cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN POLISULFON DAN SELULOSA ASETAT DARI LIMBAH FILTER ROKOK Zulfa Musyaffa, Amirah; Nurul Fadillah; Ibrahim Maina Idriss; Wahyunanto Agung Nugroho; Muhammad Roil Bilad; Wibisono, Yusuf
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.3

Abstract

Membran merupakan salah satu teknologi pengolahan air untuk menyaring partikel-partikel dalam air. Polisulfon (PSf) adalah polimer yang umum digunakan untuk membuat membran ultrafiltrasi. Namun, permasalahan utama PSf adalah sifatnya yang hidrofobik sehingga menyebabkan rendahnya permeabilitas serta mempercepat terjadinya pengotoran. Selulosa asetat (CA) adalah material hidrofilik yang dapat menimbulkan hidrofilisitas pada membran PSf. Hampir 90% rokok diproduksi dengan filter yang berasal dari CA. Filter rokok mengandung hingga 97% CA yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku pembuatan membran. Fokus dari penelitian ini adalah melakukan sintesis membran melalui pendekatan metode inversi fasa dengan bahan dasar berupa polimer PSf yang dikombinasikan dengan polimer CA dari limbah filter rokok yang diharapkan dapat meningkatkan sifat hidrofilisitas membran. Variasi PSf dan filter rokok (PSf/CA) yang digunakan pada penelitian adalah 100:0, 75:25, 50:50, dan 25:75. Hasil dari membran dilakukan karakterisasi melalui analisis sudut kontak air, analisis permeabilitas membran, serta analisis gugus senyawa selulosa asetat pada membran. Nilai sudut kontak statis membran berturut-turut adalah 126,754º, 83,291º, 80,223º, 71,929º. Permeabilitas air bersih membran masing-masing adalah 4.145 L/m2.h.bar, 3.125 L/m2.h.bar, 13.145 L/m2.h.bar, dan 7.187 L/m2.h.bar.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN MIKROSTRUKTUR YOGHURT SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN PEKTIN DAN BUBUR BUAH (PULP) NANGKA (Artocarpus heterophyllus) Fithri Choirun Nisa; Amira Kintan Primandita
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.3

Abstract

Susu kambing mempunyai banyak manfaat kesehatan diantaranya adalah lebih mudah dicerna dan mempunyai tingkat alerginitas yang rendah. Yoghurt susu kambing sebagai produk fermentasi mempunyai nilai fungsonal yang meningkat, akan tetapi mempunyai gel yang lemah dan stabilitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikokimia (viskositas, sineresis, total asam, pH dan total bakteri asam laktat) dan mikrostruktur pada yoghurt susu kambing dengan penambahan pektin dan pulp nangka. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing segar, starter yoghurt set komersial (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Lactobacillus acidophilus, dan Bifidobacterium), pektin, dan pulp nangka. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan pektin 1; 1,5; dan 2% (b/b) dan pulp nangka 5 dan 10% (b/b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan pektin dan pulp nangka pada yoghurt susu kambing dapat meningkatkan viskositas, total asam, dan total BAL serta menurunkan sineresis dan pH. Perlakuan terbaik diperoleh pada sampel yoghurt susu kambing dengan penambahan pektin 1,5% dan pulp nangka 5%. Hasil analisis SEM pada sampel yoghurt susu kambing dengan penambahan pektin dan pulp nangka memiliki ukuran void yang lebih kecil dan jaringan yang terbentuk lebih teratur, hal ini kemungkinan dapat dihubungkan dengan viskositas yang meningkat dan sineresis yang menurun.
FUNGI ENDOFIT DAUN Artocarpus altilis SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Nur Kusmiyati; Nuzulul Nuzulul Furoida Imarotu Zahroh; Liliek Harianie; Siti Fajariyah Novita; Ulfah Utami; Anggeria Oktavisa Denta
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.4

Abstract

Beberapa jenis mikroba dapat menyebabkan patologis yang cukup serius bagi manusia ataupun makhluk hidup lainnya, salah satunya adalah Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Senyawa aktif dari daun sukun Artocarpus altilis memiliki aktivitas antimikroba, namun eksploitasi tanaman dapat mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem. Fungi endofit hidup  di dalam sel jaringan tanaman  sehat dan dapat menghasilkan jenis metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan menyeleksi fungi endofit dari daun A. altilis yang memiliki potensi sebagai agen antibakteri terhadap  S. aureus dan E. coli. Metode yang digunakan yaitu isolasi fungi endofit dari daun A. altilis  dan mengidentifikasinya secara makroskopis dan mikroskopis. Uji aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli dilakukan ekstraksi metabolit sekunder bakteri endofit dan uji fitokimia menggunakan metode difusi, pengenceran cair, dan padat. Berdasarkan hasil analisis didapatkan empat isolat fungi endofit daun A. altilis yang diberi kode IS01, IS02, IS03 dan IS04. Fungi endofit IS01 memiliki aktivitas antibakteri sangat kuat, IS03 kuat, IS02 sedang, dan IS04 lemah terhadap patogen E. coli dan kuat terhadap patogen S. aureus. Fungi endofit daun A. altilis dapat berperan sebagai  antibakteri terhadap  S. aureus dan E. coli.
FORMULASI PENAMBAHAN TEPUNG GLUKOMANAN DARI PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) DAN GULA AREN (Arenga pinnata) PADA PEMBUATAN SUSU KEDELAI MENGGUNAKAN RANCANGAN METODE MIXTURE OPTIMAL CUSTOM DESIGN Jupri Mustofa; Simon Bambang Widjanarko; Ahmad Zaki Mubarok
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.7

Abstract

Susu kedelai merupakan minuman sumber protein nabati. Permasalahan susu kedelai ada 2, yakni stabilitas rendah dan tinggi kalori, karena memakai pemanis gula tebu. Tujuan penelitian ini membuat minuman susu kedelai yang menunjukkan stabilitas tinggi dan rendah kalori, dengan membuat formula yang terdiri atas: susu kedelai, menambahkan tepung glukomanan porang dan mengganti gula pasir dengan gula aren. 16 total perlakuan dirancang dengan metode Mixture Optimal Custom Design (MOCD) memakai Design Expert Versi 13, dengan 3 variabel bebas: proporsi susu kedelai, tepung glukomanan porang dan gula aren. Respon percobaan: total gula dan stabilitas susu kedelai. Hasil verifikasi dibandingkan dengan susu kedelai komersil merk: “Soybaru”. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan formula optimum (prediksi DX) adalah: susu kedelai 88,5 g, proporsi glukomanan (GM) porang 1,5 g dan gula aren 10 g, dimana kandungan total gula sebesar 4,41% dan stabilitas 97,51% dengan nilai desirability 91,8%. Uji verifikasi menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (p<0,05) dengan prediksi DX formula susu kedelai. Susu kedelai hasil verifikasi menunjukkan data kadar total gula 4,72% dan stabilitas 97,67%. Mutu susu kedelai hasil verifikasi dengan susu kedelai komersial merk ”Soybaru” berbeda sangat nyata (p-value<0,001) untuk respon total gula dan stabilitas, namun tidak berbeda nyata (p-value >0,05), untuk kadar protein, total lemak, pH, bau, rasa, warna dan penerimaan secara keseluruhan.
KARAKTERISTIK KIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN TENGGULUN (Protium javanicum) BERDASARKAN TINGKAT KETUAAN DAUN Ni Luh Ari Yusasrini; Luh Putu Trisna Darmayanti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.6

Abstract

Ekstrak etanol daun tenggulun mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Tingkat ketuaan daun adalah salah satu komponen yang mempengaruhi jumlah dan komposisi senyawa fitokimia dalam ekstrak daun tenggulun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat ketuaan daun yang ideal sehingga ekstrak yang dihasilkan memiliki karakteristik kimia terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan tingkat ketuaan daun tenggulun yaitu P1 (daun pucuk), P2 (daun muda), P3 (daun dewasa), dan P4 (daun tua). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketuaan daun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rendemen, kadar total fenol, total flavonoid, total tanin dan nilai IC50 ekstrak etanol daun tenggulun. Perlakuan terbaik diperoleh dari ekstrak etanol daun tenggulun dewasa dengan nilai rendemen 18,812%, total fenol 22,612 mg GAE/g, total flavonoid 4,330 mg QE/g, total tanin 23,392 mg TAE/g dan IC50 21,265 ppm. Terdapat hubungan korelasi negatif yang cukup antara total fenol dengan aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar -0,70.
KARAKTERISASI ROTI BOLU MANIS BERBASIS MOCAF (Modified Cassava Flour) TERKOMPOSIT SERBUK DAUN KELOR SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI Herlina; Siti Nur Shaidah; Asmak Afriliana; Yuli Wibowo; Siswoyo Soekarno; Andy Eko Wiyono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.7

Abstract

Roti bolu manis berbasis MOCAF terkomposit serbuk daun kelor merupakan salah satu inovasi produk pangan olahan non gluten. Penggunaan MOCAF sebagai bahan pengganti terigu aman untuk penderita yang intoleran terhadap gluten. Serbuk daun kelor yang kaya akan protein, serat, dan senyawa bioaktif dapat meningkatkan nilai gizi dan fungsional roti bolu manis. Penelitian ini berguna mengidentifikasi pengaruh rasio MOCAF dan serbuk daun kelor terhadap karakteristik fisik, kimia dan sensori roti bolu manis berbasis MOCAF terkomposit serbuk daun kelor. Rancangan penelitian berbasis Rancangan Acak Lengkap (RAL) serta 4 (empat) ulangan perlakuan. Faktor  perlakuan adalah rasio MOCAF dan serbuk daun kelor, yaitu: (A1)=100:0; (A2)=98:2; (A3)=96:4; (A4)= 94:6; (A5)=92:8; dan (A6)=90:1. Hasil penelitian yaitu rasio MOCAF dan serbuk daun kelor berpengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan sensori. Perlakuan terbaik berdasarkan uji efektivitas pada perlakuan A4 dengan rasio MOCAF 96 g dan serbuk daun kelor 4 g (A4) dan nilai daya kembang sekitar 18,22%; kadar air 28,33%; kadar protein 9,56%; kadar serat kasar 2,91%; aktivitas antioksidan 53,46%; dan polifenol total 0,45 mg GAE/g, tingkat kesukaan pada atribut rasa 5,16; aroma 4,60; warna 4,52; tekstur 4,24; dan 3,96 secara keseluruhan.
THE PROCESSING TECHNIQUE AFFECTS THE PHYSICOCHEMICAL AND TEXTURAL CHARACTERISTICS OF PURPLE YAM BASED GLUTEN-FREE DOUGH Ulyarti; Nazarudin; Lisani; Wulandari, Nur
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.4

Abstract

Purple yam tuber in the form of flour has been applied for functional food products. Processing purple yam tubers into flour eliminates many beneficial compounds of the tubers. Another alternative for processing purple yam tubers is to process them directly into a paste to be mixed into the dough. This study was carried out to determine the effect of the processing technique of yam tuber on the texture profile of gluten-free dough made up of yam tuber and modified cassava flour (mocaf). Four (4) types of processing techniques were applied to produce purple yam+mocaf dough. First (ST), steaming yam tuber, mashing + mocaf + water. Second (SST), steaming slice of yam tuber, mashing + mocaf + water. Third (SCT0.5), soaking slices of yam tuber in citric acid 0.5%, mashing + mocaf + yam tuber mucus. The last (SCT1) is soaking slices of yam tuber in citric acid 1%, mashing + mocaf + yam tuber mucus.  The result showed that the amount of water, the ratio between purple yam paste and mocaf, the lead time, and the processing technique play important roles in shaping the texture of the dough. The third technique (SCT0.5) produced higher hardness, adhesiveness, springiness, and cohesiveness dough than the other techniques. However, none of the texture profiles strongly correlate with the dietary fiber content. These results can be used better to understand the free gluten food application of yam tuber.
SCHEDULED FOG IRIGATION SYSTEM USING ARDUINO UNO AND RTC (REAL-TIME CLOCK) ON FERTILIZATION OF MUSTARD PLANT (Brassica juncea L.) De Side, Gagassage Nanaluih; Sumarsono, Joko; Abdullah, Sirajuddin Haji; Priyati, Asih; Dewi, Endang Purnama; Wenny Amaliah
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.03.7

Abstract

The watering of seedings can be done automatically by leveraging the development and advancement of technology, one of which is by utilizing a microcontroller that can be programmed to do watering according to the preferred time. This research aims to design and implement a scheduled fog irrigation system using the Arduino UNO microcontroller and utilizing the RTC (real-time clock) component in the mustard green seeding. In this research, the fog irrigation system is applied to green cabbage by optimizing the Arduino Uno microcontroller, which is used to design electronic circuits to automate the control of watering fog irrigation. Through this system, it is expected that plant watering can be done on time and the plant's water needs can be fulfilled. This research uses the experimental method or experiments with direct observation in the field through several stages, including preparing, designing, and making irrigation installations, constructing a series of scheduled fog irrigation systems, making scheduled irrigation program languages, calibrating RTCs, and working on scheduled fog irrigation systems. The research parameters include water use efficiency and the operation of the scheduled fog irrigation system. The observation parameters were water discharge (mL/min), water use efficiency (%), plant height (cm), number of leaves (strands), and performance of the scheduled fog irrigation system. Three treatments were applied in this study: first-time watering, second times watering, and third times watering. The scheduled fog irrigation system ran well during the research and aligned with the plan. In testing, the fog irrigation system has a water use efficiency of 75.86%, and in the treatment of fog irrigation, three times a day has the highest value of height and number of leaves with an average height of 3.72 cm and an average number of leaves 2.77 strands.
KARAKTERISASI BERAS ANALOG KULIT APEL MANALAGI (Malus sylvestris) PADA VARIASI SUHU PENGERINGAN YANG BERBEDA Nur Alfian, Rizal; La Choviya Hawa; Joko Prasetyo
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.03.4

Abstract

Beras analog adalah produk olahan yang berbentuk seperti butiran beras, tetapi terbuat dari bahan pangan non-beras seperti tepung kulit apel manalagi, tepung porang, dan tepung kacang merah. Pengeringan adalah tahap penting dalam pembuatan beras analog fungsional untuk memastikan kadar air bahan di bawah 15%, sehingga beras dapat disimpan dengan aman untuk waktu yang lebih lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa laju pengeringan dan sifat fisik beras analog yang dikeringkan pada suhu 40, 50, 60, dan 70°C serta menentukan suhu pengeringan paling optimal dalam memperoleh karakteristik terbaik dari beras analog. Tahapan penelitian meliputi pembuatan tepung kulit apel, pembuatan beras analog, dan pengeringan pada suhu 40, 50, 60, dan 70°C. Pengamatan meliputi perubahan kadar air, laju pengeringan, densitas kamba dan perubahan atribut warna (L, a*, b*). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pengeringan tertinggi pada suhu 70°C. Suhu pengeringan optimal pada 70°C dengan kadar air beras analog 5,20%, densitas kamba 0,455 g/mL dan warna pada derajat kecerahan (L*) 66,50, derajat kemerahan (a*) 9,75, dan derajat kekuningan (b*) 24,90.
KAJIAN COATING PATI JAGUNG TERHADAP MUTU BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) VARIETAS MEGA PANINGGAHAN Ifmalinda; Tasya Putri Herman; Dinah Cherie
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.03.1

Abstract

Alpukat merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan nutrisi, lemak, dan energi yang cukup tinggi. Alpukat varietas Mega Paninggahan merupakan salah satu buah unggulan yang memiliki angka produksi tinggi dan berasal dari Solok, Sumatera Barat. Alpukat merupakan buah klimaterik yang memiliki waktu pematangan sekitar 7 hari setelah buah dipetik hingga siap untuk dikonsumsi. Buah alpukat yang telah mengalami pematangan akan mudah mengalami kerusakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah upaya agar dapat mempertahankan mutu buah, yaitu dengan pengaplikasian coating. Coating merupakan suatu lapisan yang tipis, berwarna bening atau transparan, berasal dari bahan-bahan yang tidak berbahaya, dan diaplikasikan langsung di atas permukaan produk pertanian. Coating yang digunakan berasal dari pati jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menentukan konsentrasi pati jagung terbaik untuk mempertahankan mutu buah alpukat varietas Mega Paninggahan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi pati jagung. Perlakuan konsentrasi  pati jagung  terdiri dari 1,2%, 2,4%, dan 3,6%. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik coating pati jagung untuk mempertahankan mutu buah alpukat varietas Mega Paninggahan adalah konsentrasi pati jagung 3,6%  dengan umur simpan selama 10 hari. Hasil tiap-tiap parameter perlakuan terbaik adalah susut bobot 3,398%, kadar air 81,185%, kekerasan 52,376 N/cm2, warna Light 44,324, dan selisih warna Hue 0,947º.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol 21, No 3 (2020) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue