cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI PUSKESMAS GUNTUR I KABUPATEN DEMAK Mat Zudi; Antono Suryoputro; Septo Pawelas Arso
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.681

Abstract

Pelayanan kesehatan di Kabupaten Demak telah menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, Puskesmas Guntur I merupakan salah satu unit pelayanan Kesehatan masyarakat yang menerapkan 12 indikator dalam pelayanan dasar tersebut. Target yang ditetapkan didalamnya adalah 100% untuk setiap indikator pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, masih terdapat beberapa pelayanan di Puskesmas Guntur I yang belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh SPM bidang Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan SPM di Puskesmas Guntur I. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview. Informasi dikumpulkan dari 5 informan yang terkait dalam pelaksanaan SPM terdiri dari informan utama dan informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 indikator pelayanan yang belum memenuhi target SPM, yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan Kesehatan penderita diabetes mellitus, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan orang terduga tuberkulosis, serta pelayanan kesehatan orang berisiko HIV. Beberapa faktor yang menghambat laju target SPM diantaranya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang kurang maksimal, wilayah demografi yang luas juga berpengaruh terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan, budaya dan kesadaran masyarakat sebagai faktor eksternal, serta manajemen monitoring dan evaluasi yang kurang optimal.
PENGARUH PERILAKU MEROKOK DAN KONSUMSI ALKOHOL DENGAN TINGKAT HEALTH LITERACY: SURVEY DI KOTA SEMARANG Sri Handayani; Muhammad Iqbal; Achmad Binadja; Nurjanah Nurjanah; Enny Rachmani
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.567

Abstract

Perilaku merokok dan konsumsi alkohol nyatanya adalah perilaku yang beresiko terjangkit penyakit tidak menular (PTM). Meningkatnya kasus PTM secara signifikan diperkirakan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar dan memerlukan teknologi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku merokok dan konsumsi alkohol dengan tingkat health literacy. Penelitian  ini merupaka penelitian survey dengan Instrument dalam peneleitian ini menggunakan Indonesian’s Health Literacy Survey Questionnaire (HLS-EU-SQ10-ISN) yang sudah tervalidasi. Pengolahan data menggunakan analisis binary logistic untuk mengetahui nilai OR pengaruh masing-masing variabel. Berdasarkan hasil uji hubungan didapatkan bahwa perilaku merokok berhubungan dengan tingkatHL (pValue: 0,001; OR: 1,871; CI: 1,303-2,688). Secara langsung perilaku merokok merupakan faktor yang berpengaruh terhadap tingat HL (pValue: 0,030; OR: 1,543; CI: 1,042-2,285). Seorang perokok memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar untuk memiliki tingkat HL pada problematic-Inadequate. Pada perilaku konsumsi alkohol juga merupakan faktor yang berhubungan (pValue: 0,001; OR: 2,692; CI: 1,505-4,813) dan berpengaruh  (pValue: 0,023; OR: 2,073; CI: 1,108-3,879). Seseorang dengan perilaku kesehatan negative cenderung memiliki tingakt health literacy yang rendah. Kata Kunci: Perilaku merokok, Perilaku konsumsi alkohol, tingkat health lietarcy
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DALAM PELAKSANAAN TES IVA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HUTARAKYAT KABUPATEN DAIRI TAHUN 2019 Sry Arina Manihuruk; Asriwati Asriwati; Jitasari Tarigan Sibero
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.686

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian perempuan didunia. Setiap tahun, sekitar 470.000 wanita diseluruh dunia didiagnosis menderita kanker serviks, 230.000 diantaranya meninggal. Kasus baru ditemukan dalam keadaan stadium sudah lanjut, karna masih rendahnya partisipasi untuk melakukan skrining (IVA). Jenis desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus 2019 di wilayah kerja Puskesmas Hutarakyat Kabupaten Dairi. Populasi ibu usia 30-50 tahun sebanyak 3.249 orang. Pengambilan sampel yaitu dengan teknik Proporsional Random Sampling dan accidental sampling sebanyak 96 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariate (Chi square). Dan multivariat (uji regresi logistic). Hasil penelitian menunjukkan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi perilaku dalam pelaksanaan tes IVA adalah sumber informasi  dengan nilai p value 0,000 dan nilai Exp (B) sebesar 548,939. Artinya responden yang tidak mendapatkan akses sumber informasi memiliki resiko untuk mempengaruhi tingkat perilaku dalam pelaksanaan tes IVA sebesar 548,939 kali lipat dari pada yang mendapatkan akses sumber informasi. Bagi petugas kesehatan lebih proaktif dalam penyuluhan dan pemberian informasi akan pentingnya pemeriksaan IVA dengan  menggunakan media yang menarik, menyediakan brosur / leaflet baik di fasilitas kesehatan/kegiatan kerohanian
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN STATUS PEKERJAAN DENGAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Suyani Suyani
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.563

Abstract

Kecemasan adalah gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas, kepribadian masih utuh, perilaku dapat terganggu tetapi masih normal, perasaan tidak pasti, keadaan emosi yang tidak memiliki objek yang spesifik. Banyak dampak yang bisa muncul dari kecemasan pada saat ibu sedang hamil selain pskologis ibu yag terganggu, dapat berdampak juga pada janinnya yaitu bisa lahir sebelum waktunya. Dengan latar belakang tersebut maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mngetahui hubungan antara Pendidikan dan pekerjaan dengan kecemasan ibu hamil Trimester III. Rancangan peneletian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan waktu Cross sectional.teknik sampling yang digunaka adalah purposive sampling. Uji statistic yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan rumus Chi Square. Dari analisis satistik didapatkan hasil ada hubungan tingkat Pendidikan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dengan P value 0,002 serta ada hubungan status pekerjaan ibu dengan kecemasan pada ibu hamil trimester III dengan p value 0.01Kata Kunci: Kecemasan, Ibu Hamil, Pendidikan, Pekerjaan
PENGETAHUAN WANITA DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI PEDUKUHAN GOWOK KABUPATEN SLEMAN Milatul Asifah; Menik Sri Daryanti
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.682

Abstract

Menopause merupakan masa berakhirnya siklus menstruasi pada wanita yang terdiagnosis setelah 12 bulan wanita tidak mengalami periode menstrusi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan wanita dalam menghadapi menopause adalah pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan wanita dalam menghadapi menopause di Pedukuhan Gowok Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purpossive sampling dengan besar sampel sebanyak 60 orang wanita usia subur (WUS). Hasil analisa data menunjukkan tingkat pengetahuan wanita dalam menghadapi menopause dengan pengetahuan baik sebanyak 13 responden (21,7%), pengetahuan cukup 12 responden (20%) dan pengetahuan kurang 35 responden (58,3%). Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh simpulan bahwa pengetahuan wanita dalam menghadapi menopause di Pedukuhan Gowok Kabupaten Sleman yaitu berada dalam ketegori kurang. Diharapkan bagi responden untuk selalu berusaha mencari informasi mengenai menopause yang akan terjadi pada setiap wanita dengan pengetahuan yang baik akan berdampak pada kesiapan dalam menghadapi menopause
HEALTH LITERACY DAN HEALTH AWARENESS TERKAIT DENGAN STIGMA TUBERKULOSIS PETUGAS PUSKESMAS BANDARHARJO SEMARANG Ririn Nurmandhani; Lenci Aryani; Fitria Dewi Puspita Anggraini
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.568

Abstract

Health literacy dan health awareness dapat memberikan dampak terhadap penurunan stigma Tuberkulosis pada petugas Puskesmas. Berdasarkan Data Kemenkes Indonesia pada tahun 2018 sudah ada kasus 93.642 jiwa kasus Tuberkulosis. Kota Semarang dinyatakan darurat Tuberkulosis di tahun 2018 dengan angka kematian pasien Tuerkulosis sebesar 50,7%. Puskesmas Bandarharjo salah satu puskesmas yang memiliki penderita Tuberkulosis tinggi dengan angka Crude Death Rate sebesar 63,5% dengan jumlah suspect laki-laki 73 orang dan perempuan 65 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui literasi kesehatan dan pengetahuan petugas puskesmas sehingga mampu menurunkan stigma Tuberkulosis pada tenaga puskesmas dan dapat memaksimalkan peran tenaga puskesmas dalam penanganan Tuberkulosis.Berkaitan dengan hal di atas maka perlu diketahui bagaimana health literacy dan health awareness petugas pukesmas untuk mengubah stigma yang berkembang dalam wilayah masyarakat khusunya puskesmas sebagai langkah awal pemanfaatan tenaga puskesmas dalam pencegahan awal serta penurunan angka kasus Tuberkulosis baru.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross sectional dimana pengambilan data dilakukan dalam satu waktu. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat bantu dalam pengambilan data. Sampel di lapangan adalah total populasi tenaga Puskesmas Bandarharjo Semarang sebanyak 52 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden adalah tenaga kesehatan dan 25% adalah non tenaga kesehatan.Sebagian besar responeden (51,9%) memiliki lama kerja < 5 tahun. Tingkat literacy petugas terkait dengan Tuberkulosis masih kurang yaitu sebesar 65,4%. Tingkat awareness petugas terkait dengan Tuberkulosis sudah tinggi yaitu 86,5 % memiliki health awareness tinggi.Tingkat stigma petugas 65,4% masih memiliki stigma.Tidak ada hubungan antara jabatan, lama kerja, serta health awareness dengan stigma terhadap Tuberkulosis.Ada hubungan antara health literacy dengan stigma terhadap Tuberkulosis.Petiugas Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan literasi melalui pelatihanserta dapat mengurangi stigma terhadap pasien Tuberkulosis.Kata Kunci: Health literacy, Health awareness, Stigma, Petugas Puskesmas
READY TO USE THERAPEUTIC FOOD (RUTF) SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN BERAT BADAN BALITA USIA 1-3 TAHUN DI DUSUN PAKISJAJAR, MALANG Waifti Amalia; Ika Arum Dewi Satiti
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.687

Abstract

Masalah gizi anak merupakan salah satu masalah kesehatan tertinggi di Indonesia. Berat badan merupakan indicator utama status gizi balita. Balita dengan berat badan yang tidak adekuat dapat mengalami berbagai masalah gizi, diantaranya gizi kurang, stunting dan wasting. Masalah gizi ini kedepannya dapat menimbulkan kurangnya kemampuan eksplorasi anak, penurunan prestasi belajar, meningkatnya angka penyakit bahkan angka kematian balita.Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan angka masalah gizi masih sangat kritis di Indonesia, gizi Kurang (Underweigth) 17,7%, stunting 30,8%, dan prevalensi kurus (Wasting) 10,2%.  Ready to Use Therapeutic Food (RUTF) merupakan makanan berbasis tinngi makronutrient yang dapat digunakan untuk perbaikan status gizi anak. RUTF terdiri dari bahan yang mudah dicerna seperti susu, gula, lemak hewani, lemak nabati, minyak sayur, gula, vitamin dan mineral. Penelitian ini bertujuan unuk menilai perubahanberat badan sebelum dan sesudah Pemberian RUTF pada balita usia 1-3 tahun di dusun trajen Pakisjajar, Kabupaten Malang.Metote yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy- eksperimen dengan sampel penelitian adalah balita berusia 1-3 tahun sejumlah 40 balita yang terbagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok control dan perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Trajeng, Pakisjajar, Malang. Analisa statistic menggunakan uji bivariate dependent t-test dan independent t test. Tahapan penelitian ini dimulai dari pengukuran berat badan sebelum terapi, kemudian pemberian terapi yakni RUTF selama satu bulan untuk kelompok perlakuan dan pemberian makanan tamnbahan kacang hijau untuk kelompok kontrol serta pengukuran berat badan post terapi .Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan BB yang signifikan pada kelompok perlakuan. Rerata berat badan balita sebelum pemberian RUTF (11,080) dan setelah pemberian RUTF (11,985) dengan P value 0.000. Sedangkan hasil analisis perbedaan rerata BB kelompok perlakuan dan kelompok control didapatkan beda signifikan dengan selisih 2,167 dan P value 0,037. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ready To Use Teraphy Food (RUTF) efektif dalam meningkatkan BB anak usia 1-3 tahun
ANALISIS STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN TERKAIT KESIAPAN PERUBAHAN STATUS PUSKESMAS BLUD HOLDING MENUJU BLUD MANDIRI DI KOTA PEKALONGAN Chriesma Revolaninggar; Chriswardani Suryawati; Sutopo Patria Jati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen perubahan dalam rangka kesiapan untuk proses transformasi dari puskesmas BLUD holding menuju BLUD mandiri, faktor yang mendorong dan menghambat, serta strateginya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Informan adalah mantan Direktur BLUD Holding, Kepala Puskesmas. Kepala TU dan Bendahara dari Puskesmas Sokorejo dan Puskesmas Buaran, serta Dinas Kesehatan Kota Pekalongan. Data diperoleh menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian (1) Manajemen perubahan dalam rangka kesiapan untuk proses transformasi dari puskesmas BLUD Holding menuju BLUD Mandiri memiliki beberapa tahap, yaitu penetapan status UPT bagi 14 puskesmas, penetapan perwali, pencabutan status BLUD holding, dan penetapan puskesmas BLUD mandiri. Dari keempat tahap ini yang sudah dilakukan adalah penetapan status UPT dan pencabutan status BLUD holding, dan status BLUD Puskesmas; sementara perwali masih dalam proses. Kesiapan manajemen yang dilakukan mencakup SDM, anggaran, sarana dan prasarana, serta persyaratan BLUD. Dari kesiapan ini, yang sudah dilakukan adalah kesediaan SDM meskipun distribusi belum merata, anggaran yang bersumber dari luar masih terbatas, minimnya biaya pemeliharaan sarana prasarana, serta terpenuhi persyaratan administrasi. (2) Faktor yang mendorong dan menghambat manajemen perubahan dalam rangka kesiapan untuk proses transformasi dari puskesmas BLUD holding menuju BLUD mandiri meliputi regulasi, kelembagaan, SDM, anggaran, sarana prasarana, dan masyarakat. (3) Strategi manajemen perubahan dalam rangka kesiapan untuk proses transformasi dari puskesmas BLUD holding menuju BLUD Mandiri mencakup peningkatan koordinasi antara puskesmas dan dinas kesehatan, peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan meratakan distribusi tenaga kesehatan, meningkatkan cakupan kepesertaan JKN, dan meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana (khususnya biaya pemeliharaan kesehatan).
PENGARUH PENERAPAN FEEDING RULES SEBAGAI UPAYA MENGATASI KESULITAN MAKAN PADA ANAK (PICKY EATER, SELECTIVE EATER DAN SMALL EATER) Annif Munjidah; Esty Puji Rahayu
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i1.564

Abstract

Masalah makan pada balita mencakup picky eater, selective eater dan small eater.  Saat anak menunjukkan kondisi tersebut tidak jarang orang tua mencari solusi dengan memberikan anak multivitamin, bahkan tidak sedikit orang tua beranggapan bahwa makan dapat diganti dengan minum susu. Pemahaman yang salah ini tanpa disadari oleh orang tua dapat mengakibatkan anak kekurangan gizi. Mengetahui pengaruh penerapan feeding rules terhadap kesulitan makan anak (picky eater, selective eater dan small eater). Analitik quasi eksperimental one group pre post test desain. Populasi adalah anak dengan picky eater, selective eater dan small eater yang berusia dibawah 3 tahun di Surabaya dan Gresik. Tehnik pengambilna sample dengan Purposive sampling lokasi pengambilan data di Surabaya dan Gresik dan waktu pengumpulan data bulan April sd Juni 2020. Uji analisis pre post tes penerapan feeding rules terhadap kelompok picky eater menggunakan uji paired t-test didapatkan nilai P = 0,03.  Pada kelompok selective eater nilai P = 0,07, dan pada kelompok small eater   P = 0,02. Terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan feeding rules terhadap kesulitan makan kelompok picky eater dan small eater. Dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara penerapan feeding rules terhadap kesulitan makan kelompok selective eater. Penerapan feeding rules pada pemberian makan anak berdampak positif, hal tersebut dapat diberikan sejak pengenalan MPASI pertama kali oleh orang tua atau pengasuh.  Kata Kunci : Feeding Rules, Kesulitan makan, Selective Eater, Small Eater
HUBUNGAN IMT DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN Belian Anugrah Estri; Dwi Kartika Cahyaningtyas
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.683

Abstract

Masalah gizi utama di Indonesia bagi remaja putri adalah anemia (Arisman, 2010). Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang sering menimpa hampir sebagian anak-anak maupun ibu hamil di negara berkembang, termasuk yaitu negara Indonesia. . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Hubungan IMT Dengan Kejadian Anemia  Pada  Remaja Putri Di SMAN 2 Ngaglik Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis Qouta sampling sejumlah 30 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi square. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Chi Square menunjukkan pada tabel nilai signifikansi p-value sebesar 0.377 dan nilai chi-square sebesar 0.779. Karena nilai signifikansi 0.377 > (0.05) maka hipotesis null diterima yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara IMT dengan Kejadian Anemia pada remaja putri di SMAN 2 Ngaglik Kabupaten Sleman Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan pemberian informasi/ pendidikan mengenai konsumsi gizi yang baik kepada remaja putri, sehingga ada perubahan sikap dan prilaku kearah yang lebih baik untuk meningkatkan prestasi belajar.

Page 8 of 21 | Total Record : 204


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue