cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
THE EFFECT OF NATURAL PRESERVATIVE EXTRACTS ON THE PHYSICOCHEMICAL AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF COCONUT SAP Desi Riana Saputri; Yuniar Luthfia Listyadevi; Galeh Widharma; Ratih Ainun Mardiyah; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Wika Atro Auriyani; Yunita Fahni; Damayanti Damayanti; Andri Sanjaya; Feerzet Achmad; Deviany Deviany; Aldillah Herlambang; Edwin Rizki Safitra
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.25689

Abstract

Coconut sap produced from coconut trees has a short shelf life due to contamination and undergoes natural fermentation. One way to extend the shelf life of coconut sap is by adding preservatives. This research aims to determine the effect of adding natural preservative extracts on the antioxidant value, pH, sugar, and alcohol content of coconut sap by adding natural preservatives. There are five samples: pure sap (NM); sap with sugar lime (NK); sap with sugar lime and cinnamon extract (NKM); sap with sugar lime and mango leaf extract (NDM); sap with sugar lime and noni leaf extract (NKD). The study was conducted by extracting natural preservatives, namely cinnamon extract, mango leaves extract, and noni leaves extract, using the maceration method. These natural preservative extracts were mixed with Ca(OH)2 in a 1:1 ratio and dissolved in distilled water. The mixture was then mixed with the sap. The results of the antioxidant test showed that the IC50 values of the NM, NK, NKM, NDM, and NKD samples were 52.911, 144.409, 26.043, 49.275, and 24.21 ppm, respectively. The highest pH value was found in the NK sample at 13.8, and the lowest in the NM sample at 3.8. The lowest sugar content was in the NM and NDK samples, with 10.6 and 14.6%. The highest alcohol content was found in the NK and NKD samples, with alcohol contents of 14.80% and 14.20%. This study shows that adding natural preservatives such as cinnamon, mango leaves, and noni leaves can increase the antioxidant activity of coconut sap, raise its pH, and maintain its sugar content to prevent it from being reduced to alcohol.
SINTESIS KARBON AKTIF DARI SHORT FLAMING COAL LOKAL INDONESIA DENGAN AKTIVATOR KOH SEBAGAI ADSORBEN Yonathan Juanto; Izam Arrazhi; Retno Dewati; Sani Sani
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.26997

Abstract

Batu bara merupakan batuan organik yang terbentuk dari fosil tumbuhan yang berwarna gelap dan terasosiasi oleh kandungan mineral seperti abu dan belerang. Ada 3 tingkatan yang terdapat dalam batu bara antara lain lignit, bituminus, dan antrasit. Antrasit merupakan jenis batu bara terbaik dikarenakan memiliki kandungan karbon terbesar diantara ketiganya, untuk itu pada penelitian ini digunakan batu bara jenis Antrasit. Kandungan karbon yang terdapat pada batu bara dapat dimanfaatkan untuk menjadi karbon aktif yang berfungsi sebagai adsorben. Metode yang digunakan yaitu gabungan antara metode fisika dan kimia, dimulai dengan proses dehidrasi, karbonisasi, dan aktivasi. Hasil yang didapatkan ialah rasio penggunaan KOH dan suhu optimum terbaik untuk mengaktivasi batu bara antrasit ada pada perbandingan batu bara terhadap KOH 1:5 pada suhu 700°C dengan kadar air sebesar 9,9%, kadar abu sebesar 9,9%, kadar zat terbang sebesar 13%, kadar karbon terikat sebesar 77,1%, serapan iodin sebesar 1040,58 mg/g, dan luas permukaan sebesar 317,328 m2/g.
EFFECT OF SOYBEAN FLOUR ADDITION ON THE PHYSICOCHEMICAL AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF BENENG TARO DRIED NOODLES Annisah Nurul Izzah; Puji Wulandari; Vega Yoesepa Pamela; Mohamad Ana Syabana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.29779

Abstract

Ketergantungan Indonesia pada impor gandum telah mendorong minat pada alternatif tepung lokal, meskipun formulasi sebelumnya menggunakan tepung talas beneng dan MOCAF menghadapi tantangan dalam mencapai kandungan protein 10% yang disyaratkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk mengatasi hal ini, tepung kedelai Anjasmoro, yang dikenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi, dimasukkan pada tingkat (0, 5, 10, 15, dan 20%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kedelai Anjasmoro terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik mi kering yang dibuat. Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor. Hasil menunjukkan bahwa mi dengan penambahan 15% tepung kedelai mencapai tingkat protein optimal, memenuhi standar SNI, sekaligus meningkatkan kecerahan warna berkat pigmen karotenoid alami pada kedelai. Namun, peningkatan kadar tepung kedelai juga meningkatkan kehilangan saat memasak dan memperpanjang waktu memasak akibat interaksi pati-protein yang berubah, sehingga diperlukan formulasi seimbang untuk menjaga tekstur dan kualitas. Penelitian ini menegaskan potensi penggunaan tepung lokal dalam mi kering, menawarkan produk yang lebih bergizi sambil mendukung sektor pertanian Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor gandum.
PENGARUH SUHU DAN KONSENTRASI MINYAK ATSIRI SEREH TERHADAP SIFAT FISIK MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN BAKAR PENGGANTI BIODIESEL Theresia Sufin; Elvianto Dwi Daryono
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27700

Abstract

Harga biodiesel masih belum bisa bersaing dengan harga solar karena harga bahan baku minyak nabati dan proses pembuatannya yang relatif mahal dan memerlukan banyak energi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencampurkan minyak jelantah dengan bioaditif minyak atsiri sehingga diharapkan hasil campurannya mempunyai sifat fisik seperti biodiesel. Harga minyak atsiri sereh lebih murah jika dibandingkan reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol menggunakan katalis basa yang perlu biaya lebih mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pencampuran dan konsentrasi minyak atsiri sereh yang dicampurkan dengan minyak jelantah terhadap sifat fisiknya. Kondisi operasi penelitian meliputi volume minyak jelantah 150 mL, kecepatan pengadukan 500 rpm, waktu pencampuran 60 menit, konsentrasi minyak atsiri sereh (10, 11, 12, 13, dan 14%) dan suhu pencampuran (30, 40, dan 50°C). Penelitian dimulai dengan perlakuan zeolit sebagai adsorben, perlakuan minyak jelantah, dan pencampuran minyak jelantah yang telah dimurnikan dengan minyak atsiri sereh. Hasil penelitian mendapatkan kondisi terbaik pencampuran minyak jelantah dengan bioaditif minyak atsiri sereh pada konsentrasi minyak atsiri 10% dan suhu pencampuran 50°C dengan hasil analisis densitas 0,876 g/mL dan viskositas 4,828 cSt yang memenuhi SNI 7182-2015 serta kadar air 0,1092% yang tidak memenuhi standar.
PENINGKATAN KADAR NATRIUM KLORIDA (NaCl) DAN PENGURANGAN IMPURITAS AIR LAUT UNTUK GARAM INDUSTRI DENGAN KARBONASI CO2 Rahma, Aliza Milah; Hamid, Muhammad Nabil; Billah, Mutasim; Erliyanti, Nove Kartika; Triana, Nurul Widji; Karaman, Novel
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32778

Abstract

Peningkatan kadar natrium klorida dan pengurangan impuritas air laut dapat meningkatkan kualitasnya sebagai bahan baku untuk pembuatan garam industri. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam proses pemurnian ini adalah pemanfaatan gas karbon dioksida sebagai agen pengikat impuritas. Karbon dioksida bereaksi dengan ion–ion tertentu dalam air laut membentuk senyawa karbonat yang tidak larut, sehingga dapat dipisahkan melalui proses presipitasi. Dalam penelitian ini, parameter utama yang dibandingkan untuk menentukan efektivitas proses adalah laju alir gas karbon dioksida dan waktu kontak antara gas karbon dioksida dengan air laut. Laju alir gas karbon dioksida yang digunakan adalah 400,  500, 600, 700, dan 800 mL/menit, serta waktu kontak pada rentang 15, 20, 25, 30, dan 35 menit. Penelitian ini berhasil mengurangi kadar pengotor Ca2+ dan Mg2+ dalam air laut yang semula berturut–turut sebesar 0,12 dan 0,16% menjadi 0,0203 dan 0,0115%, serta meningkatkan kadar natrium klorida yang semula 1,88 menjadi 2,4502% dengan laju alir karbon dioksida 800 mL/menit dan waktu kontak selama 35 menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu kontak dan semakin besar laju alir gas karbon dioksida yang digunakan, maka kadar pengotor dalam air laut akan semakin kecil dan kadar natrium klorida akan semakin meningkat.
OPTIMASI PENGARUH KONSENTRASI ZAT ADITIF CuCl2 DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PENGENDALIAN KRISTAL BARIUM SULFAT Karaman, Novel; Fajria, Kamaliatul; Anshori, Husna Zaka; Susilowati, Susilowati
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31947

