cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 206 Documents
FAKTOR PENENTUAN LOKASI TITIK TAMBAT BIKESHARE PADA KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT Salim, Kovic; Nilam Atsirina Krisnaputri
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.01.2

Abstract

Lokasi penempatan titik tambat bikeshare merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaannya. Kota Jakarta telah menerapkan uji coba sistem bikeshare tanpa dok di sepanjang koridor Bundaran HI – Bundaran Senayan, kawasan Dukuh Atas Transit Oriented Development (TOD) juga termasuk di dalamnya. Moda transportasi ini dapat mendukung pengembangan kawasan transit dan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan. Namun sayangnya, lokasi penempatan titik tambatan yang ada masih belum cocok dan jangkauannya tidak efektif. Hal ini membuat minat calon pengguna berkurang dan bikeshare menjadi tidak menarik di masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui distribusi lokasi titik tambatan bikeshare yang efektif. Dalam upaya mencapai tujuan, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Informasi awal dan sintesis faktor yang berpengaruh dilakukan dengan wawancara terbuka dan mengkaji literatur, faktor-faktor yang telah diperoleh dari jawaban responden ahli kemudian ditentukan untuk diprioritaskan dengan Proses Hierarki Analitis. Seluruh proses analisis telah berhasil menghasilkan 7 faktor yang berpengaruh dalam menentukan lokasi titik tambatan bikeshare, dengan kedekatan lokasi dan kepadatan penggunaan lahan menjadi faktor yang paling penting.
INTEGRATED CITY CONCEPT IN JAKARTA CITY PLANNING Bomo, Desta Promesetiyo
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.01.1

Abstract

This research was made as the first step to develop the city of Jakarta into an integrated pilot city area. Based on previous research on the development of the city of Jakarta assessed on sustainable urban planning and spatial planning, there is very little literature on Jakarta urban planning to achieve an integrated urban area. What is meant by compact city here is an area that grows and develops as a center for collection, processing, distribution and service of a development area designed as a structured development direction, both in design, facilities and infrastructure, spatial policies, vehicle circulation patterns, arrangement of river channels, pedestrians and urban green patterns. The method used is a combination of data collection with conceptual descriptions consisting of field observations, topography and evaluation of literature and policies with the limitations of this research problem on the concept of sustainable planning and policy evaluation in the development of the city of Jakarta into an integrated city. The results of this study are an integrated city is a city that pays attention to and seeks benefits from population density where an integrated city still maintains the comfort of its citizens in living their lives, the distance to shopping, work, school and others is short and comfortable even on foot. Apart from that, the integrated city also maintains the sustainability of its urban development in an ecological and democratic way for all citizens. The conclusion of this study is that the integrated city can be said to be a concept that fits the needs of the city of Jakarta today.
KARAKTERISTIK HARGA LAHAN DI KOTA BONTANG Ken Rose Manigara; Setyono, Deni Agus; Hasyim, A. Wahid
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.01.3

Abstract

Kota Bontang merupakan Pusat Kegiatan Nasional Kalimantan Timur dengan fungsi sebagai pusat indsutri strategis. Pengembangan kawasan industri di Kota Bontang menyebabkan meningkatnya aktivitas penduduk, kenaikan pendapatan masyarakat, dan meningkatkan daya beli terhadap lahan. Namun dengan ketersediaan lahan yang minim, maka terjadi kelangkaan lahan dan peningkatan harga lahan yang tidak terkendali khususnya sekitar kawasan industri. Selain itu, pemerintah Kota Bontang mengalami kesulitan dalam menentukan besaran NJOP di Kota Bontang dengan adanya indikasi penolakan NJOP oleh masyarakat. Maka dari itu dilakukan identifikasi karakteristik harga lahan di Kota Bontang berdasarkan variabel faktor fisik, faktor aksesibilitas dan lokasi, kawasan industri, kualitas permukiman, kepemilikan lahan, dan faktor ketersediaan prasarana. Pengambilan data menggunakan sampel sebanyak 382KK dengan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan yaitu analisis karakteristik harga lahan dengan melakukan analisis kriging dan analisis statistik deskriptif. Analisis karakteristik harga lahan pada tahap akan menghitung klasifikasi harga lahan sesuai dengan data yang telah didapatkan dari survei primer. Hasil analisis karakteristik harga lahan diketahui bahwa terdapat 10 klasifikasi kelas harga lahan dengan panjang kelas 498.000Rp/m2. Selanjutnya dilakukan analisis kriging untuk mengetahui persebaran harga lahan di Kota Bontang menggunakan ArcGis. Berdasarkan hasil analisis kriging, harga lahan paling tinggi berada di Kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Kanaan, dan Kelurahan Satimpo.
ANALISIS FAKTOR UNTUK MENGIDENTIFIKASI FAKTOR PEMBENTUK PREFERENSI MASYARAKAT KOTA KUPANG DALAM MEMILIH PASAR Kristian, Abraham; Deni Agus; Sasongko, Wisnu
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.01.5

Abstract

Kondisi eksisting menunjukan bahwa saat ini terjadi pertumbuhan pasar modern meliputi pusat perbelanjaan, Departement Store, dan beberapa gerai toko modern di Kota Kupang. Kemampuan pasar modern yaitu modal yang besar sehingga mampu menawarkan pelayanan baik dari produk yang lengkap, lingkungan pasar yang bersih, aman nyaman bagi konsumen dalam berbelanja, serta prasarana yang lengkap dalam mendukung aktivitas berbelanja ini berbeda dengan pasar tradisional dimana pada penelitian yang telah dilakukan memiliki kelemahan yang dikelukan seperti lingkungan yang kotor, infrastruktur yang kurang memadai, dan kualitas produk yang tidak pasti. Kondisi persaingan pasar saat ini memiliki peluang untuk mengancam keberadaan pasar tradisional yang selama ini dimanfaatkan sebagai sarana perdagangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat Kota Kupang dalam memilih pasar dan menggunakan analisis faktor pada data persepsi 600 responden di Kota Kupang untuk mereduksi sejumlah variabel yang dapat membentuk preferensi masyarakat dalam memilih pasar. Hasil analisis menunjukan bahwa faktor pembentuk preferensi yang paling sering terbentuk adalah faktor aksesibilitas menuju pasar, faktor kenyamanan lingkungan pasar, serta faktor keberagaman, kualitas, dan keterjangkauan harga produk di pasar. Sedangkan variabel yang paling valid dalam menjelaskan faktor yang mempengaruh preferensi masyarakat dalam memilih pasar di Kota Kupang meliputi kondisi jalan menuju pasar, jarak menuju pasar, ketersediaan lahan parkir di pasar, kelengkapan jenis produk di pasar, keberagaman produk kebutuhan sehari - hari di pasar, kualitas produk kebutuhan sehari - hari di pasar, kualitas produk kebutuhan belanja di pasar, keterjangkauan harga produk, pasar bebas dari sampah, pasar bebas dari genangan, keamanan pasar, kenyamanan lingkungan pasar.
ANALISIS KEBERADAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KORIDOR SUNGAI JAWI KOTA PONTIANAK Nurhidayati, Ely
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.01.7

Abstract

Pontianak City has a role as a National Activity Center (PKN) in the West Kalimantan Province. So that makes Pontianak as a center of trade and services, as well as the entrance and exit of goods and people in the West Kalimantan region. The trade sector contributes 18% to the GRDP of Pontianak City compared to other sectors. Therefore, the trade sector becomes a business and job opportunity for the community. Generally, people's economic business actors engaged in the trading sector are street vendors (PKL). In this study, the distribution of street vendors in Pontianak City is divided into 4 (four) segments on the Jawi River corridor, Pontianak City. This raises aesthetic problems and compatibility with the function of the infrastructure facilities around the corridor. Meanwhile, the presence of street vendors also makes the Jawi River area a crucial area because of its role as Sub PPK III in the spatial structure of Pontianak City and its location on the side of the primary channel, namely the Jawi River. The government is also promoting Paret Berseh-Parit Cantek to maintain the sustainability and cleanliness of the rivers in Pontianak. This study aims to analyze the presence of street vendors in the corridor of the Jawi River, Pontianak City. The targets achieved are to identify the physical environment, social population, economic conditions, land use and distribution of street vendors, characteristics of street vendors, conditions and availability of infrastructure. In addition, it also analyzes the site footprint, location feasibility analysis, and capacity analysis. Keywords: Street Vendors, Jawi River, Pontianak
An INFORMAL URBANISM IN CITIES: LITERATURE REFLECTION IN 30 YEARS firmansyah, ade
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.01.6

Abstract

Cities and urban areas are faced with heterogeneous conditions, physically, socially, environmentally and economically. Many academics believe that urban heterogeneity creates a two-sided urban face. Conditions that tend to show these comparisons lead to the formal and informal conceptions of urban areas. Informal urbanism has increased in recent years to become a growing political object and a scientific concern for some researchers or academics. This article attempts to identify research flows and research priorities in the field of informal urbanism based on an analysis of the literature from 1997 to 2022, including 1,056 documents from the Scopus database. The author uses two software, namely Bibliometrics (Biblioshiny) and VOSviewer, for performance and network mapping analysis. The results show that the field of informal urbanism has grown from the aspect of the number of publications in the past 30 years. Analysis based on country shows that the majority of developed countries outperform other countries in producing publications on informal urbanism. The results of this study can help academics and researchers by providing important insights into the field of urban research.
ANALISIS DISPARITAS PENDAPATAN KABUPATEN DAN KOTA DALAM SURABAYA METROPOLITAN AREA Larasati, Aida Fitri; Irsyad, Fatimah Ratna Nur; Santoso, Eko Budi
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.8

Abstract

Kegiatan perkembangan ekonomi perkotaan yang semakin tinggi menyebabkan terbentuknya suatu aglomerasi daerah Metropolitan. Gerbangkertosusila atau Surabaya Metropolitan Area (SMA) merupakan salah satu Satuan Pengenmbangan Wilayah (SPA) yang juga salah satu Kawasan Strategis Nasional. Tingginya laju pertumbuhan ekonomi di SMA tidak selalu serta merta diimbangi dengan kemerataan pendapat di masing-masing kabupaten dan kota di wilayah Surabaya Metropolitan Area. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui disparitas pendapatan yang terjadi diantara kabupaten dan kota di wilayah Surabaya Metropolitan Area dengan menggunakan tiga alat analisis, yaitu Tipologi Klassen, Indeks Williamson dan Indeks Theil . Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa kondisi ketimpangan di Surabaya Metropolitan Area dalam kurun waktu 2016-2020 menunjukkan kestabilan dalam tingkat ketimpangan sedang, meskipun laju pertumbuhan cenderung menurun pada tahun 2019-2020. Selain itu, dalam indeks entropi theil dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata ketimpangan pada wilayah SMA (Surabaya Metropolitan Area) tidak melebihi nilai ketimpangan di Jawa Timur.
PENERAPAN METODE DERAJAT URBANISASI DI INDONESIA, STUDI KASUS: KOTA PEKALONGAN DAN SEKITARNYA Fatimah, Endrawati; Ramadhani, Anindita; Imana, Rizal
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.1

Abstract

Derajat urbanisasi sebagai suatu metode pendeliniasian perkotaan telah disepakati dalam forum United Nation tahun 2019 untuk digunakan semua negara untuk menyeragamkan pendeliniasian perkotaan secara global. Tujuan penggunakan satu metode ini adalah agar komparasi perkembangan antar negara dapat dilakukan lebih akurat. Di Indonesia, metode pengklasifikasian perkotaan perdesaan yang selama ini digunakan adalah metode kriteria dari Badan Pusat Statistik. Mengingat metode tersebut relatif baru, maka penerapan derajat urbanisasi ini perlu dikaji dan diantisipasi kesiapan datanya serta diperbandingkan hasilnya dengan hasil klasifikasi dari Badan Pusat Statistik. Dilatar belakangi hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji coba metode derajat urbanisasi pada salah satu wilayah, dalam hal ini kota Pekalongan dan sekitarnya serta membandingkan hasilnya dengan klasifikasi perkotaan perdesaan menurut Badan Pusat Statistik. Metode utama yang digunakan adalah metode derajat urbanisasi dari Global Human Settlement Layer dan diperkaya dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode derajat urbanisasi yang akan digunakan secara global oleh United Nation dapat diterapkan di Indonesia dengan data yang sudah tersedia di Badan Pusat Statistik dan Badan Informasi Spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan klasifikasi perkotaan perdesaan antara dua metode ini sebesar 67,6%. Perbedaan hasil klasifikasi terjadi pada 188 Desa Perdesaan menurut Badan Pusat Statistik yang terklasifikasi sebagai Perkotaan berdasarkan hasil klasifikasi menggunakan metode Derajat Urbanisasi.
KONSEP WALKABILITY DALAM PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI DI KAWASAN CBD BINTARO JAYA Azzahra Ramadhani, Nadiva; Sasongko, Wisnu; Kurniawan, Eddi Basuki
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.2

Abstract

The Bintaro Jaya CBD area is located in South Tangerang City, Banten, which is dominated by land use trade and services. Walking has become a popular mode because of the distance between adjacent land uses, especially since the implementation of CFD in the Bintaro Jaya CBD area. However, there are problems with the infrastructure and facilities for pedestrian paths that are still uneven, so there is a need for an arrangement of pedestrian paths in the Bintaro Jaya CBD area. This study aims to determine the characteristics of the pedestrian path, determine the level of walkability, and select the direction of the arrangement of pedestrian paths based on the concept of walkability in the Bintato Jaya CBD area using the analysis method of pedestrian path characteristics, analysis of the level of pedestrian paths, priority analysis of lane arrangement criteria. Pedestrians using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, and analysis of the relationship between the results of the walkability level and the priority results of the pedestrian path arrangement criteria. The results of this study indicate that the lowest walkability score is in segment 3A with a value of 37.0 or not walkable and the walkability score for one area is 51.7 or waiting to walk. Based on the analysis of the results of the walkability level with the priority results of the pedestrian path arrangement criteria, segment 3A has a priority ranking of I or the first to be prioritized for the pedestrian path arrangement because it has a multiplication value of the total walkability value with the lowest weight of AHP results with a value of 20.13 and criteria infrastructure for the group with special needs has a priority ranking of I or the first to prioritize its arrangement because it has the lowest average score of 1.18.
KETAHANAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BANTUL, PROVINSI D.I. YOGYAKARTA Sukmawati, Annisa Mu'awanah; Puji Utomo
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.5

Abstract

Kabupaten Bantul adalah wilayah di Provinsi D.I. Yogyakarta yang rawan terhadap bencana banjir. Hal ini disebabkan oleh posisi Kabupaten Bantul yang berada di daerah hilir dari sungai-sungai di Provinsi D.I. Yogyakarta. Banjir tidak hanya berdampak bagi kerusakan infrastruktur namun juga ekonomi dan aktivitas masyarakat. Studi bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk ketahanan komunitas yang berfokus pada aspek sosial dalam menghadapi bencana banjir di Kabupaten Bantul. Studi dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 10 informan, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Studi menunjukkan bahwa bentuk ketahanan komunitas diwujudkan dari adanya peran masyarakat serta pihak-pihak terkait. Peran masyarakat timbul karena adanya pengalaman kebencanaan di masa lalu, pengetahuan mengenai ancaman banjir, dan ikatan sosial untuk pulih dari bencana. Pengalaman bencana memperkuat ikatan sosial dan modal sosial antar masyarakat. Kejadian bencana yang kerap terjadi membentuk integrasi peran secara alamiah bukan karena struktural pemerintah. Studi diharapkan dapat memberikan gambaran praktis dari Kabupaten Bantul mengenai bentuk ketahanan komunitas dalam menghadapi banjir.