cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI KONTRAK DI RSUD KOTA PASURUAN Fairuza, Najwa; P, Sagita Candra; Rohmah, Eliya
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i2.2234

Abstract

Motivasi sangat penting didalam pertimbangan tujuan rumah sakit karena membantu karyawan guna berkontribusi terhadap pencapaian tujuan rumah sakit. Permasalahan rendahnya kinerja rumah sakit sering kali disebabkan oleh kurangnya motivasi didalam menyelesaikan tugasnya. Kurangnya komitmen kepemimpinan terhadap karyawan merupakan salah satu penyebab penurunan kinerja yang paling signifikan. Penelitian ini bertujuan guna mengidentifikasi hubungan diantara motivasi kerja dengan kinerja pegawai kontrak di RSUD Kota Pasuruan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif yang mempergunakan pendekatan crosssectional dan survei analitik. Mempergunakan strategi purposive sampling dan melibatkan total 86 tenaga kesehatan kontrak sebagai partisipan. Motivasi kerja di RSUD Kota Pasuruan sebagian besar berada pada rentang sedang, sebanyak 47 responden (55,8%) mengikuti survei. Kinerja petugas kesehatan di RSUD Kota Pasuruan tergolong rata-rata sebanyak 46 responden (53,5%). ditemukan hubungan diantara kinerja karyawan kontrak dengan motivasi kerja dengan nilai p sebesar 0,000.
KESEHATAN MENTAL DAN KEPATUHAN TERAPI ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA ODHA SELAMA PANDEMI COVID -19 Pujiati, Eny
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1720

Abstract

Wabah Coronavirus Disease (COVID-19) telah menimbulkan masalah di berbagai sektor, tidak hanya masalah global, tetapi juga memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penurunan kualitas layanan HIV/AIDS di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk perhatian, sumber daya, dan personel yang dialihkan untuk penanganan COVID-19, telah menimbulkan masalah serius bagi ODHA. Hal ini mencakup penurunan jumlah kunjungan rawat jalan, pemantauan viral load, dan upaya penekanan virologi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keterkaitan antara tingkat depresi dan kecemasan dengan kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV) pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA. Kartini Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasinya adalah semua pasien HIV/AIDS yang mendapatkan pelayanan di klinik HIV/VCT (voluntary counseling testing) RSUD Kabupaten Jepara. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode probabilitas sampling, dan teknik simple random sampling dipilih dengan total subjek 62 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah divalidasi berupa instrumen pengukuran hospital anxiety depression scale (HADS) dan modifikasi morisky medication adherence scale-8 (MMAS-8) dengan skala Likert. Dari total subjek, 42 orang (67,75%) mengalami depresi, terdiri dari 14 orang (22,60%) mengalami depresi ringan, 20 orang (32,25%) depresi sedang, dan 8 orang (12,90%) depresi berat. Sedangkan 20 orang (32,25%) berada dalam kondisi normal. Sementara itu, 22 orang (35,30%) menunjukkan tingkat kepatuhan rendah terhadap pengobatan ARV, 28 orang (45,15%) menunjukkan tingkat kepatuhan sedang, dan 12 orang (19,35%) menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi. Terdapat hubungan antara tingkat depresi dan kecemasan dengan kepatuhan terhadap pengobatan ARV pada pasien HIV/AIDS di RSUD RA. Kartini Kabupaten Jepara.
DAMPAK KETEPATAN WAKTU TERAPI ANTIBIOTIK PADA HASIL PASIEN DENGAN SEPSIS DAN SYOK SEPTIK Angelia, Stevany; Panduwiguna, Ivans
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.2153

