cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
EFEKTIVITAS PELATIHAN KADER DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PRAKTIK PMBA DI KOMUNITAS DESA PEDALAMAN DAN TANJUNG BUNUT Lantan, Ria Henrika; Alamsyah, Dedi; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah; Fermata, Widya
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2878

Abstract

Sangat penting untuk mencegah stunting dan masalah gizi anak, khususnya stunting, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak di Indonesia, terutama di Kalimantan Barat, dimana prevalensi stunting masih tinggi (27,8 persen pada tahun 2022). Karena mereka berfungsi sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam situasi ini, kader posyandu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang PMBA agar mereka dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektif intervensi pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kader PMBA di Desa Pedalaman dan Tanjung Bunut. Metode: Penelitian ini dirancang sebagai eksperimen semu dengan pre-test dan post-test satu kelompok. Untuk memastikan bahwa peserta memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, sampling purposive digunakan untuk memilih 40 kader aktif dari kedua desa. Hasil: intervensi meningkatkan pengetahuan kader secara signifikan. Persentase kader yang berpengetahuan baik meningkat dari 27,5% menjadi 67,5%, dan item pertanyaan yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan benar 0% meningkat menjadi 40% setelah intervensi. Selain itu, skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 5,68 saat pre-test menjadi 7,30 saat post-test. Analisis statistik dengan Paired T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan nilai P-value sebesar 0,000 (< 0,05). Pembahasan: menampilkan hasil karakteristik pelatihan dengan responden yang didominasi usia produktif (30-40 tahun), berpendidikan SMA, dan berpengalaman 5-10 tahun, yang dianggap memiliki daya tangkap yang kuat terhadap materi. Studi ini menemukan bahwa pengetahuan kader komunitas meningkat secara signifikan dengan pelatihan PMBA. Ini adalah bagian penting dari upaya untuk mengurangi stunting. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan PMBA secara signifikan meningkatkan pengetahuan kader komunitas. Ini merupakan bagian penting dari upaya penurunan stunting.
PERBEDAAN POLA KONSUMSI DAN STATUS GIZI REMAJA DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI INDONESIA Afina Rizky, Putri; Krianto, Tri
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2939

Abstract

Remaja di Indonesia saat ini menghadapi tiga beban malnutrisi (triple burden of malnutrition), yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan defisiensi mikronutrien. Ketimpangan pola konsumsi dan status gizi antara remaja perkotaan dan pedesaan mencerminkan perbedaan sosial ekonomi, budaya, serta akses terhadap pangan bergizi. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis secara komprehensif temuan penelitian terkait pola makan, status gizi, serta faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut. Studi literatur dilakukan menggunakan pedoman PRISMA melalui pencarian pada database Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Artikel yang disertakan harus memenuhi kriteria inklusi, yaitu membandingkan remaja perkotaan dan pedesaan di Indonesia dalam aspek pola makan dan status gizi, menggunakan desain penelitian kuantitatif seperti survei potong lintang atau pendekatan kualitatif, serta diterbitkan pada periode 2021–2025. Melalui proses seleksi, diperoleh 9 artikel dengan penelitian yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup wilayah perkotaan dan pedesaan di Jawa, Sumatra, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dengan ukuran sampel bervariasi, mulai dari 130 hingga lebih dari 155.000 responden. Artikel terpilih kemudian dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja di wilayah perkotaan memiliki asupan energi, lemak, dan gula yang lebih tinggi, serta lebih sering mengonsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman berpemanis. Pola konsumsi ini meningkatkan risiko terjadinya overweight dan obesitas. Sebaliknya, remaja di pedesaan lebih rentan mengalami kekurangan energi kronis, stunting, dan defisiensi mikronutrien akibat keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, rendahnya variasi konsumsi, dan pengetahuan gizi yang terbatas. Faktor sosioekonomi, budaya pangan, serta gaya hidup sedentari turut memperlebar ketimpangan gizi antarwilayah. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi gizi yang kontekstual dan multikomponen, mencakup edukasi gizi, peningkatan akses pangan bergizi, serta perbaikan lingkungan pangan. Penelitian longitudinal diperlukan untuk memperkuat dasar kebijakan gizi remaja di Indonesia.
HUBUNGAN LAMA KERJA DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT MAJU ABADI GARMENT Widyatama, Fer Dila; Wartini, Wartini; Ani, Nur; Nugroho, Farid Setyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2824

Abstract

Nyeri punggung bagian bawah (low back pain/LBP) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang umum terjadi pada pekerja, khususnya di sektor garmen yang mengharuskan duduk dalam waktu lama. Postur kerja yang kurang ergonomis serta lamanya durasi bekerja diduga menjadi penyebab utama munculnya keluhan tersebut. Survei pendahuluan terhadap 10 pekerja bagian sewing  PT Maju Abadi Garment Sukoharjo menunjukkan 70% mengalami keluhan LBP, terutama pada punggung bawah dan pinggang akibat postur membungkuk, kursi tanpa sandaran, meja kerja yang tidak ergonomis, serta jam kerja panjang yaitu 8 jam ditambah lembur 2 jam per hari. yang memperpanjang paparan terhadap posisi kerja statis. Penilaian Rapid Entire Body Assessment (REBA) juga menegaskan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah keterkaitan antara durasi kerja dan posisi kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah (LBP) pada pekerja di bagian jahit. Pendekatan yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 60 responden yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi postur kerja melalui metode REBA, lalu dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa 75% responden mengalami LBP, 83,33% bekerja lebih dari 8 jam per hari, dan 71,67% memiliki postur kerja yang tidak ergonomis. Analisis juga menemukan adanya hubungan yang signifikan antara durasi kerja (p = 0,002) dan postur kerja (p = 0,012) dengan keluhan LBP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa durasi kerja berlebih dan postur kerja yang tidak ergonomis berkontribusi besar terhadap kejadian LBP, sehingga diperlukan intervensi ergonomis melalui perbaikan fasilitas kerja, pengaturan waktu kerja, dan edukasi postur kerja yang benar untuk mencegah dampak kesehatan jangka panjang.
ANALISIS RISIKO KERJA DAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APD PADA INDUSTRI KETENAGALISTRIKAN: STUDI DI PT PLN UP3 PAREPARE Sudarman, Dirman; Fadillah, Alya Dwi; Zalzabila, Nur Safira; Khatima, Khusnul; Sudirman, Sudarmi; Gani, Zuraida Inara; Yusuf, Williana
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penerapan higiene industri di PT PLN (Persero) UP3 Parepare. Higiene industri menjadi aspek penting dalam menjamin keselamatan kerja, terutama di sektoar kelistrikan yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan campuran, melibatkan 16 responden dari berbagai unit kerja yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan higiene industri telah mencakup identifikasi bahaya melalui metode HIRA-RJ, penggunaan APD secara konsisten, pengawasan lapangan yang ketat, evaluasi lingkungan kerja secara berkala, serta pelatihan dan sosialisasi rutin. Meskipun masih ditemukan tantangan dalam hal kepatuhan terhadap prosedur, secara umum upaya pengendalian risiko telah dilaksanakan secara sistematis. Hasil ini menegaskan pentingnya komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue