cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
PENGELOLA NATURAL SCIENCE: JOURNAL OF SCIENCE AND TECHNOLOGY Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Number 2 (August 2019)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.978 KB)

Abstract

Pengelola Natural Science: Journal of Science and Technology
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA FORMATYPICA) SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM MERKURI (HG) Musafira, Musafira; Mirzan, Mohammad; Pratiwi, Wiwid
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu setimbang, pH optimum, kapasitas adsorpsi kulit pisang Kepok terhadap logam merkuri. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 variasi waktu kontak, pH dan konsentrasi merkuri berturut-turut yaitu 10, 20, 30, 40, 50, 60 menit ; 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 ; 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak dua kali. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa waktu setimbang proses adsorpsi dicapai pada waktu 30 menit dengan persentase penjerapan sebesar 99,89 % dan kapasitas penyerapan sebesar 29,96 mg/g, pH optimum pada pH 5 dengan persentase penjerapan sebesar 99,70 % dan kapasitas penyerapan sebesar 29,91 mg/g. Kapasitas adsorpsi (qmaks) dari merkuri sebesar 59,55 mg/g dengan persentase penyerapan sebesar 99,25 %, pada konsentrasi merkuri sebesar 60 ppm.
PRODUKSI BIOGAS MENGGUNAKAN CAIRAN ISI RUMEN SAPI DENGAN LIMBAH CAIR TEMPE Ihsan, Arsul; Bahri, Syaiful; Musafira, Musafira
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Number 3 (December 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.887 KB)

Abstract

This study aimed to determine the effect of ratio of liquid cow contents with tempeh wastewater and fermentation time on biogas production. The research was conducted using a completely randomized design  (CRD) with 7 point ratio variation cows rumen fluid contents with liquid wastewater tempe  (0:100, 5:95, 10:90, 15:85, 20:80, 25:75 and 100:) and fermentation time consisted of 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84 and 96 hours. Each treatment was repeated twice. From the results obtained it turns out the highest content of biogas at a ratio of biogas yield of 2894,35 mg/L. Which produces biogas fermentation time the highest yield for 84 hours. Positive test the presence of mhetane in the biogas shown with the blue flame in the flame test.
AKTIVITAS GASTROPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN GEDI HIJAU (ABELMOSCHUS MANIHOT (L.) MEDIK) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS L.) YANG DIINDUKSI DENGAN ASPIRIN Susilawati, Ni Made; Yuliet, Yuliet; Khaerati, Khildah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Number 3 (December 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.991 KB)

Abstract

Gedi hijau (Abelmoschus manihot (L.)Medik ) mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin yang mampu melindungi mukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas gastroprotektif serta untuk mengetahui dosis efektif ekstrak etanol daun gedi hijau dalam pemberian efek gastroprotektif terhadap tikus putih jantan yang diinduksi dengan aspirin. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus L.) dibagi dalam 6 kelompok. Perlakuan diberi per oral selama 3 hari meliputi: Kelompok kontrol normal diberi 0,5% Na-CMC; kelompok kontrol negatif diberi 0,5% Na-CMC + Aspirin 600 mg/kg BB; kelompok kontrol positif diberi suspensi Sukralfat 360 mg/kg BB + Aspirin 600 mg/kg BB; kelompok dosis uji 1 diberi ekstrak etanol daun gedi hijau 100 mg/kg BB + Aspirin 600 mg/kg BB; kelompok dosis uji 2 diberi ekstrak etanol daun gedi hijau 200 mg/kg BB + Aspirin 600 mg/kg BB; kelompok dosis uji 3 diberi ekstrak etanol daun gedi hijau 300 mg/kg BB + Aspirin 600 mg/kg BB. Pada hari ke 3, tikus dibedah 4 jam setelah pemberian aspirin, diambil organ lambung untuk dilakukan perhitungan indeks ulser dan persen inhibisi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal Wallis dan uji statistik Mann Whitney dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun gedi hijaudapat mencegah kerusakan mukosa lambung tikus yang dipapar aspirin dengan dosis efektif adalah 300 mg/kg BB yang sebanding dengan sukralfat
ISOLASI, KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT PENGHASIL Α & Β-GALAKTOSIDASE PRODUK FERMENTASI KULIT BUAH CEMPEDAK [ARTHOCARPUS INTEGER (THUNB.) MERR.] DAN BUNGA TIGARUN [CRATAEVA NURVALA BUCH-HAM] Lambui, Orryani; Sembiring, Langkah; Rahayu, S.
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) yang dapat menghasilkan ? & ?-galaktosidase telah diisolasi dari produk fermentasi kulit buah cempedak (mandai) dan bunga tigarun (jaruk) menggunakan medium MRS dengan metode enrichment dilanjutkan dengan surface spread plate dan dimurnikan dengan metode streak plate. Tahapan isolasi berhasil mengisolasi 73 isolat penghasil asam, kemudian di screening awal berdasarkan karakter kunci BAL. Diperoleh 26 isolat BAL dan dikarakterisasi berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan ? dan ?-galaktosidase melalui pengukuran aktivitas enzim dalam menghidrolisis subsrat p-nitrophenyl-?-D-galactopyronoside (pNPG) dan o-nitrophenyl-?-D-galactopyronoside (oNPG). Dua isolat terpilih yaitu OLM_10 memiliki nilai aktivitas ?-galaktosidase tertinggi yaitu 5,07 U/ml dan aktivitas ?-galaktosidase 0,43 U/ml dan OLJ_25 memiliki nilai aktivitas ?-galaktosidase 4,11 U/ml dan & aktivitas ?-galaktosidase tertinggi 1,06 U/ml. Berdasarkan karakterisasi terhadap 2 isolat terpilih didapatkan hasil bahwa isolat OLM_10 diidentifikasi sebagai anggota spesies Streptococcus thermophilus dan isolat OLJ_25 sebagai anggota spesies Lactobacillus plantarum.
MENGKAJI MODEL PENGENDALIAN POPULASI AEDES AEGYPTI DENGAN SIT DAN KOMBINASI SIT DAN INSEKTISIDA Wati, Indra; Ratianingsih, Rina; Jaya, Agus Indra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Number 3 (December 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.795 KB)

Abstract

Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh gigitan Aedes aegypti adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Pencegahan penyakit ini menjadi prioritas global karena dapat berakibat kematian pada penderita. Untuk menekan jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) maka dilakukan suatu program yang dapat mengendalikan populasi Aedes aegypti. Teori optimal kontrol diterapkan pada model populasi Aedes aegypti sebagai metode pengendalian secara matematika dengan menerapkan Prinsip Maksimum Pontryagin.Secara biologi, metode pengendalian yang digunakan adalah Sterile Insect Technique (SIT), yang  merupakan teknik pengendalian dengan memberikan mutagen atau radiasi gamma pada nyamuk jantan sehingga menjadi steril. Nyamuk steril inilah yang nantinya akan dilepaskan ke lingkungan untuk kawin dengan nyamuk normal sehingga nyamuk normal akan menjadi steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sterile Insect Technique (SIT) hanya bersifat mensterilkan dan tidak menekan jumlah populasi nyamuk. Untuk itu penelitian ini membahas kombinasi program Sterile Insect Technique (SIT) dan Insektisida yang merupakan teknik pengendalian secara kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi programSIT dan Insektisida dapat membasmi populasi nyamuk dengan baik.
ANALISIS FAKTOR PERLINDUNGAN MATAHARI (FPM) DARI SEDIAAN TABIR SURYA SECARA SPEKTROFOTOMETRI DENGAN METODE KUADRAT TERKECIL SEBAGIAN JACK-KNIFE Notario, Dion; Aditya, Martanty; Rollando, Rollando; Prilianti, Kestrilia Rega
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1 (March 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.851 KB)

Abstract

Penentuan nilai Faktor Perlindungan Matahari (FPM) dengan metode spektrofotometri sangat dibutuhkan untuk melakukan penapisan awal kandidat bahan aktif tabir surya. Meskipun demikian, ditemukan kesalahan yang relatif besar ketika dilakukan penentuan SPF secara spektrofotometrik terhadap beberapa sediaan tabir surya yang beredar secara komersial. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan analisis FPM secara spektrofotometrik pada panjang gelombang 290 ? 320 nm yang dilanjutkan dengan regresi multivariat yaitu kuadrat terkecil sebagian jack-knife untuk meningkatkan akurasi estimasi nilai prediksi FPM secara in vitro. Selanjutnya, model matematik yang diperoleh, digunakan untuk melakukan penapisan bahan aktif tabir surya dari beberapa sampel botani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model matematik yang dihasilkan mempunyai nilai kesalahan prediksi yang lebih rendah daripada metode sebelumnya (RMSECV = 3,15; r = 0,915) dan dapat diaplikasikan untuk penapisan kandidat bahan aktif tabir surya dari tanaman.
TELAAH KESAMAAN STRUKTUR BEBERAPA SENYAWA ANTIBAKTERI GRAM POSITIF DAN POTENSI PEMBUKTIANNYA Ys, Hardi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa kimia memiliki struktur yang spesifik dengan fungsi yang spesifik, diantaranya senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan, antiradang dan antibakteri. Penelitian dan kajian terhadap keterkaitan antara struktur molekul senyawa kimia dan fungsinya telah berkembang dan terus berlangsung. Hal ini, selain untuk memahami mekanisme-aksi gugus molekul spesifik dari suatu senyawa yang berperan dalam interaksi tertentu, misalkan peran interaksi gugus molekul antibakteri dengan bakteri yang mengakibatkan terbunuhnya bakteri, juga menjadikan inspirasi untuk mensintesis senyawa analog dari senyawa aslinya. Opini yang berkembang terhadap interaksi senyawa dan sasarannya dipengaruhi oleh bentuk struktur dan gugus molekul yang bersinggungan langsung dari dua komponen tersebut (senyawa dan sasaran). Artikel ini selain mereviu, mengkaji dan mendiskusikan analisis beberapa senyawa kimia yang memiliki kemiripan struktur molekul dan sifat antibakterinya pada golongan gram positif, dan juga membuktikan dengan sintesis dan uji sederhana, bersifat pendahuluan, terhadap struktur dan gugus molekul yang berperan sebagai antibakteri tersebut. Senyawa kimia yang dikaji adalah novobiocin, serrulatane and xantorhizol. Hasil analisis menunjukan bahwa adanya kesamaan komponen struktur kimia antara keempat senyawa yakni sama-sama memiliki komponen gugus prenyl (dimetil-ene) dan gugus hidroksi-aromatis. Kedua komponen ini sangat dekat dengan struktur senyawa xantorrhizol yang memiliki aktivitas antibakteri gram positif dengam daya hambat minimum adalah kurang dari 2,5 ?g/ml. Sintesis dengan menggabungkan dua komponen senyawa antibakteri tersebut, membuktikan bahwa penyebab kematian bakteri adalah kombinasi dari dua komponen tersebut. Hal ini disimpulkan dari komponen pereaksi yang awalnya tidak memiliki sifat antibakteri, setelah hasil sintesis dalam bentuk fase fraksi menunjukan aktivitas antibakteri gram positif
IDENTIFIKASI MEGALIT TERTIMBUN MENGGUNAKAN DEKONVOLUSI EULER DATA MAGNETIK DI TAMAN WISATA PALINDO KECAMATAN LORE BARAT KABUPATEN POSO Wengkau, Mario Putra; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.902 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap Megalit Tertimbun menggunakan Dekonvolusi Euler data Magnetik di Taman Wisata Palindo Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan metode Geomagnet dengan teknik Dekonvolusi Euler yang bertujuan untuk menginterpretasi posisi sebaran dan kedalaman batuan megalit bawah permukaan. Tahap pengolahan data dilakukan koreksi IGRF dan koreksi variasi  harian, sehingga diperoleh anomali magnetik total dan melakukan interpretasi. Interpretasi data magnetik menggunakan nilai sruktur indeks (SI) 2 dan 3 sebagai solusi. Hasil yang diperoleh menunjukkan posisi sebaran batuan megalit pada bagian arah utara, timur laut, selatan, selatan ke utara dan tenggara dari lokasi penelitian dengan  kedalaman berkisar antara 20 - 95 meter di bawah permukaan.
TRANSLOKASI MERKURI (HG) PADA DAUN TANAMAN BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L) DARI TANAH TERCEMAR Irsyad, Muhammad; Sikanna, Rismawaty; Musafira, Musafira
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Number 1 (March 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.339 KB)

Abstract

Research about mercury translocation (Hg) into the leaf of Amaranthus Spinosus L from polluted soil has been carried out. The research aim was to know influences of  remediation time on the abilty of  mercury absorptions , knowing the concentration of mercury distribution in the leaf of A. spinosus L and abilty of A. spinosus L as hyperacumulator plant to the mercury. Remediation times used 14 days, 21 days and  42 days. The consentration of Mercury on the growth medium were 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, and 100 ppm. The result showed  that the time of maximum absorptions were at remediation times of  14 days by mercury acumulation of 70.6901 mg/kg DM (Dry Measure). This value indicated that A. spinosus L. is hyperacumulator to the mercury and it have a potential as phytoremediator on the area that contaminated by mercury.

Page 7 of 26 | Total Record : 254