cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BAYI 6-24 BULAN DI RW 05 PABUARAN MEKAR BOGOR TAHUN 2019 Ryandita Karina Purvitasari; Ayu Anggraeni Dyah Purbasari
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.43 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v7i1.381

Abstract

Angka kematian bayi (AKB) di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut SDKI (2017) tingkat AKB sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup. Oleh karena itu WHO dan UNICEF sangat menyarankan pemberian air susu ibu (ASI) selama 6 bulan penuh. ASI eksklusif merupakan ASI yang diberikan selama 6 bulan penuh kepada anak tanpa tambahan bahan makanan atau minuman apapun. Metode penelitian ini menggunakan desain studi penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 65 orang ibu. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Pengambilan data dilakukan selama bulan Mei tahun 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif pada RW 05 sebesar 41,5%. Faktor pengetahuan ibu (p=0,001), status pekerjaan ibu (p=0,041) dan peran kader (p=0,042) memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini. Sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan terhadap faktor usia ibu, pendidikan ibu, dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif. Disarankan bagi kader/tenaga kesehatan setempat untuk dapat memberikan/meningkatkan informasi mengenai ASI eksklusif dan memberikan penyuluhan mengenai ASI eksklusif kepada masyarakat. Kata Kunci : ASI eksklusif, bayi, ibu, menyusui
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN RUANG LAKTASI PADA IBU MENYUSUI YANG BEKERJA DI KEMENTERIAN KEUANGAN RI 2019 Muthia Wardahlina Hardi; Terry Yuliana; Ayu Anggraeni Dyah Purbasari
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.904 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v7i1.382

Abstract

Berdasarkan data Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, cakupan ASI Eksklusif tahun 2016 adalah 48,1% dan menurun menjadi 46,60% pada tahun 2017. Wilayah terendah untuk pemberian ASI Eksklusif ada di Jakarta pusat (41,7%) sedangkan wilayah lainnya sudah mencapai 50%. Salah satu penyebab rendahnya cakupan ASI Eksklusif adalah ibu bekerja yang kesulitan memerah ASI di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan ruang laktasi pada ibu menyusui yang bekerja di Kementerian Keuangan RI 2019. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan kuantitatif. Populasi ibu menyusui yang bekerja sebanyak 62 orang menggunakan purposive sampling dengan 55 sampel. Analisis data meliputi univariat, bivariat menggunakan chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik dengan prediktif model. Hasil penelitian ini didapatkan 60% ibu menyusui yang bekerja memanfaatkan ruang laktasi. Terdapat hubungan antara dukungan keluarga p=0,004 (OR=6,5; 95% CI: 1,9-21,6) dan dukungan lingkungan p=0,001 (OR=7,9; 95% CI; 2,3-27,1) dengan pemanfaatan ruang laktasi. Tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, sikap, pengetahuan, dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemanfaatan ruang laktasi. Faktor yang paling berhubungan terhadap pemanfaatan ruang laktasi adalah dukungan lingkungan. Saran kepada kantor Kementerian Keuangan RI agar memberikan kesempatan terhadap pegawai yang menyusui untuk memerah ASI di ruang laktasi. Kata Kunci: Menyusui, Ibu Bekerja, Ruang Laktasi
FAKTOR DEERMINAN PARTISIPASI PEREMPUAN USIA BERISIKO DALAM PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) Sartika Dewi Angriani; Jum Natosba; Bina Melvia Girsang
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.922 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v6i2.294

Abstract

Kanker Serviks merupakan suatu tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim / serviks, yaitu bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Penyakit ini merupakan jenis kanker kedua terbanyak yang diderita wanita di seluruh dunia pada usia berisiko terkena Kanker Serviks paling tinggi pada usia 25 – 54 tahun. Penyebab utama Kanker Serviks adalah infeksi HPV (Human Papilloma Virus)atau virus papiloma manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan partisipasi perempuan usia berisiko dalam pemeriksaan IVA. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Analisa penelitian ini menggunakan uji statistik bivariat fisher dan Kolmogrov Smirnov. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 121 responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel karakteristik demografi pendidikan (p value : 0,012), pekerjaan (p value : 0,027), pendapatan (p value : 0,029), pengetahuan (p value : 0,014), sikap (p value : 0,040), perilaku (p value : 0,038), dukungan keluarga (p value : 0,041), dukungan teman (p value : 0,023), dan dukungan petugas kesehatan (p value : 0,013) dengan partisipasi perempuan usia berisiko dalam pemeriksaan IVA dan tidak ada hubungan antara variabel usia (p value : 0,268), keterjangkauan sumber daya kesehatan (p value : 0,598) dengan partisipasi perempuan usia berisiko dalam pemeriksaan IVA, Berdasarkan hasil multiple regresion logistic menunjukkan bahwa variabel pendidikan dengan p value : 0,002, Exp(B) 0,340, dengan 95% CI (0,171 – 0,677) merupakan faktor determinan berhubungan dengan partisipasi perempuan usia berisiko dalam pemeriksaan IVA.Implikasi penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan meningkatkan pendidikan kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks melalui Pemeriksaan IVA, agar lebih aktif dalam mengikuti promosi kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks melalui Pemeriksaan IVA, dan diharapkan kepada petugas kesehatan dapat memprioritaskan perempuan kelompok usia berisiko dalam deteksi dini kanker serviks melalui Pemeriksaan IVA. Kata Kunci : Kanker Serviks, Perempuan Usia Berisiko, Pemeriksaan IVA
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMSIA DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING YOGYAKARTA Menik Sri Daryanti
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.503

Abstract

Kehamilan adalah keadaan fisiologis yang dapat disertai proses patologis yang mengancam keadaan ibu dan janin. Sekitar 15% ibu hamil menderita komplikasi berat, dimana sepertiganya dengan preeclampsia. Dampak preeklampsia dapat mengakibatkan kematian ibu, terjadinya prematuritas, serta dapat mengakibatkan Intra Uterin Growth Retardation (IUGR) dan kelahiran mati. Faktor yang sering ditemukan sebagai faktor risiko pre eklamsia antara lain umur, paritas, riwayat preeklampsia, riwayat hipertensi, keturunan, antenatal care, riwayat akseptor KB, pengetahuan, pekerjaan, dan keberdayaan ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tentang karakteristik ibu hamil dengan preeklamsia di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif.Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami preeklamsia di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta sebanyak 35 orang periode tahun 2018. Hasil menunjukkan sebagian besar ibu hamil yang menderita pre eklamsia berada pada usia beresiko (<20 tahun dan > 35tahun) sebanyak 21 orang (60%), berparitas rendah (<=2) sebanyak 24 orang (68,6%), dan jarak hamil dengan kehamilan sebelumnya beresiko (<2th) sebanyak 19 orang (54,3%). Sedangkan untuk riwayat pre eklamsia, sebanyak 27 orang ibu hamil (77,1%) tidak mempunyai riwayat pre eklamsia sebelumnya. Ibu hamil diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam kehamilannya terutama yang berresiko menderita preeklamsia. Kata kunci: preeklamsia, karakteristik, ibu hamil
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT PADA PILAR PERTAMA DI TINGKAT PUSKESMAS KABUPATEN DEMAK Luthfiyatul Mustafidah; Suhartono Suhartono; Hartuti Purnaweni
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.499

Abstract

Pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Kabupaten Demak Khususnya pilar pertama yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan masih rendah, masih banyak masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program STBM khususnya Pilar pertama di tingkat puskesmas dengan menggunakan teori Lawrance Green sebagai pedoman pelaksanaan program tingkat puskesmas, yang terdiri dari factor predisposisi, factor penguat serta factor pemungkin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan rumusan masalah deskriptif. pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 6 informanan utama petugas pelaksana program STBM tingkat puskesmas, serta 5 informan triangulasi terdiri dari kader, bidan desa, dan Fasilitator STBM Dinas Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program STBM Pilar pertama telah dilakukan dengan baik sesuai prosedur yang ditetapkan, namun belum dapat memenuhi target yang telah ditentukan oleh Perarturan Bupati no.50 tahun 2017 tentang Rencana aksi daerah percepatan Demak bebas buang air besar sembarangan. pengetahuan petugas terkait program sudah baik, mereka telah mendapatkan pelatihan untuk menunjang keterampilan dalam pelaksanaan program, sarana dan prasarana belum menunjang dan seluruh petugas telah mengetahui regulasi yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan program. petugas Dinas kesehatan telah melaksanakan monitoring dan evaluasi dengan cara ferivikasi terhadap pelaksanaan program dan kepemilikan akses jamban sehat bagi masyarakat. Kata Kunci :    Pelaksanaan program, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Pilar Pertama STBM
AKTIFITAS FISIK,STATUS GIZI DAN POLA MAKAN PADA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA Luluk Rosida; Luluk Khusnul Dwihesti
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.504

Abstract

Kejadian Anemia terutama  pada remaja masih sangat tinggi dan  dapat berakibat  terhadap menurunnya produktivitas remaja dan  kemampuan remaja dalam bidang akademis di sekolah, selain itu  juga anemia dapat mengganggu pertumbuhan fisik pada remaja  dimana tinggi dan berat badan menjadi tidak sempurna dan daya tahan tubuh akan menurun sehingga mudah terserang penyakit.  Banyak factor yang menyebabkan anemia pada remaja diantaranya adalah aktifitas fisik, status gizi dan pola makan pada remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik, dengan pendekatan crosssectional, populasi sejumlah 425 siswi kelas X, jumlah sampel 40 siswi, teknik sampling purposive sampling, dengan memilih  siswi yang sudah dipastikan menderita anemia baik ringan maupun sedang, waktu penelitian tahun 2019 di madrasah muallimat Yogyakarta menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, analisis statistik menggunakan perhitungan distribusi frekwensi. hasil penelitian didapatkan gambaran aktifitas fisik pada remaja putri di Madrasah muallimat Yogyakarta, menunjukan bahwa aktifitas  fisik paling banyak  pada kategori tidak ada aktifitas tambahan selain sekolah yaitu sebanyak  21 siswi (52,5%). Gambaran Status gizi pada remaja putri di Madrasah muallimat Yogyakarta menunjukan bahwa paling banyak adalah pada kategori normal yaitu 24 responden (60,0%). gambaran Pola makan pada remaja putri di Madrasah muallimat Yogyakarta, menunjukan bahwa pola makan paling banyak  pada kategori baik yaitu 23 siswi (57,5%). Kata Kunci: anemia, remaja, aktifitas fisik, pola makan, status gizi
ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS DOKTER PADA RSUD DR. H. SOEWONDO KABUPATEN KENDAL Tri Haryani Nur Liyana; Sutopo Patria Jati; Dodik Tugasworo Pramukarso
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.500

Abstract

Terjadinya turnover berupa pengunduran diri beberapa dokter dan ketidaktaatan dokter terhadap aturan-aturan yang ditetapkan di rumah sakit merupakan indikasi adanya penurunan loyalitas dokter. Dalam penelitian terdahulu disebutkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan diantaranya adalah kompensasi, motivasi, gaya kepemimpinan dan kepuasan karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis seberapa besar pengaruh kompensasi, motivasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan dan loyalitas dokter di RSUD dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui   pengisian kuesioner oleh 52 dokter yang bekerja di RSUD dr. H Soewondo Kendal ditambah data komposit dari SIMRS. Data yang terkumpul diolah dan diuji dengan menggunakan software Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, motivasi dan gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dokter. Motivasi juga berpengaruh signifikan terhadap loyalitas dokter. Kompensasi dan gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh tidak signifikan terhadap loyalitas dokter. Kepuasan dokter kepuasan dokter tidak terbukti secara signifikan memediasi pengaruh kompensasi, motivasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap loyalitas dokter. Kata Kunci     : Kompensasi, Motivasi,  Kepuasan, Loyalitas, Dokter.
TINGKAT KEPUASAN PESERTA JKN-KIS YANG MENGGUNAKAN DAN TIDAK MENGGUNAKAN ELEKTRONIK DATA ISIAN PESERTA (E-DIP) DALAM LAYANAN PENDAFTARAN BPJS KESEHATAN Abdul Wachid; Ervi Rachma Dewi; Aprilika Tyantaka
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.505

Abstract

Tingkat kepuasan peserta JKN-KIS pada tahun 2018 adalah sebesar 79,7%, sedangkan kepuasan peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Kudus adalah sebesar 89,54% dan total calon peserta JKN-KIS yang melakukan pendaftaran menggunakan aplikasi E-DIP adalah sebanyak 17.936. Pada saat ini kondisi pelayanan yang masih menjadi catatan perbaikan adalah pelayanan administrasi pendaftaran calon peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang terjadi di Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kepuasan peserta JKN-KIS yang menggunakan dan tidak menggunakan elektronik data isian peserta (E-DIP) dalam layanan pendaftaran BPJS Kesehatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian ekperimen rancangan kuasi eksperimen dilaksanakan di BPJS Kesehatan Cabang Kudus pada Bulan April 2019. Saat peserta JKN-KIS akan melakukan pendaftaran, dilakukan pengisian kuesioner untuk menilai kepuasan peserta yang mendaftar menggunakan E-DIP dan yang tidak dimana aspek yang dinilai adalah reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Didapat 100 peserta JKN-KIS yang mndaftar menggunakan E-DIP dan 100 yang tidak menggunakan. Terdapat perbedaan bermakna pada aspek tangible (4,46 dengan 4,38) dan reliable (5,15 dengan 4,77). Sedangkan aspek responsiveness (4,84 dengan 4,83) assurance (4,77 dengan 4,74) dan empathy (4,84 dengan 4,85) tidak terdapat perbedaan bermakna. Tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan peserta JKN-KIS sebelum dan sesudah penggunaan E-DIP dalam layanan pendaftaran BPJS Kesehatan dimana skor tingkat kepuasan peserta JKN-KIS yang melakukan pendaftaran menggunakan E-DIP adalah 4,75 dan yang tidak menggunakan E-DIP adalah 4,66. Kata Kunci: Kepuasan, BPJS Kesehatan, E-DIP
UJI INSTRUMEN BREASTFEEDING ATTRITION PREDICTION TOOL (BAPT) UNTUK DETEKSI PENYAPIHAN DINI PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Daris Sa’adah; Sholaikhah Sulistyoningtyas
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.501

Abstract

Air susu ibu (ASI) Merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi usia 0-6 bulan. Persentase kejadian penyapihan dini sebanyak 76% pada bayi di Indonesia. Dan  31,36% anak sakit karena tidak menerima ASI eksklusif. Breastfeeding Attrition prediction Tool salah satu instrumen yang digunakan untuk deteksi penyapihan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah instrumen Breastfeeding Attrition Prediction Tool efektif  untuk mendeteksi penyapihan dini pada ibu nifas di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif menggunakan desain korelatif untuk mengetahui kesahihan instrumen Breastfeeding Attrition Prediction Tool terjadinya penyapihan dini oleh ibu nifas. Populasi serta sampel penelitian adalah ibu nifas yang dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Desember 2018 dengan jumlah 30 responden. Breastfeeding Attrition Prediction Tool (BAPT) dapat digunakan untuk mengukur risiko terjadinya penyapihan dini ibu nifas di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Terdapat 83,33% ibu nifas yang tidak berisiko melakukan penyapihan dini. Kejadikan penyapihan dini pada ibu nifas adalah tidak melakukan penyapihan dini sebesar 90,00%. Instrumen Breastfeeding Attrition Prediction Tool (BAPT) dapat digunakan untuk mengukur risiko penyapihan dini pada ibu nifas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mendeteksi penyapihan dini sehingga dapat membantu tenaga kesehatan untuk memberikan asuhan yang sesuai kebutuhan ibu dan bayi. Kata Kunci : ASI, Breastfeeding Attrition Prediction Tool, Penyapihan Dini
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA LAMBANGAN KECAMATAN UNDAAN KABUPATEN KUDUS Sri Wahyuningsih; Noor Ida Shilfia
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v7i2.506

Abstract

Status gizi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kesehatan dan  kematian. Desa lambangan Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus mempunyai peringkat tertinggi tentang masalah gizi kurang dan gizi buruk pada balita. Kecamatan Undaan dikenal sebagai tempat yang kaya akan tanah persawahan untuk bercocok tanam. Namun kekayaan tersebut ternyata belum mampu mengatasi masalah pada penduduknya mengenai status gizi khusunya pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tingkat status gizi balita di Desa Lambangan Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Jenis penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita umur 1 – 5 tahun di Desa Lambangan Kecamatan Kabupaten Kudus. Sampel dalam penelitian berjumlah 103 ibu yang mempunyai balita. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan timbangan dacin. Sedangkan uji statistik menggunakan Kendalls Tau. hasil analisis menyatakan bahwa ada hubungan pola makan dengan tingkat status gizi pada balita yaitu  ( p value : 0,000 r : 0,812). Ada hubungan pendapatan keluarga dengan tingkat status gizi balita yaitu ( p value : 0,000 r : 0,693). Tidak ada hubungan penyediaan air bersih dengan tingkat status gizi pada balita yaitu (pvalue : 0,478 r : 0,064). Kata kunci :    Pola makan, Pendapatan keluarga, Penyediaan air bersih, Status Gizi

Page 6 of 21 | Total Record : 204


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue