cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
PENGARUH SANITASI KAPAL DAN PERILAKU ANAK BUAH KAPAL (ABK) TERHADAP KEBERADAAN VEKTOR KECOA PADA KAPAL YANG BERSANDAR DI WILAYAH KERJA BBKK SURABAYA Kartiko, Hendro; Cahyani, Septia Dwi; Saktiawan, Yusup
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2758

Abstract

Keberadaan vektor di atas kapal dapat mempengaruhi kondisi kesehatan di atas kapal dan pelabuhan, karena vektor dapat menularkan penyakit kepada manusia.Tujuan ini menganalisis pengaruh sanitasi kapal dengan perilaku, pengetahuan dan sikap anak buah kapal (ABK) di wilayah kerja BBKK Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sanitasi kapal dan perilaku anak buah kapal dengan keberadaan vektor kecoa. Sampel penelitian ini 10 kapal dan 100 responden anak buah kapal. Hasil penelitian menggunakan uji Fisher Exact? = 0,039 (p < ?) yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh antara sanitasi kapal terhadap keberadaan vektor kecoa. Sedangkan hasil uji Fixer Exact pengetahuan ABK terhadap keberadaan vektor kecoa p 0,720 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada pengaruh yang signifikan. Sikap terhadap keberadaan vektor kecoa diperoleh nilai signifikan 0,178 tidak ada pengaruh yang signifikan. sikap terhadap keberadaan vektor kecoa diperoleh nilai signifikan 1,000 tidak ada pengaruh yang signifikan. Kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan antara sanitasi kapal dengan vektor kecoa, serta tidak ada pengaruh antara pengetahuan, perilaku, dan sikap ABK di BBKK Surabaya.
GAMBARAN SELF-MANAGEMENT GULA DARAH PASIEN DM TIPE 2 DI RSUD WATES KULON POGO Damayanti, Arta; Suprayitno, Edy; Murni, Estriana
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2779

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan kemampuan self-management dalam mengelola kadar gula darah masih menjadi permasalahan yang serius. Pasien sering kesulitan dalam melakukan pengelolaan gula darah akibatnya kadar gula darah belum stabil. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui self management dalam pengelolaan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di RSUD Wates Kulon Progo. Jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 73 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). Analisa data menggunakan analisis deskriptif dengan menghitung jumlah skor dan persentase penilaian variabel. Gambaran self-management gula darah pasien DM tipe 2 adalah kategori baik (27,4%) dan kategori kurang (38,4%). Kemampuan self-management gula darah pasien DM tipe 2 dalam mengelola kadar gula darah masih kurang dan diperlukan peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan secara berkelanjutan kepada pasien DM tipe 2 khususnya untuk meningkatkan kemampuan manajemen diri pasien dalam pengelolaan kadar gula darah yang baik.
ANALISIS FAKTOR MANUAL HANDLING DAN KELELAHAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PENGGILINGAN PADI UD. SARI PADI JAYA DI DESA BUKIT PARIAMAN TENGGARONG SEBERANG Istiarto, Istiarto; Setiawan, Andreas Rema
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2765

Abstract

Low back pain yang terjadi pada bagian punggung bawah adalah rasa nyeri yang umumnya terjadi karena kerja otot yang berlebihan akibat pemberian beban kerja yang terlalu berat dengan durasi waktu pembebanan yang lama. Di Indonesia, penderita nyeri punggung dilaporkan sebanyak 7,6% - 37%. Tujuan Penelitian ini ingin menganalisis bagaimana faktor manual handling dan kelelahan kerja pada pekerja penggilingan padi di desa Bukit Peninjauan dilihat dari aspek manual handling, faktor bahaya, faktor bahaya pada lingkungan kerja, dan faktor bahaya bagi karyawan penggilingan padi. Metode pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu: informan utama, pekerja, informasi pemilik usaha, dan seorang informan pendukung yaitu staf desa. Teknik analisis pada pengumpulan data instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja penggilingan padi melakukan manual handling tanpa menerapkan teknik yang benar, seperti mengangkat beban berat secara langsung tanpa alat bantu. Beban kerja yang tinggi, postur kerja yang tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang tanpa istirahat yang cukup menjadi faktor utama yang menyebabkan Low Back Pain. Lingkungan kerja juga turut berkontribusi, terutama paparan debu dan kurangnya ventilasi yang baik. Selain itu, kurangnya pelatihan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta kebiasaan merokok juga menjadi faktor individu yang memperburuk kondisi pekerja. Penelitian ini disimpulkan bahwa faktor teknik manual handling yang tidak tepat dan beban angkat yang melebihi batas maksimal menjadi faktor penyebab terjadinya low back pain pada pekerja penggilingan padi di UD. Sari Padi Jaya.
HUBUNGAN KEBERADAAN COLIFORM DALAM AIR MINUM DAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN NGUTER KABUPATEN SUKOHARJO Ardhiyanto, Rise Vivid; Sari, Dewi Puspito
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i2.2409

