 28,99; 32,99; 34,18; 39,79; 43,97; 46,79 dan 49,62. Berdasarkan persamaan scherrer diperoleh ukuran rata-rata kristal 26,16 nm dan derajat kristalinitas 83,35%. Hasil analisis gugus fungsi yang terindikasi pada nanokalsium diantaranya adalah gugus fosfat (PO43-), karbonat (CO32-) dan gugus hidroksil (OH).
EFEKTIVITAS EKSTRAKSI SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI ABSORBEN MENGGUNAKAN METODE DELIGNIFIKASI DAN BLEACHING Ritonga, Putri Chairani; Sintya Agustina Eka Putri; Edwin Setiawan; Alfin Desta Pramaysella; Christoforus Kalo Bello Puyanggana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.1

Abstract

Limbah kelapa sawit di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat seiring dengan perluasan areal perkebunan kelapa sawit. Hal ini menyebabkan penumpukan limbah kelapa sawit terutama tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dengan pengelolaan limbah yang minim. TKKS tersusun atas berbagai kandungan didalamnya, salah satunya adalah selulosa. Kandungan selulosa TKKS yang tinggi berpotensi menjadi absorben alami yang ramah lingkungan sekaligus sebagai bentuk pengelolaan limbah TKKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi selulosa TKKS sebagai absorben alami dengan metode delignifikasi dan bleaching. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ekstraksi selulosa memiliki dua faktor perlakuan, yaitu persentase NaOH (10%, 20%, 30%) pada proses delignifikasi dan persentase H2O2 (0%, 5%, 10%) pada proses bleaching. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa proses delignifikasi berpengaruh nyata terhadap yield TKKS dengan konsentrasi 10%, sedangkan pada uji whiteness index H2O2 memiliki tingkat kecerahan maksimal dengan daya serap terbaik diperoleh dari perlakuan 20% NaOH + 10% H2O2 sebesar 12,87 g H2O/g. Perlakuan yang tepat pada ekstraksi selulosa TKKS sebagai absorben alami terdapat pada perlakuan 20% NaOH + 10% H2O2.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN BUBUK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Ibdal Satar; Ayu Nistia, Winne
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.2

Abstract

Es krim termasuk produk pangan semi padat, memiliki tekstur lembut, rasa yang enak dan manis sehingga disukai oleh banyak orang. Namun,  pada umumnya es krim masih rendah nilai aktivitas antioksidan. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan yang sesuai untuk meningkatkan aktivitas antioksidan es krim agar menjadi produk yang bernilai fungsional. Daun kersen kaya dengan kandungan komponen-komponen bioaktif seperti flavonoid, tanin, triterpen, saponin, dan polifenol. Bubuk daun kersen (BDK) diyakini dapat diaplikasikan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan aktivitas antioksidan pada es krim. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh penambahan BDK terhadap sifat fisikokimia es krim. Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor penambahan BDK telah digunakan dalam penelitian ini. Beberapa komposisi BDK yang digunakan adalah 0%(F0), 0,5%(F1), 1%(F2), 1,5%(F3), dan 2%(F4). Karakteristik fisikokimia es krim yang dievaluasi antara lain overrun, waktu leleh, komposisi air, komposisi protein total, komposisi gula total, komposisi flavonoid, dan aktivitas antioksidan (IC50). Karakteristik fisikokimia es krim dengan penambahan BDK menunjukkan nilai overrun 50,27-40,73%, waktu leleh 27,52-36,13 menit/g, kadar air 64,82-62,79%, kadar lemak 5,88-4,74%, kadar protein total 2,00-2,70%, kadar gula total 29,63-33,71%, kadar flavonoid 0,01-0,08%, dan aktivitas antioksidan IC50 71,16-30,02 ppm. Secara keseluruhan, karakteristik fisikokimia es krim dengan penambahan BDK menunjukkan perbedaan yang siginifikan (p<0,05).
PENDUGAAN UMUR SIMPAN DAN PERUBAHAN ASAM LEMAK ABON JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) SELAMA PENYIMPANAN Sudarminto Setyo Yuwono; Nundiah Zuhrohfi Immaroh; Harijono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.7

