cover
Contact Name
Yuda Turana
Contact Email
damianus.jom@gmail.com
Phone
+628129163309
Journal Mail Official
damianusjmed@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gedung Lukas, L-401 Jl. Pluit Raya no. 2, Jakarta Utara 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Damianus Journal of Medicine
ISSN : 20864256     EISSN : 26564971     DOI : https://doi.org/10.25170/djm.v
Core Subject : Health,
Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per tahun, setiap bulan Mei dan November.
Articles 171 Documents
The Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Empati Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Bernaditha Feby Shela Siburian; Veronica Dwi Jani Juliawati; Erfen Gustiawan Suwangto
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.3109

Abstract

Pendahuluan: Empati dalam perawatan pasien merupakan salah satu komponen dalam membangun hubungan dokter-pasien yang baik. Salah satu faktor yang terlibat dalam kejadian penurunan empati adalah masalah dukungan sosial. Dukungan sosial adalah pemberian bantuan atau kenyamanan kepada orang lain. Dukungan sosial yang rendah dapat menyebabkan tingkat empati yang rendah, karena dukungan sosial yang rendah terkait erat dengan stres dan, pada gilirannya, stres dikaitkan dengan tingkat empati yang rendah. Metode: Penelitian potong lintang ini dilaksanakan pada tahun 2021. Subjek penelitian ini adalah 98 mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Unika Atma Jaya (FKIK UAJ). Empati dinilai dengan kuesioner JSPE, sedangkan dukungan sosial dinilai dengan kuesioner MSPSS. Hasil: Rerata skor empati mahasiswa FKIK UAJ angkatan 2020 adalah 102,2 sedangkan rerata skor dukungan sosial adalah 5,7. Tidak ada perbedaan rerata skor empati yang bermakna berdasarkan jenis kelamin (p=0,555), tempat tinggal (p=0,084), dan preferensi spesialis (p=0,665). Tidak terdapat korelasi antara dukungan sosial dengan empati (p=0,893). Simpulan: Mahasiswa FKIK UAJ angkatan 2020 menerima dukungan sosial yang tinggi tetapi memiliki rasa empati yang rendah. Tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dan empati, sehingga mahasiswa yang menerima dukungan sosial belum tentu memiliki rasa empati yang tinggi juga. Penelitian yang sama di masa yang akan datang sebaiknya dilakukan kembali pada mahasiswa angkatan 2020 saat mereka sudah menerima pelajaran humaniora dan filsafat untuk melihat perbedaan skor empati yang dimiliki mahasiswa sebelum dan sesudah menerima pelajaran tersebut.
Gambaran Kehamilan Ektopik pada Magnetic Resonance Imaging Siregar, Trifonia Pingkan; Djajasasmita, Fitriyadi Kusuma; Hellyanti, Tantri; Stascia, Stefani
Bahasa Indonesia Vol 22 No 3 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i3.3338

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan ektopik (KE) adalah kehamilan dengan letak implantasi di luar kavum uterus. Diagnosis KE ditegakkan melalui tes urin, ultrasonografi, penilaian level β-hCG, dan kuretase. Ultrasonografi transvaginal adalah modalitas imejing terpilih, meskipun pada beberapa kondisi, sulit menentukan antara kehamilan awal atau KE melalui Ultrasonografi transvaginal. Pada KE dapat terjadi juga beberapa gambaran kelainan di intra-uterus/endometrium. Kasus: Seorang wanita 32 tahun dengan riwayat kehamilan ektopik 2 kali sebelum dan sekarang dengan periode menstruasi terlambat 2 bulan. Tes kehamilan positif dengan kadar β-hCG 24,411 mIU/ml. Pasien menjalani TVU dan dicurigai adanya massa intra uterin tanpa ditemukan struktur kantung gestasi (GS). Pasien diduga menderita gestational trophoblastic disease (GTD) karena pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil tes kehamilan positif dan peningkatan kadar β-hCG, dan USG tidak menunjukkan adanya GS intra/ekstra kavum uteri. Pasien menjalani MR pelvis dengan hasil dicurigai adanya kantung kehamilan di adneksa kiri dan menunjukkan perubahan endometrium yang menyerupai lesi massa. Pasien menjalani operasi laparotomi dan mengungkapkan kehamilan ektopik di dalam tuba Fallopi kiri dengan hemoperitoneum masif, diagnosis ini dikonfirmasi pada hasil patologis. Simpulan: Apabila sulit menegakkan diagnosis dengan ultrasonografi transvaginal, maka modalitas MRI menjadi pilihan karena memiliki kemampuan diagnosis yang lebih baik. Pengetahuan akan gambaran klinis dan MRI pada KE sangat penting untuk menentukan diagnosis yang akurat dan penatalaksanaan yang tepat.
Hubungan Pengetahuan Batuk dan Common Cold dengan Perilaku Swamedikasi Batuk dan Common Cold pada Mahasiswa Kedokteran, Jakarta Utara Juniarti Prima Gow; Ricky Yue; Nelly Tina Widjaja
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.3536

Abstract

Pendahuluan: Swamedikasi yang salah akan menimbulkan dampak negatif. Pengetahuan adalah salah satu faktor pembentuk tindakan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan batuk dan common cold dengan perilaku swamedikasi batuk dan common cold pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia (FKIK UAJ) angkatan 2018-2021. Metode: Penelitian menggunakan desain potong-lintang pada 454 mahasiswa FKIK UAJ Angkatan 2018-2021. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022, menggunakan kuesioner pengetahuan batuk dan common cold, serta kuesioner perilaku swamedikasi batuk dan common cold. Data penelitian diuji dengan uji Man Whitneyy U-test. Hasil: 433 mahasiswa (95,4%) berpengetahuan batuk dan common cold baik, 20 (4,4%) berpengetahuan cukup dan 1 berpengetahuan kurang (0,2%). Terdapat 427 mahasiswa (94,1%) berperilaku swamedikasi batuk dan common cold tepat dan 27 sisanya (5,9%) berperilaku swamedikasi tidak tepat. Hasil uji menunjukkan hubungan bermakna antara pengetahuan batuk dan common cold dengan perilaku swamedikasi batuk dan common cold pada mahasiswa kedokteran (p<0,001). Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan batuk dan common cold dengan perilaku swamedikasi batuk dan common cold pada mahasiswa FKIK UAJ angkatan 2018-2021.
A KOLESTEATOMA KONGENITAL PADA PRIA USIA 30 TAHUN DENGAN GEJALA YANG TIDAK SPESIFIK Melody Audria Kurniadi; Achmad Rofi'i
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.3537

Abstract

Pendahuluan: Kolesteatoma merupakan kelainan patologis telinga tengah yang serius yang secara bertahap dapat meluas dan menyebabkan komplikasi berupa erosi struktur tulang. Kolesteatoma kongenital didefinisikan sebagai residu embrionik jaringan epitel di belakang membran timpani normal. Gejala kolesteatoma kongenital biasanya tidak spesifik sehingga mungkin tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun. Tujuan: Untuk mendeskripsikan kasus kolesteatoma kongenital pada pria paruh baya. Kasus: Seorang laki-laki datang dengan keluhan gatal pada telinga kiri yang dirasakan lebih dari 2 tahun. Pasien juga mengeluh keluar cairan dua kali tanpa rasa sakit dalam waktu 6 bulan. Keluhan gangguan pendengaran sudah dirasakan sejak lama. Pasien mengaku memiliki kebiasaan sering mengorek telinga. Gambaran klinis telinga yaitu jaringan granulasi berwarna keputihan di belakang membran timpani yang masih intak. Rontgen Schuller menunjukkan gambaran mastoditis kiri dengan tipe sklerotik. CT scan telinga bagian dalam menunjukkan kolesteatoma pars flaccida kiri. Audiometri menunjukkan gangguan pendengaran konduktif untuk telinga kiri. Pasien menjalani operasi canall wall-up dan timpanoplasti tipe 1. Pemeriksaan biopsi regio mastoid menunjukkan granuloma. Pasien merespons pengobatan dengan baik dan dipulangkan ke rumah dengan antibiotik oral dan dijadwalkan kembali untuk kontrol. Simpulan: Kolesteatoma kongenital dapat ditemukan pada dewasa muda dengan keluhan tidak spesifik. Komplikasi kolesteatoma dapat berat yaitu menyebabkan infeksi intrakranial dan menyebabkan kematian, sehingga diagnosis kolesteatoma harus tepat disertai dengan intervensi yang cepat.
Prevalence of E-cigarette Users Students and Determinant Factors Affecting Their Use Behavior Zita Arieselia; Lonah Lonah; Linawati Hananta; Margareta Amelia; Fenny Mariska; Via Dolorosa Halilintar; Mariani Santosa; Meiliyana Wijaya; Rita Dewi; Jonny Setiawan; Monalisa Heryani
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.3820

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi pengguna rokok tembakau pada remaja di Indonesia terus meningkat dari 7,2% pada tahun 2013 menjadi 9,1% pada tahun 2018, tingkat penggunaannya dianggap dapat dikurangi dengan menggunakan rokok elektrik. Namun sebenarnya rokok elektrik belum dapat disebut sebagai terapi berhenti merokok konvensional karena belum terdapat bukti yang cukup kuat dan dampak penggunaannya pada kesehatan yang tidak dapat dikesampingkan. Sementara itu, beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik juga berdampak buruk bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi pengguna dan faktor determinan yang memengaruhi perilaku penggunaan rokok elektrik pada mahasiswa. Metode: Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang atau cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 410 orang dengan kriteria inklusi berupa mahasiswa aktif Unika Atma Jaya serta orang yang telah setuju untuk menjadi responden penelitian setelah membaca informed consent, dan kriteria eksklusi yaitu responden yang mengisi kuesioner dengan tidak lengkap. Perhitungan sampel dilakukan dengan metode proportional stratified random sampling. Pengambilan data responden menggunakan kuesioner secara daring melalui Google Forms. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan Mann-Whitney.   Hasil: Prevalensi pengguna rokok elektrik pada mahasiswa sebesar 21,7%. Pada penelitian ini faktor yang berpengaruh pada keputusan penggunaan rokok elektrik adalah jenis kelamin (p<0,001), persepsi (p<0,001), tersedianya suplai (p<0,001), dukungan keluarga (p=0,002), dan dukungan teman (p<0,001). Simpulan: Tingginya tingkat penggunaan rokok elektrik pada mahasiswa menunjukkan perlunya informasi dan edukasi serta promosi kesehatan mengenai dampak merugikan dari penggunaan rokok elektrik.
Pseudomonas aeruginosa biofilm formation and its resistance to beta-lactam antibiotics Cynthia Gozali; Conny Riana Tjampakasari
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.3928

Abstract

ABSTRACT Introduction: An opportunistic pathogen, Pseudomonas aeruginosa is a Gram-negative bacteria that causes acute and chronic human infections. By adhering to appropriate surfaces and creating a biofilm matrix, Pseudomonas aeruginosa has a high-resistance structure. Due to biofilm resistance mechanisms, this bacterial biofilm may increase natural antibiotic resistance. Antibiotics have difficulty penetrating the exopolysaccharide matrix that makes up the biofilm structure (Psl, Pe, alginate, and eDNA). Alginate is involved in generating mucus, and Psl and Pel components are implicated in biofilm development and antibiotic resistance. Due to the connection between biofilm production and antibiotic resistance, Pseudomonas aeruginosa involves mechanisms of beta-lactam antibiotic resistance. Objective: On this basis, learning more about the connection between Pseudomonas aeruginosa bacteria's ability to form biofilms and their resistance to beta-lactam antibiotics is essential. Methods: We use literature methods from various literature on the biofilm formation of P. aeruginosa and its resistance to beta-lactam antibiotics, including research papers and studies with no restrictions types of studies included in this article. Discussion: Pseudomonas aeruginosa has intrinsic and adaptive antibiotic resistance mechanisms. Decreased membrane permeability, the production of enzymes resistant to antibiotics, chromosomal changes, and horizontal gene transfer from other bacteria contribute to antimicrobial resistance. Beta-lactam antibiotic resistance mechanisms are known to be developed by Pseudomonas aeruginosa. The resistance characteristics of Pseudomonas aeruginosa may change phenotypically due to biofilm development. This article will be helpful in future research on Pseudomonas aeruginosa therapy and medication.  
Hubungan Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Welahan Wetan Tentang Penggunaan Vitamin C Sebagai Pencegah COVID-19 Febriana Astuti; Kharisma Dani Iswati
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.4108

Abstract

Pendahuluan: Coronavirus disease (COVID-19) telah menyebar sangat cepat dan luas sehingga menginfeksi setiap negara di seluruh dunia dan akibatnya pandemik global berlangsung sampai sekarang. Tindakan pencegahan COVID-19 ini di antaranya ialah memberi edukasi serta sosialisasi untuk masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sistem imun, salah satunya dengan mengonsumsi vitamin C. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei yang dalam teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling, untuk mengumpulkan data menggunakan alat bantu kuesioner. Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan bahwa tingkat pengetahuan reponden dalam kategori baik sebesar 53,79%. Kategori cukup sebesar 29,65% dan kategori kurang sebesar 16,55%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara usia dengan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Welahan Wetan tentang penggunaan vitamin C sebagai pencegahan COVID-19 (p=0,036), tidak terdapat korelasi antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Welahan Wetan tentang penggunaan vitamin C sebagai pencegahan COVID-19 (p=0,873), terdapat korelasi antara pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat desa Welahan tentang penggunaan vitamin C sebagai pencegahan COVID-19 (p=0,016). Simpulan: Terdapat hubungan antara karakteristik usia dan pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Welahan Wetan tentang penggunaan vitamin C sebagai pencegahan COVID-19 dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Welahan Wetan mengenai penggunaan vitamin C sebagai pencegahan COVID-19.
Kerawanan Pangan Rumah Tangga Dikaitkan Dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) Ibu di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur : Studi Crossectional Lina Yunita; Lalu Juntra
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.4203

Abstract

Pendahuluan: Kerawanan pangan dan malnutrisi terkait mengakibatkan masalah kesehatan yang serius di negara berkembang. Penelitian ini menentukan status gizi ibu dengan indeks lingkar lengan atas dan hubungannya dengan kerawanan pangan di Kabupaten Kupang. Metode: Penelitian ini adalah studi potong-lintang komparatif berbasis masyarakat yang dilakukan pada 15 Maret - 21 Juni 2021. Multistage random sampling digunakan untuk memilih 1.600 sampel. Skala akses ketahanan pangan yang dikembangkan oleh FAO digunakan untuk mengukur ketahanan pangan. Data sosiodemografi dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Model regresi logistik binier digunakan untuk menilai hubungan kerawanan pangan dan status gizi ibu. Hasil: 96% dari total peserta, perbandingan gizi kurang ibu di dua wilayah studi mengungkapkan 8,8% (95% CI 7,6%-10,2%) di daerah perkotaan dan 16,4% (95% CI 14,8%-18,1%) di daerah perdesaan yang kurang gizi. Kerawanan pangan yang parah secara signifikan terkait dengan LILA ibu (odds ratio yang disesuaikan/adjusted odds ratio [AOR] 3,6 dan 2,31, 95% CI 2,32-5,57 dan 1,52-3,5, masing-masing) di daerah perkotaan dan daerah perdesaan. Kerawanan pangan ringan (AOR 1,77, 95% CI 1,21-2,6) dan sedang (AOR 1,6, 95% CI 1,18-2,16) berhubungan signifikan dengan gizi kurang ibu di daerah perdesaan. Demikian pula, semua bentuk kerawanan pangan berhubungan signifikan dengan lingkar lengan atas ibu baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Simpulan: Kerawanan pangan berhubungan signifikan dengan lingkar lengan atas di wilayah penelitian. Kewenangan ibu rumah tangga juga berhubungan signifikan dengan LILA Ibu.
Perbandingan pemeriksaan kadar glukosa darah mandiri dengan uji laboratorium menggunakan metode baku emas Venna Venna; Jullyanny Waty Wijaya; Gregorio Gavriel Singgih; Christian Ardianto
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.4235

Abstract

Pendahuluan: Ketersediaan point of care testing (POCT) glukosa darah saat ini dipakai secara luas untuk melakukan pemantauan glukosa darah mandiri (PGDM) bagi pasien diabetes. Saat ini berbagai pilihan alat POCT menggunakan metode glukosa dehidrogenase sudah tersedia. Penelitian ini berupaya membandingkan berbagai alat POCT dengan pemeriksaan laboratorium secara spektrofotometri menggunakan metode heksokinase yang merupakan baku emas dari pemeriksaan glukosa darah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan subjek penelitian berupa populasi dewasa muda laki laki dan perempuan dengan rentang usia 18-21 tahun dengan jumlah 97 sampel, dengan kriteria eksklusi sedang sakit berat, terdapat luka pada lokasi pengambilan darah, memiliki riwayat gangguan pembekuan darah, dan hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu >200 mg. Sampel yang diambil berupa darah kapiler yang langsung akan diujikan pada alat POCT dan sampel darah vena yang akan diuji menggunakan metode heksokinase. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan STATA versi 14.0. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Bland-Altman plot. Hasil: Didapatkan hasil glukosa darah POCT menggunakan alat Accu-chek® Performa dan Accu-chek® Instant memiliki rerata perbedaan dengan metode heksokinase yang bernilai negatif, sedangkan untuk GlucoDr.™Auto memiliki rerata perbedaan yang lebih mendekati angka nol dibandingkan dengan alat Accu-chek® Performa dan Accu-chek® Instant. Simpulan: Metode POCT dapat membantu dalam pemantauan glukosa darah pasien,namun tidak dapat menggantikan metode heksokinase.  
Uji Nilai Kelembaban Penggunaan Susu Yoghurt dari Susu Bubuk Kedaluwarsa Terhadap Hidrasi Kulit di Klinik Sukma Periode Januari 2023 - Februari 2023 Alicia Sarijuwita; Sukmawati Tansil Tan
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i2.4321

Abstract

Pendahuluan: Kondisi kulit yang kering cukup sering terjadi dan dapat mengenai semua usia. Maka dari itu diperlukan pengukuran kadar hidrasi untuk mencegah kondisi kulit kering. Terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan kondisi kulit kering, baik faktor internal seperti usia, kadar hormon, dll maupun faktor eksternal seperti kondisi lingkungan dan penggunaan produk kecantikan secara topikal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung peningkatan kadar hidrasi sebelum dan sesudah penggunaan produk intervensi berupa masker berbahan dasar susu bubuk kedaluwarsa yang kemudian difermentasi menjadi yoghurt. Metode: Penelitian ini adalah uji perbandingan dengan desain quasi experimental. Sampel diambil secara no random consecutive sampling, dengan kriteria inklusi pria dan wanita usia 18-60 tahun dan telah menghentikan penggunaan masker umum untuk minimal selama 3 hari, dan kriteria eksklusi berupa reponden yang menolak ikut dalam penelitian, dengan gangguan kulit yang parah, dan riwayat alergi terhadap bahan intervensi. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur kadar hidrasi subjek menggunakan alat ukur berupa skin analyzer, serta membagikan kuisioner. Kemudian dianalisa menggunakan uji statistika Wilcoxon dan uji normalitas Kolmogorov Smirnov. Hasil: Terdapat 100 subjek sehat yang diberikan intervensi, terdiri dari 70 responden wanita (70%) dan 30 responden pria (30%). Pada penelitian ini didapatkan perbedaan rerata skor hidrasi secara bermakna pada subjek sebelum dan sesudah intervensi dengan p=<0,001. Simpulan: Berdasarkan hasil studi ini, didapatkan pemberian produk intervensi meningkatkan kadar hidrasi secara bermakna.

Page 9 of 18 | Total Record : 171