cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
PENERAPAN METODE BOOSTING PADA CART UNTUK MENGKLASIFIKASIKAN KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA PALU Susiana, Luluk; Utami, Iut Tri; Junaidi, Junaidi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Number 2 (August 2019)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.793 KB)

Abstract

Kota Palu sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah dengan kecelakaan lalu lintas  yang cukup tinggi yang setiap tahunnya memiliki kematian sekitar 365 jiwa. Kecelakaan lalu lintas dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya jenis pelanggaran, jenis kecelakaan, dan lain-lain. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menentukan ketepatan klasifikasi pada korban kecelakaan lalu lintas di Kota Palu dengan menggunakan metode boosting serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketepatan klasifikasi metode boosting sebesar 82% dan  metode CART sebesar 77,9%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode boosting dapat meningkatan tingkat akurasi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi korban kecelakaan lalu lintas di Kota Palu adalah faktor jenis kecelakaan (X1), peran korban dalam kecelakaan (X4), jenis pelanggaran (X7) dan usia (X3) korban kecelakaan lalu lintas di Kota Palu.
PENGARUH LEVEL PENGGUNAAN DAUN KATUK (SAOROPUS ANDROGYNUS) PADA RANSUM TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI DAN PERSENTASE KARKAS AYAM KAMPUNG Marsetyo, Marsetyo; Marfuah, Nuun; Hafsah, Hafsah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1 (March 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.353 KB)

Abstract

Suatu penelitian telah dilaksanakan untuk menguji pengaruh level penggunaan daun katuk (Saoropus androgynus) dalam ransum terhadap penampilan produksi dan persentase karkas ayam kampung.  Sebanyak 80 ekor anak ayam umur sehari (DOC) digunakan pada penelitian ini dengan rancangan acak lengkap.  Terdapat 5 pakan perlakuan yang dicobakan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali/petak.  Setiap petak kandang berisi 4 ekor DOC.  Ransum percobaan dirancang dengan kandungan isoprotein dengan 19,88% protein kasar dan iso energi 2900 kkal/kg, energy metabolis, dengan level penggunaan tepung daun katuk 0,0 2,5; 5,0; 7,5 dan 10% dari ransum.  Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan komponennya.  Pengamatan terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan dilakukan selama dua bulan.  Sedangkan pengamatan terhadap karkas dan komponenya hanya dilakukan dari sampel sebanyak 25%, yang diambil secara acak sebanyak 1 ekor untuk setiap petak percobaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa level daun katuk sampai level 10% dari ransum dapat meningkatkan (P<0,01) konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, persentase karkas dan menurunkan (P<0,05) angka konversi pakan.  Konsumsi pakan pertambahan bobot badan, dan persentase karkas terendah, dan konversi pakan tertinggi dicapai pada ransum dengan level daun katuk 0,0% . Konsumsi pakan tertinggi dicapai pada level daun katuk 5% dari pakan, pertambahan bobot badan, persentase karkas tertinggi dan konversi pakan terendah dicapai pada ransum dengan level daun katuk 10%.  Namun penggunaan tepung daun katuk berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada persentase komponen karkas dada, punggung, sayap, paha atas, paha bawah, lemak abdominal yang rataan nilainya berturut-turut 25,5; 23,4; 15,2; 18,6; 17,1; 0,7%.  Dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun katuk sampai level 10% dalam ransum dapat meningkatkan performan pertumbuhan dan persentase karkas ayam kampung, namun tidak berpengaruh terhadap persentase komponen karkas.
POLA DISTRIBUSI DAN KERAPATAN PALEM “MPIRE” CARYOTA MITIS LOUR. (ARECACEAE) DI TAMAN NASIONAL LORE LINDUSULAWESI TENGAH Chairrunnisa, Chairrunnisa; Suleman, Samsurizal M.; Pitopang, Ramadhanil
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1 (March 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.397 KB)

Abstract

Penelitian berjudul Pola Distribusi dan Kerapatan Palem ?Mpire?Caryota mitis Lour. di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola penyebaran dan kerapatan Caryota mitis Lour. di Desa Toro, penelitian dilakukan bulan April sampai Juni 2017. Penelitian menggunakan metode transek garis penempatannya secara purposive sampling panjang tiap garis 50 m sebanyak 7 transek dengan 5 plot pada tiap transek. Hasilnya tercatat sebanyak 103 individu. Berdasarkan hasil analisis Indeks Morisita menunjukkan pola distribusi C. mitis Lour. adalah mengelompok. Tingkat kerapatan populasi C. mitis Lour., tingkat pohon dengan fase jarang berjumlah 420, tingkatpancang dengan fase sedang berjumlah 800 dan tingkat anakan dengan fase jarang berjumlah 840
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN RITUAL SUKU TAJIO DI DESA KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG Rahyuni, Rahyuni; Yniati, Eny; Pitopang, Ramadhanil
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Number 2 (August 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.78 KB)

Abstract

Ethnobotanic Study of Tajio Tribe Ritual Plants at Kasimbar Village, Parigi Moutong Regency was conducted from December 2012 until February 2013. The objective of this study was to know kinds of plants, meaning of them, and ways of taking advance of them by people of Tajio tribe. The research methods used were the combination between qualitative methods. They were observation, moderaate participatory, purposive sampling and snowball sampling, and 102 items of questionnaire for respondents. The plants were used for tradition ritual on Tajio tribe like wedding, house building, rice planting, birth and religious events. The result showed that based on the habitat, there were 7 species of trees, 3 clusters of clumps, 11 clusters of bushes, 16 categorized herbs and 4 kinds of categorzed lily used for the traditional ritual. In addition, based on parts of the plants, there were 8 species of roots, 15 species of stems, 15 species of leaves, 11 species of fruit, 5 species of flowers, 4 species of seeds, 3 species of tubers and 2 species of plant players.
IDENTIFIKASI SEBARAN AQUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK HAMBATAN JENIS DI DESA BORA KECAMATAN SIGI BIROMARI KABUPATEN SIGI Irawati, Irawati; Rahman, Abd.; Th. Musa, Dahlan
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.094 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi sebaran aquifer yang terdapat di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Pengukuran dilakukan dengan metode Automatic Array Scanning (AAS) menggunakan Konfigurasi Wenner-Schlumberger dan metode Vertical Elektrical sounding (VES) menggunakan Konfigurasi Schlumberger. Pengolahan data menggunakan program inversi Res2dinv dan Progress. Lapisan dengan Nilai resistivitas < 85 ?m ditunjukkan dengan warna hijau diduga merupakan batulempung, batupasir, lumpur dan napal, dimana lapisan ini diduga sebagai lapisan Aquifer. Sebaran aquifer memanjang dan meluas dari arah tenggara ke barat laut pada kedalaman ± 12 m hingga  ± 70 m.
DESKRIPSI DAN HABITAT MYCALESIS PERSEUS FABRICIUS, 1775 (RHOPALOCERA: NYMPHALIDAE) SPESIES KOSMOPOLITAN DI GUNUNG TOMPOTIKA, SULAWESI Afrilianti, Cipta; Sataral, Mihwan; Elijonnahdi, Elijonnahdi; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Number 2 (August 2019)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.138 KB)

Abstract

This study aims to describe Mycalesis perseus Fabricius, 1775 and learn  its habitat in Mt. Tompotika, Sulawesi. This research was conducted in February-March 2019. The butterflies was collected by using purposive sampling method with sweeping techniques using insect net along the hiking trails. The character of M. perseus is explained by the head, thorax, abdomen and wings. Mycalesis perseus characterized by ocellion the wing which borders with the white line on the postdiscal forewing and hindwing sections. Mycalesis perseus was found in secondary forest habitats and cashew gardens at an altitude of 100-200 meters above sea level.
STUDI BEBERAPA ASPEK BOTANI AMORPHOPHALLUS PAEONIIFOLIUS DENNST. NICOLSON (ARACEAE) DI LEMBAH PALU Jintan, Jintan; Yuzammi, Yuzammi; Suwastika, I Nengah; Pitopang, Ramadhanil
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1 (March 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.528 KB)

Abstract

Penelitian tentang tumbuhan Amorphophallus paeoniifolius Dennst. Nicolson di Lembah Palu dilakukan dengan metode survey dan metode deskriptif pada bulan Desember 2011 sampai April 2012.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari beberapa aspek botani dari tumbuhan Amorphophallus paeoniifolius meliputi anatomi, ekologi (pengukuran faktor lingkungan abiotik, biotik, sosial ekonomi masyarakat) serta  morfologi. Pengamatan faktor lingkungan biotik  dan pengambilan sampel dilakukan di dua lokasi dengan menggunakan 5 plot pada tiap lokasi untuk tingkat pohon, sapling dan anakan, serta pengamatan jenis fauna. Penelitian deskriptif meliputi identifikasi jenis Amorphophallus, morfologi dan anatomi, dilakukan di Herbarium Celebense dan Laboratorium Bioteknologi. Hasil pengamatan anatomi menunjukkan adanya dua tipe stomata berbeda pada daun dan bunga, serta pigmen warna bunga yang terdiri dari antosianin, xantofil dan klorofil. Pohon yang dominan di lokasi penelitian adalah  Cocos nucifera  dan Lannea grandis.  Jenis fauna teridentifikasi adalah burung Pignonotus aurigaster dan serangga Scarabaeidae (Onthophagus sp) yang berperan penting dalam Amorphophallus yaitu sebagai penyebar biji dan polinator. Amorphophallus termasuk famili Araceae memiliki daun lengkap, majemuk dan batang semu warna hijau dengan totol putih. Merupakan modifikasi batang (umbi). Bunga majemuk tipe tongkol (spadix), dengan bunga jantan dan betina yang bersifat protogeni, serta mengeluarkan bau khas.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK MERAH (JATROPHA GOSSYPIFOLIA) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Torokano, Semuel; Khumaidi, Akhmad; Nugrahani, Arsa Wahyu
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1 (March 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.716 KB)

Abstract

dengan Jarak Pagar (Jatropha curcas) yang sebelumnya telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri, konsentrasi optimum antibakteri dan senyawa yang berperan terhadap aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi senyawa aktif menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan varian konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jarak merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap            S.aureus dan E.coli dengan konsentrasi optimum penghambat pertumbuhan bakteri yaitu 60%         (S.aureus) dan 80% (E.coli). Berdasarkan pengujian bioautografi dan KLT dengan eluen                   n-heksana:etil asetat (1:2) menggunakan pereaksi kromogenik senyawa yang diduga berperan terhadap aktivitas antibakteri adalah terpenoid
ORGANOGENESIS TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) LOKAL PALU SECARA IN VITRO PADA MEDIUM MS DENGAN PENAMBAHAN IAA DAN BAP Rufaida, Anna; Waeniaty, Waeniaty; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Number 2 (August 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.712 KB)

Abstract

Research on plant organogenesis Shallots (Allium ascalonicum L.) local Palu on MS medium with the addition of IAA and BAP, have been carried out in March and July 2013 in the Tissue Culture Laboratory, Faculty of Forestry Tadulako University. This study aims to get a combination of the concentration of IAA and BAP in MS medium onion plant organogenesis spur. Explants were used in the form of lateral shoots from the onion bulbs. This experiment is based on a complete randomized design (CRD) with 4 treatments, each treatment was repeated 5 times and every single unit test using a 2 explants. Growth media as treatments tested were: A1 (MS0 + 0.01 ppm IAA + 1 ppm BAP), A2 (MS0 + 0.05 ppm IAA + 1 ppm BAP), A3 (MS0 + 0.1 ppm IAA + 1 ppm BAP), A4 (MS0 + 0.5 ppm IAA + 1 ppm BAP). Judging from the appearance of the root, plantlet height, number of leaves, number of shoots, number of roots, chlorophyll content and the number of stomata per explant cultures tested The results showed that all treatments tested were able to induce organ onion crop Local Palu.. Based on these parameters, A1 is the best media in promoting organogenesis Local onion Palu. The media gives the best results appear to speed root, shoot number, leaf number and chlorophyll content. Other than that, the media A4 is also the best medium for the initiation stage plantlets before acclimatization. The media gives the best results for the number of stomata, while emerging roots and number of roots.
PREFERENSI HABITAT CACING TANAH (OLIGOCHAETA) DI KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH Mulyawan, Dandi Wahyu; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Number 3 (December 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.512 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi habitat cacing tanah di Batui Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Metode yang dilakukan untuk penentuan lokasi dalam pengambilan sampel yaitu purposive randomize sampling dengan melihat casting (kotoran cacing tanah), permukaan tanah yang lembab dan luas tutupan tajuk tanaman. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 penggunaan lahan yaitu pekarangan rumah, perkebunan kelapa sawit, kebun kakao dan hutan sekunder. Pengambilan sampel menggunakan cangkul, dengan luasan permukaan tanah ukuran 25 x 25 cm. Tanah digali pada tingkat kedalaman 0 ? 30 cm. Spesimen diawetkan di Laboratorium Zoologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako yang diidentifikasi berdasarkan Easton (1979). Cacing tanah yang teridentifikasi tergolong ke dalam genus Planapheretima terdapat pada preferensi habitat pekarangan rumah sebanyak 7 individu dari 11 jumlah individu yang terbagi atas Planapheretima sp1, Planapheretima sp2 dan Planapheretima sp3. Empat individu lainnya di pekarangan rumah tidak dapat diidentifikasi begitu pula dengan cacing tanah yang ditemukan pada lokasi perkebunan kelapa sawit (15 individu), kebun kakao (10 individu) dan hutan sekunder (14 individu) karena masih dalam tahap juvenil.

Page 6 of 26 | Total Record : 254