cover
Contact Name
Arif Wijayanto
Contact Email
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Phone
+622518621262
Journal Mail Official
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Gedung PPLH Lantai 4 Jl. Lingkar Akademik Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Jawa Barat, Indonesia Tel. +62-251-8621262, 8621085 Fax. +62-251-8622134
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)
ISSN : 20864639     EISSN : 24605824     DOI : https://doi.org/10.29244/jpsl
JPSL publishes articles in fields: Environmental Policy and Management, Disaster Mitigation, Regional Planning, Land Resources Evaluation, Hidrology, Systems Modelling and Sciences, Water Pollution, Air Pollution, Environmental Technology, Ecotourism, Biodiversity, Environmental Economics, Public Communications, Social Sciences, Anthropology, Environmental Health
Articles 701 Documents
Waqf-based private forest management model: case study in Bogor Regency, Indonesia Restiyani, Destika; Hardjanto; Hasanah, Neneng
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.586-595

Abstract

As in Bogor Waqf Forest, a waqf-based private forest management pattern was developed in Indonesia. Waqf currently functions not only for constructing mosques, cemeteries, and orphanages, but also for environmental preservation, known as green waqf. This study analyzed the mechanism of waqf forest development and waqf forest management practices in Bogor Regency. The method used Exploratory research was conducted using primary and secondary data. The informants were selected using purposive sampling. The data were analyzed qualitatively. The results showed that Bogor Waqf Forest Foundation collected donations in the form of zakat, infaq, and waqf (ziswaf) for the development of the Bogor Waqf Forest. In addition, the Bogor Waqf Forest Foundation collaborates with BAZNAS and the Ministry of Religious Affairs to manage Bogor Waqf Forest productively by empowering local communities by forming groups such as the Berkah Bersama Group, Giat Bersama Group, Citra Berdikari Group, KUB Asri Berseri, and Kelompok Tanggap Bencana (KATANA). Bogor Waqf Forest Management applies agroforestry forest management practices, such as agrosilvofishery, agrosilvopasture, apiculture, and agrisilviculture, which are non-timber product-oriented, namely NTFPs and environmental services.
Local Wisdom of Pest Attack Control in Residential Areas (Study Case: Gunung Meja Nature Park, West Papua, Indonesia) Karubuy, Claudia Novia Sandy; Murdjoko, Agustinus; Siburian, Rima
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.1.35-47

Abstract

Healthy plants can be seen from good morphology and are not even attacked by pests. Local community knowledge of seeing symptoms and signs of plant stature will be very helpful, especially in dealing with problems related to plant growth. This study aims to determine the form of local wisdom in dealing with plant pests in residential areas around the Gunung Meja Nature Park. The method used is observation and interviews related to the identification of forms of attack, the level of pest attack on plants, and their handling by the community. The research object is focused on multipurpose tree species that produce wood and non-timber trees such as fruits that have high economic value. The results showed that the number of plant species in Anggori was 137 plants with a diversity index (H) of 2.956 which was included in the medium category. Plants in Anggori also suffered damage caused by pests with an attack frequency (FS) of 50% and attack intensity (IS) on plants of 21%. Pest control has been carried out by the community traditionally, such as 12% pruning, 8% logging, 20% fumigation, 8% stove ash and 16% soap to eradicate pest attacks.
Komposisi jenis dan struktur tegakan Shorea stenoptera Burck di KHDTK Haurbentes, Bogor, Jawa Barat Mudzaky, Rafi Hanif; Pamoengkas, Prijanto; Hartoyo, Adisti Permatasari Putri
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.644-655

