cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 206 Documents
PERMODELAN SPASIAL WATER POVERTY INDEX DENGAN INFRASTRUKTUR DAN KONDISI SOSIAL KECAMATAN DONOMULYO Ryan Alfi Marcellino; Ismu Rini Dwi Ari; Septiana Hariyani
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.4

Abstract

Donomulyo sub-district is one of the priority region to water scarce and clean water infrastructural priority programme, this area only has 23% coverage of piped clean water management. Reinforced by the water poverty index (WPI) which classified Donomulyo as unsafe to critical level for clean water availability. Water poverty value also influenced by other variabels such as social matter, according to social network analysis (SNA) showed area with lower value of WPI also has a lower value of SNA. Hence, this paper will explain the correlation between the water poverty index (Y) to social (X1) and infrastructure (X2) using spatial regression. Spatial regression used in this case to prove the correlation between dependent variable (WPI) and independent variables (infrastructure and social) with spatial aspect, thus obtained a close or significant correlation (α<0,05) among WPI value along with the well user ratio and households with septic tank in accordance with SNI ratio value. Depending on this model people of Donomulyo district should lessen the number of well user and improve the ratio of households with septic tank in accordance with SNI in order to improve WPI status.
IDENTIFIKASI PERENCANAAN FASILITAS UMUM SARANA PERMUKIMAN DI KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA Ahmada, Naufal; Priambodo, Aji
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.6

Abstract

Penelitian ini adalah analisis proyeksi penduduk dengan analisis ketersediaan dan kebutuhan fasilitas menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI 03-1733-200) di Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi kondisi terkini terkait jumlah penduduk terhadap sebaran fasilitas umum dan analisis kebutuhan fasilitas umum, serta proyeksi pada 5 dan 10 tahun kedepan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Variabel yang digunakan adalah variabel penduduk terhadap variabel pendidikan, kesehatan, peribadatan, perdagangan, dan persampahan. Hasil penelitian adalah sarana pendidikan tingkat SMA masih terpusat di Pekiringan, Tamansari, Tunjungmuli yang menyebabkan adanya kesenjangan di wilayah lain dimana belum adanya SMA dan tingkatan SMP dimana hanya Grantung yang masih belum ada sehingga harus ada penambahan SMP. Sarana kesehatan puskesmas hanya ada di Pepedan saja yang juga menyebabkan kesenjangan di wilayah lain. Sarana peribadatan sudah mencakup dan melayani seluruh kelurahan di Kecamatan Karangmoncol sehingga dianggap sudah memenuhi standar. Sarana perdagangan dianggap sudah memenuhi standar. Sarana persampahan berupa TPS sudah memenuhi standar, sebaiknya perlu  ditambahkan TPA.
ANALISIS WILAYAH PRIORITAS PENGEMBANGAN GREEN INFRASTRUCTURE SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA ALAM Amo, Farisa Maulinam; Lokantara, I Gede Wiyana; Amo, Rahmat Ekaputra
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.6

Abstract

Perkembangan pembangunan kota Manado yang signifikan terus mendesak pembangunan ke daerah berfungsi lindung sebagai ruang ekologis area tangkapan air (Catchment Area) hingga menyebabkan terjadinya perubahan tata guna lahan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan run off, inundation dan potensi banjir di area tertentu Kota Manado. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis bencana prioritas yang terjadi berdasarkan intensitas, dan lokasi prioritas penerapan infrastruktur hijau (Green Infrastructure). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dalam menjawab tujuan penelitian dilakukan 4 analisis, meliputi: (1) analisis history kebencanaan untuk mengukur intensitas terjadinya bencana dalam kurun 5 tahun, (2) Analisis IKS dan IKA untuk melihat tingkat kerentanan beberapa wilayah, (3) Indeks Risiko Bencana (IRB) pada beberapa wilayah di kota Manado, dan (4) skoring untuk menentukan lokasi prioritas yang memiliki nilai tinggi berdasarkan hasil tiga analisis pertama. Ditemukan prioritas bencana adalah bencana banjir karena kerugian dan dampak yang dihasilkan jauh lebih besar. Lokasi prioritas pengembangan infrastruktur hijau didasarkan pada hasil skoring ditemukan Kecamatan Tuminting history kebencanaan skor 30, IKS dan IKA skor 40, dan IRB skor 30, Kecamatan Tikala history kebencanaan skor 30, IKS dan IKA skor 27, dan IRB skor 20, Kecamatan Singkil history kebencanaan skor 30, IKS dan IKA skor 40, dan IRB skor 30, dan Kecamatan Bunaken history kebencanaan skor 20, IKS dan IKA skor 40, dan IRB skor 20. Saat ini telah dilakukan pembangunan dan rehabilitasi saluran drainase, namun keterbatasan lahan sulit untuk penambahan saluran baru, maka dibutuhkan sebuah infrastruktur ekologis yang memaksimalkan kondisi morfologi, ekologis eksisting dan meminimalisir genangan banjir pada 4 kecamatan tersebut
FACTORS AFFECTING THE CITY’S RESILIENCE TO FLOOD DISASTER IN EAST BANJARMASIN DISTRICT Fatmawati, Aisyah; Christia, Meidiana; Surjono
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.10

Abstract

Resilience is a system that can fight and adapt to certain disturbances and recover its normal function or state of balance. Improving city resilience is essential for urban communities, especially for areas at risk of being hit by disasters. Based on data from the Banjarmasin City Government, the floods that hit almost the entire city of Banjarmasin had an inundation height of between 0.25 meters to more than 0.5 meters, and East Banjarmasin Subdistrict was the sub-district that had been submerged by flood inundation for the longest time and had the highest inundation height among other districts. The study aims to identify the factors that influence community resilience to floods and formulate a model to increase this resilience. The approach method used is to use a quantitative method with SEM-PLS analysis to determine the influencing factors and formulate a model for increasing the city’s resilience. The study results show that the factors influencing city resilience to floods are green open spaces, building shapes, income, insurance ownership, level of education, employment, beliefs, and norms.
ANALISIS KINERJA OPERASI PADA TERMINAL CURUG AGUNG KABUPATEN BANDUNG BARAT Dien Azzizah Azzahra Farhani
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.7

Abstract

Unit analisis yang diteliti yakni Terminal Curug Agung yang bertujuan untuk mengukur kinerja operasi. Lokasi penelitian ini dipilih karena ketersediaan fasilitas pada terminal tersebut masih banyak yang belum ditemukan sehingga muncul terminal bayangan pada Jalan Raya Padalarang yang menyebabkan terhambatnya arus lalu lintas. Berdasarkan observasi pendahuluan, terdapat fenomena permasalahan yang terjadi berupa banyaknya angkutan umum yang melakukan pencarian penumpang di badan jalan sehingga menyebabkan arus jalan di sekitar Terminal Curug Agung menjadi terhambat. Selain itu, pengguna sulit menemukan pos kesehatan, rambu keselamatan jalan, pos dan petugas pemeriksa kelaikan kendaraan umum, jalur evakuasi, perlengkapan darurat, tempat sampah, koridor, taman, informasi terminal, tempat perbelanjaan, ruang istirahat petugas, pusat informasi dan pengaduan, rambu jalur transportasi, sarana ibadah, dan bank. Dengan demikian, tujuan penelitian ini yakni mengetahui kinerja operasi pada Terminal Curug Agung. Metode penelitian berupa metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yakni observasi untuk mengetahui kinerja operasi terminal, kuesioner untuk mengetahui pendapat responden terkait kinerja operasi terminal, dan wawancara untuk mengetahui informasi yang tepat terkait terminal. Hasil dari penelitian ini yakni dimensi emergency situations memiliki interpretasi yang buruk. Sedangkan enam dimensi lainnya yakni dimensi assurance, performance, aesthetics, amenity and easy, convenience, dan availability memiliki interpretasi yang cukup.
ANALISIS PERILAKU (BEHAVIOR MAPPING) PENGGUNA RUANG TEPIAN SUNGAI KARANG MUMUS Harryanto, Enrico Vincensius Yudistira; Jordan, Nadia Almira
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.2

Abstract

Ruang terbuka publik merupakan tempat manusia beraktivitas dan berinteraksi, dengan beragam perilaku antar pengguna, maupun antara pengguna dan ruang terbuka. Interaksi manusia dengan tempat kegiatan yang spesifik disebut juga sebagai behavior setting, yang dapat digambarkan melalui peta atau sketsa area atau ruang dengan tujuan untuk menggambarkan pola perilaku manusia, jenis perilaku dan frekuensi perilaku manusia. Pemetaan perilaku atau behavior mapping dapat digunakan untuk menganalisis perilaku individu maupun kelompok dalam berinteraksi dengan tempat aktivitasnya, seperti kawasan tepian Sungai Karang Mumus Kota Samarinda yang merupakan ruang terbuka potensial. Kawasan sempadan sungai ini secara spontanitas menjadi ruang publik yang digunakan untuk beragam aktivitas seperti duduk dan bersantai, memancing, parkir kendaraan, bermain dan berjualan, tetapi tidak didasari dengan perencanaan fisik. Pemetaan perilaku pada area tepian Sungai Karang Mumus bertujuan untuk mengetahui pola perilaku masyarakat sebagai pengguna ruang baik individu maupu kelompok dari waktu ke waktu, serta hubungan kondisi fisik lokasi dengan aktivitas tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan dengan teknik place-centered mapping yang memetakan perilaku dan aktivitas berdasarkan tempatnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan interaksi dan aktivitas masyarakat pada tepian Sungai Karang Mumus yang beragam tiap waktu menghasilkan adaptabilitas yaitu ruang mampu menampung perilaku pengguna ruang yang belum ada sebelumnya.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI KELURAHAN KADEMANGAN KOTA TANGERANG SELATAN Wulansari; Akbar, Rendy; Rachmat Hardi, Taufick
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.1

Abstract

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat pada suatu wilayah menjadikan wilayah tersebut menjadi berkembang, baik dari segi kehidupan ekonominya maupun sosialnya. Kelurahan Kademangan merupakan salah satu kelurahan yang menjadi bagian penting bagi pertumbuhan perekonomian di kota Tangerang Selatan menjadikan wilayah tersebut semakin berkembang. Jumlah penduduk pada kelurahan Kademangan semakin bertambah yang membuat kebutuhan akan lahan semakin meningkat. Kebutuhan lahan yang meningkat menyebabkan terjadinya perubahan fungsi lahan menjadi lahan untuk permukiman mengakibatkan masih kerap di landa banjir dan longsor. Salah satu alasan penelitian ini dilakukan adalah terdapat beberapa titik dari kawasan permukiman yang sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang namun masih mengalami banjir dan longsor.  Penelitian ini di lakukan bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan permukiman di kelurahan Kademangan menggunakan metode Analytic Hierarchy Proces dan Overlay dengan menggunakan 3 Variabel yaitu karakteristik lahan, sarana prasarana, dan tata ruang.
PENGARUH REVITALISASI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KEKUMUHAN DI KAMPUNG MELAYU, KOTA SEMARANG Flandi Tito Pratama; Mussadun
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.5

Abstract

Kampung Melayu merupakan satu dari empat kampung bersejarah yang ada di Kota Semarang, namun kondisinya saat ini sedang mengalami degradasi dari berbagai aspek yang menyebabkan kawasan ini menjadi marginal, kumuh, tidak produktif, serta menjadi beban bagi Pemerintah Kota Semarang. Oleh sebab itu pada tahun 2021 Pemerintah Kota Semarang melakukan kegiatan revitalisasi yang bertujuan untuk menangani permasalahan kekumuhan yang ada di Kampung Melayu. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan revitalisasi terhadap kondisi tingkat kekumuhan yang ada di Kampung Melayu. Sasaran penelitian ini meliputi identifikasi tahapan revitalisasi dan analisis tingkat kekumuhan di Kampung Melayu baik sebelum dan sesudah revitalisasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisisnya yakni analisis statistik deskriptif dan analisis skoring. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kegiatan revitalisasi berpengaruh terhadap penurunan tingkat kekumuhan yang ditunjukkan pada variabel-variabel yang meliputi Kondisi Jalan Lingkungan, Kondisi Drainsae Lingkungan, dan Kondisi Pengelolaan Persampahan. Sedangkan kegiatan Revitalisasi ternyata tidak atau kurang berpengaruh terhadap penurunan tingkat kekumuhan yang ditunjukkan pada variabel-variabel yang meliputi Kondisi Bangunan Gedung, Kondisi Penyediaan Minum, Kondisi Pengelolaan Air Limbah, dan Kondisi Pengaman Kebakaran.
IDENTIFICATION OF ACTOR ROLES IN ENDOGENOUS DEVELOPMENT OF RURAL AREAS: KASONGAN VILLAGE STUDY CASE Bahar, Teddy Kurniawan; Rauf, Mega Hardiyanti; Hidayatullah, Muhammad Luthfi
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.3

Abstract

Endogenous Development through creative economy applications is a strategy that had been implemented by many local governments to increase the competitiveness level of a product and human capital in a rural region. The development will be implemented effectively if supported with activities that put forward the collaborative aspect in the governance planning process between policymakers, implementors, and the local community. The distribution of roles and authorities between every participating actor will create a strong and reliable network for more sustainable development. The actors come from the government, local communities, the business sector, and educational institutions. Kasongan is a village with a local industry specializing in earthenware manufacture that has been distributed to domestic and global consumers. The primary stakeholder in this development comes from local artists who applied their creativity to create earthenware products as artistic pieces. This development eventually grows stronger and gained support from secondary stakeholders through training facilities, prioritized programs, and knowledge transfer about the art of crafting. With the identification through stakeholder analysis, it can be concluded that artists, craftsmen, local government, and educational institutions have the most important role as key players on endogenous development in Kasongan.
PENGARUH INDUSTRI TERHADAP STRUKTUR RUANG KOTA BATAM Hutasoit, Asri Trinika; Wijayanti , Wawargita Permata; Usman , Fadly
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.9

Abstract

Batam ditetapkan sebagai daerah daerah industri yang berawal sebagai basis logistik dan operasional untuk bisnis eksplorasi dan eksploitasi minyak lepas pantai.  Sampai sekarang, telah ada berbagai jenis industri yang berdiri dan berkembang di Batam. Adanya perkembangan industri berpotensi memengaruhi fisik spasial wilayah kota, terutama industri besar dan sedang yang mampu menarik pendatang dan terjadinya urbanisasi.  Hal ini mendorong alih guna lahan, seperti perkembangan permukiman serta sarana prasarananya dan berakibat pada terciptanya pusat-pusat pertumbuhan baru dan berdampak pada struktur ruang wilayah kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh industri terhadap struktur ruang Kota Batam. Pengaruh industri dilihat melalui analisis with and without comparasion. Terdapat perbedaan nilai indeks sentralitas pada kondisi with dan without, namun susunan hirarkis wilayah kecamatan dalam sistem pusat dari tingkat pusat, sub pusat, dan sub sub pusat tidak mengalami perubahan.