cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
EKSTRAKSI SAPONIN DARI DAUN SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA (L.) NIELSEN) MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL DENGAN METODE SOXHLETASI Renaldi, Miftachul Ichwan; Dwiyanto, Hendri Ari; Siswati, Nana Dyah; Susilowati, Susilowati; Triana, Nurul Widji
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31304

Abstract

Saponin merupakan senyawa bioaktif yang memiliki berbagai manfaat dalam industri farmasi, kosmetik, dan pangan. Daun sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) diketahui mengandung saponin dengan kadar yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal ekstraksi saponin menggunakan metode soxhletasi dengan pelarut etanol. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsentrasi etanol (70, 75, 80, 85, dan 90%) serta waktu ekstraksi (2, 3, 4, 5, dan 6 jam). Analisis kadar saponin dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-vis, sedangkan optimasi dilakukan menggunakan response surface methodology (RSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi etanol 80% dan waktu ekstraksi 4 jam, menghasilkan kadar saponin sebesar 4,63%. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi ekstraksi yang diterapkan menghasilkan kesesuaian yang baik antara data eksperimen dan perhitungan sehingga dapat diandalkan untuk menentukan kadar saponin secara efektif. Dengan demikian, ekstraksi soxhletasi dengan etanol 80% selama 4 jam dapat digunakan sebagai metode yang efektif untuk memperoleh saponin dari daun sengon.
MICROWAVE-ASSISTED HYDRODISTILLATION EXTRACTION OF CRUDE OIL FROM ARUMANIS MANGO KERNEL (Mangifera indica L.) Rahmiyati, Lutfia; Saputri, Desi Riana; Alhanif, Misbahudin; Shifa, Naufal Brain; Akbar, Daffa Ahsanul; Auriyani, Wika Atro; Damayanti, Damayanti; Fahni, Yunita; Sanjaya, Andri; Safitra, Edwin Rizki; Adiwibowo, Muhammad Triyogo; Wicaksono, Rihardian Maulana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32306

Abstract

Arumanis mango seeds (Mangifera indica L.) are generally underutilized and still considered agricultural waste. Mango seeds offer various benefits, including antioxidant properties, cholesterol-lowering effects, and natural antibiotic activity. This study aims to determine the yield of mango kernel extract, evaluate the influence of solvent type and extraction time on extraction efficiency, and identify the chemical composition of the extract. The extraction process was carried out using the microwave-assisted hydrodistillation (MAHD) at 375 watts, employing three types of solvents: ethanol, ethyl acetate, and n-hexane, with extraction times of 30, 60, and 90 minutes. The chemical composition of the extracts was analyzed using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) analysis. The results showed that the highest yield was obtained using ethanol at an extraction time of 30 minutes, yielding 40.342%. Based on GC-MS analysis, in the n-hexane at a 90-minute extraction time, the most abundant fatty acid detected was butyric acid, with a retention time of 14.06 minutes and a peak area of 9.852%. Meanwhile, the most dominant compound was hydroxymethyl furfuraldehyde (HMF), which appeared at a retention time of 22.09 minutes with a peak area of 12.437%.
INFLUENCE OF SOLVENT POLARITY ON ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION OF RUBBER SEED OIL: YIELD, CHEMICAL COMPOSITION, AND PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTICS Imalia, Calaelma Logys; Saputri, Desi Riana; Damayanti, Damayanti; Auriyani, Wika Atro; Alhanif, Misbahudin; Fahni, Yunita; Sanjaya, Andri; Achmad, Feerzet; Deviany, Deviany; Sufra, Rifqi; Safitra, Edwin Rizki; Sanjaya, Bagus Gelorawan; Sari, Dewi Kurnia
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31756

Abstract

Rubber seeds contain fatty acids that can be used as industrial mixtures and processed into biodiesel, soap production, and animal feed. So far, the utilization of rubber seeds has not been optimal, so rubber seeds can be processed into oil using an ultrasound-assisted extraction (UAE). The study aimed to determine the characteristics of oil from rubber seed extract, such as color, odor, and chemical compound content. In addition, the study seeks to assess the effect of solvent type (n-hexane, ethyl acetate, and ethanol), extraction time (30, 45, and 60 minutes), and ratio of material :solvent (1:5, 1:6, and 1:7 w/v) on the yield (%) of oil extract from rubber seeds. The results showed that oil from rubber seed extract obtained with n-hexane exhibited a yellow color and had a rubber seed aroma, ethyl acetate solvent produced a cloudy yellow color and had an ethyl acetate aroma, and ethanol solvent produced a brownish yellow color and had a rubber seed aroma. The most significant oil extraction result from rubber seeds is ethanol solvent with a time of 45 and 60 minutes, and a ratio of material to solvent of 1:7 w/v. The rubber seed oil content was tested using GC-MS taken from the three best samples of each type of solvent (n-hexane, ethyl acetate, and ethanol) at an extraction time of 45 minutes and a ratio of material to solvent of 1:7 w/v. The oil compound content in rubber seed extract was 90.64% using hexane, 35.95% using ethyl acetate, and 25.19% using ethanol as solvents. The oil compounds extracted using n-hexane solvent consisted of 9-octadecanoic acid, methyl ester at 63.917%, those using ethyl acetate solvent were acetic acid, butyl ester at 30.67%, and those using ethanol solvent were n-hexadecanoic acid at 9.15%.
ENHANCING THE QUALITY OF BIO OIL FROM RICE STRAW WITH A COMBINATION OF CO-PYROLYSIS WITH PLASTIC AND CO-CATALYST Fe/Al2O3 Sirait, Esterly Septiana; Anwar, Rangga Febry; Perwitasari, Dyah Suci; Puspitawati, Ika Nawang
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32019

Abstract

This study investigates the enhancement of bio-oil quality derived from rice straw through co-pyrolysis with plastic waste (polypropylene and low-density polyethylene) and utilizing a Fe/Al₂O₃ co-catalyst. The pyrolysis process was conducted at 500°C for 20 minutes, with variations in plastic ratios and catalyst concentrations (0–20%). The results indicated that both the yield and calorific value of the bio-oil significantly increased with higher LDPE content and catalyst addition, achieving an optimum yield of 30.56% and a calorific value of 41.308 MJ/kg at a 0:50 PP:LDPE ratio with 20% catalyst. Viscosity and density values were also optimized, falling within ASTM standards with 2.511 cSt and 0.856 g/cm3. Gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) analysis confirmed the dominant presence of gasoline-range hydrocarbons and the absence of corrosive acetic acid. In contrast, ultimate analysis showed high carbon and hydrogen content, suggesting improved fuel quality. These findings indicate that combining co-pyrolysis with the Fe/Al₂O₃ catalyst and integrating plastic waste offers a promising method for producing high-quality, renewable bio-oil from rice straw.
PENGARUH WAKTU SAKARIFIKASI DAN KECEPATAN PENGADUKAN PADA HIDROLISIS ENZIMATIK PATI SUWEG TERHADAP KADAR GLUKOSA DAN KADAR AIR DALAM GLUKOSA CAIR Puspitasari, Kurnia; Andriani, Silvia Desy; Wahyusi, Kindriari Nurma; Sutiyono, Sutiyono; Santi, Sintha Soraya
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32750

Abstract

Kebutuhan gula nasional yang tinggi tidak sebanding dengan produksi dalam negeri mendorong eksplorasi bahan baku alternatif untuk produksi glukosa cair. Umbi suweg (Amorphophallus campanulatus) sebagai tanaman lokal dengan kadar pati tinggi, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan glukosa cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu sakarifikasi (2-6 jam) dan kecepatan pengadukan (200-400 rpm) terhadap kadar glukosa dan kadar air dalam glukosa cair dari hidrolisis pati umbi suweg menggunakan metode enzimatis. Proses hidrolisis diawali dengan pembuatan pati dari umbi suweg, dilanjutkan likuifikasi dengan enzim α-amilase, dan sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan waktu sakarifikasi dan kecepatan pengadukan berbanding lurus dengan kadar glukosa yang dihasilkan dan menurunkan kadar air. Kadar glukosa tertinggi tercapai pada kondisi 6 jam dan kecepatan 400 rpm dengan nilai sebesar 27,5 °Brix. Namun, nilai ini belum memenuhi standar SNI yakni sebesar 70 °Brix. Kadar air yang dihasilkan berada dalam kisaran 7,229-18,139%, yang masih memenuhi batas maksimal menurut SNI 01-2978-1991. Penelitian ini menunjukkan bahwa umbi suweg memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif dalam produksi glukosa cair, di mana waktu sakarifikasi serta kecepatan pengadukan merupakan faktor signifikan dalam meningkatkan hasil glukosa. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperpanjang waktu sakarifikasi agar mencapai kadar glukosa yang sesuai standar. 
EXTRACTION OF DAMMAR RESIN (Agathis dammara) USING MICROWAVE-ASSISTED HYDRO-DISTILLATION (MAHD) A'yuni, Dewi Qurrota; Alhanif, Misbahudin; Hasna, Afifah; Halizah, Nurul; Damayanti, Damayanti; Auriyani, Wika Atro; Fahni, Yunita; Sanjaya, Andri; Mustafa, Mustafa; Kodarif, Abdul Rozak; Rahmiyati, Lutfia; Turnip, Nina Juliana Roberta; Safitra, Edwin Rizki; Saputri, Desi Riana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31631

Abstract

Dammar resin (Agathis dammara) is a mixture of various organic polymers in a solid or semi-solid form that can be utilised as an essential oil source. This study extracted the essential oil from dammar resin using microwave-assisted hydro-distillation (MAHD), considering its ability to extract the product in a short period with only a small amount of solvent. This study investigates the effect of solvent and extraction time on the yield of dammar resin extract. Results showed that the highest yields are 27.500, 22.902, and 15.392% for distilled water, a 1:1 v/v mixture of ethyl acetate and distilled water, and a 1:1 v/v mixture of hexane and distilled water as solvents, respectively. The optimum extraction time was different for different solvents, in the 60–90 minute range. Based on the gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) analysis, the dammar resin extract contains several groups of components, including alcohol and sesquiterpene groups. The alcohol group was higher after extraction using an ethyl acetate and distilled water mixture, especially 2-Butoxyethanol, with a yield of 39.706%. Meanwhile, a mixture of hexane and distilled water increased the sesquiterpene compounds in products such as Germacrene D, yielding 19.975%.
REKAYASA MEMBRAN NANOFIBER KOMPOSIT (MNK) BERBASIS KOMBINASI SERAT KAPUK DAN ZEOLIT ALAM BAYAH UNTUK FILTER DARAH TRANSFUSI Azizah, Rossita Qamara; Aprilliani, Mareta; Assyidiqi, Ridho; Shafadila, Vania; Sari, Eka
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.28321

Abstract

Thalasemia adalah penyakit turunan dengan kondisi kelainan darah, di mana sel darah penderita lemah dan berumur pendek. Banyak anak penderita penyakit ini sejak lahir memerlukan transfusi darah secara terus-menerus sepanjang hidupnya. Pendonor darah biasanya orang dewasa, dan darah yang ditransfusikan sering kali mengandung zat besi tinggi. Hal ini menyebabkan penderita memiliki kandungan zat besi yang tinggi, sehingga menimbulkan efek lain setelah transfusi darah secara terus-menerus. Efek yang timbul adalah terjadinya penumpukan zat besi pada organ jantung, hati, dan ginjal yang menyebabkan penyakit lain pada penderita. Penelitian ini bertujuan menanggulangi efek transfusi darah terhadap kandungan zat besi yang ada pada penderita, yaitu dengan membuat filter darah yang dapat menyaring zat besi dalam darah sebelum dilakukan transfusi darah ke penderita thalasemia. Filter darah dibuat dari selulosa kapuk dan zeolit alam Bayah yang telah diaktivasi sebagai pengikat zat besi. Selanjutnya, bahan tersebut dikompositkan secara homogen dengan metode plating untuk membentuk membran yang dapat menyaring zat besi dalam darah. Diharapkan filter darah ini dapat mengurangi kandungan zat besi dalam darah yang didonorkan untuk penderita thalasemia. Selulosa diekstraksi dari kapuk dengan NaOH 17,5%. Selulosa disintesis menjadi selulosa asetat (SA). Zeolit alam diaktivasi dan dikalsinasi. SA dan zeolit dikompositkan menjadi membran dengan teknik inversi fase, lalu diuji penyaringan dengan darah. Hasil penelitian menunjukkan membran SA/zeolit dengan karakteristik terbaik pada konsentrasi PEG 30%, diameter pori 0,883 μm, nilai fluks 0,0091 mL/cm².menit, kristalinitas 99,5%, dan penurunan zat besi sebesar 6,5%.
PENENTUAN KONDISI TERBAIK PENYISIHAN ION Ca2+ DAN Mg2+ DARI AIR LAUT MENGGUNAKAN NATRIUM KARBONAT (Na2CO3) DAN AMONIUM HIDROKSIDA (NH4OH) Septianingsih, Dilla; Zulianti, Mei Fifa; Dewati, Retno; Sani, Sani
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32090

Abstract

Air laut mengandung beragam ion logam, terutama ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+) yang menyebabkan masalah di berbagai industri, seperti pembentukan kerak pada peralatan industri dan pengolahan air minum.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik dalam penghilangan ion Ca2+ dan Mg2+ menggunakan Na₂CO₃ sebagai agen pengikat kalsium dan magnesium dan penambahan NH4OH sebagai bahan pengikat magnesium pada tahap kedua. Proses penghilangan dilakukan melalui reaksi pengendapan dengan variasi konsentrasi Na₂CO₃ yaitu 0,1, 0,2, 0,3, 0,4, dan 0,5 M, serta suhu operasi 30, 45, 60, 75, dan 90 °C. Waktu pengadukan ditetapkan selama 5 menit, diikuti dengan pengendapan selama 1 jam. Konsentrasi NH4OH ditetapkan pada 6,49 M berdasarkan hasil perhitungan stoikiometri. Kadar ion Ca²⁺ dan Mg²⁺ sebelum dilakukan perlakuan dan sesudah perlakuan dianalisis menggunakan metode titrasi kompleksometri dan atomic absorption spectrometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Na₂CO₃ dan suhu operasi berbanding lurus dengan persen penyisihan ion Ca²⁺ dan Mg²⁺. Analisis statistik menggunakan ANOVA dua arah juga menunjukkan nilai p < 0,05. Kondisi terbaik didapatkan pada penambahan natrium karbonat pada konsentrasi 0,5 M dan suhu 90 °C, dengan persen penyisihan  ion Ca²⁺ mencapai 97,85% dan ion Mg²⁺ sebesar 96,91%. Hasil penyisihan tersebut belum memenuhi standar SNI, karena kadar ion Ca2+ dan ion Mg2+ didapatkan sebesar 180,351 mg/L dan 182,288 mg/L, sedangkan standar SNI pada air minum kadar Ca2+ sebesar 10 mg/L dan kadar Mg2+ sebesar 150 mg/L. Penelitian ini mendukung pengembangan pra-pengolahan air laut yang lebih efisien dengan menurunkan kadar ion Ca²⁺ dan Mg²⁺ dalam industri air minum.
OPTIMIZATION OF PECTIN YIELD FROM KEPOK BANANA PEEL (Musa Balbisiana BBB) USING ULTRASONIC EXTRACTION WITH ACETIC ACID AND SULFURIC ACID SOLVENTS Silvia, Putri Zulva; Saputri, Desi Riana; Damayanti, Damayanti; Auriyani, Wika Atro; Fahni, Yunita; Sanjaya, Andri; Yusupandi, Fauzi; Yuniarti, Reni; Safitra, Edwin Rizki; Tiara, Mega; Pajrin, Alfina; Alhanif, Misbahudin
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31632

Abstract

In Indonesia, banana fruit production occupies the first position compared to other fruits. The peel constitutes approximately 40% of the total weight of the fruit, thus producing a large amount of waste. The white part of the banana peel (mesocarp) has the potential to serve as a source of pectin, which primarily functions as a thickening and gel-forming agent. Pectin can be extracted from fruit peel using acidic solvents. This research was performed using the ultrasound-assisted extraction (UAE) method. This study utilized banana peel waste produced by banana chips traders in the city of Bandar Lampung and aims to determine the effect of temperature, time, and type of extraction solvent on the yield of pectin extract from kepok banana peels (Musa balbisiana BBB), and to identify the molecular functional groups of extracted pectin with the highest yield. Based on this research, it is known that the yield increases with increasing temperature and extraction time. The optimum condition for pectin extraction from kepok banana peel (Musa balbisiana BBB) was obtained at a temperature of 70 °C with a time of 90 minutes for both acetic acid and sulfuric acid solvents, yielding 12.63 and 14.09%, respectively. FTIR spectroscopy analysis reveals that the pectin extract exhibits functional groups with characteristic absorption bands in the specific wavelength regions consistent with pectin’s structure. These include O–H stretching vibrations, –CH₃ groups in the methoxyl (COOCH₃) branch, C–H bonds, C=O carbonyl groups, C–O bonds, and ether (C–O–C) linkages.
OPTIMASI PROSES ADSORPSI PENURUNAN ANGKA ASAM BIO-OIL HASIL PIROLISIS BATANG TEMBAKAU MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Haque, Annisa Mutiara Salma; Ristikawati, Anita; Santi, Sintha Soraya
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31711

Abstract

Limbah tembakau, khususnya batang tembakau, masih kurang dimanfaatkan meskipun Indonesia merupakan salah satu produsen tembakau terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas bio-oil yang berasal dari pirolisis limbah tembakau dengan menurunkan bilangan asam melalui adsorpsi menggunakan karbon aktif. Keasaman yang tinggi dari bio-oil berdampak negatif pada stabilitas, korosivitas, dan efisiensi energi, sehingga membatasi aplikasi langsung sebagai bahan bakar. Proses percobaan melibatkan pirolisis pada suhu 400°C, diikuti dengan adsorpsi dengan karbon aktif pada berbagai massa dan waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan massa adsorben dan waktu adsorpsi secara signifikan menurunkan bilangan asam bio-oil. Berdasarkan optimasi menggunakan RSM, kondisi terbaik diperoleh pada massa adsorben 14,964 g dan waktu adsorpsi 148,562 menit, dengan bilangan asam minimum sebesar 0,600 mg KOH/g. Karakterisasi tambahan, termasuk analisis proksimat dan pengukuran titik nyala, mengkonfirmasi peningkatan sifat bahan bakar. Temuan ini menggarisbawahi efektivitas adsorpsi karbon aktif sebagai metode yang hemat biaya dan terukur untuk meningkatkan kualitas bio-oil, mendorong penggunaan praktisnya dalam aplikasi energi terbarukan.