cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
PENGARUH KEHADIRAN DAN KUALITAS PELAYANAN POSYANDU LANSIA TERHADAP STATUS KESEHATAN LANSIA Bambang Sulistyo Budi; Ani Margawati; Farid Agushybana
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.497

Abstract

Tercapainya tujuan pembinaan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yaitu mewujudkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Status kesehatan lansia menjadi indikator penting kualitas derajat kesehatan lansia yang produktif dan berdaya guna di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kehadiran dan kualitas pelayanan Posyandu Lansia terhadap status kesehatan lansia.  Jenis penelitian adalah explanatory research dengan rancangan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel penelitian 77 responden lansia di Desa Panggung Royom Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati . Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kehadiran lansia di Posyandu Lansia dan kualitas pelayanan posyandu lansia terhadap status kesehatan lansia (masing-masing nilai-p=0,000). Faktor kualitas pelayanan posyandu lansia sangat bermakna pengaruhnya bila dibandingkan kehadiran lansia di posyandu lansia . Risiko kualitas pelayanan posyandu lansia yang tidak baik dapat berpengaruh terhadap status kesehatan 42 x dibandingkan dengan kualitas pelayanan posyandu yang baik. Sedangkan peluang risiko kehadiran lansia tidak aktif 10 x berpengaruh terhadap status kesehatan lansia. Kata Kunci : Kehadiran Lansia ; Kualitas Pelayanan Posyandu, Status Kesehatan lansia
AKTIVITAS FISIK DAN STRES SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA HIPERTENSI PADA USIA 45 TAHUN KEATAS Cucu Herawati; Suzana Indragiri; Puji Melati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.502

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO)  tahun 2015 hipertensi bertanggung jawab atas sekitar 54%  kematian yang disebabkan oleh serangan jantung dan stroke di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian hipertensi pada usia 45 tahun keatas di Kelurahan Kesenden Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon Tahun 2018.Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskritif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Populasi penelitian ini adalah seluruh penduduk yang berusia 45 tahun keatas sebanyak 2632 orang. Jumlah sampel sebanyak 54 orang diambil secara proportional random sampling.Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p =0,042)dan ada hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian hipertensi (p= 0,001), sedangkan tidak ada hubungan yang bermakna antara obesitas(p=0,117), konsumsi alkohol (p=1,000), kebiasaan minum kopi (p=0,750), merokok (p=1,000)dengan kejadian hipertensi. Kata Kunci : Aktivitas fisik, hipertensi, dan stres
Front Matter JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol. 7 No. 2 Tahun 2020 Eko Prasetyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.507

Abstract

PELEPASAN RABIES DI KABUPATEN DOMPU, NUSA TENGGARA BARAT Lubabul Aniq; Sakundarno Adi; Dwi Sutiningsih
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.498

Abstract

Rabies adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Lyssavirus yang ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, monyet, dan kelelawar. Namun belum diketahui jalur penularan rabies di Kabupaten Dompu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko pelepasan rabies. Penilaian risiko pelepasan rabies di Distrik Dompu menggunakan standar analisis risiko Office International des Epizooties (OIE). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan dibuat dalam pohon skenario. untuk mengetahui risiko perhitungan yang digunakan yang merujuk pada Biosecurity Australia dan memetakan jalur pelepasan rabies menggunakan ArcGIS® Versi 10.3. Perhitungan penilaian pelepasan kemungkinan risiko rabies di darat tinggi. Sementara kemungkinan risiko melepaskan rabies melalui kapal yang masuk dan keluar dapat diabaikan. Peluang penyebaran rabies di Kabupaten Dompu menunjukkan bahwa kurangnya pengawasan pelabuhan dan pergerakan transmiter rabies ilegal melalui jalur darat merupakan faktor risiko masuknya rabies. Penilaian rilis keseluruhan menunjukkan risiko tinggi masuknya rabies melalui kapal yang berasal dari luar pulau dan rute darat Kata kunci: rabies, lyssavirus, OIE, penilaian pelepasan, Biosecurity Australia
Front Matter JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol. 8 No. 1 Tahun 2020 Eko Prasetyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.561

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PILIHAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SYARIAH Rochmiati Rochmiati; Chriswardhani Suryawati; Zahroh Shaluhiyah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.680

