cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 224 Documents
CITRA KAWASAN BERSEJARAH KOTA TUA AMPENAN Affandi, Acik Akar; Parlindungan, Johannes; Surjono
Tata Kota dan Daerah Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2026.018.01.8

Abstract

Kota Tua Ampenan di Pulau Lombok, Indonesia, menghadai masalah terkait citra kawasannya. Ampenan sebagai kota sejarah pelabuhan di masa kolonial perlahan mulai menunjukkan perubahan sejalan dengan Kota Mataram yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi citra kawasan bersejarah Kota Tua Ampenan berdasarkan persepsi masyarakat dan dinamika perubahan morfologi perkotaan. Metode deskriptif digunakan dengan pendekatan peta mental dan analisis historis diakromik. Hasil menunjukkan bahwa degradasi elemen visual kawasan memengaruhi persepsi identitas kawasan. Perubahan fisik kawasan, mulai dari masa kolonial hingga era modern, memperlihatkan pergeseran struktur morfologis yang signifikan dan berdampak pada memudarnya citra kawasan menurut persepsi masyarakat. Hubungan antara perubahan morfologi dan citra kawasan dalam konteks studi ini menunjukkan dinamika yang belum sepenuhnya selaras. Perubahan morfologis kawasan—baik pada elemen jalan, bangunan, maupun fungsi lahan—seringkali terjadi tanpa arahan yang mempertimbangkan kesinambungan identitas visual dan sejarah kawasan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar dalam penguatan kebijakan pelestarian berbasis spasial dan sosial.
ANALISIS TRANSFORMASI KOTA DALAM PERSPEKTIF IN CITY DI KECAMATAN PRINGSEWU Rahma Fitria, Sabrina; Sinatra, Fran
Tata Kota dan Daerah Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2026.018.01.3

Abstract

Transformasi kota merupakan isu global yang mempengaruhi fungsi kota, kebutuhan lokal, dan interaksinya dengan lingkungan (McCormick et al., 2013; Iwaniec et al., 2019). Penelitian ini mengkaji transformasi kawasan perkotaan di Kecamatan Pringsewu melalui perspektif In City untuk memahami bagaimana faktor internal dapat menjadi pendorong transformasi kota kecil yaitu Kecamatan Pringsewu. Dengan pendekatan deduktif dan metode mixed method, penelitian ini menggunakan analisis spasial, deskriptif kualitatif, dan deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa proses internal seperti pertumbuhan penduduk disertai modal SDM yang baik menimbulkan adanya pergeseran lapangan usaha masyarakat dari sektor pertanian ke perdagangan dan jasa sehingga di sisi lain menyebabkan perubahan guna lahan seiring tahun. Hal ini juga ditopang oleh kemudahan memperoleh izin usaha oleh pemerintah Kecamatan Pringsewu walaupun dalam penataan ruang Kecamatan Pringsewu belum ada implementasi signifikan oleh pemimpin daerah.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSESIBILITAS AIR BERSIH NON-PERPIPAAN DI WILAYAH PERKOTAAN: KELURAHAN JERAMBAH GANTUNG, KOTA PANGKAL PINANG Ajrina, Fadiah Izzah; Kholisah, Sahda
Tata Kota dan Daerah Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2026.018.01.5

Abstract

Kelurahan Jerambah Gantung di Kota Pangkalpinang menghadapi tantangan serius dalam aksesibilitas air bersih, yang meliputi jarak, kualitas air, biaya, serta waktu yang diperlukan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Mayoritas penduduk masih bergantung pada sumur bor sebagai sumber air utama, meskipun sumber tersebut kerap tidak memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi aksesibilitas air bersih di wilayah tersebut, menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode analisis regresi linear berganda. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan kuesioner yang melibatkan 261 responden, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen resmi dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor utama, yaitu lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan air, jenis pelayanan air yang digunakan, dan ketersediaan air, secara signifikan memengaruhi aksesibilitas. Analisis juga mengungkapkan bahwa faktor teknis seperti kerusakan pipa dan kualitas air memiliki pengaruh yang lebih kecil dibandingkan faktor jarak dan waktu. Temuan ini menunjukkan perlunya upaya terintegrasi untuk memperbaiki infrastruktur air bersih, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air, serta memastikan distribusi yang merata di seluruh wilayah. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan dalam penyediaan air bersih, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan
ANALISIS TINGKAT KESIAPAN PETANI TERHADAP DIGITALISASI PROGRAM KARTU PETANI BERJAYA (E-KPB) DI DESA TRIMULYO, KABUPATEN PESAWARAN Annisa, Annisa Azzahra; Hediyati Anisia Br Sinamo; Nela Agustin Kurnianingsih
Tata Kota dan Daerah Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2026.018.01.7

Abstract

Wilayah pedesaan di Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan karakteristik akibat menurunnya aktivitas pertanian, fenomena yang dikenal sebagai deagrarianisasi. Padahal, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar nasional. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tingkat kesiapan digital petani dalam menghadapi program digitalisasi seperti Kartu Petani Berjaya (e-KPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan digital petani di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan model Digital Readiness Gaps dari Horrigan (2016). Tiga aspek yang diukur meliputi kemampuan digital, kepercayaan, dan penggunaan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan digital petani berada pada kategori "reluctant" dengan skor 0,238. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas petani belum sepenuhnya siap dalam menghadapi digitalisasi pertanian, terutama dalam hal keterampilan menggunakan teknologi digital. Temuan ini menekankan pentingnya pendampingan intensif dan pelatihan yang relevan untuk meningkatkan kapasitas digital petani, sehingga program digitalisasi dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi terhadap pengembangan wilayah pedesaan secara berkelanjutan.