Abstract

Luasan hutan di Indonesia yang semakin berkurang akibat deforestasi memerlukan pengelolaan hutan lestari. Shorea stenoptera Burck merupakan salah satu jenis endemik tanaman kehutanan di Borneo. IUCN menyatakan bahwa jenis tersebut termasuk ke dalam status hampir terancam (Near Threatened). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis komposisi jenis, struktur tegakan, dan regenerasi alami tegakan S. stenoptera, serta mengidentifikasi pengaruh aspek biofisik terhadap keragaan regenerasi alami S. stenoptera di KHDTK Haurbentes, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi dengan membangun petak pengamatan sebanyak 5 petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis S. stenoptera mendominasi pada setiap tingkat pertumbuhan pada petak pengamatan S. stenoptera. Struktur tegakan menunjukkan kurva J terbalik. Hal tersebut mengindikasikan tegakan S. stenoptera mengalami perubahan formasi ke hutan alam. Regenerasi S. stenoptera menunjukkan regenerasi normal dengan kerapatan individu semakin berkurang seiring bertambahnya kelas diameter. Aspek biofisik seperti kelerengan dan elevasi sangat memengaruhi pertumbuhan S. stenoptera.
Vegetation structure, biomass, and carbon of Mangrove Forests in Ambon Bay, Maluku, Indonesia Kaimuddin, Muhammad Irfan; Kusmana, Cecep; Setiawan, Yudi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.710-722

Abstract

Hutan mangrove berperan penting di wilayah pesisir sebagai ekosistem vegetasi berkayu penyimpan karbon tinggi yang tumbuh pada tanah berlumpur dan anaerobik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai dengan Januari 2022 bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan menduga biomassa dan simpanan karbon hutan mangrove di Teluk Ambon, untuk dijadikan acuan dalam pengelolaan hutan mangrove. Survei vegetasi dilakukan dengan teknik petak persegi dengan membuat petak pengamatan standar untuk analisis data kerapatan, frekuensi, dominansi, dan indeks nilai penting. Persamaan alometrik digunakan untuk pendugaan biomassa pohon. Metode loss-on-ignition digunakan untuk memperkirakan karbon tanah. Hasil penelitian menemukan 8 spesies mangrove dengan habitus pohon. Sonneratia alba ditemukan sebagai spesies monodominan dengan indeks nilai penting lebih dari 100%. Penelitian menemukan rata-rata potensi biomassa dan karbon tertinggi di Desa Passo dengan AGB 280,47±168,94 Mg ha-1, BGB 83,06±55,1 Mg ha-1, dan karbon sedimen 320,03±106,97 Mg C ha-1. Stok karbon hutan mangrove di Teluk Ambon diperkirakan sebesar 400,67±166,25 Mg C ha-1. Kami menyimpulkan simpanan karbon hutan mangrove di Teluk Ambon cukup tinggi, terutama di Desa Passo yang merupakan lahan simpanan karbon terbesar.
Marketing of non-timber forest products as products from the Protected Forest Management Unit Batutegi, Lampung, Indonesia Kurniati, Dwi; Hardjanto, Hardjanto; Trison, Soni
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.723-738

Abstract

Abstrak: KPHL Batutegi memiliki banyak potensi HHBK dan yang banyak dikembangkan yaitu kopi, gula aren dan madu. Pemasaran HHBK perlu mendapat perhatian karena yang banyak terjadi adalah pemasaran yang tidak efisien sehingga tidak memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi saluran pemasaran, fungsi pemasaran dan efisiensi pemasaran berdasarkan margin pemasaran, farmer’s share dan ratio keuntungan terhadap biaya. Terdapat 3 saluran pemasaran kopi, 2 saluran pemasaran gula aren dan 2 saluran pemasaran madu. Fungsi pemasaran yang dilakukan petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, eksportir, KUPS, Koperasi dan pengecer yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitasi. Saluran pemasaran yang efisien yaitu saluran pemasaran 1 kopi dengan margin pemasaran sebesar Rp. 18.294,78 per kilogram , farmer’s share sebesar 70,11% dan ratio keuntungan sebesar 2,46; saluran pemasaran 1 gula aren dengan margin pemasaran sebesar Rp.13.724,19 per kilogram, farmer’s share sebesar 100 % dan ratio keuntungan sebesar 15,03 serta saluran pemasaran 1 madu dengan margin pemasaran sebesar Rp. 224.112,70 per kilogram (madu Trigona) dan Rp. 124.494,35 per kilogram (madu Cerana dan Dorsata), farmers’s share sebesar 100 % dan ratio keuntungan sebesar 10,21 (madu Trigona) dan 6,47 (madu Cerana dan Dorsata).
Vulnerability of multi-designated landscape and its connectivity toward conservation: A case study in Kampar Kerumutan, Riau, Indonesia Dwi Aulia, Ogy; Condro, Aryo Adhi; Barri, Mufti Fathul; Ottay, Juliarta Bramansa; Ariyanto, Tomi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.561-573

Abstract

Indonesia is declared by the United Nations as a country that meets its conservation targets. However, Indonesia has not maximized the potential conservation of its territory, and the ecosystem is still threatened by anthropogenic activity, particularly due to small and large scales cultivation. Besides, the Government of Indonesia (GoI) built taskforces at the national level to avoid greenhouse gas emissions through FOLU Net Sink 2030 that could tackle climate and biodiversity crises. Therefore, identifying OECMs and creating a sustainable management framework by elaborating on the carbon pool and its dynamics across the Indonesian landscape is crucial to meet the targets of the global conservation agenda. Kampar Kerumutan Landscape (KKL) is one of the critical landscapes in Indonesia with high potential conservation for biodiversity and high intervention from various concessions. Our result showed that most KKLs were categorized as potential restoration areas. Industrial forest plantations (IFP) had the highest threat for conservation. To connect the potential highly conserved areas within KKL for species mobility, restoration projects (particularly in IFP, Protected Areas, and Non-managed areas) should be conducted to achieve human and nature balance in the KKL.
The Analysis of sustainability factors underlying human-monkeys (Macaca fascicularis) conflict at IPB University Marpaung, Sutan Sahala Muda; Masy'ud, Burhanuddin; Has, Dini Hardini; Paputungan, Nursiti Aisyah; Siregar, Imam Maajid As-Shidqi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.596-505

Abstract

Macaca Fascicularis memiliki habitat yang tersebar di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat aktivitas manusia yang tinggi. Kedekatan habitat Macaca Fascicularis dengan lokasi aktivitas manusia akan meningkatkan potensi konflik manusia dengan Macaca Fascicularis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel penyebab konflik di kawasan kampus IPB Dramaga dengan mendeskripsikan intensitas pengaruh dan hubungan saling ketergantungan antar variabel, serta mengelompokkannya dalam urutan yang paling berpengaruh hingga yang paling tidak berpengaruh. Penelitian ini dilakukan di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 17 Oktober 2021 sampai dengan 7 November 2021. Selain itu objek penelitian ini adalah kelompok Macaca Fascicularis yang berada di Kampus IPB Dramaga. Universitas. Kajian ini menggunakan paradigma struktural prospektif untuk menggali struktur, dinamika dan jaringan keterkaitan antar variabel yang dianggap paling penting dalam menentukan konflik Macaca Fascicularis. Selain itu, pengumpulan data dilakukan dengan menerapkan metode Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan variabel yang berpengaruh dan menentukan konflik manusia dengan Macaca Fascicularis. Analisis data menggunakan Metode Micmac. Berdasarkan hasil penelitian diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya tingkat gangguan Macaca fascicularis, pangan, vegetasi, budaya, dan peran penting aktivitas manusia, lahan, populasi, mitigasi, manfaat sumber daya hutan, daya dukung dan persepsi masyarakat sekitar kampus IPB Dramaga terhadap macacafascicularis di hutan.
Harvesting Quota and Financial Feasibility of Timor Deer Captive Breeding in Sadhana Arifnusa East Lombok Ilham, Yopin Okta; Masy'ud, Burhanuddin; Rahman, Dede Aulia
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.1.48-57

Abstract

Timor deer breeding activities as a type of animal that has economic value have been widely carried out in Indonesia. However, management in the form of determining harvest quotas that affect the feasibility of business is still minimal in various captive Timor deer in Indonesia.The objective of this research were to determine the harvest quota of timor deer and finansial feasibility of cavtive breeding of Sadhana Arifnusa. The harvest quota which is carried out once a year is determined based on the calculation of the break even point (BEP). The scenario of harvesting twice a year is based on the growth rate, and population harvesting rate. Financial feasibility is measured based on investment appraisal criteria, namely Net Present Value, Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return, and Payback Period. The result revealed that the harvest quota which is carried out once a year were 5 individuals, population size that must be available at the time of harvest is 48 individuals. Meanwhile, the harvest quota that is carried out twice a year from year 1 to year 3 is 2 individuals. Based on the financial value of the scheme without slaughter and the scheme with slaughter, it can be said that the timor deer captive business potentially profitable and feasible to develop with NPV values ​​of Rp. 428,748,935 and Rp. 934,136,423 respectively; BCR value respectively 1.66 and 2.46; IRR value of 28.89% and 32.89% respectively, and ability to return investment after 4.6 years and 5.1 years.
Analysis of the utilization of groundcherry (Physalis angulata L.) by the community around the Cibodas Resort Gunung Gede Pangrango National Park Ritawati, Alvionita; Zuhud, Ervizal AM; Hidayati, Syafitri
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.613-623

Abstract

Cecendet (Physalis angulata) merupakan tumbuhan obat yang berasal dari hutan Resort Cibodas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana potensi aktual tumbuhan cecendet dan menganalisis intentsitas, motivasi serta persepsi terhadap dampak pemanfaatan oleh masyarakat sekitar Resort Cibodas TNGGP. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November 2021, berlokasi di Resort Cibodas TNGGP dan Desa Cimacan. Jumlah cecendet yang ditemukan pada ketinggian 1000 - 1600 mdpl adalah 148 jenis. Hasil penilaian dari Hawaii Pacific Weed Risk Assessment (HPWRA) tumbuhan cecendet adalah 20 yang berarti beresiko tinggi menjadi invasif di dalam kawasan. Karakteristik masyarakat Desa Cimacan dominan sudah menikah dengan tingkat pendidikan terakhir SMA yang berprofesi sebagai pedagang. Intensitas masyarakat dalam pemanfaatan cecendet paling tinggi adalah sebagai bahan konsumsi makanan ataupun minuman. Motivasi masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan cecendet sama rata untuk religi, pendidikan, ekologi, budaya, rekreasi dan sosial. Persepsi terhadap dampak pemanfaatan tumbuhan cecendet adalah ragu-ragu untuk dampak ekonomi, sosial dan budaya. Persepsi terhadap dampak ekologi dinilai tidak setuju oleh masyarakat sekitar. Pemanfaatan oleh masyarakat dengan pendekatan budidaya dapat menjadi solusi tingginya resiko invasif dari tumbuhan cecendet.
Performance Evaluation for Surface Run off to Drainage System Normalization at Campus in Jakarta, Indonesia Ariyani, Dwi; Sari, Adrima; Tri Juniati, Atie; Untarti, Atiek; khaddafy, Aditya
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.2.364

Abstract

Drainage is an infrastructure that distributesrainwater from one location to another. On the campus of the Faculty of Engineering at Pancasila University, there are several points of water inundation. Several inundation points were identified based on direct monitoring and measurements at the study site. This study aimed to evaluate the effectiveness of an existing drainage system on campus. The design flood discharge was calculated using a rational method with a five-year return period. From the calculation of hydrology, hydraulics, and comparative analysis of the existing dimensions with the design flood discharge, it was determined that the eight existing channels were unable to accommodate the design flood discharge. Therefore, there are two alternatives for reducing run off discharge. The first is to redesign the drainage channel to improve its size of the drainage channel with a shape that follows the existing shape. The modification involved adjusting the channel height to meet the specified flood discharge requirements. The second alternative was the planning of the infiltration wells. These dimensions are based on the design run off flood discharge, and from the calculation results, the dimensions of the infiltration wells are 1.5 meters in diameter and 2.5 meters high, and four infiltration wells are needed is 4 infiltration wells to reduce the discharge of 1,638 m3/second.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 6 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 5 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 4 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 8 No 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 1 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) More Issue