Abstract

Jamur tiram dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk abon. Abon, salah satu produk pangan kering, umumnya berbahan baku daging melalui proses perebusan dan penggorengan. Selama penyimpanan, abon jamur tiram mengalami penurunan mutu, seperti munculnya aroma tengik akibat reaksi oksidasi. Penentuan umur simpan atau masa kadaluarsa sangat dibutuhkan agar diketahui batasan waktu produk dalam kondisi layak konsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui umur simpan abon jamur tiram serta perubahan asam lemak sebelum dan sesudah penyimpanan. Penentuan umur simpan abon jamur tiram menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan persamaan Arrhenius, penyimpanan pada suhu 35, 45, dan 55°C. Hasil penelitian menunjukkan 60% panelis terlatih menolak abon jamur tiram pada hari ke-147. Mutu kritis warna L* 33,2; a* 18,8; b* 16, nilai peroksida 16,45Meq/kg,  asam lemak bebas 0,83 dan TBA 3,46 mg/kg. Penentuan umur simpan menggunakan nilai energi aktivasi terendah, yaitu parameter TBA sebesar 3982,931kal/mol dengan persamaan regresi linier dari plot Arrhenius y = −2.005,5x + 1,5173 dan nilai R2 0,908. Umur simpan abon jamur tiram apabila disimpan pada suhu 25, 27, dan 30°C berturut-turut adalah 515,34; 489,49; dan 458,14 hari. Terdapat enam senyawa baru yang muncul selama penyimpanan, yaitu Octanoic acid, methyl ester (Cas) Methyl octanoate, Pentadecanoic acid, 14-methyl-, methyl ester (Cas) Methyl 14-Methyl-Pentadecanoate, Nonanoic Acid (Cas) Nonoic Acid, 2-Isononenal (Cas) Branched Chain 2-Nonenal, Heptanoic Acid, 3,6,6-Trimethyl-, Methyl Ester (Cas) 3,6,6-Trimethylheptanoic Acid Methyl Ester, 9-Octadecenoic Acid (Z)- (Cas) Oleic Acid, 13-Docosenoic Acid, Methyl Ester (Cas) Methyl 13-Docosenoate. Jenis asam lemak tersebut dapat menimbulkan aroma tengik.
STUDY OF ANGIOTENSIN-I CONVERTING ENZYME INHIBITORY PEPTIDES DERIVED FROM Ficus pumila var. awkeotsang SEEDS HYDROLYSATE Ningrum, Sugiyati; Jue Liang Hsu
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.1

Abstract

Hypertension also known as high blood pressure that has associated with multi-metabolic pathways such as the renin-angiotensin-aldosterone system (RAAS). There have been several synthetic ACE inhibitory drugs used clinically as therapeutics for hypertension. However, synthetic drugs showed side effects on human health after long-term use. Therefore, alternative natural ACE inhibitors from food-derived are necessary to develop. The study aimed to examine the activity of angiotensin-I converting enzyme inhibitory peptides derived from Ficus pumila var. awkeotsang seeds hydrolysate and to study the efficiency of enzymatic digestion. This study used four enzymes (trypsin, pepsin, thermolysin, and chymotrypsin) to release bioactive peptides from Ficus pumila var. awkeotsang seeds that could exhibit an antihypertensive effect. The results showed that Ficus pumila var. awkeotsang trypsin hydrolysate has the highest ACEI activity, 90.37%, and the IC50 reached 169±3.5 µg/mL. Then, the hydrolysate produced by trypsin has the highest degree of hydrolysis, 4%, after 8 hours of incubation. Hence, Ficus pumila var. awkeotsang seeds hydrolysate could develop as an alternative natural product that is responsible for ACE-inhibitory activity.
PENGARUH FORMULASI JAHE, SECANG DAN KAYU MANIS TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN TRADISIONAL INSTAN CHING JAE Riyadlul Akbar H. ANR; Erni Sofia Murtini; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.5

Abstract

Pembuatan minuman ching jae dilakukan dengan pencampuran ekstrak cair dari jahe, secang dan kayu manis. Proses selanjutnya adalah ditambahkan gula pada campuran ekstrak cair tersebut dan dilakukan proses kristalisasi. Senyawa aktif pada bahan tersebut bersifat labil terhadap panas sehingga diperlukan kondisi ekstraksi yang dapat mempertahankan senyawa aktifnya. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi minuman ching jae dengan sifat fisik, kimia dan organoleptik terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu konsentrasi sari yang jahe (35%, 37,5% dan 40%) dan konsentrasi ekstrak secang (10%, 12,5% dan 15%). Proses pembuatan ching jae dilakukan dengan ekstraksi sari jahe dengan penggilingan dan ekstraksi secang dan kayu manis melalui proses perebusan pada suhu 100°C selama 45 menit. Ekstrak jahe, secang dan kayu manis yang telah didapat kemudian digunakan untuk proses formulasi. Larutan hasil formulasi kemudian dimasukkan ke dalam alat pemasakan dengan penambahan gula 500 g selanjutnya dilakukan proses kristalisasi. Bubuk tersebut kemudian diayak dengan ayakan 30 mesh. Analisis yang dilakukan meliputi warna, pH, total fenol, antioksidan dan total padatan terlarut (TPT). Analisis sensori meliputi warna, aroma dan rasa. Formulasi terbaik ditentukan dengan Multiple Atribute Test (Zelleny). Penelitian ini menghasilkan formulasi terbaik pada konsentrasi jahe 40% dan secang 5%. Minuman ching jae perlakuan terbaik memiliki nilai L 39,55; a 35,48; b 35,12; total fenol 342,30 mg GAE/g; aktivitas antioksidan (IC50) 167,13 ppm; TPT 14,50 OBrix; pH 7,13. Kesukaan terhadap warna 4,65/5; aroma 3,90/5 dan rasa sebesar 4,20/5.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue