Jurnal Tata Kota dan Daerah
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles
206 Documents
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA KENEP KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO
Arifin, Muhammad Zaenal Arifin;
Suluh Wijaya , I Nyoman Suluh Wijaya;
Firdausiyah , Nailah Firdausiyah
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.9
Permasalahan peningkatan produksi sampah tidak dapat diselesaikan hanya mengandalkan peran pemerintah. Pelibatan masyarakat atas pengelolaan sampah ialah strategi yang harus dilakukan untuk mengurangi beban timbulan sampah. Pelibatan masyarakat sangat penting dalam pengelolaan sampah karena masyarakat merupakan sumber sampah itu sendiri. Penelitian ini untuk mengukur tingkatan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Kenep Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan teknik rating scale dengan tangga partisipasi Aerstien untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat berdasarkan perilaku masyarakat pada pengelolaan sampah di Desa Kenep. Temuan penelitian tersebut memastikan tingkat partisipasi masyarakat di Desa Kenep pada pengelolaan sampah masuk dalam tingkat partisipasi Consultation. Pada tingkatan ini masyarakat mendapatkan informasi dari pemerintah tetapi tidak semua informasi tersebut dilaksankan kerena keterbatasan sarana dan prasarana. Tingkat Consultation mengindikasikan bahwa pelibatan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Kenep Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro masih kurang optimal. Kondisi tersebut diakibatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah belum maksimal diimplementasikan karena belum efektifnya sosialisasi pengelolaan sampah oleh pemerintah serta belum tersedianya sarana dan prasarana persampahan yang cukup. Melakukan sosialisasi, memberikan informasi tentang pengelolaan sampah melalui beberapa media serta pertemuan dengan masyarakat dan menambahkan sarana dan prasarana persampahan di harapkan akan menaikkan tingkat partisipasi masyarakat pada tingkatan yang lebih tinggi yaitu partnership bahkan bisa menjadi di tingkatan delegated power.
ANALISIS SMART COMMUNITY DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN DESA MANDIRI KABUPATEN MEMPAWAH
Nana Novita Pratiwi;
Erni Yuniarti;
Sekar Aprilia Maharani
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.3
Kabupaten Mempawah merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Barat yang telah mengadopsi konsep smart city dan smart village sejak tahun 2020 melalui program digitalisasi. Program ini dirancang sebagai terobosan percepatan kreativitas dan inovasi pembangunan desa menuju desa mandiri. Salah satu dimensi smart village yang perlu dikaji secara ilmiah adalah smart community dengan melihat peran masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan smart community pada desa mandiri di Kabupaten Mempawah agar dapat mendukung keberlanjutan dan peningkatan desa mandiri, serta memberi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan smart village sesuai karakteristik wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan analisis indeks komposit dengan indikator demokrasi masyarakat, kreativitas masyarakat, edukasi masyarakat, dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil analisis smart community, maka dapat disimpulkan bahwa lokasi pengamatan yang difokuskan pada 7 kecamatan yang mencakup 31 mandiri di Kabupaten Mempawah termasuk kategori cukup tinggi dengan indeks sebesar 2,93.
PEMETAAN TEMATIK DESA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Gaffara, Ghefra Rizkan;
Aryaguna, Prama Ardha;
Kurniawan, Surya;
Nurhaidar, Wa Ode
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.6
Bentuk pelaksanaan kegiatan penggunaan tanah, baik pertanian maupun non pertanian, sebagai upaya pemanfaatan tanah dalam upaya memberikan peningkatan nilai tanah sesuai dengan fungsi tanah, lingkungan hidup, kepentingan masyarakat dan waktu. berupa hasil atau jasa tertentu. Pemetaan batas desa merupakan bagian fundamental dalam penyelesaian batas wilayah secara keseluruhan, mendukung percepatan pelaksanaan Kebijakan Satu Peta, dan percepatan penyediaan peta dasar skala besar. Hal ini penting untuk menunjang keberlanjutan program sosial-ekonomi pemerintahan daerah serta mengatasi perselisihan batas wilayah. Penggunaan Sistem Informasi Geografis dalam pemetaan tematik desa adalah mempermudah dalam database inventarisasi dan pengelolaan 1 data 1 peta. Maksud dan tujuan penelitian yang akan dicapai adalah: memetakan informasi penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data lapangan (survei lapangan) yang dilakukan dengan menggunakan survei digital, survei manual, dan survei kombinasi. Hasil penelitian ini berupa peta penggunaan lahan tematik sebagai upaya penguatan basis data pemetaan dasar dan tematik mengenai Penggunaan Lahan di Desa Buko Poso yang didominasi oleh lahan pertanian sebesar 86,50%. Hasil penelitian yaitu analisis spasial berupa peta tematik pemanfaatan lahan, tabel yang terdiri dari beberapa kelas pada peta pemanfaatan lahan dan diagram persentase pemanfaatan lahan.
KESIAPAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DI DESA TARAHAN, LAMPUNG SELATAN
Farisi, Hamam Yazid;
Izhar, Ryansyah;
Aprildahani, Baiq Rindang
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.8
Pengembangan ekonomi kreatif di Desa Tarahan dilakukan dengan memanfaatkan beberapa potensi lokal seperti pertanian, perikanan, sumber daya alam, dan pariwisata Pantai Sebalang. Salah satu upaya nyata dalam mewujudkan ekonomi kreatif ini tercermin dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Lampung Selatan untuk tahun 2011–2031. Namun, Desa Tarahan menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, yaitu rendahnya tingkat pendidikan dan akses kesehatan yang terbatas. Kesiapan masyarakat adalah kondisi di mana mereka telah mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan dan peluang baru yang dibawa oleh pengembangan ekonomi kreatif (Tri-Ethnic Center for Prevention Research, 2014). Tanpa peningkatan kesiapan masyarakat, potensi ekonomi kreatif Desa Tarahan mungkin tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, dan dampak positifnya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat bisa terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapan masyarakat menggunakan dimensi Community Readiness Model berdasarkan teori Plested (2006). Penilaian kesiapan dilakukan berdasarkan pendapat responden masyarakat melalui penyebaran kuesioner. Responden ditentukan menggunakan teknik purposive sampling (usia produktif, yaitu di atas 15 tahun), dan pembagian sampel ke setiap strata jenis pekerjaan dilakukan dengan metode stratified proportional random sampling. Perhitungan skor mengikuti panduan dalam Community Readiness Model handbook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan masyarakat Desa Tarahan dalam menghadapi pengembangan ekonomi kreatif Desa Tarahan berapa pada tahap preplanning.
THE IMPORTANCE OF CULTURE IN URBAN PLANNING: A BRIEF CASE STUDY OF URBAN PLANNING IN YOGYAKARTA AND KYOTO
Kriswandwitanaya, Muhammad Farhan;
Nurussobah, Ahmad Fatih
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.5
Urban planning is a multifaceted discipline that integrates infrastructure, economy, and environment to develop sustainable cities. However, a critical yet often overlooked component is culture. Incorporating historical, social, and artistic aspects of a community into urban development not only preserves the unique identity of a city but also enhances residents' quality of life. This article explores the importance of culture in urban planning through a brief case study of Yogyakarta in Indonesia and Kyoto in Japan. These cities exemplify how cultural elements can be seamlessly integrated into urban development plans. The study utilizes a qualitative method, drawing data from literature, laws, and prior research. It analyzes the outcomes of cultural integration in urban planning in Yogyakarta and Kyoto and offers recommendations for other cities. The findings suggest that comprehensive legal frameworks, community involvement, and balanced development strategies are crucial for successful cultural preservation in urban planning. Recommendations include promoting multidisciplinary approaches, fostering public awareness, and developing tourism strategies that respect cultural heritage. By adopting these strategies, cities can create vibrant, sustainable urban environments that honor their unique cultural heritage while embracing the future.
