cover
Contact Name
Yuda Turana
Contact Email
damianus.jom@gmail.com
Phone
+628129163309
Journal Mail Official
damianusjmed@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gedung Lukas, L-401 Jl. Pluit Raya no. 2, Jakarta Utara 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Damianus Journal of Medicine
ISSN : 20864256     EISSN : 26564971     DOI : https://doi.org/10.25170/djm.v
Core Subject : Health,
Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per tahun, setiap bulan Mei dan November.
Articles 171 Documents
Perbandingan Efektivitas Terapi Injeksi Intra-artikular HA, LP-PRP, dan LR-PRP Terhadap Keluhan Nyeri Lutut Pada Osteoarthritis: Meta-analysis Agatha, Laurentia Avelia; Adisuhanto, Monica; Pelealu, James Meinheart; Santi, Bryany Titi; Rusli, Irene
Bahasa Indonesia Vol 21 No 3 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i3.3310

Abstract

Pendahuluan: Osteoarthritis dapat mengurangi kualitas hidup seseorang akibat nyeri dan keterbatasan gerak. Pengobatan OA menggunakan obat analgesik dan antiinflamasi berisiko mengakibatkan perdarahan pada lambung. Terapi invasif dengan penyuntikan IA menjadi pilihan yang baik namun karena risiko akibat penyuntikan dan biaya yang cukup mahal sehingga perlu melakukan meta-analisis untuk menentukan mana yang paling efektif mengurangi nyeri pada pasien KOA. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemilihan terapi injeksi intra artikular yang lebih efektif dan tepat dalam memberikan terapi pada pasien KOA. Metode: Pencarian artikel RCT yang menilai efektifitas IA PRP (LP-PRP atau LR-PRP) dengan IA-HA, terhadap nyeri dengan skor Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC)  sebagai alat ukur, dari Pubmed, Cochrane, Proquest, ScienceDirect, Clinical Key, dan EBSCO host. Artikel dinilai kualitasnya dengan skala JADAD. Lalu yang terpilih akan dilakukan meta analisis. Alur pemilihan artikel akan disajikan dalam PRISMA flow chart. Hasil: Enam penelitian memenuhi kriteria kelayakan yang dipisahkan berdasarkan variabelnya, leukocyte-poor platelet rich plasma dan HA dan leukocyte-rich platelet rich plasma dan HA. Terdapat perbedaan rerata skor WOMAC yang signifikan pada LR-PRP dibandingkan dengan HA (mean difference -5,24) dan LP-PRP dibandingkan dengan HA (mean difference -3,82). Simpulan: Hasil meta-analisis ini dapat disimpulkan bahwa terapi injeksi intra-artikular dengan LR-PRP lebih unggul daripada LP-PRP dan HA pada 6 dan 12 bulan, terutama untuk nyeri lutut simtomatik.
Doctor's role in determining wounds qualification of terrorism victims Indrayana, Mohammad Tegar; Ulfa, Annisa; Ridwan, Nurul Afrilla; Afikah, Auni; Khasanah, Anytia Zulfa
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.3377

Abstract

Introduction: The terms terrorist (perpetrator) and terrorism (action) are derived from the Latin word “terrere” which means to shake or vibrate. The European Convention first discussed the definition of terrorism on the Suppression of Terrorism (ECST) in Europe in 1977; there was a paradigm expansion in the meaning of Crime against State to Crime against Humanity. Crime against Humanity includes criminal acts committed to create a situation that causes individuals, groups, and the general public to be in a tense atmosphere. Necessary to have a clinical forensic examination to determine the degree of injury suffered by victims of terrorist criminal acts as a reference for providing compensation from the state. Case Report: On Friday, October 23rd, 2020, at 09.25 a.m. at the Bhayangkara Hospital Emergency Installation, examinations were conducted on 4 men. The basis for the examination is based on a written request from the LPSK with the number: R-1176/1a.5.1/LPSK/10/2020 on October 21st, 2020. Discussion: There is a mechanism in the forensic examination for the victims of terrorism crimes. The process for obtaining compensation can be submitted by victims of terrorism crimes, their families, or their heirs. LPSK will conduct a substantive examination and calculate the losses suffered by victims of terrorism crimes. Conclusion: Regarding the provisions of these laws and regulations, the Indonesian Forensic Doctors Association (PDFI) cooperates with LPSK, as stated in the cooperation agreement. Key Words: doctor’s role, wound qualification, terrorism victims.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat tentang Pandemi Covid-19 di Dusun Plakaran Kecamatan Banguntapan Bantul Febriana Astuti
Bahasa Indonesia Vol 21 No 3 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i3.3555

Abstract

Pendahuluan: Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang terjadi akibat terinfeksi virus SARS CoV-2 (Severe Acute respiratory Syndrome Coronavirus-2) menjadi peristiwa yang mengancam kesehatan masyarakat seluruh dunia. Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 Republik Indonesia, per tanggal 18 Maret 2021 terdapat kasus positif sebesar 1.443.853 jiwa. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta per tanggal 14 Maret 2021 menempati posisi kesebelas di Indonesia dalam jumlah pasien positif COVID-19, yaitu sebesar 30.117 (2,1%), di Kabupaten Bantul memiliki jumlah pasien yang dirawat tertinggi yaitu sebesar 4.493 jiwa. Upaya preventif terbaik yang dilakukan adalah dengan menghindari paparan virus dengan didasarkan pada PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Pengetahuan dan tindakan yang nyata dari pemerintah dan masyarakat terkait PHBS mampu menurunkan jumlah kasus COVID-19, sehingga masa pandemi COVID-19 dapat berakhir dengan cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku masyrakat tentang covid-19 di Dusun Plakaran kecamatan Banguntapan Bantul. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, subjek penelitian adalah 120 masyarakat di Dusun Plakaran, Banguntapan Bantul yang memenuhi kriteria inklusi. Adapun kriteria inklusi sebagai berikut masyarakat dusun plakaran yang ber-KTP dan berdomisili di Dusun Plakaran dengan rentang usia 17- 65 tahun, bisa membaca dan menulis serta bersedia menjadi responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil uji korelasi rumus korelasi Spearman p=0,007 (nilai p<0,05) dari data dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat Dusun Plakaran Kecamatan Banguntapan Bantul terhadap COVID-19. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku terhadap COVID-19.
FAKTOR HIGIENITAS PERORANGAN DAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA TERHADAP KONTAMINASI SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA TANAH Utami, Wiwien Sugih; Furqon, Achmad Nazalal; Indreswari, Laksmi; Armianti, Yunita; Hermansyah, Bagus
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.3562

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) merupakan penyakit yang ditularkan melalui telur dari tinja orang yang terinfeksi. Menurut WHO sekitar 1,5 miliar orang di dunia mengalami kasus infeksi cacing yang setelah ditelusuri penularannya melalui tanah. Perbaikan higienitas perorangan dan sanitasi lingkungan diketahui berpotensi meningkatkan keberhasilan program WHO untuk mengurangi infeksi cacingan terutama jenis STH. Hal itu dibuktikan oleh penelitian yang membahas tentang peningkatan fasilitas sanitasi jamban dapat mengurangi prevalensi infeksi STH. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 sampel. Penelitian ini menguji faktor higienitas perorangan dan sanitasi lingkungan terhadap kontaminasi STH pada tanah. Uji statistik menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kebiasaan buang air besar, sarana pembuangan sampah, sarana pembuangan tinja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kontaminasi STH pada tanah (p>0,05). Sedangkan sarana pembuangan air limbah rumah tangga, lokasi kandang hewan ternak dan penggunaan pupuk tanaman memiliki hubungan yang signifikan dengan kontaminasi STH pada tanah (p<0,05). Lokasi kandang hewan ternak merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kontaminasi STH pada tanah. Simpulan: Sarana pembuangan air limbah rumah tangga, lokasi kandang hewan ternak dan penggunaan pupuk tanaman berhubungan dengan kontaminasi STH pada tanah (p<0,05). Lokasi kandang hewan ternak merupakan variable yang paling berpengaruh terhadap kontaminasi STH pada tanah. Kata Kunci: higienitas perorangan; sanitasi lingkungan rumah tangga, soil-transmitted helminths.
Biopsi cair pada kanker kolorektal: Harapan dan tantangan Angka, Rebecca Noerjani; Lumban Tobing, Demak; Sudoyo, Aru Wisaksono; Siregar, Nurjati Chairani; Jeo, Wifanto Saditya
Bahasa Indonesia Vol 21 No 3 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i3.3575

Abstract

Pendahuluan: Global Cancer Statistics 2020 menunjukkan angka kejadian kanker kolorektal menduduki peringkat ketiga dengan urutan kedua angka kematian. Pemeriksaan biopsi cair pada kanker kolorektal mulai dilakukan untuk mempelajari sel-sel tumor yang ada di dalam sirkulasi yaitu circulating tumor cells (CTCs) dan cell-free circulating tumor DNA (ctDNA/cfDNA). Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menemukan dan menelaah penelitian-penelitian yang telah dilakukan mengenai biopsi cair baik dari sisi metode, hasil maupun manfaat klinik pada kanker kolorektal. Metode: Metode pencarian literatur dilakukan melalui Embase, Scopus dan PubMed. Dari 143 artikel yang ditemukan saat pencarian awal, setelah melalui tahap seleksi akhir ditentukan 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Biopsi cair dapat digunakan untuk mendeteksi mutasi yang tidak ditemukan pada tumor primer pasien kanker kolorektal serta analisis kombinasi circulating cell-free DNA (ccfDNA) dan ctcDNA dapat meningkatkan jumlah mutasi yang terdeteksi. Analisis ctDNA dalam plasma yang dikumpulkan secara serial, memungkinkan mendeteksi ctDNA mutan yang muncul, sehingga dapat digunakan untuk memantau perkembangan penyakit pasien serta menemukan mekanisme resistensi. Pengambilan sampel pasien secara serial menunjukkan bahwa penurunan metilasi terjadi pada pasien yang berespon baik terhadap pengobatan, baik operasi maupun kemoterapi. Sebaliknya pasien yang tidak diobati atau mengalami kekambuhan menunjukkan peningkatan metilasi. Status MSI pada kanker kolorektal yang terdeteksi melalui cfDNA relatif konsisten dengan yang ada di sampel jaringan tumor. Simpulan: Keuntungan biopsi cair adalah darah lebih mudah didapat, efektif dan tidak invasif dibandingkan dengan biopsi terutama pada tumor yang sulit dijangkau dengan biopsi. Biopsi cair dapat dilakukan berulang secara serial sehingga dapat digunakan untuk memantau perkembangan penyakit, mengetahui respon pengobatan dan menentukan prognosis.
Correlation of Comorbidities and Chest CT Severity Scores in Confirmed COVID-19 Patients: A Retrospective Cross-Sectional Study Asriyani, Sri; Suminto, Silvia; Latief, Nikmatia; Alfian, Andi; Djaharuddin, Irawaty; Murtala, Bachtiar
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.3702

Abstract

Pendahuluan: CT scan toraks berperan penting dalam COVID-19, baik dalam penentuan diagnosis, menentukan tingkat keparahan, dan memandu tatalaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komorbiditas dengan tingkat keparahan COVID-19 berdasarkan CT Severity Score (CT SS). Metode: Desain penelitian retrospektif cross-sectional dilakukan pada 192 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang memenuhi syarat  dan menjalani CT scan toraks. Analisis karakteristik gambaran CT scan toraks pasien dilakukan pada window paru dan mediastinal. CT SS dilakukan untuk penilaian derajat keparahan COVID-19. Perbedaan proporsi gambaran CT scan berdasarkan komorbiditas diuji dengan chi-square. Hasil: Penyakit komorbid yang paling banyak ditemukan yaitu hipertensi (51 pasien), diabetes mellitus (37 pasien), gagal ginjal kronik (29 pasien), penyakit jantung koroner (14 pasien), keganasan (14 pasien), dan tuberkulosis (5 pasien). Temuan CT scan yang paling sering adalah ground-glass opacities, konsolidasi, crazy paving, dan fibrosis dengan distribusi periferal. Terdapat hubungan yang signifikan antara pasien berusia > 50 tahun, memiliki riwayat komorbiditas, komorbiditas >1, memiliki riwayat diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner dengan CT SS ≥19,5 menunjukkan tingkat penyakit yang lebih berat (p<0,05). Simpulan: Pasien dengan riwayat komorbiditas, komorbiditas >1, berusia >50 tahun, memiliki riwayat diabetes mellitus, hipertensi, dan PJK menunjukkan tingkat penyakit yang lebih berat berdasarkan CT SS.  Kata Kunci: COVID-19, CT scan toraks, CT severity score, komorbiditas.
The correlation between nutritional status and CD8+ cell counts in the elderly after the second COVID-19 vaccination in Palembang, Indonesia Khoirun Mukhsinin Putra; Nur Riviati; Eddy Mart Salim; Nova Kurniaty; Desti Paramita
Bahasa Indonesia Vol 21 No 3 (2022): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v21i3.3856

Abstract

Introduction: The SARS-CoV-2 virus is the cause of coronavirus illness (COVID-19). The WHO classified the outbreak a pandemic on March 9, 2020. The COVID-19 vaccine has been widely utilized to manage the pandemic. However, some high-risk conditions that can compromise the vaccine's efficacy require careful consideration. Patients over 60 years old are at a greater risk for COVID-19. Due to the involution of the thymus and the transformation of the cortex and medulla tissue into adipose tissue, CD8+ T cell numbers decline. In addition, undernutrition reduces the number of CD8+ T cells. The purpose of this study is to examine the relationship between nutritional status and CD8+ T cell counts in elderly patients following the second COVID-19 vaccination. Methods: This study is a pilot project employing a cross-sectional design. The sampling employed a technique of sequential sampling. On day 28, following the administration of the second vaccine, the Mini Nutritional Assessment (MNA) and the amount of CD8+ T cells in the blood were utilized to evaluate the nutrition status. Results: Between May and November of 2021, forty subjects were collected. The average number of CD8+ T cells was 517.32±41.67. Therefore, five people (12.5%) were at risk of malnutrition, whereas thirty-five (87.5%) had a normal nutritional status. Conclusion: There is a significant relationship between MNA and CD8+ levels (P<0.05) and a positive correlation between nutritional status and CD8+ T cell counts in the elderly who have received the second covid-19 vaccination in Palembang.
Identifikasi dan Manajemen pada Nyeri Sentral Paska Stroke Felicia; Jaya, Michael
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.3943

Abstract

Pendahuluan: Nyeri sentral pascastroke (NSPS) merupakan nyeri neuropatik sentral yang timbul setelah terjadinya stroke. Kondisi ini ditemukan pada 1-12% dari penderita stroke dan umumnya terjadi dalam 6 bulan pertama setelah terjadinya stroke. Nyeri yang ditimbulkan pada NSPS dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup, menghambat proses rehabilitasi, serta menimbulkan keterbatasan aktivitas dan interaksi sosial. Tujuan: Sebagai bahan pembelajaran yang membahas mengenai diagnosis, manifestasi klinis, patofisiologi hingga tatalaksana dari NSPS. Metode: Penulisan artikel ini menggunakan metode tinjauan naratif sebagai bagian dari studi literatur. Diskusi: Pasien dengan NSPS datang dengan gejala sensoris yang bervariasi mulai dari sensasi terbakar, tertikam, hingga tersengat listrik. Adanya alodinia, disestesia dan hiperalgesia merupakan manifestasi tersering yang ditemukan pada penderita NSPS. Patofisiologi dari NSPS masih belum diketahui secara pasti, namun dikatakan adanya disinhibisi, sensitisasi sentral dan kerusakan pada jalur spinotalamikus dan talamus turut berperan dalam NSPS. Pendekatan tatalaksana pada NSPS dapat berupa terapi farmakologis maupun non farmakologis. Golongan antikonvulsan seperti gabapentin dan pregabalin, serta antidepresan seperti amitriptilin saat ini masih direkomendasikan sebagai terapi lini pertama. Sedangkan pada kasus NSPS yang refrakter, dapat digunakan terapi non farmakologis seperti deep brain stimulation dan motor cortex stimulation (MCS). Peripheral nerve block dalam beberapa laporan kasus juga memperlihatkan hasil yang menjanjikan, namun hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut. Kata Kunci: nyeri neuropatik, nyeri sentral, nyeri sentral pascastroke, stroke.
Hubungan Posisi Dan Durasi Duduk Terhadap Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Kantor Di Jakarta Tanjung, Julia Rahadian; Hanarko, Faradica Alda; Haryono, Ignatio Rika
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.3948

Abstract

Pendahuluan: Kejadian nyeri punggung bawah (NPB) sudah menjadi permasalahan global di dunia. Hal ini merupakan penyebab utama absensi kerja yang menimbulkan beban ekonomi yang tinggi. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, terdapat 18% nyeri punggung bawah di Indonesia. Pekerja kantor identik dengan aktivitas duduk lama dan statis yang mengandalkan kekuatan otot punggung, dimana posisi duduk yang salah dapat menyebabkan nyeri punggung. Hal tersebut yang menjadi dasar ketertarikan  penelitian ini. Metode: Penelitian analitik potong lintang dengan 100 responden pekerja kantor berusia 21 – 45 tahun. Data penelitian menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan posisi duduk, lamanya durasi duduk dan aktivitas fisik. Oswestry Low Back Pain Disability Questionnaire untuk menilai NPB. Hubungan antara variabel diuji menggunakan chi-square dan Fisher-exact dengan p<0,05. Hasil: 72% responden mengalami NPB, 48% responden terbiasa dengan duduk membungkuk, 89% responden duduk dengan durasi ≥4 jam dalam sehari, 47% responden memiliki IMT berlebih, 68% responden dengan tingkat aktivitas fisik kategori tinggi. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara posisi duduk, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik responden terhadap NPB (p>0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara durasi duduk, dan indeks massa tubuh dengan kejadian NPB (p<0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara posisi duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah. Durasi duduk dan IMT memiliki hubungan yang bermakna dengan NPB pada pekerja kantor di Jakarta. Kata kunci: durasi duduk, nyeri punggung bawah, pekerja kantor, posisi duduk
Korelasi Kadar Serum Albumin terhadap Massa, Kekuatan Otot dan Performa Fisik pada Usia Lanjut di Poliklinik Geriatri Rsmh Palembang Riviati, Nur; Legiran; Saleh, Irsan; Indrajaya, Taufik; Dharma, Surya; Reagen, Muhammad; Yuniarti, Fifi; Rasidi, Syafran; Lubis, Fadhyl Zuhry; Indra, Bima
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.4233

Abstract

Introduction: Sarcopenia is a common problem found in the elderly. It is characterized by loss of muscle mass, muscle strength, and/or low physical performance. Currently, there’s little research on the association between serum albumin and muscle mass, muscle strength, and physical performance in the elderly, especially in Indonesia. This study aimed to find the correlation between serum albumin and muscle mass, muscle strength, and physical performance in the elderly. Method: A cross-sectional study was conducted from July 2022 to December 2022 towards elderly patients (>60 years) from the geriatric polyclinic at RSUP Moh. Hoesin Palembang. Serum albumin was examined for its correlation with muscle mass, muscle strength, and physical performance using Spearman’s test. Result: 41 elderly patients were included in this study (mean age 70.75 ± 7 years, 56.1% women). Correlation analysis showed that there’s a significant positive correlation between serum albumin with muscle strength (r=0.354, p=0.012) and a negative correlation with physical performance (r=-0.5, p <0.001). In comparison, there was no significant correlation between serum albumin and muscle mass (r=- 0.05, p=0.367). Conclusion: Muscle strength and physical performance have a significant correlation with serum albumin in the elderly. Therefore, even in the normal range, lower serum albumin is closely related to sarcopenia in the elderly. Key Words: albumin, muscle mass, muscle strength, physical performance, sarcopenia.

Page 8 of 18 | Total Record : 171