cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 216 Documents
EVALUASI TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI JALAN DIPONEGORO, KOTA BANDUNG Iscahyono, Achmad Fauzan; Fahrudin, Muhammad Zaki
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.7

Abstract

Jalan Diponegoro, Kota Bandung, merupakan salah satu koridor dengan intensitas pergerakan pejalan kaki yang tinggi di Kota Bandung karena berada di pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat serta dikelilingi oleh fungsi perdagangan, jasa, dan pariwisata. Aktivitas yang beragam tersebut menyebabkan tingginya mobilitas masyarakat dan menuntut tersedianya fasilitas pejalan kaki yang memadai. Namun, kondisi aktual menunjukkan adanya berbagai permasalahan fisik pada jalur pejalan kaki, seperti tidak tersedianya ramp, ketidaksesuaian guiding block, serta adanya pemanfaatan trotoar oleh PKL. Dengan karakteristik kawasan yang padat dan beragam, evaluasi tingkat pelayanan jalur pejalan kaki menjadi penting untuk mengetahui kemampuan fasilitas dalam menampung pergerakan pejalan kaki serta menentukan kebutuhan fasilitas penyeberangan yang sesuai dengan pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Evaluasi tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki mengacu pada pedoman Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2014, sementara penentuan jenis fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki mengacu pada SE Menteri PUPR Nomor 02/SE/M/2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki yang telah tersedia di Jalan Diponegoro, Kota Bandung dinilai sudah cukup baik. Selain itu, jenis fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki di ruas Jalan Diponegoro, Kota Bandung yang sesuai adalah jenis zebra cross di mana sudah tersedia pada kondisi aktual.
DINAMIKA FASILITAS PENDIDIKAN DAN TUTUPAN LAHAN DI KAWASAN AGLOMERASI PENDIDIKAN KOTA BEKASI Girlly Marchlina Listyono; Adi Wibowo
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.8

Abstract

Pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi mendorong konversi lahan yang signifikan dan memunculkan kawasan aglomerasi pendidikan di Jalan K.H. Agus Salim, Bekasi Timur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika spasial-temporal perkembangan fasilitas pendidikan dasar hingga menengah serta perubahan tutupan lahan pada periode 2001, 2012, dan 2023. Data citra resolusi tinggi Google Earth Pro, informasi sekolah dari Dapodik, serta validasi lapangan digunakan untuk klasifikasi tiga kategori lahan: vegetasi, terbuka non-vegetasi, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah sekolah dari 9 unit pada 2001 menjadi 15 unit pada 2023, seiring penurunan luas vegetasi, terutama di zona tengah dan timur. Sementara itu, zona barat relatif stabil dengan adanya pemulihan vegetasi pada lahan eks industri. Temuan ini mengungkap bahwa perkembangan fasilitas pendidikan tidak selalu sejajar dengan perubahan lahan, melainkan dipengaruhi faktor tata ruang, aksesibilitas, dan pertumbuhan penduduk usia sekolah. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi perencanaan kawasan pendidikan dengan perlindungan ruang terbuka hijau dan pengendalian alih fungsi lahan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan perkotaan.
REGENERATIVE CITIES: ECONOMIC MODELS AND FINANCIAL STRATEGIES FOR SUSTAINABLE URBAN GROWTH Rahadi, Raden Aswin; Ria, Poeti; Hapsariniaty, Alia Widyarini; Fajar Afgani, Kurnia; Firmansyah Hakam, Dzikri
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.9

Abstract

As urbanization accelerates amidst the escalating climate crisis, the paradigm is shifting from reactive to proactive response through regenerative urbanism. However, while the technical and ecological foundations are standardized, the economic pathways, especially in developing economies, are fragmented. This study bridges that gap by synthesizing foundational theories with recent empirical evidence (2022 – 2025) to construct a cohesive strategic framework for financing regenerative cities. Findings indicate that regenerative urbanism has evolved from a theoretical ideal into a pragmatic economic strategy applicable across diverse urban contexts. By leveraging advanced technological tools—such as AI-assissted spatial analysis and standardized valuation models—cities can now quantify and monetize “hidden” ecosystem services, transforming them into bankable assets that attract global institutional investment. Both external and internal financial instruments, such as Green Bonds and Land Value Capture (LVC), are proven applicable towards diverse urban contexts. Crucially, the research emphasizes on strong alignment between financial innovation and regulatory framework to ensure a successful regenerative urbanism transition. Policymakers must harmonize regulatory frameworks to resolve policy incoherence, ensuring that regenerative initiatives achieve substantive outcomes rather than mere procedural compliance. Ultimately, this study positions regenerative cities not just as ecological necessities, but as competitive, self-sustaining economic hubs for the future.
TOURISM COMPONENT DEVELOPMENT OF JAMBU TOURIST VILLAGE KAYENKIDUL DISTRICT KEDIRI REGENCY Wulandari, Irawati; Meidiana, Christia; Prayitno, Gunawan
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.2