IDENTIFIKASI KUALITAS RUANG PUBLIK YANG INKLUSIF DI KAMPUNG WARNA-WARNI BALIKPAPAN
Az-Zahra, Fannisa;
Ulimaz, Mega
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.10
Kampung Warna-Warni Teluk Seribu merupakan sebuah perkampungan di Kota Balikpapan yang memiliki beberapa ruang publik seperti taman dan pasar. Pasar yang berada di Kampung Warna Warni sendiri memiliki penataan ruang yang masih kurang baik sehinnga menyebabkan beberapa permasalahan seperti kemacetan, aksesibilitas yang sulit di akses dan kurangnya fasilitas pendukung yang aman untuk difabel dan lansia. Apabila area pasar menerapkan desain yang inklusif, hal tersebut akan mendukung segala kegiatan masyarakat dengan mudah dan nyaman sehingga eksistensi pasar tidak kalah saing dengan pusat perbelanjaan modern. Kemudian, Adapun ruang publik taman Kampung Warni Warni yang berfungsi untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan dan menjadi ruang interaksi masyarakat. Namun, ternyata tidak dapat pungkiri bahwa fasilitas yang tersedia memiliki kondisi yang kurang terawat dan kurang inklusif sehingga tidak semua orang dapat menggunakan dan merasakan manfaat yang sama dari penggunaan ruang publik tersebut. Keberadaan taman dan pasar sebagai salah satu ruang publik inklusif di Kampung Warna Warni seharusnya sudah memenuhi kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan agar para pengguna ruang publik tidak merasa dirugikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi kualitas ruang publik yang inklusif di Kampung Warna-Warni, khususnya di Taman dan Pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan observasi langsung untuk mendapatkan gambaran kondisi eksisting terkait kualitas ruang publik. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pada ruang publik taman merupakan ruang publik yang sudah inklusif, sedangkan ruang publik pasar merupakan ruang publik yang belum inklusif bagi masyarakat karena ditemukan beberapa kondisi dan ketersediaan fasilitas yang belum memadai.
THE INFLUENCE OF SETTLEMENT COMPACTNESS LEVEL ON THE QUALITY OF LIFE IN MALANG CITY
SHAKIA, NISRINA F;
Surjono;
Adrianto, Dimas Wisnu
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.2
Kota Malang merupakan salah satu kota yang juga mengalami fenomena urban sprawl. Urban sprawl menyebabkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah penurunan kualitas hidup masyarakat. Pada beberapa kelompok permukiman, masyarakat dinilai masih memiliki kualitas hidup yang rendah. Konsep yang dirancang untuk mengatasi permasalahan ini adalah penerapan kota kompak. Konsep kota kompak dikatakan mampu mendorong kesejahteraan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Maka, untuk mengembangkan konsep kota kompak yang sesuai untuk diimplementasikan di Kota Malang, perlu dilakukan perumusan model pengaruh tingkat kekompakan permukiman terhadap kualitas hidup masyarakat. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara tingkat kekompakan permukiman dengan kualitas hidup masyarakat baik pada perumahan formal maupun perumahan informal. Pada model regresi perumahan formal maupun perumahan informal, variabel dengan pengaruh paling besar pada adalah kepadatan fasilitas publik dengan nilai standardized coefficient sebesar 1,061 untuk perumahan formal dan 1,032 untuk perumahan informal. Pemenuhan fasilitas publik merupakan hal utama dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat agar masyarakat dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan akan fasilitas publik, sehingga beberapa variabel seperti pendidikan dan kesehatan pada kualitas hidup masyarakat terpenuhi.
DETERMINATION OF POTENTIAL LOCATIONS FOR RELOCATION OF STREET VENDORS STREET VENDORS IN GRESIK URBAN AREA
Afifah, Wanda Rifatul;
Surjono, Surjono;
Hasyim, Abdul Wahid
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.3
Street vendors are one of the informal trade and services sectors that grow to meet economic needs. The urban economic dynamics of street vendors' existence invite various problems, such as utilising strategic public spaces that should not be used for selling. Six of the eight street vendor locations in the Gresik Urban Area are scattered, occupying road corridors, sidewalks, and public open spaces. This study aims to determine potential locations for relocating street vendors in the Gresik Urban Area. The spatial autocorrelation analysis method used is LISA (Local Indicator of Spatial Association) analysis. X variables include the location of residential land use, offices, tourism, and industry, which are compared with the location of street vendors as variable Y. Based on LISA analysis, the location used as a relocation recommendation is in the high-high quadrant and has a positive correlation. The results of the LISA analysis overlay between Settlement-Street vendors, Office-Street vendors, Tourism-Street vendors, and Industry-Street vendors revealed that the variables for Settlement-Street vendors and Tourism-Street vendors exhibit a positive spatial correlation. Thus, potential locations for relocating street vendors in the Gresik Urban Area are Randuagung Village and Gapurosukolilo Village.
PERMODELAN SPASIAL TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KELEMBAGAAN DI DESA KARANGJENGKOL, KABUPATEN PURBALINGGA
Azizah Nur Artanti, Retno;
Rini Dwi Ari, Ismu;
Prayitno, Gunawan
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.4
Desa Karangjengkol merupakan kawasan strategis lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga yang memiliki potensi sumber daya air, namun setiap tahunnya 42% dari total warga desa yang bertempat tinggal di RW 03 dan RW 04 tetap harus membeli air dari luar wilayah untuk mencukupi kebutuhan air saat musim kemarau. Tidak adanya pasokan air di Desa Karangjengkol pada musim kemarau, salah satunya diakibatkan karena tidak adanya kelembagaan yang bertanggung jawab terhadap sistem penyediaan air di Desa Karangjengkol, dimana PAMSIMAS terpaksa harus diberhentikan karena kinerja yang diberikan dinilai kurang optimal. (Hadi, 2010) menjelaskan bahwa keberhasilan program pembangunan salah satunya dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat. Analisis sosial network melalui perhitungan Rate of Participation dengan memperhatikan keikutsertaan masyarakat terhadap kelembagaan desa menjelaskan bahwa tingkat partisipasi masyarakat rendah dengan nilai partisipasi 1,81. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui capaian program pemenuhan air bersih dengan melihat kecenderungan daya serap penduduk terhadap kelembagaan di Desa Karangjengkol serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai partisipasi secara spasial melalui permodelan spasial tingkat partisipasi masyarakat berdasarkan hasil analisis regresi spasial. Berdasarkan hasil uji regresi klasik, diketahui variabel usia lansia (X3) dan waktu tempuh menuju kantor kecamatan (X11) memiliki nilai probabilitas >0,05 yang menandakan bahwa kedua variabel memiliki pengaruh terhadap tingkat partisipasi. Kedua variabel memiliki nilai koefisien negatif yang menunjukkan hubungan berbanding terbalik dengan nilai partisipasi. Semakin tinggi jumlah usia lansia dan waktu tempuh menuju kantor kecamatan, maka tingkat partisipasi akan semakin rendah. Berdasarkan Nilai R-squared 68% kedua variabel berpengaruh terhadap tingkat partisipasi Desa Karangjengkol.
ANALISIS PEDESTRIAN MENGGUNAKAN STANDAR PEDESTRIAN ENVIRONMENT QUALITY INDEX (PEQI) DI KORIDOR JALAN PIERRE TENDEAN KOTA MANADO
Tamboto, Ester;
Rondonuwu, Dwight;
Moniaga, Ingerid
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.6
Di Kota Manado, koridor Jalan Pierre Tendean merupakan koridor yang ramai dilalui dan sering menjadi tujuan masyarakat. Koridor Jalan Pierre Tendean menghubungkan pusat kota lama dan pusat kota baru sehingga di dalamnya terdapat beragam aktivitas seperti kawasan perdagangan barang dan jasa serta kawasan pemukiman. Dengan aktivitas yang beragam ini, dibutuhkan penelitian yang meninjau kembali kualitas jalur pedestrian yang digunakan masyarakat pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kualitas jalur pedestrian di Koridor Jalan Pierre Tendean Kota Manado. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analisis dengan pendekatan standar Pedestrian Environment Quality Index (PEQI). Pendekatan dengan standar Pedestrian Environment Quality Index (PEQI) akan menjabarkan berbagai variabel penelitian yang dibutuhkan khususnya pada jalur pedestrian yang kemudian diberi penilaian sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Dari analisis hasil perhitungan dengan standar PEQI, kualitas jalur pedestrian di persimpangan berada pada total skor 35,23 menunjukan kualitas jalur pedestrian berada pada kategori kurang. Sedangkan jalur pedestrian di koridor Jalan Pierre Tendean berada pada total skor 56 dengan kategori jalur pedestrian dasar. Hasil perolehan kedua skor tersebut menunjukan bahwa kondisi jalur pedestrian pada persimpangan jalan dan ruas jalan belum memenuhi standar ideal PEQI sehingga jalur pedestrian dapat digunakan namun perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas jalur pejalan kaki.