cover
Contact Name
Dr. Saiful, M.Ag
Contact Email
saiful.saiful@ar-raniry.ac.id
Phone
085361728880
Journal Mail Official
jurnal.mudarrisuna@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam
ISSN : 20895127     EISSN : 24600733     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal MUDARRISUNA (JM) publishes scholarly articles on education science and Islamic education in particular, based on researches and project reports, book reviews. Jurnal MUDARRISUNA (JM) accepts submission in the field of education science and Islamic education science in scope Aqeedah, Morals, Jurisprudence, Islamic Law, Qoran, Hadith, History and Islamic Civilization to help spread new insights and concept, as well as highlights best-practices by and for many Islamic educational practitioners, teachers, lectures, and various education policy makers in the field. Published by Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh in cooperation with Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. This journal is published biannually in January-Juny and July-December. Registered with Print ISSN 2089-5127 and Online ISSN 2460-0733.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 4 (2023)" : 10 Documents clear
INTERNALISASI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI BUDAYA SEKOLAH RELIGIUS DI SMP WALISONGO Ni'mah, Zidny Farihatun; Saefudin, Ahmad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i4.22162

Abstract

Penerapan pelaksanaan program literasi Al-Qur'an merupakan proses yang sudah diatur secara struktur. Tujuan dari penelitian ini yaitu membentuk karakter religius siswa SMP walisongo Pecangaan untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat from program literasi Al-Qur'an. This study employs a quantitative approach with a descriptive methodology. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan documentasi, teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang digunakan adalah triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa tidak sangat disiplin ketika datang untuk memulai program membaca Al-Qur’an. Akibatnya, beberapa kegiatan dalam program membaca Al-Qur’an diimplementasikan, seperti: 1) pemanasan 10 menit sebelum memulai studi kelompok Al- Qur’an; 2) studi sholawat; 3) studi asmaul husna; dan 4) studi sholat dhuha. Apa yang mendukung keberhasilan kegiatan ini adalah: 1) sumber daya sekolah, 2) media dan bahan belajar, dan 3) sumber daya individu. Di sisi lain, apa yang menghalangi kegiatan adalah: 1) kurangnya disiplin siswa, 2) pidato dan presentasi yang kurang dipersiapkan.
ETIKA PENGELOLAAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM isri, saifullah
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i4.22212

Abstract

Manajemen merupakan kebutuhan yang niscaya untuk memudahkan pencapaian tujuan manusia dalam organisasi atau kelembagaan, serta mengelola berbagai sumber daya kelembagaan tersebut, seperti sarana dan prasarana, waktu, SDM, metode dan lainnya secara efektif, inovatif, kreatif, solutif, dan efisien. Urgensi Manajemen dalam Pengelolaan Kelembagaan Islam adalah untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasi serta mengontrol sistem pelaksanaan kelembagaan tersebut. Adapun manajemen kelembagaan dalam pandangan Islam adalah harus ada sifat ri'ayah atau jiwa kepemimpinan, sehingga memiliki prinsip etika dalam pengelolaan di antaranya ada prinsip tauhid, berkeadilan, bebas berkehendak, akuntabilitas, integritas, bertanggungjawab dan berkelanjutan. Etika pengelolaan manajemen pendidikan Islam merujuk pada prinsip-prinsip moral dan tata kelola yang diterapkan dalam mengelola pendidikan Islam. Etika pengelolaan ini mencakup nilai-nilai yang harus dipraktikkan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pengelola pendidikan Islam. Hal yang tidak kalah penting dalam pengelolaan kelembagaan pendidikan Islam adalah pemenuhan kepentingan publik yaitu Pengelola pendidikan Islam harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. Mereka harus memastikan bahwa semua kebijakan dan keputusan yang diambil berdampak positif bagi masyarakat dan umat Islam pada umumnya. Prinsip-prinsip etika pengelolaan manajemen pendidikan Islam ini penting untuk diterapkan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang baik, bermoral, dan berkualitas. Dengan mengedepankan etika pengelolaan, diharapkan pendidikan Islam dapat memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik dan masyarakat umum.
INOVASI PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK UNTUK MENGHASILKAN OUTPUT YANG BERKUALITAS Anida, Anida; Waled, muhammad Ar; Ramadhan, Muhammad Ramadhan; Asman, Yunita
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i2.19138

Abstract

Pendidikan sayogyanya merupakan sebuah proses yang menghendaki perbaikan positif dan berbagai sisi. Pelaksanaan pendidikan yang baik akan menghasilkan nilai yang baik pula, tidak terkecuali pendidikan agama Islam. Dewasa ini pelaksanaan pendidikan Islam secara khusus cenderung berjalan monoton dan kurang inovatif dalam penyajiannya. Penelitian ini mengkaji penerapan model direct instruction dalam pembelajaran Aqidah akhlak untuk menghasilkan output yang berkualitas pada siswa di MTsN Darul Ulum Banda Aceh. Hasilnya menunjukkan bahwa guru Aqidah akhlak melaksanakan proses belajar dengan cara menggunakan model direct instruction. Model ini sangat cocok dilakukan pada mata pelajaran Aqidah akhlak dimana hampir semua materinya memerlukan demonstrasi, salah satunya terkait dengan perilaku. Selain memudahkan siswa dalam memahaminya juga memberikan dampak baik terhadap perkembangan perilaku siswa sebagaimana dipraktekkan guru dan siswa secara langsung bersama-sama. Prosesnya berjalan seimbang antara teori dan praktik yang dilakukan guna mencapai perubahan perilaku siswa. Pembelajaran direct instruction memberikan dampak baik terhadap perkembangan perilaku siswa di sekolah tersebut.
Peningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa Kelas VIII Melalui Implementasi Model Discovery Learning Di SMPN 1 Dabun Gelang Gayo Lues Mashuri, Mashuri
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i4.22335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada beriman kepada Rasul Allah SWT pada siswa SMPN 1 Dabun Gelang Gayo Lues, dan 2) Model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi beriman kepada Rasul Allah SWT pada siswa SMPN 1 Dabun Gelang Gayo Lues. Jenis penelitian adalah Action Research (Penelitian Tindakan Kelas), subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Dabun Gelang Gayo Lues yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan tes hasil belajar, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dari 10% pada Pra Siklus dan meningkat menjadi 74% pada siklus I, kemudian semakin meningkat menjadi 92% pada siklus II. Aktivitas belajar siswa juga meningkat, hal ini dapat dilihat, bahwa pada siklus pertama persentase keaktivan siswa 75% dan pada siklus ke II meningkat menjadi 89,28%.
PENANGANAN RELIGIUSITAS SISWA MELALUI EFIKASI DIRI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN AGAMA Ristawati, Ristawati
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i4.22503

Abstract

Setiapa anak memiliki latar belakang dan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda, untuk itu diperluakan penanganan yang tepat guna menyatukan perbedaan untuk mencapai tingkat regiliusitas secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan metode Library Research terhadap beberapa literatur yang terkait dengan penanganan regiliusitas siswa dan perspektif agama. Dari beberapa literatur  ditemukan bahwa dalam konsep pendidikan anak tidak dipandang sama dalam proses pembelajaran, meskipun dalam konsep fitrah, manusia dianggap memiliki potensi yang sama, namun tetap memberikan penjelasan bahwa lingkungan dan keluarga memberikan pengaruh terhadap kefitrahan seorang anak. Hal ini pula yang tergambarkan di sekolah dimana sekumpulan anak dengan latar belakang yang berbeda-beda berkumpul dengan tujuan yang sama yaitu mencapai perubahan, dalam praktiknya guru diberikan tanggung jawab lebih untuk memiliki kemampuan khusus agar memahami kondisi anak untuk menyatukan perbedaan baik perilaku maupun kemampuan agar menjadi capaian yang positif. Hal perlu dilakukan guru adalah guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menginternalisasikan nilai religius dalam kehidupan sekolah melalui keteladaan dan pembiasaan. Selebihnya kaitannya dengan efikasi siswa guru perlu peran lebih melalui pendampingan khusus seperti coping spritual dan lainnya pada siswa yang bermasalah dengan penuh pertimbangan baik dalam kegiatan akademik maupun non akademik, yang paling penting lagi adalah kesungguhan guru memberikan pendampingan setelah mendeteksi persoalan yang memucu terjadinya perilaku negatif pada siswa secara sungguh-sungguh.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM SURAT AN-NISA’ AYAT 36 Waled, Muhammad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i2.19182

Abstract

Pendidikan dalam syariat Islam tidak hanya memerintah manusia menyembah Allah Swt saja, tetapi juga melaksanakan perintah-perintah dan ajaran-ajaran yang mencakup semua aspek kehidupan, baik pribadi maupun nilai-nilai sosial kemanusiaan. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat 36. Tujuan penelitian ini untuk melihat implementasi kewajiban-kewajiban dan kedudukan yang  terkandung dalam surat tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Library Research dan metode Muqarran, yaitu membandingkan pendapat beberapa mufassir, diantaranya Quraish Shihab, Hasbi Ash-Shiddieqy, Ibnu Katsir, dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam surat an-Nisa’ ayat 36 meliputi beberapa nilai pendidikan, diantaranya nilai pendidikan Tauhid yaitu menyembah dan mengesakan Allah swt dengan penuh keikhlasan baik dalam ibadah maupun aktivitas lainnya. Nilai pendidikan etika yaitu tidak bersikap sombong dan ‘ujub. Nilai pendidikan akhlak mahmudah yaitu berbuat baik kepada ibu-bapak dengan penuh kesopanan, menjaga, memelihara dan menghormati dengan penuh tanggung jawab. Dan nilai pendidikan sosial yaitu mengaktualisasikan kegiatan sosial dan mendorong semangat pengorbanan kepada kaum dhuafa.
Pengaruh Penerapan Tasmi' dalam Peningkatan Motivasi Menghafal Al-Quran di SD IT Aceh Besar Ulfah, Nurul Fajri; Zulfatmi, Zulfatmi; Mahmud, Salami
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i4.19395

Abstract

Pengaruh Penerapan Tasmi dalam Peningkatan Motivasi Menghafal Al-Quran di SD IT Aceh BesarDalam menghafal al quran tidak selalu berjalan dengan baik banyak permasalahan yang dihadapi oleh siswa dalam menghafal al quran diantaranya  susah masuk dalam ingatan, cepat ngantuk, cepat bosan, malas mengulang/ murajaah itu semua disebabkan oleh kurangnya motivasi siswa dalam menghafal alquran. Dengan itu  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan tasmi terhadap peningkatan motivasi menghafal al-quran di SD IT Aceh Besar dan untuk mengetahui peningkatan tasmi dalam penerapan tasmi di SD IT Aceh Besar . Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis kuantitatif korelasi product moment. Adapun data yang dikumpulkan berupa observasi, angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SD IT  Hafizul Ilmi dan SD Nurul Fikri Aceh membuktikan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan tasmi dalam peningkatan motivasi menghafal Al-quran di SD IT Aceh Besar. Adapun hasil koefisien korelasi product moment antara kedua variabel tersebut nilainya diperoleh sebesar 0,860 bearti terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel tasmi dan motivasi menghafal quran. tabel korelasi diperoleh variabel tasmi dan motivasi menghafal quran nilai sig. sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 maka nilai Ha diterima Ho dditolak artinya signifikan. Terbukti bahwa ada pengaruh signifikan antara penerapan tasmi dalam peningkatan motivasi menghafal al-quran.
Optimalisasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam: Mengungkap Esensi Kurikulum Merdeka Muhammad, Imran
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i4.22202

Abstract

ABSTRACTOptimization of learning the history of Islamic culture involves the application of the philosophy of the Merdeka Curriculum as an innovative approach in the world of education. This philosophy offers freedom and creativity for educators in designing learning, especially in the context of teaching the history of Islamic culture. However, challenges arise in implementing these freedoms without creating inequalities or inconsistencies in the curriculum. Adequate training and support for educators is key to ensuring the effectiveness of the implementation of the Merdeka Curriculum. Optimization of learning should also take into account the differences in availability of resources between educational institutions. Efforts need to be made to address this gap and ensure that the implementation of the Merdeka Curriculum can be equitable and inclusive. Nevertheless, the Merdeka Curriculum can be an effective instrument to create a dynamic, relevant, and stimulating historical learning of Islamic culture and deep understanding and appreciation of Islamic values in student life. With a thoughtful approach, the implementation of the Merdeka Curriculum can make a positive contribution in the formation of student character and a broader understanding of Islamic history and culture. ABSTRAKOptimalisasi pembelajaran sejarah kebudayaan Islam melibatkan penerapan filosofi Kurikulum Merdeka sebagai pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan. Filosofi ini menawarkan kebebasan dan kreativitas bagi pendidik dalam merancang pembelajaran, khususnya dalam konteks pengajaran sejarah kebudayaan Islam. Namun, tantangan muncul dalam mengimplementasikan kebebasan ini tanpa menimbulkan ketidaksetaraan atau ketidakkonsistenan dalam kurikulum. Pelatihan dan dukungan yang memadai bagi pendidik menjadi kunci untuk memastikan efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka. Optimalisasi pembelajaran juga harus mempertimbangkan perbedaan ketersediaan sumber daya antar lembaga pendidikan. Upaya perlu dilakukan untuk mengatasi kesenjangan ini dan memastikan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dapat merata dan inklusif. Meskipun demikian, Kurikulum Merdeka dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menciptakan pembelajaran sejarah kebudayaan Islam yang dinamis, relevan, dan merangsang pemahaman mendalam serta apresiasi terhadap nilai-nilai Islam dalam kehidupan siswa. Dengan pendekatan yang bijaksana, implementasi Kurikulum Merdeka dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter siswa dan pemahaman yang lebih luas terhadap sejarah dan kebudayaan Islam.
Religious Moderation Implementation in Islamic Education: A Systematic Review Musyahid, Musyahid
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i4.20541

Abstract

Islamic education is significant in confronting the growing threats of religious radicalism and extremism that jeopardize global stability. This systematic study aims to determine how religious moderation is practiced within Islamic education. Following the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) guidelines, this research systematically explores two significant databases, Google Scholar and Scopus. The initial search is centred on titles and keywords associated with applying religious moderation within the scope of Islamic education, spanning 2019 to 2023. Approximately 1,060 pertinent publications have been pinpointed in the preliminary search results. After implementing a set of criteria for selection, 16 articles have been chosen for further scrutiny. The research findings revealed that the execution of religious moderation manifests through diverse channels, such as school initiatives, the introduction of moderation values to newcomers, integration into the curriculum, the subtler facets of the curriculum, ceremonial and national events, and the utilization of lecture-style sessions and interactive Q&A approaches. Simultaneously, reinforcing religious moderation is actualized through the cultivation of advanced critical thinking, the moulding of moderate character, the mitigation of radicalism, the integration of moderation principles into real-world scenarios, the pivotal roles of educators and educational institutions, and the adoption of successful models.
PELESTARIAN PENDIDIKAN KELUARGA DALAM KONTEKS PEMIKIRAN ISLAM bin yahya lizam, miskahuddin
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i4.22204

Abstract

ABSTRACTEducation based on Islamic teachings in Muslim families is a major factor that is very important to be preserved as early as possible well and perfectly. Mainly the preservation of education in a family is to be able to form the character of the firmness of faith and charity in the independence and mental resilience for the life of the Muslim family in the face of various problems trials and challenges of life globally. Teaching materials in Islamic education are many kinds such as aqidah education, morals and practices of worship both mandatory and sunnah of various other Islamic values contained in the teachings of Islam are easy and may be learned correctly and correctly. The preservation of family education itself can include a universal and comprehensive meaning in the form of supervision and self-management efforts in a family that is intact with the values of Islamic teachings to organize a perfect and stable life in a way Islam is beautiful and peaceful as through a variety of positive activities that are beneficial in the guidance of a healthy religion to the safety of life and happiness born and inner as well as safety and happiness in the world and in the hereafter later. Therefore protection, protection, harmonious family supervision and self-preservation with the values of Islamic teachings in the family through reviving the atmosphere of Islamic education in a family is a true inevitability that must be done all family members in various ways in order to stay sustainable based on the education of good and quality religious normality so as to realize the use of the right time as carefully as possible to develop, develop, animate or promote the teachings of Islam with selective and continuous in his family so as to build or animate a harmonious atmosphere based on the values of Islamic teachings in the household or family to remain shady and shining to answer or face various problems and tests of life in the social dynamics of the challenges of the times with an effort to prepare and build generations of resilient and qualified nations in the midst of a global era life. Pendidikan berbasis ajaran Islam dalam keluarga muslim merupakan faktor utama yang amat penting untuk dilestarikannya sedini mungkin secara baik dan sempurna. Utamanya pelestarian pendidikan itu  dalam sebuah keluarga adalah akan dapat membentuk karakter keteguhan iman dan amal shalih dalam kemandirian dan ketahanan mental bagi kehidupan keluarga muslim tersebut dalam menghadapi berbagai problem cobaan dan tantangan hidup secara global. Materi-materi ajar dalam pendidikan Islam itu banyak macamnya misalnya berupa pendidikan aqidah, akhlak dan praktik ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah dari berbagai tata nilai keislaman lainnya yang terkandung dalam ajaran agama Islam yang mudah dan mungkin dipelajarinya dengan tepat dan benar. Pelestarian pendidikan keluarga itu sendiri bisa mencakup makna yang universal dan komprehensif berupa upaya pengawasan dan pengelolaan diri dalam keluarga yang utuh dengan nilai-nilai ajaran Islam untuk menata hidup sempurna dan stabil dengan cara Islam yang indah dan damai seperti melalui berbagai kegiatan positif yang bermanfaat dalam tuntunan agama yang sehat guna menuju keselamatan hidup maupun kebahagiaan lahir dan batin juga keselamatan dan kebahagian di dunia maupun di akhirat kelak. Oleh karena itu proteksi perlindungan, pengawasan keluarga harmonis dan pemelihara diri dengan nilai-nilai ajaran Islam dalam keluarga lewat menghidupkan suasana pendidikan Islam dalam sebuah keluarga adalah merupakan keniscayaan sejati yang mesti dilakukannya semua anggota keluarga dengan berbagai cara agar tetap lestari berdasarkan pendidikan normalitas agama yang baik dan bermutu sehingga mampu mewujudkan pemamfaatan waktu yang tepat secermat mungkin guna mengembangkan, menghidupkan atau pun memajukan ajaran agama Islam dengan selektif dan berkesinambungan dalam keluarganya sehingga mampu membangun atau menghidupkan suasana harmonis berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam dalam rumah tangga atau keluarga agar tetap teduh dan bersinar guna menjawab atau menghadapi berbagai problem dan ujian hidup dalam dinamika sosial tantangan zaman dengan upaya mempersiapkan maupun membangun generasi-generasi bangsa yang tangguh dan berkualitas ditengah-tengah kehidupan zaman yang global. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10