Abstract

Prevalensi stunting di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada tahun 2023 sebesar 13,63%. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dapat menghambat proses tumbuh kembang fisik dan kognitif anak, yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya asupan gizi yang cukup, infeksi yang berulang, serta sanitasi lingkungan yang kurang memadai. Salah satu faktor utama yang dapat memperparah stunting adalah diare, yang sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri coliform yang terdapat pada air atau makanan yang terkontaminasi. Bakteri coliform tersebut dapat mengganggu penyerapan zat gizi penting bagi tubuh anak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya stunting. Selain itu, pola asuh ibu yang kurang tepat, seperti kurangnya pengetahuan tentang pola makan sehat, kebersihan diri, serta pengelolaan sanitasi yang baik, juga memperburuk pemenuhan kebutuhan gizi anak dan meningkatkan risiko terjadinya stunting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan keberadaan coliform pada air minum dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting di Kecamatan Nguter. Jenis penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dengan jumlah sampel 30 balita yang terdaftar pada kegiatan posyandu di Desa Plesan dan Desa Kedungwinong, dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner pola asuh ibu dan pengambilan sampel air minum untuk uji kandungan coliform di Laboratorium Kesehatan Daerah Sukoharjo. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan coliform pada air minum tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita (p-value = 0,511; PR (95% CI) = 2.200 (0,201-24.086)), namun pola asuh ibu menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p-value = 0,007; PR (95% CI) = 0,100 (0,16-0,609).
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DAN DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN REPRODUKSI Dwihestie, Luluk Khusnul; Putri Sekar Ningrum, Allania Hanung; Yuliastanti, Triani
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2381

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa. Pada tahapan ini, terjadi pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik, mental, dan sosial emosional. Masa remaja dianggap sebagai masa rentan terhadap penyimpangan perilaku disebabkan pengaruh hormonal dan emosional yang masih labil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) (2020) menemukan bahwa pada tahun 2018, persentase perkawinan anak mencapai 11% yang diasumsikan 1 dari 9 perempuan berumur 20-24 tahun menikah sebelum berusia 18 tahun. Pendewasaan usia perkawinan merupakan program penundaan perkawinan dan kehamilan di usia muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan dan dampaknya bagi kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMA Bhinneka Karya 2 Boyolali. Tehnik pengambilan sampel adalah accidental sampling, didapatkan sampel sejumlah 40 responden. Data penelitian adalah data primer, dengan instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan dan dampaknya bagi kesehatan reproduksi. Analisis data menggunakan analisis univariate dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi rank spearman dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan dan dampaknya bagi kesehatan reproduksi adalah faktor tingkat pendidikan orangtua dengan nilai p-value 0,014 < 0,05 dan faktor budaya perkawinan anak dengan nilai p-value 0,010 < 0,05. Namun, pada faktor sumber informasi didapatkan nilai p-value 0,191 yang artinya tidak ada hubungan sumber informasi dengan pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan dan dampaknya bagi kesehatan reproduksi. Disimpulkan bahwa pendidikan orangtua dan budaya berhubungan dengan pengetahuan remaja, namun sumber informasi tidak berhubungan dengan pengetahuan remaja mengenai pendewasaan usia perkawinan.
EFEKTIVITAS PIJAT AKUPRESURE TERHADAP NYERI KEPALA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Kurniyanti, Mizam Ari
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2485

Abstract

Lansia sering mengalami hipertensi akibat perubahan sistem kardiovaskuler, dengan keluhan yang sering dirasakan adalah nyeri kepala. Terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri kepala adalah pijat akupressuree. Penelitian menggunakan pre-eksperimental desain pendekatan One group pre and post-test. Terdapat  11 lansia yang dipilih melalui teknik purposive, hasil akan dianalisa menggunakan uji Paired T-Test. Didapatkan mayoritas data responden yang menderita nyeri kepala akibat hipertensi pada usia 60–74 tahun sejumlah 6 orang dan didominsi oleh perempuan sebanyak 8 orang. Hasil analisis Paired T-Test p=0,000 (p<0,05) berarti terdapat efektifitas terapi teknik akupressuree untuk meredakan nyeri kepala pada lansia dengan hipertensi. Pijat akupressure merangsang histamin yang berakibat pembuluh darah melebar sehingga tekanan darah turun dan nyeri kepala berkurang
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP OVERWEIGHT DAN BODY FAT PERCENTANGE CLASSIFICATION (BFPC) PADA REMAJA DI KOTA PONTIANAK 'Amaliyah, Miftahul Nur; Junaedi, Myranti Puspitaningtsya; Nelissa, Deni
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2207

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan remaja sebagai seseorang yang berada pada rentang usia 10-19 tahun. Remaja adalah kelompok usia yang paling rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi. Overweight dan obesitas menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Peningkatan jumlah orang yang mengalami overweight dan obesitas dapat meningkatkan beban pada sistem kesehatan berdasarkan Data Profil Kesehatan Kalimantan Barat Tahun 2022, prevalensi overweight dan obesitas pada anak-anak dan remaja di Kalimantan Barat adalah sebesar 25,5%. Penelitian Zhang et al., 2018 menyatakan penurunan aktivitas fisik memiliki kecenderungan meningkatkan resiko overweight dan obesitas sebesar 40% pada anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap overweight dan body fat percentange classification (BFPC) pada remaja di Kota Pontianak diperlukan penelitian lanjut untuk mengetahuinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik terhadap overweight dan body fat percentange pada remaja di Kota Pontianak. Desain penelitian adalah cross-sectional study dan teknik dalam penelitian menggunakan total sampling. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan overweight maupun body fat percentange classification pada remaja.
GAMBARAN VARIASI POSTUR KAKI DAN Q-ANGLE PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS USIA 6-12 TAHUN Triandari, Listya Triandari,; Khasanah, Dini Afriani; Nelissa, Deni
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2257

Abstract

Kebutuhan perawatan kesehatan pada anak dan remaja dengan disabilitas intelektual lebih tinggi daripada populasi umum. Permasalahan pada struktur anatomi sering terabaikan, salah satunya postur kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran variasi postur kaki pada anak berkebutuhan khusus dan Q-angle usia 6-12 tahun. Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Praktek Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak Grow Up. Jumlah sampel yaitu 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran secara langsung. Data diambil secara statistik dengan SPSS. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa sebagian besar sampel memiliki postur kaki normal (58,3%), postur kaki pronasi (12,6%), overpronasi (12,6 %), dan supinasi (16,5 %) sedangkan Q-angle normal (95,8 %), dan Q-angle tidak normal (4,2 %). Dapat disimpulkan bahwa postur kaki pada anak berkebutuhan khusus bervariasi dan nilai Q-angle berada pada nilai normal
PERBANDINGAN LMX (LEADER-MEMBER EXCHANGE THEORY) DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DI KLINIK: DAMPAKNYA PADA TENAGA KESEHATAN DAN PERAWATAN PASIEN Tania, Abigail
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2433

Abstract

Industri kesehatan merupakan salah satu sektor yang paling dinamis dan kompleks, dipengaruhi oleh berbagai perubahan politik, ekonomi, budaya, dan teknologi. Perubahan ini memengaruhi operasional layanan kesehatan dan menuntut kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan tantangan. kepemimpinan adalah kemampuan untuk memahami diri, memiliki visi, membangun kepercayaan, dan bertindak efektif. Teori Leader-Member Exchange (LMX) menekankan hubungan personal antara pemimpin dan anggota tim, yang dapat meningkatkan kepuasan kerja, partisipasi, dan kinerja tugas. LMX yang baik membantu dalam pengambilan keputusan kolektif, inovasi, serta menciptakan iklim organisasi positif yang mendukung kualitas layanan. Sementara itu, kepemimpinan transformasional fokus pada inspirasi kolektif dan pemberdayaan, memberikan rasa kepemilikan, motivasi, dan inisiatif kepada tim. Pendekatan ini meningkatkan kepuasan kerja dan komitmen dalam mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan transformasional dan LMX terbukti berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan, inovasi, dan keterlibatan staf. Pendekatan ini memperkuat budaya kolaboratif dan keterbukaan dalam perawatan kesehatan, meningkatkan keselamatan, efektivitas, dan hasil perawatan pasien. Artikel ini mengkaji perbandingan dua teori kepemimpinan utama, yaitu Leader-Member Exchange (LMX) dan kepemimpinan transformasional, dalam konteks klinik dan rumah sakit. Melalui tinjauan pustaka dan analisis komparatif, penelitian ini mengevaluasi bagaimana kedua teori ini memengaruhi keterlibatan karyawan serta hasil perawatan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMX yang berkualitas tinggi memperkuat hubungan interpersonal antara pemimpin dan anggota, meningkatkan keterlibatan dan kinerja karyawan, sedangkan kepemimpinan transformasional berfokus pada pemberdayaan tim secara kolektif dan inovasi. Kesimpulannya, kedua pendekatan kepemimpinan ini saling melengkapi dan dapat secara efektif meningkatkan kualitas perawatan pasien, efisiensi layanan, serta kepuasan kerja staf di sektor kesehatan.
STUDI KUALITATIF: EVALUASI PROGRAM PENDAMPINGAN PELKESI DALAM UPAYA MENURUNKAN AKI DAN AKB DI RUMAH SAKIT LENDE MORIPA Ratnawati, Eka; Susilowati, Endang; Nancye, Pendeirot M
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2271

Abstract

Kesehatan ibu dan anak masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Fokus penanganan masalah ini adalah penurunan AKI dan AKB. PONEK merupakan upaya penyediaan pelayanan ibu dan bayi baru lahir secara terpadu di rumah sakit. Rumah Sakit Lende Moripa telah mendapatkan pendampingan PELKESI dalam upaya  pelaksanaan layanan PONEK. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program pendampingan PELKESI dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Rumah Sakit Lende Moripa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, data diperoleh dari 7 orang partisipan yang merupakan representasi dari pimpinan/ pengelola, dokter kandungan, dokter anak, dokter anestesi, perawat perinatology, perawat anestesi, bidan dan tenaga administrasi Rumah Sakit Lende Moripa. Data diperoleh melalui FGD, dan analisis data dilakukan secara content analysis. Triangulasi dilakukan dengan observasi sarana prasarana penunjang pelayanan PONEK rumah sakit. Dari penelitian ini muncul 4 tema, yaitu: Upaya pemenuhan standar pelayanan PONEK rumah sakit, Pengaruh program pendampingan PELKESI terhadap rumah sakit, Kamar bedah pilar penting dalam pelayanan PONEK, dan Strategi rumah sakit dalam keberhasilan program ASI eksklusif. Rumah Sakit Lende Moripa telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi standar PONEK selama pendampingan PELKESI, mampu berbagi manfaat kepada pihak luar melalui refreshing kader kesehatan di Sumba Barat. Rumah sakit turut mendukung keberhasilan program ASI eksklusif. Pendampingan PELKESI dan dukungan pemerintah dalam peningkatan layanan PONEK masih diperlukan sampai dengan rumah sakit mencapai kemandirian.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue