cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 253 Documents
ANALISIS SOSIAL EKONOMI ASURANSI KECELAKAAN KERJA NELAYAN TRADISIONAL DI KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT GIANA NURALLYANDA
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.14745

Abstract

Riset ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan untuk menganalisis hubungan sosial ekonomi terhadap probabilitas dalam memiliki asuransi kecelakaan kerja nelayan tradisional dan probabilitas keinginan nelayan membayar premi asuransi kecelakaan kerja. Riset ini dilaksanakan pada 10 Tempat Pelelangan Ikan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dengan Tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode inferensial. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara terstruktur, dan teknik dokumentasi. Hasil riset didapat berdasarkan analisis regresi logistik biner dengan variabel independen yaitu Umur (X1), Pendidikan (X2), Pengalaman (X3), Sehat (X4), Merokok (X5), Pendapatan (X6), Jumlah Tanggungan (X7), terhadap probabilitas responden memiliki asuransi kecelakaan kerja dan terhadap probabilitas responden memiliki keinginan membayar asuransi kecelakaan kerja. Hasil koefisien determinansi menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh 22,1% terhadap probabilitas nelayan memiliki asuransi kecelakaan kerja dan variabel independen berpengaruh sebesar 14,5% terhadap probabilitas responden memiliki keinginan membayar premi asuransi. Berdasarkan Uji Wald yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa p-value variabel Pengalaman (X3) memiliki nilai sebesar 5,009 menunjukkan bahwa Varibel Pengalaman berpengaruh secara parsial terhadap probabilitas responden memiliki asuransi kecelakaan kerja. Nilai p-value Jumlah Tanggungan (X7) memiliki nilai sebesar 9,058 hal tersebut menunjukkan bahwa Jumlah Tanggungan Keluarga berpengaruh secara parsial terhadap probabilitas keinginan responden membayar premi asuransi kecelakaan kerja
Front Matter Desember 2022 Redaksi Jurnal Perikanan dan Kelautan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17968

Abstract

Histopatology kidney of seed white snipper (lates calcarifer bloch) which experienced a different decrease in salinity Larasati Putri Hapsari
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.15093

Abstract

White snapper (Lates calcarifer Bloch) is a consumption fish that has high economic and nutritional value. FAO stated that white snapper was a diversified species in aquaculture in 2018. This is because white snapper has many advantages such as fast growth rate, high fecundity, easy hatchery techniques in controlled containers, and high adaptability to various environmental conditions. The method used in this study was experimental with a completely randomized design (CRD) technique using 3 treatments with each treatment being repeated 3 times. The 3 treatments include; A : Water medium with a salinity content of 5 ppt; B : Water medium with a salinity content of 10 ppt; C : Water media with 15 ppt salinity. In this study, white snapper seeds measuring ±3 cm were given 3 different salinity treatments. The three treatments, salinity 5 ppt, 10 ppt, and 15 ppt caused histopathological abnormalities in the kidneys of snapper fish which were used as research objects. The kidney organ has Melano Macrophages Centers (MMC) and Necrosis (N). Kidneys with MMC are characterized by the presence of inflamed organ parts and a collection of pigmented macrophages. The occurrence of necrosis is characterized by the loss of tissue structure and then the kidney tissue is damaged, as well as the loss of cell boundaries or cell nuclei.
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI MAKRO- DAN MESO-PLASTIK DI SUNGAI KERUH, BUMIAYU, KABUPATEN BREBES Nuning Vita Hidayati; Sayyidatur Rahma; Aulia Nisfi Nurhakim; Umi Hadiyawati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.16310

Abstract

Sungai adalah sumber polusi plastik di laut yang telah diakui secara luas dan berpotensi menjadi tempat pembuangan sampah dari berbagai aktivitas dan sumber. Estimasi tingkat pencemaran plastik telah dilakukan untuk pertama kalinya di Sungai Keruh dan Sungai Kalisantri yang melintasi kota Bumiayu, Brebes. Sampel sampah dianalisis untuk mendapatkan data komposisi sampah berdasarkan ukuran (makro, meso) dan sampah plastik berdasarkan Resin Identification Code (RIC). Hasil analisis sampah yang dikumpulkan setiap minggu dari bulan Agustus – September 2021 menemukan  1.537 item (22019,84 gram) sampah sungai dengan total kepadatan 89,59 g/m3 di Sungai Keruh dan 2017.9 g/m3 di Sungai Kalisantri. Persentase berat makroplastik berkisar antara 20–46%, dan persentase berat mesoplastik mencapai 72%. Berdasarkan item, persentasenya mencapai 82% untuk makroplastik dan mencapai 52% untuk mesoplastik. Berdasarkan RIC, 32,59% sampah plastik berasal dari kelompok Others (OT), 31,42% dari Low Density Poly Ethylene (LDPE) dan 23,55% dari Poly Propylene (PP), dengan kepadatan sampah rata-rata 47,16 g/m3. Dominasi sampah plastik diduga karena sungai tersebut dekat dengan pemukiman penduduk dan pasar tradisional. Berdasarkan PP No. 22/2021, sungai seharusnya zero waste, namun sebaliknya hasil kajian menunjukkan jumlah sampah yang sangat melimpah. Oleh karenanya, tindakan untuk mengurangi keberadaan plastik di sungai sangat penting untuk melestarikan lingkungan air tawar maupun laut. 
ANALISIS FINANSIAL USAHA KAPAL PURSE SEINE (STUDI KASUS: KM DAYA CIPTA) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA, SUMATERA UTARA Tyas Dita Pramesthy; Muhammad Nur Arkham; Ratu Sari Mardiah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.13674

Abstract

Perikanan pukat cincin merupakan alat tangkap yang banyak digunakan diperairan Sibolga. Keberlanjutan usaha penangkapan ikan harus diuji dengan analisa kelayakan usaha agar usaha mendapatkan keuntungan dan berjalan untuk jangka panjang. Penelitian dilakukan pada Bulan Juli hingga Agustus 2020 dengan studi pada KM Daya Cipta bertempat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Modal usaha purse seine terbagi 2 yaitu modal awal dan modal operasional. modal awal usaha purse seine senilai Rp.2.941.000.000 untuk kapal berukuran 77 GT dan modal operasional senilai Rp.60.000.000 untuk 12 hari pertrip layar. Hasil tangkapan utama purse seine adalah Tuna, Cakalang, dan Tongkol, sedangkan ikan tangkapan sampingan yang tertangkap beragam jenis seperti ikan Serai, Selar, Jabung, Pari, Salam dan Barakuda. Total biaya tetap yang dikeluarkan pada usaha kapal purse seine sebesar Rp. 488.400.000/ Tahun. Penerimaan hasil tangkapan KM Daya Cipta dalam sekali trip operasional adalah sebesar Rp. 151.471.000. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan operasional usaha purse seine pada KM Daya Cipta sebesar Rp. 76.348.200. bahwa nilai NVP KM Daya Cipta dalam satu tahun adalah Rp. 333.291.064 dan dengan nilai Net B/C 1,138. Hasil perhitungan analisis investasi dengan nilai Net B/C ratio > 1, dapat disimpulkan bahwa investasi layak dilaksanakan.
STATUS KEBERLANJUTAN DAN FAKTOR PENGUNGKIT DIMENSI EKOLOGI DAN EKONOMI PADA PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI KOTA TEGAL Andi Irawan; Karyoto karyoto; Heru Kurniawan Alamsyah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.16950

Abstract

ABSTRACTTegal City is an area located on the North Coast of Java (Pantura) which has a strategic role in developing fishery and marine potential. In the capture fisheries sector, the City of Tegal has marine resources, human resources and adequate infrastructure. However, it is reported that the marine fishery production of Tegal City has fluctuated in the last five years. Sustainability in capture fisheries management has urgency in the life of the fishing community, the interests of the state as well as in the framework of sustainable development, including in meeting consumption needs at various levels of society. This study aims: To determine the sustainability status and leveraging factors of capture fisheries management in Tegal City on the ecological and economic dimensions. Data was collected through direct interviews with respondents through questionnaires. The data collected is data on ecological, ecological and economic aspects. This research method uses a Multi-dimensional Scaling (MDS) approach on the ecological and economic dimensions with the Rapfish technique. The Rapfish technique (Rapid Appraissal for Fisheries) is a quantitative analysis method to evaluate the sustainability of capture fisheries at the research location with attributes as required by FAO-CCRF 1995. The results of the sustainability analysis of capture fisheries management in Tegal City on the Ecological dimension of 40.25% (Less sustainable), and the Economic dimension of 54.96% (Moderately sustainable). Leverage factors on the ecological dimension include the use of illegal fishing gear with an RMS value of 3.60%, selectivity of fishing gear of 3.31% and size of fish caught 2.941%, while leverage factors in the economic dimension include ship ownership with an RMS value of 4.89%, fuel increase with an RMS value of 4.75% and the average age of fishermen with an RMS value of 4.34%. Keywords: Capture Fisheries, Sustainability, MDS, Tegal City   ABSTRAKKota Tegal merupakan daerah yang terletak di Pantai Utara Jawa (Pantura) memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi perikanan dan kelautan. Dalam sektor perikanan tangkap, Kota Tegal memiliki sumberdaya laut, sumberdaya manusia serta infrastruktur yang memadai. Namun demikian, dilaporkan bahwa produksi perikanan laut Kota Tegal mengalami fluktuasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Keberlanjutan dalam  pengelolaan perikanan tangkap memiliki urgensi dalam kehidupan masyarakat nelayan, kepentingan negara maupun dalam kerangka pembangunan berkelanjutan termasuk dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi pada berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk enentukan status keberlanjutan dan atribut (factor) pengungkit pengelolaan perikanan tangkap Kota Tegal pada dimensi ekologi dan ekonomi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan responden melalui kuesioner. Data yang dikumpulkan merupakan data aspek ekologi, ekologi dan ekonomi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-dimensional Scaling (MDS) pada dimensi ekologi dan ekonomi dengan teknik Rapfish. Teknik Rapfish (Rapid Appraissal for Fisheries) merupakan metode analisis kuantitatif untuk mengevaluasi keberlanjutan perikanan tangkap dilokasi penelitian dengan atribut sesuai dengan yang diisyaratkan FAO-CCRF 1995. Hasil analisis keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap di Kota Tegal pada dimensi Ekologis sebesar 40,25% (Kurang berkelanjutan),  dan dimensi Ekonomi 54,96% (Cukup berkelanjutan). Faktor pengungkit pada dimensi ekologi antara lain penggunaan alat tangkap ilegal dengan nilai RMS 3,60%, selektivitas alat tangkap 3,31% dan Ukuran Ikan tertangkap 2,941%, sedangkan factor pengungkit pada dimensi ekonomi antara lain kepemilikan kapal dengan nilai RMS 4,89%, kenaikan BBM dengan nilai RMS 4,75% dan rata-rata  usia nelayan dengan nilai RMS 4,34%. Kata kunci: Perikanan Tangkap, Keberlanjutan, MDS, Kota Tegal
ANALISIS EKONOMI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KLASTER BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN BANYUMAS Ade Rusman
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.15741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data profil dan sebaran klaster budidaya ikan air tawar Kabupaten Banyumas, termasuk analisis ekonomi dan strategi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Method, yaitu perpaduan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif menggunakan conventional content analysis dan wawancara mendalam terhadap stakeholders terkait. Sedangkan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis location quotient (LQ) dan SWOT. Berdasarkan hasil kajian kawasan klaster budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banyumas tersebar di 10 kecamatan, yaitu Baturaden, Sumbang, Kembaran, Kedungbanteng, Karanglewas, Cilongok, Kemranjen, Sokaraja, Ajibarang, dan Sumpiuh. Jenis ikan dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu gurami sebagai komoditas unggulan, lele sebagai komoditas andalan, dan  nila sebagai komoditas potensial. Berdasarkan hasil survey total produksi kawasan klaster budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banyumas tahun 2018-2021 masing-masing adalah 6,75 ton, 7,09 ton, 7,11 ton, dan 8,01 ton. Berdasarkan perhitungan dari tahun 2016-2020 nilai LQ masih dibawah 1 yaitu masing-masing 0,812, 0,8, 0,796, 0727 sehingga sektor perikanan di Kabupaten Banyumas belum menjadi sektor basis. Strategi yang dikembangkan pada kawasan klaster budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banyumas adalah memanfaatkan potensi perikanan dan perkembangan teknologi untuk meningatkan kuantitas dan kualitas produksi, membangun kemitraan dan jejaring usaha (pemerintah dan swasta) dalam rangka pembinaan dan pengembangan budidaya ikan air tawar.
TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN METODE SELAM UNTUK PENANGKAPAN KEKERANGAN DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA Gilang Rusrita Aida; Muhammad Tajuddin Noor; Yusrudin Yusrudin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.14744

Abstract

Kegiatan penangkapan kekerangan di wilayah pesisir Surabaya bagian timur dilakukan secara tradisional menggunakan metode selam. Keberlanjutan sumber daya kerang perlu diperhatikan mengingat kerang merupakan salah satu sumber daya perairan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu titik awal untuk mendukung keberlanjutannya yaitu dengan menganalisa keramah-lingkungan alat tangkap yang digunakan, khususnya penggunaan metode selam untuk menangkap kekerangan sesuai dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries mutlak dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei melalui wawancara kuesioner Sembilan kriteria kepada kelompok nelayan selam. Analisis data dilakukan secara statistika deskriptif melalui pembobotan hasil wawancara nelayan. Berdasarkan hasil analisa sembilan kriteria keramah-lingkungan alat tangkap diperoleh bahwa metode selam sebagai alat tangkap kekerangan memiliki nilai skor akhir sebesar 31,62 yang menunjukkan bahwa metode selam ini termasuk ke metode penangkapan yang sangat ramah lingkungan.
Back Matter Juni 2022 Redaksi Jurnal Perikanan dan Kelautan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i1.16963

Abstract

STATUS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP KOTA TEGAL PADA DIMENSI SOSIAL BUDAYA DAN TEKNOLOGI Heru Kurniawan Alamsyah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17589

Abstract

ABSTRAKSektor perikanan tangkap Kota Tegal dihadapkan pada beberapa persoalan antara lain masih rendahnya tingkat pendidikan nelayan, tingginya populasi nelayan sedangkan daerah penangkapan ikan terbatas dari garis pantai sehingga lokasi penangkapannya menjadi padat, kendala permodalan juga sering dihadapi nelayan yaitu sulitnya persyaratan dan prosedur mendapatkan pinjaman, selain itu belum optimalnya pemanfaatan teknologi pendukung sarana usaha perikanan. Masih rendahnya kesadaran masyarakat nelayan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan menjadi kendala dalam pengelolaan perikanan tangkap yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek keberlanjutan dalam pengelolaan perikanan tangkap Kota Tegal pada dimensi sosial budaya dan teknologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan responden melalui kuesioner. Data yang dikumpulkan merupakan data parameter sosial budaya dan teknologi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-dimensional Scaling (MDS) pada dimensi sosial ekologi dan teknologi menggunakan software Rapfish. Teknik Rapfish (Rapid Appraissal for Fisheries) merupakan metode analisis kuantitatif untuk mengevaluasi keberlanjutan perikanan tangkap dilokasi penelitian dengan atribut sesuai dengan yang diisyaratkan FAO-Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) 1995. Hasil penelitian menunjukkan keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap di Kota Tegal pada dimensi sosial-budaya sebesar 52,10% (cukup berkelanjutan),  dan dimensi teknologi sebesar 51,21% (cukup berkelanjutan). Faktor pengungkit pada dimensi sosial budaya adalah keberadaan kelompok nelayan dengan nilai RMS 2,191%, sedangkan factor pengungkit pada dimensi teknologi adalah kesediaan menggunakan teknologi dengan nilai RMS 1,27%.