cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN DALAM DISTRIBUSI BERAS KELOMPOKTANI TIRTOSARI 2 DUSUN GAMBIRAN DESA MOJOSARI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Suwasono, Son; Nurhananto, Dwi Asnawi; Damela, Aleksandra Eduardo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the communication strategy of agriculture in the distribution of Rice Tirtosari 2 Village Hamlet Gambiran Mojosari Kepanjen District of Malang. The population in this study is the group chairman, and members of the central committee in the distribution of kelompoktani kelompoktani rice Tirtosari 2 of 30 people using the method of teleological sampling. The data collection methods used were Interview, Observation, Documentation and Questionnaire. This research uses a qualitative method. The data analysis methods used are qualitative, including data collection, data reduction and verification. The results of the questionnaire showed that the agricultural extension marketing communication strategy is more dominant to individuals at 90%, an agricultural extension communication strategy in the face of competition from dominant firms through discussions and meetings of farmers. groups, namely 60%, the agricultural extension communication strategy on the most dominant payment system through explanations and exercises how to calculate the profit of the buying and selling business is 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Dalam Distribusi Beras Kelompoktani Tirtosari 2 Dusun Gambiran Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah ketua kelompok, pengurus inti dan anggota kelompoktani dalam distribusi beras kelompoktani Tirtosari 2 sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara, Observasi, Dokumentasi, dan Kuisioner. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode analisis data yang digunakan yaitu deskriftif kualitatif mencakup pengumpulan data, reduksi data, dan verifikasi. Hasil kuisioner membuktikan bahwa strategi komunikasi penyuluh pertanian mengenai pemasaran lebih dominan melalui pendekatan perorangan yaitu 90%, strategi komunikasi penyuluh pertanian menghadapi pesaing usaha lebih dominan melalui diskusi dan pertemuan kelompok yaitu 60%, strategi komunikasi penyuluh pertanian mengenai sistem pembayaran lebih dominan melalui penjelasan dan latihan cara menghitung keuntungan dari kegiatan jual beli yaitu 70%.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN MINUMAN INSTAN DARI EKSTRAK KACANG HITAM (Cajanus sp.) Isrofatin, Isrofatin; Mushollaeni, Wahyu; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black beans is one type of Leguminosae origin from West Nusa Tenggara. Black beans are usually only processed by the community as a raw materials for local cuisine and traditional medicine. The use of the this black beans for instant beverages and the analysis of financial feasibility hasn?t been done. This study aims to analyze the financial feasibility of the production of instant drink from black bean extract. This research is done by descriptive analysis and investment criteria. The results showed that the capacity of 12.5 kg of black bean extract per day obtained investment capital of Rp 151,789,000 with operational cost of Rp 124,500,000 per year. The calculation is done within one year obtained the cost of production (HPP) of Rp 3.531 per pack with a weight of 3 grams. 10% profit from HPP net profit of Rp 106 575,000. Financial analysis obtained break event point (BEP) is Rp 949,837,155 per year. If the interest rate is 12% per year then, the RCR value is 1.8, NPV of Rp 384.181.560, and IRR value of 50%. Kacang hitam adalah salah satu jenis tanaman Leguminosae yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Kacang hitam belum banyak dimanfaatkan dan hanya diolah oleh masyarakat sebagai bahan masakan khas daerah dan obat tradisional. Pengolahan kacang hitam menjadi produk minuman instan dan analisa kelayakan usahanya belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan usaha pembuatan minuman instan dari ekstrak kacang hitam. Perhitungan analisa kelayakan usaha dilakukan dengan analisis deskriptif dan kriteria investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kapasitas 12,5 kg ekstrak kacang hitam per hari didapatkan modal investasi sebesar Rp 151.789.000 dengan biaya operasional sebesar Rp 124.500.000 per tahun. Perhitungan dilakukan dalam jangka setahun dan didapatkan HPP sebesar Rp 3.531 per 3 g. Laba bersih dari keuntungan 10% HPP adalah Rp 106.575.000 dengan nilai BEP adalah Rp. 949.837.155 per tahun. Jika tingkat bunga 12% per tahun, maka didapatkan nilai RCR adalah 1,8; NPV sebesar Rp 384.181.560, dan nilai IRR sebesar 50%.
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PROGRAM PENYULUHAN DI DESA PUJON KIDUL, KECAMATAN PUJON, KABUPATEN MALANG Wukak, Agustinus Wilbardus; Yusnita, Eri; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui bagaimana partisipasi anggota kelompoktani dalam program penyuluhan, Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi anggota kelompoktani dalam program penyuluhan, dan apa saja kendala partisipasi anggota kelompoktani dalam program penyuluhan di Desa Pujonkidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif data yang di butuhkan adalah data primer dan data sekunder melalui wawancara, observasi dan kuisioner. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil penelitian ini mewujutkan partisipasi anggota kelompok tani dalam programa penyuluhan di desa pujon kidul kecamatam pujon kabupaten malang di kategorikan baik. Secara simultan faktor internal dan eksternal berpengaruh signifikan terhadap partisipasi anggota kelompok tani dalam programa penyuluhan.Kendala anggota kelompok tani dalam programa penyuluhan meliputi pemahaman, pengetahuan dan kurangnya informasi secara lengkap tentang pentingnya programa penyuluhan pertanian.
ANALISIS EKONOMI PENGGUNAAN PUYER HERBAL PADA AYAM PEDAGING Meha, Gerson Nyungga; Santoso, Erik Priyo; Sumarno, Sumarno
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broiler industry is clemanded to produce low fat product, due to healthy life style for consumer. Turmeric, kaempferia galanga, and curcuma zanthorrhiza are plants containing atsiri oil. These plants, bioactive substances, is able to increase weight,lower fat, and cholesterol. This study aim to know the economic values by using herbs in some broiler levels.This research was conducted on 28 March 2017 - 01 May 2017 At Agricultural Laboratory of Tribhuwana Tunggadewi University Malang. DOC was used as material reached 80 chicks, turmeric, kaempferia galang, and curcuma zanthorriza. The method used complete random design by 4 treatments and 5 replications.Each treatment fed without herb 0,6% (P2), another fed by herb 0,9% (P3). The analysis result showed that feeding herb suplement impacted different significant for total cost, price, and break event point (BEP) where as profit and over feed cost (OFC) did not impact significant because each treatment did not give high profit and it is not as good as total cost, so using suplement herb in ration is less profit economically. Industri broiler dituntut untuk menghasilkan daging rendah lemak, karena mempunyai pengaruh negatif terhadap kesehatan konsumen. Kunyit, kencur dan temulawak merupakan tanaman yang memiliki kandungan kurkumin dan minyak atsiri.Ramuan herbal ini memiliki zat bioaktif yang dapat meningkatkan bobot karkas, menurunkan lemak dan kolesterol ayam. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai ekonomi penggunaan Puyer Herbal dalam beberapa level tertentu terhadap ayam pedaging. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 maret 2017 - 01 mei 2017 Di Laboratorium Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Materi yang digunakan yaitu DOC berjumlah 80 ekor, kunyit temulawak dan kencur. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap perlakuan dengan rincian: pemberian pakan tanpa puyer herbal (P0) ,pemberian pakan + puyer herbal 0,3% (P1), pemberian pakan + puyer herbal 0,6% (P2), pemberian pakan + puyer herbal 0,9% (P3) Hasil penelitian menunjukkan pemberian suplemen Puyer Herbal berpengaruh berbeda nyata terhadap Total biaya produksi, Total harga, Break even point ( BEP ) sedangkan Laba / Rugi dan Income Over Feed Cost (IOFC) tidak berpengaruhi dikarenakan pada tiap perlakuan kurang mendapatkan keuntungan yang tinggi dan pendapatan yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya ransum untuk setiap perlakuan. Pemanfaatan suplemen ?Puyer Herbal? dalam ransum pada penelitian ini kurang memberikan keuntungan secara ekonomis.
APLIKASI BIOCHAR DAN PUPUK NPK PHONSKA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU Manupadaka, Sairo; Adisarwanto, Titis; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to assess the combined effect of biochar and NPK fertilizers on crop yields Phonska eggplant purple. This study was conducted from March to June 2016, for the preparation of planting to plant dipanen.Penelitian median was held in Dusun Bawang, Village Tunggulwulung, district lokowaru, poor town. Experiments on collated in a randomized block design (RAK) with two factorial consisting of two factors: Factor 1 biochar which consists of three levels, without biochar (control), 10 ton /ha and 20ton/ha and the second factor of NPK Phonska consisting of 4 levels, 50 kg /ha, 100kg/ha, 150kg /ha, 20 kg /ha. The results showed the application of biochar and fertilizer NPK Phonska no interaction on plant growth eggplant purple, eggplant results Namum interactions occur on the number of flowers and fruit diameter. Biochar application of 10 ton/ha a positive effect on the growth and yield of eggplant purple. Applications biochar 10 ton /ha and NPK fertilizer Phonska 50 kg /ha more effective in increasing the growth and yield of eggplant purple. Results eggplant purple rose 99% from 115, 04 g / plant (without biochar) to 229, 12 g / plant (with biochar). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi biochar dan Pupuk NPK phonska terhadap hasil tanaman terong ungu. Penelitian ini dilakukan dari bulan maret sampai juni 2016, karena persiapan median tanam sampai tanaman dipanen.penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bawang, Kelurahan tunggulwulung, kecamatan lokowaru, kota malang. Percobaan di susun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor 1 biochar yang terdiri atas 3 level, tanpa biochar (kontrol), 10 ton/ha, dan 20 ton/ha dan faktor kedua pupuk NPK phonska yang terdiri atas 4 level, 50 kg/ha, 100kg/ha, 150kg/ha, 20 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi biochar dan Pupuk NPK phonska tidak ada interaksi terhadap pertumbuhan tanaman terong ungu, Namum hasil terong terjadi interaksi pada jumlah bunga dan diameter buah. Aplikasi biochar 10 ton/ha berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu. Aplikasi biochar 10 ton/ha dan pupuk NPK phonska 50 kg/ha lebih efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu. Hasil terong ungu meningkat 99% dari 115, 04 g/tanaman (tanpa biochar) menjadi 229, 12 g/tanaman ( dengan biochar).
KAJIAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN LANSKAP CANDI SUMBERAWAN Lopes, Natalia; Hamzah, Amir; Budiyono, Debora
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal merupakan tata nilai atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan hidup secara arif, bentuk kearifan lokal masyarakat Sumberawan diwujudkan dalam bentuk religius atau kepercayaan yang berhubungan dengan kekuatan gaib. Tujuan peneletian ini adalah menganalisis karakter sosial masyarakat dan karakter lanskap pada kawasan Candi Sumberawan serta menganalisis konsep kearifan lokal masyarakat Candi Sumberawan dalam melestarikan lanskap kawasan Candi Sumberawan. Penelitian dilakukan di Desa Toyomarto, Dusun Sumberawan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan teknik pengambilan data melalui pembagian kuisioner dengan jumlah 5 orang responden yang terdiri dari toko masyarakat, pengelola, toko adat dan perangkat desa. Analisis terdiri dari karakteristik sosial dan karakter fisik lanskap kawasan. Hasil peneletian menunjukan karakter sosial masyarakat Sumberawan dalam kegiatan kebersamaan maupun dalam kegiatan lainnya akan selalu adanya gotong royong dalam menjaga lanskap dan elemen-elemen lainnya sehingga memiliki suatu konsep kearifan lokal. Konsep kearifan lokal pelestarian sumber air dalam prespektif budaya, yaitu konsep Patirtan dan konsep Panguripan. Patirtan dalam bahasa jawa berarti tempat air atau sumber air yang berkonotasi dengan kegiatan religi masyarakat. Panguripan dalam bahasa Jawa berarti konsep fungsi air dalam agama Hindu dan Budha yang pada mulanya untuk kepentingan ritual dan religi.
SUBTITUSI PARSIAL TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG GATOT DALAM PEMBUATAN MIE INSTAN DAN SERTA ANALISA KELAYAKAN USAHANYA Pereira, Gregorio; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know the combination of treatment between wheat flour and gatot flour on the quality of instant noodle maker. This study is designed to be used as a Completely Randomized Design (RAL) with one factor, The factor is the proportion between wheat flour and gatot flour: F1 = 95% wheat flour + 5% gatot flour, F2 = 90% wheat flour + 10% gatot flour, F3 = 85% wheat flour + 15% gatot flour, F4 = 80% wheat flour + 20% gatot flour, F5 = 75% wheat flour + 25% gatot flour, F6 = 70% wheat flour + 30% flour gatot and F7 = 60% wheat flour + 40% flour gatot Based on the results of this study affect each other significant differences in water content, ash content, fracture and organoleptic test: flavor, color and aroma treatments moisture 0.56, ash content 1.35 and fracture 2.43 and organoleptic test: 4.1 , Color favorite 4.2 and and flavor likes 4.2. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kombinasi perlakuan antara tepung terigu dan tepung gatot terhadap kualitas pembuat mie instan. Penelitian inidigunakanv Rancangan percobaan yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, faktor yaitu proporsi antar tepung terigu dan tepung gatot : F1 = 95% tepung terigu +5% tepung gatot, F2 = 90% tepung terigu +10% tepung gatot, F3= 85% tepung terigu +15% tepung gatot, F4 = 80% tepung terigu + 20% tepung gatot, F5= 75% tepung terigu + 25% tepung gatot, F6= 70% tepung terigu + 30% tepung gatot dan F7 = 60% tepung terigu + 40% tepung gatot hasil penelitian ini saling mempengaruh beda nyata terhadap kadar air, kadar abu, daya patah dan uji organoleptik : rasa, warna dan aroma perlakuan terbiak kadar air 0.56, kadar abu 1,35 dan daya patah 2,43 dan uji organoleptik : rasa kesukan 4.1, kesukaan warna 4.2 dan kesukaan aroma 4,2
APLIKASI PEMANFAATAN RANSUM DENGAN PROTEIN RENDAH TERHADAP KECERNAAN PROTEIN DAN RETENSI NITROGEN AYAM BURAS Seong, Salesius; Supartini, Nonok; Afrila, Akhadiyah
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The experiment was conducted in June 2013 to August 2013 in the village of Dadaperjo , Hamlet Coral Meloko , Dau district , District of Malang . To determine the effect with low protein diet on protein digestibility and nitrogen retention of native chicken . The material used is used domestic poultry Livestock is the result of a cross between chicken and chicken Kedu Bangkok as much as 36 tails with average body weight of 597.11 ± 95,47g , metabolic cages with a height of 40 cm , width 18 cm , and the length of 60cm call now . Feed treatments used in this study are compiled feed with feed ingredients are easy to obtain . Feed ingredients used , among others ; yellow corn , bran , concentrate , soybean meal , palm oil , and mineral USFA. Feed structured treatment with different proteins , namely ; 14 % , 15 % , 16 % , 17 % and 0.05 % enzyme levels , 0.075 % , and 0.1 % . The method used in this research is the method of factorial experiment with a completely randomized design ( CRD ), which consists of two factors: the 4 factors and 3 factors of feed enzymes . The variables measured in this study are rough and retnsi protin kercrnan nitrogen free-range chicken . The study concluded that supplementation of the diet with the enzyme papain low protein content gives the same response to the protein digestibility and nitrogen retention . P1E3 showed the best results on the protein digestibility of 284.97 ± 3.15 and the average nitrogen retention in treatment interaction is best found in the treatment P1E3 : 33.24 ± 15,34g.Dengan attention to the response to the protein digestibility and nitrogen retention , then papain enzyme can be supplemented in domestic poultry rations . Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 sampai Agustus 2013 di Desa Dadaperjo, Dusun Karang Meloko, Kec. Dau, Kabupaten Malang. Untuk mengetahui pengaruh ransum dengan protein rendah terhadap kecernaan protein dan retensi nitrogen ayam buras. Materi yang digunakan adalah Ternak ayam buras hasil persilangan antara ayam Kedua dan ayam Bangkok sebanyak 36 ekor dengan rataan bobot badan 597,11±95,47g, kandang metabolis dengan ukuran tinggi 40 cm, lebar 18 cm, dan panjang masing- masing 60cm. Pakan perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pakan yang disusun sendiri dengan bahan pakan yang mudah diperoleh. Bahan pakan yang digunakan antara lain: jagung kuning, bekatul, konsentrat, bungkil kedelai, minyak kelapa sawit, dan usfa mineral. Pakan perlakuan disusun dengan protein yang berbeda yaitu; 14%, 15%, 16%, 17% dan level enzim 0,05%, 0,075%, dan 0,1%. Metode dalam penelitian ini adalah metode percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu 4 faktor pakan dan 3 faktor enzim. Variabel yang diukur dalam penelitian adalah kecernan protein kasar dan retensi nitrogen ayam buras. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa suplementasi enzim papain pada ransum dengan kandungan protein rendah memberikan respon sama terhadap kecernaan protein dan retensi nitrogen. P1E3 menunjukan hasil yang terbaik terhadap kecernaan protein yakni sebesar 284,97±3,15 dan retensi nitrogen pada interaksi perlakuan yang terbaik terdapat pada perlakuan P1E3 : 33,24±15,34g. Dengan memperhatikan respon terhadap kecernaan protein dan retensi nitrogen, maka enzim papain dapat disuplementasikan dalam ransum ayam buras.
PENGUJIAN DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus sp. DARI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota) Susanti, Herlina; Mushollaeni, Wahyu; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis-jenis senyawa bioaktif dan konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak daun sawo manila dalam menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus sp. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu E1: Etil asetat teknis 70% dan E2: Etil asetat teknis 90% masing-masing dengankonsentrasi 10% = 20%= 30%= 40%= 50%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Dari pengamatan hasil penelitian yang dilakukan dengan ekstrak daun sawo dari etil asetat 70% pada hari yang kelima yaitu dengan zona bening dari uji daya hambat seluas 4,1 mm yaitu pada konsentrasi ekstrak daun sawo 50% mampu menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus sp. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan analisa uji daya hambat pertumbuhan jamur Aspergillus sp maka kombinasi perlakuan yang terbaik adalah E1: Etil asetat 70% dengan konsentrasi 50%, dari hasil perlakuan terbaik tersebut dilakukan analisa kelayakan usaha meliputi perhitungan biaya investasi sebesar Rp. 227.650.000 dan kebutuhan total biaya investasi diperoleh biaya produksi tahunan sebesar Rp. 1.945.950.000 dengan kapasitas produksi selama 1 tahun adalah Rp. 180.000 botol/tahunnya, maka akan diperoleh HPP sebesar Rp. 18.935,33/botol. Nilai BEP terjadi pada kualitas produk Rp. 18.935,33 unit produk/tahun sebesar Rp. 1.163.432.485 IRR= RCR= 1,75 karena nilai RCR pada proyek ini > 1 maka usaha produksi ekstrak daun sawo manila menggunakan etil asetat ini layak untuk diusahakan.
SELEKSI INDIVIDU HASIL PERSILANGAN TERKONTROL TANAMAN UBIJALAR (Ipomoea batatas L. (Lam) Titof, Titof; Lestari, Sri Umi; Dwi Julianto, Reza Prakoso
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to evaluate and select genotypes of offspring from controlled crosses that have high yield potential with criteria of ? 0.5 kg / plant. The research was conducted in a research station of Brawijaya University, located in Jatikerto, Kromengan, Malang Regency. One hundred seventy-five genotypes of crosses grouped in 4 halfsib families were evaluated using augmented Randomized Block Design. The four families consisted of 77 genotypes of BIS OP-61 as female parent, 35 genotypes of BIS OP-61 as male parent, 35 genotypes of Papua Solossa as female parent and 28 genotype of Papuan Solossa as male parent. Each family is planted in one block as a test cultivar. In each block is also planted the parent clone as a control cultivar. Thus, this experiment is carried out using 4 blocks, each block as a replication. Storage root number, fresh storage root weight and fresh weight of vines per plant are determined. Based on a selection of storage root weight were found 69 genotypes with storage root yield ? 0.5 kg / plant (equivalent ? 20 t/ha), 36 genotypes ? 0.75 kg/plant (equivalent ? 30 t/ha ) and 14 genotypes ? 1 kg / plant (equivalent ? 40 t/ha) from all genotipes that evaluated. Based on the percentage of selected genotypes, there were differences in the ability of female parent (?) and male parent (?) to produce offspring. The offspring of BIS OP-61 as female parent (?) and male parent (?) produced storage root yield of 0.516 kg / plant and 0.512 kg / plant respectivelly, exceeded the halfsib family from Papua Solossa as a female parent (? ) or a male parent (?), which each produces of 0.446 kg / plant and 0.363 kg / plant. The halfsib family of BIS OP-61 and Papua Solossa are able to produce storage root weight and weight of vines higher than control cultivar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menyeleksi genotipe keturunan hasil persilangan terkontrol yang mempunyai potensi hasil tinggi dengan kriteria ? 0.5 kg/tanaman. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Seratus tujuh puluh lima genotipe keturunan hasil persilangan yang dikelompokkan dalam 4 famili halfsib dievaluasi menggunakan Rancangan Acak Kelompok augmented. Keempat famili tersebut terdiri dari 77 genotipe keturunan BIS OP-61 sebagai induk betina, 35 genotipe keturunan dari BIS OP-61 sebagai induk jantan, 35 genotipe keturunan Papua Solossa sebagai induk betina dan 28 genotipe keturunan Papua Solossa sebagai induk jantan. Masing-masing famili ditanam dalam satu blok sebagai tanaman uji. Dalam setiap blok juga ditanami klon induk sebagai tanaman kontrol. Dengan demikian percobaan ini dilaksanakan menggunakan 4 blok yang berlaku sekaligus sebagai ulangan. Parameter pengamatan meliputi jumlah umbi, bobot umbi segar dan bobot brangkasan per tanaman. Berdasarkan seleksi hasil umbi per tanaman, ditemukan 69 genotipe yang memiliki hasil umbi ? 0,5 kg/tanaman (setara ? 20 ton/ha), 36 genotipe dengan hasil umbi ? 0,75 kg/tanaman (setara ? 30 ton/ha) dan 14 genotipe dengan hasil umbi ? 1 kg/tanaman (setara ? 40 ton/ha) pada seluruh famili halfsib yang di evaluasi. Berdasarkan presentase jumlah genotipe yang terseleksi tersebut ditemukan adanya perbedaan kemampuan sebagai induk betina (?) dan induk jantan (?) dalam menghasilkan keturunan. Keturunan BIS OP-61 sebagai induk betina (?) dan induk jantan (?) masing-masing menghasilkan rerata bobot umbi sebesar 0,516 kg/tanaman dan 0,512 kg/tanaman, hasil tersebut melebihi rerata famili halfsib dari keturunan Papua Solossa sebagai induk betina (?) dan induk jantan (?) yang masing-masing sebesar 0,446 kg/tanaman dan 0,363 kg/tanaman. Famili halfsib BIS OP-61 dan Papua Solossa mampu menghasilkan bobot umbi dan bobot brangkasan yang melebihi kultivar kontrol.