cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
REDUCTION OF TSS AND COD IN RESTAURANT WASTEWATER USING NATURAL COAGULANT FROM KEPOK BANANA PEEL POWDER Mutiara Fajar; Iis Mulyani; Andika Munandar
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.22122

Abstract

Wastewater from restaurant activities contains organic compounds such as carbohydrates, proteins, fats, and oils that can pollute and damage the environment. Therefore, further research is needed to prevent this pollution. This study aims to analyse the characteristics of restaurant wastewater and utilise kapok banana peel waste as a natural coagulant to reduce TSS (total suspended solid) and COD (chemical oxygen demand) concentrations in the wastewater. Additionally, this study aims to analyse the correlation between the reduction in TSS and COD concentrations after the coagulation process. The results showed that kapok banana peel powder has polyelectronic properties and contains carboxyl, hydroxyl, and amide groups acting as active components in the coagulation-flocculation process. The coagulation-flocculation process was efficient at 400 mg biocoagulant, with reduction efficiencies of 92% for TSS and 73% for COD. Based on Pearson correlation analysis using SPSS, the reduction in TSS and COD concentrations had a very strong (r=0.954) and significant (Sig.=0.000) relationship.
PERANCANGAN DAN SIMULASI PROSES LIMBAH PENGOLAHAN SAWIT DENGAN ANAEROBIC DIGESTER DAN AEROBIC BIO-OXIDATION Giovanno Macario Purnomo; Abraham Zefanya; Yansen Hartanto; Herry Santoso; Antonius Indarto
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.22208

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kebutuhan akan produk olahan minyak kelapa sawit meningkat setiap tahunnya dan limbah yang dihasilkan juga akan semakin besar. Limbah dari industri minyak kelapa sawit mengandung bahan organik yang tinggi dan berpotensi untuk merusak lingkungan. Pengolahan yang biasa dilakukan untuk mengolah limbah minyak kelapa sawit yaitu sistem kolam (ponding). Sistem ini sederhana tetapi membutuhkan waktu pengolahan yang cukup lama. Penelitian ini mengkaji penggunaan anaerobic digester dan aerobic bio-oxidation untuk menurunkan kadar pencemaran di limbah seperti BOD, COD, TSS, dan kandungan minyak/lemak. Penelitian ini mencakup proses perancangan dan simulasi proses pengolahan limbah kelapa sawit. Perancangan dilakukan berdasarkan debit limbah 18 m3/jam, suhu 70°C, pH 4,3, TSS 4000 mg/l, BOD 22500 mg/l, COD 30500 mg/l, total nitrogen 550 mg/l, serta kandungan minyak/lemak 900 mg/l. Simulasi dilakukan dengan variasi kenaikan kandungan limbah seperti BOD dan COD, TSS, serta minyak/lemak untuk melihat kinerja pengolahan limbah yang telah dirancang. Dari penelitian ini diperoleh desain pengolahan limbah minyak kelapa sawit yang mampu memenuhi baku mutu limbah dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan proses konvensional. Proses yang dirancang mampu mengolah limbah dengan kenaikan COD, TSS, serta minyak dan lemak hingga mencapai 2 kali dari nilai semula. Sedangkan untuk kenaikan BOD, proses yang telah dirancang hanya dapat menangani kenaikan 1,5 kali dari BOD semula.  
MICROWAVE-ASSISTED EXTRACTION OF TANNIN FROM PAPAYA LEAVES (CARICA PAPAYA LINN): THE EFFECT OF SOLVENT RATIO AND MICROWAVE POWER Glen Bower Vebrianto Siregar; Early Akhalisty Inge Abigail Br Simanjuntak; Desi Riana Saputri; Yunita Fahni; Mustafa Mustafa; Rifqi Sufra; Reni Yuniarti; Fauzi Yusupandi; Faalih Pandu Wicaksono Hadi; Diana Catur Pratiwi; Putri Jesika Adelia; Vania Nur Wahdani; Angeline Nauli; Khofifah Anggitiya Ningrum; Misbahudin Alhanif
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24363

Abstract

Papaya leaves (Carica papaya Linn) have many health benefits, such as antibacterial, anti-inflammatory, antidiarrhea, and others. Papaya leaves contain tannins, saponins, alkaloids, triterpenoids, steroids, and flavonoids. The common characteristic of papaya leaves is the green color, which indicates the presence of tannins. The study aims to discover the characteristics of papaya leaf extract, the effect of the solvent ratio, and the microwave power (MP) on the extraction of tannins from the papaya leaves. Papaya leaves are extracted using the microwave-assisted extraction (MAE) method at 100, 140, and 180 W for 30 minutes, with variations in the material to the solvent ratios 1:10, 1:20, 1:30, 1:40, and 1:50. Qualitative tannin testing was carried out through color observation and FeCl3 tests. UV-Vis spectrophotometry was also used to determine the tannin levels obtained during extraction. The FeCl3 test showed that papaya leaf extract contains tannins. The optimal concentration of tannins is produced at a ratio of 1:20, with a 180 W MP of 8.06 mg TAE/g and a yield of 0.81%. MAE can potentially increase the yield of tannins, which is potentially beneficial to health.
PEMANFAATAN LIGNIN PADA TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PEREKAT LIGNIN RESORSINOL FORMALDEHIDA (LRF) Alrista Rahmawati; Fioni Ashari Putri; Retno Dewati
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.25897

Abstract

Tempurung kelapa mengandung 29% lignin, 27% pentosan, dan 26% selulosa. Kandungan lignin yang terdapat dalam tempurung kelapa dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan perekat LRF (lignin resorsinol formaldehida). Lignin yang digunakan adalah hasil proses delignifikasi menggunakan pelarut etanol 40%. Perekat LRF dibuat dengan cara mensubtitusikan serbuk lignin hasil isolasi lindi hitam sebesar 2,5; 5; 7,5; 10; dan 12,5 gram dengan perbandingan massa resorsinol dan variasi waktu pemanasan selama 20, 25, 30, 35, dan 40 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perekat LRF kemudian dibandingkan dengan perekat komersial dan syarat mutu perekat pada SNI 06-4567-1998. Dari hasil analisis diperoleh warna perekat LRF berwarna coklat kehitaman yang telah sesuai persyaratan SNI dengan pH sebesar 9,97-11,04, densitas 1,17 – 1,28 g/ml, dan hasil uji daya rekat yang sesuai dengan perekat komersial sebesar 3,65 kg/cm2 pada subtitusi serbuk lignin 2,5 gram dan waktu pemanasan selama 20 menit.
DEEP LEARNING DENGAN METODE LSTM (LONG SHORT-TERM MEMORY) UNTUK PEMODELAN KELAKUAN DINAMIK SISTEM DISTILASI MENGGUNAKAN REAL OPERATING DATA William Kurniawan; Budi Husodo Bisowarno
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.22856

Abstract

Kemurnian produk tidak dapat diukur secara on-line dan terdapat time delay dalam pengukuran kemurnian secara offline dan tidak kontinu dengan hasil analisis kemurnian dari laboratorium. Kontrol berbasis variabel inferensial merupakan alternatif untuk memprediksi dan mengendalikan kemurnian produk dengan variabel kondisi operasi yang tepat secara real-time. Pabrik memiliki data kondisi operasi (input) serta data kemurnian produk (output) berasal dari kondisi nyata pabrik dapat digunakan untuk pembangunan model deep learning. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan besar, yaitu pertama adalah tahapan persiapan data untuk menentukan variabel paling sensitif dalam memprediksi kemurnian produk menggunakan metode korelasi pearson yaitu temperatur upper column dan process knowledge yaitu pressure top column. Tahapan kedua adalah penyusunan algoritma deep learning menggunakan metode LSTM (long short-term memory) menggunakan bantuan program python.  Optimizer yang digunakan untuk melatih data adalah optimizer SGD (stochastic gradient descent). Data yang digunakan untuk melatih dan melakukan validasi model deep learning adalah data dari 2018 hingga semester pertama tahun 2019 dengan rasio training set:test data = 70:30. Tahapan ketiga adalah melatih model dan validasi model, memprediksi hasil, serta melakukan evaluasi model terhadap data pabrik terhadap set data semester kedua tahun 2019. Hasil dari pelatihan adalah model LSTM dengan nilai RMSE (root mean squared error) sebesar 1,4. Nilai validasi untuk model ini adalah RMSE sebesar 0,6389. Model ini dapat memprediksi set data semester kedua 2019 dengan nilai R2 =0,74 dan RMSE = 0,56.
PEMBUATAN HIDROGEL BERBASIS POLIVINIL ALKOHOL (PVA)/KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC)/MINYAK ASIRI SERAI MENGGUNAKAN METODE CHEMICAL CROSSLINKED Tuti Indah Sari; Prahady Susmanto; Muhammad Hatta Dahlan; Natasya Islami Kamega; Amalia Pratiwi
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat hidrogel pembalut luka berbasis polivinil alkohol (PVA)/karboksimetil selulosa (CMC)/minyak asiri serai dengan asam sitrat sebagai agen pengikat silang (crosslink agent). Penambahan minyak asiri serai dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hidrogel. Penggunaan asam sitrat sebagai crosslink agent untuk meningkatkan sifat mekanik hidrogel yang dihasilkan. Formulasi hidrogel yang digunakan adalah PVA 10% (v/v) dan CMC 6% (v/v) dengan variasi jumlah minyak asiri serai dan asam sitrat. Hidrogel dikarakterisasi dengan fourier transform infrared (FTIR) dan scanning electron microscope (SEM) serta dianalisis dengan uji kuat tarik, daya serap air (swelling), dan aktivitas antibakteri. Pengujian kemampuan antibakteri dilakukan pada bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah asam sitrat mengakibatkan nilai tensile strength yang semakin tinggi dan elongation at break yang menurun. Peningkatan minyak asiri serai menyebabkan penurunan nilai tensile strength dan elongation at break. Persentase swelling menurun dengan peningkatan jumlah minyak asiri serai dan asam sitrat. Hidrogel pembalut luka menunjukkan potensi yang baik ditandai dengan kemampuan antibakteri yang tinggi, yaitu dengan diameter zona bening rata-rata tertinggi sebesar 11,39 mm. Hasil tertinggi terdapat pada hidrogel dengan minyak asiri sebanyak 0,4 mL dan asam sitrat 2 % yang menunjukkan semakin banyak jumlah minyak asiri serai dan asam yang ditambahkan, semakin baik sifat antibakteri pada hidrogel.
PENGARUH PENAMBAHAN RICE BRAN WAX PADA COATING FILM BERBASIS KITOSAN JAMUR TIRAM TERHADAP PENYUSUTAN BERAT DAN pH BUAH TOMAT Nufus Kanani; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Indar Kustiningsih; Heri Heriyanto; Rusdi Rusdi; Harly Demustila; Wardalia Wardalia; Endarto Yudo Wardhono; Widya Ernayati Kosimaningrum; Meri Yulvianti; Muhammad Gofar; Ila Maghfirotul Fahira
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.25753

Abstract

Tomat (Solanum lycopersium L) merupakan buah yang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga mudah mengalami kerusakan dan mengurangi masa simpan tomat. Coating film pada tomat dapat berfungsi untuk melindungi tomat dari kerusakan fisik dan kimia. Kitosan jamur tiram sebagai bahan dasar pembentukan coating film memiliki kelebihan yaitu bersifat kuat dan fleksibel, namun kitosan memiliki kelemahan, yaitu bersifat hidrofilik sehingga perlu penambahan bahan lain untuk memperbaiki karakteristiknya, yaitu dengan penambahan rice bran wax. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan pelarutan kitosan dalam asam asetat, penambahan rice brand wax 20-50% (w/v), pembentukan coating film menggunakan metode grafting dengan bantuan gelombang ultrasonik pada temperatur 90°C selama 10-60 menit, dan pengaplikasian coating film pada tomat. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tomat tanpa coating yang dianalisis selama 7 hari menunjukkan tanda pembusukan, sedangkan tomat dengan coating film tetap segar. Penambahan rice brand wax berpengaruh pada penurunan susut bobot tomat. Pada konsentrasi rice bran wax 1-5% menunjukkan bahwa coating film mampu mengurangi penyusutan berat tomat dibandingkan tanpa coating. Penurunan susut bobot tertinggi berturut-turut sebesar 7,88%; 7,71%; 5,8%; 4,57% dan 4,33%. Penambahan rice brand wax juga berpengaruh pada banyaknya gas etilen yang dihasilkan. Kadar gas etilen yang dihasilkan pada hari ke 7 dengan dan tanpa adanya pelapisan berturut-turut sebesar 7,89 dan 1,95 ppm.  
PENGARUH AMPLITUDO DAN WAKTU SONIKASI TERHADAP PENURUNAN REFLECTION LOSS PADA SINTESIS MATERIAL ABSORBER BERBASIS PASIR BESI BANTEN UNTUK APLIKASI PESAWAT ANTI RADAR Erlina Yustanti; Agung Trisdian; Alfian Noviyanto
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24310

Abstract

Pada era industri 5.0 kebutuhan akan perangkat elektronik dan teknologi informasi berkembang sangat pesat. Rekayasa material untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan perkembangan zaman melibatkan penggunaan gelombang elektromagnetik dari frekuensi rendah hingga ultra tinggi. Gelombang elektromagnetik banyak membantu dalam mendukung teknologi informasi, namun efek radiasi gelombang elektromagnetik sangat mengganggu kesehatan manusia, sehingga perlu dikembangkan bahan penyerap gelombang elektromagnetik. Pada penelitian ini dikembangkan material penyerap gelombang elektromagnetik berbasis muatan lokal pasir besi dari wilayah Banten. Barium heksaferit merupakan salah salah satu kandidat terbaik sebagai bahan baku untuk sintesis material penyerap gelombang mikro. Fe2O3 sebagai bahan baku barium heksaferit yang saat ini masih impor dapat digantikan fungsinya melalui penggunaan pasir besi lokal sebagai sumber Fe melalui teknik kopresipitasi menghasilkan FeCl3. Pada penelitian ini dilakukan kombinasi rekayasa melalui substitusi Mg-Al pada Fe untuk meningkatkan unjuk kinerja material anti radar yang lebih maksimal. Prinsip kopresipitasi pada penelitian ini mencampurkan BaCl2, FeCl3, MgCl2 dan AlCl3 dan diendapkan menggunakan NaOH 4M. Sampel hasil kopresipitasi disinter pada temperatur 1050°C selama 2 jam dilanjutkan sonikasi pada variasi 0, 3, dan 6 jam dengan variasi amplitudo 45 dan 55%. Karakterisasi komposisi unsur penyusun menggunakan XRF, dilanjutkan analisis struktur kristal menggunakan XRD. Ukuran partikel dikarakterisasi menggunakan particle size analyser (PSA) dan unjuk kinerja sebagai material anti radar menggunakan vector network analyzer (VNA). Penelitian ini menghasilkan FeCl3 sebagai bahan baku dengan kemurnian 41,65% menggantikan peran Fe2O3 dalam sintesis barium heksaferit. Material anti radar fase tunggal BaFe11,8Mg0,1Al0,1O19 berhasil disintesis dengan ukuran partikel 151 nm menghasilkan reflection loss -23,39 dB pada sonikasi 6 jam dengan amplitudo 55%. Material cerdas anti radar hasil penelitian ini dapat penyerapan gelombang elektromagnetik hingga 99,50% pada frekuensi X-Band 8-12 GHz.
PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH PABRIK KELAPA SAWIT SEBAGAI ADSORBEN LOW-COST UNTUK PEMUCATAN CRUDE PALM OIL Dyah Nirmala; Elda Pelita; Desniorita Desniorita; Rita Youfa; Regna Tri Jayanti; Anang Baharuddin Sahaq; Resi Levi Permadani
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.28882

Abstract

Penggunaan fly ash (FA) pabrik kelapa sawit (PKS) sebagai adsorben dapat meningkatkan nilai guna dalam pengolahan limbah padat PKS. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan FA sebagai adsorben untuk pemucatan (bleaching) crude palm oil (CPO). Adsorben FA diharapkan dapat mengurangi atau menjadi alternatif pengganti adsorben komersial bleaching earth (BE) di industri refinery minyak sawit. Penelitian diawali dengan proses aktivasi adsorben FA secara kimia (penambahan larutan asam oksalat) dan fisika (pemanasan menggunakan furnace). CPO dilakukan degumming terlebih dahulu menggunakan asam fosfat. Selanjutnya, adsorben hasil aktivasi dan adsorben komersial BE digunakan dalam proses bleaching CPO dengan jumlah adsorben dan suhu bleaching yang divariasikan. CPO hasil bleaching dilakukan uji warna dengan lovibond tintometer untuk menentukan kemampuan penyerapan adsorben. Penurunan warna CPO terendah diperoleh pada adsorben FA dengan aktivasi kimia pada konsentrasi asam oksalat 1,5 M (FA 1,5 M) dan aktivasi fisika pada suhu 400°C (FA 400°C) masing-masing sebesar 16R/16Y dengan jumlah adsorben 1,5% dan suhu pemucatan 120°C. Berdasarkan hasil uji gum, penggunaan dosis adsorben 1,5% menunjukkan tidak adanya sisa gum pada CPO hasil bleaching. Selain itu juga dikaji kemampuan penyerapan dari kombinasi adsorben FA dan BE dengan rasio yang divariasikan. Penurunan warna CPO terbaik sesuai standar mutu industri refinery sebesar 17R/17Y diperoleh pada rasio adsorben BE:FA sebesar 1:3 (adsorben campuran BE:FA 1,5 M dan BE:FA 400°C). Kadar FFA CPO hasil bleaching secara keseluruhan mengalami kenaikan dibanding dengan CPO awal yaitu sebesar 7,719%.
PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK MENJADI SELULOSA ASETAT SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN FILTER MASKER DENGAN METODE PELAT KACA SEDERHANA Annisa Kurnia Pratiwi; Sultan Tora Fattahu Majid; Titi Susilowati
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27164

Abstract

Pembuatan filter masker dengan memanfaatkan selulosa asetat dari eceng gondok (Eichhornia crassipes) bertujuan untuk mendapatkan bahan alternatif pembuatan filter masker selain kapas. Pemilihan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai bentuk pemanfaatan gulma perairan yang masih sedikit pengolahannya. Faktor pembanding dalam penelitian ini untuk menghasilkan selulosa asetat yang sesuai dengan standar filter masker adalah kecepatan pengadukan dan waktu asetilasi saat proses asetilasi. Variasi kecepatan pengadukan yang digunakan adalah 350, 450, 550, 650, dan 750 rpm, serta waktu asetilasi pada rentang 15, 20, 25, 30, dan 35 menit.  Kadar asetil yang dihasilkan dari selulosa asetat memiliki potensi sebagai bahan pembuatan filter masker dengan rentang 36,5%-42,2%. Penelitian ini berhasil memperoleh kadar asetil yang sesuai dengan standar pembuatan filter masker yaitu 550 rpm selama 15 menit dan 20 menit sebesar 39,45% dan 38,45%. Hasil penelitian menunjukan semakin tinggi kecepatan pengadukan maka kadar asetil yang terbentuk akan semakin kecil.  Semakin   lama   waktu asetilasi maka kadar asetil yang terbentuk akan semakin kecil. Kedua kondisi tersebut berbanding lurus terhadap kadar asetil yang dihasilkan. Selulosa asetat dengan kadar asetil 39,45% dilakukan pencetakan dengan pelat kaca sederhana dan berhasil memperoleh nilai particle filtration efficiency (PFE) sebesar 83,6% dan sudah sesuai dengan SNI.