cover
Contact Name
Yuda Turana
Contact Email
damianus.jom@gmail.com
Phone
+628129163309
Journal Mail Official
damianusjmed@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gedung Lukas, L-401 Jl. Pluit Raya no. 2, Jakarta Utara 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Damianus Journal of Medicine
ISSN : 20864256     EISSN : 26564971     DOI : https://doi.org/10.25170/djm.v
Core Subject : Health,
Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per tahun, setiap bulan Mei dan November.
Articles 162 Documents
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTI HIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa [Mill.] Urb) Yani Andryani; Anna Maria Dewajanti; Adelina Simamora
Bahasa Indonesia Vol 21 No 1 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i1.3362

Abstract

Introduction: High cholesterol levels can build up plaque inside the lining of the artery wall leading to coronary heart disease. Dayak onion bulbs (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) contain flavonoids that can act as antioxidants and are believed to reduce blood cholesterol level. This study investigated the flavonoid content and antioxidant activity of Dayak onion tuber extract, and their effect on total blood cholesterol levels. Methods: Dayak onion bulbs were extracted by maceration (ethanol 70%). Total flavonoid was determined by a colorimetric method using AlCl3. Antioxidant activity was determined based on DPPH radical scavenging activity. Anti-hypercholesterolemia effect was studied in vitro. Thirty-six white male rats (Rattus novergicus) were divided into 6 groups: healthy rats, hyper-cholesterol rats, hyper-cholesterol rats treated with simvastatin (18 mg/bw) and rutin (75 mg/bw) as positive controls, hyper-cholesterol rats treated with dayak union bulbs extracts (75 and 150 mg/bw). Measurement of total cholesterol levels was performed using CHOD-PAP method. Data were analyzed using paired t-test and one-way anova. Results: Flavonoids were present in onion bulb extract with a concentration of 1.7 mg/g dried biomass. The antioxidant activity of the extract (IC50 0.37 mg/mL) was weaker than that of rutin (IC50 15.58 µg/mL). The addition of dayak onion bulbs extract dose of 150 mg/kg bw was the best dose in reducing total blood cholesterol levels on the 14th day, p = 0,001. Conclusion: dayak onion bulbs can be further investigated for application as anti hypercholesterolemia agent.
Perbandingan obesitas general dan obesitas sentral terhadap risiko hipertensi pada usia dewasa di wilayah Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang Komang Ardi Wahyuningsih; Ardini Raksanagara; Yuni Susanti; Nita Arisanti; Siska Wiramihardja; Elsa Pudji Setiawati
Bahasa Indonesia Vol 21 No 3 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i3.3927

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi dan obesitas menjadi masalah kesehatan utama hampir diseluruh dunia saat ini. Kejadian hipertensi maupun obesitas meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Obesitas telah diketahui sebagai faktor risiko utama terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan risiko obesitas general dengan menggunakan parameter indeks massa tubuh (IMT) dengan obesitas sentral yang menggunakan parameter rasio lingkar pinggang tinggi badan terhadap kejadian hipertensi pada subjek dewasa usia 26-45 tahun di Wilayah Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian potong lintang, pada subjek dewasa usia 26-45 tahun dengan obesitas general (IMT ≥ 25 kg/m2) dan obesitas sentral (rasio lingkar pinggang tinggi badan >0,5). Masing-   masing kelompok obesitas sebanyak 88 orang, diperoleh dengan menggunakan tehnik non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan tekanan darah diukur pada masing-masing responden. Indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang tinggi badan dihitung. Analisis yang dipergunakan analisi univariat, bivariat dengan independent t-test, kemudian dilanjutkan dengan analisis multivariate regresi logistik.  Hasil: Responden berusia dewasa awal (26-35 tahun) yang mengalami hipertensi sebanyak 26 orang (14,8%) sedangkan yang berusia dewasa akhir (36-45 tahun) sebanyak 63 orang (35,8%). Responden laki-laki yang mengalami hipertensi sebanyak 24 orang (13,6%) dan perempuan sebanyak 120 (36,9%). Responden dengan riwayat keluarga hipertensi dan saat ini mengalami hipertensi didapatkan sebanyak 52 orang (29,5%) dan tanpa riwayat keluarga hipertensi sebanyak 37 orang (21,0%). Responden dengan riwayat keluarga hipertensi dan saat ini mengalami hipertensi adalah 52 (29,5%) dan 37 (21,0%) tanpa riwayat keluarga hipertensi. Responden dengan riwayat keluarga hipertensi memiliki risiko hipertensi 2,7 kali (OR (CI 95%) =2,670 (1,450 – 4,919)) jika dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.  Responden dengan obesitas general secara signifikan meningkatkan risiko hipertensi 0.5 kali (OR (CI95%) = 0,457 (0,250 – 0,835), p=0,016) jika dibandingkan dengan responden tanpa obesitas general. Sedangkan responden dengan obesitas sentral memiliki risiko 0.5 kali (OR (CI 95%) = 0,489 (0,420 – 0,569), p=0,243). Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara obesitas general obesitas sentral memiliki risiko yang sama terhadap hipertensi.  
HUBUNGAN KADAR GDP DENGAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RS ATMA JAYA Arvin Praditya; Yunita Maslim
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.1843

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama (70%) pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) sehingga kontrol glikemik yang akurat direkomendasikan untuk mencegah komplikasi kardiovaskular. Pemeriksaan Glukosa Darah Puasa (GDP) merupakan parameter kontrol glikemik sederhana dengan korelasi yang cukup kuat dengan HbA1C sebagai baku emas (r=0,61). Peningkatan asam urat serum (AUS) sebesar 1,8 mg/dL juga dapat meningkatkan risiko terhadap komplikasi makro dan mikrovaskular (28%) dan risiko mortalitas (9%) pada pasien DMT2. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kadar GDP sebagai parameter kontrol glikemik sederhana terhadap kadar AUS sebagai salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular pada pasien DMT2 di RS Atma Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan potong-lintang. Data pasien diambil dari rekam medis pasien DMT2 yang berobat di Poliklinik Cosmas Rumah Sakit (RS) Atma Jaya. Pasien yang memiliki gangguan fungsi ginjal dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi kadar asam urat (seperti allopurinol) dieks-klusi. Hasil: Jumlah pasien yang diikutkan dalam penelitian ini adalah 35 orang. Uji korelasi Pearson menemukan hubungan yang tidak signifikan antara GDP dan AUS (r=-0,101, p=0,563), namun terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan AUS (r=0,350, p=0,039). Uji Korelasi Spearman ditemukan hubungan yang tidak signifikan antara TD Sistolik dan AUS (r=0,145, p=0,407), TD Diastolik dan AUS (r=-0,026, p=0,884). Simpulan: GDP, TD Sistolik, dan TD Diastolik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan AUS, namun IMT memiliki hubungan yang signifikan terhadap AUS pada pasien DMT2 di Poliklinik Cosmas, RS Atma Jaya. Kata Kunci: asam urat serum, diabetes melitus, gula darah puasa, inflamasi, obesitas.
Hubungan adiksi game online dengan self-esteem dan psikopatologi pada siswa menengah pertama di Jakarta Utara Felicia Grizelda Suryatenggara; Surilena
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.2008

Abstract

Pendahuluan: Adiksi game online merupakan gangguan perilaku bermain game online yang tidak terkontrol. Dampak negatif yang dapat terjadi akibat bermain game online antara lain gangguan mental dan self esteem rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara adiksi game online dengan self esteem dan psikopatologi pada siswa sekolah menengah pertama (SMP). Metode: Penelitian potong lintang dengan pengambilan sampel berurutan dilakukan pada 1.474 siswa SMP dengan mengisi kuesioner adiksi Game Online Indonesia (IOGAQ), SCL-90, dan Rosenberg’s Self Esteem Scale. Kriteria inklusi adalah semua siswa SMP kelas I sampai kelas III di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Kriteria eksklusi adalah siswa yang tidak bersedia menandatangani persetujuan sebagai responden. Uji bivariat dilakukan untuk menganalisis data. Hasil: Dari 1.474 siswa didapatkan 90,1% laki-laki dan 79,1% perempuan dengan adiksi game online dan terbanyak pada siswa kelas I SMP (87,3%). Adiksi game online lebih banyak dilakukan dengan frekuensi bermain game online ≥4 hari/minggu (95%), durasi bermain game online pada hari sekolah (95,5%) atau hari libur (94,2%) adalah >4 jam/hari. Jenis game online yang sering digunakan adalah shooting (92,4%) dan jenis perangkat yang banyak digunakan adalah portable (88,2%).Terdapat 84% responden dengan adiksi game   online dengan self-esteem rendah dan 83,8% dengan ada psikopatologi. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara adiksi game online dengan self esteem dan psikopatologi (p≥0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara adiksi game online dengan self-esteem dan psikopatologi. Namun, bermain game online tetap harus bijaksana guna menghindari dampak negatif lainnya yang dapat ditimbulkan. Kata Kunci: adiksi, game online, psikopatologi, self-esteem.
Viabilitas Bacillus Subtilis di Media Preservasi Agar Skim Milk pada Tiga Varian Suhu Penyimpanan yang Berbeda Sheila Febrilia; Enty
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.2634

Abstract

Pendahuluan: Preservasi bakteri merupakan hal yang umum pada kebanyakan laboratorium mikrobiologi. Berbagai metode seperti kering beku dan penyimpanan suhu rendah dianggap sebagai metode preservasi yang ideal, tetapi metode ini membutuhkan alat dan operator khusus. Agar Susu Skim merupakan media yang umum digunakan untuk preservasi bakteri. B.subtilis merupakan bakteri yang mudah tumbuh pada kebanyakan media. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi viabilitas B.subtilis ATCC 6633 yang disimpan pada 3 suhu berbeda selama 150 dan 270 hari. Metode: Isolat B.subtilis ATCC 6633 dikultivasi ke dalam tabung berisi agar susu skim, yang kemudian akan dibagi menjadi 3 kelompok penyimpanan berdasarkan suhu yang telah ditentukan. Uji viabilitas akan dilakukan sebanyak 2 kali pada hari ke-150 dan 270 dengan menggunakan metode Miles & Misra. Hasil uji akan dicatat dan dianalisa dengan menggunakan uji General Linear Model pada aplikasi SPSS. Hasil: Viabilitas bakteri B.subtilis ATCC 6633 pada hari ke-150 dan 270 menunjukkan hasil yang sama yaitu bakteri tetap viabel. Secara statistik, tidak ada pengaruh yang bermakna oleh media preservasi dan suhu penyimpanan terhadap pertumbuhan bakteri B.subtilis (p>0,005). Simpulan: Tidak ada pengaruh yang bermakna antara media preservasi dan suhu penyimpanan terhadap pertumbuhan bakteri B.subtilis ATCC 6633. Kata Kunci: viabilitas bakteri, B.subtilis ATCC 6633, agar susu skim.
Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur Terhadap Infeksi Saluran Kemih Ivan Citra Selima; Felicia Kurniawan; Vetinly; Prisillia Nanny Djaya; Sheella Rima Bororing
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.3104

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan penyakit yang menyerang sistem kemih, baik organ maupun salurannya. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi dengan angka tersering kedua pada anak, setelah penyakit infeksi saluran pernafasan dan dapat menimbulkan beban ekonomi negara sehingga harus segera diatasi. Sekitar 56,6% anak usia sekolah tidak mengonsumsi buah dan sayur yang cukup. Hal ini dapat menjadi faktor pendukung tingginya angka kasus ISK di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecukupan makan buah dan sayur dengan kejadian suspek ISK pada anak. Metode: Desain penelitian ini adalah studi observasional potong lintang yang menggunakan analisis data sekunder (ADS). Jumlah sampel sebanyak 331 murid kelas 4-6 dari dua Sekolah Dasar di Jakarta Utara. Data kecukupan konsumsi buah dan sayur didapatkan melalui pengisian kuesioner, sedangkan dugaan ISK diperoleh dari pemeriksaan urinalisis (makroskopik, kimiawi, dan mikroskopik).  Hasil: Terdapat 154 murid kurang mengonsumsi buah dan sayur, serta 9 murid diduga ISK. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara kecukupan konsumsi buah dan sayur dengan kejadian ISK (p=0,378), namun pada responden yang mengonsumsi cukup buah dan sayur memiliki persentase suspek ISK yang lebih kecil dibandingkan dengan responden yang kurang mengonsumsi buah dan sayur. Simpulan: Konsumsi buah dan sayur tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan suspek ISK pada anak. tetapi berdasarkan persentase suspek ISK, anak yang cukup mengonsumsi buah dan sayur memiliki persentase suspek ISK yang lebih rendah. Kata Kunci: urinalisis, pola kebiasaan makan buah dan sayur, infeksi saluran kemih.
Persepsi Warganet Mengenai Kebijakan Penggunaan Rapid Test Antigen Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Nindya Yulianti; Yulia Sofiatin; Erna Herawati
Bahasa Indonesia Vol 21 No 3 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i3.3217

Abstract

Pendahuluan: Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), di antaranya peningkatan jumlah tes sebagai upaya deteksi kasus positif serta membatasi perjalanan orang untuk mencegah dan memutus rantai penularan COVID-19. Selama pandemi juga terjadi peningkatan jumlah pengguna internet dan media sosial akibat pembatasan kegiatan secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan persepsi warganet Indonesia mengenai kebijakan penggunaan rapid test antigen sebagai syarat perjalanan dalam negeri. Gambaran persepsi warganet dapat membantu pemerintah, institusi, atau pihak yang berperan dalam promosi kesehatan untuk mengetahui sikap dan respon masyarakat terhadap kebijakan penggunaan rapid test antigen sebagai syarat perjalanan dalam negeri. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode kombinasi explanatory sequential. Objek penelitian ini adalah twit warganet Indonesia yang diunggah di Twitter pada 19 Desember 2020 hingga 30 Juni 2021. Uji validasi dalam penelitian ini menggunakan metode member checking dan triangulasi antar-peneliti. Hasil: Sampel yang didapatkan adalah 655 twit, dengan 51% persepsi negatif, 25% persepsi positif, dan 24% persepsi netral. Terdapat dua jenis narasi yaitu narasi medis dan non-medis. Narasi medis mendominasi yaitu sebesar 85% sedangkan narasi medis hanya sebesar 15%. Simpulan: Diperlukan upaya peningkatan pemahaman masyarakat terkait kegunaan dan manfaat dari pemeriksaan COVID-19 sebelum dan sesudah melakukan perjalanan sebagai upaya pengendalian COVID-19 di Indonesia.
Tumor Wilms asimptomatik pada anak Nicodemus Suwandy; Sri Mufti Ardani
Bahasa Indonesia Vol 21 No 3 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i3.3279

Abstract

Pendahuluan: Tumor Wilms merupakan salah satu keganasan pada anak yang cukup sering ditemukan terutama pada anak usia di bawah 5 tahun. Seringkali tumor ini ditemukan secara kebetulan oleh orangtua ataupun pengasuh yang merasakan benjolan di perut anak. Kasus: Kami laporkan kasus tumor wilms pada anak usia 8 tahun yang ditemukan secara insidental. Pasien datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah disertai mual muntah dan demam, ditemukan nyeri tekan perut kanan bawah dan leukositosis. Kecurigaan awal mengarah ke apendisitis akut, namun pada pemeriksaan fisik juga ditemukan masa di abdomen kanan atas yang tidak dikeluhkan pasien. CT scan abdomen menunjukkan masa tersebut di ginjal kanan dan dicurigai sebagai tumor wilms. Pasien menjalani operasi. Diskusi: Berdasarkan temuan intraoperatif adanya “spillage” dan hasil patologi anatomi sesuai dengan tumor wilms favourable maka pasien dikategorikan terkena tumor Wilms stadium III dengan jenis favourable. Simpulan: Laporan kasus ini menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan klinis yang cermat dan perlu dipikirkan tumor Wilms sebagai diagnosis banding pada anak dengan temuan massa di perut.
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PENGGUNAAN ZAT DAN KUALITAS HIDUP PADA SISWA SMA DENGAN RISIKO GANGGUAN BIPOLAR DI KELURAHAN PENJARINGAN JAKARTA UTARA Josephine Emerencia Stephanie Sudirman; Surilena Hasan
Bahasa Indonesia Vol 21 No 3 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i3.3291

Abstract

Pendahuluan: Gangguan bipolar merupakan gangguan jiwa yang bersifat persistent, dialami seumur hidup, dan memiliki risiko tinggi terjadinya penyalahgunaan zat yang berdampak pada kualitas hidup yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengunaan zat dan kualitas hidup pada siswa SMA dengan risiko gangguan bipolar di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian potong lintang pada 203 siswa SMA di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner demografi, kuesioner World Health Organization Quality of Life - BREF (WHOQOL-BREF), dan Alcohol, Smoking, and Substance Involvement Screening Test (ASSIST) yang diisi langsung oleh responden. Analisis data secara deskriptif dan bivariat (chi-square). Hasil: Sebanyak 96,6% responden didapatkan dengan risiko gangguan bipolar tipe I dan 3,4% tipe II. Terdapat (24,1%) responden dengan risiko gangguan bipolar disertai penggunaan zat dengan zat terbanyak pada laki-laki adalah tembakau (84,6%) dan pada perempuan adalah alkohol (60%). Gambaran kualitas hidup buruk pada responden perempuan dijumpai pada domain hubungan sosial (38,9%), sedangkan gambaran kualitas hidup buruk pada laki-laki dijumpai pada domain hubungan sosial (27,1%) dan lingkungan (27,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penggunaan zat dan kualitas hidup domain hubungan sosial dengan risiko gangguan bipolar (p=0,001; 95% CI=1,505-5,659; OR=2,918). Simpulan: Penyandang gangguan bipolar dengan penggunaan zat memiliki kualitas hidup buruk pada domain hubungan sosial.
Pola Penggunaan Produk Over The Counter (OTC) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Menderita Akne Vulgaris Inneke Jane Hidajat; Regina Regina; Franklind Matthew; Melyawati Melyawati
Bahasa Indonesia Vol 21 No 3 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i3.3293

Abstract

Introduction: Acne vulgaris (AV) is a skin disorder caused by inflammation in the pilosebaceous unit and may cause a psychosocial burden for patients. Self-medication is common in medical students, including in treating AV. This study aimed to determine the behavioral characteristics of using over-the-counter (OTC) products for acne-prone skin in medical students in Jakarta. Methods: This was a cross-sectional observational study of 100 medical students with AV. The study was conducted using questionnaires consisting of clinical survey, medications, and OTC products. The clinical assessment of the severity of AV was determined using the Global Acne Grading System (GAGS) criteria. Results: Sixty-nine study subjects only used OTC products for their acne management. The most common OTC product was a facial cleanser, which facial cleanser (89 subjects) and cleansing oil (29 subjects). Fifty percent of the study subjects did not know the active ingredients in the products; 15% used benzoyl peroxide, 13% used topical retinoid, and 12% used nicotinamide. Conclusion: Self-medication with OTC products for acne-prone skin is frequent among medical students in Jakarta, and the most commonly used product is a facial cleanser. Most study subjects did not know the active ingredients in their OTC products.

Page 7 of 17 | Total Record : 162