Abstract

Rumah sakit syariah adalah suatu model baru dalam perumahsakitan di Indonesia yang baru dimulai pada akhir tahun 2017, yang perlu mendapatkan gambaran minat masyarakat terhadap layanan syariah. Jenis penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan metode regresi logistik dan desain study crosssectional yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang pada bulan September hingga Oktober tahun 2019. Sampel penelitian sebanyak 200 orang pasien rawat inap yang dirawat  minimal 2 hari. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden ditemukan dalam penelitian ini lebih dominan perempuan (57,5%), usia terbanyak pada rentang 46 sampai 55 tahun (30,0%), pendidikan terbanyak adalah sekolah dasar atau sederajat (52,0%), asal responden yang terbanyak  adalah dari luar Kota Semarang (78,0%), status marital mayoritas menikah(91,5%), pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (33,0%) dan wiraswasta (31,0%), dan mayoritas pembiayaannya adalah dengan BPJS (87,5%). Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya kualitas pelayanan yang berpengaruh secara signifikan dalam memilih rumah sakit syariah, sedangkan harga, keterjangkauan lokasi, religiusitas dan pengetahuan tentang rumah sakit syariah tidak berpengaruh terhadap keputusan pilihan rumah sakit syariah. Penelitian ini diharapkan akan memberikan gambaran tentang pilihan rawat inap di rumah sakit syariah yang merupakan hal yang baru di Indonesia, sehingga perlu difokuskan untuk mengembangkan rumah sakit syariah.Penelitian ini merekomendasikan beberapa saran yaitu bagi manajemen Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang agar meningkatkan sosialisasi tentang rumah sakit syariah, memanfaatkan wordofmouth untuk memperluas informasi tentang kesyariahan, sertameningkatkan ciri khas syariah baik ciri fisik maupun layanan.
GAMBARAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DESA WISATA KANDRI MENGENAI LEPTOSPIROSIS Siti Maisyaroh Bakti Pertiwi; Yauminnisa Hapsari; Naela Fadhila
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.566

Abstract

Leptospirosis adalah salah satu penyakit infeksi bakteri yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Desa Kandri merupakan salah satu desa wisata yang berada di Kecamatan Gunungpati, Semarang. Wisatawan datang kelokasi tersebut untuk melakukan wisata alam dengan outbond diarea persawahan, sungai, lokasi peternakan atau hanya menikmati pemandangan alam. Kondisi geografis Desa Wisata Kandri yang terdapat aliran sungai dan genangan air serta terdapat lahan pertanian menjadikan daerah tersebut berisiko terdapat kasus leptospirosis. Kondisi tersebut juga bisa menjadikan risiko tertularnya wisatawan yang datang ke lokasi Desa Wisata Kandri terhadap penyakit leptospirosis. Selain kondisi geografis, leptospirosis juga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit leptospirosis, rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat serta rendahnya sanitasi lingkungan.  Kader kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang kesehatan dan pencegahan kasus penyakit khususnya adalah leptospirosis. Melihat hal tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti gambaran pengetahuan kader kesehatan Desa Wisata Kandri tentang leptospirosis. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain crosssectional. Penelitian menggunakan metode total sampling sebanyak 54 kader kesehatan Desa Kandri. Instrumen untuk mengumpulkan data responden yaitu dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Metode  pengumpulan data yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan observasi lingkungan Desa Wisata Kandri. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kader kesehatan Desa Wisata Kandri memiliki pengetahuan baik mengenai leptospirosis ditunjukkan dengan 32 orang dengan prosentase (59,3%). Umur responden sebagian besar berumur kurang dari 40 tahun (44,45%). Umur bukan merupakan faktor penghambat aktifitas kader kesehatan Desa Wisata Kandri, karena perbedaan kategori umur memiliki keaktifan dan pengetahuan mengenai leptospirosis yang sama.Kata kunci: kader kesehatan, leptospirosis, tingkat pengetahuan
ANALISIS KANDUNGAN SERAT PANGAN DAN ZAT BESI PADA COOKIES SUBSTITUSI TEPUNG SORGHUM SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF BAGI REMAJA PUTRI ANEMIA Anggray Duvita Wahyani; Yuniarti Dewi Rahmawati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.685

Abstract

Remaja putri termasuk salah satu kelompok yang rawan menderita malnutrisi dan anemia, yang dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Anemia disebabkan oleh faktor gizi dan non gizi. Faktor gizi dapat disebabkan oleh ketidakcukupan asupan zat-zat gizi yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin, seperti energi, protein, zat besi, serat pangan dan asam folat. Oleh sebab itu, pemilihan makanan / camilan yang bergizi dan tinggi zat besi dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasinya. Sorghum merupakan salah satu jenis serealia bebas gluten yang mengandung protein, serat pangan dan zat besi tinggi. Cookies merupakan jenis kue kering yang disukai oleh remaja sebagai camilan. Subtitusi tepung sorghum dalam pembuatan cookies diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi terutama zat besi. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimental dengan satu faktor, yaitu proporsi tepung terigu dibanding dengan tepung sorghum yang terdiri dari 5 formula, yaitu: P1 = 100% : 0%; P2 = 80% : 20%; P3 = 60% : 40%; P4 = 40% : 60%; P5 = 20% : 80%. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil kandungan serat pangan dan zat besi diketahui dengan uji laboratorium, sedangkan analisis statistik dengan uji Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf keyakinan 95%. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata kandungan zat besi (Fe) dan serat pangan tertinggi adalah P5 (formula 5) yaitu kandungan serat pangan 5.01% dan zat besi (Fe) 2.40 mg. Hasil uji ANOVA diketahui p< 0.05 sehinngga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kandungan zat besi dan serat pangan pada tiap perlakuan
IMPLEMENTASI TELERADIOLOGI DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU LAYANAN RADIOLOGI BERBASIS SYARIAH Ali Roo’in Mas’uul; Triani Marwati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.571

Abstract

Salah satu mutu pelayanan yang seringkali menjadi masalah di rumah sakit adalah waktu tunggu layanan radiologi yang lama, khususnya waktu tunggu hasil pelayanan thorax foto yang merupakan jumlah jenis foto paling banyak. Hal ini berdampak pada penanganan pasien dan psikologis pasien. Di RS Islam Yogyakarta PDHI, sejak 2016 layanan ini dievaluasi dan sepenuhnya belum memenuhi standar yang ditetapkan. Oleh karena itu, perlu upaya inovasi guna mengatasi hal ini yakni dengan penerapan teleradiologi dalam layanan radiologi sehingga dapat meminimalkan waktu tunggu. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan upaya peningkatan mutu waktu tunggu pelayanan radiologi berbasis syariah dengan penerapan teleradiologi di RS Islam Yogyakarta PDHI. Jenis penelitian yang digunakan adalah Action Reseacrh dengan melakukan kegiatan perancangan, implementasi dan obser vasi, dan refleksi yang dilakukan dengan bersiklus. Objek penelitian adalah waktu tunggu foto thorax di radiologi. Setting penelitian ini adalah di RSIY PDHI pada tahun 2017 – 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teleradiologi pada layanan radiologi ternyata dapat meningkatkan mutu layanan dengan waktu tunggu foto thorax yang lebih pendek atau mencapai standar KMK No. 1014 Tahun 2008 sehingga dengan hasil ini dapat digunakan pula sebagai media promosi RS sesuai Standar Syariah Manajemen Pemasaran (SSMP) 1.4.2 yaitu pemasaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, promosi pemasaran harus bersifat informatif, tidak komparatif, tidak berlebihan, berdasarkan Kode Etik Rumah Sakit Indonesia, berpijak pada dasar dan data yang nyata. Indikator waktu tunggu foto thorax dapat tercapai secara konsisten dengan rerata waktu tunggu pada shift siang yaitu kurang dari 3 jam. Selain itu dengan penerapan Teleradiologi juga dapat menghemat biaya pengadaan sistem PACS yang harganya mencapai ratusan juta serta dengan sistem ini semua arsip foto, hasil bacaan dan register pasien terarsipkan secara digital dan dapat diakses kapan saja sesuai kebutuhan yang diberikan wewenang. Selain itu, prosedur pelayanan syariah dalam pemeriksaan foto thorax dengan pengenaan kerudung syari bebas logam khusus pasien putri, menggunakan baju pasien bebas logam di Kesimpulannya bahwa penerapan teleradiologi telah berhasil memperpendek waktu tunggu foto thorax dan secara tidak langsung hal ini mampu meningkatkan mutu layanan di rumah sakit.Kata kunci: waktu tunggu foto thorax, teleradiologi, mutu layanan berbasis, syariah, keselamatan pasien
EVALUASI PROGRAM PENCEGAHAN HIV MELALUI TRANSMISI SEKSUAL (PMTS)DI KOTA SEMARANG Benita Noffritasari; Zahroh Shaluhiyah; Mateus Sakundarno Adi
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.562

Abstract

Epidemi HIV di Indonesia masih bersifat terkonsentrasi pada kelompok populasi kunci. Secara global sekitar 47% kasus infeksi baru  pada tahun 2017 ditemukan pada kelompok populasi kunci dan pasangannya.Jumlah kasus HIV pada kelompok LSL di Indonesia meningkat hingga 500% selama tahun 2007 hingga tahun 2015. Peningkatan kasus HIV AIDS pada kelompok populasi kunci LSL menunjukkan bahwa kelompok ini merupakan kelompok yang berisiko tinggi baik untuk terinfeksi ataupun untuk menginfeksi.Program PMTS sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS yang berfokus pada faktor risiko penularan melalui hubungan seksual, dirasa belum memberikan hasil yang optimal.Program PMTS dialksanakan dengan menggunakan empat komponen utama yaitu peningkatan peran positif pemangku kepentingan, komunikasi perubahan perilaku, manajemen pasokan kondom dan pelicin, serta layanan IMS dan HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaanempat komponen utama program PMTS pada LSL di Puskesmasyang ada di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kota Semarang selama bulan Agustus hingga Oktober 2019. Subjek penelitian sebanyak 14 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada stigma dan diskriminasi dari pemangku kepentingan, LSl belum menjadi fokus utama dalam program PMTS. Klien LSL belum terbuka terhadap program dan pemakaian kondom pada LSL masih rendah. Belum semua Puskesmas menyediakan pelicin untuk program PMTS. Layanan HIV di Puskesmas belum komprehensif serta masih ada stigma dan diskriminasi dari petugas terhadap LSL. Rekomendasi dari penelitian ini adalah peningkatan upaya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap LSL, baik dari para pemangku kepentingan maupun petugas kesehatan; peningkatan upaya penjangkauan dan pendampingan terhadap LSL, sehingga mereka lebih terbuka terhadap program penanggulangan HIV; serta peningkatan kapasitas layanan HIV di Puskesmas, sehingga layanan HIV yang diberikan lebih komprehensif, termasuk penyediaan kondom dan pelicin.   Kata Kunci: Evaluasi PMTS, LSL

Page 7 of 21 | Total Record : 204


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue