cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
Perbedaan Proses Penyembuhan Luka dengan Menggunakan NaCl 0,9 % dan Gel Madu pada Pasien Post Operasi di Ruang Rawat Inap Bedah di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus Renny Wulan Apriliyasari; Muhammad Endro
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.694 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.11

Abstract

Berdasarkan pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti dibeberapa ruang di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus, diperoleh data bahwa perawatan luka khususnya pada luka pasca operasi sebagian besar menggunakan larutan NaCl 0,9%. Menurut perawat, larutan tersebut lebih efi sien. Padahal dalam perkembangan perawatan luka, kelembapan luka sangat penting dalam proses penyembuhan luka. Dibutuhkan larutan yang kelembapannya lebih tinggi dibandingkan dengan NaCl 0,9%, salah satunya dengan gel madu. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui mengetahui perbedaan proses penyembuhan luka menggunakan NaCl 0,9 % dan gel madu pada pasien post operasi di ruang rawat inap bedah di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah post test with control group. Jumlah sampel sebanyak 30 kelompok intervensi NaCl 0,9% dan 30 kelompok intervensi gel madu yang dipilih secara non probability sampling. Analisis data menggunakan Mann-Whitney. Hasil penelitian kelompok yang diberikan NaCl 0,9% pada perawatan luka, yang mengalami penyembuhan luka primer sebanyak 24 (80,0%) dan yang mengalami penyembuhan luka sekunder sebanyak 6 (20,0%), serta tidak ditemukan responden yang mengalami penyembuhan luka tersier. Hasil penelitian kelompok yang diberikan gel madu pada perawatan luka, yang mengalami penyembuhan luka primer sebanyak 18 (60,0%) dan yang mengalami penyembuhan luka sekunder sebanyak 12 (40,0%), serta tidak ditemukan responden yang mengalami penyembuhan luka tersier. Uji hipotesis didapatkan t hitung sebesar 7,000 > t tabel (1,699). Dengan demikian disimpulkan terdapat perbedaan perawatan luka dengan menggunakan NaCl 0,9% dengan perawatan luka menggunakan gel madu di Ruang Rawat Inap Bedah Rumah Sakit Islam Sunan Kudus.
Kajian Potensi Ketoksikan Akut dan Gambaran Histopatologi Organ yang Timbul dari Penggunaan Jamu Pelancar Menstruasi Annik Megawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.853 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.12

Abstract

Jamu pelancar menstruasi adalah suatu jamu yang mengandung ekstrak akar tumbuhan dan rempah-rempah berkhasiat, yang dikemas praktis sehingga mudah dan nyaman pemakaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ketoksikan akut jamu pelancar menstruasi yang dinyatakan dengan LD50 serta gambaran histopatologi organ terhadap hewan uji. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak lengkap pola searah yang menggunakan hewan uji sebanyak 40 ekor mencit betina, dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 8 ekor mencit betina galur DDY. Peringkat dosis yang diberikan dari dosis terendah sampai dosis tertinggi yaitu 2,188 g/kg BB, 4,375 g/kg BB, 8,750 g/kg BB, 17,500 g/kg BB sedangkan kelompok kontrol diberi aquades. Potensi ketoksikan akut tidak dapat ditentukan karena tidak dijumpai kematian hewan uji sampai akhir pemberian sediaan uji, sehingga dosis tertinggi (17,500 g/kg BB) yang bisa diberikan pada hewan uji dinyatakan sebagai LD50semu, yang menurut kriteria Loomis (1978) mempunyai makna relatif kurang berbahaya. Pemberian suspensi jamu pelancar menstruasi tidak mempengaruhi perilaku hewan uji. Hasil pemeriksaan histopatologis menunjukkan adanya perubahan pada beberapa organ yaitu: ginjal mengalami infi ltrasi sel radang (medulla), uterus mengalami kongesti dan infi ltrasi sel radang. Namun pemberian suspensi jamu pelancar menstruasi tidak mempengaruhi organ hati.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Temper Tantrum pada Anak Usia Pra Sekolah di RA Darul Falah Ngembalrejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Tahun 2012 Sri Hartini; Faris Hermawan
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.482 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.13

Abstract

Temper tantrum dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor fi siologis, faktor psikologis, faktor orang tua dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan faktor lingkungan dengan kejadian temper tantrum pada anak usia pra sekolah di RA Darul Falah Ngembalrejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik stratifi ed random sampling yaitu teknik pengambilan sampel didasarkan pada strata kelas anak dengan perimbangan yang sama dengan responden sebanyak 83 orang tua yang mempunyai anak usia pra sekolah. Hasil analisis didapatkan p value = 0,001 < " = 0,05 yang berarti ada hubungan dan hasil analisis antara faktor lingkungan dengan kejadian temper tantrum didapatkan nilai p value = 0,006 < " = 0,05 yang berarti ada hubungan. Dengan penelitian ini diharapkan bagi orang tua dapat menerapkan pola asuh yang tepat dan faktor lingkungan yang baik untuk meminimalkan kejadian temper tantrum pada anak usia pra sekolah.
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Phlebitis Pasca Pemasangan Infus di Ruang Rawat Inap RSUD Sunan Kalijaga Demak Noor Faidah; Linailil Izzah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.477 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.14

Abstract

Pemasangan infus dilakukan agar penanganan masalah terhadap kebutuhan cairan dan elektrolit lebih efektif dan efi sien. Namun pada pemasangan infus ini, juga ada resiko komplikasi yang sering timbul salah satunya adalah phlebitis. Phlebitis dikarakteristikan dengan adanya daerah yang merah dan hangat disekitar pemasangan intravena, nyeri dan pembengkakan, disebabkan oleh iritasi mekanik, kimia dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian phlebitis pasca pemasangan infus di ruang rawat inap RSUD Sunan Kalijaga Demak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan kohort deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 38 responden di ruang rawat inap RSUD Sunan Kalijaga Demak dengan menggunakan teknik acsidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemasangan infus dengan kejadian phlebitis diperoleh nilai p value 0,040, lama pemasangan dengan kejadian phlebitis diperoleh nilai p value 0,021, tempat penusukan dengan kejadian phlebitis diperoleh nilai p value 0,020, osmolaritas dengan kejadian phlebitis diperoleh nilai p value 0,035. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor prosedur pemasangan infus, lama pemasangan, tempat penusukan, dan osmolaritas dengan kejadian dekubitus. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan faktor prosedur pemasangan infus, lama pemasangan, tempat penusukan, dan osmolaritas dengan kejadian phelbitis pasca pemasangan infus di ruang rawat inap RSUD Sunan Kalijaga Demak. Disarankan pada perawat untuk dapat melakukan meminimalisir kejadian phlebitis dengan cara melakukan pemasangan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), mengganti infus kurang dari 72 jam, memilih tempat penusukan yang benar.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan dan Loyalitas Pasien di Rawat Inap Amarilis Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati Emma Setiyo Wulan
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.422 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.15

Abstract

Kepuasan pasien rawat inap di Ruang Amarilis mengalami penurunan dan selalu di bawah target, karena target kepuasan pasien rawat inap tiap bulan adalah 95%. Dengan demikian dapat dikatakan loyalitas konsumen terhadap Ruang Amarilis RS Keluarga Sehat Pati juga menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan dan loyalitas pasien di Rawat Inap Amarilis Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati. Jenis penelitian yang digunakan adalah adalah studi korelasi (Correlational study) dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien di Rawat Inap Amarilis Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati Tahun 2012 Bulan April, Mei dan Juni Tahun 2012 sebanyak 140 pasien, rata-rata tiap bulan sebanyak 47. Analisa menggunakan rank spearmant. Kualitas Pelayanan di Rawat Inap Amarilis sebagian besar baik sebanyak 41 orang (87,2%) dan mutu pelayanan kurang tidak ada. Kepuasan pasien di Rawat Inap Amarilis , sebagian besar baik sebanyak 41 orang (87,2%) dan kepuasan pasien kurang tidak ada. Loyalitas pelanggan di Rawat Inap Amarilis sebagian besar loyalitas tinggi sebanyak 36 orang (76,6%) dan tidak ada loyalitas hanya 2 orang (4,3%). Ada hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien di Rawat Inap Amarilis Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati ( p value = 0,000). Ada hubungan kualitas pelayanan dengan loyalitas pelanggan di Rawat Inap Amarilis Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati ( p value = 0,000). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien di Rawat Inap Amarilis Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati. Ada hubungan kualitas pelayanan dengan loyalitas pelanggan di Rawat Inap Amarilis Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati.
Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Malaria di Kabupaten Purworejo Tahun 2012 Tyas Devinta Pratiwi; Nurjazuli Nurjazuli; Budiyono Budiyono
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.738 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.16

Abstract

Sebanyak 73,6% daerah di Indonesia merupakan daerah endemis malaria. Angka API di Provinsi Jawa Tengah tahun 2010 mencapai 1 per 1000 penduduk. Kabupaten Purworejo merupakan daerah endemis malaria. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Purworejo ditemukan kasus malaria sebesar 932 kasus (1,12‰) pada tahun 2011 di 11 kecamatan dan 51 desa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan fi sik rumah, perilaku masyarakat dan akses pelayanan kesehatan dengan kejadian malaria di Kabupaten Purworejo dengan rancangan studi case control dan pendekatan retrospektif. Faktor risiko yang berhubungan adalah kondisi jendela rumah dengan (OR : 2,86) dan kebiasaan menggunakan kelambu malam hari (OR : 2,68). Dari hasil penangkapan nyamuk ditemukan Anopheles balabacensis umpan orang umpan luar jam 22.00-23.00, diperoleh Man Bitting Rate sebesar 0,02/orang/jam. Apabila seseorang mempunyai kondisi jendela rumahnya tidak rapat dan mempunyai kebiasaan tidak memakai kelambu waktu tidur malam, maka probabilitas orang tersebut untuk terkena malaria sebesar 25%. Disarankan untuk memberikan kelambu insektisida, pengaktifan juru malaria desa, peningkatan litbangkes, mendirikan jamban sehat dan pelatihan petugas malaria.
Studi Kualitatif Peran dan Praktik Masyarakat dalam Penggunaan Jamban Proyek di Desa Trikoyo Kecamatan Jaken Kabupaten Pati Ida Royani; Ervi Rachma Dewi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.236 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.17

Abstract

Tahun 2011 Desa Trikoyo memperoleh bantuan sosial bidang kesehatan, salah satu alokasi dana untuk pembuatan jamban. Terdapat 14 unit jamban yang tersebar tiap RT, tiap jamban digunakan untuk 10-15 rumah yang belum punya jamban. Sampai sekarang pemanfaatan jamban belum maksimal yaitu 64% atau 6-7 rumah yang menggunakan jamban proyek, yang lainnya belum mau menggunakan. Akibatnya j mban kotor dan bau, bak penampungan air sering kosong dan masih ada masyarakat yang buang air besar di sawah seperti sebelum ada jamban. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Tehnik pengumpulan data dengan FGD dan indepth interview. Hasil analisis peran masyarakat desa Trikoyo dengan adanya jamban proyek sudah berjalan, diantaranya pertemuan tingkat desa, survei mawas diri, musyawarah masyarakat desa, pelatihan kader, pelaksanaan upaya kesehatan oleh masyarakat dan pembinaan. Pemecahan masalah dalam musyawarah masyarakat desa tidak sesuai dengan prioritas masalah, karena dana yang disediakan dari pemerintah untuk tiga program yaitu jamban proyek, PMT dan PSN. Praktik masyarakat dalam penggunaan jamban proyek belum berhasil, karena masih ada masyarakat yang BAB di kebun dan di sawah. Peran serta masyarakat dalam penggunaan jamban proyek di desa Trikoyo dilihat dari tiga komponen yaitu pengetahuan, sosial budaya dan peran serta masyarakat. Praktik masyarakat dalam penggunaan jamban proyek dilihat dari dua komponen yaitu lingkungan dan perilaku masyarakat.
Hubungan Pengetahuan, Pendapatan Keluarga dan Ketersediaan Sayuran di Rumah Tangga dengan Konsumsi Sayuran pada Anak Usia 4-5 Tahun di Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Sri Heny Wahyuningsih; Sri Wahyuningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.188 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.18

Abstract

Rata-rata konsumsi sayuran pada anak usia pra-sekolah masih kurang dari anjuran yaitu hanya 50,9 g/hari yang seharusnya 200 g/hari. Konsumsi sayuran dipengaruhi oleh pengetahuan, pendapatan keluarga, ketersediaan sayuran di rumah tangga dan kebiasaan makan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan, pendapatan keluarga dan ketersediaan sayuran di rumah tangga dengan konsumsi sayuran pada anak usia 4-5 tahun di Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus sebanyak 154 anak dan jumlah sampel 111 anak. Analisis data penelitian ini menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan uji Chi Square dengan menggunakan program SPSS 11,5. Hasil penelitian ada hubungan pengetahuan dengan konsumsi sayuran pada anak usia 4-5 tahun di Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus (nilai p value = 0,0001). Tidak ada hubungan pendapatan keluarga dengan konsumsi sayuran pada anak usia 4-5 tahun di Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus (nilai p value = 0,176). Ada hubungan ketersediaan sayuran dengan konsumsi sayuran pada anak usia 4-5 tahun di Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus (nilai p value = 0,0001). Ada hubungan pengetahuan dan ketersediaan sayuran di rumah tangga dengan konsumsi sayuran pada anak usia 4-5 tahun di Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Tidak ada hubungan pendapatan keluarga dengan konsumsi sayuran pada anak usia 4-5 tahun di Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Campak di Puskemas Purwosari Kabupaten Kudus Rina Meilani; Risna Endah Budiati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.258 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.19

Abstract

Penyakit campak dikenal juga sebagai morbili atau measles, merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus, 90% anak yang tidak kebal akan terserang penyakit campak. Insiden kasus campak di Indonesia tahun 2007 untuk golongan umur < 1 tahun sebesar 48,9 per 100.000 orang tahun, umur 1-4 tahun sebesar 36,6 per 100.000 orang tahun, dan umur 5-14 tahun sebesar 18,2 per 100.000 orang tahun. Bahkan sampai dengan tahun 2009 masih dijumpai kejadian luar biasa campak di beberapa propinsi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa sajakah yang mempengaruhi kejadian campak di Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus. Jenis penelitian adalah analitik dengan menggunakan pendekatan Case Control. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2012. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita dan terkena campak tercapat dari tahun 2011 sebanyak 17 dan populasi kontrol ibu yang mempunyai balita dan tidak terkena campak tercatat dari tahun 2011 sebanyak 597, sampel kasus dalam penelitian ini sebanyak 34 ibu dengan sampel kasus 17 yang balitanya terkena campak dan sampel kontrol 17 balitanya tidak terkena campak. Analisis uji statistik yang digunakan adalah uji Regresi Logistik.Hasil uji statistik Regresi Logistik menunjukan bahwa ada pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian campak di Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus adalah dari faktor umur pemberian imunisasi dengan p value 0,020 dan OR = 5,760; status imunisasi dengan p value 0,001 dan OR = 24,375; faktor status gizi dengan p value 0,009 dan OR = 7,800. Terdapat pengaruh faktor umur pemberian imunisasi, status imunisasi dan status gizi terhadap kejadian campak di Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus.
Analisis Perbedaan Tarif Riil dengan Tarif Paket Indonesian Case Base Groups (INA-CBG’S) pada Klaim Jamkesmas Pasien Rawat Inap Di RSU RA. Kartini Jepara 2012 Edy Mulyanto; Niken Puspitowati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.949 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i1.20

Abstract

Terdapat kesan bahwa rumah sakit diuntungkan dari perbedaan tarif riil dengan tarif paket INA-CBG’s, sehingga merugikan pihak penyelenggara Jamkesmas maupun pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mencari seberapa besar perbedaan tarif riil dengan tarif paket Indonesia Case Based Groups (INA-CBG’s) pada pembayaran klaim pasien rawat inap peserta Jamkesmas di RSU RA. Kartini Jepara. Penelitian ini menggunakan pengambilan data melalui pendekatan retrospektif. Jumlah populasi 4.941 record/pasien (Oktober 2010 - Oktober 2011), dengan sampel data seksional silang yang diambil ditetapkan sejak diberlakukannya sistem klaim menggunakan pola tarif INA-CBG’s ditetapkan sebanyak 180 pasien/record. Uji statistik parametrik menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan degree of freedom (df) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebagian besar jumlah biaya riil pada kisaran Rp 4.000.000 – 5.000.000 atau sebanyak 83 pasien (46,1%). Sebagian besar jumlah Tarif Paket INA-CBG’s pada kelompok Rp 2.083.173 atau sebanyak 157 pasien (87,2%). Tindakan pembedahan Seksio Sesaria lainnya (Cesarean section of other specifi ed) mempunyai frekuensi terbesar yaitu sebanyak 115 pasien atau 63,9%. Frekuensi terbesar persalinan dengan tindakan Seksio Sesaria adalah karena alasan kegawatdaruratan dalam persalinan (Delivery by emergency caesarean section), yaitu sebanyak 147 pasien (81,7%) dan 13 pasien diantaranya masuk melalui prosedur program Jamkesmas serta 134 pasien masuk melalui program Jampersal. Ada beda rata-rata antara tarif riil dengan tarif paket INA CBG’s (Wilcoxon Signed Ranks Test: T hitung -11,309 > T tabel - 1,96 dan nilai p = 0,000 untuk df=0,05).

Page 2 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue