cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 206 Documents
IMPLEMENTASI BUS SEKOLAH DI KABUPATEN BLITAR UNTUK PERSIAPAN SEKOLAH LURING PASCA PANDEMI Hariyani, Septiana; Usman, Fadly; Shoimah, Fadhilatus; Agustin, Imma Widyawati
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.7

Abstract

Banyaknya siswa yang diantar ke sekolah oleh kendaraan pribadi orang tuanya berdampak pada konsentrasi kendaraan di jalan. Jika masalah ini tidak segera diatasi, dapat menyebabkan penundaan perjalanan dan kemungkinan kemacetan lalu lintas. Tren yang terjadi adalah pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi, yang memiliki peningkatan dominan jika dibandingkan dengan transportasi umum. Masalah lainnya adalah tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Blitar yang melibatkan pelajar. Untuk mengurangi jumlah kecelakaan yang melibatkan siswa, perlu disediakan bus sekolah dan mengoptimalkan/mengaktifkan kembali transportasi umum yang ada sebagai bus sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk: 1) menganalisis potensi permintaan bus sekolah; 2) memilih rute bus sekolah yang perlu dikembangkan berdasarkan zona asal dan titik transfer yang efektif; dan 3) menentukan jenis dan jumlah bus sekolah yang dibutuhkan. Tahapan penelitian mulai dari mengeksplorasi latar belakang dan permasalahan hingga merumuskan tujuan penelitian, kemudian melakukan survei dan pengumpulan data untuk analisis selanjutnya yang akan dilakukan, yang meliputi analisis potensi permintaan, pemilihan rute, serta penentuan jenis dan jumlah armada sehingga dapat dibuat kesimpulan dan rekomendasi.
FEEDER WIRA WIRI SUROBOYO SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MEWUJUDKAN SURABAYA SMART CITY Sari, Ika Novita
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.8

Abstract

The number of residents and vehicles in Surabaya continues to increase every year, resulting in overcrowding and accidents. For this reason, the Surabaya city government launched Wira Wiri Suroboyo to reduce traffic jams. The purpose of this writing is to find out the implementation of aspects of the smart cityconcept through smart mobility and sustainable transportation on the Wira Wiri Suroboyo feeder . The method in this research is qualitative with a descriptive approach. The method used in analyzing is literature study with secondary data collection techniques originating from news, collections of books or previous research journals related to the issues discussed. The results of the study show that the implementation of aspects of the smart cityconcept through smart mobility indicators in Wira Wira Suroboyo still needs to be further developed. Based on economic indicators, Wira Wiri Suroboyo is capable of becoming sustainable transportation, while in terms of social and environmental aspects it still needs further development so that it can become friendly transportation for persons with disabilities and is able to reduce traffic jams and density in Surabaya.
PENINGKATAN ALIH FUNGSI LAHAN MENJADI PEMUKIMAN DI KOTA TANGERANG SELATAN YANG BERDAMPAK PADA TIMBULNYA URBAN SPRAWL Kusumawati, Lia; Sadam, Sadam; Hidayat, Sahrul; Furqon, Zidan
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.3

Abstract

Tidak meratanya pembangunan dan berpusatnya kegiatan perekonomian di Jakarta, menyebabkan pertambahan penduduk di Jakarta sangat cepat. Pertumbuhan penduduk yang tidak diiringin dengan lahan untuk pemukiman menyebabkan harga tanah di Jakarta sangat mahal, hal ini menyebabkan masyarakat mencari alternatif di wilayah sub-urban yaitu Tangerang Selatan yang harga tanahnya jauh lebih murah. Dengan Tangerang Selatan yang dijadikan wilayah altenatif, menyebabkan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Untuk melihat permasalahan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali atau urban sprawl, peneliti menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis Normalize Difference Built-Up Index dengan membandingkan kota Tangerang Selatan dengan rentang tahun 1993-2023. Hasil menunjukan bahwa terjadi perubahan alih fungsi lahan menjadi area terbangun yang tidak terkendali dari tahun 1993-2023 sebesar 231%, yang dimana perubahan terbesar terjadi padahun tahun 2003-2013 dengan 124% perubahan, lalu diikuti tahun 2013-2023 70%, dan terakhir tahun 1993-2003 37%. Dengan nilai perubahan yang sangat besar ini, perlu peran pemerintah untuk menegaskan perarturan tata ruang kota, agar tidak terjadi permasalahan akibat pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN NASIONAL DI PERKOTAAN KABUPATEN TRENGGALEK Sulasmi, Atik; Wicaksono, Agus Dwi; Hariyani, Septiana
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.10

Abstract

Jalan nasional di perkotaan Kabupaten Trenggalek adalah jalan kolektor primer 1 yang melayani angkutan jarak jauh dan jarak pendek sehingga kondisi kemantapan jalan yang prima sangat penting untuk melayani penggunanya. Penanganan jalan nasional yang dilaksanakan berdasarkan hasil inspeksi teknis perlu diimbangi dengan memperhatikan persepsi masyarakat sehingga tepat sasaran. Oleh karenanya penelitian ini mengukur tingkat kepuasan pengguna jalan nasional di perkotaan Kabupaten Trenggalek menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA). Pengambilan data dilakukan dengan metode survei kepada 216 responden pengguna jalan nasional di perkotaan dan diluar perkotaan menggunakan google form dan blanko kuesioner pada Bulan Oktober Tahun 2023. Hasil perhitungan menunjukkan nilai CSI jalan nasional diperkotaan adalah 76,6271%, lebih besar 6,8173% dibandingkan CSI jalan nasional diluar perkotaan dengan nilai 69,8098%, keduanya masuk dalam kriteria puas. CSI juga menunjukkan bahwa pengguna jalan nasional memiliki persepsi yang sama mengenai elemen yang paling tidak memuaskan adalah elemen Faktor Sosial (SF), namun berbeda persepsi mengenai  elemen yang paling memuaskan yaitu elemen manajemen lalu lintas (TM) untuk jalan nasional di perkotaan dan elemen dampak lingkungan (EI) untuk jalan nasional diluar perkotaan. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa berdasarkan persepsi pengguna jalan nasional terdapat atribut/variabel yang harus ditingkatkan karena tingkat kepentingannya tinggi tetapi kinerjanya rendah (berkedudukan di Kuadran I) yaitu 9 atribut/variabel untuk jalan nasional diperkotaan dan 19 atribut/variabel untuk jalan nasional di luar perkotaan, dimana 4 atribut/variabel diantara keduanya  beririsan yaitu  RS8 kondisi jalan mendukung keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki, RF2 Permukaan jalan yang halus, RF7 reflektor marka jalan untuk mengatasi cuaca gelap, dan EI7 tingkat sistem drainase jalan lingkungan sekitar baik. 5 (lima) atribut/variabel lainnya yang perlu ditingkatkan untuk jalan nasional di perkotaan adalah RS 15 Sistem drainase jalan berfungsi baik, RF11 Halte untuk pemberhentian bis atau angkutan umum tersedia dan berfungsi baik, RF16 Lajur untuk pengendara sepeda tersedia, SRU2 tingkat pelayanan parkir kendaraan on street baik, dan TM10 adanya pengaturan sistem parkir. Adapun 15 (limabelas) atribut/variabel lainnya yang perlu ditingkatkan untuk jalan nasional di luar perkotaan adalah RS5 lampu penerangan jalan jumlahnya mencukupi dan berfungsi dengan baik, RS6 adanya polisi yang mengatur lalu lintas jalan, RS7 tingkat kecepatan kendaraan sesuai aturan, RS14 kebersihan bahu jalan dari PKL, RS16 adanya usaha penyelenggara jalan dalam memperbaiki black spot, RF10 lampu penerangan jalan tersedia dan berfungsi baik, EI2 tingkat kebisingan lalu lintas rendah, EI6 tingkat pembuangan sampah di jalan rendah, SRU1 tingkat pelayanan pejalan kaki (akses penyeberangan, kondisi trotoar dll) sesuai standart, SRU6 pelayanan polisi untuk keamanan dan kenyamanan, SF4 adanya kendaraan bergerak lambat, TM2 kemudahan bagi disabilitas, TM5 pengaturan kecepatan kendaraan, TM7 ada petugas yang mengatur lalu lintas akibat perbaikan jalan atau faktor lainnya. Penentuan prioritas penanganan jalan nasional dengan cara menyandingkan semua prioritas yang diperoleh dari analisis CSI dan analisis IPA, selanjutnya dipetakan atribut/ variabel yang beririsan satu sama lain, sehingga dihasilkan prioritas utama penaganan jalan nasional baik di perkotaan maupun diluar perkotaan Kabupaten Trenggalek.
FAKTOR DAN TINGKAT PARTISIPASI DALAM PENGELOLAAN AIR BERSIH Irma Nafiana; Johannes Parlindungan; I Nyoman Suluh Wijaya
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.9

Abstract

Kebutuhan manusia sehari-hari meliputi kebutuhan air untuk minum, memasak, membersihkan, dan mandi. Karena air bersih dan sanitasi saling terkait erat, akses terhadap air bersih sangat penting untuk menjaga gaya hidup sehat. Tujuan SDG yang ke-6 adalah menjamin ketersediaan, pengelolaan, dan keberlanjutan sistem air bersih dan sanitasi. Tentunya harus berpegang pada prinsip pengelolaan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan kondisi higienis. Hal ini karena pencapaian tujuan memerlukan pengelolaan untuk menjamin bahwa setiap orang di masyarakat memiliki akses terhadap air bersih.. Contoh praktik penyediaan air bersih di Desa Guyangan Kabupaten Bojonegoro, penelitian ini berupaya mengetahui derajat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan air bersih dan mengembangkan karakteristik yang meningkatkan tingkat partisipasi tersebut. Hubungan antara variabel-variabel yang meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengelolaan air bersih dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan cross-tab. Sumber primer pengumpulan data meliputi observasi yang dilakukan oleh peneliti; sumber sekunder mencakup materi dari situs web atau penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat keterlibatan masyarakat Desa Guyangan dalam penyediaan air bersih rata-rata sebesar 369,67, berada di bawah tingkat partisipasi “Theraphy”. Pada tingkat ini diharapkan masyarakat secara aktif terlibat dan berkontribusi dalam usaha untuk mencapai pemulihan dan penyembuhan masalah atau situasi yang sedang dihadapi.
SKENARIO PENGEMBANGAN SEKTOR KEPARIWISATAAN BROMO-TENGGER-SEMERU Adrianto, Dimas Wisnu; Nisa, Hikmatun; Maulana , Fajar Hasri
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.4

Abstract

Penetapan Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru (TNBTS) sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) menuntut perlunya perencanaan sektor kepariwisataan yang strategis dan terpadu. Artikel ini mempresentasikan hasil penelitian yang berfokus pada pemetaan skenario masa depan sebagai bagian dari proses perencanaan strategis TNBTS. Analisis yang memberi pondasi bagi pemetaan skenario mencakup analisis potensi dan permasalahan terhadap dimensi serta komponen kepariwisataan. Hasil penelitian memberikan pemahaman komprehensif tentang potensi dan masalah TNBTS serta skenario pengembangan yang paling menguntungkan. Analisis kebutuhan lahan untuk akomodasi, fasilitas, dan permukiman juga dilakukan sebagai refleksi terhadap skenario pengembangan dengan memperhatikan ketersediaan lahan dan zona pengembangan. Hasil penelitian memberikan gambaran menyeluruh tentang kebutuhan dan ketersediaan lahan untuk pengembangan pariwisata TNBTS. Tiga skenario pengembangan dihasilkan meliputi skenario Pessimistic, Business as Usual (BAU), dan Optimistic. Dengan skenario pengembangan yang jelas, diharapkan dapat memaksimalkan potensi pariwisata TNBTS untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
PENERAPAN KONSEP LIVABLE STREET DALAM PENATAAN KORIDOR JALAN MULAWARMAN KOTA BALIKPAPAN Samian, Rian; Jordan, Nadia Almira
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.1

Abstract

Konsep livable street adalah pendekatan urban design yang bertujuan menciptakan jalan yang mengutamakan kebutuhan manusia daripada kendaraan, dengan merancang jalan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua orang tanpa memandang usia, kemampuan, atau moda transportasi. Berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi (PZ) Kota Balikpapan 2021-2041, Jalan Mulawarman diusulkan menjadi jalan nasional dengan fungsi arteri primer. Di Koridor Jalan Mulawarman, kawasan industri terletak di antara kawasan perdagangan, jasa, dan permukiman, mencampur kegiatan industri dan aktivitas lainnya. Dengan berbagai aktivitas ini, diperlukan konsep jalan yang memaksimalkan fungsi, khususnya jalur pedestrian. Metode analisis yang digunakan adalah walkthrough analysis dan triangulasi. Perumusan konsep penataan koridor Jalan Mulawarman dengan pendekatan livable street dilakukan dengan menggabungkan hasil dari sasaran pertama dengan hasil wawancara dan konsep teori indikator keberhasilan teori livable street, sehingga dapat diperoleh rumusan konsep penataan koridor Jalan Mulawarman dengan pendekatan livable street. Hasil yang diperoleh mencakup kriteria khusus untuk konsep livable street di koridor Jalan Mulawarman, yakni peningkatan kualitas jalur pedestrian di segmentasi 1 dan 2, serta penyediaan jalur pedestrian di segmentasi 3. Selain itu, fasilitas pemberhentian transportasi publik berupa halte disediakan di segmentasi 3. Peningkatan material perkerasan jalur pedestrian dilakukan di segmentasi 1 dan 2, sementara penyediaan material ini dilakukan di segmentasi 3. Ketiga segmen penelitian melibatkan pengaturan ketinggian tepian jalan dan ramp. Penyediaan penerangan, tempat duduk, vegetasi, peneduh, rambu, marka penyeberangan, serta pembatas fisik diterapkan pada semua segmen, termasuk marka parkir di segmen 1 dan 2.
KETERKAITAN MODAL SOSIAL DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA KUNIRAN Delisa, Ahmad Delisa; Prayitno, Gunawan; Wicaksono, Agus Dwi
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.4

Abstract

Pembangunan infrastruktur perdesaan tidak hanya berorientasi pada dana desa, lebih dari itu diperlukan dukungan dari masyarakat. Masyarakat selaku aktor utama dalam pembangunan yang harus dilibatkan, baik itu dalam proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, maupun pengambilan keputusan. Dalam konteks pengambilan keputusan, modal sosial yang baik diperlukan. Modal sosial menjadi modal tidak berwujud yang mendorong keterlibatan masyarakat untuk berpartisipasi. Adapun pada penelitian ini berlokasi di Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Desa ini setiap tahunya melakukan pembangunan infrastruktur dari Dana Desa (DD), namun masih terdapat masyarakat yang kurang mendukung pembangunan ini. Oleh karena itu penelitian ini mengkaji modal sosial dan partisipasi masyarakat dalam tahap pengambilan keputusan. Sampel penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di Dusun Kuniran dan Dusun Besulu dengan jumlah 90 KK. Analisis SEM-PLS digunakan untuk menganalisis keterkaitan atau pengaruh modal sosial dan partisipasi. Hasil utama menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat sebesar 49.7%. Keinginan masyarakat untuk bekerja sama, mengambil bagian dalam pembangunan desa, dan menghadiri pertemuan dengan membawa rekomendasi merupakan indikasi dari hasil-hasil tersebut. Masyarakat menghadiri rapat RKPDes di Desa dan memberikan usulan pembangunan infrastruktur, yang berarti masyarakat ikut serta dalam pengambilan keputusan, berkat potensi modal sosial tersebut. Secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan modal sosial akan meningkatkan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah dalam bentuk program yang dapat memperkuat modal sosial serta meningkatkan kolaborasi dan partisipasi masyarakat. Sehingga diharapkan pemerintah menetapkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat agar pembangunan infrastruktur desa berkelanjutan.
PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KEMISKINAN Ayu Setiyani; Fauzul Rizal Sutikno; Surjono
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.2

Abstract

Pada tahun 2022, tingkat kemiskinan di Desa Guyangan diperkirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan sehingga berpotensi menghambat akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan kebutuhan pokok. Pada penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bagaimana indeks pembangunan manusia memengaruhi kualitas kemikiskinan Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Pengumpulan data mencakup sumber primer melalui survei dan sumber sekunder berupa statistik menyeluruh kesejahteraan sosial dari Dinas Sosial Bojonegoro. Regresi linier berganda digunakan sebagai pendekatannya. Regresi linier berganda untuk menghitung korelasi antara sub-variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pendidikan, kesehatan, dan taraf hidup, dengan variabel kemiskinan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwwa konstanta positif sejumlah 46,003 menandakan adanya pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yaitu  kondisi kesehatan, pendidikan, kehidupan dalam kaitannya dengan tingkat kemiskinan. Dengan asumsi semua varibel lainnya tetap, maka koefisien regresi menunjukkan bahwa tingkat standar hidup mempunyai pengaruh besar dan negatif, dengan nilai -0,728. Temuan ini menyarankban bahwa untuk mengurangi tingkat kemiskinan, perhatian pemerintah sebagiknya difokuskan padan peningkatan standar hidup masyarakat.
TINGKAT MODAL SOSIAL DALAM PENINGKATAN PENGELOLAAN AIR BERSIH PADA HIPPAM DESA SUMBERAGUNG KEPOHBARU BOJONEGORO Rahmawati, L Kurnia; Ari, Ismu Rini Dwi; Hariyani, Septiana
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.7

Abstract

Program penyediaan air minum berbasis masyarakat dikenal sebagai Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum, bertujuan memberikan akses air minum kepada rumah tangga di kota maupun perdesaan yang tidak terjangkau oleh layanan Perusahaan Daerah Air Minum. Kurangnya kesadaran pelanggan air dalam pembayaran iuran menjadi hambatan dalam pemenuhan air bersih di Desa Sumberagung. Oleh karena itu, selain memperhatikan modal ekonomi dan sumber daya manusia, modal sosial masyarakat juga menjadi fokus pada peningkatan pengelolaan air bersih. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat modal sosial masyarakat Desa Sumberagung dalam peningkatan pengelolaan air bersih. Analisis dilakukan menggunakan metode Social Network Analysis dengan tiga variabel: tingkat partisipasi, kerapatan dan sentralitas, dengan memanfaatkan software UCINET Versi 6.528. Dengan teknik pengumpulan data primer yaitu observasi dan angket yang dibagikan kepada  pengguna air  sebanyak 685 KK dengan diambil sampel sebanyak 88 KK menggunakan rumus Taro Yamane. Studi ini menemukan bahwa nilai partisipasi masyarakat tergolong rendah, nilai kerapatan dan sentralitas masyarakat tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan meskipun individu dalam masyarakat tersebut cenderung berinteraksi secara intensif dan saling terkait, mereka tidak aktif secara langsung dalam pengelolaan air bersih. Masyarakat cenderung mengikuti kelembagaan internal di desa, sehingga dikategorikan dalam tingkat modal sosial Bonding Social Capital.