cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2023)" : 11 Documents clear
Analisa Perubahan Iklim dan Pengaruhnya pada Produktivitas Tanaman Padi di Kabupaten Malang Akbar Hidayatullah Zaini; Akbar Saitama
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.2.08

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu rata - rata sebesar 27-30oC, suhu yang sangat sesuai untuk di budidayakan berbagi jenis komoditas pertanian. selanjutnya, kondisi itu telah berubah disebabkan adanya perubahan iklim yang mempengaruhi pergeseran musim dan perubahan pola distribusi curah hujan yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap produksi tanaman pangan terutama padi. Dampak yang terlihat akibat dari perubahan iklim pada sektor tanaman padi adalah menurunnya hasil produksi tanaman padi karena perubahan iklim yang tidak sesuai dengan syarat tumbuh tanaman padi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara penelitian survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan melakukan pengamatan di Kabupaten Malang untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Pemilihan dua lokasi tersebut dikarenakan Kecamatan Wajak dan Gondanglegi merupakan sentra produksi padi di Kabupaten Malang yang dapat dikatakan mempengaruhi sebagian besar produksi padi di Kabupaten Malang. Dari hasil perhitungan tipe iklim, iklim di Kabupaten Malang dalam 2 dekade tidak terlihat adanya perubahan iklim yang signifikan yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi. Kabupaten Malang memiliki tipe iklim C3 yang berarti hanya dapat ditanam padi 1 kali dalam kurun waktu setahun dan selanjutnya ditanami oleh tanaman palawija. Pada uji korelasi unsur-unsur iklim, curah hujan dan hari hujan memiliki keeratan hubungan dengan produktivitas tanaman padi di Kabupaten Malang. Selanjutnya berdasarkan hasil regresi linier berganda unsur iklim curah hujan dan hari hujan menentukan produktivitas tanaman padi di Kabupaten Malang.
Kajian Dampak Perbedaan Unsur Iklim terhadap Produktivitas Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) pada Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Setyoreni, Mirta Dwi; Ariffin, Ariffin
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.2.07

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) termasuk jenis tanaman palawija penghasil karbohidrat yang berpotensial dan merupakan pengganti bahan makanan pokok. Masalah utama yang dihadapi dalam kegiatan usahatani ubi jalar adalah rendahnya produksi rata-rata per hektar lahan. Ubi jalar memiliki daya adaptasi yang luas baik dari kondisi lahan, lingkungan maupun iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan unsur iklim dan produktivitas ubi jalar, mengetahui hubungan dari unsur iklim terhadap produktivitas ubi jalar serta mengetahui unsur iklim yang paling berperan dalam produktivitas ubi jalar pada dataran tinggi dan dataran rendah. Penelitian dilakukan pada bulan April – Oktober 2021 di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang dan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dengan menggunakan metode survei. Alat dan bahan yang digunakan yaitu data produktivitas dan unsur iklim tahun 2001-2020 yang dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi dengan menggunakan software Microsoft Office Excel 2016 dan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan situasi unsur iklim di dataran rendah dan dataran tinggi di wilayah jawa timur selama kurun waktu dua puluh tahun terakhir (2001-2020) berpengaruh terhadap produktivitas ubi jalar. Unsur iklim curah hujan di dataran rendah dan unsur iklim suhu udara di dataran tinggi memiliki hubungan yang nyata dengan nilai korelasi r mendekati 1 pada taraf 5% terhadap produktivitas ubi jalar. Unsur iklim curah hujan di dataran rendah berpengaruh nyata terhadap produktivitas ubi jalar dengan persamaan hasil regresi Y= 29,439 + 0,040X, ini menunjukkan apabila curah hujan meningkat satu mm akan meningkatkan produktivitas ubi jalar 0,040 ton/ha. dan unsur iklim suhu udara pada dataran tinggi berpengaruh nyata terhadap produktivitas ubi jalar dengan persamaan hasil regresi Y = -40,541 + 3,005X, ini menunjukkan apabila suhu meningkat satu derajat akan meningkatkan produktivitas ubi jalar 3,005 ton/ha. Unsur iklim yang paling berperan terhadap produktivitas ubi jalar dilihat dari nilai korelasinya yaitu unsur iklim suhu udara.
Respon Tanaman Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.) pada Berbagai Prosentase dan Waktu Pemangkasan Pucuk (Topping) Adhim, Fauzul; Suminarti, Nur Edy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tunggak  (Vigna unguiculata L.) adalah salah satu tanaman legume yang bijinya berpotensi dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Biji kacang tunggak juga dapat dijadikan berbagai produk olahan seperti kecap, susu, keju, tauco, dan beberapa makanan tradisional lain (lepet, bubur, dan peyek). Saat ini produksinya cukup rendah karena masih jarangnya tanaman tersebut dibudidayakan oleh petani dan masih jarang diterapkannya manajemen tanaman yang baik oleh petani. Salah satu bentuk dari kegiatan manajemen tanaman adalah pemangkasan pucuk yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan cabang lateral. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2021 di lahan percobaan milik Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Muneng yang berlokasi di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Perlakuan prosentase pemangkasan (kontrol, pangkas 20%, pangkas 35%, dan pangkas 50%) sebagai petak utama dan waktu pemangkasan (dipangkas 21 HST, dipangkas 28 HST, dan dipangkas 35 HST) sebagai anak petak. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan diuji menggunakan F tabel pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan pucuk pada prosentase dan waktu yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tunggak. Berdasarkan  hasil  analisis  usahatani,  perlakuan kontrol lebih efektif dan efisien untuk diusahakan dengan nilai R/C sebesar 1,19.
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Berbagai Dosis Pupuk dan Waktu Penyiangan Gulma Sebayang, Husni Thamrin; Sipayung, Rika Adelina
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemupukan dan pengendalian gulma dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pemupukan dan waktu  penyiangan gulma terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah yang dilaksanakan pada bulan April 2021 hingga Juli 2021 di Dusun Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur menggunakan percobaan faktorial yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 : Perlakuan dosis pemupukan (P), P1: 150 kg ha-1 N ( 75 N Urea+ 75 N ZA), 75 kg ha-1 P, 75 kg ha-1 K., P2: 200 kg ha-1 N ( 100 N Urea+ 100 N ZA), 100 kg ha-1 P, 100 kg ha-1 K., P3: 250 kg ha-1 N ( 125 N Urea+ 125 N ZA), 125 kg ha-1 P, 125 kg ha-1 K. Faktor 2: Waktu penyiangan gulma  (G), G1: Penyiangan 14 dan 21 HST, G2: Penyiangan 14,21 dan 28 HST, G3: Penyiangan 14,21,28 dan 35 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan 200 kg ha-1 N ( 100 N Urea+ 100 N ZA), 100 kg ha-1 P, 100 kg ha-1 K tidak menunjukkan perbedaan dengan pemupukan 250 kg ha-1 N ( 125 N Urea+ 125 N ZA), 125 kg ha-1 P, 125 kg ha-1 K  tetapi nyata berbeda dengan pemupukan 150 kg ha-1 N ( 75 N Urea+ 75 N ZA), 75 kg ha-1 P, 75 kg ha-1 K pada hasil bawang merah. Perlakuan penyiangan gulma pada 14,21, 28 dan 35 HST memberikan hasil bawang merah yang lebih tinggi dibanding penyiangan gulma  pada 14 dan 21 HST dan penyiangan gulma pada 14,21 dan 28 HST.
Analisa Perubahan Iklim dan Pengaruhnya pada Produktivitas Tanaman Padi di Kabupaten Malang Zaini, Akbar Hidayatullah; Saitama, Akbar
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.2.08

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu rata - rata sebesar 27-30oC, suhu yang sangat sesuai untuk di budidayakan berbagi jenis komoditas pertanian. selanjutnya, kondisi itu telah berubah disebabkan adanya perubahan iklim yang mempengaruhi pergeseran musim dan perubahan pola distribusi curah hujan yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap produksi tanaman pangan terutama padi. Dampak yang terlihat akibat dari perubahan iklim pada sektor tanaman padi adalah menurunnya hasil produksi tanaman padi karena perubahan iklim yang tidak sesuai dengan syarat tumbuh tanaman padi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara penelitian survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan melakukan pengamatan di Kabupaten Malang untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Pemilihan dua lokasi tersebut dikarenakan Kecamatan Wajak dan Gondanglegi merupakan sentra produksi padi di Kabupaten Malang yang dapat dikatakan mempengaruhi sebagian besar produksi padi di Kabupaten Malang. Dari hasil perhitungan tipe iklim, iklim di Kabupaten Malang dalam 2 dekade tidak terlihat adanya perubahan iklim yang signifikan yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi. Kabupaten Malang memiliki tipe iklim C3 yang berarti hanya dapat ditanam padi 1 kali dalam kurun waktu setahun dan selanjutnya ditanami oleh tanaman palawija. Pada uji korelasi unsur-unsur iklim, curah hujan dan hari hujan memiliki keeratan hubungan dengan produktivitas tanaman padi di Kabupaten Malang. Selanjutnya berdasarkan hasil regresi linier berganda unsur iklim curah hujan dan hari hujan menentukan produktivitas tanaman padi di Kabupaten Malang.
Mekanisme Antagonisme Beberapa Isolat Jamur Endofit terhadap Patogen Colletotrichum gloeosporioides Penyebab Penyakit Antraknosa pada Tanaman Anggrek Dendrobium secara In Vitro Alifia, Reva Yunisa; Abadi, Abdul Latief; Choliq, Fery Abdul
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang disukai masyarakat. Produksi anggrek dari tahun 2018 hingga 2020 semakin menurun, diduga karena adanya serangan penyakit antraknosa. Pengendalian hayati yang digunakan dalam menekan pertumbuhan patogen antraknosa yaitu dengan menggunakan jamur endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi jamur endofit yang paling efektif dalam mengendalikan penyakit antraknosa oleh patogen C. gloeosporioides pada tanaman anggrek Dendrobium. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu C0 : tanpa perlakuan (kontrol), C1 : Perlakuan C. gloeosporioides + Trichoderma sp., C2 : Perlakuan C. gloeosporioides + Aspergillus sp., C3 : Perlakuan C. gloeosporioides + Gliocladium sp., dan C4 : Perlakuan C. gloeosporioides + Penicillium sp. Hasil menunjukkan bahwa Gliocladium sp. memiliki daya hambat tertinggi pada uji antagonis dengan metode dual culture. Keempat isolat memiliki daya hambat diatas 50%. Hasil pengamatan mekanisme antagonisme secara makroskopis, seluruh isolat memiliki mekanisme kompetisi karena kemampuannya dalam memenuhi cawan petri untuk mendapatkan ruang dan nutrisi. Secara mikroskopis, terlihat adanya mekanisme antibiosis dan parasitisme pada beberapa isolat yang dicirikan dengan hifa patogen mengalami lisis dan terdegradasi akibat senyawa atau enzim yang dikeluarkan oleh hifa jamur endofit.
Productivity and Land Use Efficiency of Maize-Soybean Intercropping Under Different Tillage Practices at Teppi Southwestern Ethiopia Abayneh, Behailu Mekonnen
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.2.02

Abstract

For smallholder farmers in southwest Ethiopia, maize-soybean intercropping systems offer enormous benefits. Even though there has been little research on the socioeconomic benefits of this intercropping in the region, there is still a dearth of knowledge on the ideal cropping ratio. Accordingly, a two-year field experiment was carried out at Teppi Agricultural Research Center (TARC) during the main cropping season (under rain-fed conditions), from April 2021 to January 2023, with the aim of identifying the optimum intercropping combinations with appropriate tillage practices for enhanced land use efficiency, yield, and economic advantages of maize and soybean intercropping systems. It was laid out using a split-plot design with three replications using two tillage practices (zero tillage and conventional tillage) as main plot treatments and five intercrop combinations of maize and soybean (1:0, 0:1, 1:1, 2:1, and 1:2) as sub-plot treatments. Based on the combined data analysis, the yield attributes of the component crops and competition indices were significantly (P<0.05) affected by the main effect of maize-soybean intercropping. However, the main effect of tillage practices and their interaction with intercropping had a non-significant (P>0.05) effect on the yield attributes of the component crops and competition indices. The highest harvest index, grain yield, and aboveground biomass yield of maize and soybean were obtained from each solely cropped plot, respectively. The same plots also gave the maximum values of hundred and thousand seed weights of soybean and maize, respectively. Regarding yield and economic advantage, the highest total land equivalent ratio (LER) value (1.17), area time equivalent ratio (ATER) (1.16), and monetary advantage index (MAI) (17,224 ETB ha-1) were recorded from the 2:1 maize and soybean intercrop combination. Thus, the findings of this study suggest enhanced resource use efficiency in maize-soybean intercropping, resulting in greater yield and monetary advantage over the sole cropping of the component crops. Therefore, in conclusion, the 2:1 maize and soybean intercrop combination can be suggested as the best combination for improved land use efficiency, yield, and economic advantage in comparison with other combinations. However, prior to recommendation, the study needs to be carried out for more than two growing seasons with the inclusion of minimum tillage practices to point out the effects on maize and soybean yield, production cost, and biological and physico-chemical properties of the soil in the long run.
Kajian Etnobotani Tanaman Buah Lokal di Pekarangan Desa Pagung Kabupaten Kediri Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki; Nurlaelih, Euis Elih; Fajarwati, Santi Kusuma; Sandy, Yohana Avelia; Zahro, Frelyta A.
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekarangan secara umum memiliki fungsi sosial budaya, hubungan ekonomi, serta biofisika. Pekarangan memiliki manfaat sebagai penghasil tanaman untuk kebutuhan pangan, rempah, buah, biofarmaka, dan hewan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tanaman pekarangan oleh masyarakat Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei lapang dimana kegiatan meliputi wawancara, identifikasi jenis tanaman dan analisis data. Pengumpulan data dilakukan  dengan cara wawancara semi terstruktur dengan responden. Setelah pengumpulan data, dilanjutkan pengumpulan spesimen tumbuhan yang didampingi oleh informan kunci. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian didapatkan kategori pekarangan Desa Pagung tergolong pekarangan dengan luas sedang yang ditanami 53 spesies tanaman buah yang berasal dari 22 famili. Tanaman buah yang sering  ditemui di pekarangan Desa Pagung adalah Pisang (Musa paradisiaca) sekitar 15,55% dan Mangga (Mangifera indica) sekitar 14,50%. Masyarakat Desa Pagung menanam tanaman buah karena hobi, karena pemeliharaan budidaya yang mudah, vegetasi untuk lahan yang erosi atau longsor, koleksi, peneduh, ketersediaan air yang sulit. Tanaman buah yang dibudidayakan oleh masyarakat Desa Pagung selain dikonsumsi dalam bentuk buah juga dimanfaatkan sebagai obat (22,64%), ritual budaya atau agama (15,09%), peneduh (22,64%), dan hias (3,77%).
Growth Yield and Nutrient Requirement of Adlay (Coix lacryma-jobi L.) Applied with Different Levels of Nitrogen in Bukidnon Philippines Miñoza, Michelle Mae Recla; Planas, Juvelyn Yacunas; Labajo, John Rey Natinga
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.2.01

Abstract

The study was conducted at Agricultural Experiment Center, Central Mindanao University, Musuan, Maramag, Bukidnon from August 2018 to January 2019 with the following objectives: (1) evaluate the effects of different rates of N on the soil chemical properties at harvest; (2) evaluate the effects of different rates of N on the growth of adlay; and (3) determine the cost and return analysis of adlay applied with different rates of Nitrogen. The field experiment was laid out in Randomized Completely Block Design (RCBD) with six treatments, replicated thrice with 18 experimental units. The fertilizer rate used for the experimental site was 50 kg of P2O5 ha-1 and 20 kg of K2O ha-1. Different Nitrogen rates were used (0, 30, 60, 80, 100, 120 kg ha-1). Based on the results, soil properties, including pH and extractable P at harvest, were noted to be not significantly affected by the application of different treatments; however, organic matter and exchangeable K were significantly affected by the treatments. Treatment 4, with 80 kg N ha-1,has the highest grain yield and return on investment, hence the most economical treatment.
Induced Resistance of Rice Plants to Brown Planthoppers (Nilaparvata lugens Stål.) Through The Application of Compost SyamsulHadi, Mochammad; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Rahardjo, Bambang Tri; Tarno, Hagus
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.2.09

Abstract

The brown planthopper (Nilaparvata lugens Stål) poses a major threat to rice plants. Integrated Pest Management (IPM) emphasizes induced resistance as a cost-effective and sustainable strategy for protection. This research aims to investigate the impact of compost on rice plant resistance against brown planthoppers, the levels of silicate (SiO2) content and stem hardness in rice, and the mechanisms of resistance in rice plants attributed to compost. The research was conducted from June to November 2022 at the screen house of the Faculty of Agriculture, Brawijaya University and the Pest Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Brawijaya University. Analysis of silicate content (SiO2) was carried out at the Indonesian Sugar Plantation Research Center Laboratory. Analysis of the hardness lever of rice stem was carried out at the Food Quality and Safety Testing Laboratory, Faculty of Agricultural Technology, Brawijaya University. A randomized design featured 5 treatments and 5 replications, including varying compost doses (8, 11, 14, and 17 t ha-1) and a compost-free control. Parameters observed were brown planthopper mortality, damage intensity, silicate content, and stem hardness. Results exhibited compost is positive impact on brown planthopper mortality, reduced damage, higher silicate content, and increased stem hardness with higher compost doses. This research highlights compost is potential in enhancing rice plant resistance and protecting crops in an environmentally friendly manner.

Page 1 of 2 | Total Record : 11