Abstract

Tourist village is a rural area that has several special characteristics to become a tourist destination. The development of tourist villages has become an important strategy in strengthening the local economy, preserving cultural heritage, and improving the welfare of people in Indonesia, one of which is in Kediri Regency, East Java Province. Jambu Village is one of the villages and the only tourist village in Kayen Kidul District, Kediri Regency. Jambu Tourist Village is an independently managed tourist village, which has led this village to receive an award from the Governor of East Java as a Smart Mandiri Sejahtera Tourist Village (DEWI CEMARA) in October 2019. Despite its success, Jambu Tourist Village also experienced problems in its development process. Development of five tourism components (attraction, accessibility, accommodation, amenity, and ancillary) still faces many problems. The purpose of this study is to ensure sustainable tourism development by aligning the expectations of the community and visitors with the quality of service. Many issues remain persistent, particularly in the areas of public transportation, road infrastructure, and pedestrian facilities. To address these challenges, this study aims to measure the level of alignment between tourist satisfaction and the importance of various tourism components using the Importance-Performance Analysis (IPA) method. The results show a level of conformity of 68.97%, with 16 attributes falling into critical Quadrant I, indicating immediate priority for improvement. These results emphasize the need for strategic intervention to improve the overall quality of tourism services in Jambu Tourism Village.
HUBUNGAN PREVALENSI STUNTING DAN BANJIR ROB DI KOTA PEKALONGAN DENGAN PENDEKATAN ANALISIS SPASIAL AUTOKORELASI SPASIAL Wibisono, Hafidz; Musthofa, Azis; Chairani, Maulidia Savira
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.6

Abstract

Penelitian ini menganalisis pola spasial prevalensi stunting di Kota Pekalongan dan hubungannya dengan bencana banjir rob menggunakan pendekatan autokorelasi spasial. Data prevalensi stunting tahun 2023 dan 2024 dianalisis dengan Moran's I dan Local Indicator of Spatial Association (LISA) untuk mengidentifikasi klaster dan pola distribusi. Hasil menunjukkan nilai Moran's I yang lemah (-0,104 pada 2023 dan 0,073 pada 2024), mengindikasikan tidak adanya pola spasial yang kuat. Namun, pada 2024 teridentifikasi klaster tinggi (high-high) di Kelurahan Klego, yang diduga terkait dengan keterbatasan akses air bersih dan faktor kesehatan setempat. Wawancara dengan ahli gizi dan tokoh masyarakat mengungkap bahwa adaptasi ekonomi, seperti kerja di industri rokok, membantu mengurangi dampak banjir rob terhadap stunting. Temuan ini berbeda dengan studi sebelumnya yang menghubungkan banjir dengan peningkatan stunting melalui gangguan ekonomi dan akses gizi. Penelitian menyimpulkan bahwa di Pekalongan, hubungan antara banjir rob dan stunting bersifat lokal dan terbatas, dengan faktor adaptasi masyarakat memainkan peran penting.
STRATEGI PENERAPAN ASPEK SMART MOBILITY PADA ANGKUTAN KOTA SEBAGAI TRANSPORTASI PUBLIK DI KOTA TEGAL Wicaksono, Muhammad Zaky; Aji, Veda Widyadhana; Aprianto, Rizal
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pengembangan angkot di Kota Tegal agar angkot memenuhi variabel dalam aspek smart mobility. Variabel smart mobility yang di teliti berupa informasi real time, shelter terjangkau dan nyaman, pembayaran non tunai, integrasi antar moda, dan fasilitas armada yang nyaman. Penelitian menggunakan pendekatan deduktif yang membawa teori ke lapangan terkait untuk mengukur aspek. Proses penyajian analisis data yang dilakukan yaitu dengan metode gabungan kualitatif dan kuantitatif (mix method) dimana analisis kualitatif menggunakan metode SWOT untuk mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang berpengaruh terhadap kondisi eksternal dan internal, dan metode IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary) untuk menentukan prioritas strategi yang pembobotannya dilakukan menggunakan pendekatan pertimbangan logis (logical judgement) dan focus group disscussion (FGD) berdasarkan hasil studi literatur, kondisi aktual angkutan kota sebagai transportasi publik di Kota Tegal, serta urgensi masing-masing faktor terhadap keberhasilan penerapan strategi smart mobility. Hasil analisis menunjukkan bahwa angkot di Kota Tegal berada pada kuadran 1 dimana mendukung strategi pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy) berupa Strength-Opportunity (3,22) dengan memanfaatkan digitalisasi informasi trayek dan jadwal yang menggunakan potensi dari rute aktif, pembayaran cashless, dan kampanye tarif murah.