cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 253 Documents
Analisis tingkat kesegaran ikan tongkol (Euthynnus sp.) yang dipasarkan di Pasar Antang Kota Makassar Rasdi Rasdi; Hardianty Askar; Istyqamah Muslimin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27661

Abstract

ABSTRAKPedagang yang menjual ikan tongkol di Pasar Antang Makassar masih kurang memperhatikan cara menjaga ikan agar tetap segar. Uji organoleptik dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kesegaran ikan. Studi ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesegaran ikan yang dijual di Pasar Antang Makassar. Penelitian ini dilakukan dari bulan April hingga Mei 2024. Sampel ikan tongkol segar diambil di Pasar Antang, Kota Makassar tiga kali, setiap hari pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00 WITA. Kemudian, sampel diuji organoleptik dan pHnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan sekitar dua minggu menunjukkan bahwa ikan tongkol yang dijual di Pasar Antang, Kota Makassar pada pukul 07.00 pagi masih dalam kondisi segar, tetapi ikan yang dijual dari pukul 12.00 hingga 17.00 telah mengalami kemuduran mutu yang signifikan. pH daging ikan diperkirakan berada di antara 5,57-6,57, yang menunjukkan bahwa masih dalam kisaran normal untuk ikan segar. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa ikan yang dijual di Pasar Antang, Kota Makassar pada pagi hari masih segar, tetapi mulai mengalami kemunduran mutu setelah sore hari.Kata kunci: Ikan tongkol, Organoleptik, Pasar Antang, Tingkat kesegaran ikan ABSTRACTTraders who sell tuna at the Makassar Antang Market still pay little attention to how to keep the fish fresh. Organoleptic tests can be used to determine the level of freshness of fish. This study aims to determine the level of freshness of fish sold at the Makassar Antang Market. This research was conducted from April to May 2024. Fresh tuna samples were taken at the Antang market in Makassar three times, every day at 07.00, 12.00 and 17.00 WITA. Then, the samples were tested for organoleptics and pH. The data obtained was analyzed using descriptive analysis. Research conducted for about two weeks shows that the tuna sold at the Antang market in Makassar at 07.00 am is still fresh, but the fish sold from 12.00 to 17.00 has experienced a significant decline in quality. The pH of fish flesh is estimated to be between 5.57-6.57, which indicates that it is still within the normal range for fresh fish. Based on these results, it can be concluded that the fish sold at the Antang Makassar market in the morning is still fresh, but the quality begins to decline after the afternoon.Keywords: Kawakawa, Organoleptic, Antang market, Fish freshness level   
Identifikasi Kesesuaian Lokasi Penempatan Rumah Ikan di perairan Pulau Kalih Kabupaten Serang Aulia Hikmah Nanto; Adi Susanto; Muta Ali Khalifa
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.24147

Abstract

Fish apartment is a hollow building composed of solid objects placed in waters which is intended to replace the ecological function of natural habitat for fish resources. Therefore, the placement of fish houses must be done taking into account certain criteria. The aim of this research is to determine the suitability of the location for placing fish apartment in the waters of Kalih Island, Serang Regency, Banten Province. Survey and data collection activities were carried out in November 2023. The data collected included oceanographic characteristics, water quality and existing utilization activities carried out by the community in the waters of Kalih Island. Location suitability analysis is carried out using a scoring method with certain criteria. The results show the waters of Kalih Island are not suitable for placing fish apartment with the final scores obtained being 210 and 220. Parameters that are less suitable include water brightness, substrate type, safety factors and low community participation.
Pengembangan Tata Kelola Ekonomi Biru Untuk Memperkuat Blue Economy Development Index di Indonesia Aryo Sahid Sujiwo; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.23726

Abstract

Meskipun ekonomi biru mempunyai potensi untuk berperan dalam pembangunan kelautan yang berkelanjutan, hingga saat ini praktik-praktik untuk menerapkan konsep ekonomi biru jumlahnya masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang potensial untuk mendukung pembangunan ekonomi biru, menganalisis elemen-elemen yang terlibat dalam tata kelola ekonomi biru, serta menganalisis model struktural elemen-elemen tersebut guna meningkatkan Blue Economy Development Index di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran untuk mencapai tujuan tersebut: analisis kebijakan dan kelembagaan, wawancara semi terstruktur dengan pelaku ekonomi biru, dan survei lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah interpretive structural modeling. Temuan penelitian ini menunjukan adanya enam sektor ekonomi biru di Pulau Untung Jawa: keberadaan galangan kapal, penangkapan ikan, aquakultur, wisata bahari, transportasi laut, dan desalinasi air laut. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penegakan hukum dan peraturan terkait ekonomi biru sebagai elemen kunci, dilanjutkan dengan elemen dukungan pemangku kepentingan terkait ekonomi biru. Sedangkan untuk kelembagaan tata kelola ekonomi biru yang berkelanjutan, penelitian ini menemukan kepemimpinan dan komitmen pemerintah sebagai elemen kunci kelembagaan tata kelola ekonomi biru.
Deskripsi kelas kropyokan ikan koki (Carassius auratus) oranda yang diproduksi oleh pembudidaya ikan dari daerah Tulungagung Muhammad Dicky Firmansyah; Farikhah Farikhah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.25343

Abstract

Ikan koki oranda kropyokan bernilai penting bagi agribisnis perikanan ikan hias koki, namun sejauh pengetahuan penulis hingga saat ini informasi ilmiah mengenai ikan koki jenis oranda kropyokan sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik ikan koki oranda kropyokan dan menganalisis biometrik ikan koki oranda kropyokan dari tiga pembudidaya berbeda di Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan ikan kropyokan sebagai objek kajian riset dan tiga pembudidaya, pada setiap pembudidaya ikan diambil 20 ekor sampel ikan. Penentuan ikan sampel secara  acak. Data yang dikumpulkan sifat morfometrik dan meristik (Habbeb, 2022), faktor kondisi, dan distribusi frekuensi panjang. Hasil penelitian analisis biometrik didapatkan standar baku ikan koki oranda kropyokan dari sifat morfometrik antara lain standard length, body width, body depth, head length, head depth, eye orbital diameter, prepectoral fin length, prepelvic fin length. Untuk sifat meristik berdasarkan Scale of lateral line, Dorsal fin branched rays, Pectoral fin branched rays, Pelvic fin branched rays. Nilai faktor kondisi di bawah nilai 3, dikatakan bahwa pertumbuhan panjang lebih dominan daripada pertumbuhan berat. Sedangkan diketahui bahwa di level pembudidaya ikan koki oranda kropyokan umumnya menjual hasil ikannya pada ukuran panjang ± 45mm. Hasil dari morfometrik terhadap SL menunjukan ikan koki oranda kropyokan tidak berbeda nyata dari ikan koki oranda standard terdahulu
Back Matter Volume 13 Nomor 1 (Juni 2023) Jpk Jpk
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.24115

Abstract

CHARACTERIZATION OF ANTIOXIDANT COMPOUNDS FROM CELEBES SEA BAMBOO EXTRACTS (Isis hippuris) USING GC-MS Tanod, Wendy Alexander; Dewanto, Didit Kustantio; Cahyono, Eko; Ansar, Novalina Maya Sari; Rieuwpassa, Frets Jonas; Sambeka, Yana
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.21027

Abstract

Sea bamboo (Isis hippuris) is one of the octocorallia which is reported to produce unique biological activity and is beneficial for pharmaceutical development. Evaluation of the bioactive compounds of sea bamboo collected from Sulawesi (Celebes) waters has never been reported. Gas chromatography and mass spectrometry (GC-MS) are convenient methods for evaluating bioactive compounds. This study aims to evaluate bioactive compounds from extracts of sea bamboo from Sulawesi by GC-MS method and predict their activity computationally. Samples of sea bamboo were collected from Kabonga Besar Coast, Palu Bay, Central Sulawesi, Indonesia. Samples were extracted by maceration method using methanol: dichloromethane solvent. GC-MS evaluated bioactive compounds from sea bamboo extracts. The antioxidant activity was determined by the DPPH scavenging method, compared with Vitamin E. The biological activity of Celebes sea bamboo extracts was predicted with PASS prediction. GC-MS evaluation identified nine alkaloid-derived and phenolic-derived compounds, namely tetramethyldiaminoethane; dimethylisopropanolamine; crotonic acid, (E)-; 2,4-dimethylpyrrole; 1-(carboxymethyl)pyridinium chloride; pyridine, 3,4-dimethyl-; 3,5-dithiahexanol 5,5-dioxide; N-Nitroso-2-methylthiazolidine; and (-)-cis-carveol. The Celebes sea bamboo extracts have strong antioxidant activity. These compounds are predicted to have antioxidant abilities, closely related to their role as NADPH-oxidase inhibitors.
Proses pengasapan ikan tuna asap berdasarkan cara pengolahan pangan yang baik (CPPB) Desa Singa, Bulukumba Hardianty Askar; Istyqamah Muslimin; Rasdi Rasdi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27691

Abstract

Pengasapan ikan tersebar dikalangan masyarakat Desa Singa yang dijadikan sebagai usaha. Sebagian penduduk melakukan usaha pengasapan ikan sebagai mata pencaharian yang dilakukan secara turun temurun. Proses pengasapan yang dilakukan masih tradisional dengan menggunakan rumah pengasapan (tungku). Namun pada proses pengasapan ikan yang dilakukan sering kali tidak sesuai dengan prosedur yang baik sehingga menghasilkan kualitas ikan asap yang tidak bertahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengasapan ikan tuna di Desa Singa berdasarkan prinsip-prinsip CPPB, serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari metode pengasapan yang diterapkan, khususnya dalam aspek kebersihan, kontrol proses, dan kualitas produk akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan para pengolah ikan tuna di Desa Singa. Evaluasi dilakukan terhadap seluruh tahapan proses pengasapan, mulai dari persiapan bahan baku, pengasapan, hingga pengemasan akhir. Penilaian dilakukan berdasarkan standar CPPB yang mencakup aspek kebersihan, kontrol suhu, dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CPPB dalam proses pengasapan ikan tuna telah berhasil meningkatkan kebersihan dan kontrol suhu selama pengasapan, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas produk akhir. Namun, masih terdapat kekurangan signifikan dalam kualitas pengemasan, yang mempengaruhi umur simpan dan daya tarik produk di pasar. Pengasapan dengan kontrol suhu yang lebih baik menghasilkan ikan tuna dengan rasa dan aroma yang lebih konsisten.
Karakteristik Pemanfaatan Ekstrak Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) dan Teh Hijau (Camellia sinensis) sebagai Sediaan Hydrating Toner Intan Nadiya; Sakinah Haryati; Dini Surilayani; Afifah Nurazizatul Hasanah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.22657

Abstract

Penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari akibat wabah COVID-19 telah berjalan selama hampir tiga tahun. Akibat penggunaan masker dalam jangka waktu lebih dari 6 jam memunculkan reaksi kulit berupa jerawat. Kerusakan kulit tersebut dapat berujung pada kerusakan skin barrier. Kerusakan skin barrier dapat diatasi dengan mengaplikasikan hydrating toner pada kulit. Efektivitas hydrating toner dapat ditingkatkan dengan menggunakan kandungan bahan aktif. Rumput laut Kappaphycus alvarezii memiliki komponen biaoktif meliputi senyawa antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi. Teh hijau merupakan tanaman yang kaya akan komponen bioaktif dan banyak digunakan dalam sediaan kosmetik untuk memperbaiki kondisi kulit. Penggunaan teh hijau dengan kombinasi ekstrak tanaman lain telah banyak digunakan dalam pembuatan kosmetika dan menghasilkan kosmetika dengan kandungan anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dari sediaan hydrating toner yang dihasilkan dari rumput laut K. alvarezii dan teh hijau (C. sinensis). Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi. Ekstrak K. alvarezii ditambahkan dalam formulasi dengan empat konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 5%, 10%, dan 15%. Parameter pengujian yang dilakukan yaitu kapasitas antioksidan metode DPPH, aktivitas antibakteri, uji pH, uji homogenitas, uji waktu kering, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan persentase inhibisi DPPH sediaan hydrating toner berada pada kisaran 83,31±0,77-90,26±1,85%. Zona hambat yaitu 5,5±3,97-9,83±1,76 mm dengan daya antibakteri kuat sampai sedang. Nilai pH sediaan berada dalam kisaran 5,75-5,85 yang masih dalam rentang pH kulit normal. Seluruh sediaan hydrating toner tercampur dengan sempurna, menghasilkan aroma khas teh hijau, berwarna kuning kecoklatan, terkesan dingin, tidak lengket, dan terasa lembab. Lama waktu mengering sediaan yaitu 1 menit 2 detik sampai 1 menit 57 detik.   Kata kunci: antiacne, makroalga, skin barrier
Ekstraksi Konsentrat Protein Ikan Gabus (Channa Striata) Dengan Bahan Pengekstrak Aseton Cindytia Prastari; Irnawati Sinaga; Listia Amanda
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.8448

Abstract

Snakehead has been reported to have high protein content and economic value. This study aims to determine: (1) nutritional content (proximate) fresh snakehead, (2) the results of snakehead fish protein concentrate, (3) nutritional content of snakehead fish protein concentrate, and (4) total amino acid content of fish protein concentrate snakehead. Research in five steps experiment: (1) preparation of fresh snakehead fish meat, (2) analysis of nutritional content (proximate) snakehead fish meat, (3) analysis of the results of snakehead fish protein concentrate, (4) analysis of nutrient content (proximate) concentrate snakehead fish protein, and (5) analysis of the total amino acid content of snakehead fish protein concentrate. The current study reported that the nutritional content (proximate) of fresh meat snakehead fish was 75.52% water (bb): 77.69% protein (bk); 4.18% fat (bk), 14.77% ash (bk), and 3.36% carbohydrate (bk). The average yield produced in the manufacture of snakehead fish protein concentrate was 69.87%. While the nutritional content (proximate) snakehead fish protein concentrate is 8.97% water, 66.07% protein, 0.89% fat; 11.53% ash, and 12.54% carbohydrates. The highest levels of amino acids in snakehead fish protein concentrate were lysine (6,12%) and tryptopan (5,89)
Optimizing Quality and Growth of Gracilaria verrucosa (Gracilariaceae: Gracilariales) in Extensive Ponds Andi Rahmad Rahim; Ummul Firmani; Dwi Retnaningtyas Utami
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.25488

Abstract

Faktor penting dalam budidaya rumput laut Gracilaria verrucosa di tambak ekstensif  adalah penentuan kepadatan komoditas yang tepat, pemberian pupuk sebagai nutrisi untuk mendukung pertumbuhan rumput laut, dan tanah tambak sebagai penampung nutrisi dan menjaga kestabilan rumput laut di tambak selama proses budidaya. Indikator keberhasilan kegiatan budidaya rumput laut pada tambak ekstensif diukur dari  kualitas agar, rendemn, viskositas, dan kekuatan gel yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk memahami sejauh mana faktor-faktor pertumbuhan, jumlah sel, dan kandungan unsur hara berkontribusi terhadap peningkatan kualitas agar rumput laut dalam bentuk model jalur, serta memastikan bahwa kondisi air dan tanah di tambak memenuhi standar yang diperlukan untuk mendukung produksi rumput laut yang berkualitas tinggi. Substrat tanah khususnya di daerah pantura jawa timur sudah banyak terkontaminasi bahan kimia dari aktivitas industri, sehingga kami ingin menguji apakah tanah dengan kondisi tersebut di atas masih layak untuk digunakan dalam peningkatan kualtias agar rumput laut. Penelitian ini dilakukan di hamparan tambak  dengan menggunakan 3 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: A (Kepadatan Terbaik + Tanpa Pupuk Vermicompost + Substrat Tanah Tambak), B (Kepadatan Terbaik + Pupuk Vermicompost + Substrat Tanah Tambak) dan C (Kepadatan Terbaik + Pupuk Vermicompost + Tanpa Substrat Tanah Tambak). Berdasarkan model analisis jalur yang dihasilkan menunjukkan pertumbuhan, jumlah sel serta unsur hara (kandungan gizi) masing-masing memiliki hubungan medium, kuat, dan sangat kuat dalam menghasilkan peningkatan kualitas agar rumput laut  di tambak ekstensif. Kemudian, kualitas air dan tanah secara deskriptif termasuk dalam kategori layak untuk mendukung pertumbuhan dan kualitas rumput laut di tambak.