cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 142 Documents
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH PANJANG CHORD SUDU TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN HELIK UNTUK SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) Rapa'i, Ahmad; Sinaga, Jorfri B; Susila, M.Dyan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

All this time microhydro power plants (MHP) created a resource use of  water flow has high fall of water (head) while for areas that have stream of river but do not have high fall of water (head) still a lot of untapped but has potential hydrokinetic be able rotating turbine. This is what lies behind the research conducted to determine the effect of chord length on the performance of the helical turbine which is expected to come helical turbine performance as the optimum use of the potential hydrokinetic. Helical turbine tested had dimensions of 1.2 m high and 1 m in diameter, blade profile NACA 0030, chord length 15 cm, 20 cm and 25 cm with number of blades 3 pieces. Tests performed on the irrigation canals that open to varying water velocity of 0.52 m/s, 0.68 m/s and 0.8 m/s. From the test results obtained helical turbine performance as follows. The largest torque obtained in water velocity of 0.52 m/s, 0.68 m/s and 0.8 m/s is 3.89 Nm, 27.09 Nm and 39.38 Nm is the chord length of the turbine with 25cm and the smallest torque on the chord length of 15 cm of 2.31 Nm. Power largest turbine in the water velocity of 0.52 m/s, 0.68 m/s and 0.8 m/s is 7.12 Watt, 60.41Watt and 103.96 Watt, turbine that is on the chord length of 25 cm and the smallest turbine power chord length of 15 cm by 3.58 watts. Largest turbine efficiency at water velocity of 0.52 m/s, 0.68 m/s and 0.8 m/s is 8.44%, 32.02% and 33.84% in the turbine with a chord length of 25 cm and efficiency the smallest turbines on the chord length of 15 cm of 1,17%. Keywords : microhydro, water turbine, helical turbine, chord length, helical turbine performance
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH BENTUK SUDU TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN HELIK UNTUK SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) Sitepu, Andareas Wijaya; Sinaga, Jorfri B; Sugiri, Agus
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electric energy demand in Indonesia is currently growing and is still dominated by energy-based fossil fuels, such as petroleum and coal. Fossil fuels are not renewable energy, so that when exploited continuously then fossil fuel reserves will be exhausted. In addition there are also areas where geographical conditions which do not allow the electrical networks up to the community. It needs to be made an effort to supply electrical energy needs by utilizing existing and potential conditions on the area such as energy of water flow. One of the turbines that can be used to harness the energy of water flow is helical turbines. The parameters for the use of a turbine is one form of helical blades (NACA), where the form of the blades (NACA) it affects the style of the lift and drag forces helical turbines. On the research study was performed experimentally on effect shape of blade of the helical turbine blades form by varying the shape of turbine blades NACA 0020, 0025 and 0030 with number of blades as much as 3 pieces for each form of blades. From the results of testing the turbine efficiency is obtained by helical 33,97% on the operation of the turbine blades with NACA helical 0030 and water flow rate of 0.8 m/s with a given light load of 130 Watts.Keywords : water turbines, micro hydro, the helical turbine, water power.
Unjuk Kerja Kolektor Surya Pelat Datar Aliran Serpentine Berdasarkan Jenis Elbow dan Jarak Pipa ismail, ismail; Amrizal, Amrizal; Amrul, Amrul
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi surya merupakan energi alternatif yang baru dan terbarukan. Kolektor surya pelat datar merupakan alat yang sering digunakan untuk memanfaatkan energi surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja kolektor surya pelat datar tipe aliran serpentin baik secara termal maupun pressure drop yang terjadi berdasarkan radius pipa elbow dan jarak antara pipa. Pengujian dilakukan pada kondisi steady sesuai standar EN 12975 menggunakan solar simulator di dalam ruangan. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian terhadap 4 jenis rangkaian solar kolektor type serpentin, yaitu; 1. Kolektor surya menggunakan sambungan short elbow 900  jarak antara pipa 80 mm rangkaian vertical, 2. Menggunakan sambungan short elbow 900 jarak antara pipa 80 mm rangkaian horizontal, 3. Menggunakan sambungan elbow jenis U-bend 1800 jarak antara pipa 40 mm rangkaian vertical, 4. menggunakan sambungan short elbow 900  jarak antara pipa 40 mm rangkaian vertical. Hasil penelitian diperoleh Solar kolektor type serpentin sambungan short elbow 900 jarak pipa 80 mm memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi koefisien kerugian panas dan pressure drop, pada laju aliran standar 0,009 Kg/s nilai koefisien rugi-rugi panas kolektor sebesar 2,0168 W/(m2K) dan nilai pressure drop 803 N/m2, dengan hasil persamaan regresi liniar y = -2,0168x+0,4602 R² = 0,981. Solar kolektor type serpentin sambungan short elbow 900 jarak pipa 40 mm memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi effisiensi perpindahan panas, dimana nilai effisiensi zero 51,17% dengan persamaan hasil perhitungan regresi liniar y = -3,018x + 0,5117 R² = 0,9712.
Pengaruh Variasi Media Pendingin Bersirkulasi dan Pembukaan Katup pada Proses Quenching Terhadap Nilai Impak Baja AISI 1045 Julian, Bastiyan Dwi; Supriadi, Harnowo; Sugiyanto
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja AISI 1045 merupakan baja karbon sedang dengan kadar karbon 0,45%. Karakteristik baja ini dapat dimodifikasi melalui perlakuan panas, salah satunya proses quenching. Proses ini melibatkan pemanasan hingga 800°C dengan waktu tahan 15 menit, kemudian didinginkan cepat menggunakan variasi media pendingin tersirkulasi dan bukaan katup yang berbeda. Media pendingin yang digunakan meliputi air, larutan garam, dan solar, masing-masing dengan bukaan katup 180°, 90°, dan 45°. Pengujian sifat mekanik dilakukan menggunakan metode Charpy impact test. Hasil pengujian menunjukkan nilai impak raw material sebesar 0,154 J/mm². Setelah proses quenching, nilai impak pada media air berturut-turut sebesar 0,558; 0,570; dan 0,591 J/mm², pada larutan garam sebesar 0,504; 0,516; dan 0,525 J/mm², serta pada solar sebesar 0,637; 0,660; dan 0,670 J/mm². Struktur makro hasil fraktografi menunjukkan patahan crystalline dan fibrous. Hasil ini menegaskan bahwa media pendingin solar dengan bukaan katup 45° menghasilkan nilai impak tertinggi, sehingga direkomendasikan untuk meningkatkan ketangguhan baja AISI 1045.
Pengaruh Variasi Bukaan Katup Dinamometer pada Operasi Mesin Putaran Rendah Terhadap Daya Engkol dan Konsumsi Bahan Bakar Mesin Bensin 4-Langkah Tecquipment Sepyanto, Weldy; Wardono, Herry; Badaruddin, Mohammad
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Pusat Statistik, tahun 2012 menyatakan penggunaan bahan bakar minyak bumi di Indonesia sebesar 45.070.036.967 liter, tahun 2016 sebesar 48.655.005.967 liter meningkat dari tahun 2012 sebesar 7.95%. Untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak bumi penggunaan campuran bioethanol dengan pertamax akan membantu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak bumi, karena bioethanol salah satu energi alternatif diproduksi dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Selain itu, bioethanol juga memiliki keunggulan angka oktan yang tinggi hal ini bermanfaat dalam campuran bahan bakar mencegah knocking saat pembakaran. Campuran bahan bakar antara pertalite dan bioethanol menghasilkan campuran yang mampu menaikan daya engkol 10.4% dan menghemat bahan bakar 12,99%. Pada penelitian ini digunakan campuran bahan bakar pertamax dan bioethanol dengan variasi pertamax murni (E0) dan campuran pertamax dan bioethanol 5% (E5). Pengujian dilakukan pada putaran mesin 2000 rpm dan variasi bukaan katup beban dinamometer 4 putaran. Hasil pengujian yang terbaik pengaruh bukaan katup beban campuran bahan bakar bioethanol 5% putaran mesin 2000 rpm bukaan katup beban 0.5 dengan meningkatkan daya engkol 2.14% dan campuran bahan bakar bioethanol 5% pada putaran mesin 2000 rpm bukaan katup 0.5 putaran katup putaran diperoleh penurunan konsumsi bahan bakar spesifik engkol 6.79%.
Dehidrasi Etanol Pada Kolom Fixed Bed Menggunakan Adsorben Pelet Dari Limbah Abu Dasar Pembakaran Batubara Ginting, Simparmin Br; Kurniawan, Neo
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal Bottom Ash (CBA) merupakan limbah dasar hasil pembakaran batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap. CBA mengandung silika dan alumina yang dapat digunakan sebagai adsorben untuk dehidrasi etanol. CBA terlebih dahulu dihaluskan hingga ukuran 200 mesh. Kemudian ditambahkan perekat berupa tepung terigu dan dibentuk menjadi pelet. CBA kemudian dikalsinasi dengan suhu 500° C selama 2 jam. Adsorben pelet yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan XRF, XRD, FTIR, BET dan SEM. Hasil analisis XRF menunjukkan adsorben pelet didominasi alumina (28,156%) dan silika (53,978%), hasil analisis XRD menunjukkan bahwa adsorben pelet didominasi oleh kristal quartz dan albite, hasil analisis BET menunjukkan adsorben mempunyai luas permukaan sebesar 2,8419 m2/g. Proses adsorpsi dilakukan secara kontinyu dalam kolom adsorpsi berdiameter 3 cm yang berisi adsorben pelet dengan tinggi 10 cm dan dilakukan variasi laju alir umpan sebesar 6, 10 dan 14 ml/menit dengan konsentrasi umpan larutan etanol sebesar  91,805%. Kapasitas dan kinetika adsorpsi dihitung menggunakan tiga persamaan model kinetika adsorpsi yaitu model kinetika adsorpsi Adam-Bohart, Yoon-Nelson dan Thomas. Didapatkan nilai R2 tertinggi pada model persamaan Adam Bohart pada laju alir 10 ml/menit yakni dengan nilai R2 sebesar 0,981 dengan konsentrasi tertinggi dicapai pada konsentrasi 98,813%.
Penurunan Konsumsi Energi Spesifik (KES) pada Pabrik Semen melalui FMEA dan Manajemen Energi Pratoto, Adjar; Muchtar, Ridwan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri semen termasuk salah satu industri intensif energi dengan biaya energi yang mencapai 35% - 50% dari total biaya produksi. Sumber energi utama pada pabrik semen adalah batu bara dan listrik. Kinerja penggunaan energi dapat dilihat dari konsumsi energi spesifik (KES) dari pabrik yang bersangkutan. Pada makalah ini dibahas kemungkinan penurunan KES di sebuah unit produksi semen dengan kapasitas 7800 ton per hari. Pabrik ini beroperasi dengan menggunakan proses kering dengan sebuah kalsiner dan siklon preheater 4 tingkat. Kajian dititikberatkan pada tiga lini proses, yaitu proses raw mill, proses kiln & coal mill, dan proses finish mill. Hasil audit energi menunjukkan bahwa kinerja pada lini proses raw mill masih mendekati harga desain. Sedangkan untuk lini proses kiln & coal mill dan lini proses finish mill, kinerjanya berada di bawah harga desain. Metoda Failure Mode Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk menganalisis penyebab tingginya nilai KES dari setiap rangkaian proses. Berdasarkan hasil dari FMEA, rekomendasi diberikan untuk menurunkan KES dan potensi penurunan KES diperkirakan mencapai 14,93 kWh/ton semen.
ANALISIS PULLEY BERTINGKAT HASIL SAND-CASTING PROCESS TERHADAP SIMULASI PENGECORAN LOGAM Raharjo, Rudianto; Wahyudiansyah, Adly; Purnama, Alyasa Huda; Ahdiyat, Ayi Akhmad; Anindito, Baghdad Daiva Alkautsar; Pratiwi, Erika Ramadani; Machfudlon, Muhammad Ali; Aziz, Muhammad Ibrahim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulley merupakan elemen mesin yang berfungsi mentransmisikan daya antar poros melalui sabuk serta banyak digunakan pada mesin industri maupun mesin motor. Selain meneruskan gerak rotasi, pulley juga dapat mengubah arah gaya dan memindahkan beban. Pulley bertingkat umumnya diproduksi melalui proses pengecoran logam menggunakan cetakan pasir (sand casting), dengan aluminium sebagai bahan yang paling sering digunakan. Metode sand casting dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan metode manufaktur lainnya, namun proses ini memiliki banyak variabel yang dapat memengaruhi kualitas hasil coran. Untuk meminimalkan cacat, diperlukan optimasi proses melalui analisis dan simulasi. Penelitian ini melakukan simulasi pengecoran menggunakan perangkat lunak Altair Inspire Cast 2021.2 guna membandingkan hasil simulasi dengan hasil pengecoran aktual dan mengidentifikasi jenis cacat yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan cacat pada kedua metode, terutama porositas, shrinkage, dan mold erosion. Namun, benda coran aktual juga mengalami cacat tambahan seperti gas defect, shift, misrun, core miring, swell, sand inclusion, serta cacat fin. Persamaan cacat utama antara produk aktual dan simulasi meliputi porositas, mold erosion, gas defect, dan shrinkage. Temuan ini menunjukkan bahwa simulasi dapat menjadi alat prediksi yang efektif untuk mengidentifikasi potensi cacat sebelum proses pengecoran dilakukan, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses manufaktur.
PENGUJIAN DAN ANALISIS PERFORMA PENUKAR KALOR (SHELL AND TUBE) ALIRAN MENYILANG PADA MESIN PENGERING KOPI PABRIK KOPI TULEN Rantaujaya, Agus; Amrizal, Amrizal; Ibrahim, Gusri Akhyar
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penukar kalor berperan penting dalam sistem pengeringan biji kopi pada mesin pengering mekanik karena berfungsi memanaskan udara sebelum memasuki ruang pengering. Penelitian ini mengevaluasi kinerja dua penukar kalor tipe shell and tube aliran menyilang pada Mesin Pengering Kopi Pabrik Kopi Tulen dengan memvariasikan laju aliran massa udara. Penukar kalor 1 diuji pada laju aliran 0,0194–0,0732 kg/s, sedangkan Penukar kalor 2 diuji pada 0,0249–0,084 kg/s. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan laju aliran massa udara menurunkan temperatur udara keluar, meningkatkan laju perpindahan panas, serta menurunkan efektivitas penukar kalor. Temperatur udara keluar tertinggi pada Penukar kalor 1 mencapai 277 °C pada laju 0,0194 kg/s, sedangkan Penukar kalor 2 mencapai 316 °C pada laju 0,0249 kg/s. Tegangan gasifier optimum adalah 80 V karena menghasilkan rentang temperatur udara 50–100 °C yang sesuai untuk pengeringan kopi. Laju perpindahan panas maksimum tercatat sebesar 13.968 W pada Penukar kalor 1 (laju udara 0,0732 kg/s) dan 20.950 W pada Penukar kalor 2 (laju udara 0,0784 kg/s). Efektivitas tertinggi masing-masing penukar kalor adalah 39,24% dan 59,57%. Penelitian ini menegaskan bahwa variasi laju aliran udara sangat memengaruhi performa penukar kalor dan dapat digunakan sebagai dasar optimasi proses pengeringan kopi.
RANCANG BANGUN SISTEM PAHAT PUTAR AKTIF TERGERAK (ACTIVE DRIVEN ROTARY TOOL) UNTUK APLIKASI PEMBUBUTAN MATERIAL MAGNESIUM Prancana M Riyadi; Harun, Suryadiwansa; Su'udi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnesium merupakan logam alkali tanah dan termasuk unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Karena memiliki sifat yang ringan, magnesium cocok digunakan sebagai pengganti besi cor dan baja pada komponen otomotif yang relatif berat. Magnesium sebetulnya pada satu sisi dikenal karena karakteristik pemotongannya yang sangat baik dan menguntungkan. Namun dibalik kelebihan yang dimiliki, magnesium juga dikenal sebagai bahan logam yang mudah terbakar terutama pada saat pemesinan dengan kecepatan potong dan pemakanan yang tinggi. Geram akan terbakar ketika suhu pemotongan melebihi titik cair bahan yaitu (4000C - 600°C). Dengan menggunakan pahat putar, saat pahat berputar maka area pisau potong mendapatkan pendinginan saat pahat tidak melakukan proses pemotongan. Oleh sebab itu, suhu pemotongan pada pahat berpotensi menurun sehingga akan mengurangi penyalaan geram pada proses pemesinan magnesium dan pahat tidak mudah aus.Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun serta menguji sistem pahat aktif untuk proses pemesinan magnesium. Perancangan yang dilakukan menghasilkan konsep penggantian tool post pada mesin bubut dengan menggunakan pahat putar. Pahat putar ini dirancang dengan sistem penggerak menggunakan motor brushless DC, sistem transmisi menggunakan roda gigi serta mandril untuk mencekam dudukan pahat. Dimensi total mesin yang dirancang yaitu (158 x 150 ) mm. Hasil pengujian run out tertinggi yang diperoleh yaitu 0,12 mm dengan variasi putaran pahat dari 92,6 rpm sampai 2117 rpm, getaran maksimum dengan velocity 1,7 mm/s masih tergolong acceptable sesuai standar ISO 2372 serta kekasaran dengan parameter feeding 0,05 mm, kedalaman potong 0,02 mm serta putaran benda kerja 950 rpm menghasilkan kekasaran sebesar 2,46 µm. Hasil pengujian kekasaran ini masih berada dalam batas toleransi dari standar ISO Roughness Number.