Abstract

Terdapat perbedaan pendapat mengenai target waktu terapi antibiotik pada pasien dengan sepsis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian antibiotik sejak dini mengurangi angka kematian akibat sepsis. Namun, penelitian lain tidak menemukan hubungan antara terapi antibiotik dini dan hasil pengobatan pasien. Terdapat perbedaan pendapat terkait target waktu terapi antibiotik yang tepat pada pasien sepsis yang mendorong kami untuk melakukan sistematic review untuk mengidentifikasi target waktu penggunaan antibiotik yang terkait dengan hasil yang menguntungkan. Kami melakukan pencarian pada empat data base (PubMed, EMBASE, ScienceDirect, dan Cochrane Library) untuk hasil penelitian cohort (retrospektif dan atau propektif) yang relevan terkait dampak waktu terapi antibiotik yang tepat pada pasien sepsis dan syok sepsis. Kami memasukan 7 penelitian yang sesuai yang melibatkan 19.364 pasien pada semua kelompok sepsis. Empat penelitian memberikan informasi mengenai kesesuaian terapi antibiotik pada 5.870 pasien. Tiga penelitian melaporkan adanya hubungan antara waktu penggunaan antibiotik dan kematian. Ambang waktu yang terkait dengan hasil akhir pasien terdiri dari berbagai batas waktu (1 jam, 125 menit, 3 jam atau 6 jam) dalam 6 penelitian, time to-antibiotik (pemberian dilakukaan saat masuk UGD) dalam 1 penelitian. Kesimpulan: Meskipun tiga penelitian sepsis melaporkan adanya hubungan antara pemberian terapi antibiotik dini dan outcome pasien, matriks waktu pemberian antibiotik bervariasi secara signifikan antar penelitian dan tidak ada batasan waktu pasti yang muncul.
EKSPLORASI KUALITATIF MANAJEMEN LAYANAN PMTCT PADA IBU HAMIL ODHA DI KABUPATEN BOJONEGORO Hafidzah, Ummi Khoirul; Suryawati, Chriswardani; Shaluhiyah, Zahroh
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1467

Abstract

Capaian deteksi dini HIV pada ibu hamil di Kabupaten Bojonegoro tahun 2020-2021 belum mencapai target yang ditetapkan. Di sisi lain, sekitar 16 ibu hamil ODHA putus pengobatan ARV. Upaya penjangkauan kasus yang kurang baik memungkinkan peningkatan penularan HIV dari Ibu ke Anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses manajemen program pelayanan PMTCT pada Ibu Hamil ODHA di Layanan PDP Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam kepada informan utama dan informan triangulasi. Informan utama adalah Pengelola Program HIV di Layanan PDP dan Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan. Informan triangulasi terdiri dari Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan, Perwakilan LSM dan Ibu Hamil ODHA. Pengolahan dan analisa data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan program PMTCT sudah dilakukan dengan menetapkan kebutuhan anggaran, adanya pengelola program HIV di semua layanan PDP, dan menetapkan target capaian deteksi dini ibu hamil namun terdapat keterbatasan dalam dukungan kebijakan pelaksanaan PMTCT yang masih belum jelas. Fungsi pengorganisasian program PMTCT sudah berjalan dapat dilihat dari adanya SOP PMTCT di RSUD, koordinasi lintas sektoral yang bersinergi, namun masih kurangnya pelatihan terkait PMTCT dan belum ada SOP PMTCT di Puskesmas. Monitoring dan evaluasi masih belum berjalan dengan optimal karena evaluasi hanya dilihat berdasarkan angka capaian saja. Dengan demikian, pelayanan PMTCT untuk ibu hamil ODHA masih memiliki beberapa hambatan yang membuat pelayanan kurang optimal dan hal tersebut perlu diperbaiki oleh Fasilitas Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL PADA IKAN BANDENG YANG DIBUDIDAYAKAN DI TAMBAK KOTA SEMARANG Hastuti, Eny; Alfifah, Yutika
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.1649

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu ikan budidaya yang digemari oleh masyarakat sehingga menjadi salah satu komoditas budidaya unggulan. Oleh sebab itu ikan bandeng memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk produk olahan yang lebih bervariasi. Ikan bandeng dapat hidup di air tawar dan air laut sehingga sering disebut ikan air payau. Timbal (Pb) merupakan logam berat yang sangat beracun dan dapat mempengaruhi setiap organ dan system dalam tubuh manusia. Timbal tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, makanan dan kontak dengan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya logam berat timbal (Pb) pada ikan bandeng yang dibudidayakan ditambak kota Semarang dan sehat atau tidak nya ikan bandeng tersebut klo dikonsumsi dengan melihat kandungan logam timbalnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasi ikan bandeng yang di budidayakan di beberapa tambak di kota Semarang. Pemeriksaan yang dilakukan menggunakan metode Spektroskopi Emisi Atom (SEA). Dari pengujian kadar timbal (Pb) pada sampel ikan bandeng yang dibudidayakan di 3 tambak berbeda di Kota Semarang didapatkan hasil: tambak A = 0,33 mg/kg, tambak B = 0,23 mg/kg, tambak C = 0,34 mg/kg. Jadi kadar timbal (Pb) dalam daging ikan bandeng dari tambak A dan tambak C melebihi batas maksimum, sedangkan tambak B  tidak melebihi batas berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang batas maksimum cemaran logam berat dalam ikan dan hasil olahan yaitu 0,30 mg/kg
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KADAR HORMON PROLAKTIN PADA IBU NIFAS Katili, Tressan Eka putri; Melani, Nour Arriza Dwi; Yunus, Yuliandary
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i2.2222

Abstract

World Health Organization (WHO) dan United National Children’s Fund (UNICEF) menyarankan pemberian ASI eksklusif kepada anak-anak setidaknya selama enam bulan, atau sampai mereka berusia dua tahun, untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak-anak. Selama enam bulan pertama kehidupannya, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Kekurangan stimulasi prolaktin dan oksitosin dapat menyebabkan penurunan produksi ASI selama fase pascapersalinan setelah melahirkan. Hormon prolaktin sangat penting untuk permulaan, sintesis, dan pelepasan ASI, oleh karena itu kadar prolaktin yang rendah dapat menghambat proses laktogenesis. Ibu nifas yang menyusui masuk dalam Kategori ibu rentan gizi. Oleh karena itu, penting untuk menilai kesehatan gizi ibu nifas. Indeks massa tubuh merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menilai kondisi gizi ibu nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh terhadap kadar hormon prolaktin pada ibu nifas. Metode penelitian menggunakan desain penelitian analisis observasional cross-sectional, penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2021. Populasi penelitian adalah ibu nifas di wilayah operasi Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Ada 39 responden dalam sampel penelitian. Untuk mengukur kadar hormon prolaktin digunakan timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, dan alat Elisa. Bahwa nilai signifikasi atau nilai p value = 0.110 yang berarti nilai signifikasi yaitu p > 0,05. Maka artinya tidak berkolerasi atau tidak ada hubungan yang signifikan antara Indeks massa tubuh dengan kadar hormon prolaktin. Kekuatan hubungan yaitu 0,260 dengan Tingkat hubungan cukup kuat. Tidak ada hubungan indeks massa tubuh terhadap kadar hormon prolaktin pada ibu nifas diwilayah kerja puskesmas Tilango, Kabupaten Gorontalo
MEDIA EDUKASI KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 : LITERATURE REVIEW Jamaludin, Jamaludin
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1990

Abstract

Pada saat ini Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi ancaman serius kesehatan global, diantara salah satu diantara PMT tersebut adalah Diabetes Mellitus (DM). Edukasi Kesehatan merupakan salah satu strategi kegiatan dalam penatalaksanaan penyakit Diabetes mellitus. Edukasi diabetes memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada penderita diabete, dengan tujuan mengubah perilaku klien sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap penyakitnya. Kepatuhan diet saat ini menjadi masalah utama bagi pasien diabetes mellitus tipe 2. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui berbagai media promosi Kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur review dengan menggunakan Teknik tinjauan sistematik. Artikel yang yang telah direview dicari di Google scholar menggunakan istilah pencarian media edukasi dan kepatuhan diet DM dari tahun 2018 hingga 2022. PRISMA digunakan untuk mengidentifikasi 9 artikel yang akan direview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media promosi kesehatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan diet DM tipe 2 antara lain leaflet, poster, flipchat, video dan media sosial whatsap. Media ini dapat digunakan secara individu atau kombinasi. Aapenerimaan informasi yang dikirimkan tergantung pada jenis inderayang terlibat dalam penerimaan pesan. Penyerapan visual paling besar, pemahaman pengetahuan terjadi 75-87% melalui penglihatan, 13% melalui pendengaran dan 12% melalui Indera lainnya. Seakin banyak Indera yang terlibat dalam menangkap suatu pesan, maka semakin mudah pesan tersebut diserap untuk tujuan pendidikan. 
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PADA SISWI DI SMA GEMILANG YASIFA Islami, Annida Fakhrinal; Prastia, Tika Noor; Nauli, Humaira Anggie; Jayanti, Resty
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.1701

Abstract

Permasalahan dismenore pada remaja putri di usia sekolah dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) jumlah penderita dismenore di dunia sangat tinggi, lebih dari 50% rata-rata wanita di setiap negara menderita dismenore. Prevalensi dismenore di Indonesia mencapai 60-70% dengan angka kejadian dismenore di Jawa Barat sekitar 54,9% dan di Kabupaten Bogor 53,3% siswi terganggu aktivitas belajarnya akibat dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore. Metode penelitian menggunakan quasi – eksperimen dengan rancangan two group pre test – post test design. Pemberian intervensi non farmakologi kompres hangat dilakukan dengan botol kaca berisi air panas dengan suhu 45 °C. Populasi dalam penelitian ini yaitu 54 siswi dengan jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 8 responden tiap kelompok, teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat yaitu dengan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kompres hangat sebelum dan setelah pemberian intervensi 15 menit dan 20 menit didapatkan nilai p-value (0,010 < 0,05) dengan rata-rata penurunan intensitas nyeri pada intervensi 15 menit yaitu 1,5 sedangkan rata-rata penurunan intensitas nyeri intervensi 20 menit yaitu 1,88. Pemberian kompres hangat dapat menurunkan intensitas dismenore terutama kompres hangat yang diberikan selama 20 menit. Diharapkan pihak sekolah dapat menyediakan tempat dan alat kompres hangat sebagai upaya penanganan dan penurunan nyeri pada siswi dengan rasa nyeri yang tidak tertahankan.
HUBUNGAN RIWAYAT BBLR, KELENGKAPAN IMUNISASI DAN PERILAKU MEROKOK ANGGOTA KELUARGA TERHADAP RISIKO ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUKEK Wulandari, Putri; Siregar, Siti Maisyaroh Fitri; Fera, Dian; Jihad, Fikri Faidul
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1453

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut disebut "The Forgotten Killer Of Children" merupakan pembunuh nomor satu anak seluruh dunia. Sekitar 4 juta anak meninggal setiap tahun. ISPA menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan antara riwayat BBLR, kelengkapan imunisasi dan perilaku merokok anggota keluarga terhadap risiko ISPA pada balita yang dilakukan pada bulan November 2022 di wilayah kerja Puskesmas Meukek Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. 558 Ibu balita dijadikan populasi dalam penelitian ini dengan penarikan 85 sampel menggunakan teknik simple random sampling. Kuesioner dan KMS digunakan sebagai alat penelitian. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara riwayat BBLR (p value = 0,004; PR = 1,758 [95% CI:1,370-2,254]), kelengkapan imunisasi (p value = < 0,001; PR = 2,368 [95% CI:1,581-3,546]) terhadap risiko ISPA pada balita, dan tidak ada hubungan antara perilaku anggota keluarga yang merokok (p value = 0,083; PR = 1,643 [95% CI:0,909–2,968]) terhadap risiko ISPA pada balita. Anak dengan riwayat BBLR dan imunisasi yang tidak lengkap berisiko lebih tinggi terkena ISPA. Perlu dilakukan upaya meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pencegahan dan pengendalian ISPA pada balita melalui promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KOMORBID PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE-II BERDASARKAN PARAMETER HBA1C Kristin, Wulan; Kafesa, Ally
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.2080

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit metabolik yang memiliki karakteristik kadar gula darah yang tinggi karena kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau gabungan dari keduanya. Pemeriksaan kadar HbA1c dan tingkat keparahan RD serta hubungannya dengan faktor-faktor demografis seperti usia dan jenis kelamin. Tanda-tanda kerusakan kapiler retina pada pasien diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 termasuk penglihatan kabur, mrlihat bintik-bintik hitam, dan penglihatan yang memburuk di malam hari. Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, kendali glukosa darah yang tidak terkontrol dengan baik, durasi diabetes yang lama, tekanan darah tinggi (hipertensi), riwayat merokok, dan kadar kolesterol yang tidak seimbang adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi retinopati diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor komorbid penyakit diabetes melitus tipe II berdasarkan parameter HbA1c. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan literatur review dari beberapa jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kadar HbA1c dengan retinopati diabetik dan menunjukkan adanya korelasi yang tinggi terhadap kadar HbA1c pada retinopati diabetik. Dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kadar HbA1c dan tingkat keparahan retinopati diabetik proliferatif (PDR), yang merupakan komplikasi mata yang paling parah ditemukan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue