cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 253 Documents
KARAKTERISASI KITOSAN KOMBINASI CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) DAN CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus) ASAL BANTEN, INDONESIA Rifki Prayoga Aditia; Ginanjar Pratama; Aris Munandar; Dini Surilayani; Sakinah Haryati; Julian Alifka Rizky; Afifah Nurazizatul Hasanah; Bhatara Ayi Meata; Devi Faustine Elvina Nuryadin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17085

Abstract

Green mussel shells (Perna viridis) and crab shells (Portunus pelagicus) have not been optimally utilized. It’s can be used as chitosan. Chitosan from green mussels has a low degree of deacetylation, so it needs to be combined with crab shells in its manufacture. The aims of this study were to characterize and determine the best combination of raw materials for making chitosan from green mussel shells and crab shells. The method in this study used a completely randomized design with triplicate. The treatment in this study was a combination of raw materials from green mussel shells and crab shells, which were 100:0; 75:25; 50:50% (w/w). The results of this study showed that the combination of green mussel shells and crab shells 50:50% (w/w) resulted the best characterization of chitosan with a yield 12.56%, water content 7.55%, ash content 1.59%, degree of deacetylation 73.96% and viscosity of 279 cP
Analysis of conditions and vulnerability of mangrove ecosystem degradation in Dumai City Riau Province Indonesia Tyas Dita Pramesthy; Perdana Putra Kelana; Djunaidi Djunaidi; Muhammad Nur Arkham; Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17595

Abstract

There is still minimum information on the condition of the mangrove ecosystem, such as canopy cover and vulnerability of the ecosystem. Therefore, it was necessary to analyze that by assessing the Important Value Index (INP), canopy cover and vulnerability to degradation. The primary data needed are the type, density, frequency and basal area of mangroves obtained by the Transect Line Plot (TLP) method. The canopy cover was obtained using the Hemispherical Photography method. The data analyzed using INP, pixel analysis with binary images and compared to standard criteria of mangrove damage and vulnerability to degradation of mangrove ecosystems. This study identified 5 types of mangroves, Avicennia alba, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Xylocarpus granatum and Sonneratia alba. Xylocarpus granatum was the species with the highest INP at stations 1 and 2, while at station 3 it was Avicennia alba. Station 1 has the highest canopy cover with a value of 86%. The condition of the mangrove ecosystem in Dumai is generally in the good category with medium stands. In addition, the level of vulnerability to mangrove degradation in can be categorized as low vulnerability. Although this research was conducted with simple methods and equipment, the results can provide an overall illustration of the condition of the Dumai’s mangrove ecosystem, making it easier for interested parties to manage the ecosystem.
DINAMIKA KONDISI TERUMBU KARANG SEBELUM DAN SESUDAH TSUNAMI SELAT SUNDA DI PULAU BADUL Munandar, Erik; Khalifa, Muta Ali; Susanto, Adi; Nurdin, Hery Sutrawan; Hamzah, Asep; Syafrie, Hendrawan; Budiaji, Weksi; Febrio, Eren Putra; Dewi, Inge Yulistia
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17423

Abstract

ABSTRACTCoral reef is one of spesific tropical coastal ecosystem that has high biodivesity. Badul island is one of small island in Banten coastal that have potential coral reef for international and local tourist. Existence and diversity of coral reef depends on water condition like temperature, water current, brightness, sediment. Badul island coral reef already occured natural damage because of Sunda strait tsunami in 2018. Aims of this study to determine coral reef condition in Badul Island after tsunami and compare with the coral reef condition before tsunami. Observation conducted using Underwater Photo Transect (UPT) method and analyzed with Coral Point Count with Excel Extention (CPCe) software. Result known that coral reef ecosystem in Badul Island waters already seriously damage, in East part there is not live coral exist, in South part there is only 1.55% live coral coverage, West part only 24.77% live coral coverage and North part is only 17.47% live coral coverage. Live coral coverage already significantly decrease compare with before tsunami, almost 72.53%. On the other side, this research found 19 genera from 11 coral family. This condition higher than before tsunami, as much 13 genera. But, only 7 genera still found comparing before and after tsunami. Keywords: CPCe, Ujung Kulon, Coral reef, Tsunami, UPT ABSTRAKTerumbu karang merupakan ekosistem khas perairan tropis yang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Pulau badul merupakan pulau kecil tak berpenghuni yang memiliki potensi terumbu karang yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Keberadaan dan keanekaragaman terumbu karang ditentukan oleh kondisi perairan seperti suhu, arus, kecerahan, sedimen. Akan tetapi, keberadaan ini masih dapat terjadi kerusakan secara alami akibat adanya gelombang besar atau tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi terumbu karang pasca tsunami yang terjadi di selat sunda serta perbandingannya dengan kondisi pada saat sebelu terjadi tsunami. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode UPT (Underwater Photo Transect) yang dianalisis menggunakan piranti software CPCe (Coral Point Count with Excel ectention). Hasil yang peroleh terlihat bahwa kondisi terumbu karang di pulau badul mengalami kerusakan dengan persentasi tutupan karang hidup di bagian selatan sebesar 1.55 %, di bagian barat sebesar 24.77% dan di bagian utara sebesar 17.47%. Persetasi tutupan ini menurun drastis dibandingkan dengan perentasi tutupan terumbu karang pada saat sebelum tsunami yang mencapai 72.53%.  genus karang yang ditemukan terdapat 19 genus  dari 11 famili karang. Jumlah ini meningkat dibandingkan yang ditemukan pada saat sebelum tsunami yakni terdapat 13 genus. Akan tetapi, genus yang ditemukan pada sebelum dan sesudah tsunami hanya terdapat 7 genus. Kata kunci: CPCe, Ujung Kulon, Terumbu karang, Tsunami, UPT
ANALISIS KADAR OMEGA 3 PADA DAGING IKAN TAWASSANG (Naso thynnoides) ASAL PAOTERE KOTA MAKASSAR Tahirah Hasan; Yasnidar Yasnidar; Muhammad Jusman Risaldi; Riza Linda; Mega Sari Juane Sofiana; Ikha Safitri
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.17935

Abstract

Omega-3 adalah kelompok asam lemak tak jenuh  essensial yang angat dibutuhkan oleh tubuh, karena tubuh tidak dapat mensintesa senyawa tersebut. Asam lemak omega-3 banyak ditemukan pada berbagai spesies ikan yang merupakan sumber asam lemak  hewani laut, seperti ikan tawassang (Naso thynnoides).  Telah dilakukan analisis kadar omega 3 pada daging ikan tawassang (Naso thynnoides) asal Paotere Kota Makassar.  Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis  kadar dan jenis asam lemak omega 3 pada daging ikan tawassang (Naso thynnoides). Ekstraksi sampel secara sokhletasi dengan pelarut n-heksan, yang dilanjutkan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif kadar dan jenis omega 3  menggunakan  instrument Gas Chromatography-Mass Spektrofotometer (GC-MS).  Hasil  analisis menunjukkan bahwa ekstrak daging ikan tawassang (Naso thynnoides) memiliki kandungan omega 3 sebesar 14,7941% dengan komposisi asam linolenat 0,3474%, DHA 10,7933% dan EPA 3,5735%. 
KARAKTERISTIK DAN PROFIL ASAM LEMAK MINYAK IKAN DARI JEROAN IKAN BULAN-BULAN (Megalops sp.) Stephanie Bija
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.20229

Abstract

Ikan bulan-bulan (Megalops sp.) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang hidup di Perairan pantai dan muara sungai, serta termasuk jenis hasil tangkapan samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan profil asam lemak minyak ikan bulan-bulan (Megalops sp.), serta menentukan suhu ekstraksi terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah ekstraksi secara dry rendering pada suhu 400C, 500C, dan 600C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan kadar lemak jeroan ikan bulan-bulan yaitu 17,80%. Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan ekstraksi dengan suhu 60oC. Nilai rendemen yang diperoleh  sebesar 20,34%. Profil asam lemak minyak jeroan ikan bulan - bulan (Megalops sp.) menunjukkan total kandungan asam lemak jenuh/saturated fatty acid (SFA) sebesar 49,60%; total kandungan asam lemak tidak jenuh tunggal/monounsaturated fatty acid (MUFA) sebesar 32,97%; dan total kandungan asam lemak tidak jenuh majemuk/polyunsaturated fatty acid (PUFA) sebesar 17,39%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jeroan ikan bulan-bulan dapat diekstraksi menjadi minyak ikan.
TINGKAT KEPUASAN NELAYAN PPS KUTARAJA TERHADAP PELAYANAN PENERBITAN STANDAR LAIK OPERASI (SLO) DI PSDKP LAMPULO Hafinuddin, Hafinuddin; Ritanto, Eko Prasetyo
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.19176

Abstract

ABSTRACTPSDKP Lampulo is a UPT called a base that covers the four Wilker provinces, namely Aceh, North Sumatra, West Sumatra, Bengkulu and is based in Lampulo Village, Banda Aceh City. This research was conducted with the aim of knowing the level of fishermen's satisfaction with the SLO issuance service at the Lampulo PSDKP. The method in this research is a quantitative method with a descriptive approach, the data needed is primary and secondary data. Primary data collection was carried out by interview. Sampling by census method. Census or total sampling is a sampling technique in which all members of the population are sampled by all. In payment for the sample used, there were 15 people because that number was the only one managing the ship's SLO. The data collected from each respondent was based on 9 assessment elements related to the level of fishermen's satisfaction with the SLO issuance service at the Lampulo PSDKP. The result data were analyzed according to the guidelines for the implementation of public service units by measuring the Likert Scale. The results of research with quantitative methods showed a score of 87.96. The value category between 76.61 – 88.31 is the Good category. This is the level of fishermen's satisfaction with the SLO issuance service at the Lampulo PSDKP which is in the Good value category. The results of calculations with a Likert Scale obtained from the level of satisfaction with the SLO issuance service at the Lampulo PSDKP are based on 9 assessment elements namely (requirements), (systems, mechanisms and procedures), (completion time), (costs/tariffs), (product specifications, types of services ), (competence of executors) (executor behavior) (facilities and infrastructure) (handling, complaints, suggestions and input) by calculating the total value of each element of service, the weight of the value per element and the average value per weight per element. ABSTRAKPSDKP Lampulo merupakan UPT disebut pangkalan yang mencakup empat provinsi Wilker yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu dan berpangkalan di Desa Lampulo, Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penerbitan SLO di PSDKP Lampulo. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, data yang dibutuhkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara. Pengambilan sampel dengan metode sensus. Sensus atau sampling total adalah teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua. Dalam penentuan sampel yang digunakan berjumlah 15 orang karena jumlah itu saja yang menjadi pengurus SLO kapal. Data yang dikumpulkan dari setiap responden berdasarkan 9 unsur penilaian yang berkaitan dengan tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penerbitan SLO di PSDKP Lampulo. Data hasil  dianalisis sesuai pedoman penyusunan unit pelayanan publik dengan pengukuran Skala Likert. Hasil penelitian dengan metode kuantitatif menunjukkan skor 87,96. Kategori nilai antara 76,61 – 88,31 merupakan kategori Baik. Hal ini tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penerbitan SLO di PSDKP Lampulo berada pada kategori nilai yang Baik. Hasil perhitungan dengan Skala Likert yang diperoleh dari tingkat kepuasan terhadap pelayanan penerbitan SLO di Pangkalan PSDKP Lampulo berdasarkan 9 unsur penilaian yaitu (persyaratan), (system, mekanisme dan prosedur), (waktu penyelesaian), (biaya/tarif), (produk spesifikasi jenis pelayanan), (kompetensi pelaksana) (perilaku pelaksana) (sarana dan prasarana) (penanganan, pengaduan, saran dan masukan) dengan menghitung masing-masing jumlah nilai unsur pelayanan, bobot nilai perunsur dan nilai rata-rata per timbang per unsur.
KELIMPAHAN DAN BIOMASSA IKAN KARANG DI KAWASAN PERAIRAN PULAU PASUMPAHAN KOTA PADANG ahmad Khoiri
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.16651

Abstract

Ikan karang menempati banyak kelompok fungsional (coralivor, herbivor, karnivor) dan memainkan peran integral dalam menjaga kesehatan ekosistem terumbu karang sehingga ikan karang akan hidup di daerah terumbu karang yang sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis, kelimpahan ikan karang, keanekaragaman ikan karang dan biomassa ikan karang di kawasan perairan Pulau Pasumpahan. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret 2022 di kawasan perairan Pulau Pasumpahan. Metode pengambilan data yang digunakan adalah Underwater Fish Visual Census (UVC). Hasil penelitian di Pulau Pasumpahan bahwa kelimpahan ikan karang yang ditemukan kelompok ikan yang tertinggi adalah kelompok herbivor dengan nilai kelimpahan 3171 individu/hektar di stasiun 3, kelimpahan kelompok corallivor tertinggi terdapat di stasiun 2 dengan nilai kelimpahan 1171 individu/hektar dan kelimpahan kelompok karnivor tertinggi di temukan di stasiun 2 dengan nilai kelimpahan 171 individu/hektar. Keanekaragaman ikan karang yang ditemukan dalam kategori rendah dengan nilai H’ < 2,30. Biomassa ikan karang di kawasan perairan Pulau Pasumpahan dalam kategori rendah dengan nilai biomassa < 300 kg/hektar. 
Arah Pergerakan Kapal dengan Sudut Kedatangan Gelombang yang Menghasilkan Amplitudo Rolling Minimum Yopi Novita; Yoga Nugraha; Prihatin Ika Wahyuningrum; Tri Nanda Citra Bangun; Dwi Putra Yuwandana
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.20219

Abstract

Kapal perikanan memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Puger didominasi oleh kapal-kapal berukuran kecil yang berukuran <5 GT. Tujuan penelitian ini adalah menghitung besar amplitudo rolling minimum berdasarkan variasi arah kedatangan gelombang terhadap arah pergerakan kapal dan merekomendasikan arah keberangkatan kapal dan arah kepulangan kapal terhadap sudut kedatangan gelombang yang aman. Penelitian dilakukan terhadap kapal jukung berukuran p × l × t yaitu 12 × 1,3 × 1 m berbahan kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan variasi sudut encounter saat kapal keluar adalah 90o, 135o, 150o dan 165o, sedangkan variasi sudut encounter saat kapal masuk adalah 15o, 30o, 45o dan 90o. Berdasarkan hasil penelitian, sudut yang menghasilkan amplitudo rolling minimum pada saat kapal keluar dan masuk pelabuhan yaitu sudut 165o dan 15o dengan nilai amplitudo rolling sebesar 8,012o dan 12,287o. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pada saat musim timur, kapal keluar dan masuk pelabuhan dengan sudut yang paling aman berhadapan dengan gelombang secara berurut adalah sudut 165o dan 15o.
Front Matter Volume 13 Nomor 1 (Juni 2023) Jpk Jpk
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.24109

Abstract

DINAMIKA POPULASI IKAN KEMBUNG LELAKI (Rastrelliger kanagurta) DI TELUK KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, INDONESIA Restituta Kurnia; Yahyah yahyah; Lumban Nauli Lumban Toruan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.21368

Abstract

Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta) in the waters of Kupang Bay is part of the wealth of biological resources that the population needs to be maintained in order to be sustainable. The rate of exploitation Indian mackerel fish is due to the large market demand and high levels of consumption, causing many fishermen to carry out continuous fishing. This research aims to analyze Indian mackerel fishstock as a basis for policies for fisheries management in the waters of Kupang Bay. The research was conducted in September 2022. Total sample of fish was 150. The data collected includes length and total weight. Data analyzed used Microsoft Excel and FISAT II software. The results of the analysis of the long-weight relationship between male and female mackerel showed that the growth pattern was negatif allometric with estimated of growth parameters L∞ = 28.40 cm, K = 0.51 years, and t0 = -0.32 years. The total mortality rate (Z) was 4,68, the natural mortality rate (M) was 1,17, the mortality rate from fishing (F) was 3,5, and the exploitation rate (E) was 0,75 per year.