Abstract

Kristal barium sulfat merupakan padatan kristal yang melekat kuat pada permukaan material, sehingga pertumbuhan kristal barium sulfat perlu dikendalikan. Beberapa cara untuk mengurangi pembentukan kristal barium sulfat adalah dengan menambahkan zat aditif dan mengatur kecepatan pengadukan serta waktu pengadukan. Pada penelitian ini, digunakan model Box-Behnken design dengan response surface methodology untuk menentukan variabel penambahan zat aditif, kecepatan, dan waktu pengadukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat aditif CuCl2 (0, 12, dan 24 ppm), kecepatan pengadukan (0, 240, dan 480 rpm) dan waktu pengadukan (25, 75, dan 125 menit) terhadap berat kristal barium sulfat yang diperoleh. Kristal BaSO4 terbentuk dengan mereaksikan antara larutan BaCl2 dengan Na2SO4 pada suhu 50°C. Hasil penelitian menghasilkan model matematika yang dapat memprediksi kondisi optimum untuk memperoleh berat kristal barium sulfat yang kecil. Kondisi optimum yang diperoleh adalah berat kristal barium sulfat sebesar 0,2393 gram dengan konsentrasi CuCl₂ sebesar 24 ppm, kecepatan pengadukan 77 rpm, dan waktu pengadukan selama 54 menit.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI TANDAN KOSONG SAWIT DAN MESOKARP TERHADAP KUALITAS BIOPELET YANG MEMENUHI STANDAR SNI 8675:2018 Amraini, Said Zul; Indarty, Rozanna Sri; Evionitra, Azzahra Uthami; Nabela, Tasya; Helwani, Zuchra; Ahmudi, Ali
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.29363

Abstract

Limbah biomassa dari industri kelapa sawit, seperti tandan kosong sawit (TKS) dan mesokarp, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan biopelet, yang merupakan alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi komposisi antara TKS dan mesokarp terhadap kualitas biopelet yang dihasilkan, serta untuk memastikan bahwa produk biopelet memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) 8675:2018. Penelitian ini juga mengeksplorasi variasi ukuran partikel 30 dan 60 mesh, serta penggunaan tepung tapioka sebagai perekat untuk meningkatkan kualitas biopelet. Empat perbandingan campuran bahan baku (b/b) diuji, yaitu 70% TKS:20% mesokarp, 50% TKS:40% mesokarp, 40% TKS:50% mesokarp, dan 30% TKS:60% mesokarp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopelet terbaik diperoleh dari campuran TKS 40%, mesokarp 50%, dan tepung tapioka 10% dengan ukuran partikel 60 mesh. Biopelet tersebut memiliki kerapatan 0,89 g/cm³, kadar air 2,75%, kadar abu 13,07%, kadar karbon terikat 28,62%, dan nilai kalor 5239,43 kal/g, yang semuanya kecuali kadar abu, memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam SNI 8675:2018. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam optimasi pemanfaatan limbah kelapa sawit dengan menghasilkan biopelet berkualitas tinggi yang memenuhi standar nasional.
OPTIMASI ADSORPSI TIMBAL (Pb) MENGGUNAKAN KERTAS HVS BEKAS DENGAN PENDEKATAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna; Fitria, Mawaddah; Putri, Melani Annisa; Fibarzi, Wiza Ulfa
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.29057

Abstract

Salah satu limbah industri yang berbahaya adalah logam timbal (Pb). Adsorpsi sering digunakan untuk mengurangi unsur logam berat karena prosesnya yang sederhana dan efektif. Pada penelitian ini, digunakan adsorben dari limbah kertas HVS karena kandungan selulosanya yang memungkinkan penyerapan logam tertentu. Selain itu, limbah kertas mudah diperoleh dan berbiaya rendah. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh waktu kontak dan massa adsorben terhadap kapasitas adsorpsi dan efisiensi penyisihan. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu pembuatan adsorben dan limbah artifisial, serta proses adsorpsi secara batch dengan rentang massa adsorben (0,2 sampai 1 g) dan waktu kontak (30 sampai 120 menit).  Optimasi parameter proses dilakukan terhadap konsentrasi awal dan waktu kontak menggunakan pendekatan response surface methodology (RSM). Desain penelitian ini menggunakan model central composite design (CCD) model linier yang menunjukkan nilai R2 sebesar 0,785. Hasil optimum diperoleh pada konsentrasi limbah 20 ppm dengan waktu kontak 113 menit dan massa adsorben 1 g, menghasilkan efisiensi penyisihan maksimum 95% dan kapasitas adsorpsi maksimum 1.254 mg/g. 
PEMODELAN PEMANFAATAN BATUBARA METALURGI BERKUALITAS RENDAH SEBAGAI BAHAN BAKU PARSIAL PRODUKSI KOKAS PADA INDUSTRI BAJA NASIONAL Kodarif, Abdul Rozak; Bindar, Yazid; Yuqdha, Haykal; Saleh, Basuki Rahmad; Febriyanto, Pramahadi
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32508

Abstract

Indonesia merupakan negara terbesar ke-5 penghasil Batubara di dunia dengan jenis batubara yang dihasilkan didominasi oleh batubara termal dan sedikit batubara metalurgi dengan kualitas rendah. Pemanfaatan batubara metalurgi menjadi kokas diperlukan untuk menghasilkan besi cair pada proses tanur tiup. Kokas dihasilkan dari campuran beberapa jenis batubara metalurgi mulai dari yang memiliki kekerasan yang sangat keras hingga yang lunak. Indonesia memiliki satu-satunya pabrik produksi kokas yang sampai dengan saat ini menggunakan 100% batubara metalurgi impor. Kadar sulfur batubara metalurgi Indonesia rata-rata melebihi 0,5% (ADB) sehingga tidak masuk kriteria dasar sebagai bahan baku kokas. Namun, kadar karbon yang mencapai 62% (ADB) merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan dengan mempertimbangkan efisiensi biaya operasi akibat dari penghematan logistik dan pengurangan jumlah batubara metalurgi kualitas tinggi akibat dari pemakaian batubara metalurgi lokal di Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan dukungan dari perangkat lunak simulasi Aspen Plus V11 dan data operasional aktual salah satu pabrik kokas di Indonesia. Variasi dilakukan dengan substitusi komposisi batubara metalurgi impor mulai dari 15-35% dengan batubara metalurgi lokal dan variasi dilakukan sebanyak 5. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa penggunaan batubara metalurgi lokal dapat dilakukan untuk mensubstitusi batubara metalurgi sebanyak 25% dengan total potensi penghematan yang didapatkan oleh perusahaan sebesar Rp11,93 miliar/bulan.
SISTEM LAHAN BASAH BUATAN TERINTEGRASI TENAGA MIKROHIDRO UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH KAMPUNG BATIK PASUNDAN Deviany, Deviany; Yusuf, Reggina Aulia; Tambunan, Yonathan Marasi; Saputri, Desi Riana; Nury, Dennis Farina; Turnip, Nina Juliana Roberta; Imalia, Calaelma Logys
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.29324

Abstract

Teknik pewarnaan kain tradisional batik telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Industri batik di Indonesia didominasi oleh usaha kecil dan menengah yang belum memiliki fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) memadai, seperti halnya di Kampung Batik Pasundan. Air limbah industri batik mengandung bahan kimia berbahaya, pewarna, dan logam berat yang dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Pada studi kasus ini, lahan basah buatan dirancang melibatkan interaksi antara tanaman dan mikroorganisme untuk pengolahan air limbah. Sistem pembangkit listrik tenaga mikrohidro, yang terhubung ke lahan basah buatan, memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan listrik dan menyediakan pasokan energi untuk proses produksi batik. Kapasitas air limbah sebesar 12.000 L/hari memungkinkan untuk menggerakkan turbin menghasilkan 1.368,75 kWh listrik per tahun, sekitar 14% dari total kebutuhan listrik Kampung Batik Pasundan. Desain sistem ini menawarkan solusi pengolahan air limbah industri batik yang berkelanjutan dengan integrasi konservasi energi.