cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 271 Documents
APLIKASI GOOGLE EARTH ENGINE UNTUK KLASIFIKASI HABITAT BENTIK PESISIR NONGSA BATAM MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST Prabowo, Nico Wantona; Rusli, Ari; Ghazali, Muhammad; Lubis, Muhammad Zainuddin; radityani, Fitri afina
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.33372

Abstract

This study aims to map benthic habitats in the coastal area of Nongsa, Batam, using Sentinel-2A satellite imagery processed using the Random Forest (RF) algorithm on the Google Earth Engine (GEE) platform. The study area includes Teluk Mata Ikan, Tanjung Bemban, and Batu Besar, Nongsa District, Batam City, Kepulauan Riau Province. Field data were obtained through snorkeling surveys and underwater photo documentation in 16-18 August 2024. The four main habitat classes that were successfully identified include coral, sand, seagrass, and rubble (dead coral fragments). The classification results show the dominance of non-living substrates in the form of sand and rubble in most of the study area, while seagrass and coral are distributed in a limited area. Validation of the classification results produced an Overall Accuracy value of 89.90%, indicating a very good level of classification accuracy and suitability. The combination of Sentinel-2A imagery, RF algorithm, and GEE has proven to be effective, efficient, and replicable for mapping tropical benthic habitats spatially and periodically as a basis for sustainable coastal area management.
Estimation Of The Sustanaible Potential Of Red Snapper (Lutjanus Malabaricus) Landed At The Sibolga Archipelago Fishing Port Fuah, Ricky Winrison; Rahayu, Rosi; Umam, Hairul; Pandang, Ivonda Vicanda; Agustina, Imelda
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.31375

Abstract

Continuous and uncontrolled fishing of red snapper will cause fish stocks to degrade, while there is no recruitment process and if caught without good management. Therefore, it is necessary to study the estimation of the sustainable potential of red snapper. The purpose of this study was to calculate Catch Per Unit Effort (CPUE) and assess the value of Maximum Sustainable Yield (MSY) and Total Allowable Catch (TAC/JTB) of red snapper. The research was conducted at Sibolga VAT with survey data collection method, while the surplus production method with Schaefer model. The results showed that the standardized CPUE value in 2018 was 0.060 tons/trip, in 2019 it decreased to 0.037 tons/trip, in 2020 it decreased to 0.029 tons/trip, in 2021 it increased to 0.041 tons/trip, and in 2022 it increased to 0.060 tons/trip, then a decrease occurred again in 2023 which was 0.055 tons/trip. The overall CMSY value calculated using the Scheafer model was 122.2 tons, so it can be concluded that the fishing status is fully exploited and overfished. While the FMSY value is obtained at 3201 trips, where the status is overfished and fully exploited because the fishing effort each year is above the FMSY value. The total allowable catch (TAC/JTB) is 97.8 tons. 
ANALYSIS OF OPERATIONAL ACTIVITIES AND FEASIBILITY OF PURSE SEINE FISHING GEAR AT THE COASTAL FISHING PORT (PPP) SADENG, GUNUNGKIDUL REGENCY, YOGYAKARTA MANIK, AGUSTINA SARTIKA YOS EKARISTI; SARI, RATNA JUITA
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i1.33227

Abstract

Purse seine fishing gear has advantages in the efficiency of catching large quantities of pelagic fish and is considered environmentally friendly because it does not damage the seabed. Handling fish catches from purse seine fishing gear at the Sadeng Coastal Fisheries Port (PPP), there are two types, namely by using salt and ice which can maintain freshness and increase the selling price. This shows that the feasibility of purse seine using ice and salt can improve community welfare and is feasible to be developed. The purpose of this study is to analyze operational activities (construction, fishing gear operating techniques, area and season of operation, size of vessels and engines) and the feasibility of purse seine fishing gear at the Sadeng Beach Fishing Port. The research was carried out by descriptive method, sampling by purposive sampling. The analysis was carried out by explaining the operation activities of the purse seine ship from preparation, determination of fishing areas, travel, the process of capture, transportation and management of catches on board, and landing. The 35 GT purse seine catching unit has a lower fixed cost because the depreciation costs and licensing fees that must be incurred are lower than the 45 GT purse seine fishing unit. Based on calculations, an average R/C value of 1.3121 was obtained. This indicates that the R/C value > 1, which means that the venture is profitable and worth developing.Keywords: Feasibility, Fishing Gear, Purse Seine,  Sadeng Beach Fishing Port
IoT-Based Stability Monitoring and Mitigation System for 5 GT Fishing Vessels Ery Muchyar Hasiri; Asniati Asniati; Hendrawan Syafrie; Jabal Nur; Riyan Abdillah Takdir
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.39841

Abstract

Kapal perikanan 5 GT berbahan fiber-reinforced polymer (FRP) merupakan segmen armada Indonesia dengan risiko kecelakaan tertinggi, namun sistem pemantauan stabilitas real-time yang terjangkau belum tersedia secara memadai. Penelitian ini merancang dan memvalidasi sistem IoT berbasis ESP32 yang mengintegrasikan sensor MPU6050, DS18B20, dan anemometer, dengan data dikirim ke Firebase Realtime Database dan notifikasi didistribusikan melalui dashboard web serta SMS gateway. Sepuluh persamaan matematis untuk memvalidasi dan analisis komputasi pada data menggunakan metode fusi sensor, dekomposisi tahanan hidrodinamik, klasifikasi risiko, dan keputusan mitigasi, yang selanjutnya dilakukan validasi terhadap 8.928 rekaman lapangan di Perairan Buton dan Buton Selatan (Januari 2025) tanpa kesalahan komputasi. Tahanan gesek mendominasi (82,32%) dan tahanan gelombang berkorelasi kuat dengan tinggi gelombang signifikan (R²=0,9447). Sebanyak 83,4% rekaman berada pada kategori risiko Sedang hingga Sangat Tinggi selama muson barat dimana sistem mengaktifkan peringatan pada 13,0% rekaman dengan distribusi mitigasi, 48,4% perluasan operasional, 32,3% survival mode, dan 19,4% pembatasan operasional. Sistem ini menyediakan kerangka kerja keselamatan yang tervalidasi dan hemat sumber daya untuk kapal perikanan kecil di perairan tropis.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN TAMBAK BANDENG (Chanos chanos) DI PANTAI CEMORO SEWU DESA KENDALREJO, KABUPATEN PEMALANG Natasya Fikadianova Mutiara Kurnia Putri; Ani Haryati; Isnaini Prihatiningsih
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.33059

Abstract

Bandeng (Chanos chanos) adalah salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan tingkat konsumsi cukup tinggi. Oleh karena itu, saat ini ikan bandeng sudah banyak dibudidaya terlebih pada daerah pesisir. Akan tetapi, masih banyak pengelola tambak ikan bandeng yang kurang teredukasi dalam pengelolaan kualitas air tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi parameter kualitas perairan dan menganalisis tingkat kesesuaian tambak bandeng di Pantai Cemoro Sewu, Kendalrejo, Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan di lima stasiun. Analisis data mengunakan metode skoring untuk penilaian tingkat kesesuaian perairan budidaya ikan bandeng kemudian dianalisis menggunakan metode matching untuk membandingkan antara parameter fisika dan kimia perairan suatu lokasi dengan kriteria kesesuaian yang diinginkan untuk budidaya ikan bandeng. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa dari kelima stasiun tambak di Pantai Cemoro Sewu, Kendalrejo pada stasiun 1 menunjukkan hasil penilaian S1 (sangat sesuai) yang berarti sangat potensial dan sedang keempat stasiun lainnya dalam kategori S2 (cukup sesuai) yang berarti memenuhi persyaratan minimum untuk digunakan dalam budidaya bandeng.
KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA IKAN ASAP PINEKUHE: PENGOLAHAN MENGGUNAKAN TUNGKU PENGASAPAN TEBIYAMA Frets Jonas Rieuwpassa; Agus Turambi; Frans Gruber Ijong; Wendy Alexander Tanod; Eko Cahyono; Novalina Maya Sari Ansar; Obyn Imhart Pumpente; Yana Sambeka; Aprelia Martina Tomasoa
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.31195

Abstract

Penggunaan teknik pengasapan tungku tebiyama untuk mengolah ikan asap pinekuhe belum banyak dilakukan. Padahal tungku ini memiliki banyak keunggulan misalnya efektif dan efisien dalam pengasapan serta merupakan teknik pengasapan tertutup. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai organoleptik, komposisi kimia dan kandungan PAH ikan asap pinekuhe yang diasapi menggunakan tungku tebiyama. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ikan asap penikuhe, pengemasan vakum dan disimpan selam 9 hari untuk pengamatan organoleptik, pengujian proksimat dan analisis PAH. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai organoleptik selama penyimpanan 9 hari masih dapat diterima oleh penelis untuk semua parameter. Kandungan protein cukup tinggi yaitu 32,18% sedangkan kadar air sebesar 31,28%. Analisis PAH menunjukkan terdapat 16 jenis senyawa PAH dengan senyawa benzo(a)pyrene sebesar 0,395 ppm.
EVALUASI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SKPT NATUNA SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI MARITIM Wiwik Susanto; Subekti Nurmawati; Sinung Rahardjo
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.35950

Abstract

Kabupaten Natuna memiliki posisi strategis di wilayah perbatasan dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar. Sebagai lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), Natuna diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi maritim sekaligus penguatan kedaulatan laut. Namun, implementasi program SKPT di daerah ini belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting SKPT Natuna dan merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Selat Lampa menggunakan metode observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada 33 responden kunci. Analisis dilakukan dengan pendekatan EXSTAND, kesesuaian produk, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pokok pelabuhan telah memenuhi standar, namun fasilitas penunjang dan ketersediaan sumber daya manusia masih terbatas. Perikanan tangkap teridentifikasi sebagai komoditas unggulan, sementara hasil analisis SWOT menempatkan SKPT Natuna pada posisi strategis (Kuadran I), yang menunjukkan potensi pengembangan melalui strategi agresif. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi menyeluruh berbasis indikator teknis dan strategis di tingkat lokal, yang sebelumnya belum banyak dikaji. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup penguatan infrastruktur, reformasi kelembagaan, dan peningkatan kolaborasi multi-aktor guna mewujudkan SKPT Natuna sebagai pusat ekonomi kelautan yang berkelanjutan.
UJI KINERJA SISTEM PEREKAMAN OBJEK SUARA TRANSDUSER DAN IKAN LELE DENGAN ANTARMUKA ANDROID Iskandariah Iskandariah; Rosidin Rosidin; Billi Rifa Kusumah; Ruspendi Ruspendi; Ridwan Siskandar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.31745

Abstract

Perekaman suara bawah air pada umumnya membutuhkan perangkat dengan biaya tinggi dan kompleksitas tinggi, yang membatasi akses bagi berbagai kalangan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji kinerja sistem perangkat perekam objek suara bawah air berbasis antarmuka Android smartphone dengan sumber suara buatan (transduser) dan suara alami (Ikan Lele). Tahapan yang dilakukan adalah perancangan hidrofon, perancangan aplikasi android, dan pengujian kinerja sistemnya. Hasil menunjukkan bahwa sistem perekaman yang dikembangkan mampu merekam suara dengan baik pada rentang frekuensi 100 Hz hingga 15 kHz, dengan peningkatan Signal-to-Noise  Ratio (SNR) dari 30 dB menjadi 55 dB. Hasil uji integrasi seluruh sistem perangkat untuk mendeteksi suara objek di bawah air yang bersumber dari transduser dan Ikan Lele dapat dideteksi dan dibedakan.
Electrocoagulation as an Effective Method to Reduce Microplastic Waste in Water Anting Wulandari; Fitri Afina Radityani; Ahmad Ramadhani; Kharisma Feri Setiawan; Yusepi Yusepi; Randi Anargya
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.37199

Abstract

Microplastics are small plastic particles (
Addition of L-Tryptophan in Feed to Reduce the Cannibalism of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) Seeds Rafi Maulana Rasyad; Lukman Anugrah Agung; Mas Bayu Syamsunarno; Mustahal Mustahal; Saifullah Saifullah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.33229

Abstract

Fullfillment of asian redtail catfish needs in the market can be done by cultivation. The limited availability of Asian redtail catfish seeds has always been an obstacle for cultivators due to cannibalism in the larval to seed stages. One effort to reduce cannibalism in asian redtail catfish seeds is the addition of L-tryptophan which functions as a serotonin hormone synthesis so that it can reduce aggresiveness. However, giving L-Tryptophan in excessive doses can inhibit the growth rate of fish. Therefore this research aims to determine the best dose in reduce cannibalism without inhibiting the growth rate. The research was conducted in July-November 2023, located at the BRIN mini hatchery, Tajurhalang, Bogor. This research used a completely randomized design (RCD) consisting of five different L-Tryptophan dose treatments and was repeated three times. The doses used were 0%, 0,5%, 0,6%, 0,7%, 0,8% (% /kg of feed). This research consisted of four stages, namely preparation of containers, distribution of experimental fish, preparation of treatment feed and maintenance of experimental fish. The results of this research indicated the addition of L-Tryptophan at highest doses (0,8% /kg of feed) is the best treatment to reduce the cannibalism of asian redtail catfish seeds without inhibiting growth. It has the best survival rate value 94,07%, normal death 2,22%, the lowest cannibalism index of 3,70%, the lowest type 1 cannibalism of 3,70%, and no type 2 cannibalism incidents. Water quality during the research was still on the threshold of the optimum maintenance of asian redtail catfish seeds.