cover
Contact Name
Padjrin
Contact Email
dhapadjrin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tadibiainrefah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Ta´dib
ISSN : 14106973     EISSN : 24432512     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ta'dib adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang. Ta'dib mengkaji dan mempublikasikan artikel konseptual, hasil penelitian, dan tinjauan buku dalam bidang pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Teori Belajar Malakah Dan Tadrij Ibnu Khaldun (Suatu Tinjauan Filosofis Metologis) Warul Walidi
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2000): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v3i1.719

Abstract

The Continuity and the Culture Change of Pesantren in South Sumatra Munir Munir
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i1.741

Abstract

This article entitled culture of pesantren (madrasah boarding schools) in South Sumatra. This article is the result of research in Pesantren Nurul Islam Ogan Ilir South Sumatra. It is based on the fact that many pesantren graduation create academicians from the Kiayi or Ulama. Therefore, this paper describe the characteristics of the culture of madrasah schools from anthropology-sociology aspects of education, with a phenomenological approach to research subjects are madrasah chairman, board of teachers, students and community supporters. The data collection techniques used documentation study, observation and in-depth interviews, and analysis of data using qualitative descriptive, with triangulation and contrasting techniques. Applying local knowledge systems in boarding school curriculum and integrated with Madrasah boarding school curriculum. Orientation discipline tends towards positive law than the laws of Personality Syara’. Clothing the students follow a uniform generally used in madrasah. For students wear clothes instead of the veil of windings. Artistic activities undertaken include: litany, muhad Barzanji, Tilawah al-Qur’an, calligraphy, and drum band. Artikel berjudul budaya pesantren (sekolah berasrama madrasah) di Sumatera Selatan. Artikel ini merupakan hasil penelitian di Pesantren Nurul Islam Ogan Ilir Sumatera Selatan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa banyak lulusan pesantren melahirkan akademisi dari kiayi atau Ulama. Oleh karena itu, makalah ini menggambarkan karakteristik budaya dari sekolah madrasah dari aspek antropologi-sosiologi pendidikan, dengan pendekatan fenomenologis dengan subyek penelitian kepala madrasah, dewan guru, siswa dan masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan studi dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam, dan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, dengan triangulasi dan teknik kontras. Menerapkan sistem pengetahuan lokal dalam kurikulum pesantren dan terintegrasi dengan kurikulum sekolah berasrama Madrasah. Orientasi disiplin cenderung ke arah hukum positif dari hukum-hukum syara'. Pakaian para siswa mengikuti seragam pada umumnya yang digunakan di madrasah. Untuk siswa memakai pakaian bukan kain. Kegiatan seni yang dilakukan antara lain: litany, muhad Barzanji, Tilawah al-Qur'an, kaligrafi, dan drum band.
A New Literacy: The Role of Technology to Develop Student’s Character Eka Apriani
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i1.742

Abstract

Literacy is very important in human life since by being literate, people will be able to gain information. This paper discusses about the changing of old literacy to a new literacy. This changing brings effects to many aspects of life including in education. This paper shows how a new literacy which is known by ICT (information and communication technology) can develop student’s character. This new ICT has  positive and negative effects. The counters only focus on explaining the positive effect of technology that is to build and improve the trustworthy, respect, diligence, responsibility, and courage. Building good student’s character can create good future leadership. Because of that student’s should be equipped with the ability of code-breaking, making- meaning, text-using, and text-analyzing. At the end, all parties (government, teachers, parents, etc) have to collaborate to use ICT in order to improve the quality of our education. Literasi sangat penting dalam kehidupan manusia karena dengan menjadi melek, orang akan dapat memperoleh informasi. Makalah ini membahas tentang perubahan literasi lama ke literasi baru. Perubahan ini membawa efek ke banyak aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. Makalah ini menunjukkan bagaimana literasi baru yang dikenal dengan ICT (teknologi informasi dan komunikasi) dapat mengembangkan karakter siswa. ICT baru ini akan memiliki efek positif dan negatif. Kami hanya fokus pada menjelaskan efek positif dari teknologi itu adalah untuk membangun dan meningkatkan kepercayaan, menghormati, ketekunan, tanggung jawab, dan keberanian. Membangun karakter siswa yang baik dapat menciptakan pemimpin masa depan yang baik. Sehubungan dengan itu siswa harus dilengkapi dengan kemampuan pemecahan kode, memaknai hasil, menggunakan teks, dan analisis teks. Pada akhirnya, semua pihak (pemerintah, guru, orang tua, dan lain-lain) harus berkolaborasi untuk menggunakan ICT dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan kita.
Being More Psychologically Healthy: The Concept of Mental Health According to Zakiah Daradjat and its Application in Islamic Educational Institutions Achmad Syahid
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i1.743

Abstract

This study presents the thought and the role of Prof. Zakiah Daradjat, a modern female Muslim leader with multitalents in Indonesia. She is an expert in psychology of religion and mental health, both in theory and practice. Amazingly, she masters the western and eastern psychological theory, and then constructs them into her own theory which is linked to primary, middle, and high educational level. Practically, she achieves her expertise and skill in psychotherapy and counseling by teaching, writing, preaching, and opening a private counseling practice. Her main source is the fundamental doctrine of religious teachings: prayer, charity, fasting, and pilgrimage in which she thoroughly analyzes by revealing the dimensions of mental health in them. By using descriptive analysis on her books and translated works as primary sources, and applying interview technique with teachers as well as observation technique on cases that exist at Ruhama Islamic Educational Institution, under the auspices of the Prof. Dr. Zakiah Daradjat Foundation Jakarta, some interesting findings are discovered. Scientifically, no one has previously comprehended mental health and psychology of religion before Zakiah. In turn, both disciplines are applied at Colleges for Religious Studies (Perguruan Tinggi Keagamaan- hereinafter called PTK) in the form of an academic supervisory. Initially, it was counseling, but has now evolved into coaching and training. Meanwhile, the implementation of her thought in Ruhama focuses on guidance and counseling. At last, this study shows Zakiah’s thought does not only influence the concept of psychology of religion and mental health, but also affects the practice of counseling in primary, middle to high educational institutions. Penelitian ini menyajikan pemikiran dan peran Prof. Zakiah Daradjat, seorang pemimpin Muslim wanita modern dengan multitalent di Indonesia. Dia adalah seorang ahli dalam psikologi agama dan kesehatan mental, baik dalam teori dan praktek. Hebatnya, dia menguasai teori psikologi Barat dan Timur, dan kemudian membangun ke teori sendiri yang terkait dengan pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Secara praktis, ia mencapai keahlian dan keterampilannya dalam psikoterapi dan konseling dengan mengajar, menulis, berkhutbah, dan membuka praktek konseling pribadi. Sumber utamanya adalah doktrin fundamental ajaran agama: doa, amal, puasa, dan haji di mana ia benar-benar menganalisa dengan mengungkapkan dimensi kesehatan mental di dalamnya. Dengan menggunakan analisis deskriptif pada buku-buku dan karya-karya terjemahan sebagai sumber primer, dan menerapkan teknik wawancara dengan guru serta teknik observasi pada kasus yang ada di Lembaga Pendidikan Islam Ruhama, di bawah naungan Prof. Dr. Zakiah Daradjat Yayasan Jakarta, beberapa temuan menarik yang ditemukan. Secara ilmiah, tidak ada seorangpun sebelumnya memahami kesehatan mental dan psikologi agama sebelum Zakiah. Pada gilirannya, kedua disiplin yang diterapkan di Sekolah Tinggi Studi Keagamaan (Perguruan Tinggi Keagamaan- selanjutnya disebut PTK) dalam bentuk pengawasan akademik. Awalnya, itu konseling, tetapi sekarang telah berkembang menjadi pembinaan dan pelatihan. Sementara itu, pelaksanaan pemikirannya di Ruhama berfokus pada bimbingan dan konseling. Akhirnya, penelitian ini menunjukkan pemikiran Zakiah ini tidak hanya mempengaruhi konsep psikologi agama dan kesehatan mental, tetapi juga mempengaruhi praktek konseling di SD, menengah hingga di lembaga pendidikan tinggi.
Character Education Based on Religious Values: an Islamic Perspective Ismail Ismail
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i1.744

Abstract

Character education in Indonesia has become a necessity that can not be negotiable. Various cases of crime and moral deviations become evident that the character of most citizens already at alarming stage. Therefore, since the beginning, national education is not only aimed at generating human intelligent and skilled, but also of noble character. This is realized through the introduction of 18 characters excel in school (religious, honest, disciplined, tolerance, and so on). In the Islamic perspective character education paired with akhlak (Islamic ethics) education. Among the important characteristics are: it sourced from the Quran Hadith; Prophet Muhammad as a role model; priority-based methods of mental-spiritual (soul management, habituation, exemplary, and healthy environment); are simultaneous in which three education centers, namely schools, families, and communities should play a role in synergy. The government and the mass media also play a role in supporting the education of character. Pendidikan karakter di Indonesia telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Berbagai kasus kejahatan moral dan penyimpangan menjadi jelas bahwa karakter sebagian besar warga sudah pada tahap mengkhawatirkan. Oleh karena itu, sejak awal, pendidikan nasional tidak hanya bertujuan menghasilkan manusia cerdas dan terampil, tetapi juga karakter yang mulia. Hal ini diwujudkan melalui pengenalan 18 karakter berprestasi di sekolah (agama, jujur, disiplin, tolerann, dan sebagainya). Dalam pendidikan karakter perspektif Islam dipasangkan dengan pendidikan akhlak (etika Islam). Di antara karakteristik penting adalah: itu bersumber dari al-Quran Hadis; Nabi Muhammad sebagai panutan; metode berbasis prioritas mental-spiritual (manajemen jiwa, pembiasaan, keteladanan, dan lingkungan yang sehat); yang simultan di mana tiga pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat harus berperan dalam sinergi. Pemerintah dan media massa juga berperan dalam mendukung pendidikan karakter.
The Relationship between Leadership Behavior of Principal and Organizational Culture toward Teachers Work Discipline of Public Vocational High Schools of South Tangerang Muhammad Dahlan R; Sari Purwaningrum
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i1.745

Abstract

The relationship between leadership behavior of principal and the organizational culture with teachers work discipline of Public Vocational High School of South Tangerang. A field research is aimed to find out the relationship between behavior leadership of principal and organizational culture with teacher’s work discipline of Public Vocational School of South Tangerang. The result of the research shows that: First, there is a positive relationship between the behavior leadership of principal with teacher’s work discipline. The result of correlation analysis between two research variables is gained that the relationship between behavior leadership of principal and teacher’s work discipline which is calculated by Pearson correlation is gained correlation coefficient value was 0.533. The value of determination coefficient in this analysis is gained 0.284, its means 28.4%. The variable of teacher’s work discipline can be explained from behavior leadership variable. The regression line is Ŷ = 75,735 + 0,670 X1. Second, there is a positive relationship between organizational cultures to teacher’s work discipline. The result of correlation analysis between to research variables is gained that the value of the relationship between organizational culture and teacher’s work discipline is calculated by Pearson correlation, and it is gained coefficient of correlation value 0.487 as many. The coefficient of determination’s value in this analysis is gained 0.238 which means 23.8 %. The variable of teacher’s work discipline can be explained by the variable of organizational culture. The regression line is Ŷ = 75,792 + 0,592 X2. Third, there is a positive relationship between behavior leadership of principal and organizational culture simultaneously to teacher’s work discipline is calculated by Pearson correlation and its gained coefficient correlation value 0.624 as many, then it is gained the determination of coefficient’s value 0.390 as many, which means 39 % the variable of organizational culture. The regression line is Ŷ = 47,812 + 0,522 X1 + 0,402 X2. Based on the result of the research we may say that behavior leadership of principal (X1), organizational culture (X2) have the relationship with teacher’s work discipline (Y). According to general criteria there is a relationship between behavior leadership of principal and organizational culture towards teacher’s work discipline at Public Vocational High School of South Tangerang. Hubungan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi dengan disiplin kerja guru dari SMK Tangerang Selatan. Sebuah penelitian lapangan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan perilaku kepala sekolah dan budaya organisasi dengan disiplin kerja guru dari SMK Tangerang Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat hubungan positif antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dengan disiplin kerja guru. Hasil analisis korelasi antara dua variabel penelitian diperoleh bahwa hubungan antara kepemimpinan perilaku kepala sekolah dan disiplin kerja guru yang dihitung dengan korelasi Pearson diperoleh nilai koefisien korelasi adalah 0,533. Nilai koefisien determinasi dalam analisis ini diperoleh 0,284, yang berarti 28,4%. Variabel disiplin kerja guru dapat dijelaskan dari variabel perilaku kepemimpinan. Garis regresi Ŷ = 75.735 + 0.670 X1. Kedua, ada hubungan positif antara budaya organisasi dengan disiplin kerja guru. Hasil analisis korelasi antara variabel penelitian diperoleh bahwa nilai hubungan antara budaya organisasi dan disiplin kerja guru dihitung dengan korelasi Pearson, dan itu diperoleh koefisien nilai korelasi sebanyak 0,487. Koefisien determinasi dalam analisis ini diperoleh 0,238 yang berarti 23,8%. Variabel disiplin kerja guru dapat dijelaskan oleh variabel budaya organisasi. Garis regresi Ŷ = 75.792 + 0.592 X2. Ketiga, ada hubungan positif antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi secara bersamaan dengan disiplin kerja guru dihitung dengan korelasi Pearson dan nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebanyak 0,624, maka diperoleh penentuan nilai koefisien ini sebanyak 0.390, yang berarti 39% variabel budaya organisasi. Garis regresi Ŷ = 47.812 + 0.522 X1 + 0.402 X2. Berdasarkan hasil penelitian kita dapat dikatakan bahwa prinsip perilaku kepemimpinan (X1), budaya organisasi (X2) memiliki hubungan dengan disiplin kerja guru (Y). Menurut kriteria umum ada hubungan antara kepemimpinan perilaku kepala sekolah dan budaya organisasi terhadap disiplin kerja guru di SMK Tangerang Selatan.
Implementation of Integrated Islamic Primary School (SRAI) from Administrators’, Teachers’, and Pupils’ Perspectives Ikhsan Othman; Norila Md. Salleh
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 1 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i1.746

Abstract

Integrated Islamic Primary School or in Malaysian Language called  Sekolah Rendah Agama Integrasi (SRAI), it a type of primary school in Malaysia which is under the administration of Selangor Islamic Department. SRAI integrates curriculum implemented in Malaysia National Primary School and curriculum implemented in Selangor Islamic Primary School. The two different curriculums are normally implemented in two different sessions and in the two types of the mentioned schools. Upon the operation of SRAI, there are strenghts and weakenesses that can be identified and positively discussed for further enhancement of the schools as this type of schools might someday be proposed or looked as a model school. This paper is based on a study done on the schools. The study focusies on administrators, teachers, and pupils perspectives on the selected issues regarding SRAI. Questionnaires were given to the respondents to seek their perceptions on SRAI. Generally, the findings of the study showed that most aspects in the implementation of SRAI are recieved positively while there are others which need enhancements. Periodic review should be done to monitor the development and situation of the schools from time to time. Sekolah Dasar Islam Terpadu atau dalam bahasa Malaysia disebut Sekolah Rendah Agama Integrasi (SRAI) yaitu salah satu jenis sekolah dasar di Malaysia yang berada di bawah administrasi Departemen Islam Selangor. SRAI mengintegrasikan kurikulum yang diimplementasikan di Sekolah Dasar Negeri Malaysia dan Sekolah Dasar Islam Selangor. Dua kurikulum yang berbeda dilaksanakan secara normal dalam dua sesi yang berbeda dari dua jenis sekolah tersebut. Setelah pelaksanaan SRAI, ada kelebihan dan kelemahan yang dapat diidentifikasi dan baik dibahas untuk peningkatan lebih lanjut dari sekolah sebagai jenis sekolah yang pada kemudian hari akan diusulkan atau diperlihatkan sebagai sekolah model. Makalah ini didasarkan pada kajian yang dilakukan di sekolah-sekolah. Penelitian ini memfokuskan pada perspektif administrator, guru, dan murid tentang isu-isu yang dipilih mengenai SRAI. Kuesioner yang diberikan kepada responden untuk mencari persepsi mereka tentang SRAI. Secara umum, temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek dalam pelaksanaan SRAI diterima dengan baik sementara aspek-aspek lainnya membutuhkan peningkatan. Tinjauan secara periodik harus dilakukan untuk memantau perkembangan dan situasi sekolah dari waktu ke waktu.
Pantang Larang in The Sepinggan Village Muslim Community from The Perspective of Character Education Syamsul Kurniawan
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.771

Abstract

The focus of this research is on pantang larang (taboos or superstitions in Malay culture) which serves as local wisdom of the Muslim community in Sepinggan village. It is examined from the perspective of character education. As previous research  indicates that the Muslim community in this area has a lot of local wisdom which includes values or a set of unwritten rules about behavior and  interaction between  individuals in daily life. Among them is pantang larang which contains values or moral message, especially in the context of relationship with God, with oneself and with other creatures of God, that should be manifested in thoughts, attitudes, feelings, words and deeds so as to correspond to norms, manners, and adat (customs). In other words, the Sepinggan Village Muslim community uses pantang larang as a medium as a basis for character building.Fokus penelitian ini adalah pantang larang (tabu atau takhayul dalam budaya Melayu) yang berfungsi sebagai kearifan lokal dari komunitas Muslim di desa Sepinggan. Hal ini diteliti dari perspektif pendidikan karakter. Seperti penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa komunitas Muslim di daerah ini memiliki banyak kearifan lokal yang mencakup nilai-nilai atau seperangkat aturan tidak tertulis tentang perilaku dan interaksi antar individu dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah pantang larang yang berisi nilai-nilai atau pesan moral, terutama dalam konteks hubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri dan dengan makhluk Allah lainnya, yang harus diwujudkan dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan sehingga sesuai dengan norma-norma, sopan santun, dan adat (kebiasaan). Dengan kata lain, masyarakat Muslim Desa Sepinggan menggunakan pantang larang sebagai media sebagai dasar untuk membangun karakter.
Curriculum Development of Madrasah Tahfidz-Based Pesantren Nawa Husna; Zainal Arifin
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.950

Abstract

The purpose of the research was to know deeper about the concept of Madrasah tahfidz based Pesantren with 30 chapters of tahfidz al-Qur’an system and to know how the implementation of curriculum development of madrasah tahfidz based Pesantren (school boarding) in MITQ TBS Kudus, Central Java. The research was a descriptive-qualitative with phenomenological approach with data collection techniques: in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. The analysis of the data was by reduction, display, and provided conclusions. The results showed (1) the concept of madrasah tahfidz based pesantren in MITQ TB Kudus, Central Java emphasized on the time allocation of tahfidz al-Qur’an with more portion such as 48 hours per week to reach tahfidz al-Qur'an 30 chapters, and (2) curriculum development of madrasah tahfidz  based Pesantren (school boarding) in TBS MITQ Kudus, Central Java included: diagnosis of needs, development of education purposes, curriculum of KTSP, curriculumof  Religion Ministry and the local curriculum (pesantren), learning experiences, and the development of curriculum evaluation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai konsep madrasah  tahfidz berbasis pesantren dengan sistem tahfidz al-Qur’an 30 juz serta mengetahui bagaimana pelaksanaan pengembangan kurikulum madrasah tahfidz berbasis pesantren di MITQ TBS Kudus Jawa Tengah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data: wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi, display, dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) konsep madrasah tahfidz berbasis pesantren di MITQ TBS Kudus Jawa Tengah menekankan pada alokasi waktu tahfidz al-Qur’an dengan porsi lebih yaitu 48 jam perminggu untuk mencapai tahfidz al-Qur’an 30 juz, dan (2) pengembangan kurikulum madrasah tahfidz berbasis pesantren di MITQ TBS Kudus Jawa Tengah meliputi: diagnosis kebutuhan, pengembangan tujuan pendidikan, kurikulum KTSP, kurikulum Kementerian Agama dan kurikulum muatan lokal (pesantren), pengalaman belajar, dan pengembangan evaluasi kurikulum.
The Effect of Problem-Based Learning and Level Intelligence of Students’ Critical Thinking on Kalamm Science Mardiah Astuti
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.951

Abstract

This research aim was to figure out the effect of  PBL and Level Intelligence of Student’s Critical Thinking. The subject matter in this research was Ilmu Kalam. This research was experimental design and used factorial design 2 x 2. The result of this research was: 1) There were differences in average critical thinking skills in the subject of Kalam  Science of the group given, the model PBM to Conventional Methods, 2)  there was evidence that the PBL model could improve critical thinking skills for students who had high intelligence, 3) The ability of students in critical thinking in that they had low intelligence by using higher PBM model with critical thinking skills of students with lower intelligence levels using conventional models, 4) the interaction effect between PBL and intelligence influential on the level of critical thinking skills of students.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PBL dan Tingkat Kecerdasan Berpikir Kritis Mahasiswa. Subyek dalam penelitian ini adalah Ilmu Kalam. Penelitian ini adalah desain eksperimental dan digunakan desain faktorial 2 x 2. Hasil penelitian ini adalah: 1) Ada perbedaan keterampilan berpikir kritis rata-rata di subjek Kalam Ilmu kelompok tertentu, model PBM ke Metode Konvensional, 2) ada bukti bahwa model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis bagi siswa yang memiliki kecerdasan yang tinggi, 3) kemampuan siswa dalam berpikir kritis dalam bahwa mereka memiliki kecerdasan yang rendah dengan menggunakan model PBM lebih tinggi dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah menggunakan model konvensional, 4) efek interaksi antara PBL dan kecerdasan berpengaruh pada tingkat kemampuan berpikir kritis siswa.