cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Intelektualita
ISSN : -     EISSN : 23545984     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Intelektualita adalah jurnal berkala ilmiah yang berbasis open-accass yang memuat hasil-hasil penelitian, book review dalam bidang kajian Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Supervisi, Kepemimpinan dan Psikologi. Jurnal intelektualita diterbitkan oleh Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Jurnal ini memfokuskan diri pada pengkajian ilmu bidang pendidikan, manajemen pendidikan, supervisi Psikologi dan Konseling. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 266 Documents
Pelestarian dan Integrasi Nilai-nilai Lokal dalam Tradisi Pendidikan Islam Aceh di Era Modernisasi: Dayah sebagai Warisan Budaya Hayati, Salma; Lailatussaadah, Lailatussaadah; Hayati, Cut Intan; Arifin, Muhammad; Mutia, Sri
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 14 No. 1 (2025): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/s9sq3429

Abstract

This research examines the dynamics and preservation of Islamic educational traditions in the dayah of Aceh in the context of modernization that brings various challenges of social, technological, and formal education system changes. With a qualitative approach, this study examines the adaptation of dayah to maintain local values and intellectual traditions without eliminating the cultural roots and Islamic identity of the Acehnese people. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation in several integrated dayah in Aceh. The results of the study show that the modernization of dayah takes place in the aspects of institutions, curriculum, learning methods, and improving the competence of scholars and students, so that dayah continues to function as an educational center as well as a cultural and intellectual preservation. This research emphasizes the importance of integrating local values with modern innovations so that dayah education is relevant to the times and can maintain Aceh's cultural identity. These findings provide policy and practice recommendations education that is able to bridge tradition and modernization in Aceh.
PROFIL BALAI PENGAJIAN UMMI GAMPONG AREE KECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE Lailatussaadah, Lailatussaadah
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v2i1.87

Abstract

Balai pengajian Ummi Gampong Aree adalah lembaga pendidikan Islam non formal bagi anak-anak yang telah berpartisipasi membangun generasi masa depan dan telah memenuhi kriteria serta telah menunjukkan diri sebagai lembaga pendidikan yang berhasil dan unggul di daerah. Fokus penelitian ini, yaitu: bagaimana profil balai pengajian Ummi Gampong Aree. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian yaitu Balai Pengajian Ummi Gampong Aree Kecamatan Delima Kabupaten Pidie. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Balai pengajian Ummi Gampong Aree adalah sebuah balai pengajian yang memiliki 357 santri dengan jumlah tenaga pengajar 26 orang. Sejak balai ini didirikan telah meluluskan ratusan santri yang berkualitas dalam ilmu agama Islam terutama hafiz dan kaligrafer berprestasi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Balai ini memiliki keunikan tersendiri, dipimpin oleh seorang perempuan, Hj Nurasyiah yang hanya pernah mengenyam pendidikan sekolah rakyat, namun mampu mempertahankan eksistensi balai dalam waktu yang panjang dan kini mengalami perkembangan pesat. Hal ini tentu saja mematahkan sinyalemen bahwa pemimpin perempuan lemah dalam kepemimpinan. Keunikan lain dari balai favorit ini memiliki usaha tersendiri yang hasilnya digunakan untuk operasional balai. Kondisi ini jarang ditemukan di balai pengajian bahkan dalam konteks dayah sekalipun. Di samping itu, anak yatim dan fakir miskin yang belajar di balai ini dibebaskan dari iuran bulanan. Sisi lain yang tidak kalah unik adalah adanya ‘kelas kaget’. Kelas ini menampung anak-anak usia 15 tahun ke atas yang ingin belajar di balai tanpa sepengetahuan orang tuanya. Santri kelas ini tidak terdaftar sebagai santri balai, karena mereka biasanya datang dan pergi secara dadakan dengan kesadaran sendiri, namun tetap mendapat pelayanan pendidikan sebagaimana kelas lainnya setiap malam. Jumlah kehadiran santri ‘kelas kaget’ tidak dapat diprediksi.
Total Quality Management Dalam Memajukan Pendidikan Islam Rahmi, Sri
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.195

Abstract

Apikasi Total Quality Management (TQM) di beberapa lembaga pendidikan Islam sudah mulai nampak dewasa ini. Hal ini disebabkan semakin tingginya persaingan antar lembaga pendidikan Islam. Prinsip umum Total Quality Management meliputi delapan (8) hal yaitu: Mengutamakan Ketercapaian Kepuasan Pelanggan (Customer Focus Organization,), Kepemimpinan (Leadership), Keterlibatan Seluruh Partisipan (People Organization), Pendekatan yang menekankan pada perbaikan proses (Process Approach), Pendekatan sistem (System Approach), Perbaikan secara terus menerus (Continual Improvement), Pengambilan keputusan berdasarkan fakta (Factual Approach to Decision Making), dan hubungan dengan supplier yang saling menguntungkan (Mutually Beneficial Relationship). Jika penerapan prinsip umum Total Quality Management yang telah disebutkan dilaksanakan oleh lembaga pendidikan Islam secara serius, maka diyakini peningkatan kualitas output yang diharapkan akan dengan mudah dapat dicapai dan akan dapat bersaing dengan lembaga pendidikan lain baik di tingkat nasional bahkan internasional sekalipun.
Upaya Peningkatan Kinerja Guru Lailatussaadah, Lailatussaadah
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.196

Abstract

Kinerja guru merupakan hasil, kemajuan dan prestasi kerja guru dalam melaksanakan pembelajaran, baik dalam merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan latihan terhadap peserta didik, serta komitmennya dalam melaksanakan tugas. Baik tidaknya kinerja guru dapat dilihat dari pelaksanaan kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh guru disamping memiliki kualifikasi akademik. Peningkatan kinerja guru terus dilakukan oleh pemerintah dengan berbagai upaya, baik melalui program sertifikasi guru, melakukan pengembangan kurikulum nasional dan lokal, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pengadaan buku dan alat pelajaran, pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan mutu manajemen sekolah. kinerja guru yang berkualitas akan berpengaruh pada mutu pembelajaran, mutu lulusan, mutu pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan.
Perkembangan Kognitif: Teori Jean Piaget Ibda, Fatimah
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.197

Abstract

Piaget memperkenalkan sejumlah ide dan konsep untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan-perubahan dalam pemikiran logis yang diamatinya pada anak-anak dan orang dewasa. Perkembangan kognitif dimulai dari proses-proses berpikir secara konkrit sampai dengan yang lebih tinggi yaitu konsep-konsep abstrak dan logis. Piaget meyakini bahwa anak-anak secara alami memiliki ketertarikan terhadap dunia dan secara aktif mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami dunia tersebut. Sebagai seorang pakar yang banyak melakukan penelitian tentang tingkat perkembangan kemampuan kognitif manusia, Piaget mengemukakan dalam teorinya bahwa kemampuan kognitif manusia terdiri atas empat tahapan dimulai dari lahir hingga dewasa. Tahap dan urutan berlaku untuk semua usia tetapi usia pada saat seseorang mulai memasuki tahap tertentu tidak sama untuk setiap orang
Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Memotivasi Minat Belajar Siswa Pada SMAN 1 Leupung Rusnawati, Rusnawati
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.198

Abstract

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Memotivasi minat belajar siswa berarti mendorong keinginan siswa untuk belajar sehingga mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru dalam (1) mengembangkan kurikulum, (2) melaksanakan kegiatan pembelajaran, (3) mengevaluasi hasil proses pembelajaran untuk memotivasi minat belajar siswa pada SMA Negeri I Leupung. Subjek penelitian ini adalah guru-guru, wakil dan kepala sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru-guru mampu mengembangkan kurikulum dengan kriteria baik.Hal itu terlihat dari RPP yang telah dirumuskan dalam bentuk dokumen, (2) Dalam melaksanaan proses belajar mengajar sebagian guru masih menunjukkan kelemahan dalam penguasaan metode, model dan pemanfaatan TIK untuk media pembelajaran dan (3) Kegiatan evaluasi hasil proses pembelajaran telah dilaksanakan guru-guru untuk memperoleh nilai, namun belum ditindaklanjuti untuk memperbaiki proses belajar mengajar baik materi ajar, metode, model dan media pembelajaran. Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik; Minat Belajar
Pentingnya Peranan Wali Kelas Dalam Pembelajaran Mustika, Zahara
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.200

Abstract

Guru merupakan ujung tombak dalam upaya peningkatan Mutu Pendidikan. Keberhasilan guru dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran tidak terlepas dari kompetensi yang dimilikinya. Banyak komponen yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Salah satunya adalah guru yang berperan sebagai wali kelas. Peran sebagai wali kelas ini sangat berpengaruh besar terhadap proses pendidikan pada tingkat dasar. Peranan wali kelas sangat dominan dalam memotivasi belajar siswa, pengelolaan kelas dan kemampuan mengajar. Seorang guru yang mempunyai tugas sebagai wali kelas harus mempunyai kompetensi profesional sehingga terciptalah proses pembelajaran yang efektif dan efesien dan dapat mengatasi permasalahn siswa dalam pembelajaran Kata Kunci: Motivasi belajar, pengelolaan kelas, kemampuan mengajar
Gender And Language Use Rahmi, Rahmi
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.201

Abstract

Gender issue which is a social construction according to culture and belief has been studied in language use since 1970s. When a language is expressed, it is considered that men and women use different expressions. There are some theories that have been proposed related to this concern such as the Deficit Theory, the Dominance Theory, the Radical Theory, the Difference Theory and the Reformist Theory. Gender in language use which is one of discussions in pragmatics consists of some terminologies that are used to represent men and women directly in a language, those are Grammatical Gender, Lexical Gender, Referential Gender and Social Gender. Furthermore, lots of stereotypes found express more negative opinions related to the language of women compared to men. Some factors affect gendered use of linguistic varieties like work and marriage opportunities, industrialization and urbanization, and social network. In education in particular, three areas important to be focused on, those are subject matter, teaching and learning process and classroom material.
Konsep Pendidikan Dalam Perspektif Tan Malaka (Tokoh Revolusioner Prakemerdekaan) Hambali, Hambali
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.202

Abstract

Lembaga pendidikan terasa mengalami tantangan yang sangat kompleks, seiring dengan kompleksitas persoalan di abad ke-21 yang muncul ditengah-tengah masyarakat kita. Oleh karena itu pendidikan di negeri ini mestinya punya konsep tersendiri yang benar-benar sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia, dan hal itu yang mulai merosot dimana pendidikan mengarah pada praktek liberalis dan kapitalis serta penindasan-penindasan sehingga pendidikan semakin jauh dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Tan malakapernah meletakkan landasan dasar pendidikan yaitu: Pendidikan adalah dasar untuk melepaskan bangsa dari keterbelakangan dan kebodohan serta belenggu Imperialisme-Kolonialisme. Tan Malaka menekankan pada materi pendidikan dan mengenai hal itu dapat disimpulkan menjadi tiga bagian yaitu:Memberi senjata yang cukup buat mencari kehidupan dalam dunia kemodalan (berhitung, membaca, menulis, ilmu bumi, bahasa asing, bahasa Indonesia dan bahasa daerah,Memberi haknya terhadap murid-murid yakni harus dengan jalan pergaulan,Menujukkan kewajiban terhadap berjuta-juta kaum Kromo (rakyat jelata).Pemikiran Tan Malaka mengenai pendidikan dianggap sebagai modal dasar bagi kemajuan dari bangsa yang merdeka dalam politik, ekonomi, sosial dan budaya sehingga menjadi bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Praktek pendidikan Tan Malaka bisa disebut sebagai pedagogik transformatif, yaitu proses memanusiakan manusia untuk dapat membentuk masyarakat baru dan pengetahuan baru yang diciptakan oleh keterlibatan mereka sendiri. Hal ini mengusahakan agar pendidikan di posisikan supaya masyarakat mempunyai kesadaran dari pendidikan yang tertindas dan tertinggal. Setelah sadar, diharapkan masyarakat dapat membongkar tatanan atau relasi sosial yang tidak adil dan mengembalikan kemanusian manusia. Pemikiran pendidikan kritis yang digagas dan di implememntasi oleh Tan Malaka pada masa pra-kemerdekaan selayaknya menjadi inspirasi dan landasan pendidikan nasional yang berkarakter pancasila sesuai kebudayaan bangsa Indonesia dan jauh dari praktek- praktek pendidikan yang liberalis serta kapitalis sehingga merubah atau menodai pendidikan yang berdasarkan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
Pendidikan Aqidah Di Rumah Tangga Hasballah, Jamaliah
Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.203

Abstract

‘Aqidah means belief which is tightly bound strong and knotted in one’s soul. Belief in God is a solid bond that should not be opened or removed for granted because the impact is very great for human life. Solid ties that bind his mind, his heart, his behavior to God, implement all the commandments, and leave all the prohibitions. ‘Aqidah as a solid bond that is could lead children into a balance life (tawazun). If only I may be illustrated, I would say that divinity is immunization for a disease, because in this life many temptation faced by children, faced by various trials, it sometimes makes him despair, broken heart, his soul shaken even the stress and suicide. People who do not have a solid bond with God will cause tempted to the other ties easily that would harm himself. As the Word of God in surah Luqman verse 13 which mean:” Behold, Luqman said to his son by way of instruction: “O my son! join not in worship (others) with Allah: for false worship is indeed the highest wrong-doing.”

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol 13, No 2 (2024): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 13 No. 2 (2024): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol 13, No 1 (2024): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 13 No. 1 (2024): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Intelektualita: Journal Education Sciences and Teacher Training Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Intelektualita: Journal Education Sciences and Teacher Training Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Intelektualita: Journal Education Sciences and Teacher Training Vol 11, No 02 (2022): Jurnal Intelektualita Vol 11, No 01 (2022): Jurnal Intelektualita Vol 10, No 02 (2021): Jurnal Intelektualita Vol 10, No 01 (2021): Jurnal Intelektualita Vol 9, No 02 (2020): Jurnal Intelektualita Vol 9, No 01 (2019): Jurnal Intelektualita Vol 7, No 02 (2019): Jurnal Intelektualita Vol 7, No 01 (2018): Jurnal Intelektualita Vol. 7 No. 01 (2018): Jurnal Intelektualita Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Intelektualita Vol 6, No 01 (2017): Jurnal Intelektualita Vol 5, No 02 (2017): Jurnal Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Intelektualita Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Intelektualita Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) More Issue