cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN KONSEKUENSI BURNOUT PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT SWASTA DI JAKARTA Muhammad Navis Mirza
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i1.800

Abstract

Tenaga kesehatan professional seperti perawat yang secara langsung berinteraksi dengan pasien dalam jangka waktu lama dan terus menerus dapat menimbulkan terjadinya gejala burnout. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan burnout pada pekerja terutama di area pekerjaan (Area of worklife) yang terdiri dari beban kerja, kontrol, reward,  komunitas, keadilan, dan nilai. terdapat banyak penelitian tentang burnout dan konsekuensi yang timbul seperti job satisfaction, kurang berkomitmen untuk perusahaan, dengan demikian lebih mungkin untuk berhenti dari pekerjaan mereka. Namun sejauh ini fenomena burnout masih belum mendapat perhatian serius dari pihak manajemen, meskipun sudah banyak hasil penelitian yang memperlihatkan bahwa burnout menurunkan efektifitas organisasi. Oleh karena itu penulis berusaha untuk menganalisis faktor risiko dan konsekuensi burnout Pada perawat di rumah sakit swasta di jakarta. Metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional untuk menganalisis 3 dimensi burnout serta hubungan dengan faktor predisposisi area of worklife serta efeknya terhadap kepuasan kerja, keinginan untuk keluar dan komitmen pekerja pada perusahaan. Usia, masa kerja dan jenis kelamin. berhubungan emotional exhaustion,  jenis kelamin dan status pernikahan berhubungan terhadap cynicism dan lack of personal efficacy. area of worklife (workload, control, reward, community, fairness, value) yang memiliki hubungan dengan burnout (exhaustion, cynicism, lack of personal efficacy). Burnout yang berhubungan dengan konsekuensi dari burnout. Burnout memiliki hubungan/pengaruh mediasi antara faktor risiko burnout dan konsekuensi Burnout.
ANALISIS PERAN DINAS KESEHATAN KOTA PADA PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI KOTA SEMARANG Silvi Ayu Rakhmawati; Chriswardani Suryawati; Zahroh Shaluhiyah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i1.805

Abstract

Dinas Kesehatan Kota sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam pencapaian indikator Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), berperan untuk mengupayakan agar semua puskesmas di wilayah kerjanya berpedoman sesuai peraturan. Kota Semarang merupakan salah satu lokus awal PIS-PK Kemenkes yang mempunyai target capaian pendataan total coverage pada tahun 2019, yang akan berpengaruh dalam kenaikan capaian IKS wilayah dan capaian 12 indikator PIS-PK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kesehatan Kota dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 7 petugas kesehatan Dinas Kesehatan yang mempunyai tupoksi berkaitan dengan PIS-PK sebagai informan utama dan petugas puskesmas sebagai informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peran Dinas Kesehatan Kota dalam pengembangan sumber daya, koordinasi bimbingan dan pemantauan pengendalian sudah mengacu pada Permenkes No.39 Tahun 2016. Dalam  menerjemahkan kebijakan dari pusat dan pembuat kebijakan ke puskesmas sudah didukung komunikasi yang baik. BOK sebagai sumber dana dan serapan sudah optimal. Adanya pelatihan untuk pengembangan kualitas sumber daya namun belum merata serta jumlah SDM masih terbatas dan semakin berkurang terdampak pandemi covid-19. Aplikasi Keluarga Sehat mengalami downtime perbaikan ke versi 2.0 serta kondisi pandemi covid-19 yang mengakibatkan penurunan capaian target PIS-PK
MANAJEMEN PELAKSANAAN PROGRAM POS PELAYANAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI PUSKESMAS SINE KABUPATEN NGAWI Annisa Zulfa Arifin; Henry Setyawan; Y Warella
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i1.806

Abstract

Pelaksanaan program Posbindu PTM di Kabupaten Ngawi masih rendah, pada tahun 2018, persentase desa/kelurahan yang melaksanakan Posbindu PTM sebesar 68% tersebar di 217 desa di Kabupaten Ngawi. Puskesmas Sine merupakan salah satu puskesmas yang telah aktif melaksanakan program tersebut di seluruh lingkup desa sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program Posbindu PTM di Puskesmas Sine dengan menggunakan teori George R. Terry sebagai pedoman manajemen pelaksanaan program yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan. Jenis peneltian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap 5 informan terdiri dari informan utama dan informan triangulasi. Informan adalah tim yang aktif dalam pelaksanaan kegiatan program Posbindu PTM yaitu pemegang program P2PTM Puskesmas, bidan, perawat penanggung jawab Posbindu sebagai informan utama. Kader Posbindu, serta staff Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan program Posbindu PTM sebagai informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perencanaan tertulis dalam pelaksanaan program guna menciptakan kinerja yang efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Terdapat struktur organisasi dalam tim pelaksanaan program yang dipimpin oleh pemegang program P2PTM di Puskesmas Sine. Pelaksanaan program rutin dilakukan setiap bulan. Keputusan tersebut didapat melalui sosialisasi dan koordinasi dengan perangkat desa yang juga ikut mendukung pelaksanaan program. Kegiatan dalam Posbindu PTM Puskesmas Sine sudah mencakup 5 tahapan layanan berupa registrasi, wawancara sederhana, pengukuran, pemeriksaan dan konseling oleh petugas puskesmas, terdapat beberapa layanan yang kurang berjalan optimal, seperti kegiatan pengukuran analisis lemak, pemeriksaan fungsi paru serta pengukuran indeks masa tubuuh, hal ini disebabkan belum semua kader mampu dan belum mendapatkan pelatihan melakukan pengukuran penghitungan itu. Pengawasan yang direncanakan dalam pelaksanaan program belum berjalan optimal baik dari pihak puskesmas maupun pihak dinas Kesehatanprogram Posbindu PTM di Kabupaten Ngawi masih rendah, pada tahun 2018, persentase desa/kelurahan yang melaksanakan Posbindu PTM sebesar 68% tersebar di 217 desa di Kabupaten Ngawi. Puskesmas Sine merupakan salah satu puskesmas yang telah aktif melaksanakan program tersebut di seluruh lingkup desa sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program Posbindu PTM di Puskesmas Sine dengan menggunakan teori George R. Terry sebagai pedoman manajemen pelaksanaan program yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan. Jenis peneltian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap 5 informan terdiri dari informan utama dan informan triangulasi. Informan adalah tim yang aktif dalam pelaksanaan kegiatan program Posbindu PTM yaitu pemegang program P2PTM Puskesmas, bidan, perawat penanggung jawab Posbindu sebagai informan utama. Kader Posbindu, serta staff Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan program Posbindu PTM sebagai informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perencanaan tertulis dalam pelaksanaan program guna menciptakan kinerja yang efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Terdapat struktur organisasi dalam tim pelaksanaan program yang dipimpin oleh pemegang program P2PTM di Puskesmas Sine. Pelaksanaan program rutin dilakukan setiap bulan. Keputusan tersebut didapat melalui sosialisasi dan koordinasi dengan perangkat desa yang juga ikut mendukung pelaksanaan program. Kegiatan dalam Posbindu PTM Puskesmas Sine sudah mencakup 5 tahapan layanan berupa registrasi, wawancara sederhana, pengukuran, pemeriksaan dan konseling oleh petugas puskesmas, terdapat beberapa layanan yang kurang berjalan optimal, seperti kegiatan pengukuran analisis lemak, pemeriksaan fungsi paru serta pengukuran indeks masa tubuuh, hal ini disebabkan belum semua kader mampu dan belum mendapatkan pelatihan melakukan pengukuran penghitungan itu.Pengawasan yang direncanakan dalam pelaksanaan program belum berjalan optimal baik dari pihak puskesmas maupun pihak dinas Kesehatan
ANALISIS KEPATUHAN DOKTER DALAM MERESEPKAN OBAT FORMULARIUM NASIONAL DI RUMAH SAKIT MULTAZAM MEDIKA TAHUN 2018 Evie Ni'matunnisa; Atik Nurwahyuni
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i1.797

Abstract

Pelayanan farmasi yang bermutu merupakan salah satu indikator untuk menilai kinerja rumah sakit dalam hal kendali mutu dan biaya. Pada lokasi tempat penelitian didapatkan gambaran peresepan obat pasien BPJS diluar formularium nasional sehingga mengakibatkan peningkatan biaya paket. Tingkat kepatuhan dokter dalam meresepkan obat formularium nasional di RS Multazam Medika tahun 2018 adalah 79,4%, dimana tingkat kepatuhan terendah terjadi di UGD (58,4%), dan poli syaraf (68,4%). Pada wawancara terdapat hubungan antara pengetahuan, informasi, sikap dan motivasi yang mempengaruhi faktor kepatuhan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan metode kuantitatif untuk mengetahui persentase kepatuhan dokter dalam meresepkan obat formularium nasional.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG Nursia Aja; Hairudin La Patilaya; Monissa A Hi Djafar; Diah Merdekawati; Surasno Surasno
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i1.807

Abstract

Diare adalah keadadan frekuensi buang air besar  lebih  dari  3  kali  bagi  anak, konsistensi  feses  encer,  dapat  berwarna hijau  atau  dapat  pula  bercampur  lendir dan  darah  atau  lendir  saja . Penyebab  utama  kematian akibat  diare  adalah  tatalaksana  yang tidak  tepat  baik  di  rumah  maupun  di sarana  kesehatan.  Salah  satu  upaya mencegah  kasus  diare  adalah  dengan berperilaku  Hidup  Bersih  dan  Sehat (PHBS) terhadap pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat pengetahuan tentang pencegahan diare pada balita, perilaku dan upaya pencegahan ibu tentang diare dengan perilaku pencegahan terhadap  diare pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan teknik potong lintang (cross-sectional study) untuk melihat gambaran diare dengan perilaku pencegahan diare pada balita. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diare yang tercatat dalam buku register penderita di Puskesmas Kalumpang. Hasil analisis univariat menggambarkan distribusi frekuensi berdasarkan karakteristik demografi meliputi usia balita < 12 bulan sebesar 36%, jenis kelamin laki-laki lebih besar 54.5%. selain itu distribusi  frekuensi berupa presentase variabel tingkat pendidikan rendah lebih besar 54.3%, perilaku baik sebesar 50.1% sedangkan variabel upaya pencegahan baik sebesar 57.2%. Disarankan  kepada pihak Puskesmas agar memperikan sosialisasi atau pemahaman tentang pengetahuan dan  praktek  cuci  tangan  yang  benar  untuk mencegah Kejadian Diare anggota keluarga. Perlu adanya kerjasama antara pihak Puskesmas dengan anggota keluarga terhadap mencega terjadinya diare pada balita.
KAJIAN LITERATUR: HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS Maria Goretti Catur Yuantari
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.672

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis atau menahun yang berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Diabetes tidak hanya menyebabkan kematian prematur diseluruh dunia, penyakit ini juga menjadi penyebab utama kebutaan, gagal ginjal dan penyakit jantung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan cara memaparkan kembali materi yang sudah pernah diterbitkan kemudian diringkas. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa data sekunder. Jumlah artikel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 jurnal yang masuk dalam kriteria inklusi. Dari 5 jurnal yang telah dianalisis semua menunjukan ada hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus. Pola makan tidak teratur, makanan yang tidak sehat dan tidak baik menjadi penyebab terjadinya diabetes melitus.  Asupan gizi yang tidak tidak seimbang serta tidak mempunyai keteraturan makan dengan porsi yang telah ditentukan menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh tidak terkontrol.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPARAHAN KECELAKAAN KERJA SEKTOR PERKEBUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2018 - 2020 Muhammad Aldin Kusuharto; Sjahrul M Nasri
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.751

Abstract

Sektor perkebunan adalah salah satu sektor terpenting secara global dalam hal pasokan pangan dan tenaga kerja. Sektor ini juga dianggap sebagai salah satu sektor yang paling berbahaya dalam hal tingginya penyakit, kecelakaan, dan kematian akibat kerja. Di Provinsi Lampung sektor perkebunan merupakan sektor dengan penyumbang kecelakaan kerja terbesar dibanding sektor industry lainnya.Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan (Personal factor, Job Factor, Lingkungan fisik, dan lingkungan social) dengan keparahan kecelakaan kerja sector perkebunan di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data laporan kecelakaan kerja perusahaan sektor perkebunan Provinsi Lampung pada BPJS Ketenaakerjaan Bandar Lampung. Penelitian dilakukan dari bulan Februari 2021 sampai April 2021. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 296 kasus kecelakaan kerja yang diambil dari laporan kecelakaan kerja perusahaan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Analisis  data dilakukan dengan menggunakan uji statistika chi square dan uji regresi logistik. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan pada faktor pekerjaan kategori shift kerja (p=0,033; OR=1,858) dan faktor lingkungan fisik kategori lokasi kerja (p=0,034; OR=1,781) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor manusia dan faktor lingkungan sosial terhadap kecelakaan kerja. Kata Kunci: Tingkat Keparahan, Kecelakaan Kerja, Perkebunan, Provinsi Lampung, Faktor yang berpengaruh ABSTRACT The plantation sector is one of the most important sectors globally in terms of food supply and labor. This sector is also considered to be one of the most dangerous sectors in terms of high rates of occupationals diseases, accidents and deaths. In Lampung Province, the plantation sector is the largest contributor to occupational accidents compared to other industrial sectors. This study aims to analyze the contributing factors (Personal factors, Job Factors, physical environment, and social environment) with the severity level of work accidents in the plantation sector in Lampung Province. This study is a quantitative study with a cross-sectional study design. This research was conducted based on work accident report data for plantation sector companies in Lampung Province at BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung. The study was conducted from February 2021 to April 2021. The population in this study was 296 cases of work accidents taken from the company's occupational accident report to BPJS Ketenagakerjaan. Data analysis was performed using chi square statistical test and logistic regression test. The results of this study indicate that there is a significant relationship between work factors in the work shift category (p = 0.033; OR = 1.858) and physical environmental factors in the work location category (p = 0.034; OR = 1.781) and there is no significant relationship between human factors and environmental factors against occupational accident. Keywords: Severity, Occupational Accident, Plantation, Lampung Province, Contributing Factors
ADAPTIVE MANAGEMENT VCT PADA WANITA PEKERJA SEKS DI PUSKESMAS KABUPATEN PEMALANG DALAM SAAT PANDEMI COVID-19 Nabela Putri Yanuari
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.791

Abstract

The Covid-19 pandemic has disrupted the voluntary counseling and testing (VCT) program for female sex workers (WPS) as evidenced by a decrease in the use of VCT in FSW. Therefore, the existence of COVID-19 requires adaptation to program sustainability (adaptive management). The purpose of this study was to find out adaptive management VCT in female sex workers at the Pemalang District Health Center in the Covid-19 pandemic situation. This type of qualitative research uses the focus group discussion (FGD) method to collect data related to the adaptive VCT on female sex workers at the primary health care in the Covid-19 pandemic situation. Participants involved in the FGDs were stakeholders in the management of the VCT HIV program for female sex workers. Data analysis using content analysis method (content analysis). The results showed that the adaptive carried out is not doing mobile VCT, VCT at the primary health care with health protocols, delivering test results via SMS, not doing post-test counseling. Challenges and obstacles in adapting to VCT at the primary health care are the interest of women sex workers to do VCT at the primary health care still low, the counseling provided is limited, women sex workers do not understand the test results, and the risk of messages being not opened. Design improvements based on ideas and ideas are through health promotion with social media, some from the community of female sex workers being role models, owners (pimps) requiring regular VCT FSW at the primary health care, running mobile VCT (6 months) with a health protocol, counselors must be able to provide information that is easy to understand, clear and concise, can use the telephone to convey test results.
PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN HIDUP, TEKANAN PSIKOLOGIS DAN PERUNDUNGAN (BULLYING) TERKAIT STATUS KEPEKERJAAN PADA PEKERJA LIFT DAN ESKALATOR DI PT X Aji Utomo Putro
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.749

Abstract

Tingkat kepuasan hidup, tekanan psikologis dan perundungan (bullying) di tempat kerja menjadi masalah keselamatan dan kesehatan kerja terutama berdampak terhadap kesehatan mental maupun kesehatan fisik pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan perundungan, tekanan psikologis, dan tingkat kepuasan hidup terhadap variasi status karyawan di PT. X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan dengan desain studi cross-sectional menggunakan survei online dengan total 212 responden di PT. X. Terdapat hubungan antara faktor perundungan dan status pegawai, dimana 55,1% (98) orang pegawai tetap yang tidak mengalami perundungan; 62,5% pegawai tetap dan 29,5% pegawai kontrak kadang-kadang mengalami perundungan; 42,9% pegawai tetap dan kontrak mengalami perundungan setiap bulan; dan 33,3% kejadian perundungan setiap minggu dialami secara merata pada status pegawai tetap, kontrak, dan pihak ketiga. Terdapat hubungan antara tekanan psikologis dengan status pegawai. Sebanyak 54,2% pegawai tetap dan 18,6% pekerja pihak ketiga memiliki tekanan psikologis yang baik-baik saja; 53,1% pegawai tetap dan 28,6% pegawai kontrak mengalami mid-mental disorder;  54% pegawai tetap dan 26% pegawai kontrak mengalami moderate-mental disorder; dan 59,3% pegawai tetap mengalami severe mental disorder. Terdapat hubungan antara status karyawan dengan tingkat kepuasan hidup. Sebanyak 64,3% pegawai tetap dan 14,3% pekerja pihak ketiga dan pekerja harian/borongan memiliki kepuasan hidup dengan tingkat sangat puas; 65,4% pegawai tetap dan 21,2% pekerja pihak ketiga memiliki kepuasan hidup dengan tingkat puas.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN JEPARA Aniesah Amieratunnisa
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.735

Abstract

Hasil RISKESDAS 2018 menyatakan bahwa prevalensi Anemia pada ibu hamil di Indonesia masih cukup tinggi sebesar 48,9%, meningkat dibandingkan hasil RISKESDAS 2013 sebesar 37,1%. Saat ini seluruh dunia sedang mengalami masa pandemi COVID-19 yang menghambat berbagai aktivitas di seluruh sektor. Tujuan penelitian menganalisis implementasi program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil selama masa pandemi COVID-19 di wilayah Puskesmas Kabupaten Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Informan utama terdiri dari 4 orang bidan koordinator dan 5 orang informan triangulasi yang dipilih secara purposive dan berdasarkan kriteria inklusi, yaitu mewakili Puskesmas di wilayah zona merah dan zona oranye dengan cakupan tertinggi dan terendah di Kabupaten Jepara. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi sarana dan prasarana. Pengolahan dan analisa data penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemberian TTD ibu hamil mengalami kendala di awal pandemi COVID-19. Komunikasi yang kurang jelas berpengaruh pada pelaksanaan program. Kurangnya dukungan kepala puskesmas menyebabkan cakupan menjadi rendah. Perubahan SOP pemberian TTD ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 tidak dibuat secara khusus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan implementasi pemberian TTD ibu hamil di Puskesmas cakupan tinggi dan rendah selama masa pandemi dipengaruhi oleh kejelasan informasi dan sikap stakeholder. Saran penelitian ini Dinas Kesehatan dan Puskesmas perlu mengadakan pertemuan rutin dengan menerapkan protokol kesehatan dan stakeholder perlu mendukung berjalannya pemberian TTD ibu hamil agar cakupan dapat memenuhi target.

Page 10 of 21 | Total Record : 204


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue