cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
EVALUASI KONTEKS, INPUT, PROSES, PRODUK PROGRAM KETAHANAN KELUARGA ANTI NARKOBA BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN KLUNGKUNG Andira, Ratih Ayu; Lubis, Dinar Saurmauli; Dwipayanti, Ni Made Utami
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i1.2403

Abstract

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) telah mengembangkan program ketahanan keluarga anti narkoba sebagai upaya inovatif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Program ini sudah berlangsung selama empat tahun namun belum pernah dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program ketahanan keluarga anti narkoba di BNN Kabupaten Klungkung dengan menggunakan pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan rancangan studi kasus, melibatkan 13 informan yang terdiri dari pelaksana program, mitra, dan sasaran program. Hasil evaluasi context menunjukkan pemahaman mitra terhadap tujuan program. Evaluasi input menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik, didukung oleh narasumber yang berkompeten, sarana yang memadai, serta anggaran yang cukup. Evaluasi proses mengungkapkan adanya masalah ketepatan waktu dan metode edukasi yang perlu diperbaiki. Meski demikian, komunikasi dua arah dan penggunaan media yang sederhana mendukung kelancaran kegiatan. Evaluasi produk menunjukkan peserta memahami bahaya narkoba, serta peningkatan komunikasi dalam keluarga. Keberlanjutan program dipengaruhi oleh anggaran, sumber daya manusia, serta kolaborasi antar pihak terkait. Secara keseluruhan, program ketahanan keluarga anti narkoba menunjukkan hasil yang baik, meskipun ada beberapa kekurangan dalam aspek input dan proses.
EVALUASI EFEKTIVITAS PROGRAM PENGENDALIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS GANG SEHAT PONTIANAK SELATAN Linati, Raudina Dwita; Komara, Alteza; Putri, Wayan Adelia; Tsabit, Syarifah Shabrina; Pratama, Elvin Felix; Nurtilawati, Astari; Fitriangga, Agus
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i1.2470

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme kronis akibat produksi insulin yang tidak memadai atau resistensi terhadap insulin. Prevalensi DM terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia, dengan proyeksi mencapai 21,3 juta kasus pada 2030. UPT Puskesmas Gang Sehat di Kota Pontianak menyediakan layanan pengelolaan DM, namun cakupan pelayanan sesuai standar pada tahun 2023 hanya 72,40%, masih jauh dari target 100%. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program pengendalian DM di puskesmas tersebut dan mengidentifikasi solusi prioritas untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Metode penelitian menggunakan Rapid Assessment Procedure, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi. Analisis masalah dilakukan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), akar masalah diidentifikasi dengan diagram fishbone, dan solusi dianalisis menggunakan metode CARL (Capability, Accessibility, Readiness, Leverage). Hasil penelitian menunjukkan rendahnya cakupan pelayanan DM disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, metode edukasi yang kurang efektif, dan akses layanan yang terbatas. Alternatif solusi yang diajukan meliputi pelatihan kader, pembuatan leaflet dan video edukasi, pengembangan platform edukasi online, serta sistem pengingat otomatis. Berdasarkan analisis, pembuatan leaflet dan video edukasi dipilih sebagai solusi prioritas yang dinilai paling efektif untuk meningkatkan cakupan layanan dan mencegah komplikasi DM.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD ARIFIN ACHMAD TAHUN 2022 Agustin, Dian Eka; Sa'am, Zulfan; Rany, Novita
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i1.2618

Abstract

Penyakit tuberkulosis dapat di cegah dan disembuhkan, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, kepatuhan berobat pasien tuberkulosis paru sangat dibutuhkan. Angka keberhasilan pengobatan di RSUD Arifin Achmad masih di bawah target yaitu 80%. Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pasien tuberkulosis paru di RSUD Arifin Achmad Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel adalah pasien positif tuberkulosis paru yaitu 82 pasien dengan teknik accidendal sampling. penelitian dilakukan pada bulan juni- juli 2022  di RSUD Arifin Achmad. analisis data adalah univariat, bivariat (uji chi square) dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan secara signifikan antara pengetahuan, sikap, peran pengawas menelan obat, ketersediaan obat dan motivasi petugas kesehatan dengan kepatuhan berobat pasien tuberkulosis paru. Kesimpulan penelitian ini adalah sikap berhubungan dengan kepatuhan berobat pasien tuberkulosis paru. Saran yang dapat diberikan kepada pasien tuberkulosis adalah meningkatkan kepatuhan dan keterlibatan pasien dalam pengobatan untuk mencegah penularan tuberkulosis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELAYAKAN USAHA PADA TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN DI TERMINAL BUS ARJOSARI KOTA MALANG Djaga, Ariyanto Beko; Wahyuni, Ike Dian; Saktiawan, Yusup
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2757

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjamin kesehatan masyarakat, terutama pada tempat pengolahan makanan di area publik seperti terminal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kelayakan usaha pada tempat pengolahan makanan di Terminal Bus Arjosari Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi, yaitu 13 unit warung makan di kawasan terminal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tempat pengolahan makanan tergolong layak (100%). Tiga variabel independen, yaitu kondisi penjamah makanan, kondisi tempat pengolahan, dan peralatan, terbukti berpengaruh signifikan terhadap kelayakan usaha (p < 0,05). Faktor yang paling dominan adalah kondisi tempat pengolahan dengan odds ratio sebesar 15,6 kali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan aspek sanitasi dan higiene, khususnya pada tempat dan penjamah makanan, sangat penting untuk menjaga kelayakan usaha pengolahan makanan di area terminal.
HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT MAJU ABADI GARMENT Maysyanda, Charista; Wartini, Wartini; Ani, Nur; Nugroho, Farid Setyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2749

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Menurut temuan survei awal yang dilakukan pada bulan Mei 2025 di PT Maju Abadi Garment, 70% karyawan bagian jahit melaporkan mengalami gejala kelelahan, termasuk sakit kepala, nyeri pinggang, dan penglihatan kabur. Rata-rata lembur selama dua bulan sebelumnya adalah 80 jam, yang setara dengan 33,3% lebih banyak jam kerja per bulan. Hasil ini menyoroti betapa pentingnya mengendalikan kelelahan terkait pekerjaan untuk menjaga produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelelahan kerja dan produktivitas pada pekerja jahit di PT Maju Abadi Garment di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini melibatkan 75 responden yang dipilih dengan menggunakan strategi total sampling dan menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Kuesioner Kelelahan Kerja IFRC digunakan untuk mengukur variabel independen tingkat kelelahan (rendah, sedang, dan tinggi) dan variabel dependen pencapaian target produktivitas (tercapai atau tidak) dengan menggunakan lembar pencatatan produktivitas. Uji chi-square dengan ambang batas signifikansi 0,05 digunakan untuk mengevaluasi data. Berdasarkan temuan, lebih dari setengah responden (52%) gagal mencapai target produktivitas kerja, dan mayoritas responden (45,3%) melaporkan tingkat kelelahan kerja yang sedang. Terdapat korelasi yang substansial antara produksi dan kelelahan, menurut studi statistik
TUNTUTAN PEKERJAAN DAN TUNTUTAN KELUARGA DALAM MEMPENGARUHI WORK-FAMILY BALANCE PADA INDUSTRI BETON PRACETAK DI PASURUAN Arifin, Muhammad Iqbal Ridho Maulana; Martiana, Tri; Sahri, Moch; Hosiah, Hosiah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tuntutan pekerjaan dan tuntutan keluarga terhadap work-family balance (WFB) pada pekerja industri beton pracetak di Pasuruan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 66 pekerja dipilih secara acak sederhana dari total populasi 80 pekerja. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup tiga variabel utama: tuntutan pekerjaan, tuntutan keluarga, dan WFB. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi ordinal. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja menghadapi tuntutan pekerjaan yang tinggi (61%), sementara mayoritas tuntutan keluarga berada pada tingkat sedang (59%). Temuan utama dalam analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya tuntutan pekerjaan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap WFB (P < 0,05). Pekerja dengan tuntutan pekerjaan kategori berat memiliki peluang 8,92 kali lebih besar untuk mencapai WFB yang baik dibandingkan mereka yang berada dalam kategori sedang. Sebaliknya, tuntutan keluarga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap WFB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tuntutan pekerjaan memainkan peran penting dalam membentuk keseimbangan kerja dan kehidupan keluarga, sedangkan tuntutan keluarga tampaknya tidak memberikan pengaruh yang signifikan dalam konteks ini. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memperhatikan manajemen beban kerja dan menyediakan dukungan terhadap karyawan agar tercipta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
IMPLEMENTASI PROGRAM PERAWATAN NARAPIDANA : PERAWATAN KESEHATAN BAGI NARAPIDANA HAMIL UNTUK MENCEGAH TENGKES (STUNTING) DI RUMAH TAHANAN PEREMPUAN “X” Dewi, Eva Liana; Iskandar, Irvan Sebastian
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2692

Abstract

Narapidana hamil di lingkungan terbatas seperti rumah tahanan membutuhan perhatian khusus karena memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda dibandingkan dengan narapidana lainnya dan masih minimnya penelitian terkait pola perawatan narapidana hamil dalam mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perawatan narapidana hamil di Rumah Tahanan Perempuan X, khususnya dalam upaya pencegahan tengkes (stunting). Dan merupakan salah satu studi awal di Indonesia yang menganalisis hubungan perawatan narapidana hamil dengan pencegahan stunting di lingkungan terbatas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap narapidana hamil, tenaga kesehatan, dan petugas rutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan yang diberikan meliputi pemberian makanan bergizi dengan penambahan porsi untuk ibu hamil, pemeriksaan kesehatan rutin termasuk triple eliminasi, pemberian sumplemen tambahan seperti susu formula dan vitamin, serta pemisahan kamar hunian untuk ibu hamil. Namun, terdapat kendala yang ditemukan seperti adanya keterbatasan anggaran yang menyebabkan pemberian gizi tambahan tidak dapat sepenuhnya maksimal, serta kurangnya sarana dan prasana dalam perawatan ibu hamil sehingga dapat mempengaruhi kualitas perawatan dan meningkatkan risiko stunting pada bayi. Meskipun begitu, pihak rutan berusaha memberikan perawatan terbaik dengan bekerjasama dengan beberapa pihak seperti rumah sakit, puskesmas, dan yayasan sosial untuk pemenuhan perawatan. Dukungan sosial dan psikologis juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental narapidana hamil dan juga pada kesehatan janin. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan dukungan alokasi anggaran, penyediaan sarana prasarana yang lebih layak, dan penguatan kerja sama lintas sektor untuk memastikan perawatan yang optimal bagi narapidana hamil di rumah tahanan sebagai langkah pencegahan tengkes (stunting).
PELAYANAN INKLUSIF SEBAGAI STRATEGI KEUNGGULAN KOMPETITIF RUMAH SAKIT: KAJIAN LITERATUR Prasetya, Yosua Heru
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2716

Abstract

Pelayanan kesehatan inklusif semakin menjadi strategi penting dalam memperkuat keunggulan kompetitif rumah sakit di tengah transformasi sistem kesehatan global. Berdasarkan teori Resource-Based View (RBV), layanan inklusif memenuhi karakteristik VRIN (valuable, rare, inimitable, dan nonsubstitutable) yang mendasari keunggulan strategis berkelanjutan. Melalui kajian literatur sistematis dan studi kasus di jaringan rumah sakit YAKKUM, ditemukan bahwa pelayanan inklusif tidak hanya meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien, tetapi juga memperkuat citra institusi, efisiensi operasional, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, pelayanan inklusif berperan sebagai sumber daya strategis penting dalam tata kelola rumah sakit modern, bukan sekadar pemenuhan hak asasi manusia. Rekomendasi utama adalah mengintegrasikan prinsip inklusi ke dalam strategi organisasi, pelatihan sumber daya manusia, sistem penilaian kinerja, serta kolaborasi multipihak untuk mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan. 
ANALISIS PENYEBAB PENDING KLAIM RAWAT JALAN BPJS KESEHATAN DI RSGM UGM PROF. SOEDOMO Oktamiyani, Widiya; Sunardi, Sunardi; Sartika, Iik; Suhertanti, Indah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2712

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, salah satunya melalui ketersediaan fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan yang tersedia bisa berupa rumah sakit, klinik, asuransi kesehatan, dan lain – lain. Sejak Januari 2014, Indonesia memiliki asuransi kesehatan nasional berupa program JKN melalui BPJS. Pembayaran program JKN di rumah sakit dilakukan dengan sistem klaim. Dalam proses pengajuan klaim terdapat tahap verifikasi oleh BPJS Kesehatan. Hasil verifikasi pending menimbulkan potensi gangguan arus kas rumah sakit dan dapat mengakibatkan adanya potensi penumpukan berkas yang akan diajukan pada bulan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran, mengidentifikasi penyebab pending klaim berdasarkan faktor eksternal dan faktor internal, serta mengevaluasi upaya manajemen klaim yang dilakukan berdasarkan POAC. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif rancangan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan Februari 2024 terdapat kasus pending terbanyak. Penyebab pending berdasarkan faktor eksternal adalah adanya perbedaan persepsi antara koder dengan verifikator BPJS. Sedangkan penyebab pending klaim dari faktor internal berupa man, material, dan method. Kondisi tersebut dapat diminimalisir dengan upaya manajemen klaim melalui penerapan fungsi manajemen yang optimal seperti planning, organizing, actuating, dan controlling. Kesimpulan dari penelitian ini alur pengajuan klaim BPJS pasien rawat jalan sudah sesuai dengan peraturan, penyebab pending klaim dari faktor eksternal yaitu adanya perbedaan persepsi antara petugas koding dengan verifikator BPJS, sedangkan dari faktor internal berupa man, material, dan method. Upaya manajemen klaim berdasarkan POAC sudah berjalan dengan baik dan matang.
IDENTIFIKASI KONDISI FAAL PARU PADA PEKERJA AREA SANDBLASTING DI PT. X Sofwan, Mufida Amalia; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sunaryo, Merry; Rhomadhoni, Muslikha Nourma
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2756

Abstract

Paparan debu di area sandblasting industri fabrikasi merupakan faktor risiko utama terhadap penurunan fungsi paru pekerja. Debu silika yang dihasilkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti PPOK dan silikosis, terutama jika pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faal paru pada pekerja area sandblasting di PT X dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 10 orang yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran kadar debu total menggunakan HVAS, dan pemeriksaan faal paru dengan spirometer. Hasil penelitian menunjukkan dua pekerja mengalami gangguan faal paru (obstruktif dan restriktif), sementara kadar debu masih di bawah NAB, dengan nilai tertinggi sebesar 0,46231 mg/m³. Disarankan pemeriksaan fungsi paru dilakukan secara berkala, terutama bagi pekerja di atas 40 tahun atau masa kerja panjang. Perusahaan juga disarankan melakukan rotasi kerja, membatasi kebiasaan merokok di lingkungan kerja, serta menyediakan APD lengkap seperti masker respirator, safety goggles, dan helm. Pengukuran kadar debu dianjurkan setiap 6 bulan di seluruh area sandblasting untuk mengurangi risiko penyakit akibat kerja.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue