cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENYEDUHAN METODE FRENCH PRESS TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENERIMAAN KESELURUHAN TEH HITAM PUCUK MERAH (Syzygium oleana) Sudarminto Setyo Yuwono; Mahardhika, Putri Aulia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.8

Abstract

Tingginya potensi senyawa metabolit sekunder pada daun pucuk merah berpotensi untuk diolah menjadi teh hitam pucuk merah. Proses penyeduhan teh merupakan tahapan penting karena dapat mempengaruhi sifat sensori dan komponen bioaktif pada teh. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis suhu dan waktu penyeduhan yang optimum menggunakan alat yang umum digunakan pada kopi, yaitu French Press, agar memperoleh karakteristik terbaik pada teh hitam pucuk merah (Syzygium oleana) berdasarkan aktivitas antioksidan dan penerimaan keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini dapat meningkatkan nilai jual dan menghasilkan teh herbal yang berkualitas serta dengan pengolahan yang tepat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan Central Composite Design (CCD) serta tahap verifikasi analisis Paired T-test menggunakan Minitab 19 dan verifikasi uji organoleptik metode Just About Right (JAR). Hasil optimasi menghasilkan solusi optimal kombinasi suhu penyeduhan 80 °C dan waktu penyeduhan 3 menit dengan aktivitas antioksidan IC50 109,3 ppm dan penerimaan keseluruhan 2,17. Hasil verifikasi Paired T-test yaitu tidak berbeda nyata terhadap nilai prediksi yang diberikan software Minitab 19 (p-value > 0,05). Hasil verifikasi uji organoleptik metode Just About Right (JAR) menunjukkan keempat atribut belum berada pada level Just About Right (JAR) dengan nilai p-value >0,05 tidak berbeda nyata secara signifikan.
PERBEDAAN SUHU DAN LAMA PERENDAMAN MOCAF DENGAN MODIFIKASI ANNEALING TERHADAP SIFAT FUNGSIONAL TEKNIS DAN KANDUNGAN PATI Ararinda Kusweni, Nelfi; Subagio, Achmad; Diniyah, Nurud
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.5

Abstract

MOCAF merupakan salah satu olahan berbahan baku ubi kayu yang difermentasi dengan mikroba. MOCAF masih memiliki beberapa kekurangan yaitu swelling power dan kelarutan yang cenderung tinggi, hal tersebut menyebabkan pemanfaatan dan pengaplikasian MOCAF pada industri pangan atau produk pangan kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu dan waktu annealing terhadap sifat fungsional dan kimia MOCAF termodifikasi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, masing-masing perlakuan dilakukan dua kali pengulangan. Faktor pertama suhu annealing (T) (27, 40, dan 50°C), dan faktor kedua yaitu waktu annealing (L) (0 jam (aktual 15 menit), 8 jam, 16 jam). Parameter yang diamati yaitu swelling power, kelarutan, Water Holding Capacity (WHC), Oil Holding Capacity (OHC), sineresis, kadar air, kadar abu, kadar pati, kadar amilosa, dan kadar amilopektin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu annealing  50°C dengan waktu annealing 16 jam mampu menurunkan swelling power 17,01 (g/g), kelarutan 5,18 g/g, kadar abu 0,41%, WHC 110,79%, OHC 101,28%, sineresis 0,41%, dan amilopektin 48,16%; dan meningkatkan kadar air 10,27%, kadar amilosa 38,83%, dan kadar pati 87,88%. Modifikasi MOCAF menggunakan metode annealing dengan perlakuan perbedaan suhu dan waktu annealing berpengaruh signifikan terhadap semua parameter uji sehingga, MOCAF termodifikasi annealing dapat lebih luas dalam pemanfaatan dan pengaplikasian pada industri pangan atau produk pangan.
POTENSI PANAS GAS BUANG DAN LAJU PASOKAN BAHAN BAKAR ALAT PENGERING KOPI TANDEM HIBRID PANAS MATAHARI-BIOMASSA Yuwana, Yuwana; Sidebang, Bosman
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.2

Abstract

Alat pengering tandem hibrid panas matahari-biomassa dikembangkan dari alat pengering sebelumnya dengan memanfaatkan gas buang yang dihasilkan sebagai sumber panas sehingga kapasitasnya meningkat dari sekitar 2 ton menjadi 4 ton buah kopi. Tujuan penelitian ini menentukan potensi panas gas buang dari tungku dan pengaruh laju pasokan bahan bakar pada suhu maksimum ruang pengering belakang. Dioperasikan dengan pasokan bahan bakar LPG 1,4–4,35 kg/jam selama 2 jam, suhu udara di kedua ruang pengering tetap lebih tinggi dibandingkan suhu udara luar dari 7,3 jam hingga 14 jam, sementara ruang pengering depan mempunyai suhu udara 36,5–50,1°C dengan kecepatan maksimum antara 0,8–1,4 m/s dan ruang pengering belakang mempunyai suhu 39–108°C dengan kecepatan maksimum 1,15–1,6 m/s. Entalpi udara pengering di ruang pengering belakang secara konsisten lebih tinggi dari ruang pengering depan. Dengan peningkatan pasokan LPG, persentase panas kumulatif yang didistribusikan di ruang pengering belakang meningkat dari 19% menjadi 32% sedangkan potensi panasnya meningkat dari 51,8% menjadi 58,5% dari nilai kalor LPG yang dipasok dan didistribusikan 42,5% menjadi 47,7% di ruang pengering depan dan 4,8% sampai 16% di ruang pengering belakang. Dioperasikan dengan suplai bahan bakar kayu bakar 2,5–15 kg, suhu udara pengeringan maksimum dan lamanya api bertahan membara (waktu pembakaran) meningkat secara linier dengan besarnya suplai kayu bakar. Suplai kayu bakar sebanyak 3,54–12,69 kg ke dalam tungku menghasilkan suhu udara ruang pengering belakang setara dengan berbagai suhu udara alat pengering kopi baik non mekanis maupun mekanis.
PENAMBAHAN VIRGIN COCONUT OIL DAN EMULGATOR PADA LULUR BEDDA LOTONG SERTA PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Nurul Insani Zaenal; Susinggih Wijana; Dodyk Pranowo
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.3

Abstract

Bedda Lotong merupakan lulur tradisional dari suku Bugis yang memiliki karakteristik kasar sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan mutu, baik sifat fisik kimia maupun nutrisi. Salah satu bahan alami yang diduga dapat meningkatkan mutu lulur Bedda Lotong adalah VCO. Lulur Bedda Lotong tidak dapat dikombinasikan langsung dengan VCO, dikarenakan VCO merupakan emulsi minyak yang tidak dapat berdiri sendiri, sehingga diperlukan emulgator sebagai bahan untuk menstabilkan emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi Bedda Lotong dengan penambahan konsentrasi VCO dan emulgator yang dapat memperbaiki karakteristik fisik dan meningkatkan nutrisi berupa antioksidan dalam sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran diameter droplet meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi VCO sebesar 15,85-34,93 µm. Nilai viskositas mengalami penurunan seiring dengan peningkatan konsentrasi VCO dimana formulasi F6 berbeda nyata dengan formulasi lainnya (p<0,05). Nilai pH menunjukkan adaya perubahan di hari ke-7, namun emulgator Trietanolamin/TEA cenderung stabil. Nilai aktivitas antioksidan (IC50) terbukti mengami penurunan seiring dengan penambahan konsentrasi VCO. Kandungan aktivitas antioksidan terbaik diperoleh pada formulasi F6. Secara umum formulasi terbaik diperoleh pada formulasi F3 dengan penembahan VCO 25% dan emulgator jenis Trietenolamin/TEA.
PENGARUH PENAMBAHAN CMC (CARBOXYMETHYL CELLULOSE) DAN PUREE BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP KARAKTERISTIK YOGHURT SUSU KAMBING Fithri Choirun Nisa; Ridha Wahyuningtyas
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.1

Abstract

Susu kambing memiliki nilai gizi dan daya cerna yang lebih unggul dibandingkan dengan susu sapi. Namun, memiliki kelemahan yaitu adanya goaty flavour, untuk mengatasi hal tersebut dilakukan inovasi menjadi yoghurt. Rendahnya fraksi αs1 kasein serta ukuran misel yang lebih kecil menyebabkan yoghurt susu kambing memiliki konsistensi yang rendah. Sehingga diperlukan perlakuan tambahan untuk meningkatkan teksturnya, yakni dengan penambahan carboxy methyl cellulose (CMC) serta penambahan puree buah nangka. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yaitu konsentrasi CMC (1%; 1,5%; dan 2%) serta konsentrasi puree buah nangka (5% dan 10%). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA dengan selang kepercayaan 95%, dilanjutkan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan CMC dan puree buah nangka memberikan pengaruh nyata terhadap parameter total asam, nilai pH, viskositas, dan sineresis namun tidak didapatkan hasil interaksi antar perlakuan keduanya. Penambahan CMC sebesar 1% dan puree buah nangka sebesar 10% merupakan perlakuan terbaik, dengan nilai total asam 2,10%, pH 4,52, viskositas 7701,67 cP, sineresis 15,88%, dan jumlah koloni bakteri asam laktat 4,3 x 107 CFU/mL. Hasil analisis SEM menunjukkan yoghurt dengan penambahan CMC memiliki struktur yang lebih kompleks dan rapat serta memiliki ukuran rongga yang lebih kecil daripada yoghurt kontrol.
KINETIKA PENGERINGAN VAKUM DAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA IRISAN MANGGA MANALAGI (Mangifera Indica L.) La Choviya Hawa; Alfida Alviolita Melindasari; Dimas Firmanda Al Riza; Mohamad Efendi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.4

Abstract

Mangga Manalagi memiliki kandungan gizi serta kadar air yang tinggi, sehingga mudah mengalami perubahan fisik yang ditandai dengan adanya reaksi enzimatik. Oleh karena itu, perlu teknologi pascapanen untuk memperpanjang umur simpan. Teknologi pengeringan vakum merupakan salah satu teknologi yang dapat menjaga kualitas hasil pengeringan, yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi pengeringan konvensional. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kinetika pengeringan dan perubahan fisikokimia selama pengeringan dengan menggunakan teknologi vakum pada irisan mangga Manalagi. Pengeringan dilakukan menggunakan variasi tekanan vakum (200, 300, dan 400 mbar) dan pra-perlakuan (larutan asam sitrat, asam askorbat, dan air lemon yang dikombinasikan dengan larutan kalsium laktat). Terjadi penurunan kadar air seiring lama pengeringan vakum. Laju pengeringan rata-rata dengan rentang 0,07-0,08%bb/menit.  Kinetika pengeringan diprediksi dengan menggunakan tiga model semi empiris dan didapatkan model Midilli sebagai model terbaik berdasarkan uji ketepatan. Berdasarkan ANOVA dua arah menunjukkan bahwa variasi pra-perlakuan dan tekanan memberikan pengaruh nyata terhadap parameter kadar air, total padatan terlarut, kekerasan, dan warna.  Nilai yang didapatkan hingga akhir proses pengeringan secara berturut-turut adalah 19,03-25,16%bb; 21,41-31,24%˚Brix; 9,59-20,82 kgf; L* 44,92-69,99; a* 6,41-12,80; dan b* 27,43-43,17.  
OPTIMASI KONSENTRASI MALTODEKSTRIN DAN SUHU INLET PENGERING SEMPROT TERHADAP SENYAWA BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SUSU BUBUK EDAMAME Pramita, Hera Sisca; Ali, Dego Yusa; Widyaningsih, Tri Dewanti; Sapitri, Nia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.2

Abstract

Edamame menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Kota Jember, Jawa Timur. Pada kategori ekspor, edamame yang digunakan harus memiliki kualitas unggul sehingga perlu dilakukan penyortiran. Namun selama ini pemanfaatan edamame yang tidak memenuhi syarat ekspor tersebut masih belum optimal. Alternatif yang dapat dilakukan yaitu pembuatan susu bubuk edamame dengan metode pengering semprot. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan formulasi konsentrasi maltodekstrin dan suhu inlet pengering semprot yang optimal terhadap senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan susu bubuk edamame. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Central Composite Design (CCD) dengan faktor konsentrasi maltodekstrin (5,71–10%w/w) dan suhu inlet pengering semprot (160–215°C) yang diolah dengan metode Respone Surface Methodology (RSM). Kombinasi konsentrasi maltodekstrin 7,13%w/w dan suhu inlet pengering semprot 191,5°C dipilih sebagai kondisi optimum berdasarkan respon tertinggi dengan total fenol 275,79 mg GAE/100g, total flavonoid 59,93 mg QE/100g, ABTS 101,48 mg GAE/100g, dan FRAP 60,89 µg GAE/g. Hasil verifikasi kondisi optimum berbeda nyata dengan saran dari Design Expert 12, dimana kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan hasil verifikasi lebih tinggi.
PROFIL MUTU MINYAK ATSIRI KULIT LEMON (Citrus limon (L.) Burm.f. var. Eureka) BERDASARKAN PERBEDAAN WARNA KEMATANGAN DAN KADAR AIR Ruth Anggia Assyera; Sarifah Nurjanah; Asri Widyasanti; Nurul Ainina
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.5

Abstract

Angka kebutuhan minyak atsiri lemon terus meningkat untuk keperluan industri pangan, farmasi, dan kimia sehingga perlu memiliki karakteristik dasar yang memenuhi standar internasional seperti ISO 855:2003 atau pun EFSA 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh warna kematangan dan kadar air pada kulit lemon varietas California terhadap rendemen dan profil mutu minyak atsiri yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan analisis deskriptif. Kulit lemon kuning (YG-stage) dan kulit lemon hijau (G-stage) disiapkan dalam dua kondisi, yaitu segar dan kering angin selama 3 hari untuk kemudian diekstrak menggunakan metode hidrodistilasi dengan rasio bahan-pelarut 1:9 (b/v) selama 4 jam pada suhu 88,3–91,0°C. parameter yang diamati meliputi aroma, warna, bobot jenis, indeks bias, dan fraksi senyawa kimia melalui analisis GC-MS. Kulit lemon kuning yang dikering-anginkan (KA = 12,79%bb) menghasilkan rendemen minyak atsiri tertinggi (2,45 ± 0,54%) dengan profil mutu memiliki aroma yang paling mendekati kulit lemon segar, warna kuning muda jernih, nilai indeks bias 1,4735 ± 0,0006, nilai bobot jenis 0,854 ± 0,002 g/mL, dan kadar fraksi senyawa D-Limonene (71,71%), -Terpinene (10,44%), -Cymene (3,73%) -Pinene (2,05%), dan -Myrcene (2,04%) sehingga memenuhi standar ISO 855:2003.
UTILIZING EXPERIMENTAL COMBINATION DESIGN: OPTIMIZATION OF FOOD BAR RECIPE BASED ON PURPLE SWEET POTATO Tri Dewanti Widyaningsih; Kiki Fibrianto; Trifena Honestin; Sigalingging, Catherine Novita Sari
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.6

Abstract

Modern food technology can create nutritious goods that are useful and simple to consume. Food bars are convenient, calorie-dense, and healthy items. It is usually made from a variety of culinary ingredients combined and then molded into a sturdy, handy product. The goal of this study is to create a food bar using a blend of dried strawberries (DS), moringa flour (MF), mung bean flour (MBF), and purple sweet potato paste (PSPP). The formulation of DS, MBF, MF, and PSPP was improved by utilizing a mixture design of experiments with Minitab software. The predicted outcomes of this formulation are maximal antioxidant activity, maximum total flavonoids, and maximum total phenolic. Using 54.84% purple sweet potato paste (PSPP), 6.21% moringa flour (MF), 33.95% mung bean flour (MBF), and 5.00% dried strawberries (DS) allowed for an ideal maximal antioxidant activity. The antioxidant activity was 16.44 mg TE/g; the total flavonoid was 11.35 mg QE/g; and the total phenolic was 10.70 mg GAE/g.
PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DAN PUREE BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP KARAKTERISTIK YOGHURT SUSU KAMBING Nisa, Fithri Choirun; Nurhakiki, Clara Andini
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gelatin dan puree buah nangka, serta interaksinya terhadap karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi, organoleptik dan struktur mikro yoghurt susu kambing. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua (2) perlakuan, yaitu konsentrasi gelatin (1%; 1,5%; dan 2%) dan konsentrasi puree nangka (5% dan 10%), dengan pengulangan sebanyak empat (4) kali. Selanjutnya, untuk mengetahui pengaruh faktor terhadap respon dilakukan analisis dengan metode ANOVA selang kepercayaan 95%. Uji lanjut dilakukan dengan metode BNJ atau DMRT selang kepercayaan 5%. Hasil analisis menunjukkan terdapat interaksi yang berpengaruh nyata antara penambahan konsentrasi gelatin dan puree nangka terhadap parameter viskositas yoghurt susu kambing. Hasil total bakteri asam laktat (BAL) tertinggi yaitu 6,3 × 107 CFU/mL. Hasil perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo pada sampel dengan gelatin sebesar 2% dan puree buah nangka 10% dengan nilai sineresis 0,06%; viskositas 4472,66 cp; pH 4,09; dan total asam 2,03%. Dilakukan uji kesukaan pada 101 panelis dengan parameter aroma, rasa, kekentalan, warna dan overall. Kesukaan tertinggi pada penambahan gelatin 2% dan puree buah nangka 10%. Analisis struktur mikro dilakukan pada hasil perlakuan terbaik, didapatkan struktur yang lebih kompleks dan rapat akibat penambahan gelatin dan puree buah nangka.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol 21, No 3 (2020) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue